Anda di halaman 1dari 234

METODE PELAKSANAAN

Dalam melaksanakan Pekerjaan Jasa Konstruksi Pembangunan Gedung


KPPBC TMP B Atambua Tahun 2017, perlu dibuat metode konstruksi
pelaksanaan proyek yang secara garis besar akan menguraikan metode
pelaksanaan pekerjaan yang akan dilakukan, sebagaimana lingkup
pekerjaan yang harus ditangani. Adapun metode pelaksanaannya sebagai
berikut :

A. BANGUNAN UTAMA

I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Pekerjaan
Persiapan
Jadwal pelaksanaan : Bulan ke-1
(Minggu ke-1) Volume : 1 Ls
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat
bantu
Bahan :
- Uraian
:
Pada tahapan awal untuk memulai pekerjaan terlebih dahulu kita akan
memulai dengan pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Persiapan ini merupakan
kegiatan untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kebutah proyek dan
melakukan pengecekan awal pada site meliputi pengukuran awal (membuat
bowplank), menguji daya dukung tanah, mengukur batas-batas site sesuai
dengan sertifikat. pada metode persiapan ini biasanya pihak Kontraktor
sudah memulai untuk membangun beberapa bangunan tidak permanen
seperti Direksi Keet, Gudang, Barak Kerja dll.

Pekerjaan persiapan ini akan memiliki beberapa tahapan yang harus


kerjakan, yaitu :
1. Pengukuran Awal
Pengukuran ini dimulai dari titik BM1 & BM2 yang telah ada sesuai dari
ketentuan dinas pertanahan, kemudian dilakukan cross check ulang
oleh kontraktor. Alat yang digunakan adalah theodolite lengkap dengan
statipnya.
2. Membuat Bowplank, tujuannya adakah sebagai acuan untuk
menentukan elevasi lantai bangunan, menentukan titik-titik as bangunan.
cara pembuatannya yaitu dibuatkan pathok beton permanent atau Patok
Kayu yang tidak permanen, menentukan titik duga awal (Titik Acuan) &
membuat titik as bangunan.

PT. BUMALINDO PRIMA


ABADI
Contoh Pembuatan
Bowplank

PT. BUMALINDO PRIMA


ABADI
3. Mengatur Sirkulasi jalan
Mempersiapkan dan mengatur sirkulasi kendaraan proyek, yang
bertujuan diperoleh akses jalan yang baik untuk kendaraan proyek.
4. Pekerjaan pengukuran dan pemetaan di lapangan
Dari gambar desain yang telah ada dilakukan pengeplotan gambar
desain pada lokasi proyek.
Pekerjaan ini dilakukan dengan memasang bouwplank di sekeliling lokasi
bangunan yang akan
dibangun yaitu menyangkut as bangunan dan level dasar ( level 0.00 )
bangunan.
5. Pekerjaan pembersihan
Pekerjaan pembersihan ini menyangkut :
Pembersihan lapangan dari berbagai tanaman yang
dianggap mengganggu pekerajaan proyek.
Pembersihan lapangan dari berbagai batu-batuan yang relatif
besar dan dianggap mengganggu pekerjaan proyek.
Pembersihan di lokasi dan sekitar lokasi proyek terhadap segala
jenis barang yang dianggap akan mengganggu pekerjaan proyek.

6. Pekerjaan listrik dan air kerja


Untuk memperlancar proses pekerjaan ini, pemborong akan menyediakan
listrik untuk keperluan pekerjaan perkantoran maupun pekerjaan di
lapangan. Selain itu pemborong juga akan menyediakan air baik untuk
memenuhi kebutuhan pekerja di perkantoran maupun pekerjaan di
lapangan yang membutuhkan air.
7. Mendatangkan alat berat & material pendukung pekerjaan awal.
8. Membuat Pagar pembatas
Pagar pembatas ini bersifat tidak permanen material yang digunakan
diutamakan matarial yang budah di bongkar, fungsi pagar ini juga agar
hanya orang yang berkepentingan dilokasi proyek saja yang bisa masuk
agar material bisa lebih aman dari pencurian. Pagar sementara proyek
terbuat dari bahan penutup seng, tinggi 200 cm,diperkuat rangka dan
penyangga menggunakan balok-balok kayu atau bahan lainnya,
ditempatkan setiap jarak interval 200 cm, dan difinish dengan cat.

2. Papan Nama Proyek


Jadwal pelaksanaan : Bulan ke-1
(Minggu ke-1) Volume : 1 Ls
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Kayu Kaso
Triplek 9 mm
Paku
Uraian :
Papan nama dibuat dari triplex 9 mm satu lembar, dicat putih
(atau sesuai petunjuk direksi) dan disablon dengan huruf-huruf standar
sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Pada papan nama
tersebut tertera.
- Nama
Perusahaan
- Nama Pemberi
Kerja
- Nama
Proyek
- Dll (atau sesuai petunjuk
direksi)
Setelah dibuat dengan cat yang bersinar bila terkena cahaya, maka papan
nama tersebut dibawa ke lokasi proyek. Papan nama dipasang dengan dua
buah kaso yang dipaku ke papan nama tersebut. Cara memasangnya
dengan memakai paku yang dipakukan menggunakan palu.
Pada tempat yang akan dipasang, digali terlebih dahulu dengan
menggunakan linggis. Papan nama yang telah dipaku ke kaso tadi,
dipasang pada tanah yang telah digali. Tanah galian tersebut kemudian
dipadatkan.

3. Pek. Pembersihan & Pembongkaran Bangunan Lama


Jadwal pelaksanaan : Bulan ke-1
(Minggu ke-1 ) Volume : 1 ls
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu
Bahan :
-
Uraian :
Sebelum melaksanankan pembongkaran gedung lama, pemborong terlebih
dahulu melaporkan mekanisme kerja pembongkaran kepada pemilik Proyek
serta berkoordinasi untuk hasil bongkaran yang perlu dibuang dan yang
perlu dijaga.
Semua penghalang dalam batas tanah bangunan yang menghalangi jalannya
pekerjaan harus dibongkar atau dibersihkan dan dipindahkan dari tanah
bangunan itu, kecuali hal-hal yang tercantum dalam gambar atau yang
ditentukan oleh Pemberi tugas harus dilindungi agar tetap utuh. Pelaksanaan
pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untukmenghindarkan
harta benda atau bangunan yang berdekatan dari kerusakan-Kerusakan yang
terjadi pada harta benda instansi atau badan lain atau perorangan di dalam
atau di luar halaman karena alasan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dari
Pemberi tugas. Sisa-sisa puing atau material bekas di packaging
kemudian dibuang keluar lokasi proyek dengan menggunakan mobil
pengangkut (Dump Truck), dan hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab
kontraktor pelaksana.
4. Pek. Serobong Kerja
Jadwal pelaksanaan : Bulan ke-1 (Minggu ke-
1 dan ke-2) Volume : 1 ls
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tuang kayu
Kepala tukang
Peralatan :
Peralatan tukang kayu
Bahan :
Kayu
Seng
Paku
Uraian :

Untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan di bangun serobong kerja untuk


sementara untuk tenaga pekerja. Bedeng buruh ditempatkan di dekat lokasi
pekerjaan, sehingga dapat dijangkau pekerja- pekerja dalam pelaksanaan
pekerjaan.

5. Pekerjaan Pengukuran & Pasang Bouwplank


Jadwal pelaksanaan : Bulan ke-1 (Minggu ke-1 s/d
Minggu ke-2 ) Volume : 134 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang kayu
Kepala tukang
Peralatan :
Peralatan tukang kayu
Bahan :
Kayu begisting
Papan meranti
Paku biasa 1
3,5 Uraian :

Pekerjaan pengukuran adalah pekerjaan pemetaan/survey terhadap lokasi


proyek yang akan dikerjakan, meliputi :

Pengukuran batas luas


lahan (site). Pengukuran
batas bangunan.
Pengukuran as bangunan.
Penemuan peil bangunan berdasarkan titik ukur tetap yang telah ditentukan
(Bench Mark).

Pekerjaan pengukuran dengan menggunakan pesawat theodolith. Pengukuran


ini sangat penting karena merupakan dasar dari pembangunan proyek, posisi
bangunan baik arah horizontal maupun vertical. Peil bangunan umumnya
diambil dari as jalan atau peil banjir yang telah ada, dan menjadi acuan
selanjutnya dalam melaksanakan pekerjaan. Setelah pekerjaan pengukuran
dilanjutkan dengan pekerjaan pasang bouwplank.

Pemasangan Bouwplank
Pekerjaan bouwplank dimaksudkan untuk menempatkan titik-titik as bangunan
berdasarkan denah bangunan. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan arah
pondasi sekaligus sebagai dasar dalam menentukan ukuran tinggi lantai dalam
rumah dengan permukaan jalan. Agar bentuk bangunan sesuai dengan apa
yang direncanakan.
Pekerjaan bouwplank harus memenuhi beberapa persyaratan berikut:
- Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah
- Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bouwplank tidak goyang
akibat pelaksanaan galian
- Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda.
- Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan
bouwplank lainnya.
- Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam
bangunan semua)
- Garis benang bouwplank merupakan as (garis tengah) daripada pondasi
dan dinding batu bata.

6. Pek. Bangunan sementara TPI


Jadwal pelaksanaan : Bulan ke-1 (Minggu ke-1 s/d
Minggu ke-3 ) Volume : 266 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala tukang
Peralatan :
Alat Bantu
Bahan :
Kayu
Seng
Paku biasa
Uraian :
- Tempat pelelangan ikan harus memenuhi
persyaratan :

a. Terlindung dan mempunyai dinding yang mudah


untuk dibersihkan;
b. Mempunyai lantai yang kedap air yang mudah dibersihkan dan
disanitasi, dilengkapi dengan saluran pembuangan air dan
mempunyai sistem pembuangan limbah cair yang higiene;
c. Dilengkapi dengan fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan dan
toilet dalam jumlah yang mencukupi. Tempat cuci tangan harus
dilengkapi dengan bahan pencuci tangan dan pengering sekali pakai;
d. Mempunyai penerangan yang cukup untuk memudahkan dalam
pengawasan hasil perikanan;
e. Kendaraan yang mengeluarkan asap dan binatang yang dapat
mempengaruhi mutu hasil perikanan tidak diperbolehkan berada
dalam Tempat Pelelangan Ikan/Pasar grosir; f. Dibersihkan secara
teratur minimal setiap selesai penjualan; wadah harus dibersihkan dan
dibilas dengan air bersih atau air laut bersih;;
g. Mempunyai fasilitas pasokan air bersih dan atau air laut
bersih yang cukup;
h. Mempunyai wadah khusus yang tahan karat dan kedap air untuk
menampung hasil perikanan yang tidak-layak untuk dimakan;

7. Pemasangan Tandon Air, 1200ltr + menara


kayu+PIPA+Kran+Pompa
Jadwal pelaksanaan : Bulan ke-1 (Minggu ke-1 s/d
Minggu ke-2 ) Volume : 2 unit
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang kayu
Kepala tukang
Peralatan :
Peralatan tukang kayu
Bahan :
Tandon air 1200 Ltr
Kayu
Pompa
Kran
Uraian :
1. Tempat peletakan tangki :
-Tower yang terbuat dari kerangka kayu (tidak memilikit celah pada alas
dudukan tangki).
-Lantai dasar dibuat dari beton bertulang atau pasangan batu bata
2. Pondasi untuk alas tangki harus bersih, datar, rapat dan rata
(usahakan diatur dengan waterpass)
3.Tempat untuk membuat pondasi harus dalam kondisi padat dan stabil
4. Lebar pondasi harus lebih besar daripada diameter tangki.
5. Usahakan untuk tidak menempatkan tangki air di atas instalasi pipa
dan/atau kabel tertimbun
(untuk memudahkan bila suatu saat pipa atau kabel tersebut akan diservis
atau perawatan
rutin).
6. Tenpat yang akn dipasang tangki sebaiknya terbebas dari lalu lintas atau
mobilitas sehingga seluruh peralatan yang berhubungan dengan tangki
aman dari gangguan.
7. Hindari memasang tangki air di atas struktur bawah tanah seperti gudang,
tangki septik,
saluran limbah, dll

Permukaan Dudukan/Pondasi

Batas toleransi untuk elastisitas pemuaian/ penyusutan yang dimiliki Tangki


Polyethylene adalah
3% dari dimensi tangki. Semua sambungan tangki harus memiliki ketentuan
yang memungkinkan pergerakan saat tangki memuai/ menyusut karena
perubahan suhu dan beban.

Pemasangan tangki - pompa

1. Gunakan pompa sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan.


2. Pompa diletakkan ditempat yang mudah untuk diperiksa jika terjadi
masalah.
3. Tempatkan pompa sedekat mungkin dengan sumber air, karena dengan
memperkecil jarak pipa hisap (suction) akan menambah daya pipa
dorong (discharge).
4. Pemasangan pompa tidak boleh langsung atau dekat dengan outlet
tangki.
5. Gunakan koneksi fleksibel untuk melindungi dinding tangki dari
getaran pompa. Lihat gambar
6. Pompa harus diikat (dibaut) kuat pada dudukan, untuk menghindari
pergerakan dan getaran
pompa saat sedang beroperasi.
7. Kurangi jumlah tikungan dalam sambungan pipa untuk mencegah
kebocoran dalam instalasi pipa dan meminimalkan hambatan tenaga.
8. Pasang Saringan Pasir (strainer) untuk sumber air yang mudah terhisap
kotoran.
Instalasi Pompa
8. Pek. Sementara Jembatan kayu
Jadwal pelaksanaan : Bulan ke-1 (Minggu ke-1 s/d
Minggu ke-2 ) Volume : 45 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang kayu
Kepala tukang
Peralatan :
Peralatan tukang kayu
Bahan :
Kayu
Paku biasa
Uraian :

Pembangunan Jembatan sementara harus dibuat dengan struktur dan kekuatan


memenuhi syarat. Jembatan sementara juga harus memenuhu ketentuan
teknis yang telah disepakati
II. PEKERJAAN PASIR DAN TANAH

Pek. Galian Tanah Pondasi Poer


Plat & Sloof Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-5 s/d Minggu ke-7) Volume :
187,72 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Cangkul, sekop, linggis
Bahan :
-
Uraian :
Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan galian tanah
untuk pondasi.

Persiapan lahan kerja.


- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, meteran, waterpass,
cangkul, belincong, pengki, benang, selang air, dll.

Pengukuran
- Setelah posisi titik ukur tetap ditentukan, berdasarkan titik tetap tetap
tersebut dilakukan pengukuran terhadap titik dan elevasi galian tanah.
- Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi
warna cat.

Pelaksanaan pekerjaan galian tanah untuk pondasi


- Pekerjaan galian tanah dengan menggunakan alat manual cangkul dan
belincong, apabila kondisi lahan memungkinkan pekerjaan galian tanah
dapat menggunakan alat bantu excavator.
- Pasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Gali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang.
- Buang tanah sisa galian pada area yang telah ditentukan dan tidak
mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai
rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa
dengan menggunakan alat ukur manual atau dengan theodolith.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa drainase
secukupnya supaya air dapat segera dipompa ke luar, sehingga tidak
mengganggu proses pekerjaan.
- Saat penggalian tanah sangat memungkinkan ditemukannya lokasi
bekas pembuangan sampah, banyak potongan kayu, atau tanah yang
berlumpur. Bila hal ini dijumpai, baiknya benda-benda tersebut diangkat.

Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi


Poer Plat Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-6 s/d Minggu ke-8 ) Volume : 5,18
m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Pasir urug
Uraian :
- Pengurugan untuk bekas galian pondasi, atau yang lainnya yang akan
ditimbun tidak boleh dilaksanakan sebelum diperiksa / disetujui Direksi
pekerjaan.
- Semua pekerjaan urugan yang tidak memakai pasir urug, harus diapaki
tanah yang bersih, bebas dari segala kotoran yang akan merugikan
konstruksi
- Ketebalan urugan sesuai dengan yang tertera pada gambar kerja

Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-14 s/d
Minggu ke-15) Volume : 81,68 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Pasir urug
Uraian :
Pelaksanaan pengurugan tanah/pasir harus dilakukan lapis per lapis secara
merata dengan ketebalan hamparan urugan tidak melebihi tebal 20 cm
dalam keadaan gembur, kemudian dipadatkan secara merata. Gumpalan -
gumpalan tanah/pasir yang ada harus digemburkan dengan cara digaru atau
cara-cara sejenis lainnya.ketebalan urugan pasir dibawah pondasi atau lantai
sekitar 5 cm - 20 cm. Setelah diurug maka dilakukan pemadatan sehingga
didapatkan ukuran dan kepadatan yang telah ditentukan.

Pek. Urugan Tanah + pemadatan


Bawah Lantai Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-11 s/d Minggu ke-14) Volume
: 5.312 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Tanah
urug Uraian
: Urugan
Tanah
- Pada lokasi yang akan diurug, sebelumnya harus diberi tanda berupa
patok kayu atau bahan lainnya dan diberi keterangan peil urugan sesuai
dengan ketinggian rencana. Untuk daerah dengan ketinggian tertentu,
dibuat patok dengan warna tertentu pula.
- Urugan tidak boleh dihampar atau dipadatkan dalam kondisi hujan, setelah
hujan atau bila
kondisi kadar air diluar persyaratan yang ditentukan.
- Urugan yang terlalu kering atau terlalu basah untuk
pemadatan, dimana kadar airnya kurang atau melebihi
persyaratan harus diperbaiki ulang dengan mengganti
bahan yang ada, kemudian disiram air secukupnya dan
dicampur secara merata.
- Pelaksanaan pengurugan tanah/pasir harus dilakukan lapis per lapis secara
merata dengan
ketebalan hamparan urugan tidak melebihi tebal 20 cm dalam keadaan
gembur, kemudian dipadatkan secara merata. Gu
- Pelaksanaan pengurugan tanah/pasir yang melebihi ketentuan peil
permukaan harus digali atau dipapas kembali (stripping) dan dipadatkan
hingga peil permukaan yang ditentukan.
- Setelah selesai dikerjakan, urugan harus dihindarkan dan dilindungi dari
kemungkinan adanya pengaruh yang dapat mengurangi kualitasnya

Pemadatan urugan
- Pemadatan dan perataan urugan tanah/pasir dilakukan dengan cara-cara
penimbrisan menggunakan alat pemadat lintasan atau compactor yang
mempunyai daya tekan pemadatan disesuaikan bidang permukaan atau
bahan yang akan dipadatkan, sedemikian rupa hingga tercapai kepadatan
sesuai dengan ketentuan.
- Lapisan pada kedalaman lebih dari 30 cm dibawah elevasi tanah dasar
harus dipadatkan
sampai 95% dari kepadatan kering maksimum yang ditetapkan sesuai
AASHTO T-99.
- Pengujian kepadatan harus dilakukan pada masing-masing lapis dari
urugan yang dipadatkan sesuai dengan AASHTO T-191. Peneliitian
kepadatan dilapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-70.
- Semua hasil pemadatan diperiksa kembali terhadap patok-patok
referensiuntuk mengetahui kerataan peil permukaan tersebut. Toleransi
kerataan permukaan yang dapat diterima untuk pengurugan dan
pemadatan maks. 20 mm terhadap kerataan permukaan yang ditentukan,
memiliki kemiringan yang cukup untuk membantu drainase aliran air hujan
dan harus menjamin bahwa pelaksanaan akhir pemadatan dan perataan
mempunyai drainase yang baik.

III. PEKERJAAN PANCANGAN & PONDASI


1. Pek. Pengadaan dan Pancang Beton
25x25 cm 40 cm Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-2 s/d Minggu ke-7) Volume :
5.760 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat bantu pancang
Bahan :
Beton 25x25 cm
Uraian :
- Penyiapan lahan area kerja yang cukup guna penampatan alat berat juga
area manuver alat.
- Penyiapan lahan untuk penempatan material (tiang pancang) pada
posisi yang strategis guna memudahkan dalam pengerjaannya.
- Pada masing masing tiang pancang diberi identitas dan diberi meteran
per satu meter.
- Penyiapan alat-alat kerja pendukung lainnya.
- Melakukan pengukuran :
- Pengukuran dilakukan oleh Pemborong dengan disaksikan dan disahkan
oleh Direksi/MK.
- Kedudukan/posisi dari masing-masing tiang pancang harus ditandai
dengan patok bergaris tengah 80 mm dengan panjang 300 mm yang
ditancapkan didalam tanah.
- Bagian atas patok sepanjang 150 mm harus dicat dengan warna yang
menyolok.
- Sebelum mulai jacking, tiang yang akan dijacking harus dicheck
dan berada dalam keadaan/posisi vertikal.
- Penyambungan tiap bagian tiang dengan las harus dilakukan secermat
mungkin dan benar, sehingga tidak ada celah/lubang pada sambungan
las tersebut.
- Semua tiang pancang harus mempunyai nomor referensi, tanggal cor,
panjang dan lain lainnya dengan aturan sebagai bcrikut :
Setiap tiang pancang bagian I diberi tanda pada interval 50 Cm.
Setiap tiang pancang bagian II diberi tanda pada interval 25 Cm.
Setiap tiang pancang bagian III diberi tanda pada interval 10 Cm.

