Anda di halaman 1dari 15

PENGARUH RASIO PANJANG DAN DIAMETER SILINDER TERHADAP

KEKUATAN BETON MUTU TINGGI

Nama Mahasiswa : Muhammad Fadly Wicaksono


NRP : 201310340311213
Jurusan : Teknik Sipil UMM
Mata Kuliah : Metode Penelitian

ABSTRAK

Pengujian core drill adalah salah satu metode NDT (Non Destructive Test). Hal ini
berguna untuk mendapatkan kuat tekan material beton pada struktur yang telah
dilaksanakan. Peraturan Indonesia (SNI 03-3403-1994) dan Amerika (ASTM C42/42M-03)
membahas tentang metode ini, namun dalam kedua peraturan tersebut masih membatasi
pengujian core drill hanya untuk beton dengan mutu normal (13,8 MPa 41,4 MPa)
sedangkan untuk beton dengan mutu tinggi (> 41,4 MPa) belum dapat dilakukan uji core
drill. Hal ini disebabkan belum didapatkan harga faktor pengali C1 yang akan dipakai untuk
mengoreksi hasil pengujian tekan benda uji core drill untuk beton mutu tinggi tersebut,
dimana C1 adalah faktor pengali yang berhubungan dengan rasio panjang dan diameter dari
benda uji. Penelitian ini dilakukan untuk mencoba mendapatkan pengaruh faktor pengali C1
tersebut dan memastikan apakah faktor pengali C1 bisa digunakan untuk beton mutu tinggi.
Hasil percobaan ini memastikan bahwa faktor pengali C1 tidak dapat dipakai untuk beton
mutu tinggi. Untuk beton mutu tinggi harga faktor pengali C1 sama dengan 1 dimana
perbandingan panjang dan diameter silinder harus sama dengan 2.

Kata kunci : Core drill, Beton Normal, Beton mutu tinggi, Faktor pengali C1.

1
THE INFLUENCE OF LENGTH RATIO AND DIAMETER OF CYLINDER TO THE
STRENGTH OF HIGH STRENGTH CONCRETE

ABSTRACT

Core drill testing is one of the NDT (Non Destructive Test) method. It is usefull to get
the compressive strength of a disputable concrete material. Both Indonesian (SNI 03-3403-
1994) and American (ASTM C42/42M-03) discuss about this method, but both of these rules
still border the core drill test especially normal strength concrete (13.8 MPa-41.4 MPa)
whereas high strength concrete (is bigger than 41.4 MPa) hasnt been able to be done core
drill test. It is caused correction factors value of C1 hasnt been gotten which will be used to
correct the result of compressive strength from core drill test in high strength concrete, where
C1 is correction factors which is correlated to the ratio of length to diameter of compressive
strength from core drill test. This research is practiced to get influence of correction factors
of C1 and ensure whether the correction factors of C1 can be used for high strength concrete.
This result of research ensure that correction factors of C1 cant be used of high strength
concrete. Especially for high strength concrete, its correction factors value of C1 is one (1),
where the comparation of the length ratio to diameter of cylinders has to be reached to two
(2).

Key words : Core drill, Normal Strength Concrete, High Strength Concrete, Correction
Factors of C1.

