Anda di halaman 1dari 14

Laporan Hasil Observasi

Bimbingan Konseling
Analisis Permasalahan Pada Anak

Disusun Oleh :
Eti Purwanti (1506096)
Eva Hilyatul Aulia (1506098)
Fici Patikali Rosizal (1506099)
Lulu Andriyani Fitri (1507301)
Ira Amalia As-Syifa (1507299)

1B-PGPAUD

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA


KAMPUS SERANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta
hidayahnya sehingga kami bisa menyelesaikan laporan hasil observasi yang diajukan
untuk mata kuliah Bimbingan Konseling.

Dalam penulisan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam
penulisan hasil laporan observasi ini. Kami berharap, dengan membaca hasil laporan
observasi ini dapat menambah wawasan kita mengenai permasalahan pada anak usia
dini.

Laporan ini masih jauh dari sempurna, maka kami mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.Semoga makalah ini
bermanfaat untuk kita semua.

Serang, Desember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I Pendahuluan
Latar Belakang...........................................................................................................
Tujuan Observasi.......................................................................................................
Sasaran Observasi......................................................................................................
Metode Penelitian......................................................................................................

BAB II Landasan Teoritis dan Hasil Pengamatan


A. Landasan Teoritis
B. Hasil Observasi
A. Deskripsi Data....................................................................................................
B. Analisis Data......................................................................................................
BAB III PENUTUP
Kesimpulan................................................................................................................
Saran..........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada masa perkembangan anak di usia dini, anak membutuhkan banyak kasih
sayang dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Dimana, anak harus diberikan
perhatian yang penuh dan kasih sayang yang tulus.
Anak pada usia dini, harus dipersiapkan dan ditata pola hidupnya sesuai
dengan perkembangan zaman. Anak mengalami perkembangan berdasarkan
perubahan psikologis dan berdasarkan perubahan biologisnya. Untuk itu, anak tersebut
perlu diberikan arahan, perhatian, dan kasih sayang agar anak tersebut dapat
berkembang dengan keyakinan dasar yang benar.
Pada masa perubahan biologis, anak akan mengalami perubahan tubuh dan
psikoseksual. Dalam hal ini, anak harus diberikan arahan dan perhatian agar pada
masa perubahan baik itu perubahan tubuh dan psikoseksualnya, anak tidak mengalami
perasaan tidak senang dan merasa kurang perhatian. Begitu juga dengan masa
perubahan psikologisnya, anak harus benar-benar diberikan kasih sayang dan
perhatian, untuk anak dapat lebih mengerti dan terarah pola hidupnya.
Oleh karena itu, kami melakukan observasi ke Taman Kanak-kanak (TK),
untuk melihat sejauh mana anak mampu melalui masa perubahan dirinya, dengan
arahan dan bimbingan dari guru TK-nya. Dan sejauh mana, guru menghadapi
perkembangan anak baik itu perubahan psikologis dan cara berpikir anak.

B. Tujuan Observasi
Dalam melakukan observasi ini, kami bertujuan untuk mengamati adanya
permasalahan pada anak usia dini di TK Al Musyawarah, melihat bagaimana guru TK
mengatasi dan menghadapi permasalahan pada anak
Selain itu kami juga bertujuan untuk lebih memahami langsung bagaimana
tingkah laku permasalahn yang dialami anak pada masa perkembangannya dan kami
bertujuan untuk bisa lebih mengerti bagaimana cara guru menghadapi melayani anak
pada masa perkembangannya.