- Pengujian Tiang pancang :


Pengujian dilakukan terhadap suatu Tiang pancang percobaan yang
tidak dipakai
(unused pile) sebelum dilakukan pemancangan
sebenarnya (used pile).
Tujuan dari pengujian ini adalah untuk membuktikan kebenaran
asumsi yang dipergunakan dalam penurunan dan perhitungan
design load dari tiang pancang.
- Penyipapan informasi data teknis : Panjang tiang Pancang, Energi
Hammer, Hammer,
Literatur dan Referensi teknis lengkap tentang alat
pemukul yang dipakai.
- Tahap-tahap pelaksanaan pemancangan :
Sebelum dilakukan pemancangan, semua tiang pancang pra-cetak
harus diberikan perincian dan data secara jelas pada sisi puncak
tiangnya meliputi : Nomor referensi, Panjang tiang, Tanggal
pengecoran, beban Kerja
Sebelum dilakukan pemancangan harus diteliti terlebih dahulu hal-
hal sebagai
berikut :
Pada pemancangan tiang yang utuh maka pemancangan (set)
maksirnum umumnya diperoleh dengan cara menggunakan alat
pemukul (hammer) yang paling tepat dan paling lunak. Bila
pemancangan dilakukan secara sebagian (segmental) maka
ketinggian naksimum pemukulan yang diusulkan harus semaksimal
mungkin konsisten dengan tegangan maksimum yang diijinkan
pada beton dan massa alat pemukulnya juga harus diganti dengan
yang sesuai, harus pula diperhitungkan kemungkinan adanya
kehilangan energi pada sambungansambungan.
Bila tiang pancang segmental menemui tanah yang lembek sekali,
batuan keras atau lapisan-lapisan batuan maka ketinggian
pcmukulannya harus dikurangi.
Pemborong harus memberikan perincian tentang urutan
pemancangan yang harus
disusun sedemikian rupa untuk menghindari terangkatnya kembali
(up Lifting) tiang pancang.
Bila tiang yang dipancangkan pada tanah lunak sampai kelapisan
keras pendukung untuk memperoleh penumpuan ujung yang kuat
(high end bearing) maka ketinggian dari semua tiang pancang yang
berdekatan harus diperiksa apakah terjadi pengangkatan, bila
mengalami hal tersebut.
Pemborong harus bertanggung jawab untuk melaksanakan semua
usaha untuk
memancang kembali tiang pancang yang terangkat tersebut.
Semua pemancangan harus dilakukan sampai mencapai
kedalaman yang direncanakan dan disyaratkan, dalam
pemancangan setiap titik pancang harus secara terus menerus
tanpa terputus kecuali terdapat penyambungan bagian tiang
pancang.
Dalam pemancangan perlu diperhatikan bahwa jumlah pukulan
pada masing-masing
tiang pancang diusahakan agar dibatasi sampai lebih kurang 2000
pukulan, apabila dalam harus dilakukan test integritas tiang (Pile
Integrity test/PIT) yang bertujuan untuk mengetahui kualitas tiang
pancang terpasang.
- Mengecek kelurusan / kemiringan sudut tiang pancang dengan
menggunakan theodolit min.
2 sudut yang berbeda
- Siapkan kertas grafik kalendering pada tiang pancang tersebut
- Secara berlahan hummer diangkat keatas hingga ketinggian tertentu,
kemudian hummer dilapaskan
- Bila tiang pancang perlu mendapat sambungan karena kedalaman
pemancangan masih
belum terlampaui, maka hentukan pemancangan tiang pancang
hingga +/- 1 meter dari muka tanah terhadap kepala tiang pancang
- Melakukan sambungan dengan tiang pancang berikutnya yang mana
sambungan tersebut dilas pada ujung tiang pancang dengan
menggunakan mesin las yang kemudian hasil las diberi bahan anti karat
maka konsultasikan dengan Konsultan Perencana untuk langkah
berikutnya
Axial Loading Test:
Axial loading test dilakukan pada setiap tiang pancang
dimaksudkan untuk menentukan respon tiang pancang terhadap
suatu pembebanan tekan statis. Beban tersebut bekerja secara
aksial pada tiang pancang yang bersangkutan.
Untuk axial loading test ini kami menggunakan sistem Non
Destructive Test yaitu Pile Driving Analysis (PDA) atau Shock Test
dengan tujuan untuk mempersingkat waktu pengetesan, dengan
ketentuan beban loading test 200 % dari Design Load.
Beban percobaan pada pengujian ini harus sebesar 200 % dari
design load untuk
suatu Proving Test, pembebanan dilakukan mengikuti prosedur
Slow maintaned Load test dengan cyclic loading berdasar
ASTM D 1143-8, sedangkan pada Preleminary Loading test
pembebanan minimal sebesar 300 % design load.
Jumlah preleminary loading test ditetapkan 2 (dua) titik tiang
percobaan, sedapat mungkin pelaksanaan pemancangan tiang uji
dilakukan disebelah lobang pemboran Penyelidikan Tanah.
Beban maksimum yang ditumpukan pada pengujian pendahuluan
ini harus 3 (tiga) kali besar Design Load, setelah itu penambahan
beban dilanjutkan sampai kelongsoran (failure) teljadi.
Apabila telah dicapai suatu keadaan pengujian sesuai dengan
rencana, maka
pemancangan harus dihentikan sementara untuk memberikan
kesempatan tanah kembali kepada kondisi semula.
Pemancangan/Pemukulan tiang pancang dapat dilanjutkan
kembali setelah selang waktu yang cukup untuk menentukan
apakah telah terjadi perubahan dari keadaan semula.
Lateral Loading Test :
- Pengujian ini dilakukan untuk menentukan respon tiang terhadap
pembebanan lateral.
- Jumlah lateral loading test adalah 1 (satu) buah, sebagai percobaan
digunakan used pile.
- Untuk setiap tiang pancang yang dilakukan pengujian ini tidak boleh
mengalami kegagalan struktural, untuk mengatasi kegagalan
Pemborong harus memantau secara langsung hubungan antara beban
dan defleksi lateral.
Persyaratan pelaksanaan Lateral Loading test mencakup hal-hal berikut :
Prosedur Pembebanan
Peralatan pengadaan beban
Prosedur dan peralatan untuk pengukuran lateral
displacement
Laporan hasil pengujian
- Pembebanan dilaksanakan dengan cyclic loading scsuai dengan
persyaratan ASTM D 3966-
81, beban percobaan ditetapkan sebesar maksimum 200 % x 5 %
dari daya dukung izin vertikal tiang bor, kecuali ditentukan lain.
- Pada bagian atas dari tiang pancang Pada tanah yang bcrada disekitar
kepala tiang yang akan diuji, harus dipadatkan sampai pada cut of
level dengan nilai CBR minimal 5 %.
- Lateral Displacement yang diijinkan untuk pengujian ini adalah sebesar
12 mm pada beban percobaan lateral maksimum.
- Segera setelah pengujian beban dilakukan, Pemborong harus
menyerahkan laporan lengkap tentang hasil pembebanan, agar dapat
dilakukan evaluasi oleh Konsultan
- Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan daya dukung akhir tiang
pancang tersebut.
Kegagalan memenuhi daya dukung tersebut menjadi tanggung jawab
Pemborong.

2. Pekerjaan Bobokan pancang


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke- 2 s/d
Minggu ke-7 ) Volume : 144 Ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
-
Uraian :
- Tiang Pancang yang kelebihan panjangnya bila diukur waterpas terhadap
poer pondasi harus dilakukan pemotongan mengikuti ketentuan yang
berlaku.
- Pemotongan harus rapi dan rata permukaannya, dengan memperhitungkan
ketinggiannya
terhadap adanya pasir urug dan lantai kerja.
- Besi stek dari tiang pondasi pancang disisakan sesuai peraturan yang
berlaku (PBl 71)
sepanjang 40 x diameter ukuran besi yang ada.
- Jika stek besi tidak mencapai mengingat posisi tiang pancang terlalu
dalam, maka ketebalan poer pondasi perlu disesuaikan sampai stek
tercapai.

3. Pek. Poerplat Beton 120x120x40cm



Beton
Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-9 ) Volume :
20,74 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.
Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang
menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagaipelembabnya,
baik disiramkan maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar
setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik

Besi
Volume : 3.960,58 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-7s/d
Minggu ke-8) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja yang
telah disetujui.
Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar
ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 69,12 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-7s/d
Minggu ke-8) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Kayu begisting
Paku biasa 2 5
Minyak begisting
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat
menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan
dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

IV. PEKERJAAN BETON


1. Pek. Lantai Kerja Bawah Pondasi Poer Plat pek beton kolom,
Balok pembungkus WF
Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-8 ) Volume :
2,59 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
Persiap
an
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai kerja.
Approval material yang akan digunakan.

Persiapan lahan kerja.


Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split dan air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer, meteran,
waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen, raskam,
benang, selang air, dll.

Pengukur
an
Terlebih dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran dengan
theodolith untuk menentukan leveling lantai kerja.
Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi
warna cat.

Pelaksanaan pekerjaan lantai kerja


Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai
rencana.
Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl
atau B-0.
Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat
urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau
kotoran.
Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan
untuk menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat
kepalaan dengan jarak per 1 m untuk leveling lantai kerja.
Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun
sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan
dengan cara melakukan tarikan benang dari patok level satu dengan
yang lainnya.


Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-13 ) Volume : 68,80 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat
dengan menggunakan air sebagaipelembabnya, baik disiramkan
maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar setelah umur
beton memenuhi spesifikasi teknik


Besi
Volume : 3.732,42 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
11 s/d 12) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja yang
telah disetujui.
Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar
ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 688 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-11s/d
Minggu ke-12) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Kayu begisting
Paku biasa 2 5
Minyak begisting
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan
dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat
lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek dan
perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah
schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

2. Pek. Lantai Beton Lt.1 12cm K250



Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-14 ) Volume : 100,89 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagaipelembabnya,
baik disiramkan maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar
setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik


Besi
Volume : 9.954,48 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-12s/d
Minggu ke-13) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui.
Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar
ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.


Bekisting
Volume : 14,4 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-12s/d
Minggu ke-13) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Kayu begisting
Paku biasa 2 5
Minyak begisting
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat
baik
.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.- Pasangan
bekesting harus
rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat
menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk
menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

3. Pek. Lantai Beton Lt.2 10cm K250



Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-17 ) Volume : 72 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagaipelembabnya,
baik disiramkan maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar
setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik


Besi
Volume : 7.107,84 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15s/d
Minggu ke-16) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 720 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15s/d
Minggu ke-16) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Kayu begisting
Paku biasa 2 5
Minyak begisting
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah, maka
bekesting dapat
menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan
dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk
menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

4. Pek. Beton Sloof, 20x35 cm K250



Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-12 ) Volume : 6,72 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat
dengan menggunakan air sebagaipelembabnya, baik disiramkan maupun
diberi goni
basah.Bekisting dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi
spesifikasi teknik

Besi
Volume : 987,84 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-10s/d
Minggu ke-11) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter,
gegep, dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar
ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 171,15 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-10s/d
Minggu ke-11) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Kayu begisting
Paku biasa 2 5
Minyak begisting
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat
baik
.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat
lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek dan
perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah
schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.- Pasangan
bekesting harus
rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat
menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk
menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

5. Pek. Beton Sloof. 25x45cm K250



Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-12 ) Volume : 36,79 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat
dengan menggunakan air sebagaipelembabnya, baik disiramkan
maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar setelah umur
beton memenuhi spesifikasi teknik

Besi
Volume : 8.277,19 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-10s/d
Minggu ke-11) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.
PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 294,30 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-10s/d
Minggu ke-11) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Kayu begisting
Paku biasa 2 5
Minyak begisting
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah, maka
bekesting dapat
menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat
baik
.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

6. Pek. Beton Kolom Pedestal 40x40cm K250



Beton
Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-9 ) Volume :
11,52 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat
dengan menggunakan air sebagaipelembabnya, baik disiramkan
maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar setelah umur
beton memenuhi spesifikasi teknik
Besi
Volume : 1.877,76 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-7 s/d
Minggu ke-8) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter,
gegep, dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 115,20 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-7s/d
Minggu ke-8) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Kayu begisting
Paku biasa 2 5
Minyak begisting
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat
baik
.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk
menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

7. Pek. Beton Kolom Praktis (LS)


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-17
s/d 20 ) Volume : 0,92 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen pc
Pasir
Begisting
Besi beton
Kawat beton
paku
Uraian :
Persiapan

Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan kolom praktis


dan balok latei.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split, kaso,
multiplek, besi beton, kawat beton, paku, air, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran,
bor listrik, gunting besi, pembengkok besi, gergaji, unting-unting,
benang, selang air, dll.

Pengukuran

Surveyor melakukan pengukuran dengan theodolith dan memberi


tanda (marking) untuk posisi titik perletakan kolom beton praktis dan
balok latei.
Fabrikasi besi tulangan
Fabrikasi besi beton untuk tulangan dengan mutu, ukuran dan
panjang dibuat sesuai gambar kerja yang telah disetujui.
Fabrikasi besi beton untuk tulangan kolom praktis dan balok latei.
Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan
penempatannya, supaya tidak membingungkan pada saat akan
dipasang.
Posisi besi beton untuk tulangan pada kolom praktis dan balok latei
yang belum ada besi stek existing, terlebih dahulu dibuatkan besi stek
dengan menggunakan alat bantu bor listrik.

Fabrikasi bekesting

Fabrikasi bekesting untuk kolom beton praktis praktis menggunakan


bahan dari multiplek dan perkuatan dengan menggunakan kaso.
Potong multiplek untuk bekesting kolom praktis dan balok lintel.
Pasang bekesting pada lokasi besi beton tulangan kolom praktis dan
balok lintel dengan dimensi dibuat sesuai ukuran gambar kerja.
Pasang perkuatan/support pada bekesting.
Bekesting dipasang harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
Gunakan waterpass/unting-unting untuk pengecekan.
Beton decking dipasang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan.
Pengecoran beton

Sebelum pengecoran terlebih dahulu harus diperiksa kekuatan acuan yang


sudah dipasang /
difabrikasi, semua ukuran sudah sesuai rencana.
Pengecoran beton dilakukan menggunakan beton readymix K-250.
Setelah area siap, lakukan pengecoran beton. Tuang adukan beton ke
area pengecoran, adukan beton diratakan dan dipadatkan sehingga
beton tidak ada sarang tawon/keropos.

8. Pek. Beton Tangga K250 (LS)


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-16
s/d 17 ) Volume : 6,38 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen pc
Pasir
Begisting
Besi beton
Kawat beton
paku
Uraian :

Beton
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.
Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang
menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagaipelembabnya,
baik disiramkan maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar
setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik

Besi
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja yang
telah disetujui.
Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar
ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan
pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat
menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

V. PEKERJAAN DINDING, PASANGAN, & CAT-CATAN


1. Pek. Pasangan
Batu Bata 1 : 4
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-17s/d
Minggu ke20) Volume : 331,25 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Batu bata
Semen portland
Pasir Pasang
Uraian :
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata ini dikerjakan setelah pekerjaan
pasangan batu kali dan pengecoran beton ( foot plate, sloof, kolom, balok,
pelat lantai selesai. Pemasangan batu bata harus mengikuti peraturan atau
tahapan yang lazim dilakukan serta dibantu dengan pemasangan profil dan
penarikan benang agar diproleh hasil pasangan yang baik, semua pasangan
bata harus lurus, rata horizontal maupun vertikal, setiap pasangan bata
seluas 9 m2 harus diberikan kolom praktis dan pada tumpuan bentang lebih
dari 1 m diberi balok latei demikian pula halnya dengan pertemuan antara
pasangan atau pada dinding yang berdiri bebas. Spesi yang digunakan untuk
pasangan batu bata adalah 1pc : 4ps,
Pekerjaan pemasangan Batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan
tebal dan 1 batu pada seluruh detail yang disebutkan/ ditujukan pada
gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi/konsultan pengawas.

Semua pasanagan tembok dibuat tebal kurang lebih 14 cm. Pekerjaan


dinding harus dipatok (diukur) dan dibangun sesuai dengan ukuaran,
ketebalan dan ketinggian yang tercantum dalam gambar-gambar.

Batu bata pc atau batu cetak dipasang dengan loncatan bata untuk
tembok. Siar- siar tebal 10 mm dan merata padat.

Tiap tahap pemasanan dinding tidak boleh dilaksakan lebih dari ketinggian 1
m.

Untuk dinding semen raam/rapat air dengan adukan campuran 1 PC : 5


Pasir, dipasang pada dinding dari atas permukaan sloop atau balok beton
sampai minimum 20 cm diatas permukaan lantai setempat, dan sampai
setinggi 200 cm diatas permukaan lantai setempat untuk sekeliling dinding
ruang-ruang basah (toilet, Km/Wc) serta pasangan batu bata permukaan
tanah.

Setelah bata terpasangan dengan adukan, naad/siar-siar harus dikerok


sedalam 1 cm
untuk menjamin plesteran ke dinding dengan baik dan dibersihkan
dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan bata disiram air.

Pemasangan dinding Batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap maksium


24 lapis/harinya, serta diikuti dengan koor kolom praktis. Bidang dinding
batu bata tebal 2 BT yang luasnya maksiamal 12 m5 harus ditambahgkan
kolom dan balok penguat praktis dengan ukuran 13 x 13 cm, dari tulangan
poko 4 (empat) buah, diameter minimum 10 mm, ring diameter 8 mm jarak
antar kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 meter. Serta diatas
kusen pintu dan jendela dipasang balok praktis dengan ukuran yang sama.

Bagian pemasangan Batu bata yang berhubungan dengan setiap pekerjaan


harus dibuat steck besi beton 4 10 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu
ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang
tertanam dalam pasnagan bata sekurang-kurangnya 30 cm, kecuali bila
satu dan lain hal ditentukan oleh Direksi/konsultan Pengawas
Pasangan dinding Batu bata tebal 2 BT harus menghasilkan dinding finish 14
cm setelah diplester (lenkap acian) pada kedua belah sisinya. Pelaksanan
pasangan harus cermat, rapih dan benar- benar tegak lurus terhadap lantai
serta merupakan bidang rata

Pasangan Batu bata raam bawah permukaan tanah/lantai harus diberapen


dengan adukan 1PC :
3Ps.

Pasangan dapat diterima /diserahkan apabila deviasi bidang pada arah


diagonal dinding seluas 9 m5 tidak lebih dari 0,5 cm (sebelum diaci/plester).
Adapun toleransi terhadap as dinding yang diijinkan minimal 1 cm (sebelum
diaci/diplester).

Batu bata I bata merah yang digunakan ukuran nominal 5 x 12 x 22 cm,


harus siku, sama ukuran dan sama warnanya.

2. Pek. Plesteran
Batu Bata 1 : 4
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-19s/d
Minggu ke21) Volume : 662,49 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen portland
Pasir Pasang
Uraian :
Sebelum memulai pekerjaan plesteran dinding harus dibasahi terlebih
dahulu.
Melaksanakan dan mengontrol proses plesteran berurutan dari kepalaan
yang satu dengan lainnya, dan diratakan dengan jidar allumunium 2 m
dari bawah keatas.
Tunggu plesteran kering (3 s/d 4 hari), agar penyusutan merata baru
dilanjutkan dengan pekerjaan acian.
Untuk plesteran sudut dalam, salah satu sisi harus diplester terlebih
dahulu baru bidang
yang lain dengan membentuk siku.

3. Pek. Acian
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-20s/d
Minggu ke21) Volume : 662,49 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen portland
Uraian :
Berikut tahapan-tahapan pekerjaan acian

- Syarat sebelum finshing acian adalah pekerjaan plesteran harus


memenuhi standar terlebih dahulu.
- Basahi plesteran yang sudah kering menggunakan air sampai benar-benar
jenuh. Maksud dari pembasahan ini adalah agar plesteran yang kering
tidak menyerap banyak air pada saat acian basah ditempel. Apabila
plesteran menyerap air yang berlebih maka acian menjadi tidak menempel
sempurna yang akan menyebabkan retak-retak.
- Buat adukan menggunakan semen mortar dengan perbandingan sesuai dengan
merk semennya.
- Tempelkan adukan basah ke dinding, kemudian ratakan dengan jidar agar
permukaan lebih rata.
- Gosok dan ratakan sampai permukaan benar-benar rata.
- Setelah kering bisa dicek dengan menggunakan jidar apakah hasilnya sdah
rata. Pengecekan bisa dilakukan menggunakan sinar. Karena permukaan yang
bergelombang akan kelihatan apabila diberi cahaya,
4. Pek. Keramik Lantai KM/WC 20x20cm
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-19s/d
Minggu ke21) Volume : 36 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Keramik 20x20
Pasir pasang
Semen warna
Uraian :
Sebelum pemasangan keramik diberi urugan tanah untuk peninggian
lantai setelah itu di cor rabat dengan kwalitas beton K-125 , Pelaksana
harus memberikan contoh bahan sesuai ukuran yang dipakai, masing-
masing 2 set dan spesifikasi pabrik untuk persetujuan Direksi.
Pemasangan lantai keramik diatas plat beton diberi lapisan screed dengan
campuran 1 PC : 4
Psr setebal minimal 2 cm. Untuk mengisi nat keramik digunakan pasta
semen dengan warna yang disetujui Direksi, celah-celah harus bersih dari
debu sebelum diberi pasta semen. Masa pengeringan 3 x 24 jam setelah
pemasangan, keramik tidak boleh diinjak ataupun dibebani apapun juga.
Tidak diperbolehkan menyiram air semen pada permukaan keramik. Bila
terdapat kotoran semen pada permukaan keramik harus segera
dibersihkan sebelum sampai mengeras.
Pemasangan lantai keramik harus rapi dan rata, terutama pada sudut-
sudut pertemuan lantai dengan dinding. Untuk pemasangan lantai
keramik pada lantai agar sebelum dipasang seluruh permukaan lantai
dibersihkan (disikat dengan sikat besi) sehingga adukan campuran dapat
mengikat dengan lantai,
Pasangan Keramik Lantai dan Dinding Lingkup Pekerjaan Lantai meliputi :
- Pemasangan lantai dalam keramik 40 x 40 cm
- Pemasangan Lantai Teras 40 x 40 cm (Kasar)

Tahap pekerjaan :
Sediakan adukan mortar (dengan campuran sesuai spesifikasi)
secukupnya untuk membuat acuan/ kepalaan keramik. Tuangkan adukan
mortar ke permukaan lantai sepanjang benang acuan kepalaan, ratakan
dengan jidar sesuai level.
Taburkan semen diatas mortar yang sudah diratakan (air
dipermukaan mortar diubah menjadi pasta sehingga memperkuat
ikatan keramok dengan mortar).
Tempelkan keramik yang telah disortir (ukuran dan warna) dan direndam
selama 12 jam diatas permukaan mortar sesuai benang acuan, tekan
keramik batuan palu kayu sampai level yang ditentukan.
Pasang keramik disampingnya sesuai langkah diatas dengan jarak
naad yang sudah ditentukan sepanjang kepalaan (memanjang dan
melintang)
Setelah acuan/kepalaan keramik selesai, pindahkan benang ke baris
selanjutnya sesai keramik acuan yang pertama (cek permukaan
keramik dan naad).
Gelar adukan untuk suatu luas tertentu, ratakan dengan jildar
aluminium. Lakukan pemasangan keramik seperti cara diatas pada
baris berikutnya berdasarkan keramik acuan/kepalaan, maks. 4
baris.
Bersih naad sebelum mortar kering dan lap permukaan keramik.
Lakukan pengecekan (kelurusan naad, kerataan permukaan, lekatan,
keramik, cacat dan nuasa warna) kurang lebih 1 minggu setelah
pemasangan.
Grouting naad dilakukan setelah pengecekan dan perbaikan dilakukan.
Pasangan tepi (las lasan) dikerjakan belakangan untuk memudahkan
akses keluar melalui bagian tepi tersebut.
Jika luas ruangan lebih dari 9m x 9m dipasang styroform + sealent
pada naad guna memperpendek panjang pemuaian.