2
BAB I Semoga tugas akhir ini dapat
menjadi rujukan dalam proses core driil
PENDAHULUAN
untuk beton mutu tinggi (> 41.4 MPa)
nantinya serta dapat menjadi bahan
1.1 Latar Belakang masukkan untuk penelitian mengenai core
Beton sangat banyak dipakai secara driil kedepannya.
luas sebagai bahan bangunan. Kemajuan
pesat dibidang konstruksi harus diimbangi
oleh kemajuan teknologi beton sebagai 1.2 Perumusan Masalah
sarana pendukungnya. Dengan kemajuan Dalam tugas akhir ini permasalahan
teknologi konstruksi dewasa ini, beton yang akan dibahas adalah :
normal kadangkala sudah tidak mampu  Permasalahan utama
lagi mengatasi masalah yang timbul 1. Bagaimana hasil faktor
dilapangan. pengali C1 ?
Beton mutu tinggi merupakan salah  Detail permasalahan
satu beton yang dituntut keberadaannya 1. Bagaimana hasil perubahan
dan sekarang ini banyak pekerjaan dalam kuat tekan (fc) yang
konstruksi sudah menggunakan beton jenis mutunya sama terhadap
ini, karena beton ini memiliki kuat tekan variasi perbandingan L/D?
yang tinggi. 2. Bagaimana hasil perubahan
Beton mutu tinggi ini sangat kuat tekan (fc) bila makin
berguna dalam pekerjaan strukrur, namun tinggi mutu beton dan
belum dapat dilakukan pengujian core drill pengaruhnya terhadap
apabila pengerjaan struktur telah L/D?
terlaksana. Hal ini disebabkan belum
didapatkan harga faktor pengali C1 yang 1.3 Batasan Masalah
akan dipakai untuk mengoreksi hasil Batasan masalah yang akan dipakai
pengujian tekan benda uji core drill untuk dalam tugas akhir ini adalah :
beton mutu tinggi tersebut. Seperti yang 1. Hanya mencari pengaruh
tercantum dalam Standar Nasional perubahan kuat tekan (fc)
Indonesia khususnya tentang metode terhadap variasi perbandingan
pengambilan dan pengujian beton inti L/D dengan fc 30, 40, 50 dan
(SNI 03-3403-1994) menyatakan bahwa 60.
proses core drill hanya dalam batasan 2. Variasi perbandingan L/D
beton dengan mutu normal (13,841,4 adalah 2,00 ; 1,75 ; 1,50 ; 1,25 ;
MPa). Oleh karena itu, tugas akhir ini 1,00
mencoba mendapatkan pengaruh faktor 3. Mix design menggunakan
pengali C1 tersebut. metode American Concrete
Untuk mendapatkan harga faktor Institude (ACI).
pengali C1, kita perlu menganalisa hasil
kuat tekan (fc) yang mutunya sama serta 1.4 Tujuan
yang mutunya makin tinggi terhadap Adapun tujuan yang ingin dicapai
variasi perbandingan L/D. Variasi dalam penulisan tugas akhir ini adalah :
perbandingan L/D adalah sebagai simultan 1. Mendapatkan perubahan kuat
proses core driil di lapangan. Namun kita tekan (fc) yang mutunya sama
tetap harus menganalisa hasil kuat tekan terhadap variasi perbandingan
(fc) terhadap variasi perbandingan L/D L/D
untuk beton normal yang akan dijadikan 2. Mendapatkan perubahan kuat
sebagai parameter pembanding. tekan (fc) bila makin tinggi

3
mutu beton dan pengaruhnya dilakukan di Universitas Indonesia
terhadap L/D (UI) mutu tertinggi yang pernah
Dari dua tujuan tersebut akan dapat dihasilkan adalah 850 kg/cm2 (FX
dipastikan apakah harga faktor pengali C1 Sadtono, (1991)). Penggunaan beton mutu
untuk beton mutu normal dapat digunakan tinggi dan beton mutu sangat tinggi sudah
juga untuk beton mutu tinggi. Hasil dari banyak dijumpai terutama pada sistem
analisa inilah yang dijadikan sebagai struktur precast presstressed.
tujuan utama dari penulisan tugas akhir ini. Namun dalam perkembangannya
sampai saat ini belum dapat dilakukan
1.5 Manfaat proses core drill apabila struktur yang
Adapun manfaat dari tugas akhir menggunakan beton mutu tinggi telah
ini adalah : terlaksana, untuk itu diperlukan penelitian
1. Dari hasil penelitian ini, kita lebih lanjut mengenai proses core driil
dapat mengetahui pengaruh untuk beton mutu tinggi tersebut. Dalam
rasio panjang dan diameter penelitian tersebut akan sangat erat
silinder terhadap kekuatan kaitannya dengan ilmu statistik guna
beton yang mutunya sama dan menyimpulkan, menampilkan serta
yang mutunya makin tinggi. mengolah data yang diperoleh yang
2. Dari hasil penelitian ini, kita selanjutnya akan dianalisa.
dapat memberi usulan
mengenai harga faktor pengali 2.2 Definisi Beton Mutu Tinggi
C1 untuk beton mutu tinggi
yang akan dipakai untuk Beton mutu tinggi dapat
mengoreksi kuat tekan benda diartikan sebagai beton yang berorientasi
uji core drill. pada kekuatan yang tinggi (High Sttength
Concrete), yang mempertimbangkan
BAB II keawetan (durability) beton serta
TINJAUAN PUSTAKA kemudahan pengerjaan beton (workability)
(Francis dan Young, (1982)).
2.1 Umum Menurut Prof. Lorrain, (1991), klasifikasi
beton berdasarkan kekuatannya, dapat
Kondisi alam indonesia terutama dibagi dalam tiga kelas yaitu :
letak geografi dan iklimnya banyak 1. Beton Normal : Kuat tekan
membantu sehingga dapat memungkinkan karakteristiknya 200-500 kg/cm2
dilaksanakannya pembuatan beton bermutu dan disebut Normal Strength
sangat tinggi, yaitu beton dengan kekuatan Concrete (NSC).
lebih dari 800 kg/cm2 . Adanya bahan 2. Beton Mutu tinggi : Kuat tekan
tambah mineral dan bahan admixture karakteristiknya 500800 kg/cm2
kimia seperti silika flume, slag, fly ash, dan disebut High Sterngth Concrete
superplastizer, water reduzer derajat tinggi, (HCS).
yang digunakan untuk campuran beton 3. Beton Sangat Tinggi : Kuat tekan
merupakan indikasi adanya perkembangan karakteristiknya lebih dari 800
dalam bidang teknologi beton terutama kg/cm2 dan disebut Very High
dalam produksi beton mutu tinggi High Strength Concrete (VHSC).
Strength Concrete (HPC) dan mutu sangat Adapun menurut ACI Commitice
tinggi Very High Strength Concrete 363 State of The Art on High Strength
(VHSC). Concrete bahwasannya batasan
Hal ini telah dibuktikan dengan minimum untuk High Sterngth Concrete
adanya percobaan di ITS diperoleh mutu adalah 6000 psi (41 MPa). Setelah
tertinggi 1000 kg/cm2 (Aman dan mengetahui definisi beton mutu tinggi kita
Ubaidil, (1991)) dan penelitian yang juga perlu mengetahui konsep desainnya