C. Sasaran Observasi
Yang menjadi sasaran kami dalam melakukan observasi ke TK Al Musyawarah
adalah anak-anak yang mengalami permasalahan dalam bidang kepribadian dan
akademis.
D. Metode Penelitian
1. Observasi, yaitu penyusun melakukan observasi secara langsung ke TK Al
Musyawarah.
2. Kajian Pustaka, yaitu penyusun memperoleh informasi-informasi dari buku yang terkait
dengan tugas-tugas perkembangan Anak Usia Dini.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Landasan Teoritis
Berdasarkan teori Piaget, anak akan melalui beberapa periode perkembangan
berpikir, diantara periode itu adalah periode berpikir praoperasional dan periode
intuitif. Anak yang berumur 3-5 tahun, menurut teori Piaget ini, memiliki kemampuan
berpikir konseptual. Dimana, ini dapat ditandai oleh kemampuan berpikir dengan
mempergunakan konsep-konsep yang sederhana. Anak disibukkan dengan
penggunaan simbol-simbol dalam menyatakan apa yang dipikirkan atau dipahaminya.
Anak sibuk mempergunakan bahasa untuk menolongnya mengembangkan berbagai
konsep.
Selain itu, pada periode intuitifnya, anak mampu mengambil kesimpulan
sendiri yang dasarnya tidak jelas dan pertimbangan pikiran yang tidak dapat dijelaskan
dengan kata-kata. Namun, tidak menutup kemungkinan anak pada periode ini akan
bersifat egosentris. Dimana, anak akan lebih kuat aku-nya sebab ia di kuasai oleh ego-
nya yang tinggi.
Dalam masa perkembangannya ini, anak diberikan kesempatan untuk bermain
dengan teman sebaya, agar hubungan sosialnya meluas dan ia dapat melalui periode
perkembangannya dengan terarah. Sebab, pada masa ini anak memiliki kepribadian
yang cenderung mempercayai dirinya sendiri, memiliki sifat aku yang yang kuat, dan
kepribadian yang ingin mengekplorasikan diri dan lingkungannya.
Oleh karena itu, pelayanan pada anak yang usianya masih pada perkembangan
usia dini , haruslah tepat, agar keyakinan dasar anak itu dapat terbentuk dengan baik.

Adapun tugas perkembangan anak usia dini merupakan suatu tugas yang
muncul dalam suatu periode tertentu dalam kehidupan individu. Tugas tersebut harus
dikuasai dan diselesaikan oleh individu, sebab tugas perkembangan ini akan sangat
mempengaruhi pencapaian perkembangan pada masa perkembangan berikutnya.
Menurut Havighurst, jika seorang individu gagal menyelesaikan tugas perkembangan
pada satu fase tertentu, maka ia akan mengalami kegagalan dalam pencapaian tugas
perkembangan pada masa berikutnya.

Pada setiap masa perkembangan individu, ada berbagai tugas perkembangan


yang harus dikuasai, adapun tugas perkembangan masa kanak-kanak menurut Carolyn
Triyon dan J. W. Lilienthal (Hildebrand, 1986 : 45) adalah sebagai berikut :
a) Berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Anak belajar untuk berkembang
menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan dapat memenuhi segala kebutuhannya
sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya di usia Taman Kanak-kanak.

b) Belajar memberi, berbagi dan memperoleh kasih sayang. Pada masa


Taman Kanak-kanak ini anak belajar untuk dapat hidup dalam lingkungan yang lebih
luas yang tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga saja, dalam masa ini anak
belajar untuk dapat saling memberi dan berbagi dan belajar memperoleh kasih sayang
dari sesama dalam lingkungannya.

c) Belajar bergaul dengan anak lain. Anak belajar mengembangkan


kemampuannya untuk dapat bergaul dan berinteraksi dengan anak lain dalam
lingkungan di luar lingkungan keluarga.

d) Mengembangkan pengendalian diri. Pada masa ini anak belajar untuk


bertingkah laku sesuai dengan tuntutan lingkungannya. Anak belajar untuk mampu
mengendalikan dirinya dalam berhubungan dengan orang lain. Pada masa ini anak
juga perlu menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan menimbulkan konsekuensi
yang harus dihadapinya.

e) Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat. Anak belajar


bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada berbagai jenis pekerjaan yang dapat
dilakukan yang dapat menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhannya dan
dapat menghasilkan jasa bagi orang lain. Contoh, seorang dokter mengobati orang
sakit, guru mengajar anak-anak di kelas, pak polisi mengatur lalu lintas, dan lain
sebagainya.

f) Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing. Pada masa ini anak perlu
mengetahui berbagai anggota tubuhnya, apa fungsinya dan bagaimana
penggunaannya. Contoh, mulut untuk makan dan berbicara, telinga untuk mendengar,
mata untuk melihat dan sebagainya.

g) Belajar menguasai ketrampilan motorik halus dan kasar. Anak


belajar mengkoordinasikan otot-otot yang ada pada tubuhnya, baik otot kasar maupun
otot halus. Kegiatan yang memerlukan koordinasi otot kasar diantaranya berlari,
melompat, menendang, menangkap bola dan sebagainya. Sedangkan kegiatan yang
memerlukan koordinasi otot halus adalah pekerjaan melipat, menggambar, meronce
dan sebagainya.

h) Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikan. Pada masa ini


diharapkan anak mampu mengenal benda-benda yang ada di lingkungan, dan dapat
menggunakannya secara tepat. Contoh, anak belajar mengenal ciri-ciri benda
berdasarkan ukuran, bentuk, dan warnanya. Selain dari itu, anak dapat
membandingkan satu benda dengan benda lain berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki
benda tersebut.

i) Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami anak/orang lain. Anak


belajar menguasai berbagai kata-kata baru baik yang berkaitan dengan benda-benda
yang ada di sekitarnya, maupun berinteraksi dengan lingkungannya.Contoh, anak
dapat menyebutkan nama suatu benda, atau mengajak anak lain untuk bermain, dan
sebagainya.

j) Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan.


Pada masa ini anak belajar mengembangkan perasaan kasih sayang terhadap apa-apa
yang ada dalam lingkungan, seperti pada teman sebaya, saudara, binatang kesayangan
atau pada benda-benda yang dimilikinya.

Pada dasarnya anak selalu mengalami perkembangan. Perkembangan akan


menjadi media bagi anak untuk belajar dan mengenal lingkungannya. Pada artikel
selanjutnya kita akan membahas tentang perkembangan kognitif yang terjadi pada
anak di masa prasekolah.

Salah satu dasar untuk menentukan apakah seorang anak telah mengalami
perkembagan dengan baik adalah memulai apa yang disebut dengan tugas-tugas
perkembangan atau Development Task. Tugas perkembangan masa anak menurut
Munandar (1985) adalah belajar berjalan, belajar mengambil makanan yang padat,
belajar berbicara, toilet training, belajar membedakan jenis kelamin dan dapat kerja
kooperatif, belajar mencapai stabilitas fisiologis, pembentukan konsep-konsep yang
sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik, belajar untuk mengembangkan diri
sendiri secara emosional dengan orang tua, anak saudara dan orang lain serta belajar
membedakan hal yang baik dan buruk terhadap perilaku yang kita lakukan.
Menurut Havighurts (dalam Gunarsa, 1986) tugas-tugas perkembangan pada anak
bersumber pada tiga hal, yaitu : kematangan fisik, rangsangan atau tuntutan dari
masyarakat dan norma pribadi mengenai aspirasi-aspirasinya. Tugas-tugas
perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: tugas-tugas perkembangan anak usia 0-
6 tahun, meliputi belajar memfungsikan visual motoriknya secara sederhana, belajar
memakan makanan padat, belajar bahasa, kontrol badan, mengenali realita sosial atau
fisiknya, belajar melibatkan diri secara emosional dengan orang tua, saudara dan
lainnya, belajar membedakan benar atau salah serta membentuk nurani. Tugas-tugas
perkembangan anak usia 6-12 tahun adalah menggunakan kemampuan fisiknya,
belajar sosial, mengembangakan kemampuan-kemampuan dasar dalam membaca,
menulis, dan menghitung, memperoleh kebebasan pribadi, bergaul, mengembangkan
konsep-konsep yang dipadukan untuk hidup sehari-hari, mempersiapkan dirinya
sebagai jenis kelamin tertentu, mengembangkan kata nurani dan moral, menentukan
skala nilai dan mengembangkan sikap terhadap kelompok sosial atau lembaga
(Havighurts dalam Gunarsa, 1986).

