Anda di halaman 1dari 13

Pengkajian Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi &

RTL
Survey Mawas Diri Kegiatan Kegiatan

- Pengkajian - MMD - Pelatihan kader - Penilaian


hasil kegiatan
- Analisis masalah (Lokmin) - Penkes - Input,
proses,
dan potensi - Menyampaikan data - Kerjasama
output, outcome
mengatasi - Merumuskan alternatif - Pemberdayaan - RTL
masalah pemecahan masalah

Feedback

Gambar Skema Proses Keperawatan Komunitas

Output tiap pekan

I II III IV-VI VII VIII


Data Pengkajian MMRW Implementasi Evaluasi MMRW II
demografi* Tabulasi & Persiapan internal (evaluasi
Informasi penyajian implementa hasil
awal situasi data si implementasi)
wilayah** Analisa data
Instrument Dx. Kep.kom
pengkajian Renpra
tersusun

*jumlah penduduk sesuai jenis kelamin, tingkat pendidikan, morbiditas untuk menentukan
sampling

** semua kasus lengkap mulai balita-lansia (imunisasi, ASI, MPASI, ISPA, HT, DM, TB, nutrisi,
posyandu, posbindu).

1
1. Penyajian Data

Tabel 8
Distribusi Responden menurut Perilaku Mencuci Tangan
di Kelurahan Cisalak Pasar Tahun 2012 (n=48)

Mencuci Tangan Frekuensi Persentase


Benar 22 45,8
Kurang Benar 26 54,2
Total 48 100

Sumber: Hasil Survey Mahasiswa FIK tahun 2012

Berdasarkan tabel 8, dapat diketahui bahwa frekuensi anak usia sekolah yang
belum benar dalam mencuci tangan dengan sabun masih sebanyak 54,2%. Yang
dimaksud dengan perilaku benar dalam mencuci tangan yaitu apabila
menggunakan sabun pada saat sebelum makan, sebelum menyiapkan makan,
setelah BAB, dan setelah menceboki bayi/anak, serta setelah memegang
unggas/binatang (Promkes, 2008).

2. Analisa Data

ANALISIS MASALAH KESEHATAN PADA ANAK USIA SEKOLAH (Agregat


Masing2, tanpa masalah per agregat)
DI KELURAHAN CISALAK PASAR KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK
TAHUN 2012

Masalah
Data Penunjang Indikator
Keperawatan

Kader menyatakan ada 1. Demam typhoid (tifus) Resiko


beberapa anak usia adalah penyakit infeksi peningkatan
sekolah yang pernah akut yang mengenai kejadian demam
menderita tifus saluran pencernaan
tifoid pada anak
12,5% anak usia sekolah dengan gejala demam
lebih dari satu minggu, usia sekolah di
pernah menderita tifus
Sebagian besar gangguan pada Kelurahan Cisalak
pekerjaan kepala keluarga pencernaan, dan

