Anda di halaman 1dari 8

1.

Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang, sesuai dengan perkembangan zaman dan
perkembangan cara berpikir manusia. Komputer bersama perangkat lunaknya adalah
merupakan alat pemenuh kebutuhan manusia yang tidak bisa dipisahkan. Salah satu software
yang sangat membantu dalam pengolahan data adalah SPSS (Statistical Product and Service
Solutions). SPSS telah muncul dengan berbagai versi, dari mulai 11, 13, dan seterusnya,
sampai saat ini sudah ada versi 20. SPSS merupakan software untuk membantu dalam
pengolahan data yang paling familiar karena mudah dalam pengoperasiannya dan dapat
memberi bantuan untuk memenuhi banyak kebutuhan olah data untuk dapat dianalisis.
Bantuan olah data yang paling sederhana dari program SPSS adalah analisis deskriptif, yang
bisa disajikan dalam bentuk chart, histogram, tabel, dll.

2. Permasalahan/Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan judul laporan ini SPSS (Statistical Product and Service
Solutions) Analisis Deskriptif, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan SPSS?
2. Apa yang dimaksud dengan analisis deskriptif? Apa hubungan analisis deskriptif dengan
program SPSS?
3. Apa saja yang dapat dihasilkan (output) dari program SPSS dalam analisis deskriptif?

3. Kajian Teori
1. SPSS (Statistical Product and Service Solutions)
SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik
cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan
menu-menu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk
dipahami cara pengoperasiannya. Beberapa aktivitas dapat dilakukan dengan mudah dengan
menggunakan pointing dan clicking mouse.
SPSS dapat membaca berbagai jenis data atau memasukkan data secara langsung ke
dalam SPSS Data Editor. Bagaimanapun struktur dari file data mentahnya, maka data dalam
Data Editor SPSS harus dibentuk dalam bentuk baris (cases) dan kolom (variables).
2. Analisis
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, analisis adalah penyelidikan
terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya
(sebab-musabab); penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya; pemecahan persoalan yg
dimulai dengan dugaan akan kebenarannya.
3. Deskriptif
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, deskriptif adalah bersifat
menggambarkan apa adanya.
4. Analisis Deskriptif
Analisis Deskriptif atau banyak disebut dengan istilah statistik deskriptif, menurut
Sugiyono (2004:169) Analisis Deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa
data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul
sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau
generalisasi.
Dalam SPSS, untuk mengolah data yang menghasilkan analisis deskriptif terdiri dari
menu Frequencies, Descriptives, Explore, Crosstabs, dan Ration. Fungsi analisis deskriptif
adalah untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh. Analisis
deskriptif berperan dalam menganalisis data-data hasil survei atau jajak pendapat.
4. Data
Contoh data yang digunakan dalam laporan ini adalah data karyawan perusahaan XY tahun
2003 mengenai umur, jenis kelamin, masa kerja, tinggi badan, serta berat badan, sebagai
berikut:

5. Langkah Kerja
a. Pertama-tama, kenali dahulu SPSS. Kolom pada SPSS disebut var yang akan diisi oleh
variabel, sedangkan baris pada SPSS bertuliskan angka yang akan diisi oleh data. Klik
variabel view untuk proses input keterangan variabel dan klik data view setelah semuanya
terisi dengan benar.
b. Pada kolom Type, Width, Decimal Variable, dan Measure dapat diubah-ubah. Contoh:
pada Name diisi Nama, maka Type nya String dan Measure nya Nominal. Klik OK.

c. Setelah mengisi keterangan pada variabel view, klik data view. Akan terisi seperti ini:
Memasukkan data pada cell-cell.

d. Data yang sudah diinput tadi akan


dianalisis sehingga dapat
dideskripsikan sesuai data. Klik Analyze pada Menu bar, pilih Descriptive Statistics, lalu
pilih Frequencies.
e. Maka akan muncul kotak dialog
Frequencies. Pindahkan semua
variabel pada kotak Variable(s).

f. Klik Statistics... dan Charts... lalu checklist


pada Percentile Values, Central Tendency,
Dispersion, dan Distribution, pada
praktikum ini beri checklist seperti gambar
dibawah ini.

g. Klik OK untuk menampilkan output berupa analisis deskriptif.

