Anda di halaman 1dari 9

PT.

ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

SOAL UJI TULIS

MENGOPERASIKAN PLTU BATU KODE :


PLTU : LEVEL 3
BARA KTL.PO.22.302.02

WAKTU : 90 (SEMBILAN PULUH ) MENIT


SIFAT : TUTUP BUKU

NAMA PESERTA TANDA TANGAN

TEMPAT TANGGAL LAHIR

UNIT KERJA (
. )
Petunjuk Pengerjaan :
1. Bacalah seluruh petunjuk pengerjaan dan soal sebelum mengerjakan.
2. Jawablah seluruh pertanyaan dan upayakan menjawab dengan singkat dan
jelas.
3. Test ini terdiri dari beberapa jenis pertanyaan, perhatikan petunjuk
pengerjaan pada setiap jenis pertanyaan.
4. Jumlah nilai maksimum 100.

A. Soal Uraian / Esai


BOBOT 25%
Petunjuk :
Jawablah soal berikut dengan singkat dan jelas :

1. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang Cold Start dan Hot Start.




2. Jelaskan persiapan apa saja yang dilakukan pada saat cold start




3. Apa yang terjadi jika pada saat turbine beroperasi tiba2 ada Unit lain yang trip, apa yang harus
dilakukan oleh operator.


JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 1


KODE : KTL.PO.22.302.02
PT. ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

4. Jika terjadi beban capasitiv apa yang harus dilakukan oleh operator agar unitnya aman.




5. Jika terjadi pembebanan lebih pada generator saudara yang sedang beroperasi apakah
Diferential Relay (87G) akan bekerja? Jelaskan.




6. Jika kapasitas generator saudara 1000 MVA, pada cos Q = 0.8, Frequency = 50 HZ, Daya
Aktip = 800 MW, berapakah MVAR maksimum yang sebaiknya dipertahankan.




7. Apa yang terjadi jika sebuah motor yang frequencynya pada name plate 60 HZ, dioperasikan
pada system jaringan tenaga listrik dengan frequency 50 HZ.




8. Sebutkan dan jelaskan pengaman2 apa saja yang ada pada Turbine di PLTU saudara.




9. Jelaskan kapan menggunakan AUTO Eksitasi dan MANUAL Eksitasi, apakah perbedaannya.




10. Apa yang terjadi jika pavour extractor pada tanki minyak pelumas tidak bekerja.



JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 2


KODE : KTL.PO.22.302.02
PT. ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

B. Soal pilihan ganda. BOBOT 20%

Petunjuk :
a. Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberikan tanda X pada a, b, c atau d.
b. Bila jawaban pertama akan dikoreksi berilah tanda = pada tanda X dan pilh kembali pada
jawaban yang dianggap benar.

11. Fungsi Exciter pada Generator adalah untuk.


a. Memberi arus penguat terhadap generator.
b. Membangkitkan arus penguat.
c. Memmberi tegangan penguat terhadap generator.
d. Membangkitkan tegangan penguat.

12. Mengendalikan Faktor daya pada Generator dengan ..


a. Aliran gas.
b. Beban generator.
c. Excitasi / AVR.
d. Aliran uap.

13. Kegunaan log book bagi Operator.


a. Karena kewajiban tugas operator.
b. Sebagai data pelengkap.
c. Laporan kepada atasan.
d. Catatan kegiatan operasi secara berkesinambungan.

14. Fungsi dari Turning Gear pada turbin adalah.


a. Untuk memperlambat Putaran pada saat stop.
b. Menghindarkan terjadinya depleksi pada rotor.
c. Untuk memperlancar sirkulasi minyak pelumas.
d. Untuk mempercepat putaran turbine pada saat start.

15. Yang dimaksud dengan Enthalpy adalah.


a. Jumlah kalor yang dikandung oleh uap.
b. Jumlah kalor per satuan volume yang dikandung oleh uap.
c. Jumlah kalor per satuan waktu yang dikandung oleh uap.
d. Jumlah kalor per satuan berat yang dikandung oleh uap.

16. Yang dimaksud dengan Entrophy adalah.


a. Jumlah kalor yang diperlukan per satuan berat setiap kenaikan temperatur.
b. Jumlah kalor yang diperlukan per satuan waktu setiap kenaikan temperatur.
c. Jumlah kalor yang diperlukan per satuan panas setiap kenaikan temperatur.
d. Jumlah kalor yang diperlukan per satuan zat setiap kenaikan temperatur.

JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 3


KODE : KTL.PO.22.302.02
PT. ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

17. Untuk mengamankan terjadinya gesekan rotor dengan stator akibat gaya axial dipasang :
a. Thrust Bearing.
b. Rotor Excentricity.
c. Pengaman Vibrasi.
d. Safety Valve.

18. Heat rejection yang terbesar pada PLTU adalah pada peralatan :
a. Oil Cooler.
b. Gland steam condensor.
c. Main condensor.
d. Cooling Tower.