5. Pek. Keramik Kolom 20x20cm


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-19s/d
Minggu ke21) Volume : 48,96 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Keramik 20x20
Pasir pasang
Semen warna
Uraian :
Sebelum pemasangan keramik diberi urugan tanah untuk peninggian
lantai setelah itu di cor rabat dengan kwalitas beton K-125 , Pelaksana
harus memberikan contoh bahan sesuai ukuran yang dipakai, masing-
masing 2 set dan spesifikasi pabrik untuk persetujuan Direksi.
Pemasangan lantai keramik diatas plat beton diberi lapisan screed dengan
campuran 1 PC : 4
Psr setebal minimal 2 cm. Untuk mengisi nat keramik digunakan pasta
semen dengan warna yang disetujui Direksi, celah-celah harus bersih dari
debu sebelum diberi pasta semen. Masa pengeringan 3 x 24 jam setelah
pemasangan, keramik tidak boleh diinjak ataupun dibebani apapun juga.
Tidak diperbolehkan menyiram air semen pada permukaan keramik. Bila
terdapat kotoran semen pada permukaan keramik harus segera
dibersihkan sebelum sampai mengeras.
Pemasangan lantai keramik harus rapi dan rata, terutama pada sudut-
sudut pertemuan lantai dengan dinding. Untuk pemasangan lantai
keramik pada lantai agar sebelum dipasang seluruh permukaan lantai
dibersihkan (disikat dengan sikat besi) sehingga adukan campuran dapat
mengikat dengan lantai,
Pasangan Keramik Lantai dan Dinding Lingkup Pekerjaan Lantai meliputi :
- Pemasangan lantai dalam keramik 40 x 40 cm
- Pemasangan Lantai Teras 40 x 40 cm (Kasar)

Tahap pekerjaan :
Sediakan adukan mortar (dengan campuran sesuai spesifikasi)
secukupnya untuk membuat acuan/ kepalaan keramik. Tuangkan adukan
mortar ke permukaan lantai sepanjang benang acuan kepalaan, ratakan
dengan jidar sesuai level.

Taburkan semen diatas mortar yang sudah diratakan (air


dipermukaan mortar diubah menjadi pasta sehingga memperkuat
ikatan keramok dengan mortar).
Tempelkan keramik yang telah disortir (ukuran dan warna) dan direndam
selama 12 jam diatas permukaan mortar sesuai benang acuan, tekan
keramik batuan palu kayu sampai level yang ditentukan.
Pasang keramik disampingnya sesuai langkah diatas dengan jarak
naad yang sudah ditentukan sepanjang kepalaan (memanjang dan
melintang)
Setelah acuan/kepalaan keramik selesai, pindahkan benang ke baris
selanjutnya sesai keramik acuan yang pertama (cek permukaan
keramik dan naad).
Gelar adukan untuk suatu luas tertentu, ratakan dengan jildar
aluminium. Lakukan pemasangan keramik seperti cara diatas pada
baris berikutnya berdasarkan keramik acuan/kepalaan, maks. 4
baris.
Bersih naad sebelum mortar kering dan lap permukaan keramik.
Lakukan pengecekan (kelurusan naad, kerataan permukaan, lekatan,
keramik, cacat dan nuasa warna) kurang lebih 1 minggu setelah
pemasangan.
Grouting naad dilakukan setelah pengecekan dan perbaikan dilakukan.
Pasangan tepi (las lasan) dikerjakan belakangan untuk memudahkan
akses keluar melalui bagian tepi tersebut.
Jika luas ruangan lebih dari 9m x 9m dipasang styroform + sealent
pada naad guna memperpendek panjang pemuaian.

6. Pek. Keramik Dinding KM/WC 20x25cm


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-19s/d
Minggu ke21) Volume : 61,50 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Keramik 20x25
Pasir pasang
Semen warna
Uraian :
Penguku
ran
Lebih dahulu juru ukur/surveyor menentukan dan menandai (marking)
area untuk kesikuan ruang, level tinggi keramik dan star pemasangan
dinding keramik.

Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding keramik


Sebelum pekerjaan pasangan keramik dikerjakan, pastikan sparing ME
sudah terpasang.
Pasangan dinding bata diplester terlebih dahulu dan didiamkan selama
24 jam.
Cek kerataan permukaan dan kesikuan plesteran dinding bata.
Pasang benang untuk bantuan agar pasangan permukaan keramik
yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh sebelum
dipasang.
Pasangan dinding keramik untuk kepalaan pada tanda star awal
pemasangan dengan perekat menggunakan acian. Kemudian
dilanjutkan pemasangan dinding keramik lainnya dengan acuan
kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
Saat pemasangan, keramik ditekan atau pukul dengan palu karet
agar mendapatkan permukaan yang rata.
Acian perekat keramik harus rata dan tidak berongga untuk
menghindarkan pasangan keramik mudah pecah.
Cek kerataan permukaan pasangan dinding keramik dengan alat
waterpass.
Setelah pemasangan dinding keramik selesai, biarkan beberapa saat
untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan keramik.
Setelah itu baru dilanjutkan pekerjaan grouting/ finish garis siar/nat.

7. Pek. Keramik LT 2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21s/d
Minggu ke23) Volume : 684 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Keramik 20x20
Pasir pasang
Semen warna
Uraian :
Sebelum pemasangan keramik diberi urugan tanah untuk peninggian
lantai setelah itu di cor rabat dengan kwalitas beton K-125 , Pelaksana
harus memberikan contoh bahan sesuai ukuran yang dipakai, masing-
masing 2 set dan spesifikasi pabrik untuk persetujuan Direksi.
Pemasangan lantai keramik diatas plat beton diberi lapisan screed dengan
campuran 1 PC : 4
Psr setebal minimal 2 cm. Untuk mengisi nat keramik digunakan pasta
semen dengan warna yang disetujui Direksi, celah-celah harus bersih dari
debu sebelum diberi pasta semen. Masa pengeringan 3 x 24 jam setelah
pemasangan, keramik tidak boleh diinjak ataupun dibebani apapun juga.
Tidak diperbolehkan menyiram air semen pada permukaan keramik. Bila
terdapat kotoran semen pada permukaan keramik harus segera
dibersihkan sebelum sampai mengeras.
Pemasangan lantai keramik harus rapi dan rata, terutama pada sudut-sudut
pertemuan
lantai dengan dinding. Untuk pemasangan lantai keramik pada lantai agar
sebelum dipasang seluruh permukaan lantai dibersihkan (disikat dengan
sikat besi) sehingga adukan campuran dapat mengikat dengan lantai,
Pasangan Keramik Lantai dan Dinding Lingkup Pekerjaan Lantai meliputi :
- Pemasangan lantai dalam keramik 40 x 40 cm
- Pemasangan Lantai Teras 40 x 40
cm (Kasar) Tahap pekerjaan :
Sediakan adukan mortar (dengan campuran sesuai spesifikasi)
secukupnya untuk membuat acuan/ kepalaan keramik. Tuangkan adukan
mortar ke permukaan lantai sepanjang benang acuan kepalaan, ratakan
dengan jidar sesuai level.

Taburkan semen diatas mortar yang sudah diratakan (air


dipermukaan mortar diubah menjadi pasta sehingga memperkuat
ikatan keramok dengan mortar).
Tempelkan keramik yang telah disortir (ukuran dan warna) dan direndam
selama 12 jam
diatas permukaan mortar sesuai benang acuan, tekan keramik batuan palu
kayu sampai level yang ditentukan.
Pasang keramik disampingnya sesuai langkah diatas dengan jarak naad
yang sudah
ditentukan sepanjang kepalaan (memanjang dan melintang)
Setelah acuan/kepalaan keramik selesai, pindahkan benang ke baris
selanjutnya sesai keramik acuan yang pertama (cek permukaan
keramik dan naad).
Gelar adukan untuk suatu luas tertentu, ratakan dengan jildar
aluminium. Lakukan pemasangan keramik seperti cara diatas pada
baris berikutnya berdasarkan keramik acuan/kepalaan, maks. 4
baris.
Bersih naad sebelum mortar kering dan lap permukaan keramik.
Lakukan pengecekan (kelurusan naad, kerataan permukaan, lekatan,
keramik, cacat dan nuasa warna) kurang lebih 1 minggu setelah
pemasangan.
Grouting naad dilakukan setelah pengecekan dan perbaikan dilakukan.
Pasangan tepi (las lasan) dikerjakan belakangan untuk memudahkan
akses keluar melalui bagian tepi tersebut.
Jika luas ruangan lebih dari 9m x 9m dipasang styroform + sealent
pada naad guna memperpendek panjang pemuaian.

8. Pek. Keramik tangga + anti selip


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21 s/d
Minggu ke23) Volume : 27,5 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Keramik 20x20
Pasir pasang
Semen warna
Anti slip
Uraian :
Pemasangan Keramik Tangga
1. Bersihkan dengan sapu pijakan tangga hingga bersih.
2. Pasang pelapis kedap air secara merata di sepanjang tangga dan
rekatkan dengan fiberglass tape seperlunya. Ini akan melindungi area
pijakan tangga dari kerusakan yang disebabkan oleh air yang merembes
melalui grout.
3. Tutupi tiap pijakan dan bagian treads (bagian vertikal dari anak tangga)
dengan papan ubin.
Ini akan memberi permukaan stabil untuk pemasangan keramik nantinya.
Gunakan gergaji listrik untuk memotong masing-masing bagian papan ubin
sampai sesuai dengan ukuran lalu paku papan di atas lapisan kedap air.
Kemudian tutup sisi-sisi papan ubin dengan fiberglass tape.
4. Mulailah proses pemasangan dari bagian atas tangga. Pasang lapisan
perekat keramik di bagian pijakan anak tangga dengan menggunakan trowel
bergerigi. Letakkan keramik berikutnya di sisi keramik pertama tadi hingga
seluruh bagian pijakan tangga sudah terpasang keramik. Keramik bullnose
akan meliputi bagian ujung-ujung tangga. Setelah itu pasang keramik untuk
bagian vertikal dari anak tangga dengan cara yang sama.
5. Dengan teknik yang sama, lanjutkan pemasangan ubin satu per satu,
hingga ke bagian bawah
tangga. Jangan injak tegel keramik selama proses pemasangan.
Kemudian biarkan pasangan keramik mengering selama kira-kira 24 jam.
6. Siapkan adukan grout sesuai dengan petunjuk penggunaan pada kemasan.
Mulailah dari
bagian atas tangga dan lakukan pemasangan grout dengan bantuan
pengapung karet (rubber float) untuk mengisi semua celah di antara ubin.
Sementara Anda memasang grout, siapkan spons basah untuk membantu
menyeka kelebihan grout dari permukaan keramik. Jangan lupa memakai
Pembersih Keramik untuk hasil yang memuaskan.

Pemasangan Antislip Tangga


Step nosing dipasang pada ujung trap tangga agar tangga tidak licin / anti
selip

Cara Pemasangan :
Pada bagian ujung siku disisakan celah yang belum tertutup keramik
Pada bagian tepi ini dipasang nosing dari keramik
Nosing disekrupkan pada saat dipasang
9. Pek. Partisi Gypsum 2 Sisi +
Rangka Metal
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-23 s/d
Minggu ke25) Volume : 429,5 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Rangka metal
Paku keeling/baut

gypsumboard
Uraian :
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan dinding
partisi gypsum.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : gypsum board, rangka hollow
20/40 & 40/40, sekrup gypsum, textile tape, compound, air, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, steiger,
unting-unting, gerinda,
gergaji, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang air, dll.

Pek dinding partisi gypsum

Pengukuran

Lebih dahulu juru ukur/surveyor dengan theodolith menentukan dan


menandai (marking)
pada bagian lantai dan dinding pemasangan dinding partisi gypsum.

Pemasangan rangka hollow dan gypsum board

Potong rangka hollow dengan ukuran dengan sesuai gambar kerja.


Pasang rangka hollow pada bagian lantai dan dinding mengikuti
marking dengan jarak rangka 60x60 cm.
Pastikan dan cek rangka hollow sudah terpasang tegak lurus (siku).
Pasang lembaran gypsum board pada rangka hollow dengan
perkuatan menggunakan sekrup gypsum.
Lembaran gypsum board dipasang satu sisi dahulu, untuk memudahkan
pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal. Setelah instalasi mekanikal
dan elektrikal terpasang baru lembaran gypsum board sisi berikutnya
dipasang.
Cek kerataan permukaan pasangan dinding partisi gypsum board.
Sambungan antar gypsum board diberi textile tape dan di compound
kemudian digosok dengan ampelas halus untuk mendapatkan
permukaan yang rata/flat.
Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan
ampelas agar permukaan rata.
Pekerjaan terakhir adalah finishing cat permukaan gypsum.

10. Pek. Rangka Plafond Metal Furing


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-23s/d
Minggu ke25) Volume : 402 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Rangka metal furing
Paku keeling/baut
Uraian :
1. Sebelum pekerjaan rangka plafon dilakukan, terlebih dahulu seluruh
item pekerjan di atas plafon harus sudah diselesaikan.
2. Langkah pertama dan terpenting dari pemasangan rangka adalah
mengukur garis ketinggian plafon sekeliling ruangan yang hendak
dipasang rangka. Anda dapat menggunakan pengukur waterpas pada
beberapa titik di sekeliling ruangan. Gambar garis untuk menyatukan titik-
titik tersebut.
3. Langkah berikutnya adalah pemasangan wall angle (siku metal) sebagai
penyangga metal
furing. Tempatkan siku metal pada tanda garis. Selalu mulai dengan
dinding dengan luas terpanjang. Bor siku metal dengan jarak antar
baut/sekrup 40 cm. Pastikan siku dibaut dengan kencang agar kuat
menyangga metal furing. (lihat gambar, Credit:
HowtoSpecialist.com)
4. Teruskan pemasangan siku metal pada bagian dinding yang lain. Harap
diperhatikan bahwa pada sudut dinding, siku metal sebaiknya dipasang
saling tindih sepanjang 40 cm. Bentuk
siku metal menjadi L di ujung dengan menggunakan gunting hollow.
Kencangkan juga semua

pada daerah metal yang bertindihan tersebut


5. Setelah siku metal terpasang, beri garis dengan pensil atau spidol untuk
setiap 40 cm
sebagai tanda bagi pemasangan metal furing atau hollow. Jarak antar
metal furing sebaiknya
40cm atau bila ingin lebih longgar, maksimum 60cm. Semakin besar jarak
metal
furing atau hollow akan berisiko menghasilkan plafon yang tidak rata atau
melengkung.
6. Potong metal furing sesuai dengan panjang yang direncanakan dan
tempatkan di atas siku metal. Kencangkan dengan baut.
7. Rangka utama (main channel atau C channel) digantungkan pada kawat
penggantung dengan menggunakan U clamp dan ditempatkan di atas
metal furing dengan posisi menyilang. Kaitkan persilangan kedua jenis
metal tersebut dengan
menggunakan channel clamp.
8. Tahap terakhir dari pemasangan rangka adalah penguatan rangka
tersebut dengan pemasangan bracket dan hanger.

Pemasangan Bracket dan Hanger


Penggunaan kawat penggantung (rod hanger) dan besi bracket (angle clip)
merupakan asesoris yang paling umum digunakan dalam suspended ceiling.
Besi bracket / angle clip dipasang pada dak beton menggunakan paku
ramset dengan jarak
120 x 120 cm.
Ujung atas rod (kawat) digantungkan pada angle clip.
Sedangkan U clamp dipasang pada ujung bawah rod hanger (kawat
penggantung). Selain bracket dan rod hanger, penggantung plafon juga
dapat menggunakan besi siku yang sudah berfungsi sebagai kawat
penggantung dan pada ujungnya dilipat agar dapat berfungsi sebagai
bracket.

11. Pek. Plafond Gypsum


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-23s/d
Minggu ke25) Volume : 402 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Gypsum board 9mm
Sekrup
Uraian :
Persiapa
n

Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafond


gypsum dan GRC.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : gypsum board GRC board, list
gypsum, hollow 2/4 &
4/4, sekrup gypsum, textile tape, compound, air, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass,
meteran, schafolding, gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape,
ampelas, cutter, selang dan air.

Pengukuran
Level/peil plafond diukur dahulu dengan menggunakan
theodolith dan dibantu menggunakan selang air.
Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran
dipindahkan ke dinding atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
Gb. Pelaksanaan Pek. Plafond Gypsum
dan GRC

Pasang rangka hollow


Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah
pemasangan rangka hollow pada bagian tepi untuk memperoleh
titik tetap plofond.
Dilanjutkan pemasangan rangka hollow pembagi yang digantung ke
plat beton dengan menggunakan paku beton/penggantung.
Perkuatan antara rangka hollow dengan menggunakan sekrup
gypsum.
Penempatan jarak rangka hollow maksimum berjarak 60 cm.
Setalah semua rangka hollow terpasang, lakukan perataan (leveling)
dengan menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa
dimatikan.

Pemasangan plafond gypsum dan GRC

Setelah rangka hollow terpasang dengan benar, rata dan kuat serta
instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran gypsum dan
GRC dapat mulai dipasang.
Untuk gypsum dan GRC, pertemuan diatur secara menyilang.
Sebelum pemasangan sekrup pastikan bor sekrup disesuaikan benar,
sehingga kepala sekrup hanya masuk sedikit kedalam permukaan
lembaran gypsum dan GRC.
Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran gypsum dan
GRC sebelum
menjalankan mesin bor untuk memasukkan sekrup.
Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal 30
cm.
Setelah lembaran gypsum dan GRC terpasang semua, cek leveling

permukaan plafond. Finishing plafond gypsum dan GRC

Untuk gypsum dan GRC, sambungan antara pertemuan diberi textile tape
dan di compound
kemudian digosok dengan ampelas untuk mendapatkan permukaan yang
rata/flat.
Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan
ampelas halus.
Setelah plafond selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan list
plafond gypsum.
Untuk List plafond gypsum dipasang pada pertemuan antara dinding
dan plafond dengan perkuatan menggunakan compound jenis casting +
lem.

12. Pek. List Plafond Gypsum


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-23
s/d 25 ) Volume : 360 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
List gypsum
Lem gypsum
Coumpond
Uraian :
- Ukur panjang area yang ingin dipasang list. Pastikan ukurannya tepat
karena jika meleset beberapa centimeter aja bisa berpengaruh pada
saat pemasangan list yang lain (terutama bagian sambungan pojok).
- Setelah itu, potong list yang akan dipasang sesuai dengan ukuran tadi
dengan menggunakan cutter atau gergaji besi.
- Selanjutnya buatlah perekat dari compound untuk menempelkan list
pada dinding yang
akan dipasang. Sediakan air, bubuk compound, wadah, dan kape. Bubuk
compound diletakkan di suatu wadah (biasanya potongan papan gypsum
atau potongan tripleks). Dikarenakan compound setelah terkena air
cepat mengeras (kurang lebih 10 menit), maka saat pencampuran
usahakan agar air yang dicampur sedikit demi sedikit sambil diaduk
pelan-pelan.
- Perekat yang sudah jadi selanjutnya dioleskan ke list yang telah dipotong
tadi. Oleskan perekat tersebut secara merata agar semua bagian list
dapat menempel pada dinding dan plafond secara merata.
- Kemudian tempelkan list yang sudah diolesi perekat tersebut ke dinding
dan plafond yang akan dipasang. Ratakan list tersebut sesuai dengan
ukuran tadi (usahakan diberi tanda tempat yang akan ditempel list). dan
Langkah yang terakhir
- Setelah list tertempel pada dinding dan plafond, selanjutnya rapikan
bagian atas dan bawah list dengan kape karena biasanya pada saat
penempelan, ada bekas perekat yang keluar. Perapihan dapat dilakukan
dengan amplas atau kape (alat untuk membersihkan sisa sisa kerak
perekat yang menempel pada list plafond.)
- Apabila Pada sambungan list ingin terlihat rapi, usahakan agar tidak
sampai keliatan.
Caranya dengan menambah perekat atau membuat motif, seolah-
olah list tersebut terlihat menyambung.
13. Pek. Rangka Plafond PVC
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-23
s/d 25 ) Volume : 539,85 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Rangka
Paku keeling/baut
Uraian :

1. Menyiapkan alat yang diperlukan untuk memudahkan pemasangan


plafon. Peralatan yang diperlukan cukup sederhana antara lain cutter,
impact drill(bor) ukuran 10 mm, mata bor untuk sekrup, angel grinder,
siku, meteran ukur, palu, kabel daya dan stop kontak.
2. Menyiapkan bahan. Secara umum bahan yang diperlukan antara lain
rangka plafon (bisa
menggunakan kayu atau besi hollow), plafon, paku (jika menggunakan
rangka kayu), paku beton, sekrup (jika menggunakan rangka hollow)
dan lainnya.
3. Ukur rencana tinggi plafon. Sebaiknya tidak melebihi ring balok.
Gunakan selang air untuk
mengatur ketinggian agar sama tinggi (waterpas).
4. Pasang rangka hollow atau rangka kayu, sesuaikan dengan ukuran
ruangan. Jika ruangan kecil, sebaiknya rangka tidak bertingkat. Namun
jika ruangan cukup besar dan tinggi lebih dari 3 meter, maka rangka
plafon boleh bertingkat.
5. Pasang lis telebih dahulu pada salah satu dinding. Gunakan gerinda
atau gergaji untuk memotong bagian sudut lis.
6. Pasang lis menggunakan sekrup dan bor, dengan jarak 50 cm.