2
Masalah
Data Penunjang Indikator
Keperawatan

adalah buruh (67.6 %) gangguan kesadaran Pasar


Responden yang (Nursalam, Rekawati, Sri
memiliki pengetahuan Utami, 2005)
kurang seputar tifus 2. Faktor penyebab tifus
sebesar 37,5%. adalah pola makan,
Responden yang kebersihan makanan
memiliki keterampilan dan lingkungan, hygiene
kurang dalam mencegah sanitasi (kualitas air dan
tifus sebesar 43,8% kebersihan jamban),
Hanya 31,3% anak usia kebiasaan tidak sehat
sekolah yang membawa (jajan sembarangan,
bekal makanan ke sekolah tidak mencuci tangan)
54,2% orang tua jarang (Noer, 1996, Sudoyo,
mengawasi jajanan yang et.al, 2006, Potter Perry,
dibeli anaknya 2005, Nursalam et.al,
43,7% anak jajan di luar 2005, Judarwanto,
kantin sekolah 2012)
54,2% anak belum 3. Penyakit tifus menular
benar dalam perilaku lewat air seni atau tinja
mencuci tangan penderita. Penularan
81,3% anak sudah benar juga dapat dilakukan
binatang seperti lalat
dalam perilaku BAB
dan kecoa yang
Banyak ditemui penjual
mengangkut bakteri
makanan yang tidak
Salmonella typhii dari
menutup barang
tempat-tempat kotor
dagangannya dan
(Judarwanto, W, 2012)
dikerumuni lalat
4. Riskesdas 2007
Kader menyatakan mengungkapkan bahwa Ketidakadekuatan
kurangnya kesadaran kejadian tifus pada anak hygiene personal
warga dalam pengelolaan usia 5-14 tahun di Jawa dan lingkungan
dan pemilahan sampah Barat sebesar 2,6%
Kader menyebutkan 5. Riskesdas 2007
sedang digalakkan mengungkapkan bahwa
program bank sampah rumah tangga yang
Sebagian besar mempraktikkan PHBS
pekerjaan kepala keluarga mencapai 38,7%
adalah buruh (67.6 %) 6. Renstra Kemenkes pada
Responden yang tahun 2014
memiliki pengetahuan menetapkan target 70%
kurang seputar demam RT yang mempraktikkan
tifoid sebesar 37,5%. PHBS
Responden yang tidak 7. Renstra Kemenkes pada
terampil dalam mencegah tahun 2014
terkena demam tifoid menetapkan target 75%
sebesar 43,8%. rumah yang memenuhi

3
Masalah
Data Penunjang Indikator
Keperawatan

54,2% orang tua jarang syarat kesehatan


mengawasi jajanan yang 8. Renstra Kemenkes pada
dibeli anaknya tahun 2014
Hanya 31,3% anak usia menetapkan target 75%
sekolah yang membawa penduduk yang
bekal makanan ke sekolah menggunakan jamban
54,2% anak belum sehat
benar dalam perilaku 9. Renstra Kemenkes pada
mencuci tangan tahun 2014
81,3% anak sudah benar menetapkan target 75%
dalam perilaku BAB tempat pengelolaan
Lingkungan rumah yang makanan yang
kotor memenuhi syarat
Banyak ditemukan lalat kesehatan
10.Riskesdas Propinsi Jawa
Barat tahun 2007
menyebutkan bahwa
perilaku hidup bersih
dan sehat (perilaku
benar dalam hal BAB
dan cuci tangan) di Kota
Depok pada kelompok
usia 10-14 tahun
merupakan kelompok
dengan persentase
terendah bila
dibandingkan dengan
kelompok usia lain,
yaitu 75,9% untuk
perilaku benar dalam
BAB, dan 42,2% untuk
perilaku benar dalam
hal cuci tangan
11.Perilaku benar dalam
hal BAB yaitu bila
bertempat di jamban
12.Perilaku benar dalam
mencuci tangan yaitu
apabila menggunakan
sabun pada saat
sebelum makan,
sebelum menyiapkan
makan, setelah BAB,
dan setelah menceboki
bayi/anak, serta setelah
memegang

4
Masalah
Data Penunjang Indikator
Keperawatan

unggas/binatang

5
1. Rencana Keperawatan

2. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA BALITA(Agregat Masing2, tanpa masalah per agregat)
3. DI KELURAHAN CISALAK PASAR KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK TAHUN 2012
4. N 5. Dx.Kep.Kom 6. Tujuan 7. Rencana Kegiatan 8. Evaluasi
o unitas 12. Strategi 13. Interve 14. Krite 15. Stand 16. Evalu
nsi ria ar ator
17. 18. 19. TUM: 27. 5 Strategi 28. 29. Afekti 32. 33.
20. Intervensi f/
21. TUK 1: Komunitas (Baca 30. Kogni
22. tif/
REFERENSI)
23. TUK 2: 31. Psiko
1. Proses
24.
Kelompok motor
25. TUK 3:
26. Dst.. 2. Empowermen
t
3. Partnership
4. Pendidikan
Kesehatan
5. Terapi
Modalitas dan
Komplemente
er
34.2 36.Koping 37. Tujuan 42. 45. 48. 51. 65.
35.( tidak efektif Umum 43. 46. 49. Terbentuk 66.Maha
C pada : 44.Proses 1. S 50. Psiko siswa
kelompok
o kelompok 38.Setelah kelompo osialisasi motor 67.Kader
self help
n lansia interven k program group lansia 68.
t dengan si kegiatan hipertensi 69.
o hipertensi di keperaw proses masing- 70.
h Kel. Tugu atan kelompok masing di 71.

