Anda di halaman 1dari 4

A.

Latar Belakang

Sekitar 160 juta perempuan 15% menderita komplikasi berat,

dengan sepertiganya mengakibatkan kematian lebih dari setengah juta ibu

setiap tahun. Dari jumlah ini diperkirakan 90% terjadi di Asia dan Afrika

subsahara, 10 % di negara berkembang lainnya, dan kurang dari 1 % di

negara-negara maju. Di beberapa negara resik kematian ibu lebih tinggi

dari 1 dalam 10 kehamilan, sedangkan di negara maju resiko ini kurang

dari 1 dalam 6000.

Secara global 80% kematian ibu tergolong pada kematian ibu

langsung. Pola penyebab di mana-mana sama, yaitu perdarahan (25%),

sepsis (15%), hipertensi dalam kehamilan (12%), partus macet (8%),

komplikasi aborsi tidak aman (13%), dan sebab-sebab lain (8%).

(Sarwono, 2014)

Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah

kehamilan 28 minggu serta lebih banyak dan lebih berbahaya daripada

perdarahan kehamilan sebelum 28 minggu. Perdarahan sebelum, sewaktu

dan sesuadah bersalin adalah kelainan yang tetap berbahaya dan

mengancam jiwa ibu. (Rustam Mochtar, 2011)

Perdarahan pada kehamilan secara umum dapat disebabkan oleh

faktor obstetrik maupun non-obstetrik. Perdarahan antepartum adalah

perdarahan pada trimester terakhir kehamilan. Penyebab utama perdarahan

antepartum ialah: 1) plasenta previa, dan 2) solusio plasenta. Faktor non

obstetrik meliputi luka jalan lahir akibat jatuh, koitus atau varises yang
pecah dan oleh kelainan serviks seperti karsinoma, erosia dan polip.

(Djamhoer, 2013)

Plasenta previa lebih banyak pada kehamilan dengan paritas tinggi

dan pada usia di atas 30 tahun. Juga lebih sering terjadi pada kehamilan

ganda daripada kehamilan tunggal. Uterus bercacat ikut mempertinggi

angka kejadiannya. Pada beberapa Rumah Sakit Umum pemerintah

dilaprkan insidennya berkisar 1,7% sampai dengan 2,9 %. Di negara maju

insidensinya lebih rendah yaitu kurang dari 1% mungkin disebabkan

berkurangnya perempuan hamil paritas tinggi. Dengan meluasnya

penggunaan ultrasonografi dan obstetrik yang memungkinkan deteksi

lebih dini, insiden plasenta previa bisa lebih tinggi. (Sarwono, 2014)
B. Kerangka teori

Paritas

Vaskularisasi berkurang dan

perubahan atrofi desidua akibat

persalinan yang lalu

Aliran darah ke plasenta tidak cukup

Plasenta memperluas permukaan

mencari tempat yang banyak aliran

darah yaitu di segmen bawah rahim.

Penyebab :
Komplikasi :
1. Umur lanjut
1. Infeksi
Plasenta Previa 2. Kuretase berulang
2. Laserasi serviks
3. Riwayat seksio sesarea
3. Plasenta akreta
4. Gameli
4. Predarah yang hebat

Persalinan
premature/

Penanganan :

1. Penanganan Pasif
2. Penanganan Aktif
C. Kerangka konsep

Paritas Plasenta Previa

D. Hipotesis

Terdapat hubungan antara paritas ibu dengan kejadian plasenta previa.