Anda di halaman 1dari 14

BAB III

PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK

3.1 Metode Proyeksi Penduduk


Salah satu faktor penting dalam perencanaan air buangan dan drainase di
suatu wilayah yaitu penduduk. Menurut Warpani (1984), penduduk adalah aspek
utama perencanaan. Salah satu kajian pada perencanaan ini yaitu sistem
penyaluran air limbah. Debit air limbah yang dihasilkan akan mengalami
peningkatan yang berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk. Oleh karena
itu diperlukan proyeksi penduduk guna memprediksi debit air limbah yang
dihasilkan. Adapun data jumlah penduduk Kecamatan Pemahan Kabupaten
Ketapang dari tahun 2005-2014 dapat dilihat pada Tabel 3.1 :
Tabel 3.1 Data Jumlah Penduduk Kecamatan Pemahan Kabupaten Ketapang
Tahun 2005-2014
TAHUN JUMLAH PENDUDUK
2005 4248
2006 6912
2007 7057
2008 7352
2009 7444
2010 4446
2011 4575
2012 4696
2013 4757
2014 4852
Sumber : Badan Pusat Statistik, 2016

Berdasarkan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya


tahun 2013 dalam Modul 04 Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Air
Limbah bahwa rencana induk pengembangan sarana dan prasarana air limbah
direncanakan untuk periode perencanaan 20 tahun. Hal tersebut bersesuaian
dengan UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembanguan
Nasional, sehingga proyeksi penduduk pada perencanaan ini yaitu 20 tahun.

3.2 Proyeksi Jumlah Penduduk


Metode yang digunakan dalam memproyeksikan jumlah penduduk untuk
20 tahun yaitu metode Aritmatik, metode Geometri, dan metode Least Square.
Sebelum menentukan metode proyeksi yang tepat pada data jumlah penduduk,
maka dilakukan perhitungan proyeksi menggunakan beberapa metode.
Selanjutnya, dipilih salah satu metode yang paling tepat dengan melihat korelasi
(r) dan standar deviasi.
Proyeksi penduduk ini dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu :
a. Metode Aritmatika
Metode ini biasanya disebut juga dengan rata-rata hilang. Metode ini
digunakan apabila data berkala menunjukkan jumlah penambahan yang relatif
sama setiap tahun. Hal ini terjadi pada kota dengan luas wilayah yang kecil,
tingkat pertumbuhan ekonomi rendah dan perkembangan kota tidak terlalu pesat.
Pada metode aritmatika ini, jumlah penduduk tahun n (Pn) adalah :
T 2 T 1

Pn = Po + Ka (Tn-To) ; Ka = P2 P 1 ........................................(3.1)

Keterangan :
Pn = Jumlah penduduk pada tahun ke-n
Po = Jumlah penduduk pada tahun dasar
Tn = Tahun ke-n
To = Tahun dasar
Ka = Konstanta aritmatik
P1 = Jumlah penduduk yang diketahui pada tahun pertama
P2 = Jumlah penduduk yang diketahui pada tahun terakhir
T1 = Tahun pertama
T2 = Tahun terakhir
Diketahui : Data jumlah penduduk pada tahun dasar yaitu 2005 adalah 4248
jiwa.
Data jumlah penduduk pada tahun terakhir yaitu 2014 adalah 4852
jiwa.
Ditanya : Berapa proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2006 ?
Tabel 3.2 Perhitungan Metode Aritmatika

Tahun
Y Ka n Yn
(x)
2005 4248 0 4248
2006 6912 1 4315
2007 7057 2 4382
67,111111
2008 7352 3 4449
1
2009 7444 4 4516
2010 4446 5 4584
2011 4575 6 4651
2012 4696 7 4718
2013 4757 8 4785
2014 4852 9 4852
JUMLA
20095 56339 67,1111111 45 45500
H
48524248
Ka = 20142005 = 67,11

P2006 = Po + Ka (Tn-To)
= 4248 + 67,11 (2006-2005)
= 4248 + 67,11 (1)
= 4315
Hasil proyeksi penduduk dari tahun 2005 sampai dengan 2014 dapat dilihat
pada Tabel 3.3 berikut :