14. Pek. Plafond PVC Lt 2 +


Aksesoris List Jadwal
pelaksanaan : (Minggu ke-23 s/d
25) Volume : 539,85 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
List gypsum
Rangka
Paku keeling/baut
Lem
gypsum
Uraian
:

Potong plafon sesuai ukuran dengan pisau cutter / gergaji. pada tahap
ini di maksimalkan jagan sampai salah ukur di karenakan pada plapon
pvc tersebut tidak ada lagi pengomponan(depul) dan pengecetan jadi
bila kita salah ukur maka palapon tidak bisah terpakai
Pasang plafon sesuai
urutan
Kancing plafon menggunakan
sekrup

15. Pek. Pengecatan Plafond


gypsum + List Jadwal
pelaksanaan : (Minggu ke-27 s/d
28) Volume : 402 m2
Tenaga Kerja
:

Pekerja

Mandor

Tukang
Kepala
Tukang
Peralatan
:

Kuas
Kertas
gosok
Bahan
:
Cat dasar
alkali

Plamir
Cat
penutup
Uraian
:
Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan cat
plafond
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : cat setara Vinilex, sealer dan
air.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : schafolding, roll, bak rool,
kuas dan ampelas.

Pelaksanaan pekerjaan pengecatan plafond


- Pastikan permukaan plafond sudah dalam keadaan rata.
- Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
- Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan
diampelas.
- Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk
pengikat cat).
- Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk
permukaan plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan
jenis cat emultion.
- Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah
kering.

16. Pek. Pengecatan Tembok Interior


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-27s/d
Minggu ke28) Volume : 384,45 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Kuas
Kertas gosok
Bahan :
Cat dinding interior
Cat dasar
plamir
Uraian :

Persiapan

Permukaan :
- Permukaan plesteran/acian sudah dalam keadaan kering permukaan
(kadar air). Dengan menggunkan protimeter kadar air permukaan dicek
secara random diatas acian yang telah bermur + 7 hari.
- Pemerikasaan atas kerataan maupun kelayakan permukaan secara
visual dan dengan
rabaan tangan harus dilakukan dengan cermat. Pada bagian yang
retak harus diperbaiki lebih dahulu, pada bagian yang tidak rata harus
diratakan terlebih dahulu.
- Bersihkan permukaan dari segala kotoran, debu, minyak, garam-
garam alkali, dll,
dengan cara menggosoknya dengan amplas secara merata, kemudian
bersihkan dengan menggukan lap kain.
- Proteksi jika ada komponen finishing yang sudah terpasang pada
permukaan yang akan
dicat

. Lapisan

Dasar

- Untuk melawan serangan alkali yang berasal dari semen (bila kadar
kelembaban
- permukaan tinggi / plesteran baru berumur kurang lebih 2 minggu),
digunakan alkali resisting primer yang diaplikasikan satu lapis secara
merata, dengan pengenceran 10 % dan dibiarkan selama 6 jam.
Pemeriksaan mengenai mutu permukaan dapat dilakukan pada phase
ini, sehingga perbaikan-perbaikannya dapat segera dilakukan.

Lapisan
Selanjutnya

- Sebagai lapisan lanjutan diaplikasikan satu lapso cat emulsion (car


dasar) merata dengan roll dan kuas untuk sisipan. Pengenceran yang
diijinkan adalah 10 % dengan air (sesuai spesifikasi bahan), biarkan
kering lapisan ini sampai 12 jam.

Lapisan Terakhir

- Tahap terakhir dari pengecetan adalah mengaplikasikan satu lapis cat


Emulsion merata menggunakan roll dan kuas untuk sisipan.
Pengenceran yang diijinkan adalah 15 % air (sesuai spesifikasi bahan),
waktu pengecatan untuk cat interior 1 2 jam, eksterior 2 3 jam.
- Apabila permukaan belum tertutup dengan semuprna, maka harus
diaplikasikan lagi satu lapis cat Emulsion merata.

17. Pek. Pengecatan Tembok Eksterior


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-27s/d
Minggu ke28) Volume : 911,98 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Kuas
Kertas gosok
Bahan :
Cat dinding eksterior
Cat dasar
plamir
Uraian :
- Mengecat tembok baru berbeda dengan cara mengecat tembok lama.
Tembok baru masih penuh dengan pori-pori yang bisa mengisap cat.
Karena itu,untuk menghemat cat, sebaiknya Anda melapisi tembok baru
itu dengan sealer tembok water based atau solvent based yang
berkualitas baik.
- Setelah dilapis, permukaan tembok akan menjadi lebih halus, rata, dan
siap untuk dicat.
Sebelum melakukan pengecatan, perhatikan kelembapan tembok yang
terjadi akibat bahan yang digunakan sebagai campuran bahan dasar
tembok.
- Sedangkan untuk tembok lama, apalagi yang sering dicat,pori-porinya
sudah tertutup
sehingga kadang cat baru sulit menempel dan terlihat menggelembung.
Jika ternyata Anda ingin mengganti cat lama dengan cat baru, baik
dengan warna yang sama ataupun berbeda, sebaiknya terlebih dulu
keroklah seluruh permukaan tembok yang catnya mengelupas.
Selanjutnya ampelas seluruh permukaan tembok hingga sisa-sisa cat
lama terkikis habis. Lalu bersihkan dengan lap basah dan keringkan.
- Kemudian sapukan cat dasar pada permukaan tembok. Anda dapat
menggunakan roller.
Cukup satu lapis. Biarkan hingga kering sekitar 1-2 jam. Cat dasar juga
membantu mencegah serangan alkali yang terkandung dalam campuran
antara semen, pasir, dan air yang digunakan untuk membentuk tembok.
Sebaiknya sebelum memberi cat dasar, tembok harus benar-benar kering
dan bersih.
- Campurkan cat eksterior dengan air sebanyak 10 persen dari jumlah cat.
- Aduklah hingga tercampur rata. Tuangkan dalam bak untuk mengecat.
Celupkan roller ke dalam cat, lalu gulirkan roller pada permukaan hingga
cat tak menetes. Untuk tahap akhir, sapukan cat pada permukaan
tembok.
- Gunakan kuas untuk mengecat pinggiran tembok atau lis. Setelah
lapisan pertama mengering (2-3 jam), lanjutkan mengecat lapisan
kedua di atas lapisan pertama.
- Mengecat tembok dengan satu warna sebaiknya dikerjakan dalam satu
kali pengerjaan.
Sebelum cat terpoles di seluruh permukaan tembok, jangan berhenti
agar hasilnya tak membuat warna tampil berbeda.

18. Pek. Pengecatan Dinding Partisi


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-27s/d
Minggu ke28) Volume : 859 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Kuas
Kertas gosok
Bahan :
Cat dasar alkali
Cat penutup
plamir
Uraian :
Pastikan permukaan dinding partisi sudah dalam keadaan rata.
Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
Permukaan partisi dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan
diampelas.
Kemudian permukaan partisi diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat
cat).
Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk
permukaan plafond minimal
2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.
Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.

19. Pek. Railimg Tangga Besi Hollow


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25s/d
Minggu ke26) Volume : 16,7 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Railing
Dynabolt
Uraian :

a. Marking as & elevasi untuk posisi railing tangga sesuai


gambar kerja.

b. Tentukan letak tiang railing sesuai gambar kerja.


c. Pasang tiang railing pada awal trap tangga & pada
bordes lantai atasnya. d. Tarik benang antara kedua tiang
railing.

e. Pasang tiang railing sesuai jarak yang telah ditentukan.

f. Matikan dudukan Tiang Railing.


g. Pasang railing horizontal dengan menumpu pada tiang.
ratakan & haluskan sambungan serta bersihkan railing
tangga yang telah terpasang.
h. Cek ketegakan tiang, kemudian matikan
dengan dynabolt.
i. Dan agar diperhatikan sistem joint bagian bawah ( plat
tangga dengan cover plat ).

20. Pek. Railing kaca-stainless + aksesoris


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25s/d
Minggu ke26) Volume : 38m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Railing kaca
stainlesstell
Dynabolt
Uraian :

- Pemasangan Railling menggunakan Sistem fitting atau menggunakan


penjepit.
- Sistem ini dapat diaplikasikan kapan saja jika anda menginginkan
adanya perubahan atau pemasangan kembali. Sistem ini lebih fleksibel,
karena tidak memerlukan bongkar pasang yang lumayan merepotkan
serta pemasangannya pun cukup mudah.
- Pada sistem jepit atau fitting, yang dilakukan adalah dengan
menggunakan railing stainless steel yang kemudian kaca dijepit agar
supaya bisa menyatu dengan rangka stainless steel.
- Di setiap penjepit diberi tambahan karet agar supaya kaca bisa lebih
menempel kuat.
- Ujung kaca dibuat lebih tumpul supaya tidak melukai pengguna railing.
VI. PEKERJAAN KOLOM, RANGKA + ATAP

1. Pek. Kolom Baja WF


300x300x12x12mm + Accessories Jadwal
pelaksanaan : (Minggu ke-14 s/d Minggu ke16)
Volume : 20.736,30 Kg
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Baja WF

2. Pek. Baja Balok WF


300x150x5.5x8mm + Accesories Jadwal
pelaksanaan : (Minggu ke-14 s/d Minggu
ke16) Volume : 9.600 kg
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Baja WF

3. Pek. Baja Balok WF


250x125x5x8mm + Accesories Jadwal
pelaksanaan : (Minggu ke-14 s/d Minggu
ke16) Volume : 5.628,30 kg
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Baja WF

4. Pek. Baja Balok Ring WF


250x125x5x8mm + Accesories Jadwal
pelaksanaan : (Minggu ke-14 s/d Minggu ke16)
Volume : 2.647,20 kg
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Baja WF

5. Anchor bolt dia.19 Panjang 50cm


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15 s/d
Minggu ke17) Volume : 304 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Anchor bolt diameter 19 L=50 cm

6. Baut Kuda-kuda Tritisan dia. 14


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15 s/d
Minggu ke17) Volume : 180 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Baut dia. 14

7. Baut Baja Pengikat dia. 14


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15 s/d
Minggu ke17) Volume : 3.120 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Baut dia. 14
8. Pek. Pasang Rangka Besi Atap
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15 s/d
Minggu ke17) Volume : 43.484,92 kg
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Baja WF

9. Pek. Pasang Atap metal Zincalume


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15 s/d
Minggu ke17) Volume : 1.079,70 M2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Atap zincalume trimdex 0,40mm
Paku sekrup

10. Roof Mess


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15 s/d
Minggu ke17) Volume : 1.079,70 M2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Roofmesh

11. Lapisan Alumunium Foil


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15 s/d
Minggu ke17) Volume : 1.079,70 M2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Las
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Aluminium foill

URAIAN PEKERJAANKOLOM,
RANGKA + ATAP :

Pemasangan Kuda-kuda
Trirtisan
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pendukungnya (kolom atau
ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap baja
ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya. Persyaratan teknis rangka atap
baja ringan di antaranya :

a. Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur


(dynabolt) pada kedua tumpuannya.
b. Semua kuda-kuda tegak-lurus
terhadap ringbalk.
c. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas
setiap kuda-kuda rata. d. Sisi miring atap rata (tidak
bergelombang).
e. Tidak ada kerusakan lapisan
pelindung.
f. Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan
pelaksanaan pekerjaan.

Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat


dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a. Dipasang langsung di
atas ringbalk.
b. Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate. Penggunaan
sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin harus dihindari, karena
tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling)
ringbalk, jika ringbalk tidak rata. Penggunaan wall-plate akan berakibat
kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam ringbalk menjadi berkurang. Selain
itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plate yang dapat mengakibatkan
perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil.
Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti

beberapa langkah kerja sebagai berikut:

a. Langkah 1:
Persiapan kerja

Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda, dan


tidak diperkenankan menggunakan gambar draft sebagai panduan.
Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan
kesehatan kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melakukan
pekerjaan di atas ketinggian (lihat bagian keselamatan kerja).
Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda,
antara lain: bor dan hexagonal socket, meteran, selang air (waterpass), alat
penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu, dan sebagainya.

b. Langkah 2: Leveling
dan marking

Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan
siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu
Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua
bagian bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang
ada di bawahnya.
Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan
gambar rencana atap.
Mengukur jarak antar
kuda-kuda
c. Langkah 3: Pengangkatan dan
pemasangan kuda-kuda

Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak meng akibatkan


kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit
Memasang kuda-kuda

sesuai dengan nomornya di atas ring balok atau wall-plate, berdasarkan gambar
kerja

Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan
dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat
kuda-kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri
pekerja disebut sisi kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi
kanan.

Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan


ringbalok menggunakan benang dan lot (unting-unting)
Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan
menggunakan 4 buah screw 12
14 x 20
HEX.
Mengencangkan

plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan balok


penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-
kuda, sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.
Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda
dari as ke as
Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama

Memasang balok
nok.
Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban
angin. Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah
Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di
atas truss, jurai dan rafter
Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis
penutup atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda
diikat memakai screw ukuran 10-16x16 sebanyak 2 (dua) buah
Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang
menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger dapat dipasang sebagai
overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda- kuda terluar, dan jarak
antar outrigger 120 cm. outrigger harus diletakkan dan di-screw dengan dua
buah kuda-kuda yang terdekat.
a. Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor,
kedataran nok maupun sisi atap, dan memastikan support overhang terpasang
dengan benar
b. Bila menggunakan Aluminium Foil, maka lapisan ini dipasang terlebih
dahulu di atas jurai dan
rafter
c. Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang
digunakan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan reng (roof battens)
dengan screw 10 16 x 16 HEX

Cara pemasangan genteng metal


Pemasangan genteng metal yang harus diperhatikan adalah bagian atas dan
bawah genteng tidak bisa terbalik dalam pemasangannya sebab ada SOK nya.
Sehingga pemasangan lembaran pada sayap kanan dengan pemasangan
lembaran pada sayap kiri atap

Cara pemotongan genteng metal :


Pemotongan Hanya dapat dilakukan dengan memakai gunting besi yang
dipotong hanya bisa dilakukan untuk bagian atas genteng dimana gording
terpasang nantinya
Cara pemasangan NOK genteng metal:
Sudut Kemiringan atap genteng metal yang ideal adalah : 20 30 Derajat,
pengikatnya adalah dengan paku Ulit tepat diatas sayap nok bagian
samping.
Memasang Lapisan Aluminium Foil
1. Periksa lebar rangka reng pada atap bangunan anda. Hitung luasnya dan
perkirakan kebutuhan foil. Umumnya luas foil adalah :
-Woven foil 1,2x50M Luas 60M2
-Bubble foil 1,2x25M Luas 30M2
-Foam foil 1,2x25M Luas 30M2
Nah, jelas bukan? jadi tinggal hitung saja.. jika luas atap anda 100
meter persegi dan ingin menggunakan woven foil berarti anda harus
menyiapkan 2 roll woven foil.

2. Potong alumunium foil sesuai panjang bentangan yang dikehendaki.


Alumunium foil dapat dipasang mengikuti bidang vertikal mengikuti bidang,
untuk sambungan antara aluminium foil dapat menggunakan metalized tape
(isolasi aluminium foil). Penggunaan metalized tape tidak perlu menutupi semua
sambungan, tapi dapat digunakan hanya dibeberapa titik saja.

3. Bentangkan alumunium foil di atas rangka atap baja hendak dipasang.


Untuk single side, sisi aluminium menghadap atas, dan sisi karung/kertas
menghadap bawah.

4. Tarik erat dan jepit alumunium foil dengan menggunakan reng atau klip
penjepit atap metal, sekrup atau paku antara foil dengan penjepit diatasnya (jika
menggunakan kaso foil dapat dipakukan pada kaso dibeberapa titik saja).

5. Bentangkan alumunium foil pada sisi samping bidang yang sudah terpasang
dan lakukan cara yang sama dengan di atas.
VII. PEKERJAAN KUSEN & DAUN PINTU ALUMINUM
1. Daun pintu alumunium + panel
composit (km/wc) Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-21 s/d Minggu ke23) Volume
: 9 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Daun pintu aluminium
Panel composite

2. Daun pintu alumunium + kaca


Rayban 5 mm Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-21 s/d Minggu ke23) Volume
: 25 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Kaca rayban 5 mm
Daun jendela aluminium
Sealant

3. Daun jendela aluminum + kaca


bening 5 mm Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-21 s/d Minggu ke23) Volume
: 29 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Kaca bening 5 mm
Daun jendela aluminium
Sealant
4. Pasang kaca bening 5 mm untuk jendela
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21 s/d
Minggu ke23) Volume : 142,8 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Kaca bening 5 mm
Sealant

5. Pasang kaca mati rayban 5 mm


untuk jendela Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-21 s/d Minggu ke23) Volume
: 16 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang kayu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Kaca rayban 5 mm
Sealant

6. Kusen pintu dan jendela alumunium


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21 s/d
Minggu ke23) Volume : 777,76 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Khusus aluminium
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Profil aluminium
Sekrup fixer
Sealant

7. Engsel 4"
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21 s/d
Minggu ke23) Volume : 160 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Engsel 4
Sekrup

8. Engsel KASMEN
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21 s/d
Minggu ke23) Volume : 29 psg
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Engsel
Sekrup

9. Kunci slot km/wc


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21 s/d
Minggu ke23) Volume : 9 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Kunci slot

10. Tarikan /handle daun jendela


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21 s/d
Minggu ke23) Volume : 29 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Handle

11. Kunci tanam


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-21 s/d
Minggu ke23) Volume : 34 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Kunci tanam
Sekrup

Uraian Pekerjaan Kusen & Daun


Pintu Aluminium : Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu,
kusen dan jendela
aluminiu
m.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium
frame, hardware, sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor,
gergaji, waterpass,
meteran, unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.
Pengukuran

Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang


akan dipasang kusen aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar
kerja atau belum.
Fabrikasi kusen alumunium
Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk
memudahkan apabila ada perbaikan.
Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup
galvanis.
Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan
protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu
pemasangan.

Pemasangan kusen alumunium dan frame


Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi
lapangan siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
Sistem pemasangan dengan di screw fisher menggunakan fisher S8.
Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan
kesikuan kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting.
Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard,
sehingga lebih kuat dan tahan lama.
Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium
dengan dinding di isi silicone sealant.
Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan
frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang
pada kusen dengan menggunakan penggantung engsel yang
disekrup ke kusen.
Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar
aman dan tidak ada
lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.
Proteksi

Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat


dilepas, apabila lokasi pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran
dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak aluminium tersebut.

Pemasangan Kaca
Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan ekstra hati-
hati dalam penanganannya, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal yang
penting pada saat memasang kaca pada daun pintu/jendela. Konstruksi
pemasangan kaca pada daun pintu/jendela dapat dilakukan dengan
bermacam-macam metode, tergantung dari ukuran kayu, material rangka
daun intu/jendela, fungsi, dan ketebalan kaca. Apabila kaca dengan tebal
kurang dari 4 mm, sebaiknya gunakan sistem rangka tempel, papan
belakang yang sekaligus daun pintu/jendela berfungsi sebagai penahan kaca
agar stabil dan tidak pecah, kemudian ditambahkan lis tempel di sekeliling
kaca untuk menahan kaca tetap pada posisinya. Bila tebal kaca lebih dari 5
mm, dapat digunakan rangka kayu solid, bagian dalam rangka perlu dibuat
satu lajur takikan untuk penempatan kaca. Kemudian kaca ditahan dengan
lis kecil di sekeliling rangka kayu.

Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai


berikut;
1. Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian
atas. Usahakan letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan
luas daun pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
2. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
3. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar
karton atau kain untuk memegang kaca.
4. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun
pintu/jendela.
5. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
6. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang
dipasang lis kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca
karena gerakan martil.

Pemasangan Alat Penggantung dan kunci


Setelah Daun pintu siap untuk dipasangkan pada dudukannya dalam
kondisi belum dilapisi cat ataupun plitur dipasangkan engsel pintu 3
(tiga) pasang dengan ketinggian dan jarak sedemikian rupa kemudian
dipasangkan kunci sesuai dengan peruntukannya pada posisi yang
ditunjukkan pada gambar ketinggian pemasangan lubang kunci.
Pemasangan kunci menggunakan sekrup dengan ukuran sesuai
dengan lubang sekrup tidak menggunakan paku untuk
memperkuat dudukan kuncinya.
Untuk daun pintu yang terpasang double atau dua buah daun
dipasangkan espagnolet
di salah satu sisi.
Untuk tiap jendela dan bouvenlict dipasangkan hak penahan dan
grendel pengunci.
VIII. PEKERJAAN PARIT/SALURAN
1. Pek. Galian Tanah Parit / Saluran
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-20 s/d
Minggu ke21) Volume : 28,89 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Cangkul
Sekop
Linggis
Bahan :
-
Uraian :
Penggalian harus dilaksanakan menurut kelandaian, garis, dan elevasi yang
ditentukan.
Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan gangguan yang seminimal
mungkin terhadap bahan di bawah dan di luar batas galian.
Bilamana bahan yang terekspos pada garis formasi atau tanah dasar
atau pondasi dalam keadaan lepas atau lunak atau kotor atau tidak
memenuhi syarat, maka bahan tersebut harus seluruhnya dibuang dan
diganti dengan timbunan yang memenuhi syarat.
Bilamana batu, lapisan keras atau bahan yang sukar dibongkar dijumpai
pada garis formasi untuk selokan yang diperkeras, pada tanah dasar untuk
perkerasan maupun bahu jalan, atau pada dasar galian pipa atau pondasi
struktur, maka bahan tersebut harus digali 15 cm lebih dalam sampai
permukaan yang mantap dan merata. Tonjolan-tonjolan batu yang runcing
pada permukaan yang terekspos tidak boleh tertinggal dan semua pecahan
batu yang diameternya lebih besar dari 15 cm harus dibuang. Profil galian
yang disyaratkan harus diperoleh dengan cara menimbun kembali dengan
bahan yang memenuhi syarat dan dipadatkan.
Peledakan sebagai cara pembongkaran batu hanya boleh digunakan jika
tidak praktis menggunakan alat bertekanan udara atau suatu penggaru
(ripper) hidrolis berkuku tunggal. Peledakan dilarang dan penggalian batu
dilakukan dengan cara lain, jika, peledakan tersebut berbahaya bagi
manusia atau struktur di sekitarnya.
Kontraktor harus menyediakan anyaman pelindung ledakan (heavy mesh
blasting) untuk
melindungi orang, bangunan dan pekerjaan selama penggalian. Jika
dipandang perlu, peledakan harus dibatasi waktunya.
Penggalian batu harus dilakukan sedemikian, apakah dengan peledakan
atau cara lainnya, sehingga tepi-tepi potongan harus dibiarkan pada kondisi
yang aman dan serata mungkin. Batu yang lepas atau bergantungan dapat
menjadi tidak stabil atau menimbulkan bahaya terhadap pekerjaan atau
orang, harus dibuang, baik terjadi pada pemotongan batu yang baru
maupun yang lama.

