Anda di halaman 1dari 12

INFEKSI POSTNATAL (NIFAS) DAN PENGARUH LINGKUNGAN

Mata kuliah

Psikiatri Anak

Dosen Pembimbing : Hartin Kurniawati,M.Si

Disusun oleh

Nama Mahasiswa : Esyi Nur Keristia.

PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL ATHFAL

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL-HAMIDIYAH

JAKARTA 2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Masa Nifas adalah masa setelah ibu melahirkan dalam kalangan medis masa nifas di
mulai setelah plasenta (bahasa jawa: ari-ari), sampai 6 minggu (42hari) pasca melahirkan. Pada
masa ini, seorang wanita yang telah melahirkan merasakan kelegaan karena keberhasilan dalam
bersalin, sekaligus perasaan was-was akan perubahan pada tubuhnya dan bayinya. Namun
demikian, secara umum masyarakat tidak terlalu memperhatikan keadaan Ibu.
Infeksi postpartum adalah infeksi bakteri pada traktus genitalia, terjadi sesudah
melahirkan, ditandai kenaikan suhu sampai 38 derajat Celsius atau lebih selama 2 hari dalam 10
hari pertama pasca persalinan, dengan mengecualikan 24 jam pertama.
Kasus infeksi pada post partum sering terjadi. Pada dasarnya prognosisnya baik bila
diatasi dengan pengobatan yang sesuai. Menurut derajatnya, septikemia merupakan infeksi
paling berat dengan mortalitas tinggi, diikuti peritonitis umum dan piemia. Infeksi post partum
bila tidak diatasi dengan baik dan propesional sering mengalami morbiditas dan mortalitas yang
tinggi. Terutama bila sumber infeksi telah menjalar para organ-organ vital. Dengan majunya ilmu
keperawatan, mahasiswa keperawatan diharapkan mampu mengetahui asuhan keperawatan yang
komprehensif yang dapat di manifestasikan dengan memberikan perawatan post partum untuk
mencengah terjadinya infeksi dan komplikasi. Mahasiswa perawat juga diharapkan mampu
dalam memberikan penyuluhan kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan,
pengalaman dan keterampilan untuk membantu pasien mencapai kesehatan yang optimal.
Selain itu kasus infeksi terjadi karena perhatian penuh biasanya di curahkan kepada bayi
yang baru lahir. Sebagai anggota keluarga terbaru yang membutuhkan banyak penyesuaian dan perhatian.
Padahal baik ibu atau bayi memerlukan perhatian yang sama dalam perawatan pasca kelahiran
(masa nifas) agar tidak terjadi infeksi (sepsis puerperalis). Pada masa nifas dapat terjadi rasa
sakit yang disebut after pain, (meriang atau mules-mules) disebabkan kontraksi rahim, biasanya
berlangsung 2-4 hari pasca persalinan. Perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila
terlalu mengganggu dapat diberikan obat-obat anti sakit. Kaki bengkak (ankle edema) adalah
pembengkakan pada tungkai bawah yang disebabkan oleh penumpukan cairan pada kaki
tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Nifas ?
2. Apa Pengertian Infeksi Nifas ?
3. Bagaimana Penyebab Infeksi Nifas ?
4. Cara Terjadinya Infeksi Nifas ?
5. Tujuan Asuh Pada Masa Nifas ?
6. Bagaimana Pencegahan infeksi Nifas ?
7. Bagaimana Pengobatan Infeksi Nifas ?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah
1. Untuk mengetahui pengertian Nifas
2. Untuk mengetahui pencegahan dan penanganan pada ibu nifas pabila mengalami rasa
sakit, dan pembengkakan kaki.
D. Manfaat Penelitian
1. Ibu-ibu
Dapat mengkaji lebih dalam mengenai Nifas dan mengetahui pencegahan dan
penanganan pada ibu nifas pabila mengalami rasa sakit.
2. Penulis (Mahasiswa dan mahasiswi)
Hasil penulisan ini dapat menambah kepustakaan yang dijadikan sebagai salah satu
sumber bahan dalam penulisan karya ilmiah lebih lanjut.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Nifas

