Anda di halaman 1dari 8

Edisi 04 | Robiul Akhir 1436 H.

T IS
GRA
Terdapat ayat al-Quran dan Hadis. Mohon tidak diletakkan di sembarang tempat

WAHABI; Penerus Salaf


yang Tak Bermazhab Salaf

Diterbitkan Oleh:

Aswaja NU Center Pakong

KH. Asad Syamsul Arin, Konferensi PAC


Mediator Berdirinya NU Muslimat NU Pakong
Topik Utama Topik Utama

WAHABI; Penerus Salaf


yang Tak Bermazhab Salaf
Oleh: Shanhaji, Lc.*

K aum Wahabi
merupakan salah
satu sekte yang
paling getol dalam

mengkampanyekan
mazhab salaf, begitu juga
paling giat mengajak umat
Islam kembali menuju
m a z h a b s a l a f. E n t a h
mazhab salaf mana yang
mereka maksud? Namun
jika diperhatikan, prilaku mereka justru meski mereka telah mengkarkan
tidak mencerminkan prilaku salaf. beliau, Muawiyah h dan sahabat lain
Bahkan, kaum Wahabi justru berada di yang ikut serta dalam proses arbitrasi
barisan terdapan yang menyimpang (tahkim). Dalam sebuah riwayat
dari mazhab salaf. Terbukti dari sikap Sayidina Ali h pernah ditanya
mereka yang cenderung menilai orang mengenai sikap beliau tentang kar-
lain kar dan syirik, padahal salaf sendiri tidaknya Khawarij. Beliau menjawab,
sangat berhati-hati dalam menilai atau Mereka tidak kar, sebab mereka lari
mengklaim orang lain kar, bahkan dari kekaran. Mereka adalah kaum
syirik. yang termakan tnah, hingga mereka
Dalam sebuah hadis, Rasulullah g, buta dan tuli hatinya.
pernah memberikan penyataan bahwa, Dalam riwayat lain Rasulullah g
barangsiapa yang mengatai saudaranya pernah marah besar terhadap Usamah
kar, maka ia akan termakan oleh bin Zaid h gara-gara masih
perkataannya sendirinya. Artinya, jika menebaskan pedangnya saat musuh
misalkan kata kufur yang dilontarkan yang ada dalam genggamannya
orang tersebut salah alamat, maka sifat mengucapkan kalimat syahadat.
kufur malah akan menimpa dirinya. Usamah h memahami bahwa, kalimat
Mungkin hadis inilah yang memotori syahadat yang diucapkan adalah
Sayidina Ali h menghindari modus untuk membela dan
pengkaran terhadap kaum Khawarij, menyelamatkan diri dari cengkraman

1 - Edisi 04 | Robiul Akhir 1436 SWAH


Membumikan Faham Ahlussunnah Wal Jamaah
Topik Utama
kematian. Sementara menurut beliau berkata: Kenapa tidak kamu
Rasulullah g, musuh tersebut harus robek saja hatinya, biar kamu tau
dipelihara darahnya, sebab telah isinya?!. Riwayat ini senada dengan
mengucapkan kalimat syahadat. Secara pernyataan bahwa, Jika terdapat 99
implisit, riwayat ini mengajak kita agar bukti akan kekaran seseorang dan 1
selalu mengedepankan sikap positif celah yang menetapkan keislamannya,
dalam menilai orang lain, terutama maka sebaiknya satu celah ini yang
dalam urusan yang berhubungan diberlakukan.
dengan keyakinan, sehingga kita tidak Bahkan al-Ghazali r menilai
gampang mengklaim atau bahwa, kesalahan cara pandang dan
mempersepsikan orang lain kar, paham yang dicetuskan Muktazilah,
bahkan musyrik. Meski kondisi yang Musyabbihah dan sekte lain, selain
dihadapi Usamah h sepertinya lebih falasifah adalah kesalahan dalam
mendukung sikapnya, mentakwil. Menurut al-Ghazali r, cara
tapi Rasulullah g pandang dan paham mereka tersebut
lebih memandang masih berputar dalam ruang lingkup
fakta lahirnya. ijtihad. Karena itu masih dalam
Karena itu pernyataan al-Ghazali r
d i u j u n g sebaiknya pengkaran dihindari,
kritiknya selagi masih ada celah untuk
terhadap menghindarinya, sebab
s i k a p menghalalkan darah dan harta orang
Usamah yang salat menghadap kiblat dan
h terang-terang mengucapkan kalimat
syahadat adalah kekeliruan. Dan,
keliru karena membiarkan seribu
orang kar hidup, lebih ringan daripada
membiarkan satu orang Islam mati,
sebab adanya klaim pengkaran.
Sedangkan menghindari pengkaran
terhadap Ahlu al-Qiblat, Ahlu al-
Ahwa' dan Ahlu bidah, menurut
imam Nawawi adalah mazhab
Ahlu al-Haq.
Sikap salaf ini
kemudian diteladani oleh
generasi Aswaja kontemporer,
seperti Said Ramadlan al-
Syeikh Said Ramadlan al-Bouti r Bouti r. Dalam bagian