2. Pek. Pasangan Batu Bata 1 : 2


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-20 s/d
Minggu ke21) Volume : 96,30 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Batu bata
Semen Portland
Pasir pasang
Uraian :
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata ini dikerjakan setelah pekerjaan
pasangan batu kali dan pengecoran beton ( foot plate, sloof, kolom, balok,
pelat lantai selesai. Pemasangan batu bata harus mengikuti peraturan atau
tahapan yang lazim dilakukan serta dibantu dengan pemasangan profil dan
penarikan benang agar diproleh hasil pasangan yang baik, semua pasangan
bata harus lurus, rata horizontal maupun vertikal, setiap pasangan bata
seluas 9 m2 harus diberikan kolom praktis dan pada tumpuan bentang lebih
dari 1 m diberi balok latei demikian pula halnya dengan pertemuan antara
pasangan atau pada dinding yang berdiri bebas. Spesi yang digunakan untuk
pasangan batu bata adalah 1pc : 2ps,

Pekerjaan pemasangan Batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan


tebal dan 1 batu pada seluruh detail yang disebutkan/ ditujukan pada
gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi/konsultan pengawas.

Semua pasanagan tembok dibuat tebal kurang lebih 14 cm. Pekerjaan


dinding harus dipatok (diukur) dan dibangun sesuai dengan ukuaran,
ketebalan dan ketinggian yang tercantum dalam gambar-gambar.

Batu bata pc atau batu cetak dipasang dengan loncatan bata untuk
tembok. Siar- siar tebal 10 mm dan merata padat.

Tiap tahap pemasanan dinding tidak boleh dilaksakan lebih dari


ketinggian 1 m. Setelah bata terpasangan dengan adukan,
naad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm
untuk menjamin plesteran ke dinding dengan baik dan dibersihkan
dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan bata disiram air.
Pemasangan dinding Batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap maksium
24 lapis/harinya, serta diikuti dengan koor kolom praktis. Bidang dinding
batu bata tebal 2 BT yang luasnya maksiamal 12 m5 harus ditambahgkan
kolom dan balok penguat praktis dengan ukuran 13 x 13 cm, dari tulangan
poko 4 (empat) buah, diameter minimum 10 mm, ring diameter 8 mm jarak
antar kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 meter. Serta diatas
kusen pintu dan jendela dipasang balok praktis dengan ukuran yang sama.

Bagian pemasangan Batu bata yang berhubungan dengan setiap pekerjaan


harus dibuat steck besi beton 4 10 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu
ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang
tertanam dalam pasnagan bata sekurang-kurangnya 30 cm, kecuali bila
satu dan lain hal ditentukan oleh Direksi/konsultan Pengawas

Pasangan dinding Batu bata tebal 2 BT harus menghasilkan dinding finish 14


cm setelah diplester (lenkap acian) pada kedua belah sisinya. Pelaksanan
pasangan harus cermat, rapih dan benar- benar tegak lurus terhadap lantai
serta merupakan bidang rata

Pasangan dapat diterima /diserahkan apabila deviasi bidang pada arah


diagonal dinding seluas 9 m5 tidak lebih dari 0,5 cm (sebelum diaci/plester).
Adapun toleransi terhadap as dinding yang diijinkan minimal 1 cm (sebelum
diaci/diplester).

Batu bata I bata merah yang digunakan ukuran nominal 5 x 12 x 22 cm,


harus siku, sama ukuran dan sama warnanya.

3. Pek. Plesteran Batu Bata 1 : 2


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-20 s/d
Minggu ke21) Volume : 144,45 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Semen Portland
Pasir pasang
Uraian :

Sebelum memulai pekerjaan plesteran dinding harus dibasahi terlebih


dahulu.
Melaksanakan dan mengontrol proses plesteran berurutan dari kepalaan
yang satu dengan lainnya, dan diratakan dengan jidar allumunium 2 m
dari bawah keatas.

Tunggu plesteran kering (3 s/d 4 hari), agar penyusutan merata baru


dilanjutkan dengan pekerjaan acian.
Untuk plesteran sudut dalam, salah satu sisi harus diplester terlebih
dahulu baru bidang yang lain dengan membentuk siku.

4. Pek. Acian
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-20 s/d
Minggu ke21) Volume : 144,45 m2
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Semen portland
Uraian :
Berikut tahapan-tahapan pekerjaan acian
- Syarat sebelum finshing acian adalah pekerjaan plesteran harus
memenuhi standar terlebih dahulu.
- Basahi plesteran yang sudah kering menggunakan air sampai benar-benar
jenuh. Maksud dari pembasahan ini adalah agar plesteran yang kering
tidak menyerap banyak air pada saat acian basah ditempel. Apabila
plesteran menyerap air yang berlebih maka acian menjadi tidak menempel
sempurna yang akan menyebabkan retak-retak.
- Buat adukan menggunakan semen mortar dengan perbandingan sesuai
dengan merk semennya.
- Tempelkan adukan basah ke dinding, kemudian ratakan dengan jidar agar
permukaan lebih rata.
- Gosok dan ratakan sampai permukaan benar-benar rata.
- Setelah kering bisa dicek dengan menggunakan jidar apakah hasilnya sdah
rata. Pengecekan bisa dilakukan menggunakan sinar. Karena permukaan yang
bergelombang akan kelihatan apabila diberi cahaya,

5. Pek. Rabat Lantai Bawah Saluran


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-20 s/d
Minggu ke21) Volume : 2,41 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah (maks
30mm) Uraian :
lantai rabat untuk saluran dengan spesifikasi campuran 1 pc : 3 ps : 5 kr.
Campuran dicampur ratadan dihamaparkan ke area rencana lantai kerja dan
diratakan. Dimensi lantai rabatmengacu pada gambar kerja.

6. Pek. Pasang Grill Parit


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-20 s/d
Minggu ke21) Volume : 160,50 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Grill
Uraian :
Bagian atas saluran diberikan Grill penutup dari besi untukmengurangi resiko
orang atau sesuatu jatuh ke dalamnya.
IX. PEKERJAAN PENGECATAN DAN FINISHING
LT1
1. Instalasi penerangan 3x2,5mm
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 24 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

2. Instalasi stop kontak/saklar


3x2,5mm Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-25 s/d 26) Volume :
12 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

3. Lampu LED, Tube 35 wat


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 16 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu
4. Saklar Seri + Acessoris
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 12 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

5. Pasang Panel Listrik


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 1 ls
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

6. Lampu Halogen HPIT 400 Watt


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 8 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

LT2
1. Instalasi penerangan 3x2,5mm
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 46 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

2. Instalasi stop
kontak/saklar 3x2,5mm Jadwal
pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
26) Volume : 64 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu
3. Lampu pijar , SL 18 Watt +
Acessoris Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-25 s/d 26) Volume :
36 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

4. Lampu LED, Tube 35 wat


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 10 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

5. Saklar Seri + Acessoris


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 5 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

6. Saklar Tunggal + Acessoris


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 31 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

7. Stop Kontak + Acessoris


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 28 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu
8. Penangkal Petir + Acessoris
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 2 ttk
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

9. Pasang Panel Listrik


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
25 s/d 26) Volume : 1 ls
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Bantu

URAIAN :

- Semua kabel yang digunakan untuk instalasi listrik harus


memenuhi persyaratan PUIL/LMK. Semua kabel/kawat harus baru,
jelas ditandai ukurannya, jenis kabelnya, nomor dan jenis pintalan.
Konduktor yang dipakai
dari type :
- Untuk instalasi penerangan adalah NYM/NYA
dengan pipa PVC.
- Untuk kabel distribusi
adalah NYY
- Semua kabel harus berada dalam PVC High Impact yang
disesuaikan ukurannya, semua kabel pada rak kabel harus diklem.
- Splice/ Pencabangan
Tidak diperkenankan adanya splice baik dalam feeder maupun
cabang, kecuali pada outlet yang bisa dicapai. Sambungan kabel
circuit cabang harus di buat secara mekanis dan harus teguh
secara electric. Semua sambungan kabel baik dalam junction box,
panel atau tempat lain harus mempergunakan connector yang
terbuat dari tembaga yang diisolasi porselen, Bakelite atau PVC.
- Bahan isolasi
Semua bahan isolasi untuk splice, connection dan lain-Iain seperti karet,
PVC, asbes, gelas, tape sintetis, resin splice case, composition
dan lain-Iain harus dari type yang disetujui.
- Penyambungan kabel
Semua penyambungan kabel dilakukan dalam kotak-kotak
penyambung yang khusus untuk itu.
Kabel-kabel disambung sesuai wama atau nama masing-masing
dan dites tahanan
isolasi sebelum dan sesudah
penyambungan.
Penyambungan tembaga dilapisi timah putih dan kuat.
Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi untuk pipa
PVC yang khusus untuk listrik.
Bila kabel dipasang tegak lurus di permukaan yang terbuka,
harus dilindungi GIP
conduit.
- Saluran Penghantar dalam Bangunan
Instalasi penerangan tanpa ceiling gantung, saluran penghantar
(conduit) ditanam dalam beton.
Instalasi penerangan dengan ceiling gantung, saluran penghantar
(conduit) dipasang di atas ceiling.
Setiap kabel dalam bangunan digunakan pipa PVC minimum 5/8"
diameternya.
Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box harus
dilengkapi dengan socket/ lock nut.

Pekerjaan Sistem Penerangan dan Stop Kontak

Sistem Penerangan dan Stop Kontak:

- Pengadaan dan Pemasangan berbagai Jenis Armatur dan lampunya.


- Pengadaan dan Pemasangan berbagai jenis stop kontak biasa dan
Stop Kontak Khusus
- Pengadaan dan Pemasangan berbagai jenis sakelar dan stop kontak
- Pengadaan dan Pemasangan serta Penyambungan pipa instalasi
pelindung kabel serta berbagai aocessoriesnya, seperti : box untuk
sakelar dtop kontak,Junction Box, Fleksible Conduit. Bends/ Elbows,
socket dan lain-Iain.
- Pengadaan dan Pemasangan serta Penyambungan Kabel Instalasi
Penerangan dan stop kontak.
- Menggunakan Kabel Tunggal 3x1,5 Nym
Instalasi Listrik

Pemasangan Instalasi Listrik


Pemasangan Penangkal Petir
Langkah pertama dalam cara memasang penangkal petir yang benar adalah
membangun grounding system. Hal ini perlu dilakukan pertama karena
berhubungan dengan faktor keamanan dan kemudahan dalam membuat
sistem penangkal petir. Untuk membangun grounding yang baik anda
membutuhkan alat earth testemeter yang digunakan untuk melihat berapa
besar nilai tahanan tanahnya. Pilihlah tempat pembumian yang
memungkinkan mengambil jarak terdekat dengan pemasangan penangkal
petir di atas bangunan, jika memungkinkan. Beberapa tanah yang memiliki
kandungan garam tinggi, atau kandungan air tinggi dan atau kandungan
keasaman tinggi biasanya nilai tahanannya cenderung lebih rendah. Jika
nilai tahanan tanahnya rendah maka kebutuhan terhadap batang Rod
tembaga juga makin sedikit.

Setelah menemukan lokasi tempat pembumian yang baik, tahap


selanjutnya pada cara memasang penangkal petir yang benar ini adalah
membuat instalasi penangkal petir bagian groundingnya.
Adapun bahan yang dibutuhkan adalah material grounding dari bahan
Tembaga, Galvanise atau Stainless. Material tersebut ditancapkan ke dalam
tanah pada lokasi penangkal petir instalasi grounding yang sudah dipilih.
Selanjutnya ukur pula resistansi tanah dan hasilnya harus lebih kecil dari 5
Ohm. Jika standar yang diinginkan belum tercapai, harus ditambahkan
batang konduktor yang ditanam di dalam tanah secara parallel dan
mengukur kembali nilai tahanan tanahnya hingga nilai yang diinginkan.

Kabel Down Conductor


Berikutnya adalah cara memasang kabel konduktor.
kita dapat menggunakan kabel coaxial atau kabel BC (Bare Cooper) Langkah
pertama adalah mendesain jalur dari kabel. Anda dapat memulainya dari
grounding hingga ke ujung penangkal petir. Pastikan, dalam jalur kabel, tidak
ada atau hanya sedikit jalur yang membentuk sudut dan usahakan kurang
dari 90 derajat. Hal ini untuk menghindari terjadinya Side Flashing atau
lompatan muatan listrik pada bangunan dan berpotensi menimbulkan
kerusakan pada bangunan.
Selain cara memasang penangkal petir yang benar juga pemilihan
perangkat penangkal petir maupun kabelnya juga harus tepat sehingga
cara kerja alat penangkal petir dapat maksimal. Gunakan kabel dengan
ukuran minimal 50 mm dan sudah mendapatkan SNI.
Ujung Penangkal Petir (head terminal atau spitzen)
Cara memasang penangkal petir yang benar selanjutnya adalah
pemasangan ujung penangkal petir. Pilih posisi yang paling tinggi pada
bangunan untuk hasil yang paling baik. Pada
instalasi penangkal petir konvensional, teknisi sebaiknya dapat
memperkirakan dimana letak sambaran petir untuk menentukan posisi
spitzen yang berbentuk seperti tombak itu. Setelah itu, sambungkan dengan
kabel penghantar. Pastikan, sambungan dengan kabel ini kuat dan dapat
menghantarkan listrik dengan baik.
Banyak masalah terjadi karena penyambungan antara kabel dan ujung
penangkal yang tidak
sesuai dengan cara memasang penangkal petir yang benar. Hal ini dapat
merusak penangkal petir itu sendiri, serta membahayakan bangunan atau
rumah yang dipasang penangkal petir ini.

Pemasangan panel
Panel listrik dipasang pada dinding yang sudah ditentukan, rata dan tidak
miring.
Semua kabel yang masuk ke dalam panel listrik diberi tanda sesuai
dengan kegunaannya dan dilengkapi dengan ring karet supaya lubang
panel bagian atas dapat terlindung dari debu/kotoran. Khusus untuk kabel
dengan 16 mm2 harus diberi sepatu kabel dalam
panel.
Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya
termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk
memudahkan bila ada perbaikan instalasi.
X. PEKERJAAN KOLAM DAN RAILING
1. Pek. Pasang Kran Air
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 11 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Kran air
Seal tape
Uraian :
Pertama siapkan kran air yang akan kita pasang, seal tape dan tang grip
atau kunci pipa. Jika tidak ada, bisa menggunakan 'kunci inggris'.
Pegang kran air yang akan kita pasang dengan tangan
Lilitkan seal tape pada drat kran air toto tersebut searah jarum jam
(ctt: lubang kran menghadap kita) sebanyak 5 sampai 7 lilit.

Kemudian pasang kran tersebut pada shock yang berada di dinding, putar
dengan tangan.
Jika kran di putar dengan tangan masih ringan, lepaskan lagi dan silakan
anda tambah lilitan seal tape pada drat tersebut tanpa membuang seal
tape lama. Lebih baik lagi jika lilitan lebih tebal di bagian pangkal.
Pasang kembali dengan tangan hingga terasa berat. Bungus kran dengan
kain tebal,
fungsinya agar pada saat di jepit tidak lecet. Gunakan tang
grip/kunci pipa/adjustable wrench untuk memutarnya. 2 kali putaran
sudah cukup.
Ingat jika terlanjur kencang tetapi arah kran tidak menghadap bawah,
jangan di putar balik
sebab kemungkinan bocor lebih besar. Teruskan 1 putaran lagi.
Namun jika anda khawatir shock pecah, lebih baik bongkar ulang dan
pasang seal tape lagi.
Sekali lagi! kekencangan kran air.
2. Pek. Instalasi Pipa Air Bersih dia.
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 224 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat Bantu
Bahan :
Pipa pvc 1/2"
Perlengkapan

Uraian :
Pekerjaan instalasi plumbing air bersih
Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate
valve, fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah
dibuat.
Untuk pipa yang melintasi lantai (terutama lantai dasar, maka kedalaman
pipa harus cukup,
minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan
ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar
dan diberi lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.

Testing dan
commissioning
Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu
dengan menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5 8 bar selama 24
jam, dimana pada saat itu tidak boleh ada penurunan tanah.
Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan
dahulu (flushing) dari kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa.
Pembersihan pipa dapat melalui lubang clean out.
Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang
dimaksudkan apabila ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan
yang terpasang dapat segera ditanggulangi/diperbaiki.
Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang.

3. Pek. Konstrusksi besi + Talang air (ls)


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 15 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat Bantu
Bahan :
Talang air
Uraian :
Konstruski besi untuk menempatkan talang dikerjakan sesuai juknis yang telah
disepakati
Talang yang digunakan adalah talang dengan kwalitas yang baik dan sesuai
dengan spesifikasi teknis

4. Pek. Instalasi Pipa Roof Drain Air


Hujan dia. 3 Jadwal pelaksanaan :
(Minggu ke-25 s/d Minggu ke26 ) Volume
: 180 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat Bantu
Bahan :
Pipa roof drain
3 Uraian :
- Air hujan disalurkan ke saluran lingkungan atau saluran kota.
- Dilantai dasar pipa talang tegak harus diberi bantalan yang kuat.
- Sambungan sambungan antara pipa PVC diberi solvent cement dari
kwalitas baik yang disetujui oleh pengawas.
- Bila terjadi pertemuan antara pipa PVC dan pipa ABS atau fitting logam,maka
menggunakan sambungan ulir atau flend dengan fitting antara lain faucet
elbow valve socket faufet socket dan lain lain dan sambungan tersebut
diberi lem khusus.
- Semua ujung pipa atau fitting yang terakhir yang tidak dilanjutkan lagi
harus ditutup doop atau plug dengan bahan material yang sama.
- Pipa pipa sebelum disambung harus ditest dahulu terhadap kebocoran
hal ini dilakukan sebelum pekerjaan finishing dilaksanakan.
- Pipa PVC untuk saluran air bekas dan air kotor yang tertanam di tanah pada
saat
Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan
dengan ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
- Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar
sambungan tidak kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan
kebocoran.
- Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.

5. Pek. Pasang kloset jongkok


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 3 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Kloset jongkok
Semen portland
Perlengkapan
Uraian :
1. Sebagai langkah awal adalah mempersiapkan lubang pengeluaran atau
saluran feset ke arah septic tank (sekarang banyak digunakan sebagai alat
penampungan dan peresapan kotoran, beda dengan zaman dulu yang
masih menggunakan sungai bagi warga yang tinggal di pesisir sungai. atau
kakus sebagai lubang sementara-red). Gunakan pipa PVC atau sejenisnya
dengan ukuran 3 4 Inchi, gunakan kualitas standar, misalnya Wavin atau
GGG. Sebenarnya pemasangan pipa-pipa ini harus telah disiapkan
semenjak pembuatan pondasi rumah, jika
membangun rumah baru. Jika belum terpakai, tutup ujungnya dengan
kantong plastik yang kuat dan tahan lama.
2. Menentukan posisi kloset yang telah di tetapkan dalam gambar denah
rumah, atau mengubah posisinya dengan resiko memindahkan atau
memasang pipa saluran pembuangan baru.
3. Hal penting yang harus diperhatikan adalah posisi pipa pada bagian kloset
harus lebih tinggi dari
septic tank, sehingga kotoran cepat mengalir ke tempat
peresapannya. Untuk kloset jongkok posisinya harus lebih tinggi
dari lantai kamar mandi atau keramik.
4. Sebaiknya letakkan kloset pada sebelah kiri bak penampungan air, sehingga
mudah ketika
istinja. Sediakan ruangan sebesar 80 cm persegi untuk menaruh kloset
duduk. Ukuran ini dapat lebih besar sesuai dengan ketersediaan ruang
kamar mandi dan kenyamanan seseorang yang akan menggunakan WC.
5. Pemasangan kloset duduk dapat dilakukan setelah pemasangan keramik
lantai kamar mandi
atau sebelumnya. Dua versi ini silakan Anda pilih mana yang lebih mudah.
6. Pasang batu bata sebagai penopang dan dinding bagian bawah kloset.
Gunakan adukan pasir dan semen 3 : 1. Susun batu bata dengan rapat pada
bagian pinggir atau dinding. Buat lekukan berbentuk kotak dengan ukuran
lebih kecil dari kloset sebagai penampung ke arah lubang pipa. Dinding
lubang ini harus diplester dengan adukan semen dan pasir 1 : 2, kemudian
diaci agar tidak terjadi rembesan ke pori-pori tanah.
7. Posisi lubang pipa dapat diletakkan di bagian depan atau bawah kloset,
atau belakang. Semua arah dapat di gunakan.
8. Pasang keramik terlebih dahulu agar terbentuk corak keramik yang baik.
Kemudian letakkan
kloset di atasnya menggunakan aci atau adukan 1: 2. Pada bagian pinggir
atau tepi kloset di tutup dengan naad.
9. Kelebihan pemasangan kloset setelah proses pasang keramik adalah Anda
tidak perlu lagi
menggunakan waterpas sebagai peratanya. Dengan catatan pasangan
keramik sudah datar, atau jika pun miring sedikit, usahakan ke arah depan,
dan kanan kiri rata. Jika pemasangan kloset jongkok dilakukan sebelum
memasang keramik, Anda harus menggunakan waterpas untuk mengukur
sifat datarnya.

6. Pek. Pasang kloset duduk


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 3 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Kloset duduk
perlengkapan
Uraian :
1. Buka cover toilet set dan baca petunjuk, dengan begitu akan diketahui
jarak dari dinding belakang kloset ke bagian tengah pipa (jika merek
American Standard biasanya 30,5 cm).
2. Persiapan alat yang diperlukan, antara lain: Bor listrik, gergaji besi,
meteran ukur, obeng plus dan obeng minus, Catut atau tang kakaktua,
kunci inggris, lem silicon, kunci pipa, kunci 10 dan
12, dynabolt ukuran 10 mm sebanyak 2 buah.
3. Mempersiapkan lubang pembuangan dan pipa suplai air bersih
sebelum melakukan pemasangan kloset. Sebagaimana pernah
dijelaskan di atas.
4. Ukur lubang pengunci bowl (untuk merek American Standard berjarak 14,5
cm), tandai dengan pensil atau sejenisnya, dan lubangi pada sisi kanan dan
kiri dengan jarak tersebut dengan membagi dua titik tengah pipa. Kemudian
masukkan dynabolt, kencangkan menggunakan kunci12, lepaskan murnya

5. Balik kloset dan pasang wax ring dengan cara menekannya pada
bagian sisi lubangnya dan pastikan lengket pada sisi lubang kloset.

pemasangan wax
ring
6. Pasang stop kran, T, flexible hose dan jet shower yang berada pada bagian
belakang kloset.
Gunakan kunci inggris untuk mengencangkan drat-nya.
Stop kran, T Drat, dan flexible hose
7. Jika kloset duduk menggunakan tempat duduk yang memiliki bijet, maka T
juga harus dipasang pada bagian belakang juga. Jika kloset dipasang
terlebih dahulu akan menyulitkan Anda ketika akan memasang stop kran.
8. Pasang kloset di atas lubang pipa yang telah dipasang dynabolt pada kedua
sisi kanan dan kiri.
Masukkan lubang kaki kloset pas pada dynabolt dan pasang ring dan mur,
kemudian kencangkan dengan kunci 12.
9. Pasang alat-alat dalam tangki/tank trim dan memasangnya pada kloset
dengan memasang
rubber tank terlebih dahulu sebagai pencegah bocor dan dudukan tanki.
10. Sambungkan flexible hose pada T dan tank trim dan kencangkan
dengan memutar drat secukupnya.
11. Pengaturan ketinggian air dapat Anda atur sendiri sesuai dengan selera
Anda.
12. Tahap berikutnya adalah memasang tutup tangki dan tombol (push button).

13. Kemudian memasang seat cover pada kloset.


14. Lakukan pengetesan jika kloset telah dipasang, apakah terdapat rembesan
atau kebocoran pada tangki dan flexible hose.

7. Pek. Instalasi Pipa Air Kotor dia. 4"


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 34 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Pipa dia.
4 Uraian :
Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent
Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan
terhadap tekanan 10 bar, penyambungan pipa menggunakan lem
PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate
valve, fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang
sudah dibuat.
Pasangan clean out dan accessories lainnya.
Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan
besi siku dan pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat
menerima beban air.
Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding
belum diplester + aci. Pipa yang ditanam di dinding harus diklem supaya
tidak bergerak saat menerima beban air.
Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka
kedalaman pipa harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah
pecah.
Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan
ampelas supaya
sambungan dapat lengket dengan kuat.
Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar
sambungan tidak kendor akibat beban air hujan yang dapat
menyebabkan kebocoran.
Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
Buat sumur resapan dan bak kontrol.

Testing dan
commissioning
Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu
dengan menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5 8 bar selama 24
jam, dimana pada saat itu tidak boleh ada penurunan tanah.
Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan
dahulu (flushing) dari
kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa
dapat melalui lubang clean out.
Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang
dimaksudkan apabila
ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan yang
terpasang dapat segera ditanggulangi/diperbaiki.
Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang.

8. Pek. Floor Drain


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 6 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Roof Water Drain
Uraian :
Pada roof drain diberi saringan yang menonjol sekurang-kurangnya 10 cm di atas
permukaan. Jumlah luas lubang saringan tidak boleh lebih kecil dari 1,5 kali
luas penampang talang tegak.
Agar air dapat lancar dan tidak menggenang di talang horizontal, maka talang
horizontal idealnya memiliki kemiringan 2%. Artinya, setiap satu meter panjang
pipa, selisih ketinggiannya 2 cm. Jangan lupa pada roof drain ditutup saringan
agar kotoran dari atap tidak masuk ke dalam pipa vertikal.

9. Pek. Bak Mandi Fiber Glass Lapis Keramik


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 6 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Bak fiber glass
Keramik
Semen
Uraian :

- Pastikan bak mandi yang baru akan muat di ruangnya.


- Sebarkan adonan semen setebal 5 cm pada lantai tempat Anda akan
meletakkan bak mandi.
- aci secara merata dan tebal keseluruh bagian permukaan dinding bak
luar. Lakukan hal ini secara hati-hati dan penuh kecermatan.

- Setelah itu plester menggunakan adukan 1 semen : 3 pasir kasar.


Plesteran harus agak tebal, kira-kira 1,5 2 cm. Gosok secara merata
menggunakan tapak kayu, tidak usah dihaluskan. Hal yang terpenting
adalah plesteran harus tegak lurus, sehingga ketebalan adukan
pemasangan keramik bak nantinya relatif sama.
- Biarkan selama 2 hingga 3 hari, kemudian isi dengan air untuk mengetes
apakah bak mandi bocor atau tidak. Jika tidak bocor, berarti bak dapat
dipasang keramik pada hari berikutnya, setelah air dikeringkan.
- Jika pemasangan bak mandi dilakukan setelah memasang keramik dinding
kamar mandi, maka nat keramik sebaiknya sama tinggi dengan nat
keramik bak mandi. Gunakan selang air sebagai waterpas.
- Alat dan proses pemasangan keramik bak sama dengan memasang
keramik dinding, namun
agak lebih ribet, karena tukang harus masuk ke dalam ruang bak yang
kadangkala terlalu sempit untuk ukuran badan.
- Pasang benang pada setiap sisi yang telah diukur dengan lot dan
waterpas. Siapkan adukan 1 semen : 2 pasir. Pasang satu persatu dari
atas, sisi kanan-kiri, pasang paku sebagai penopang sementara agar
keramik tidak melorot, namun paku beton tidak boleh terlalu dalam
menancapnya, gunakan semen kering untuk membantu mempercepat
proses pengeringan dan perekatan keramik pada bagian adukan yang
menempel pada sisi keramik dan dinding.
- Potong pada bagian sudut bak menggunakan gunting keramik atau angel
grinder. Harus rapi dan rata.
- Pada sisi atas keramik yang bersinggungan dengan lantai bibir bak,
dapat dipasang kuku, menggunakan aci seperti pasta.
- Bersihkan seluruh permukaan keramik menggunakan spoons atau lap
kering.
- Isi nat keramik satu hari kemudian secara hati-hati dan cermat. Bersihkan
sisa nat yang menempel pada keramik. Periksa kembali secara berualang-
ulang sehingga dipastikan semua nat telah diisi dengan grout.
- Pada bagian pangkal pipa saluran pembuangan air bak, olesi dengan
grout hingga rata dan padat.
- Biarkan selama beberapa hari, kemudian bak mandi boleh diisi dengan air.

10. Pek. Septic Tank Lengkap + Acessoris


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 3 ls
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Semen Pc
Pasir
Bata
Perlengkapan
Uraian :
1. Buat ukuran septic tank dengan memperkirakan kapasitas penghuni
rumah. Semakin banyak penghuni rumah (keluarga besar) maka sebaiknya
septic tank juga berukuran besar, atau jika tidak memadai dengan ukuran
besar akibat terbatasnya lahan, maka solusinya adalah membuat dua
buah septic tank dengan lokasi yang berbeda. Hal ini berguna agar septic
tank tidak mudah penuh, dan tahan lama.
2. Ukuran pipa pembuangan dari WC harus berukuran besar, yaitu 4
inchi, jangan banyak belokan atau memakai elbow, agar kotoran
mengalir dengan lancar bebas hambatan.
3. Pipa pembuangan harus memiliki kemiringan yang cukup, sehingga
kotoran cepat mengalir
ke septic tank ketika di dorong oleh air siraman.
4. Sediakan saluran udara agar tidak meledak, dan saluran pembuangan
air melimpah pada ruang resapan septic tank, sehingga jika cairan atau air
resapan penuh dapat mengalir keluar mengurangi tekanan udara yang
tersumbat.
5. Buat galian tanah sedalam 1,5 meter, lebar 1,3 meter, dan panjang 2,2
meter. Tanah galian dibuang disekitar lubang terlebih dahulu, atau jika
tidak memadai tempatnya, dapat dibuang ditempat lain. Galian harus
tegak lurus sehingga memudahkan ketika memasang dinding
batu bata nantinya.
6. Jika kondisi air tanah sangat deras (terdapat mata air yang deras),
biasanya aka mengalami kesulitan ketika menggali. Tidak mengapa,
siapkan beberapa ember plastik untuk membuang air di bawah galian,
sembari melakukan penggalian hingga sedalam 1,5 meter.
7. Jika galian telah selesai, usahakan secepat mungkin untuk mulai
memasang dinding batu bata, sebab dikhawatirkan air akan semakin
penuh. Sebagaimana telah diketahui bahwa cara memasang dinding
batu bata untuk septic tank hampir sama caranya dengan dinding
rumah. jadi saya kira tidak akan terlalu sulit.
8. Pasang bagian dasar dengan pasangan satu bata, beri alas dengan nat
adukan semen dan pasir. Pasangan berikutnya adalah pola setengah
bata sebagaimana memasang dinding rumah. Ukuran 2,2 meter dibagi
menjadi dua bagian, sehingga terdapat penyekat. Ruang pertama
berfungsi sebagai penampung limbah padat, dan ruang kedua berfungsi
sebagai penampung cairan limbah. Pada bagian tengah penyekat diberi
lubang kecil agar terdapat ruang resapan.
9. Dinding dan lantai septic tank sebaiknya diplester kecuali pada ruangan
resapan.
10. Jika pemasangan batu bata telah selesai, sisakan sekitar 12 cm dari
permukaan tanah untuk cor beton.
11. Siapkan besi behel 8 mm sebanyak 5 batang, potong menjadi seukuran
lebar dan panjang
septic tank, bariskan dan susun dengan jarak 10 cm, kemudian diikat
dengan kawat.
12. Siapkan papan pada bagian atas pasangan bata, letakkan anyaman besi
tadi, tutup sisi luar dengan papan setebal 10 cm.
13. Lakukan pengecoran dengan menggunakan semen, pasir, dan koral.
Perbandingan 1 : 2 : 3.
Ketebalan coran maksimal adalah 10 cm. Beri lubang pada bagian atas
ruang limbah cair dan pasang dengan tutup yang terbuat dari pipa PVC.
Biasanya dapat dibeli di toko material bangunan.
14. Tahap berikutnya adalah menyambung semua pipa
pembuangan limbah padat dari kloset ke septic tank. Timbun
dengan tanah.
15. Usahakan letak kloset harus lebih tinggi dari septic tank, agar kotoran
dapat dengan mudah masuk ke dalam septic tank.

11. Pasang wastafel +


meja beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 3 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Westafel
Semen Portland
Bata
pasir
Uraian :
Meja Beton Untuk Westafel
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan meja beton.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : multiplek, kaso, besi beton, kawat
beton, paku, semen
PC, split, pasir,
air, dll.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, selang air,
raskam, benang, gergaji, dll.

Penguku
ran

- Lebih dahulu juru ukur menentukan dan menandai pada bagian area yang
akan dibuat meja beton.
- Pelaksanaan pekerjaan meja beton

- Pasang bata yang elevasinya disesuaikan dengan tinggi meja dapur.


- Pasang bekesting multiplek dan diberi perkuatan dengan kaso. Beri
lubang pada bekesting untuk sparing penempatan alat sanitair.
- Bekesting untuk plat untuk meja beton dibuat dengan ketebalan 10 cm.
- Fabrikasi besi beton dengan perkuatan kawat beton.
- Letakkan besi beton yang sudah difabrikasi diatas bekesting. Apabila
diperlukan, pasang stek besi pada bagian dinding.
- Pasang beton decking sesuai dengan kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan meja beton sebelum di cor.
- Setelah bekesting dan pembesian siap, tuang adukan beton cor kedalam
bekesting secara merata dan dipadatkan.

Pemasangan Westafel
- Menentukan letak ruangan yang akan dipasang westafel dan tentukan
jumlahnya.
- Menentukan letak atau posisi westafel yang akan dipasang. Pada
pekerjaan ini westafel diposisikan pada meja beton
- Persiapan pemasangan dilakukan ketika membuat pondasi atau
selambat-lambatnya sebelum memasang keramik lantai. Bentuk
persiapan ini antara lain pemasangan pipa input dan output.
- Jika letak westafel telah ditentukan, saatnya menyiapkan peralatan
pendukung seperti pada poin 3, dan beberapa peralatan pendukung
lainnya seperti reducer elbow, faucet socket, long elbow, tee 90, lem
pipa, pipa PVC ukuran 12 inchi, pipa PVC ukuran 1 inchi untuk saluran
pembuangan air kotor.
- Pasang pipa saluran air bersih dan saluran air pembuangan di bawah
lantai,
pasangkan reducer elbow untuk mengarahkan pipa ke atas sebanyak 2
buah. Tanamkan seperempat bata di bawah plesteran. Dan pasang
long elbow ke arah luar dinding untuk disambungkan dengan westafel.
- Pemasangan westafel dilakukan setelah dinding diplester atau telah
dicat, karena alat ini menempel pada dinding.
- Tentukan secara jelas ketinggian westafel dan pasang lobang input
setinggi 95 cm atau ukuran lain yang disesuaikan dengan tinggi badan
Anda. Pada bagian bawahnya sediakan lobang output sekitar 15 atau
20 cm dari lobang input. Ingat semua lobang harus dipasang faucet
socket.
- Periksa peralatan dan kelengkapan lainnya yang disertakan dalam kotak
westafel bawaan
pabrik. Saya sarankan lagi baca petunjuk pemasanga dengan teliti.
Biasanya setiap merek produk westafel berbeda dalam jarak faucet
socket saluran air bersih dan saluran air pembuangan.
- Periksa dan cari lobang sekrup bawaan westafel, biasanya terletak pada
sisi kanan dan kiri di bawah westafel. Pasang sementara untuk
mencocokkan posisi paling pas lobang faucet socket dengan sock drat
pada bagian bawah westafel. Tandai dengan pensil lobang sekrup yang
nantinya akan dipasang sekrup fischer pada dinding.
- Turunkan westafel secara hati-hati, lubangi tanda pensil tadi
menggunakan bor, mata bor yang disesuaikan dengan ukuran sekrup
fischer.
- Pasang kembali westafel lobang sekrup diletakkan pada kedua lobang
pengeboran tadi,
masukkan nut driver ke dalam lobang bor, kencangkan dengan
screw driver. Pastikan westafel dalam posisi kendang dan tidak
bergerak-gerak.
- Pasang pipa pada bagian bawah westafel, sambungkan dengan faucet
socket. Kencangkan
dengan tangan searah jarum jam.
- Jika semua tahapan ini telah dilakukan dengan baik, berarti westafel
telah siap untuk digunakan. Sebelumnya periksa dan dicoba apakah ada
kebocoran pipa, rembesan. Jika hal tersebut terjadi segera perbaiki dan
mungkin ada beberapa sambungan yang masih kendor atau cara
pengeleman yang kurang baik.
- Di atas westafel dapat dipasang kaca bayang (cermin) dan wadah sabun
cair sebagai
kelengkapan penggunaan.

12. Pasang urinoir


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 6 bh
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
urinoir
Uraian :
- Urinoir berikut kelengkapannya yang digunakan adalah semutu
dengan type-type merk yang telah ditentukan.
- Urinoir yang dipasang adalah urinoir yang telah diseleksi dengan baik,
tidak ada bagian-
bagian yang gompal, retak dan cacat-cacat lainnya.
- Pemasangan urinoir pada tembok menggunakan baut ficher atau ramset
dengan baut kuningan atau stainless steeldengan ukuran yang cukup
untuk menahan beban seberat 15 kg tiap baut.
- Setelah urinoir dipasang, letak dan ketinggian pemasangan harus
sesuai dengan gambar untuk itu, baik waterpassnya.
- Semua celah-celah yang mungkin ada antara dinding dengan urinal
ditutup dengan semen
yang berwarna sama dengan urinal.
- Semua noda-noda semen dan lain-lainnya dibersihkan dengan
sempurna.
- Sambungan instalasi pumblingnya harus baik, tidak ada
kebocorankebocoran air.

13. Kitchen Sink + meja keramik


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-25 s/d
Minggu ke26 ) Volume : 2 unit
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Kitchen sink
Semen
Bata
pasir
Uraian :
- Untuk pemasangannya, berikut ini adalah langkah yang harus dilakukan :
- Langkah yang pertama adalah memeriksa kondisi sink apakah ada
kerusakan atau tidak.
Kemudian kita bisa melanjutkan dengan menyiapkan pipa pvc dan
juga lem pipa pvc.
- Setelah semuanya siap, selanjutnya kita menyiapkan meja keramik
sebagai tempat bertenggernya kitchen sink nantinya. Selain itu, kita
juga harus memikirkan dan membuat saluran air yang bersih dan air
kotor. Air yang bersih dilewatkan atas sedangkan air yang kotor lewat
dibawah kitchen sink sehingga bisa berbeda.
- Jika dinding yang akan digunakan untuk menempelkan meja dapur
adalah dinding lama, maka bersihkan cat dan plamiran terlebih dahulu
pada bagian yang akan dipasang dinding meja dapur. Kelupas
menggunakan sekrap elastis.
- Bobok bagian plesteran lama menggunakan pahat beton yang tajam.
Sehingga dinding bersih dari cat lama dan berpermukaan ada bekas
lobang bobokan yang agak rapat jaraknya. Mengapa demikian? Hal ini
bermanfaat agar adukan dan keramik dinding meja menempel dengan
sempurna ke dinding.
- Ukur ketinggian meja dapur
- Ukur panjang meja dapur, apakah akan berbentuk L atau hanya lurus.
Sebaiknya letakkan pada bagian sudut rumah dan dekat dengan jendela
sebagai ventilasi.
- Pasang batu bata pada bagian sisi atau ujung meja dengan lebar 65 cm
80 cm. Ketinggian pasangan batu bata untuk memperoleh meja dapur
dengan ukuran di atas adalah 70 cm untuk westafel, dan 55 cm 60 cm
untuk ukuran meja kompor. Sehingga setelah dicor dan dipasang keramik
akan dihasilkan ketinggian meja dapur seperti pada poin 2. Pasangan batu
bata ini berfungsi sebagai dinding kanan dan kiri meja dapur dan juga
sebagai kaki meja dapur cor.
- Jika saluran air masuk dan saluran air kotor belum tersedia, sebaiknya
pasang terlebih dahulu pipa inchi untuk saluran air bersih dan pipa 2
inchi untuk saluran air kotor (misalnya air bekas mencuci piring dan
perabotan lainnya-red). Tanamkan dalam dinding, dan pada
bagian bawah lantai rumah. Sediakan beberapa lubang drat untuk
memasang kran.
- Buat begisting dari papan dan kayu gelam sebagai penopangnya. Tinggi
begisting adalah 60 cm untuk ukuran meja kompor, dan 70 cm untuk
ukuran westafel. Hasilnya, meja dapur Anda akan bertingkat dengan
perbedaan sekitar 10 cm.
- Potong behel diameter 8 mm, sesuai dengan panjang meja dapur cor,
dan lebarnya. Pada bagian ujung dibengkokkan. Rangkai dengan jarak
10 cm dan ikat dengan kawat.
- Sisakan ruangan untuk westafel dengan ukuran yang sama pada bagian
bawah atau mangkuk westafel, bagian ini tidak perlu dipasang besi, tapi
hanya bagian pinggir atau sisi kanan dan kiri westafel saja dengan arah
memanjang.
- Jika telah selesai menganyam besi, selanjutnya menutup pinggir begisting
dengan papan atau hek, atur ketinggian 6 cm 7 cm.
- Lakukan pengecoran dengan adukan secukupnya. Perbandingan antara
semen, koral dan pasir adalah 1 : 3 : 2.
- Pengecoran telah selesai dan meja dapur cor telah jadi. Biarkan
selama semalam hingga dipasang keramik.
- Setelah itu, buat lubang sebesar pipa pvc untuk menanam pipa didalam
dinding sehingga nantinya lebih rapi.
- Setelah itu, pasang kitchen sink dengan menyemennya menjadi satu
dengan meja beton.
Penyemenan dilakukan agar kitchen sink ini dapat menempel dengan
kuat sehingga tidak akan rusak meski kitchen sink diberi beban berat.
- Setelah kitchen sink terpasang, kita selanjutnya menyambung bagian
kitchen sink dengan pipa pvc yang sudah disiapkan kemudian tanam
pipa pvc didalam tembok agar lebih rapi.
- Langkah yang terakhir adalah memasang aksesories kitchen sink seperti
keran air bersih dan
lain lain. Semua aksesoris biasanya sudah termasuk dalam paket
pembelian kitchen sink sehingga kita tingga mengikuti petunjuk pabrik
saja untuk memasangnya.