Tabel 3.3 Proyeksi Penduduk dengan Metode Aritmatika

Jumlah Penduduk
No Tahun
Asal Proyeksi
1 2005 4248 4248
2 2006 6912 4315
3 2007 7057 4382
4 2008 7352 4449
5 2009 7444 4516
6 2010 4446 4584
7 2011 4575 4651
8 2012 4696 4718
9 2013 4757 4785
10 2014 4852 4852
b. Metode Geometri
Metode ini digunakan bila data menunjukkan peningkatan yang pesat dari
waktu ke waktu. Jadi pertumbuhan penduduk dimana angka pertumbuhan adalah
sama atau konstan untuk setiap tahun.
Pn = Po (1+r)n................................................................................................................................................... (3.2)
Keterangan :
Po = data eksisting jumlah penduduk pada tahun pertama
r = rata-rata antara dua tahun yang berdekatan
n = selang waktu antara tahun yang diproyeksi dengan tahun terakhir data
(dimulai dari 0, 1, 2, ......, dst)
Diketahui : Data jumlah penduduk pada tahun dasar yaitu 2005 adalah 4248
jiwa.
Data jumlah penduduk pada tahun terakhir yaitu 2014 adalah 4852
jiwa.
Ditanya : Berapa proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2008 ?
Tabel 3.4 Perhitungan Metode Geometri

Tahun (x) Y r N Yn
2005 4248 0 0 4248
2006 6912 0,62711864 1 4814
2007 7057 0,28889579 2 5455
2008 7352 0,20062393 3 6182
2009 7444 0,15054991 4 7006
2010 4446 0,00915294 5 7939
2011 4575 0,01243643 6 8997
2012 4696 0,01442633 7 10196
2013 4757 0,01424665 8 11554
2014 4852 0,01488105 9 13094
JUMLAH 20095 56339 1,33233168 45 79485
Rata-Rata 2009,5 5633,9 0,13323317 4,5 7948,5

Rasio 2008 =
n Pn
Po
1

= 3 7352
4248
1

= 0,20062393
Kemudian mencari rasio rata-rata selama 10 tahun, didapat rata-rata rasio sebesar
0,13323317.
P2008 = 4248 (1+r)n
= 4248 (1+ 0,13323317)3
= 6182
Hasil proyeksi penduduk dari tahun 2005 sampai dengan 2014 dapat dilihat
pada Tabel 3.5 berikut :

Tabel 3.5 Proyeksi Penduduk dengan Metode Geometri

Jumlah Penduduk
No Tahun
Asal Proyeksi
1 2005 4248 4248
2 2006 6912 4814
3 2007 7057 5455
4 2008 7352 6182
5 2009 7444 7006
6 2010 4446 7939
7 2011 4575 8997
8 2012 4696 10196
9 2013 4757 11554
10 2014 4852 13094
c. Least Square
Y(t) = a + b.x............................................................................................(3.3)
Keterangan :
Y(t) = nilai perkiraan jumlah penduduk (jiwa)
a,b = konstanta
x = selisih tahun perkiraan dengan tahun dasar perhitungan
untuk mencari nilai a dan b dapat digunakan rumus berikut ini :
a= y b . x .........................................................................................(3.4)

x


2
x 2 .....................................................................(3.5)
n
n xy x y
b=

Diketahui : Data jumlah penduduk pada tahun dasar yaitu 2005 adalah 4248
jiwa.
Data jumlah penduduk pada tahun terakhir yaitu 2014 adalah 4852
jiwa.
Ditanya : Berapa proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2006 ?

Tabel 3.6 Perhitungan Konstanta untuk Metode Least Square


TAHUN Xi Yi XiYi Xi2
2005 1 4248 4248 1
2006 2 6912 13824 4
2007 3 7057 21171 9
2008 4 7352 29408 16
2009 5 7444 37220 25
2010 6 4446 26676 36
2011 7 4575 32025 49
2012 8 4696 37568 64
2013 9 4757 42813 81
2014 10 4852 48520 100
55 56339 293473 385
Rata-rata 5,5 5633,9 29347,3 38,5
Maka nilai a dan b adalah :
10 ( 293473 )(55 x 56339)
b= = -198,68
( 10 x 385 )(552)

a=5633,9(198,68 x 5,5) = 6726,67

Sehingga didapatkan persamaan :


Y(t) = 6726,67+ -198,68.x
Maka untuk perhitungan tahun 2006 proyeksi jumlah penduduk sebanyak :
Y(t) = a + b.x
= 6726,67 + -198,68 (1)
= 6727
Hasil proyeksi penduduk dari tahun 2005 sampai dengan 2014 dapat
dilihat pada Tabel 3.7 berikut :
Tabel 3.7 Proyeksi Penduduk dengan Metode Least Square