Edisi 04 | Robiul Akhir 1436 - 2


Topik Utama
pertama dari bukunya yang fenomenal, dengan Umatku dalam hadis al-Iftiraq
al-Madzahib at-Tauhidiyah wa al- adalah 'Umat Ijabah' (Umat Islam),
F alsaft al-Mu'ashirah al-Bouti namun hadis tersebut tetap tidak bisa
menyampaikan bahwa sekte-sekte menjadi legalitas kebolehan
yang akan dikupas dalam bukunya mengkarkan orang atau sekte lain.
tersebut adalah sekte-sekte Islam yang Sebab 72 golongan yang kelak akan di
masih menjadi bagian dari Islam. Sebab neraka nantinya akan dikeluarkan dari
itu, sekte-sekte tersebut disebut 'sekte neraka, karena secara implisit atau
Islam'. Al-Bouty r menambahkan eksplisit dalam hadis tersebut tidak ada
bahwa, tidak boleh mengeluarkan penegasan bahwa kelak mereka akan
(mengkarkan) sekte-sekte yang ada kekal di neraka. Hal ini menunjukkan
dari Islam, sebab dalam peradaban bahwa, pandangan ideologis 72
Islam tidak ditemukan seorang yang golongan yang ada tidak sampai
menghukumi mereka kar. mengularkan mereka dari garis Islam,
Kemudian al-Bouti r mencoba karena itu mereka akan menjadi
menafsirkan hadis tentang al-Iftiraq penghuni nereka dalam waktu yang
(Terpecahnya umat Rasulullah g berjangka. Dan, nanti mereka akan
menjadi 73 golongan) yang berpotensi diangkat menuju surga.
dan menjadi akar terjadinya Dari penjelasan-penjelasan tadi
pengkaran antar sekte-sekte Islam. b i s a d i t a r i k ke s i m p u l a n ba h w a ,
Menurut beliau, Ummatku dalam menghindari pengkaran merupakan
hadis tersebut adalah 'Umat Dakwah', ciri khas salaf yang sangat dijunjung
yaitu umat nabi Muhammad g secara oleh kaum Aswaja, khusunya Asyairah.
umum, mencakup yang muslim dan non Sedangkan Wahabi yang mengklaim
muslim. Artinya, yang pecah dalam diri mereka salaf dan paling berhasil
hadis tersebut adalah umat Islam dan mengikuti ideologi dan prilaku salaf
non muslim dari umat nabi Muhammad perlu untuk diper tanyakan lagi,
g. Yang non muslim nanti semuanya mengingat pengkaran adalah ciri khas
akan di neraka, sedangkan yang yang menjadi cerminan mereka. Bahkan
muslim, sekaligus semua pecahannya menurut penulis, Wahabi lebih tepat
adalah yang selamat dan kelak akan dianggap sebagai penerus salaf yang
menjadi penghuni surga. tidak bermazhab salaf. Wallahu c a'lam
Hal senada juga disampaian bi as-shwb.
oleh Ahmad Musayyar dalam bukunya,
Al-Muqaddimah al-Firaq. Hanya saja *Jebolan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir
yang kini mengajar di Ponpes Sidogiri
beliau menambahkan catatan bahwa,
Pasuruan
meskipun misalkan yang dimaksud

