Anda di halaman 1dari 3

PERMINTAAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM,

PENERIMAAN SPESIMEN, PENGAMBILAN


SPESIMEN DAN PENYIMPANAN SPESIMEN
No. Dokumen : SPO/UKP/VIII/
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/1
UPTD
PUSKESMAS dr. Hendi Fitriyadi Z.
NIP. 19830723 201001 1 008
DTP CIRUAS
1. Pengertian
Sebagai acuan penerapan langkah langkah dalam pengiriman sampel ke
2. Tujuan
laboratorium
SK Kepala UPTD Puskesmas DTP Ciruas No. 076/Kapus/SK/III/2016 tentang
3. Kebijakan Permintaan Pemeriksaan Laboratorium, Peneriman Sampel, Pengambilan Sampel dan
Penyimpanan Sampel
1. Permenkes No. 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat
4. Referensi Kesehatan Masyarakat.
2. Pedoman Nasional Pemeriksaan Laboratorium.
5. Prosedur

6. Langkah A. Permintaan Pemeriksaan Laboratorium


langkah 1. Pasien datang ke Puskesmas, keluarga pasien mendaftar di bagian pendaftaran
(loket) sesuai dengan kebutuhan/unit pelayanan yang dituju.
2. Dokter/paramedis melakukan pemeriksaan kepada pasien. Apabila pasien
memerlukan pemeriksaan laboratorium, dokter/paramedis menjelaskan
kepada pasien bahwa diperlukan pemeriksaan laboratorium.
3. Bila pasien setuju dilakukan pemeriksaan laboratorium, dokter membuat surat
pengantar untuk pasien yang memerlukan pemeriksaan laboratorium.
4. Pasien pergi ke ruang laboratorium untuk kemudian menyerahkan surat
pengantar pemeriksaan laboratorium dan diserahkan ke petugas laboratorium.
5. Petugas laboratorium memeriksa formulir permintaan laboratorium yg di bawa
oleh pasien kemudian menjelaskan kepada pasien pemeriksaan apa saja yg
akan dilakukan.
6. Petugas laboratorium mencatat identitas pasien di buku register laboratorium,
kemudian mempersiapkan peralatan untuk pengambilan specimen selanjutnya
dilakukan pengambilan specimen.
7. Petugas laboratorium membawa spesimen yang sudah diambil untuk
dilakukan pemeriksaan.
8. Apabila hasil pemeriksaan laboratorium sudah selesai, petugas laboratorium
mengantarkan hasil pemeriksaan ke unit pelayanan.
B. Penerimaan Spesimen
1. Setelah dilakukan pengambilan spesimen oleh petugas laboratorium, spesimen di beri
label identitas pasien tersebut kemudian dibawa ke laboratorium.
2. Spesimen diterima oleh analis yang bertugas
3. Analis melakukan pemeriksaan terhadap spesimen tersebut.

1/1
C. Pengambilan Spesimen
1. Pengambilan darah Vena
a. Petugas laboratorium melakukan desinfeksi daerah vena mediana cubiti
dengan kapas alkohol 70 % kemudian biarkan kering.
b. Pasang ikatan pembendung/torniquet diatas fossa cubiti.
c. Pasien diminta untuk mengepal dan membuka tanganya beberapa kali agar
vena terlihat jelas.
d. Spuit/syringe ditusukkan diatas vena dengan tangan kanan sampai
menembus lumen vena, kemudian lepaskan ikatan pembendung/tourniquet.
e. Petugas lab mengambil spesimen darah sesuai yang dibutuhkan kemudian
simpan kapas alcohol diatas jarum/syringe dan cabut jarum perlahan-lahan.
f. Pasien diminta untuk menekan bekas tusukan dengan kapas kering.
g. Petugas laboratorium mengalirkan darah dari syringe ke dalam tabung
EDTA secara perlahan-lahan lewat dinding tabung agar eritrosit tidak pecah
kemudian spuit yang habis dipakai dibuang ke safety box.
2. Pengambilan darah kapiler
a. Petugas laboratorium menyiapkan autoclik yang telah diisi blood lancet
yang baru, bersihkan ujung jari atau anak daun telinga pasien dengan kapas
alkohol 70%, biarkan kering.
b. Pegang bagian jari yang akan ditusuk supaya tidak bergerak tekan sedikit
agar rasa nyeri berkurang.
c. Petugas laboratorium menusuk dengan cepat memakai autoclik pada jari
tengah dengan arah tegak lurus, apabila memakai anak daun telinga
tusukan dilakukan dipinggir bukan disisinya tusukan harus cukup dalam.
d. Buang tetesan darah pertama keluar dengan memakai kapas kering, tetesan
darah berikutnya dipakai untuk pemeriksaan.
e. Tekan bekas tusukan dengan kapas kering
f. Lepaskan blood lancet dari autoclik dan buang ke dalam safety box.
3. Pengambilan Sampel Urine
a. Beri label pada pot urin kemudian berikan pada pasien.
b. Berikan penjelasan pada pasien untuk mengambil urin yang pancar tengah
(urin keluar pertama dibuang yang tengah tengah ditampung dan yang
terakhir dibuang).
c. Sampel diterima kemudian di simpan di tempat khusus sampel urin.
4. Pengambilan Sampel Feses
a. Beri label identitas pasien pada pot feses kemudian berikan kepada pasien.
d. Berikan penjelasan kepada pasien untuk buang air kecil terlebih dahulu
karena feses tidak boleh tercampur urin kemudian buang air besar
langsung kedalam pot feses (kira 2,5 gr) dan menginstruksikan untuk
menutut pot dengan rapat.
e. Sampel diterima oleh petugas kemudian di simpan di tempat khusus
sampel feses.
5. Pengambilan Sampel Sputum
a. Beri label identitas pasien padat pot sputum kemudian berikan kepada
pasien.
b. Berikan penjelasan pada pasien bagaimana cara mengeluarkan sputum
yang baik, yaitu dengan cara kumur-kumur lebih dahulu, tarik nafas 2 - 3
kali, tahan beberapa detik, kemudian batukan kuat-kuat,
c. Segera tutup wadah sputum dengan rapat.
d. Sampel diterima oleh petugas kemudian di simpan di tempat khusus
2/1
sampel sputum.
D. Penyimpanan Spesimen
a. Petugas laboratorium menyimpan spesimen jika pemeriksaan ditunda atau
dikirim ke laboratorium lain.
b. Perhatikan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa.
c. Siapkan wadah untuk penyimpanan specimen.
1. Petugas lab menyimpan spesimen yang menggunakan spesimen plasma atau
serum, maka plasma atau serum dipisahkan dulu baru disimpan
2. Petugas lab memberi bahan pengawet pada spesimen yang diperlukan misalnya
urin atau feces
3. Petugas lab melabeli spesimen nama & tanggal penyimpanan
4. Petugas menyimpan spesimen untuk pemeriksaan klinik 1 minggu dalam
refrigerator
5. Petugas lab menyimpan spesimen untuk pemeriksaan Imunologi 1 minggu dalam
refrigerator
6. Petugas lab menyimpan spesimen untuk pemeriksaan Hematologi 2 hari pada
suhu kamar
g. Petugas lab menyimpan formulir permintaan lab ditempat tersendiri

7. Bagan Alir
8. Hal - hal
yang perlu -
diperhatikan
1. Pelayanan Rawat Jalan
2. Pelayanan Rawat Inap
3. UGD
9. Unit Terkait
4. VK
5. KIA
6. MTBS
10.Dokumen
Terkait
Yang
11.Rekaman No Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan
diubah
Historis
perubahan

3/1