Masa nifas atau masa puerpurium adalah masa setelah partus selsa dan berakhir setelah
kira-kira 6 minggu atau masa nifas (puerperium) merupakan masa yang dimulai setelah plasenta
lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semua (sebelum hamil)
yang berlangsung kurang lebih 6 minggu.
Masa nifas merupakan masa yang rawan bagi ibu, sekitar 60% kematian ibu terjadi
setelah melahirkan dan hamper 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama
setelah melahirkan, diantaranya disebabkan oleh adanya komplikasi masa nifas. Selama ini perdarahan pasca
persalinan merupakan penyebab kematian ibu, namun dengan meningkatnya persediaan darah dan
system rujukan, maka infeksi menjadi lebih menonjol sebagai penyebab kematian dan morbiditas ibu.
Masa nifas dibagi kedalam 3 periode :
Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperolehkan berdiri dan
berjalan-jalan + 40 hari.
Puerperium intyermedia yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat kandungan atau
genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
Remote puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna
terutama selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi,waktu untuk
sehat sempurna bisa berminggu-minggu,bulanan atau tahunan.

B. Pengertian infeksi nifas

Infeksi nifas adalah infeksi bakteri pada trakus genitalia, teradi sesudah melahirkan,
ditandai kenaikan suhu 38 atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari pertama paska
melahirkan,dengan mengecualikan 24 jam pertama.
Infeksi nifas umumnya disebabkan oleh bakteri yang dalam keadaan normal berada
dalam usus dan jalan lahir.Gorback mendapatkan dari 70 % biakan servik normal dapat pula
ditemukan bakteri anaerob dan aerob patogen. Kuman aerob adalah kokus gram positif
(Peptostreptokokus, Peptokokus, Bakteroides dan clostridium). Kuman aerob adalah bermacam
gram positif dan E.coli. selain itu, infeksi dapat pula disebabkan oleh :
Streptococus Haemolyticus Aerobicus, ini merukan penyebab infeksi yang berat,
khusunya golongan A. infeksi ini biasanya eksogen (dari penderita lain, alat atau
kain yang tidak steril, infeksi tenggorokan orang lain).
Staphylococcus Aureus,kuman ini biasanya menyebabkan infeksi
terbatas,walaupun kadang-kadang menjadi sebab infeksi umum. banyak
ditemukan dirumah sakit.
Escherichia Coli, kuman ini umumnya berasal dari kandung kencing atau rectum
dan dapat menyebabkan infeksi terbatas pada perineum, vulva, dan endometrium.
Kuman ini merupakan sebab dari infeksi traktus urinarius.
Clostridium Welchii, infeksi kuman yang bersifat anerobic jarang ditemukan
tetapi sangat berbahaya.infeksi lebih sering terjadi pada abortus kriminalis.

Setelah kala III daerah bekas insersio plasenta merupakan sebuah luka dengan permukaan
yang tidak rata, daerah ini merupakan tempat yang baik uuntuk berkembangnya bakteri. Begitu juga
serviks, vulva, vagina dan perineum yang sering mengalami perlukaan pada persalinan. Semua
ini merupakan tempat masuk/berkembangnya kuman pathogen
C. Penyebab Infeksi Nifas

Organisme yang menyerang bekas implantasi plasenta atau leserasi akibatpersainan


adalah penghubung normal serviks dan jalan lahir, mungkin juga dari luar. Biasanya lebih dari
satu spesies. Kuman anaeroba adalah kokus gram positif (Peptostreptokok, Peptokok,
Bakteriodes dan Colastridium ). Kuman aeroba adalah bermacam gram positif dan E.Coli.
Mikoplasma dalam laporan terakhir mungkin memegang peranan penting sebagai etilogi infeksi
nifas.
1. Faktor predisposisi
Semua keadaan yang dapat menurunkan dayatahan penderita seperti perdarahan
banyak, preeclampsia; juga infeksi lain seperti pnueumonia, penyakit jantung dsb.
Partus lama,terutama dengan ketuban pecah lama
Tindakan bedah vaginal,yang menyeabkan perlukaan jalan lahir
Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah.
2. Manifestasi klinis