3 - Edisi 04 | Robiul Akhir 1436 SWAH


Membumikan Faham Ahlussunnah Wal Jamaah
Aqidatuna

KH. Asad Syamsul Arin,


Mediator Berdirinya NU (Bag. 1)

S
udah tidak asing lagi mengenai
sejarah berdirinya Nahdlatul
Ulama yang tidak lepas dari
sentuhan spiritual Syaikhona Kholil
Bangkalan melalui KH. As'ad Syamsul
Arin sebagai mediator penyampai
pesan simbolik gurunya yang berupa
tongkat dan tasbih untuk dihaturkan ke
Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari
Jombang yang cukup memantapkan hati
beliau untuk mendirikan organisasi yang
kini terbesar di Indonesia.
Namun tidak sedikit dari kita hanya
mendengar sejarah singkatnya dari buku
maupun media lain, belum membaca
atau mendengar langsung penuturan
dari pelaku sejarahnya, KH. As'ad
Syamsul Arin sendiri. Berikut penulis KH. Asad Syamsul Ari n r
sajikan teks pidato dengan suara asli Kiai
bukanlah berupa pengarahan maupun
kelahiran Mekah itu yang awalnya
nasihat, tapi berupa cerita (sejarah).
b e r ba h a s a M a d u r a n a m u n t e l a h
Apakah kalian mau mendengarkan cerita
ditransliterasi oleh penulis ke bahasa
ini? tanya KH. As'ad kepada hadirin
Indonesia dengan sedikit penyesuaian
pada waktu itu. Kalau memang mau,
tata letak bahasa.
saya akan melanjutkannya.
Usai mengucap salam, KH. As'ad
Tentunya yang hadir ini kebanyakan
memulai pidatonya dengan basmalah
warga NU iya kan? Kalau ada yang selain
dan hamdalah yang dilanjuti dengan
NU tidak apa-apa mendengarkan. Cuma
membaca salawat atas Nabi Muhammad
yang akan saya sampaikan ini adalah
r, keluarga dan para sahabat setianya.
tentang NU, Nahdlatul Ulama, sebab
Kemudian beliau berkata:
saya ini adalah orang NU. Tidak akan
Yang akan saya sampaikan ini
berubah sampai kapan pun tetap NU!

Edisi 04 | Robiul Akhir 1436 - 4


Aqidatuna
ungkap KH. As'ad dengan suara lantang. Kiai Kholil Bangkalan, Kiai Muntaha
Jadi saya akan menceritakan ke Jengkebuan, menantunya Kiai Kholil
kalian, kenapa ada NU? Tentunya kalau Bangkalan kedatangan tamu ulama dari
mubalig-mubalig yang lain yang seluruh Indonesia yang datang
disampaikan adalah isinya kitab, namun bersamaan namun tidak mengadakan
p a d a ke s e m p a t a n i n i s a y a a ka n perjanjian (sebelumnya), yang berjumlah
membahas kenapa ada NU di Indonesia sekitar 66 ulama. Masing-masing ulama
ini. Tolong didengarkan, terutama para melaporkan, Bagaimana Kiai Muntaha,
pengurus. Baik pengurus cabang, MWC tolong sampaikan ke Kiai Kholil, saya
dan ranting. tidak berani menemuinya, termasuk
Umat Islam Indonesia sejak sekitar seluruh ulama ini berencana menemui
kurang lebih 700 tahunan dari sekarang, Syaikhona Kholil, cuma tidak berani
para aulia', para pelopor-pelopor kecuali diantar oleh Anda
Rasulullah r yang masuk ke Indonesia Terus Kiai Muntaha bertanya Apa
pertama kali membawa syariat Islam keperluan Anda?
yang mengikuti aliran salah satu empat Sekarang ini sudah mulai ada
mazhab, yang sekarang dikenal dengan kelompok-kelompok yang sangat tidak
istilah paham Ahlusunah Wal Jamaah suka terhadap ulama-ulama salaf, tidak
suka terhadap karangan mereka. Yang
atau syariatnya baginda Nabi
mau diikuti hanya Quran Hadis saja,
Muhammad r yaitu mengikuti salah satu yang lain tidak perlu diikuti. Lalu,
empat mazhab, khususnya mazhab bagaimana peninggalan para pelopor-
Sya'i yang terbesar diikuti di Indonesia. pelopor terutama Wali Songo jika paham
Mazhab-mazhab yang lain ini yang berlaku di Indonesia. Sebab
sepertinya kelompok ini
juga ada. Termasuk yang
melalui kekuasaan
dibawa Wali Songo, seperti pemerintah jajahan Hindia
Sunan Ampel, Maulana Belanda. Mohon
Ibrahim Asymoro ayahnya, sampaikan ini ke Kiai
Sunan Kalijogo, Sunan Kholil
Gunung Jati. Semuanya ini Sebelum para tamu
sampai ke kediaman Kiai
adalah pelopor-pelopor
Kholil, (yaitu ketika) masih
Islam yang membawa di Jengkebuan, Kiai Kholil
ajaran Ahlusunah Wal menyuruh Kiai Nasib
Jamaah. (seraya berkata) Nasib ke
Sekitar tahun 1920 sini! Bilang ke Muntaha, di
ketika saya ada di (pondok) Syaikhona Kholil r al-Quran sudah ada