Menurut Havighurst (dalam Hurlock, 1980) tugas perkembangan pada masa anak-
anak adalah sebagai berikut:

1. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan


yang umum.
2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang
sedang tumbuh.
3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya
4. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat
5. Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan
berhitung
6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan
sehari-hari
7. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai
8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-
lembaga
9. Mencapai aktivitas kebebasan dalam pribadi.

Tugas-tugas pada masa setiap perkembangan adalah satu tugas yang timbul
pada suatu periode tertentu dalam hidup seseorang, dimana keterbatasan dalam
menyelesaikan tugas ini menimbulkan perasaan bahagia serta keberhasilan pada tugas
berikutnya, sedangkan kegagalan akan menimbulkan ketidak bahagiaan dan kesulitan
atau hambatan dalam menyelesaikan tugas berikutnya.
Namun kali ini, penulis akan membahas mengenai anak yang tidak memenuhi
tugas-tugas perkembangan yang sudah dipaparka diatas. Adanya permasalahan di TK
yang kita temukan ini sangat menggangu tugas perkembangan anak. Penulis akan
membahas permasalahn pada perkembangan anak dan memberi saran kepada anak
yang mengalami masalah dalam tugas perkembangannya.

B. Hasil Observasi
a. Deskripsi Data
Data penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi secara langsung dan kajian
pustaka dari internet yang terkait dengan permasalahan pada anak usia dini. Observasi
dilakukan pada
Hari dan tanggal : Jumat, 29 April 2016
Tempat : TK Al Musyawarah
Kelas : Kelompok B2

b. Analisis Permasalahan
Setelah kami mengamati anak-anak yang terdapat dalam kelas kelompok B 2,
kami mendapatkan permasalahn seorang anak yang mengalami permasalahan pribadi
dan akademik. Anak yang mengalami permasalahan.yaitu :
Nama : Kanaya Nafisa
Usia : 5 tahun.
Anak tersebut mengalami masalah pribadi seperti sulit bergaul dengan teman,
sering melamun di dalam kelas dan karena permasalahan pribadi tersebut membuat
Kanaya mengalami masalah akademik juga. Seperti yang di katakan oleh guru kelas
akademik Kanaya memang sedikit tertinggal oleh teman-teman yang lain
dikarenakan Kanaya sering melamun di dalam kelas dan kurang focus ketika
mengikuti pembelajaran. Permasalahan tersebut sudah di komunikasikan dengan
orang tua Kanaya dan untuk mengatasi permasalahan tersebut orang tua Kanaya
menginginkan agar guru kelas memberikan bimbingan setelah selesai sekolah.
Banyak sekali faktor yang membuat anak bengong. Ketika bengong hampir
dipastikan anak berfantasi tentang hal-hal yang menyenangkan dari pada realita yang
dihadapi anak. Sebenarnya, tidak semuanya bengong itu negatif. Bengong bisa
menjadi media bagi anak untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas berfikirnya.
Tapi memang ada batasnya, jika bengong ini sudah berlebihan dan mengganggu
fungsinya sehari-hari, sudah sepantasnya orang tua mengambil tindakan dan pada
kasus anak ini, ternyata sudah mengganggu proses belajar disekolah dan sulit
mengikuti instruksi ibu di rumah.
Melihat kondisi ini mengganggu prestasinya lebih jauh sebagaimana yang
dikhawatirkan. Namun, sebelum mengambil tindakan apapun, perlu mengetahui faktor
mengapa anak bengong. Adapun faktor-faktor yang membuat anak menjadi bengong :
1. Anak bengong karena tidaak adanya tantangan saat mengerjakan tugas karena
pelajaran terlalu mudah baginya.
2. Anak mengerjakan tugasnya lebih cepat dari pada anak lain, sehingga banyak
waktu menganggur untuk bengong.
3. Anak kesulitan dalam pelajaran yang diberikan sehingga bengong karena untuk
menghindari dari kesulitan.
4. Ada suatu kondisi tidak menyenangkan bagi anak yang terjadi di dalam keluarga,
misalnya pertengkaran orang tua, anak akan mengalami kecemasan terhadap
kondisi keluarganya dan cenderung sering bengong.
5. Ada kemungkinan anak tersebut tidk menyukai keramaian, penyendiri dan sulit
bersosialisasi dengan teman-temannya. Dan kurang nyaman dengan suasana
kelas.
Setelah mengetahui sebabnya, berikut hal-hal ynag bisa dilakukan.
1. Bicarakan dan minta bantuan guru untuk mencatat kapan saja anak bengong.