Infeksi nifas dapat dibagi dalam 2 golongan, yaitu : infeksi yang terbatas pada perineum,
vulva, vagina, serviks dan endometrium; dan penyebaran dari tempat-tempat tersebut melalui
vena-vena jalan limfe dan permukaan endometrium .
Infeks perineum, vulva, vagina, serviks. Gejalanya berupa rasa nyeri dan panas
pada tempat infeksi, kadang-kadang perih bila kencing.bila getah radang bisa
keluar, biasanya keadaan tidak berat,suhu sekitar 38 c, dan nadi dibawah
100/menit. Bila luka terinfeksi tertutup jahitan dan getahnya radang tidak dapat
keluar, demam bisa naik sampai dengan 39-40 c,kadang-kadang disertai
menggigil.
Endometris . kadang-kadang lokia tertahan dalam uterus oleh darah, sisa
plasenta,dan selaput ketuban. Keadaan ini dinamakan lokiometra dan dapat
menyebabkan kenaikan suhu. Lambat laun timbul gejala abses paru,pneumonia
dan pleuritis.
Peritonitis . pada peritonitis umum terjadi peningkatan suhu menjadi tinggi,nadi
cepat dan kecil,perut kembung dan nyeri, ada defense musculaire. Muka penderita
yang mula-mula kemerahan menjadi pucat,mata cekung,kulit mata dingin,terdapat
facies hipocratica. Pada peritonitis yang terbatas didaerah pelvis,gejala tidak
seberat peritonitis umum. Pasien demam,perut bawah nyeri , tetatapi keadaan
umum tetap baik. Bisa terdapat pembentukan abses.
Selulits Pelvik bila suhu tinggi menetap lebih darisatu minggu disertai rasa nyeri
dikiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam, patut dicurigai adanya
selulitas pelvika. Pada perkembangannya, gejala akan lebih jelas. Pada
pemeriksaan dalam dapat diraba tahanan padat dan nyeri disebelah uterus.
Ditengah jaringan yang meradang itu bisa timbul abses. Dalam keadaan ini suhu
yang mula-mula tinggi menetap,menjadi narik turun disertai menggigil. Pasien
tampak sakit, nadi cepat dan perut nyari.
D. Cara terjadi infeksi
a. Tangan pemeriksa atau penolong yang tertutup sarung tangan pada pemriksaan
dalam operasi membawa bakteri yang sudah ada dalam vagina kedalam uterus.
b. Droplet infection sarung tangan atau alat-alat terkena kontaminasi bakteri yang
berasal dari hidung atau tenggorokan dokter atau pembantu-pembantunya.
c. Dalam rumah sakit ,selalu banyak kuman-kuman patoge,berasal dari penderita-
penderita dengan berbagai jenis infeksi.
d. Koitus pada akhir kehamilan tidak merupakan sebab infeksi,kecuali apabila
mengakitbatkan pecahnya ketuban.
e. Infeksi intrapartum sudah dapat memperhatikan gejala-gejala pada waktu
berlangsung persalinan. Gejala- gejala ialah : kenaikan suhu biasanya disertai
dengan leukositotis dan takikardia,denyut jantung bayi dapat meningkat pula.
E. Pada masa nifas terjadi perubahan-perubahan fisiologi, yaitu:
Perubahan fisik
Involus uterus dan pengeluaran lochia
Laktasi atau pengeluaran air susu ibu
Perubahan system tubuh lainnya
Perubahan psikis
Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini,karena merupakan masa kritis baik ibu
Waupun bayinya. Diperkirakan bahawa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah
persalinan,dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.
Masa neonates merupakan masa kritis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi
terjadi dalam 4 minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi yang baru lahir terjadi dalam
waktu 7 hari setelah lahir. Dengan pemantauan melekat dan asuhan pada ibu dan bayi masa nifas
dapat mencegah beberapa kematian ini.
F. Tujuan Asuhan Masa Nifas
Menjaga kesehatan ibu dan bayinya,baik fisikmaupun psikologis
Melaksanakan skrining yang komprehensif,mendekteksi masalah,mengobati atau
merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinnya
Memberikan pendidikan kesehatan tentang perwatan kesehatan diri,nutrisi,keluarga
berencana,menusui,pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
Memberi pelayanan keluarga berencana.