4
agar dapat menerapkannya. Dinegara- kita tetap perlu mengetahui proses core
negara maju seperti Amerika ataupun drill tersebut.
Eropa penerapan beton mutu tinggi telah 2.4 Pengetesan Core drill
banyak digunakan dalam pembangunan
gedung, jembatan, terowongan dan masih Pengetesan core drill atau yang
banyak lagi. Hal ini merupakan tantangan disebut juga pemboran beton inti ialah
bagi dunia teknik sipil Indonesia untuk pengetesan terhadap benda uji beton yang
menerapkan penggunaan beton mutu tinggi berbentuk silinder hasil pengeboran pada
di Indonesia. struktur yang sudah dilaksanakan. Cara
umum untuk mengukur kekuatan beton
2.3 Konsep Disain Beton Mutu Tinggi pada aktual strukturnya adalah dengan cara
memotong beton dengan bor berbentuk
Beberapa cara yang dapat dilakukan bulat yang berputar (untuk jenis model
untuk membuat beton mutu tinggi yaitu ASTM C 42).
tertera dalam tabel (Francis dan Young, Core drill (bor beton) yang mengandung
(1983)). tulangan baja atau tanpa tulangan baja,
Tabel 2.1 Metode pembuatan beton kuat kemudian dicelupkan ke air, dibungkus,
tekan tinggi kemudian diuji dengan cara biasanya.
TIPE FAS Kuat Keterangan Dalam menilai kualitas beton hasil core
Tekan drill harus dilakukan koreksi terhadap 3
Umur faktor yaitu:
28 1. Faktor pengali C0
hari Ketentuan mengenai faktor pengali C0
(MPa) adalah sebagai berikut :
Normal 0.3- 30 Slum 50-  C0 adalah adalah faktor pengali
0.6 50 100 mm yang berhubungan dengan arah
jumlah pengambilan benda uji beton inti
semen pada struktur beton
tinggi  C0 digunakan untuk menghitung
No. 0.3- 35 Slump kuat tekan beton inti yang dikoreksi
Slump 0.45 50 kurang dari (fcc)
25 mm  Untuk menghitung (fcc) harus
jumlah dikalikan dengan faktor C0 seperti
semen yang tercantum dalam Tabel 2.2
normal berikut :
Sangat 0.2- 100 Digunakan Tabel 2.2 Faktor pengali C0
rendah 0.3 170 admixture Arah pengambilan benda uji beton inti C0
Dengan 0.3- 70 Compaction
slump 0.5 240 admixture Horizontal (tegak lurus pada arah tinggi dari 1
kecil striktur beton)
0,92
Namun apabila beton mutu tinggi telah Vertikal (sejajar dengan arah tinggi dari
dapat diterapkan dilapangan, masih ada steruktur beton)
beberapa proses yang harus dilakukan 2. Faktor pengali C1
dalam mengevaulasi kuat tekannya. Ketentuan mengenai faktor pengali C1
Terlebih lagi apabila ternyata kuat tekan adalah sebagai berikut :
yang disyaratkan tidak sesuai, untuk itu  C1 adalah faktor pengali yang
akan dilakukan proses core drill. Peraturan berhubungan dengan rasio panjang
yang ada sampai saat ini ternyata belum sesudah diberi lapisan untuk kaping
mensyaratkan pengetesan core driil untuk (l) dengan diameter () dari benda
beton mutu tinggi, namun sebagai dasar uji