5 - Edisi 04 | Robiul Akhir 1436 SWAH


Membumikan Faham Ahlussunnah Wal Jamaah
Aqidatuna
keterangan Belum ada NU (pada waktu itu). Padahal



paham (nyeleneh) sudah merajalela.



Tabaruk tidak boleh, orang minta
( ) barokah ke Ampel tidak boleh, minta

() syafaat ke gurunya juga tidak boleh.
Mereka ingin memadamkan cahaya Semuanya ditolak oleh kelompok
Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tersebut.
tetapi Allah (justru) menyempurnakan Hingga ada salah satu ulama
cahaya-Nya, walau orang-orang kar berkata Saya menemukan sejarah
membencinya. ( ) Dia-lah yang tulisannya Sunan Ampel sendiri. Kalau
mengutus Rasul-Nya dengan membawa tidak salah ini lalu ulama itu
petunjuk dan agama yang benar agar menyodorkan kitab yang berbentuk
Dia memenangkannya di atas segala kertas terbuat dari kayu yang cukup tebal.
agama-agama meskipun orang musyrik Saya pada waktu itu masih kecil, masih
membenci. (QS. As-Shaf: 8-9) belum dewasa, mendengarkan
Tolong ini sampaikan ke Muntaha. Ini (perkataan ulama tersebut) Sunan
sudah cukup (pinta Kiai Kholil) Ampel nulis dalam kitab ini Waktu
disuruh mengaji di Madinah oleh ayah
Jadi kalau sudah dikehendaki oleh
saya, saya pernah bermimpi bertemu
Allah Swt (sesuatu) tidak akan gagal,
Rasulillah r. Beliau berkata kepada saya
sebelum tamu sampai ke Kiai Kholil,
'Rahmatulloh, Islam Ahlusunah Wal
beliau sudah menjawabnya. Inilah
Jamaah ini bawa ke Indonesia
namanya karomah. Lalu tamu tadi itu
(Nusantara), sebab di tempat
tidak menyampaikan apa-apa lagi,
kelahirannya ini sudah tidak mampu
Cuma bersalaman. Sudah. Kami puas
melaksanakan ajaran Ahlusunah Wal
sekarang. Sebelum kami menyampaikan
Jamaah
(ke Kiai Cholil) sudah dijawab oleh
beliau kata tamu kepada kiai Muntaha. Jadi di tanah Arab tidak mampu
melaksanakan ajaran Ahlusunah wal
Tahun 1922 sekitar 46 ulama se Jawa
Jamaah. Ini sejak zamannya Maulana
mengadakan musyawarah di Kawatan
Rahmat, belum ada istilah Wahhabi atau
(Surabaya), di kediaman Mas Alwi.
yang lain pada waktu itu. Akhirnya
Termasuk yang hadir adalah ayah saya
mendapatkan kesepakatan bahwa
(KH. Syamsul Arin), kiai Sidogiri, Kiai
seluruh ulama tersebut mengadakan
Hasan Genggong, Kiai Saleh Lateng, Kiai
istikhoroh ke berbagai makam Wali
Asnawi Kudus, kiai-kiai dari Jombang
Songo. Ada yang ke Ampel, ke Sunan Giri
serta Kiai Thohir Bungkuk. (Namun pada
dan ke sunan-sunan Wali Songo yang
musyawarah tersebut) tidak
lain, paling sedikit 40 hari. Lalu ada 4
membuahkan kesimpulan. Ada yang
orang ditugas langsung ke Madinah.
berpendapat mendirikan jamiyah,
menurut yang satunya Sarikat Islam [Bersambung di edisi 05]
dikuatkan saja, menurut yang lain
organisasi Penyedar ini saja dikuatkan. Tajuz Zuhud/KISWAH