Asuhan masa nifas diperlukan dalam priode ini, karena merupakan masa kritis ibu
maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah
persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.
Masa neonates merupakan masa kritis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi
terjadi dalam 4 minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi yang baru lahir terjadi dalam
waktu 7 hari setelah lahir. Dengan pemantauan melekat dan asuhan pada ibu dan bayi masa nifas
dapat mencengah beberapa kematian ini.
Tindakan Deskripsi dan Keterangan
Kebersihan Anjuran kebersihan seluruh tubuh
Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan
sabun dan air, pastikan ia mengerti untuk membersihkan daerah di
sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, beru kemudian
membersihkan daerah sekitar anus. Nasehatkan ibu untuk
membersihkan diri setiap kali selesai buang air kecil atau besar.
Sarankan ibu untuk menganti pembalut atau kain pembalut atau
setidaknya 2 kali sehari. Kain dapat digunakan ulang bila telah dicuci
dengan baik dan dikeringkan dibawah matahari atau disetrika.
Jika ibu mempunyai luka episiotomy atau larerasi, sarankan kepada ibu
untuk menghindari menyentuh daerah luka.
Istirahat Anjurkan ibu untuk beristirahat cukup untuk menghilangkan kelelahan
yang berlebihan.
Sarankan ia untuk kerjakan kegiatan rumah tangga perlahan-lahan,
serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur.
Kurang istirahat akan mempergaruhi ibu dalam beberapa hal:
o Mengurangi jumlah asi yang diproduksi
o Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak
perdarahan.
o Menyebabkan depresi dan ketidak mampuan untuk merawat
bayi dan dirinya sendiri.
Latihan Diskusikan pentingnya mengembalikan otot-otot perut dan panggul
kembali normal. Ibu akan merasa lebih kuat dan ini menyebabkan otot
perutnya menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggung.
Jelaskan bahwa latihan tertentu beberapa menit setiap hari sanggat
membantu seperti :
o Dengan tidur terlentang dengan lenggan disamping, menarik
otot perut selagi menarik napas, tahan napas ke dalam dan
angkat dagu ke dada: tahan satu hitungan sampai 5. Rilex dan
ulangi 10 kali.
o Untuk memperkuat tonus otot vagina (latihan kegel)
Berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkan otot-otot, pantat dan
pinggul dan tahan sampai hitungan 5. Kendurkan dan ulangi latihan
sebanyak 5 kali.
Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan. Setiap
seminggu naikkan jumlahnya menjadi 5 kali lebih banyak. Pada
minggu ke 6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan setiap gerakan
sebanyak 30 kali.
Gizi Ibu Menyusui :
Mengkonsumsi tambahan 500 kalori setiap hari.
Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan
vitamin yang cukup.
Minum setidaknya 3 liter setiap hari.
Pil zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama
40 hari pasca persalinan.
Minum kapsul vitamin A (200.000) agar bisa memberikan vitamin A
kepada bayinya melalui ASInya.
Perawatan Menjaga payudara tetap bersih dan kering
Payudara Menggunakan payudara untuk menyongkong payudara.
Apabila putting susu lecet oleskan kolestrum atau ASI yang keluar pada
sekitar putting susu setiap kali selesai menyusui.
Untuk menghilangkan nyeri dapat minum arasetamol satu tablet setiap
4-6 jam
Apabila payudara bengkak akibat pembengkakan ASI, lakukan :
o Pengompresan payudara dengan air hangat selama 5 menit
o Urut payudara dari daerah pangkal menuju putting.
o Keluarkan asi sebagian dari bagian depan payudara sehingga
putting susu menjadi lunak.
o Susukan bayi setiap 2-3 jam sekali. Apabila tidak dapat
menghisap seluruh asi keluarkan dengan tangan.
o Letakkan kain dingin pada payudara sesudah menyusui.
o Payudara di keringkan.

G. Infeksi Saluran Kemih

Kejadian infeksi saluran kemih pada masa nifas relative tinggi dan hal ini di hubungkan dengan hipotoni
kandung kemih akibat trauma kandung kemih waktu persalinan, pemeriksaan dalam yang terlalu sering,
kontaminasi kuman dan perineum, atau kateterisasi yang sering.
Sistitis biasanya memberikan gejala berupa nyeri berkemih (disuria), sering berkemih,
dan tak dapat menahan untuk berkemih. Demam biasanya jarang terjadi. Adanya retensi urine
pascapersalinan umumnya merupakan tanda adanya infeksi. Pielonefritis memberikan gejala
yang lebih berat, demam, menggigil, serta perasaan mual dan muntah. Selain disuria, dapat juga
terjadi piuria dan hematuria.
Pengobatan Antibiotik yang terpilih meliputi golongan nitrofurantoin, sulfonamide,
trimetoprim, sulfametoksazol, atau sefalosporin. Banyak penelitian yang emlaporkan resistensi
mikrobakterial terhadap golongan penisilin Pielonefritis membutuhkan penanganan yang lebih awal,
pemberian dosis awal antibiotic yang tinggi secara intravena, misalnya sefalosporin 3-6 gram/hari
dengan atau tanpa aminoglikosida. Sebaiknya juga dilakukan kultur urine.