6. Hasil dan Pembahasan


Setelah klik OK pada Frequencies maka akan muncul output seperti diatas. Berdasarkan data
yang telah di input, dapat disimpulkan bahwa jumlah data Nama, Umur, Jenis Kelamin, Masa
Kerja, Tinggi Badan, dan Berat Badan adalah 10 dan tidak ada satupun data yang terlewat
(Missing).
Dari data diatas dapat diketahui bahwa:
1. Mean (rataan) dari Umur adalah 39,00, Masa Kerja adalah 16,50, Tinggi Badan adalah
159,50 dan Berat Badan adalah 56,70.
2. Median (nilai tengah) dari Umur adalah 39,00, Masa Kerja adalah 17,00, Tinggi Badan
adalah 158,50 dan Berat Badan adalah 57,50.
3. Mode (nilai yang sering muncul) dari Umur adalah 35, Masa Kerja adalah 20, Tinggi
Badan adalah 158 dan Berat Badan adalah 63.
4. Variance dari Umur adalah 32,889, Masa Kerja adalah 21,389, Tinggi Badan adalah
13,167 dan Berat Badan adalah 32,233.
5. Nilai Skewness Umur adalah 0,172, Masa Kerja adalah 0,038, Tinggi Badan adalah 0,942
dan Berat Badan adalah -0,997. Rasio Skewness adalah nilai Skewness dibagi dengan
Standard Error of Skewness.
Rasio Skewness Umur = 0,172/0,687
= 0,2503639
Rasio Skewness Masa Kerja = 0,038/0,687
= 0,05531295
Rasio Skewness Tinggi Badan = 0,942/0,687
= 1,37117904
Rasio Skewness Berat Badan = -0,997/0,687
= -1,45123726
Jika rasio Skewness berada diantara nilai -2,00 sampai dengan 2,00 maka distribusi data
adalah normal, sehingga data diatas termasuk data yang terdistribusi normal.
6. Nilai Kurtosis Umur adalah -0,568, Masa Kerja adalah -1,181, Tinggi Badan adalah 0,649
dan Berat Badan adalah 0,762. Rasio Kurtosis adalah nilai Kurtosis dibagi dengan
Standard Error of Kurtosis.
Rasio Kurtosis Umur = -0,568/1,334
= -0,42578711
Rasio Kurtosis Masa Kerja = -1,181/1,334
= -0,88530735
Rasio Kurtosis Tinggi Badan = 0,649/1,334
= 0,48650675
Rasio Kurtosis Berat Badan = 0,762/1,334
= 0,57121439
7. Nilai Minimum (terendah) dari Umur adalah 30, Masa Kerja adalah 10, Tinggi Badan
adalah 155 dan Berat Badan adalah 45.
8. Nilai Maximum (tertinggi) dari Umur adalah 49, Masa Kerja adalah 24, Tinggi Badan
adalah 167 dan Berat Badan adalah 63.
9. Sum (jumlah) dari Umur adalah 390, Masa Kerja adalah 165, Tinggi Badan adalah 1595
dan Berat Badan adalah 567.
10. Percentiles:
a. Sebanyak 25% dari data berumur sekitar 35 tahun, 50% berumur 39 tahun, dan 75%
berumur sekitar 43 tahun.
b. Sebanyak 25% dari data memiliki masa kerja 12,5 tahun, 50% memiliki masa kerja
17 tahun, dan 75% memiliki masa kerja 20 tahun.
c. Sebanyak 25% dari data memiliki tinggi badan 156,75 cm, 50% memiliki tinggi
badan 158,50 cm, dan 75% memiliki tinggi badan 162,25 cm.
d. Sebanyak 25% dari data memiliki berat badan sekitar 54 kg, 50% memiliki berat
badan 57,50 kg, dan 75% memiliki berat badan 61,50 kg.
Keterangan:
1. Frequency menunjukkan jumlah responden (dalam contoh kasus ini pegawai) yang
memiliki umur, jenis kelamin, masa kerja, tinggi badan, dan berat badan tertentu. Misal,
pegawai yang berumur 35 tahun sebanyak 2 orang, pada contoh kasus ini semua responden
berjenis kelamin laki-laki, pegawai dengan masa kerja 20 tahun ada 3 orang, hanya 1 orang
pegawai yang memiliki tinggi badan 155 cm, 2 pegawai memiliki berat badan 63 kg.
2. Percent menunjukkan persentase dari jumlah keseluruhan data yang memiliki umur, jenis
kelamin, masa kerja, tinggi badan, dan berat badan tertentu.

Dibawah ini merupakan output dari data berupa Bar Chart: