Anda di halaman 1dari 3

Kasus 3

Kadar yang meningkat ALP (Alkalin Phospatase)


Terjadi peningkatan kadar ALP 5,5 kali dari normal
Anda menelepon dan memberikan data, dan diminta untuk mengomentari kadar ALP yang
meningkat..
Komentar :
ALP) merupakan enzim yang diproduksi terutama oleh epitel hati dan osteoblast (sel-sel
pembentuk tulang baru); enzim ini juga berasal dari usus, tubulus proksimalis ginjal, plasenta
dan kelenjar susu yang sedang membuat air susu. Fosfatase alkali disekresi melalui saluran
empedu. Meningkat dalam serum apabila ada hambatan pada saluran empedu (kolestasis).
Yang dapat meningkatkan kadar ALP adalah fraktur tulang, osteomalasia, sirosis hari,
hepariris dan Colestatis

Apa kemungkintan yang terjadi saat kadar APT meningkat


a. Pada saat terjadi parah tulang, sehingga tubuh akan mengeluatkan osteoblast
b. Jika kita melihat fungsi fari parameter lain, pada pasien nampaknya lebih dikarenakan
fungsi hati mereka terganggu

Isoenzim apakah yang ditingkatkan?


, terdapat 4 bentuk (isoenzim) fosfatase alkali, yaitu ALP Plasenta, germ cell ALP, ALP usus,
dan ALP non-spesifik jaringan. Isoenzim tersebutlah yang meningkat

Kasus 4
Pada kasus 4, diketahui jika pasien memiliki riwayat penyakit hiperkolesterolemia, dan
tengah menjalani terapi dengan atorvastatin 20 mg selama 2 tahun, pada pasien dilakukan
pemeriksaat fungsi hati dan diketahui terdapat ketidak normalan pada kadar ALP.

Kemungkinan terbesar mengapa pasien mengalami hal ini adalah dikarenakan terjadinya
cholestasis, yaitu kondisi dimana kegagalan cairan empedu mengalir menuju ke duodenum,
penyumbatan ini kemungkinan terjadinya kristal kolesterol pada saluran empedu tersebut,
penyumbatan saluran ini akan meningkatkan kadar ALP.
Diagnosa tambahan yang diperlukan
Pemeriksaan aspirasi duodenum (DAT) merupakan upaya diagnostik yang cukup sensitif
untuk pasien yang dicurigai menderita kolestatis
Pencitraan
1. Pemeriksaan ultrasonografi
2. Sintigrafi hati
3. Pemeriksaan kolangiografi
4.
Biopsi Hati
Gambaran histopatologik hati adalah alat diagnostik yang paling dapat diandalkan. Di
tangan seorang ahli patologi yang berpengalaman, akurasi diagnostiknya mencapai 95%
sehingga dapat membantu pengambilan keputusan untuk melakukan la-paratomi eksplorasi,
dan bahkan berperan untuk penentuan operasi Kasai. Keberhasilan aliran empedu pasca
operasi Kasai ditentukan oleh diameter duktus bilier yang paten di daerah hilus hati. Bila
diameter duktus 100- 200 u atau 150-400 u maka aliran empedu dapat terjadi.

Apa diagnostik banding yang digunakan untuk pasien tersebut?


1. Ekstrahepatik
a. Atresia bilier
b. Hipoplasia bilier, strnosis duktus bilier
c. Perforasi spontan duktus bilier
d. Massa (neoplasma, batu)
e. Inspissated bile syndrome
2. Ikelainan Intrahepatik
a. Idiopatik
1) Hepatitis neonatal idiopatik
2) Kolestasis intrahepatik persisten, antara lain :
Displasia arteriohepatik (sindrom Alagille)
Sindrom Zellweger (sindrom serebrohepatorenal)
Intrahepatic bile duct paucity
b. Genetik atau komosomal : Trisomi E, Sindrom Down, Sindrom Donahue
obstruksi intestinal, Sindrom polisplenia, Lupus neonatal.
Kasus 5
Pada kasus 5, diketahui jika kadar yang tinggi adalah GGT, sedangkan pasien merupakan
penderita yang memiliki riwayat kolesterol, salah satu resiko dari pasien yang kadat
kolesterolnya tinggi adalah dikarekan kolesterol dapat membentuk kristal dan dapat
meyumbat saluran empedu (Kolestatis)
GGT merupakan salah satu faktor analisis juga, dimana salah satu tanda kolestatis adalah
kadar GGT juga meningkat

Pemeriksaan lanjutan
Jika menderita pasien dicurigai terjadi kolestatis, maka pemeriksaaan selanjutnya adalah
sama dengan pada kasus 3, namun lebih diupayakan adalah dengan pencitraan atau biopsi,
hal ini dikarenakan metode inilaah yang paling sensitif dan mempunyai nilai kepercayaan
34,4 63% bahkan juga ada yang mengatakan sampai 95%