Jumlah Penduduk
No Tahun
Asal Proyeksi
1 2005 4248 6727
2 2006 6912 6528
3 2007 7057 6329
4 2008 7352 6131
5 2009 7444 5932
6 2010 4446 5733
7 2011 4575 5535
8 2012 4696 5336
9 2013 4757 5137
10 2014 4852 4939

d. Pemilihan Metode Proyeksi


Metode proyeksi yang dipilih adalah metode dengan standar deviasi
(penyimpangan) yang terkecil dan r korelasi yang mendekati 1. Untuk
perhitungan standar deviasi (SD), dapat menggunakan rumus :


2 2
( YnY ) ( YnY ) /n
Standar Deviasi = .....................................(3.6)
n

Keterangan :
n = banyaknya tahun pada data eksisting
Yn = proyeksi jumlah penduduk tahun ke n
Y = jumlah penduduk tahun ke n
Selanjutnya untuk menentukan r korelasi dapat menggunakan rumus :
X
( Y n)



N

x
R= yn ................................................................................(3.7)
N Y n ( )
2 2





XY n
N

Keterangan :
N = jumlah data
X = variabel x
Y = jumlah proyeksi penduduk
Adapun standar deviasi dan koefisien korelasi pada setiap metode sebagai
berikut :
1) Metode Aritmatika
Tabel 3.8 Perhitungan Standar Deviasi dan Koefisien Korelasi Metode Aritmatika

Tahun
x2 Y Yn Yn2 Y-Yn (Y-Yn)2 Xyn
(x)
2005 4020025 4248 4248 18045504 0 0 8517240
2006 4024036 6912 4315 18619225 -2597 6744409 8655890
2007 4028049 7057 4382 19201924 -2675 7155625 8794674
2008 4032064 7352 4449 19793601 -2903 8427409 8933592
2009 4036081 7444 4516 20394256 -2928 8573184 9072644
2010 4040100 4446 4584 21013056 138 19044 9213840
2011 4044121 4575 4651 21631801 76 5776 9353161
2012 4048144 4696 4718 22259524 22 484 9492616
2013 4052169 4757 4785 22896225 28 784 9632205
2014 4056196 4852 4852 23541904 0 0 9771928
-
Jumla 4038098 5633 4550 20739702 3092671
20095 1083 91437790
h 5 9 0 0 5
9


2 2
( YnY ) ( YnY ) /n
Standar Deviasi =
n

= 3092671530926715/10
10

= 1668,353784
X
( Yn)



N

x
R = yn
N Yn ( )
2 2





XYn
N

40380985

45500


2
= 10 X 207397020
10 X 40380985( 2) X


10 X 9143779020095 X 45500

= 0,99999918545
2) Metode Geometri
Tabel 3.9 Perhitungan Standar Deviasi dan Koefisien Korelasi
Metode Geometri

Tahun
x2 Y Yn Yn2 Y-Yn (Y-Yn)2 Xyn
(x)
2005 4020025 4248 4248 18045504 0 0 8517240
2006 4024036 6912 4814 23174596 -2098 4401604 9656884
2007 4028049 7057 5455 29757025 -1602 2566404 10948185
2008 4032064 7352 6182 38217124 -1170 1368900 12413456
2009 4036081 7444 7006 49084036 -438 191844 14075054
2010 4040100 4446 7939 63027721 3493 12201049 15957390
2011 4044121 4575 8997 80946009 4422 19554084 18092967
1019 10395841
2012 4696
4048144 6 6 5500 30250000 20514352
2013 4052169 4757 11554 13349491 6797 46199209 23258202
6
1309 17145283
2014 4852
4056196 4 6 8242 67930564 26371316
Jumla 4038098 5633 7948 2314 18466365 15980504
20095 711158183
h 5 9 5 6 8 6


2 2
( YnY ) ( YnY ) /n
Standar Deviasi =
n

= 184663658184663658/10
10

= 4076,730212
X
( Yn)



N

x
R = yn
N Yn2( 2)




XYn
N

40380985

79485 2

10 X 711158183
= 10 X 40380985( 2) X


10 X 15980504620095 X 79485

= 0,987862
3) Metode Least Square
4) Tabel 3.10 Perhitungan Standar Deviasi dan Koefisien Korelasi
Metode Geometri