H. Pencegahan Infeksi Nifas


a. Selama kehamilan
Oleh karena anemia merupakan predisposisi untuk infeksi nifas, harus diusahakan untuk
memperbaikinya. Keadaan gizi juga merupakan faktor penting, karenanya diet yang baik harus diperhatikan.
Coitus pada hamil tua sebaiknya dilarang karena dapat mengakibatkan pecahnya ketuban dan terjadinya infeksi.

b. Selama persalinan
Usaha-usaha pencegahan terdiri dari membatasi sebanyak mungkin kuman-kuman dalam jalan lahir,
menjaga supaya persalinan tidak berlarut-larut, menyelesaikan persalinan dengan trauma sedikit mungkin, dan
mencegah terjadinya perdarahan banyak. Semua petugas dalam kamar bersalin harus menutup hidung dan mulut
dengan masker, alat-alat kain-kain yang dipakai dalam persalinan harus suci hama. Pemeriksaan dalam hanya
boleh dilakukan jika perlu, terjadinya perdarahan harus dicegah sedapat mungkin dan transfuse darah harus
diberikan menurut keperluan.
c. Selama Nifas
Sesudah partus terdapat luka-luka dibeberapa tempat pada jalan lahir. Pada hari pertama postpartum harus
di jaga agar luka-luka ini tidak dimasuki kuman-kuman dari luar. Tiap penderita dengan tanda-tanda infeksi nifas
jangan dirawat bersama dengan wanita-wanita dalam nifas sehat.

I. Pengobatan infeksi nifas


Antibiotika memegang peranan yang sangat penting dalam pengobatan infeksi nifas. Karena
pemeriksaan-pemeriksaan ini memerlukan waktu.maka pengobatan perlu dimulai tanpa menunggu hasilnya.
Dalam hal ini dapat diberikan penicillin dalam dosis tinggi atau antibiotika dengan spectrum luas,seperti ampicillin
dan lain-lain.
Disamping pengobatan dengan antibiotika, tindakan-tindakan untuk mempertinggi daya tahan badan
tetap perlu dilakukan. Perawatan baik sangat penting, makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan
hendaknya diberikan dengan cara yang cocok dengan keadaan penderita, dan bila perlu transfuse darah dilakukan.
Pada sellulitis pelvika dan pelvioperitonitis perlu diamat-amati dengan seksama apakah terjadi abses atau
tidak. Jika terjadi abses,abses harus dibuka dengan menjaga supaya nanah tidak masuk kedalam rongga
peritoneum dan pembuluhan darah yang agak besar tidak sampai dilukai.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Masa nifas adalah masa setelah ibu melahirkan. Dalam kalangan medis, masa nifas
dimulai setelah plasenta(bahasa jawa:ari-ari) lahir, sampai 6minggu (42hari) pasca kelahiran.
Pada masa nifasdapat terjadi rasa sakit yang disebut after pain, (meriang atau mules-mules)
disebabkan kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan.
Perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu mengganggu dapat
diberikan obat-obat anti sakit Kaki bengkak (ankle edema) adalah pembengkakan pada tungkai bawah yang
disebabkan oleh penumpukan cairan pada kaki tersebut.Faktor yang berperan adalah kadar protein
(albumin) dalam darah yang rendah, fungsi pompa jantung menurun, sumbatan pembuluh darah
atau pembuluh limfe, penyakit liver dan ginjal kronis, posisi tungkai terlalu lama
tergantung(gravitasi).
B. Saran
Kunjungan masa nifas harus dilakukan sesuai jadwal dengan tujuan agar ibu mendapat asuhan sesuai
yang dibutuhkan pada masa nifas. Ibu post partum diberi penyuluhan mengenai apa yang harus
ibu lakukan pada masa nifas tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, Arif. Kapita Selekta Kedokteran. 1999, Jakarta : Media Aesculapius (Falkutas
Kedokteran UI
Prawirohardjo, Sarwon. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. 2002. Jakarta.
JNPKKR-POGI
Wiknjosastro, Hanifa. Ilmu Kebidanan. 2005. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka.
Bahiyatun. 2009.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta : EGC.
Ambarwati,Eny .R.2010.AsuhanKebidana
Masa Nifas.Yogyakarta:Nuha Medika. Ari Sulistyawati, 2009. Buku Ajar Asuhan
Kebidanan, konsep dasar nifas, Yogyakarta :
Andi Jogjakarta. Ns. Anik Maryuni, S.kep, ETN, 2010. Asuhan pada ibu dalam masa
nifas, Jakarta : Trans
Info Media, Jakarta Suherni.2008.Perawatan Masa Nifas.Yogyakarta.Fitramaya