Edisi 04 | Robiul Akhir 1436 - 6


Album Kegiatan

Konferensi PAC Muslimat


NU Pakong
GLISGIS - A n w a r. B e r i k u t n y a
(8/4/1436) Tidak sambutan Ketua MWC
terasa pengurus NU Pakong yang
Muslimat periode disampaikan oleh Kiai
yang lalu sudah Fakhrurrozi Adnan.
sampai titik akhir B a r u l a h
masa jabatan. memasuki acara inti
Te n t u n y a b a n y a k dalam acara lima
kenang dan kesan s e l a m a 1 tahunan tersebut yaitu pemilihan ketua
periode tersebut. Namun tidak hanya PAC Muslimat NU Pakong. Dalam
itu, harus ada pertanggungjawaban dari pemilihan kali ini tanpa disangka Ketua
segala program yang telah terealisasi. terpilih untuk periode yang baru
Mulai dari laporan kegiatan hingga ternyata tetap diperoleh Ketua PAC
yang bersentuhan dengan nansial. Muslimat NU Pakong periode lama,
Tepat pada hari Kamis (8/4) siapa lagi kalau bukan Nyai Saudah
kemaren Pengurus Anak Cabang Anwar yang berdomisili di dusun
Muslimat NU Pakong menghelat Sumberpandan Alaskokon. Acara
Konferensi di kediaman H. Fauzi Glisgis ditutup dengan pembacaan doa oleh
Modung. Acara yang dimulai sekitar KH. Muhtarom Ahmad.
jam 9 pagi itu dibuka dengan ditandai Acara yang dikoordinir oleh PAC
dengan pembacaan surah al-Fatihah Muslimat NU Pakong itu dihadiri oleh
oleh Nyai Latifah Ahmad dari Pakong. beberapa Pengurus Cabang Muslimat
Berikutnya sambutan atas nama Panitia NU Bangkalan. Antara lain Nyai Hj.
penyelenggara yang dipresentasikan Mutmainnah Aschal selaku Ketua
oleh Nyai Kinanah. Tandziyah, Nyai Hj. Luluk Latifah, Nyai
Usai sambutan panitia, dilanjuti Hj. Susiati Sawir, Nyai Hj. Jum'atul
dengan sambutan atas nama Ketua PAC Kholisoh dan beberapa pengurus
Muslimat NU Pakong periode lama lainnya.
yang dihaturkan oleh Nyai Saudah Tajuz Zuhud/KISWAH

Staf Redaksi Buletin KISWAH


Pelindung: KH. Zubair Muntashor (Rois Syuriah PCNU Bangkalan), RKH. Fakhrillah Aschal (Ketua Tandziah
PCNU Bangkalan) Penasehat: Pengurus Cabang Aswaja NU Center Bangkalan, Pengurus MWC NU Pakong
Pemimpin Umum: Tajuz Zuhud Pemimpin Redaksi: Abdul Munim Kholil Sekretaris Redaksi: Roah
Desain Gras: Nasrullah Bendahara: Muhammad Fuad Iklan & Promosi: Rifkiyanto Sirkulasi & Distribusi:
PAC. IPNU dan IPPNU Pakong
Sekretariat: Tengginah/Sumberpandan Alaskokon Modung Bangkalan 081937393272 085733655544
aswajanucenterpakong@gmail.com /buletin-kiswah @buletinKiswah www.aswajanucenter.ga