5
 C1 digunakan untuk menghitung
kuat tekan beton inti yang dikoreksi d h
(fcc) C 2 = 1,0 + 1,5( ) .........(2.1)
 Apabila rasio panjang setelah diberi l
lapisan untuk kaping (l) dengan Di mana :
diameter () dari benda uji adalah D = diameter batang tulangan
1,94 l/ 2,10, C1 tidak boleh (mm)
digunakan untuk menghitung Fcc = diameter rata-rata benda
 Untuk menghitung fcc apabila l/ uji (mm)
< 1,94 , kuat tekan benda uji beton h = jarak terpendek antara
inti (fc) harus dikalikan dengan sumbu batang tulangan dengan
faktor pengali C1 seperti yang ujung benda
tercantum dalam Tabel 2.3 berikut : uji (mm)
 l = panjang benda uji
Tabel 2.3 Faktor pengali C1 sebelum diberi lapisan untuk
l/ C1 kaping (mm)
 Apabila kandungan tulangan besi
1,75 0,98
yang letaknya tegak lurus pada
1,50 0,96
sumbu benda uji jumlahnya lebih
1,25 0,93
dari satu batang, maka :
1,00 0,87
Untuk benda uji dengan
kandungan dua buah
 Apabila tidak terdapat dalam Tabel tulangan besi, apabila jarak
2.3 , C1 dapat dicari dengan cara antara dua tulangan > d
interpolasi terbesar, C2 ditentukan
 C1 dalam Tabel 2 berlaku untuk menurut rumus berikut :
beton normal dan beton ringan
dengan berat isi antara 1600-1900 C 2 = 1,0 + 1,5
d h ...........(2.2)
kg/m3, baik yang diuji tekan dalam l
keadaan kering maupun lembab Di mana :
 C1 dalam Tabel 2.3 berlaku untuk D = diameter batang
beton dengan kuat tekan silinder tulangan (mm)
antara 13,8 41,4 MPa = diameter rata-rata
benda uji (mm)
3. Faktor pengali C2 h = jarak terpendek
Ketentuan mengenai faktor pengali C2 antara sumbu
adalah sebagai berikut : batang tulangan
 C2 adalah faktor pengali karena dengan ujung
adanya kandungan tulangan besi benda uji (mm)
dalam benda uji beton inti yang l = panjang benda uji
letaknya tegak lurus terhadap sebelum diberi
sumbu benda uji lapisan untuk
 C2 digunakan untuk menghitung kaping (mm)
kuat tekan benda uji beton inti yang Untuk benda uji dengan kandungan
dikoreksi (fcc) dua buah tulangan besi, apabila
 Apabila kandungan tulangan besi jark antara dua tulangan < d
yang letaknya tegak lurus pada terbesar C2 ditentukan menurut
sumbu benda uji hanya satu batang, rumus (1) dimana yang
maka : diperhitungkan hanya satu buah
tulangan yang memberikan nilai (d
x h) terbesar.

6
dalam penelitian karena hasil analisis data
Kuat tekan benda uji beton inti yang statistik dapat digunakan sebagai alat bantu
dikoreksi, dihitung sampai dengan mengambil suatu keputusan dalam suatu
ketelitian 0,5 MPa dengan menggunkan penelitian. Pada prakteknya, peneliti sering
rumus : kali tidak benar-benar melakukan analisis
fcc = C0 x C1 x C2 x fc .(2.3) statistika dengan tepat. Hal ini disebabkan
metode-metode analisis data statistik masih
dimana : terlalu rumit dan aplikasinya
fcc = kuat tekan beton inti yang membutuhkan waktu lama. Kemudian,
dikoreksi dalam MPa aplikasi statistikapun membutuhkan biaya
fc = kuat tekan sebelum dikoreksi tidak murah. Alasan ini tidak bisa
dalam MPa dijadikan sebagai pembenaran untuk
menyalahgunakan aplikasi statistik, karena
Setelah mengetahui tentang beton mutu hasil statistik akan dijadikan bahan
tinggi, konsep disainnya serta dasar mengambil keputusan.
pengetesan core driil, kita membutuhkan Metode statistik yang digunakan
analisa statistik guna mengolah data yang dalam tugas akhir ini lebih menitik
diperoleh untuk ditarik suatu kesimpulan beratkan pada teori hipotesis, karena
dan menampilkannya secara ilmiah. nantinya akan diperoleh data aktual dari
hasil pembuatan benda uji beton yang telah
2.5 Pengertian statistika dilakukan tes tekan. Disini akan dilihat
Statistika merupakan sekumpulan bagaimana pengaruh perbandingan dari
konsep dan metode untuk mengumpulkan rasio panjang dan diameter terhadap
data, menyajikannya dalam bentuk yang variasi kuat tekan beton. Oleh sebab itu
mudah dipahami, mengalisis data, dan dibutuhkan hipotesa guna menyatakan ada
mengambil suatu kesimpulan berdasarkan atau tidak pengaruh perbandingan rasio
hasil analisis data dalam situasi yang panjang dan diameter terhadap kuat tekan
memiliki ketidakpastian dan variasi. beton? bagaimana pengaruhnya? dan
Karena sifat statistika bertolak pada cara hipotesa lainnya. Untuk itu selanjutnya kita
berfikir probabilistik, hasil pengolahan perlu mengetahui tentang teori hipotesis
data yang menggunakan metode statistik tersebut.
bukanlah hasil pasti, tetapi merupakan
hasil taksiran adanya ketidakpastian dan 2.7 Teori Hipotesis
variasi yang terjadi dalam fenomena
tertentu. Untuk membuktikan bahwa suatu
Kini, perkembangan metode pernyataan adalah benar atau salah,
statistika semakin pesat karena adanya penelitian memerlukan uji hipotesis secara
perubahan cara pandang, sekarang banyak statistik. Hipotesis statistik adalah
orang berpandangan bahwa segala pernyataan mengenai populasi yang
fenomena yang terjadi bersifat tidak pasti. digunakan untuk mengevaluasi informasi
Semakin banyak orang menyadari bahwa yang diperoleh dari populasi. Dengan
kejadian-kejadian yang dialami sulit melakukan uji hipotesis ststistik, kita akan
diperkirakan sehingga semakin banyak memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan
orang menggunakan metode statistik untuk informasi dari populasi. Ada beberapa
membantu menyelesaikan masalah. elemen uji hipotesis statistik, yaitu:
a. Hipotesis awal (H0)
2.6 Peranan Statistika dalam b. Hipotesis alternatif (H1)
Penelitian c. Statistik uji, yang diperoleh dari data
sampel
Statistika merupakan salah satu
metode analisis yang banyak digunakan

7
d. Daerah penolakan, yang secara sistematis, terstruktur, dan terarah,
menunjukkan nilai statistik uji serta dijadikan pedoman penelitian untuk
berarti menolak hipotesis awal. mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Pernyataan dalam suatu hipotesis
bisa benar atau salah dan dinyatakan MULAI
dalam :
Hipotesis awal (H0) adalah pernyataan Persiapan
benar Material dan alat
Hipotesis alternatif (H1) adalah pernyataan
salah
Air Pasir Batu pecah Semen
Hipotesis kemudian diuji secara
statistik untuk memperoleh suatu
kesimpulan. Berdasarkan informasi dari Analisa pasir : Anlisa batu pecah:
populasi, ada 2 kemumgkinan kesimpulan - Spesific gravity - Spesific gravity
- Air resapan - Ayakan
yang bisa diambil oleh pengambil - Berat volume - Air resapan
keputusan, yaitu : - Ayakan
a. Kesimpulan pertama yang mungkin - Kadar lumpur
diambil adalah menolak hipotesis awal
dan memutuskan menerima hipotesis NOT OK
alternatif, yang menyatakan bahwa Persyaratan
pernyataan mengenai suatu populasi
adalah salah. OK
b. Kesimpulan kedua yang mungkin Mix Desain:
- ACI 211.1-91 untuk
diambil adalah gagal menolak hipotesis beton normal
awal dan memutuskan bahwa - ACI 211.4R-93 untuk
pernyataan pada hipotesis alternatif beton mutu tinggi
tidak diterima.