6
) selama lansia RW 03, 05, 72.
8 bulan, hipertensi dan 10
koping dalam 52.Anggo
pada pengelolaa ta self
kelompo n help
k lansia hipertensi. group
hiperten 47. menga
si di Kel. 2. P lami
Tugu embentuka 53.
menjadi n self help 54.
efektif : group yaitu 55.
- Penurunan tingkat kelompok 56.
stres yang 57.
- Penurunan gejala terdiri dari 58.
fisik stres lansia 59.
- Dapat mengontrol hipertensi 60.
stress yang saling 61.
39. 62.
memberika
40. Tujuan
n 63.
Khusus
dukungan 64.
41. Setelah
dalam
dilakuka
pengelolaa
n
n
tindaka
hipertensi.
n
keperaw
atan
selama
7 bulan
diharap
kan :

7
1. Terben
tuknya
kelompok
lansia
hipertensi
(self help
group) di
tingkat RT
73.

8
74. Plan Of Action

75.

76. RENCANA KERJA (Plan Of Action/POA) KOMUNITAS PADA BALITA(Agregat Masing2, tanpa masalah per agregat)
77. DI KELURAHAN CISALAK PASAR KECAMATAN CIMANGGIS KOTA DEPOK TAHUN 2012
78.
79. 81. 83. 85. Sumber Daya
80. 82. Kegiatan 84. Tujuan 89. Penang 90. Waktu 91. Te 92. Alokas 93. Kelanjut
N gung mp i Dana an
Jawab at
94. 95. Pelatihan dan 96. Peningkatan pengetahuan 97. Mahasis 98. Rabu, 101.Aul 102.Mahasi 103.Satu
1 penyegaran kader posbindu tentang wa, 99. 30-11- a swa bulan
kader posbindu hipertensi dan pelaksanaan Ketua 2011 Kel sekali,
posbindu di RW 10 RW 10 100.Jam 08.00 ura minggu
12.30 han pertama
Tug
u
107.Mahasis 108.Kamis, 111. Aul 112.Mahasi 113.Satu
wa, 109.01-12- a swa bulan
Ketua 2011 Kel sekali,
RW 10 110.Jam 08.00 ura minggu
12.00 han pertama
Tug
u
114.

115.

9
116. Implementasi dan Evaluasi

117. Tabel 13
118. Implementasi Asuhan Keperawatan Komunitas
119. Pada Agregat Anak Usia Sekolah Dengan Resiko Demam Tifoid
120. Di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok Tahun 2012
121.

127. Analisis
122.
123. Ma 124. Indikat 125. Ke 126. Evaluas 133. P 134. P
N
salah or giatan i enduku engha
ng mbat
135. 148. Res a. A n gka kejadian tifus a. Pelatihan dan 153. St 156. W
1 iko m e n urun m e njadi 5 % Pen ye garan a. Kehadiran sebesar rength: eaknes
penin gkat (dari 12,5 % ) Kader 100 % dari 49 kadera. Moti vasi dan s:
136. an b. Terbentukn ya Posyandu y a n g diundan g, baik peran aktif a. Terbatasn ya
137. kejadian dukun gan dan peran 152. di hari I m a u p un II dari kader w a ktu ba gi
138. de ma m serta aktif dari Di A ula pelatihan Cisalak Pasar kader lain
139. tifoid pada pe m uka m as yarakat, Kantor b. 80 % kader hadir b. Kader untuk dapat
140. anak usia kader, organisasi Keca matan tepat w a ktu perca ya diri m e m p raktek
141. c. Kader antusias dan berani
sekolah di ke mas yarakatan, Ci man g gis kan cara
142. Petu gas Puskesmas, m e n gikuti jalann ya dala m pen y uluhan
R W 1-7
143. acara dan m e nja wab m e n ya m paik
Kelurahan dan A paratur 13-14 kepada
144. Kelurahan terhadap No v e m ber quiz an m a teri an g gota
Cisalak
145. d. Kader aktif m e n - risiko
Pasar upa ya pence gahan 2012 kelo mpok
146. simulasikan obesitas
149. tifus lainn ya.
147. c.Terselen g ga ran ya pen y uluhan den gan b. Masih ada
150. e. 98 % kader
pelatihan untuk cukup baik kader y a n g
m e n gikuti acara 154. Opportu
pelatih (T O T )