2. Bicarakan dengan orang tua murid agar guru mengetahui apakah anak melamun juga
di rumah.
3. Berikan juga waktu anak untuk bermain dengan teman-teman di luar rumah, atau ajak
anak bicara tentang masalah dan perasaannya dengan meluangkan waktu berdua saja
dengan anak. Ajak bicara dari hati ke hati untuk menggali pikiran apa yang sedang
menggaanggunya. Untuk anak yang sulit terbuka, mulai dengan menceritakan tentang
perasaan kita terlebih dahulu agar anak terpancing.
4. Periksakan anak ke dokter untuk di cek pendengaran, penglihatan dan kondisis fisik
lainnya. Anak yang mengalami kondisi kesehatan fisik juga sering terlihat bengong.
Kemudian, sebaiknya juga konsultasikan lagi ke psikologi anak. Agar tertangani
secara intensif.
5. Mencari solusi antara guru dan orang tua dalam memecahkan masalah ini.

c. Upaya Bimbingan terhadap Anak yang bermasalah


Upaya yang telah di lakukan guru kelas untuk mengatsi permasalahan pada Kanaya
antara lain :
1. Guru sering memanggil Kanaya saat pembelajaran untuk membuat Kanaya fokus
terhadap pembelajaran dan tidak melamun.
2. Guru memberikan bimbingan setelah selesai sekolah.
3. Guru meminta bantuan kepada orang tua Kanaya agar lebih memperhatikan
Kanaya saat di rumah dan membimbing ketika belajar.
4. Orang tua kanaya pun meminta gurunya untuk selalu mengarahkan kanaya agar
lebih focus dalam belajarnya.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah kami melakukan observasi ke TK, kami dapat menarik kesimpulan


bahwa permasalahan pada anak disebabkan oleh kurang perhatian dari orang tua dan
orang tua tersebut kurang memahami apa yang anaknya inginkan. Anak usia dini yang
mengalami permasalahan sebiknya mendapatkan perhatian khusus dari orangtua dan
guru. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut seperti
kordinasi antara orang tua dan guru dan melakukan bingbingan untuk orang tua agar
orang tua tersebut lebih mengerti apa yang harus dilakukan ketika anaknya mengalami
permasalahan.

B. Saran
1. Orang tua seharusnya lebih memperhatiakan perkembangan anak dari segi fisik
maupun mentalnya.
2. Cara pengajaran guru terhadap anak harus lebih diperbaiki
3. Metode ajar yang diberikan sebaiknya lebih dikuasai agar tidak ditemukan
lepasnya perhatian guru dari beberapa anak.
4. Guru harus lebih semangat ketika memberikan materi.
5. Guru lebih memperhatikan anaknya yang bermasalah
6. Guru mampu memfokusnya anak-anaknya tehadap pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA

http://anharelvinov.blogspot.com/2015/06/konsultasi.dokter.html

http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/03/tugas-tugas-perkembangan-
anak.html#ixzz3ouoCj8Px

http://anharelvinov.blogspot.com/2015/06/fase-fasedan-tugas-tugas-
perkembangan.html
LAMPIRAN