Pengetesan Slump ASTM C.143

Pembuatan Benda Uji Silinder sebanyak 60 buah

Pembongkaran dan Perawatan

A A

Gambar 2.1. Diagram uji hipotesa Pengetesan Kuat Tekan


umur 28 hari

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Analisa Data

Metodologi penelitian ini berisi


tahapan-tahapan sistematis yang digunakan
dalam melakukan penelitian. Tahapan- KESIMPULAN DAN SARAN
tahapan tersebut merupakan suatu
kerangka berfikir yang dijadikan sebagai
acuan agar proses penelitian berjalan
SELESAI
8
Gambar 3.1 Diagram alir penelitian
BAB IV
HASIL DAN ANALISA DATA

4.1. Umum
Pada bab ini akan dijelaskan
mengenai hasil-hasil berikut
kesimpulan selama pengerjaan tugas
akhir penelitian.
Metode hasil dan analisa data
ini diawali dengan ditampilkannya
tabel yang kemudian dijadikan grafik
untuk kemudian dilakukan
pembahasan.
4.2. Analisa Data

Gambar 4.3 Grafik kuat tekan rata-rata


untuk fc 50 sebelum dan setelah dikalikan
faktor pengali C1

Gambar 4.1 Grafik kuat tekan rata-rata


untuk fc 30 sebelum dan setelah
dikalikan faktor pengali C1

Gambar 4.4 Grafik kuat tekan rata-rata


untuk fc 60 sebelum dan setelah dikalikan
faktor pengali C1

4.3. Analisa Statistik


Analisa statistik yang
digunakan untuk menyelesaikan
permasalahan dalam tugas akhir ini
dipilih menggunakan metode uji
hipotesa dengan pengujian T-test
serta akan dikoreksi menggunakan
Gambar 4.2 Grafik kuat tekan rata-rata untuk program bantu MINITAB.
fc 40 sebelum dan setelah dikalikan faktor
pengali C1

9
4.3.1 Pengujian T-test

10
11
4.3.2 Pengujian dengan MINITAB

12
13
BAB V 5.2 Saran
1. Hatihati pada proses core drill
KESIMPULAN DAN SARAN untuk beton mutu tinggi, apabila
akan dilakukan pengujian core
drill diusahakan perbandingan
Pada bab terakhir ini akan L/D harus sama dengan 2 ,
disampaikan beberapa kesimpulan dan sehingga harga faktor pengali C1
saran dari berbagai tes dan analisa yang adalah 1.
telah dilakukan dalam tugas akhir 2. Penelitian terhadap pengaruh
penelitian ini. rasio panjang dan diameter
silinder untuk beton mutu tinggi
5.1 Kesimpulan perlu dilanjutkan dengan jumlah
1. Pada beton mutu normal (13.8 sampel yang lebih banyak
MPa 41.4 MPa) perilaku sehingga dapat mengetahui
beton adalah semakin kecil nilai perilaku beton lebih mendalam
L/D semakin tinggi pula nilai guna mendapatkan harga faktor
kuat tekannya. pengali C1 yang tepat.
2. Harga faktor pengali C1 untuk
beton normal dapat
mendekatkan nilai kuat tekan
beton kekeadaan standar, hal ini
berarti harga faktor pengali C1
dapat digunakan untuk
mengoreksi kuat tekan benda
uji core drill.
3. Pada beton mutu tinggi (> 41.4
MPa) perilaku beton tidak
menentu, hal ini dapat dilihat
pada gambar 4.5 dan gambar
4.6 dimana grafiknya tampak
naik turun.
4. Harga faktor pengali C1 untuk
beton mutu tinggi tidak dapat
mendekatkan nilai kuat tekan
beton kekeadaan standar,
dimana nilai koreksinya
menyimpang jauh sehingga
harga faktor pengali C1 tersebut
tidak tepat bila digunakan untuk
beton mutu tinggi.
5. Semakin tinggi mutu beton
semakin tinggi pula nilai kuat
tekannya terhadap rasio
panjang dan diameter silinder
yang sama.

14
15