10
127. Analisis
122.
123. Ma 124. Indikat 125. Ke 126. Evaluas 133. P 134. P
N
salah or giatan i enduku engha
ng mbat
pe m binaan PHBS nity: m alu - m alu
untuk kader sa mpai selesai c. Adan ya untuk
d. Terjadi penin gkatan f. 100 % undan gan dukun gan m e m p raktek
pen getahuan kader m e n dapatkan m o d ul dan kerja kan cara
dan m as yarakat pelatihan seba gai sa ma y a n g m e n y uluh
tentan g pen yakit guide book baik dari 157. Threat:
tifus sebesar 20 % g. Kader m a m p u berba gai c. Sirkulasi
e. Terjadi penin gkatan m e n ya m paikan pihak: udara di
kebiasaan m e ncuci ke mbali m ateri Puskesmas, te mpat
tan gan pen y uluhan den gan Keca matan,
kegiatan
m e n g g u nakan sabun baik Kelurahan, kuran g
pada anak usia h. Pen getahuan kader
RW, RT m e ma dai
sekolah seban yak m e nin gkat sebesar d. Tersedian ya
sehin g ga
50 % 20 % (pre - post test) sarana kader sulit
f. Kader m a m p u te mpat dan untuk
m e nciptakan dan fasilitas y a n g berkonsentr
m e n g g u nakan m e dia cukup besar asi
pro mosi kesehatan dala m
den gan baik m e n unjan g
g.Kader m a m p u kegiatan
m e m berikan yang
pendidikan dilaksanakan
kesehatan kepada 155.

11
127. Analisis
122.
123. Ma 124. Indikat 125. Ke 126. Evaluas 133. P 134. P
N
salah or giatan i enduku engha
ng mbat
m as yarakat
151.
158.
159.
160.
161.
162.
163.
164.
165.
166.
167.
168.
169.
170. Rencana Tindak Lanjut

171. Tabel 15

172. Rencana Tindak Lanjut Asuhan Keperawatan Komunitas pada Anak Usia Sekolah dengan Resiko
Demam Tifoid

173. di Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok Tahun 2012

174.

175.
176. Kegi 177. Tujuan 178. 179. Sumber Daya
N atan Sasara 184. Penan 185. W 186. T 187.
n ggung aktu empat Alokas

12
i
Jawab Dan
a
188.
189. PESTA 192. Memberikan 195. Kader
1 190. (Permainan informasi dan pemahaman @ RW
Sehat dan tentang: 196. RW 1:
Terampil) a. Demam tifoid Bu Ade
b. Perilaku hidup bersih
a. Kwartet 193. 197. RW 2:
dan sehat, terutama
b. Menyusun Anak Bu Yeti 205. Mah
cara mencuci tangan 203.
gambar usia
c. Jajanan sehat 198. RW 3: 204. asiswa
c. Perlombaan seko 1x/b
191. Bu Maysaroh @ 206. Spo
lah ul
208.
209. Bye-bye a. Membiasakan CTPS di 199. RW R nsorship
194. a
2 Kuman kalangan anak usia Orang 4: ? W 207. Don
n
210. Gerakan sekolah tua 200. RW 5: atur
b. Monitoring perilaku Bu Neneng
cuci tangan anak
CTPS anak usia
pakai sabun 201. RW
sekolah di tataran
(CTPS) 6: ?
rumah tangga
202. RW 7:
Bu Kokom
216.

217.

13