B. TURAP BETON
SHEET PILE

I. PEKERJAAN BETON
SHEET PILE
1. Mob dan
Demobilisasi
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-13) Volume : 1 Ls
Tenaga Kerja
:

Pekerja

Mandor
Peralatan
:
Dump
Truck
Bahan
:
-
Uraian
:
Mobilisasi dan
Demobilisasi Alat
Meminta izin kepada direksi dan atau
konsultan pengawas
sebelummelaksanakan pekerjaan.Setelah pekerjaan pengukuran, penyiapan
brak kerja / direksi keet danpapan nama kegiatan, selanjutnya Kontraktor
melakukan mobilisasi alatpancang.Untuk mobilisasi tiang pancang dilakukan
melaui darat ataupun alat
untukmencapai proyek untuk alat transportasi
menggunakan Dumptruck.
Pengadaan Tiang Pancang
Meminta izin kepada direksi dan atau konsultan pengawas
sebelummelaksanakan pekerjaan.Untuk pekerjaan pemancangan .Kontraktor
mendatangkan Pancang beton sesuai petunjukdireksi. Lokasi penumpukan
tiang juga harus mempertimbangkan faktor cuacaterhadap kondisi tiang
pancang, terutama hujan. Apabila tiang terpaparlangsung dengan hujan akan
berdampak langsung

2. Pek. Pengadaan dan Pancang Beton 25x25 cm - 40m


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
14 s/d 16) Volume : 1.106,67 M
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat Pancang
Bahan :
Beton 25x25 cm
Uraian :
1. Pekerjaan persiapan awal meliputi :
Pengadaan tiang pancang
Pengukuran lokasi / posisi tiang pancang
Memeriksa Bench Mark yang diberikan
Menentukan Grid line serta pemberian label grid
Set up equipment
Pengiriman dan Penyimpanan Tiang Pancang
Pengaturan lokasi material pancang
2. Pekerjaan persiapan pemancangan :
Buat skala pada tiang pancang menurut kedalamannya
Check posisi titik / koordinat pancang
Pengangkatan tiang pancang
Pengangkatan pile dilakukan dengan menggunakan sling baja yang
diikatkan ke pile di dua lokasi yang berjarak 0.6 panjang pile.
Perlu dibuat penandaan oleh fabrikan untuk menentukan dimana lokasi
pengangkatan yang
diizink
an
Tiang pancang berada di dalam topi
pancang
Check ketegakkan tiang pancang terhadap 2 sumbu yang
saling tegak lurus
Pembuatan Cushion, berfungsi untuk menjaga agar kepala tiang tidak rusak
akibat pemukulan, bertempat di antara anvil dan kepala tiang
3. Pekerjaan
Pemancangan :
Tiang pancang ini digunakan hanya untuk mendukung
bangunan/konstruksi ringan dengan kedalaman maksimal 12 m,
penggunaan tiang pancang mini lebih dalam dari 12 m sebaiknya tidak
dilakukan dengan alasan menghindari terjadinya bahaya tekukan
Selama pemancangan pastikan posisi tiang pancang tetap tegak lurus
terhadap 2 sumbu
horizontal yang saling
tegak lurus
Catat jumlah pukulan hammer dari saat mulai sampai dengan
berakhirnya pemancangan
Penghentian pemancangan hanya diijinkan setelah mendapat
ijin dari pengawas
Membuat pile record + data hasil
kalendering
Membuat sambungan jika
diperlukan
4.
Catatan :
Bila diragukan tiang pancang mini pile belum menuju tanah keras
walaupun seluruh tiang
sudah tertanam diusulkan adanya penambahan jumlah tiang pancang mini
pile sebagai solusinya
Alat-alat yang
digunakan :
1. Lier pancang : 1
unit
2. Tiang leader : 1
unit
3. Drop hammer : 1
unit
4. Mesin las : 2
unit
a. Pemotongan Tiang Pancang Beton Bulat
Pretensioned, dia 50 cm
1) Untuk pemotongan tiang pancang digunakan tenaga manual,
dan hasil potongan dikumpulkan serta dibuang ke area yang telah
ditentukan.
2) Untuk ikatan antara Tiang pancang dengan Lantai Konstruksi
ditambahkan besi pada tiang pancang.
b. Pelaksanaan test yang
dilakukan adalah:
PDA
Test
Loading
Test
Tensioned Load
Test

3. Bobokan tiang
pancang
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
14 s/d 16) Volume : 28 ttk
Tenaga Kerja
:

Pekerja

Mandor
Peralatan
:
Alat
bantu
Bahan
:
-
Uraian
:
- Tiang Pancang yang kelebihan panjangnya bila diukur waterpas terhadap
poer pondasi harus dilakukan pemotongan mengikuti ketentuan yang
berlaku.
- Pemotongan harus rapi dan rata permukaannya, dengan
memperhitungkan ketinggiannya terhadap adanya pasir urug dan lantai
kerja.
- Besi stek dari tiang pondasi pancang disisakan sesuai peraturan yang
berlaku (PBl 71)
sepanjang 40 x diameter ukuran besi yang ada.
- Jika stek besi tidak mencapai mengingat posisi tiang pancang terlalu
dalam, maka ketebalan poer pondasi perlu disesuaikan sampai stek
tercapai.

4. Pek. Galian
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-13) Volume : 123 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Cangkul
Sekop
Linggis
Bahan :
-
Uraian :

Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan galian tanah.

Persiapan lahan kerja.


- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, waterpass, cangkul,
belincong, pengki, benang, selang air, dll.

Pengukuran
- Setelah posisi titik ukur tetap ditentukan, berdasarkan titik tetap tetap
tersebut dilakukan pengukuran terhadap titik dan elevasi galian tanah.
- Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi
warna cat.

Pelaksanaan pekerjaan galian tanah


- Pekerjaan galian tanah dengan menggunakan alat manual cangkul dan
belincong, apabila kondisi lahan memungkinkan pekerjaan galian tanah
dapat menggunakan alat bantu excavator.
- Pasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Gali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang.
- Buang tanah sisa galian pada area yang telah ditentukan dan tidak
mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai
rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa
dengan menggunakan alat ukur manual atau dengan theodolith.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa drainase
secukupnya supaya air dapat segera dipompa ke luar, sehingga tidak
mengganggu proses pekerjaan.
- Saat penggalian tanah sangat memungkinkan ditemukannya lokasi
bekas pembuangan sampah, banyak potongan kayu, atau tanah yang
berlumpur. Bila hal ini dijumpai, baiknya benda-benda tersebut diangkat.

Pek. Poerplat Beton 60x60x40cm



Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-16 ) Volume : 3,98 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagaipelembabnya,
baik disiramkan maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar
setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik

Besi
Volume : 1.029,7 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-15)
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter,
gegep, dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.


Bekisting
Volume : 26,56 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-12s/d
Minggu ke-15) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Papan kayu kelas 2
Paku biasa 2-5
Minyak begisting
Plywood 9 mm
Dolken kayu
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan
dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

Pek. Balok angkur dan sloof 25x30



Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-18 ) Volume : 12,45 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta
spesifikasi, antara lain PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan
diadakan uji campuran ( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat
diorder sesuai dengan yang telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat
dengan menggunakan air sebagaipelembabnya, baik disiramkan
maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar setelah umur
beton memenuhi spesifikasi teknik


Besi
Volume : 1.106,83 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-16 s/d
Minggu ke-17) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja yang
telah disetujui.
Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 141,1 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-16s/d
Minggu ke-17) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Papan kayu kelas 2
Paku biasa 2-5
Minyak begisting
Plywood 9 mm
Dolken kayu galam dia. 8 - 10/4
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat
menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan
dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke
dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan
sesuai kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan
bekesting.

Pemasangan angkur besi D 25


Volume :
1.212,75 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-16s/d
Minggu ke-17) Tenaga Kerja :

Pekerja

Mandor
Tukang
Batu
Kepala
Tukang
Peralatan
:
Peralatan
tukang
Bahan
:
Angkur D
25
Uraian
:

Memasang angkur tidak seperti memasang paku biasa. Ada beberapa


hal yang perlu Anda perhatikan agar angkur dapat menahan beban
dengan sempurna. Berikut cara memasang angkur/fischer :
- Tentukan jenis angkur sesuai dengan material yang ingin dipasangkan.
Pada pekerjaan
kali ini digunakan angkur besi D 25
- Lakukan pengeboran. Sebelum dibor, tentukan diameter mata bor
disesuaikan dengan diameter angkur dan kedalaman pengeboran.
Kedalaman pengeboran harus dilebihkan
1 cm dari panjang angkur. Setelah itu bersihkan lubang angkur dari
serpihan debu yang menghinggapi lubang.
- Masukkan Angkur ke dalam lubang.
- Masukkan sekrup dan kencangkan.
- Angkur pun siap digunakan.

Pek. Weling
Beam
Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-19 ) Volume : 3,84 m3
Tenaga Kerja
:

Pekerja

Mandor
Tukang
Batu
Kepala
Tukang
Peralatan
:
Peralatan tukang
batu
Bahan
:
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagaipelembabnya,
baik disiramkan maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar
setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik


Besi
Volume : 735 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-17 s/d
Minggu ke-18) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 51,2 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-12s/d
Minggu ke-14) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Papan kayu kelas 2
Paku biasa 2-5
Minyak begisting
Plywood 9 mm
Dolken kayu galam
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat
menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan
dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

5. Pengadaan + Pemancangan SheetPile Type W-325 L=15m


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
13 s/d 18) Volume : 1.200 m1
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat pancang
Bahan :
Sheet Pile type W-325
Uraian :

Pengadaan Sheet Pile Beton W 325

Pekerjaan ini meliputi pemasokan, pemprosesan, dan pengangkutan Sheet


Pile Beton W 325 dari pabrik ke lokasi pekerjaan yang akan dilaksanakan.

Ketentuan :
- Mutu Beton K 700
- Ukuran Sesuai Spesifikasi teknis
- Strand 4, dia. 3/8
-Test Dengan Hammer test sesuai dengan kekuatan beton rencana
bersama direksi sebelum dilakukan pengiriman ke lokasi proyek.
Material Tiang Pancang :

- Mini pile uk. Sesuai dengan spesifikasi teknis


- Diproduksi dengan sistim pabrikasi oleh pensuplai material
- Sebelum diangkut ke lokasi pekerjaan dilakukan pengujian
kekuatan beton bersama direkdsi menggunakan hammer test.

Metode Kerja :
- Untuk memudahkan transportasi material ke lokasi pekerjaan maka jalan
kerja perlu dibentuk dan dibuat sisi rencana turap beton yang berupa
timbunan batu kapur tebal 30 cm yang di padatkan.
- Tiang pancang adalah produk pabrikasi dengan spesifikasi sesuai
standar spesifikasi yang ditentukan oleh pengangkutan dari site
dengan mengguanakan crawler crane 15 Ton ( Service Crane ).
- Dalam pekerjaaan pengadaan tiang pancang hal-hal yang harus
diperhatikan adalah
Handling Method.
- Beton mempunyai kuat karakteristik yang sudah memenuhi untuk
melawan tegangan tekan tapi lemah terhadap tegangan tarik dan
tegangan lentur.
- Cara mengangkat material tiang pancang, pengangkatan dibuat dengan
2 atau 4 titik angkat. Dalam hal 2 titik angkat, kedudukan seling baja
harus berada pada 2/10 dari total panjang dari kedua ujung tiang.

Pemancangan Sheet Pile Beton W 325

METODE PELAKSANAAN

1. Lakukan perhitungan analisis untuk mengecek kedalaman sheet


pile yang tertanam berdasarkan type sheet pile yang dipakai dan
data tanah hasil soil investigation. (Cek Perhitungan).
2. Pengukuran area pemancangan sheet pile dengan menggunakan
theodolite.
3. Lakukan penumpukkan sheet pile sedekat mungkin dengan lokasi
pemancangan sehingga dapat dijangkau langsung oleh Crawler Crane,
sehingga penggunaan Crane service dapat diminimalkan.
4. Untuk mendapatkan hasil pemancangan yang lurus dapat dilakukan
dengan pemasangan
Guide Wall terlebih dahulu
Lakukan

pemancangan sheet pile sesuai urutan yang telah ditentukan dengan


menggunakan
Crawler Crane 35/45 Ton + Vibro Hammer 60 KVa dan Genset 250 Kva.

Pastikan pemancangan pertama tegak lurus, karena akan berpengaruh


terhadap ketegakan sheet pile berikutnya. Pemancangan hanya sampai
elevasi + 1.00 m di atas level rencana, karena connecting antar sheet
pile dapat mengakibatkan sheet pile yang telah terpancang amblas
sewaktu pemancangan sheet pile sebelahnya.

Setelah 10~15 sheet pile pemancangan dapat dilanjutkan sampai


elevasi rencana dan pemancangan dapat dilanjutkan sesuai urutan
yang sama.

Hal yang harus mendapat perhatian :


Kecenderungan sheet pile selalu miring ke arah pemancangan
(membentuk kipas) akibat getaran vibro & pemancangan tidak tegak
lurus, hal ini dapat diatasi dengan alat bantu katrol untuk menarik sheet
pile menjadi lurus setelah selesai pemancangan.
Jika berdasarkan perhitungan konstruksi sheet pile free standing tidak
mampu menahan
geser dan guling akibat tekanan tanah aktif dapat ditambah dengan
walling beam + anchor.

7.Pek. Caping Beam 50x60


Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu
ke-20 ) Volume : 24 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat
dengan menggunakan air sebagaipelembabnya, baik disiramkan
maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar setelah umur
beton memenuhi spesifikasi teknik


Besi
Volume : 2.107,3 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-18s/d
Minggu ke-19) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat beton
Uraian :
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.


Bekisting
Volume : 128 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-18 s/d
Minggu ke-19) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Papan kayu kelas 2
Paku biasa 2-5
Minyak begisting
Plywood 9 mm
Dolken kayu galam
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat
menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

8.Pek. Bobokan Kepala Sheet Pile


Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
13 s/d 18) Volume : 80 M
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
-
Uraian :
Setelah proses pemancangan Sheet Pile Beton W 325, pasti ada tiang
pancang yang tersisa diatas elevasi rencana, hal ini karena karakteristik
tanah setiap titik berbeda-beda, sehingga pencapaian tiang pancang ke
dalam tanah keras ikut berbeda juga. Untuk menyetarakan tiang pancang
tersebut dengan gambar bestek, maka satu-satunya cara adalah dengan
cara penghancuran tiang pancang menggunakan palu (hammer).
C. PEKERJAAN IPAL

I. PEKERJAAN IPAL
1.Pek. Pengadaan + Pemasangan IPAL 15-20 M3 + Pompa
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
19 s/d 22) Volume : 1 Ls
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
Perlengkapan IPAL
Pompa
Uraian :

Pemilihan proses pengolahan air limbah


domestik yang digunakan didasarkan atas
beberapa kriteria yang dinginkan oleh pengguna
yaitu antara lain :
- Efisiensi pengolahan dapat mencapai standar baku mutu air limbah domestik
yang syaratkan.
- Pengelolaannya harus mudah.
- Lahan yang diperlukan tidak terlalu besar.
- Konsumsi energi sedapat mungkin rendah.
- Biaya operasinya rendah.
- Lumpur yang dihasilkan sedapat mungkin kecil.
- Dapat digunakan untuk air limbah dengan beban BOD yang cukup besar.
- Dapat menghilangkan padatan tersuspensi (SS) dengan baik.
- Dapat menghilangkan amoniak sampai mencapai standar baku mutu yang
berlaku.
- Perawatannya mudah dan sederhana.

Berdasarkan kriteria tersebut di atas untuk pengolahan air limbah


domestik teknologi yang digunakan adalah kombinasi proses biofilter
anaerob- aerob.

Disain Proses Ipal Domestik


Seluruh air limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestik yaitu air limbah
dapur, air limbah kamar mandi, air limbah pencucian, air limbah wastafel, air
limpasan dari tangki septik dan air limbah lainnya, seluruhnya dialirkan ke bak
pemisah lemak atau minyak. Bak pemisah lemak tersebut berfungsi untuk
memisahkan lemak atau minyak yang berasal dari kegiatan dapur, serta untuk
mengendapkan kotoran pasir, tanah atau senyawa padatan yang tak dapat
terurai secara biologis. Selanjutnya limpasan dari bak pemisah lemak dialirkan ke
bak ekualisasi (Sum Pit) yang berfungsi sebagai bak penampung limbah dan bak
kontrol aliran. Air limbah di dalam bak ekualisasi selanjutnya dipompa ke unit
IPAL. Di dalam unit IPAL tersebut, pertama air limbah dialirkan masuk ke bak
pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran
organik tersuspensi.
Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengurai senyawa
organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan
penampung lumpur. Air limpasan dari bak pengendap awal selanjutnya dialirkan
ke bak kontaktor anaerob (biofilter Anaerob) dengan arah
aliran dari atas ke bawah. Di dalam bak kontaktor anaerob tersebut diisi dengan
media khusus dari bahan plastik tipe sarang tawon. Jumlah bak kontaktor
anaerob terdiri dari dua buah ruangan. Penguraian zat-zat organik yang ada
dalam air limbah dilakukan oleh bakteri anaerobik atau fakultatif aerobik. Setelah
beberapa hari operasi, pada permukaan media filter akan tumbuh lapisan film
mikro-organisme. Mikroorganisme inilah yang akan menguraikan zat organik
yang belum sempat terurai pada bak pengendap.

Air limbah dari bak kontaktor (biofilter) anaerob dialirkan ke bak kontaktor aerob.
Di dalam bak kontaktor aerob ini diisi dengan media khusus dari bahan plastik
tipe sarang tawon, sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikro
organisme yang ada akan menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah
serta tumbuh dan menempel pada permukaan media. Dengan demikian air
limbah akan kontak dengan mikro-orgainisme yang tersuspensi dalam air
maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat
meningkatkan efisiensi penguraian zat
organik, serta mempercepat proses nitrifikasi, sehingga efisiensi penghilangan
amonia menjadi lebih besar. Proses ini sering di namakan Aerasi Kontak (Contact
Aeration). Dari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di dalam bak ini
lumpur aktif yang mengandung mikro-organisme diendapkan dan sebagian air
dipompa kembali ke bagian bak pengendap awal dengan pompa sirkulasi
lumpur. Sedangkan air limpasan (outlet/ over flow) sebagian dialirkan ke bak
yang ditanami ikan, dan sebagian lagi dialirkan ke bak khlorinasi/kontaktor khlor.
Di dalam bak kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor
untuk membunuh micro-organisme patogen. Penambahan khlor bisa dilakukan
dengan menggunakan khlor tablet atau dengan larutan kaporit yang disuplai
melalui pompa dosing. Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi
dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan kombinasi
proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat organik (BOD,
COD), amonia, padatan tersuspensi (SS), phospat dan lainnya dapat juga turun
secara signifikan. Skema proses pengolahan air limbah domestik dengan sistem
biofilter anaerob-aerob dapat dilihat pada Gambar

Diagram Proses Pengolahan Air limbah Domestik


dengan Proses Biofilter
Anaerob-
Aerob.
Unit IPAL dilengkapi dengan satu buah pompa air limbah dan satu buah pompa
sirkulasi (pompa celup) yang dioperasikan secara terus menerus (kontinyu).
Pompa air limbah secara otomatis akan berjalan jika permukaan air limbah di
dalam bak ekualisasi cukup tinggi dan akan berhenti secara sendirinya jika
permukaan air di dalam bak ekualisasi turun sampai level minimum,
sedangkan pompa sirkulasi dijalankan secara kontinyu.
2.Pek. Plat t=20cm

Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
19 s/d 22) Volume : 5,6 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.

Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang


menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagaipelembabnya,
baik disiramkan maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar
setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik


Besi
Volume : 250 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
19 s/d 22) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter,
gegep, dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.


Bekisting
Volume : 4,4 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
19 s/d 22) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Papan kayu kelas 2
Paku biasa 2-5
Minyak begisting
Plywood 9 mm
Dolken kayu galam
Uraian :
- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan
pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat
baik
.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.- Pasangan
bekesting harus
rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat
menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk
menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.

3.Pek. Tandon beton 1,5.x1,5mx1,5m


Galian Tanah
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-
19 s/d 22) Volume : 50,63 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Sekop
Cangkul
Linggis
Bahan :
-
Uraian :
Persiapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan galian tanah.
Persiapan lahan
kerja.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, waterpass, cangkul,
belincong, pengki, benang, selang air, dll.
Pengukuran
- Setelah posisi titik ukur tetap ditentukan, berdasarkan titik tetap tetap
tersebut dilakukan pengukuran terhadap titik dan elevasi galian tanah.
- Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi
warna cat.

Pelaksanaan pekerjaan galian tanah


- Pekerjaan galian tanah dengan menggunakan alat manual cangkul dan
belincong, apabila kondisi lahan memungkinkan pekerjaan galian tanah
dapat menggunakan alat bantu excavator.
- Pasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Gali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang.
- Buang tanah sisa galian pada area yang telah ditentukan dan tidak
mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai
rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa
dengan menggunakan alat ukur manual atau dengan theodolith.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa drainase
secukupnya supaya air dapat segera dipompa ke luar, sehingga tidak
mengganggu proses pekerjaan.
Saat penggalian tanah sangat memungkinkan ditemukannya lokasi
bekas pembuangan sampah, banyak potongan kayu, dll

Urugan Tanah
Kembali
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-19
s/d 22 ) Volume : 15,19 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Peralatan :
Alat bantu
Bahan :
-
Uraian :
Persiapa
n:
- Menyiapkan alat bantu kerja : pacul, pengki (manual), atau peralatan
berat seperti bulldozer untuk area urugan yang cukup luas dan bervolume
besar.
Menyiapkan peralatan pemadatan (compacting) dan alat ukur untuk
pengecekan level akhir urugan.
- Untuk urugan yang besar dan dalam serta berbatasan dengan lereng perlu
disiapkan turap
untuk dapat menahan tanah.
Siapkan jalur kendaraan dump truck sesuai urutan pengurugan (apabila
outsoucing material urugan).
Pengurugan dan pemadatan :
- Menyiapkan area urugan (keadaan lapangan).
- Membersihkan lokasi yang akan diurug dari kayu, semak-semak, sampah,
dll.
- Menyediakan tanah urug dengan kualitas yang baik.
- Lokasi yang akan diurug/ditinggikan dipersiapkan terlebih dulu supaya
terdapat hubungan yang baik antara tanah dasar dengan tanah urugan.
- Jika diperlukan/disyaratkan, tanah bahan urugan diambil di beberapa
tempat sebagai sample
untuk pemeriksaan pemadatan di laboratorium.
- Urugan tanah dilakukan lapis demi lapis sesuai spesifikasi (misalnya tiap
40 cm) dan setiap lapis diikuti dengan pemadatan.
- Untuk pemadatan menggunakan alat sesuai dengan keperluannya
(stamper, baby roller atau alat pemadatan).
- Dilakukan test kepadatan tanah di lapangan sesuai spesifikasi (bila
diperlukan).
Kekuatan penahan tanah di sekeliling urugan harus selalu diperiksa.