Tahun x x2 Y Yn Yn2 Y-Yn (Y-Yn)2 Xyn


2005 1 1 4248 6727 45252529 2479 6145441 6727
2006 2 4 6912 6528 42614784 -384 147456 13056
2007 3 9 7057 6329 40056241 -728 529984 18987
2008 4 16 7352 6131 37589161 -1221 1490841 24524
2009 5 25 7444 5932 35188624 -1512 2286144 29660
2010 6 36 4446 5733 32867289 1287 1656369 34398
2011 7 49 4575 5535 30636225 960 921600 38745
2012 8 64 4696 5336 28472896 640 409600 42688
2013 9 81 4757 5137 26388769 380 144400 46233
2014 10 100 4852 4939 24393721 87 7569 49390
Jumla 5633 5832 34346023
20095 55 385 1988 13739404 304408
h 9 7 9


2 2
( YnY ) ( YnY ) /n
Standar Deviasi =
n

= 1373940413739404 /10
10

= 1112,001061
X
( Yn)



N

x
R = yn
N Yn2( 2)




XYn
N

55

58327 2

10 X 343460239
= 10 X 385( 2) X


10 X 30440855 X 58327

= -0,999999883
Berdasarkan hasil perhitungan standar deviasi dan koefisien korelasi pada
setiap metode, maka dapat dipilih metode sesuai dengan ketentuan sebagai
beikut :
r < 0, kedua data memiliki korelasi yang kuat tetapi bernilai negatif dan
memiliki hubungan berbandi terbalik satu sama lain.
r = 0, kedua data tidak berkorelasi
r > 0, kedua data memiliki korelasi kuat dan memiliki hubungan positf yang
berbanding lurus satu sama lain.
Metode proyeksi penduduk yang dipilih adalah metode yang memiliki nilai
faktor korelasi paling besar (paling mendekati 1) dan nilai standar deviasi paling
kecil. Adapun perbandingan koefisien korelasi dan standar deviasi dapat dilihat
pada Tabel 3.11:
Tabel 3.11 Pemilihan Metode Proyeksi

Metode Proyeksi Penduduk


Aritmatika Geometri Least Square
0,99999918544587
Standar Deviasi 0,987862017 -0,999999883
3
R 1668,353784 4076,730212 1112,001061
Berdasarkan Tabel 3.11 di atas dapat dilihat bahwa nilai R pada metode
aritmatika adalah 0.9999 1 dengan nilai standar deviasi terkecil yaitu
1668,353784. Hasil perhitungan Tabel 3.11 diinput kedalam sebuah grafik, grafik
tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.1 :
PROYEKSI PENDUDUK
7100 14000

6600 12000

10000
6100
8000
PENDUDUK 5600
6000
5100
4000

4600 2000

4100 0
2004 2006 2008 2010 2012 2014 2016

TAHUN

ARITMATIKA LEAST SQUARE GEOMETRI

Gambar 3.1 Perbandingan proyeksi penduduk


Grafik di atas menunjukkan kecendrungan proyeksi penduduk setiap
metode. Metode aritmatika memiliki garis tren yang naik dan stabil. Sedangkan
pada kedua metode lainnya memiliki garis tren yang cendrung turun. Oleh karena
itu metode aritmatika dipilih sebagai metode proyeksi jumlah penduduk
Kecamatan Pemahan Kabupaten Ketapang periode perencanaan selama 20 tahun.
Adapun proyeksi jumlah penduduk dari tahun 2018 hingga 2037 dapat dilihat
pada Tabel 3.12 berikut :
Tabel 3.12 Proyeksi Pertumbuhan Penduduk
N
Tahun Jumlah Penduduk
o
1 2018 5120
2 2019 5188
3 2020 5255
4 2021 5322
5 2022 5389
6 2023 5456
7 2024 5523
p8 2025 5590
9 2026 5657
10 2027 5724
11 2028 5792
12 2029 5859
13 2030 5926
14 2031 5993
15 2032 6060
16 2033 6127
17 2034 6194
18 2035 6261
19 2036 6328
20 2037 6396
Hasil perhitungan pada Tabel 3.12 di atas, jumlah penduduk Kecamatan
Pemahan pada tahun 2037 berjumlah 6396 jiwa (proyeksi 20 tahun). Berdasarkan
Ditjen Cipta Karya tahun 2000 banyaknya penduduk kurang dari 20000 masuk
kedalam kategori pedesaan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Kecamatan
Pemahan Kabupaten Ketapang termasuk kedalam kategori pedesaan.