Beton
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-19
s/d 22 ) Volume : 2,7 m3
Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Semen Portland
Pasir beton
Batu pecah
Uraian :
- Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design
betonyang akan dibuat.Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium
terhadapbahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain
PBI,Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran
( trialmix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang
telahdisetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna,
dilakukanpembersihan pada lokasi pengecoran dengan compressor
untukmenghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak- sempurnaan
hasilpengecoran.Dengan menggunakan check list pengecoran, surat
ijinpengecoran diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan
olehtim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran telah ditanda tangani,
makapengecoran dapat segera dilaksanakan.Beton segar yang dicampur
di lapangan ( site mix ) sesuai dengan prosedurpencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut untuk dicorkan kemediacor.
Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang
menjadiacuan maupun perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran,
bekistingpecah atau bekisting roboh akibat tidak kokohnya bekisting
dimaksud.Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yangdicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan
agar
betonbenar-benar padat, dan tidak terjadi keropos.Setelah selesai
pengecoran, beton dirawat dengan menggunakan air sebagaipelembabnya,
baik disiramkan maupun diberi goni basah.Bekisting dapat dibongkar
setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik


Besi
Volume : 111,1 kg
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-19 s/d
Minggu ke-22) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Besi
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang
Bahan :
Besi Beton polos/ulir
Kawat
beton Uraian
:
PERSIAPAN
1. Siapkan gambar kerja beserta Bar Bending Schedule (BBS).
2. Siapkan material besi lengkap dengan ukuran yang diperlukan.
3. Siapkan peralatan yang diperlukan seperti bar bending, bar cutter, gegep,
dll.
4. Pastikan bahwa lahan telah siap untuk di-install.
5. Potong besi sesuai dengan panjang yang dibutuhkan, sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan.
6. Bentuklah besi beton yang telah dipotong sesuai dengan gambar kerja
yang telah disetujui. Pastikan bahwa jarak tekukan harus sesuai dengan
yang telah disyaratkan.

PEMASANGAN
1. Untuk mengetahui jarak besi satu dengan yang lainnya, maka lantai
kerja harus di-marking terlebih dahulu dengan menggunakan kapur tulis.
2. Pemasangan besi dimulai dari lapisan bawah terlebih dahulu dan
dilanjutkan dengan cakar ayam.
3. Setelah bagian bawah selesai dipasang, dilanjutkan dengan lapisan
atasnya.
4. Besi di-ikat sebaik mungkin.
Pemasangan beton decking pada daerah dinding.

Bekisting
Volume : 18 m2
Jadwal pelaksanaan : (Minggu ke-19s/d
Minggu ke-22) Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Tukang Batu
Kepala Tukang
Peralatan :
Peralatan tukang batu
Bahan :
Papan kayu kelas 2
Paku biasa 2-5
Minyak begisting
Plywood 9 mm
Dolken kayu galam
Uraian :

- Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan


pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
- Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat menggunakan multiplek atau pasangan batako :
- Sebelum bekesting batako dipasang, lakukan pengukuran dengan
theodolith untuk kesikuan
dan leveling pondasi.
- Pasangan dinding batako harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat baik.
- Perkuatan terhadap pasangan dinding batako, agar pada waktu
pengecoran pasangan
dinding batako tidak ambruk/runtuh.
- Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti :
kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah schafolding :
- Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar kerja.
- Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schafolding.
- Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran.-
Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil
pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
- Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
- Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
- Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai
kebutuhan.
- Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.
PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA (K3)

A. Pendahuluan
Program keselematan dan kesehatan kerja (K3) merupakan merupakan
salah satu perwujudan kebijakan manajemen perusahaan kontruksi dalam
pencegahan kecelakaan kerja pada proyek kontruksi, kebijakan ini tidak
muncul dengan sendirinya, melainkan sebagai suatu kebutuhan untuk
mewujudkan lingkungan kerja selamat, dengan di dasari oleh landasan
hukum dari pemerintah.
Ketidaksiapan perusahaan dalam manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja dapat menimbulkan tingginya angka kecelakaan kerja (rate accident)
dan kerugian secara material pada perusahaan tersebut, sehingga semkin
lama perusahaan-perusahaan kontruksi maupun industri semakin sadar
pentingnya system K3 pada proyek-proyek yang sedang dijalankan.
B. Keselamatan kerja
a. Pengertian Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja dalam konteks teknik sipil adalah cara memelihara
kesehatan untuk seseorang yang membangun, mengoperasikan,
memelihara dan menghancurkan pekerjaan- pekerjaan teknik dan lainnya
yang dapat mempengaruhi pekerjaan tersebut.

Kecelakaan dapat saja terjadi selama masa kontruksi yang dapat


menimbulkan cedera atau luka yang dialam para pekerja pada tempat
kontruksi tersebut.Kecelakaan tersebut dapat terjadi sebelum pekerjaan
belum dimulai, ketika tahap survey, dan investigasi dari suatu proyek dan
dapat juga terjadi pada saat pekerjaan telah selesai, karena lingkup
pekerjaan kontruksi adalah dari mulai mendeisain sampai setelah kontruksi
tersebut digunakan oleh masyarakat/pengguna

Faktor keselamatan berperan sekali dalam rangka penguragan proses


angka kecelakaan pada perusahaan kontruksi. Sehingga factor
keselamatan tersebut perlu mendapat perhatian yang lebih serta langkah
apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi jumlah kecelakaan
semaksimal mungkin. Karena pada dasarnya keselamatan kerja juga dapat
diartikan sebagai kebebasan terhadap resiko yang berbahaya.

b. Tujuan keselamatan kerja


Tujuan keselamatan kerja perusahaan, diantaranya adalah :

1. Mengurangi frekuensi kecelakaan, baik kecelakaan ringan maupun


berat yang mungkin terjadi pada pelaksanaan kontruksi.
2. Meminimalisir kerusakan yang terjadi pada bangunan serta fasilitas yang
ada.
3. Untuk menyediakan kondisi kerja yang aman dan dan sehat bagi para
pekerjanya. Sebab dengan kondisi kerja yang aman, menambah
semangat dan produktivitas kerja.
4. Untuk memenuhi undang-undang yang berlaku di daerah tersebut, sebab
para umumnya
didaerah manapun, undang-undang mengharuskan adanya keselamatan
kerja pada pengelolah perusahaan.
Dengan menerapkan faktor-faktor keselamatan kerja dilapangan secara
benar dan berkesinambungan maka akan didapat manfaat kenuntungan dari
penerapan keselamatan kerja tersebut. Adapun keuntungan dari penerapan
keselamatan kerja pada proyek konstruksi adalah
:
1. Dapat mengeliminasi bahaya fatal kecelakaan, misalnya dapat
mengurangi rasa sakit serta pertolongan yang sigap untuk para pekerja bila
terjadi kecelakaan.
2. Dapat mengedentifikasikan kebutuhan pelatihan keselamatan kerja bagi
para pekerja.
3. Dapat merumuskan perencanaan faktor keselamatan pekerjaan.
4. Dapat menentukan alokasi prioritaskan dari sumber daya yang tersedia.
5. Dapat menyediakan bukti-bukti dokumentasi.
6. Dapat mengurangi resiko kerugian dalam hal financial, seperti
gangguan operasional, investasi ulang dalam berbagai bentuk, denda
untuk hal-hal kriminal, meningkatkan premi asuransi serta kerugian
material.
c. Pentingnya Keselamatan Kerja
Secara umum, penyebab utama dari kecelakaan adalah :
1. Jatuh
2. Menginjak atau menabarak benda
3. Mengangkat dan membawa barang diluar aturan
4. Mesin-mesin
5. Kelistrikan
6. Transportasi
7. Kebakaran dan ledakan
Menurut data kecelakaan yang ada, kerugian yang ditimbulkan akibat
kecelakaan kerja bukan hanya dari segi manusianya akan tetapi juga dari
segi ekonomi, diantaranya :

1. Kerusakan terhadap bangunan dan peralatan


2. Kerusakan terhadap pekerjaan yang telah selesai dikerjakan
3. Kehilangan waktu kerja produktif ketika pembersihan puing-
puing atau sisa-sisa memperbaiki pekerjaan yang rusak.
4. Mengurangi produktivitas kerja sampai ritme kerja proyek tersebut
berjalan normal kembali, juga mengembalikan semangat para pekerja akibat
trauma.
5. Kekacauan ketika terjadi penyelidikan oleh badan keselamatan.
6. Biaya legal atau denda.
7. Meningkatkan premi asuransi pada perusahaan kontruksi yang
bersangkutan
8. Mengurangi kepercayaan dan reputasi, bahkan dapat merusak citra
perusahaan.

C. Kesehatan
kerja a.
Pengertian
kerja
Dalam pekerjaan kontruksi, selain memperhatikan faktor keselamatan juga di
perlukan
perhatian pada faktor lain yaitu kesehatan. Perbedaan antara K3 terletak
pada jangka waktu dari efek yang didapatkan dari pekerjaan kontruksi.Pada
keselamatan kerja, efek dari kontruksi tersebut adalah langsung, misalnya
seperti cidera, cacat dan lain-lain.
Namum pada kesehatan kerja efeknya tidak langsung terlihat meskipun
pekerjaan kontruksi telah selesai dilaksanakan seperti gangguan
pernafasan, infeksi, gangguan pendengaran dan sebagainya.
Masalah kesehatan yang utama yang termasuk dalam pekerjaan kontruksi
dapat dikategorikan menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Bahaya kimia
- meliputi cairan, debu, gas, dan asap
2. Bahaya fisik
- meliputi dingin, panas, bunyi getaran, radiasi, ion dan non ion serta air
bertrkanan.
b. Tujuan Penerapan Kesehatan Kerja
Pada dasarnya tujuan dari kesehatan kerja juga berada dengan tujuan dari
keselamatan kerja, keduanya memiliki tujuan untuk melindungi pekerja dan
menjaga citra perusahaan, namun tujuan khusus kesehatan kerja adalah :
1. Mengurangi jumlah pekerjaan yang sakit, agar tidak mengurangi atau
menggangu
produktivitas kontruksi tersebut.
2. Untuk menjaga agar pekerja tidak terkena efek samping dari
pekerjaan kontruksi seperti debu dan getaran.
3. Untuk menyediakan kondisi tempat kerja yang sehat sehingga selama
pekerjaan kontruksi berjalan tidak memiliki dampak buruk bagi para
pekerja.
4. Untuk memenuhi undang-undang yang berlaku didaerah tersebut, sebab
pada undang-
undang yang ada juga mengharuskan untuk adanya kesehatan kerja
sehinggan dengan penggunaan faktor kerja maka dapat dikatakan
memenuhi undang-undang yang ada.

D. Manajemen K3 Dalam perusahaan


Setiap jenis manajemen K3 mempunyai elemen atau persyaratan tertentu
yang harus dibangun dalam suatu organisasi.System manajemen K3
tersebut harus dipraktekkan dalam semua divisi dalama suatu organisasi
perusahaan.System manajemen K3 harus dijaga dalam operasinya untuk
menjamin bahwa system itu memiliki peranan dan fungsi dalam manajemen
perusahaan. Elemen standar system manajemen K3 pada perusahaan kami
adalah :
1. Tanggung jawab
2. Kebijakan K3
3. Tujuan dan perencanaan
4. Penilaian resiko
5. Pengendalian resiko
6. Kesiapan emergency
7. Perbaikan berlanjutan
8. Tujuan manajemen

Untuk lebih memudahkan penerapan standar sistem manajemen K3,


berikut akan dijelaskan mengenai tahapan dan langkah-langkahnya :

1. Tahapan pertama meliputi :


a. Komitmen Manajemen Puncak
Pernyataan dan penetapan kebijakan untuk menerapkan sebuah sistem
manajemen K3 dalam perusahaan harus benar-benar menyadari bahwa
merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan
kegagalan dalam penerapan sistem Manajemen K3, komitmen manajemen
puncak juga harus dihayati dengan tindakan agar dapat diketahui dan
dipelajari oleh seluruh staf dan karyawan perusahaan.
b. Menentukan ruang lingkup
c. Menetapkan cara penerapan
d. Membentuk kelompok penerapan
Sebaikanya anggota kelompok kerja terdiri dari wakil dari setiap divisi atau
unit kerja, karena merekalah yang akan bertanggung jawab terhadap unit
kerja yang bersangkutan.
e. Menetapkan Sumber Daya yang dibutuhkan
Sumber daya ini mencakup personil, perlengkapan,
waktu dan dana f. Kegiatan penyuluhan
Penerapan sistem manajemen K3 adalah kegiatan dari dan untuk
kebutuhan personil perusahaan melalui program penyulahan.
g. Peninjauan sistem prosedur K3
h. Penyusunan jadwal kegiatan berdasarkan
- Ruang lingkup pekerjaan
- Kemampuan kelompok kerja
- Keberadaan proyek
2. Tahapan pengembangan dan
penerapan a. Pengembangan
sistem manajemen K3
Kegiatan yang harus dilakukan dalam pengembangan sistem penyusunan
prosedur kerja dan
intruksi kerja
b. Penerapan sistem, dengan cara :
- Mengumpulkan seluru staff untuk mensosialisasikan dan menjelaskan
dokumen tersebut teknis operasional
- Mulai mencoba menerepkan hal-hal yang telah ditulis, dari hambatan
dan kekurangan harus dicatat sebagai masukan untuk memperbaiki sistem
- Mengumpulkan semua catatan K3

E. Penerapan program K3
Dari lingkup bisnis yang dijalani perusahaan adalah jasa kontruksi dan
proses produksi, maka dalam penyusunan program K3, harus relevan
dengan lingkup usaha yang dijalani sehingga penerapan dapat bejalan
dengan baik dan optimal.
Secara hikari program K3 yang kami jalani adalah dengan sistem 5 langka
pengendalian resiko :
1) Menghilangkan
2) Penggantian
3) Rekayasa englneering
4) Administrasi
5) Alat pelindung diri
Adapun penjelasan dari langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :

1. Langkah pertama menghilangkan dapat kita artikan sebagai


menghilangkan bahaya, menghilangkan bahaya adalah cara paling ideal
yang dapat dilakukan dan harus menjadi pilihan pertaman dalam melakukan
pengendalian resiko. Ini berarti menghentikan peralatan atau sarana yang
dapat menimbulkan bahaya, contohnya seperti menggunakan mesin-mesin
di workshop untuk menggantikan pekerjaan manual yang berulang di tempat
kerja.
2. Langkah kedua dan ketiga penggantian dan rekayasa engineering
diartikan sebagai
mencegah /mengurangi peluang terkena resiko.
Jika bahaya tidak dapat dihilangkan maka dapat menggunakan alat
pengendali resiko yang lebih rendah tingkatnya. Alat kendali yang dimaksud
adalah :
Mengganti/subsitusi : prinsipnya adalah mengganti sumber resiko yang
besar dengan cara sarana atau prasana lain yang tingkat resikonya kecil
Isolasi : dilakukan terhadap area berbahaya baik para pekerja maupun
orang lain, seperti pemasangan pagar pembatas , pemasangan partisi
sementara, penutupan plastic pada area kerja untuk mengamankan area
publik atau area yang masih digunakan untuk dari resiko debu bising atau
lainnya.
3. Langkah ke empat ada lima adalah administrasi dan alat pelindung
diri dapat diartikan sebagai bahaya yang tidak dapat dikurangi.
Administrasi dan alat pelindung diri merupakan sarana pengendali resiko
yang paling rendah tingkatannya.
F. Alat pelindung diri
Sarana pengaman diri adalah pilihan trakhir yang dapat dilakukan untuk
mencegah bahaya terhadap pekerja.Akan tetapi penggunaan APD bukanlah
dari sumber bahaya itu. APD sebaiknya tidak digunakan sebagai sarana
pengganti dari sarana pengendali resiko lainnya. APD
disarankan hanya sebagai pelengkap pengendali lainnya agar
perlindungannya menjadi efektif.
Pekerja harus juga mengerti bahwa APD tidak dapat menghilangkan bahaya
yang akan terjadi
jika ada kecelakaan. Berbagai APD yang kami gunakan baik di area produksi
maupun antara lain :
a. Pelindung mata dan wajah
Pelindung ini harus dikenakan pada saat tugas pekerjaan
mengedentifikasikan perlunya perlindungan. Pelindung mata dan wajah
harus digunakan bila ada kemungkinan luka karena :
- Partikel beterbangan
- Logam yang meleleh
- Bahan kimia (padat, cair, gas, uap)
- Radiasi
Kacamata pelindung termasuk :
- Kacamata peindung dari cipratan bahan kimia
- Kacamata pelindung las
- Kacamata pelindung benturan
- Respirator penuh
- Perlindungan
bahaya b.
Pelindung kepala
Pelindung kepala / helm pengamanan dapat melindungi kepala saat bekerja
di area memungkinkan terjadi benturan di kepala atau luka karena benda
jatuh atau beterbangan.Sebagai tambahan pelindung kepala juga dapat
melindungi pekerja dari kejuatan listrik dan harus dikenakan para pekerja
yang berada dekat dengan konduktor listrik.
c. Pelindung kaki
Spesifikasi sepatu sebagai pelindung kaki harus sesuaikan dengan jenis
pekerjaan, antara lain :
- Sepatu dengan pelindung baja untuk operator alat berat.
- Sepatu dengan sol dan bahan isolator untuk tukang listrik atau
teknisi listrik
- Sepatu boot dan sepatu kerja untuk
pekerja umum d. Pelindung tangan :
Pelindung tangan dapat dikenakan pada saat tangan terekspose pada
bahaya, seperti luka bakar, goresan, bahan kimia, bahaya pengelasan,
dan sengatan listrik, adapun spesifikasi pelindung tangan :
- Sarung tangan kulit/bertelapak tangan kulit saat bekerja
menangani tali, kawat.
- Sarung tangan kanvas saat menangani pipa
- sarung tangan butyl, nitrile atau karet saat menangani asam,
soda api, abu soda, calcium cloria, dll
- Sarung tangan karet saat melakukan pekerjaan elektrikal.
- Sarung tangan tahan panas saat menangani selang uap atau
peralatan panas.
- Sarung tangan hydrocarbon saat bekerja dengan minyak
tanah, mineral spirit dan bahan kimia dan pelarut lainnya
-
e. Pelindung telinga
- Pekerja yang terekspose pada bising 85 dB (A) atau lebih
- Pekerja harus diberi kesempatan untuk memilih pelindung
pendengaran mereka dari berbagai jenis pelindung pendengaran yang
sesuai.
- Perusahaan akan menyediakan pelatihan tentang penggunaan
dan perawatan semua pelindung pendengaran yang tersedia
f. Pakaian pelindung
Pakaian pelindung terhadap bahaya kimia harus digunakan untuk
memberikan perlindungan pekerja yang terkena bahan-bahan berbahaya
atau beracun.Demikian juga sepatu dan peralatan lainnya.
g. Respirator
Respirator dengan penyaring udara mengalirkan udara sekitar ke dalam
elemen pembersih udara yang menghasilkan bahan pencemar.
h. Alat pelindung jatuh
Dapat juga disebut sebagai sabuk pengamanbila pekerja melakukan di
area luar gendung dan pada ketinggian.
i. Jaring pengamanan
Digunakan bila ada suatu pekerjaan yang dilakukan diatas 7,5 m dari
permukaan lantai/tanah. Untuk menghindari pekerjaan lain yang di
bawahnya tidak terkena barang-barang yang jatuh secara tidak sengaja
dari atas.
j. Pakaian tahan api
Pakaian tahan api harus digunakan di tempat kerja di mana terdapat
bahaya udara yang bisaterbakar dan atau secara mendanak.
Ketersediaan APD sebenarnya dinilai hanya dapat membantu agar
kecelakaan yang terjadi tidak berakibat fatal.Sehingga untuk melaksanakan
K3 yang lebih tepat kita juga melakukan program manajemen resiko
kecelakaan kerja.
G. Manajemen resiko K3
Langkah langkah pengandalian resiko yang dijalankan :
1) Identitas resiko
Langkah pertama dari proses manajemen resiko adalah melakukan identitas
bahaya kerja atau tempat kerja yang perpeluang mengalami kerusakan.
Pembuatan rambu-rambu atau peringatan
/ signage pada area yang dapat memungkinkan terjadi resiko keselamatan
kerja baik di area produksi maupun di area lapangan kerja.Hal yang harus
diperhatikan adalah bahaya akibat pekerjaan tidak saja terjadi pada saat
kejadian, tetapi juga terjadi dalam kurun waktu yg lama.
2) Mengevaluasi atau menilai resiko
Tujuan dari langkah ini adalah menentukan prioritas untuk tidak lanjut,
karena tidak semua aspek bahaya potensial dapat kita tindak lanjuti.
3) Menentapkan pengendalian (prioritas pengendalian)
Dalam melakukan pengendalian, hal yang harus dilakukan adalah memulai
dari tindakan yang terbesar. Tahap pertama adalah menghilangkan
penyebab bahaya, jika tidak memungkinkan maka dilakukan tindakan
pencegahan atau mengurangi peluang terkena resiko, dilakukan salah satu
atau kombinasi dari cara di bawah ini :
a. Mengganti peralatan
b. Melakukan design ulang dari
peralatan kerja c. Melakukan isolasi
sumber daya
d. Pengendalian prosedur kerja
e. Alat pelindung diri.
Demikianlah uraian secara garis besar yang dapat Kami sampaikan
sebagai usulan tentang pekerjaan-pekerjaan yang terlingkup dalam Jasa
Konstruksi Pembangunan Gedung KPPBC TMP B Atambua Tahun
2017.

Semua Item Pekerjaan tersebut di atas akan diiaksanakan sesuai


dengan spesifikasi teknis pekerjaan gambar pelaksanaan pekerjaan.

Metode pelaksanaan yang lebih detail akan dibuat setelah kami ditunjuk
sebagai pelaksana pekerjaan ini, yang akan kami sajikan sebeium
pelaksanaan di Iapangan. Tentu saja di dalam pelaksanaannya nanti dapat
timbul ide-ide baru, yang disesuaikan dengan dokumen dan gambar-
gambar dalam tender.

Semoga uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup tentang


Iangkah-Iangkah dalam peIaksanaan proyek ini.

Tenggarong, 4 Mei 2017

PT. BUMALINDO PRIMA ABADI

SUHARTO, SE
Direktur Utama