19. System control yang digunakan di PLTU Pelabuhanratu adalah :


a. Proporsional.
b. Integral.
c. Proporsional dan Intergral.
d. Dighital Electronic Hidaraulic.

20. Air Condensat yang berasal dari condensor pada PLTU :


a. Dibuang langsung kesaluran air hujan (drainage).
b. Langsung ke drum boiler.
c. Masuk ke Deareator dulu.
d. Dimasukkan kembali ke Turbine.

C. SOAL BENAR SALAH (BOBOT 15%).

Petunjuk pengisian :

a. Pilihlah B bila pertanyaan tersebut BENAR dan pilihlah S bila pertanyaan tersebut SALAH
dengan memberi tanda silang ( X ) pada lembar jawaban.
b. Bila jawaban pertama akan dikoreksi berilah tanda = pada tanda X dan pilih kembali pada
jawaban yang dianggap benar.

NO PERNYATAAN JAWABAN
Meningkatkan produktivitas dan efficiency perusahaan
31 (BS)
merupakan salah satu tujuan dari K3.
Untuk menurunkan dan menaikkan tegangan pada generator,
32 (BS)
speed adjuster harus digerakkan kearah increase.

JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 4


KODE : KTL.PO.22.302.02
PT. ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

33 Excitation ON terjadi pada saat FSNL (Full Speed No Load). (BS)


Pada saat menaikkan dan menurunkan tegangan motor rheostat
34 pada AVR akan bergerak dan mengatur arus excitation untuk (BS)
memberikan penguatan medan magnet kepada rotor generator.
Pada saat daya yang dibangkitkan tetap tegangan dinaikan maka
35 (BS)
cos Q akan turun.
36 Batasan overspeed mechanic adalah 110% Nominal Speed. (BS)
Jika terjadi pembebanan lebih pada generator maka breaker
37 (BS)
generator akan Trip dengan Diferential Relay.
Reverse Power adalah suatu relay pengaman untuk terjadinya
38 (BS)
short sircuit didalam belitan generator.
Frequency system akan naik jika salah satu unit yang sedang
39 (BS)
parallel trip.
Fungsi Main Stop Valve adalah untuk mengatur jumlah aliran
40 (BS)
uap saat proses kenaikan atau penurunan beban Turbin.

D. Soal Menjodohkan BOBOT 20%

Petunjuk Pengisian :

a. Pilihlah jawaban yang dianggap paling benar dengan memilih pernyataan yang sesuai antara
pernyataan pada kelompok kiri dengan pernyataan2 pada kelompok kanan.
b. Kemudian tulislah jawabannya pada kolom ke 3 dengan huruf yang berada pada kolom ke 5.

NO KELOMPOK KIRI JWB KELOMPOK KANAN HRF


31. Beban Resistive. D Excentricity. A
32. Beban Induktip. F Reverse Power. B
33. Pengatur Kecepatan. J Thrust bearing. C
34. Thrust Bearing. ...... Lampu2 jalan. D
35. Pengaman aksial. C AVR. E
Pengaman gesekan rotor dan A
36. Motor-motor. F
stator.
37. Pengatur Tegangan Generator. E Memberikan medan magnet. G
38. Pengaman Generator. B Merubah Tegangan. H
39. Excitation. G SUTT yang panjang. I
40. Beban capasitip. I Governor. J

JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 5


KODE : KTL.PO.22.302.02
PT. ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

D. Isilah kotak jawaban dengan huruf pada gambar yang tertera pada gambar sesuai dengan nama
peralatan yang tercantum dibawah ini, tuliskan jenis gangguan yang terjadi pada peralatan tersebut,
bagaimana cara penanggulangannya.
BOBOT 20%

GANGGUAN
NO NAMA HRF PENYEBAB
YANG MUNGKIN
URT PERALATAN GBR GANGGUANNYA
TERJADI
Trafo Trip Plate Short
Electrostatic
41 6 Over Temp Teg. / Arus Abnormal
Precipitator.
.............................. ...........................................
Blokage Batubara basah
42 Coal Bunker. 3 Terbakar Batubara terbakar
.............................. ...........................................
Stator temp. High Over Excitation Limit
43 Generator. 9 Rotor temp High Minimum Excitation Limit
.............................. ...........................................
Bearing Temp High Cooling bearing abnormal
Circulating Water
44 1 Stator Temp High Cooling bearing abnormal
Pump.
Disch. Press drop Pompa abnormal
.............................. ...........................................
45 Coal Hoper. 2 .............................. ...........................................
.............................. ...........................................
Low Vacuum Cooling condenser
Conductivity air abnormal
46 Condenser. 5
hotwell high Kebocoran tube condenser
...........................................
Trip temp high Batu bara terbakar yang
masuk ke bunker
47 Pulverizer. 11
Lube oil press low Filter lube oil kotor
...........................................
Winding temp Fan cooling & pump oil trip
high ...........................................
48 Transformer. 4
.............................. ...........................................
..............................
.............................. ...........................................
49 Fly Ash Silo. 10 .............................. ...........................................
.............................. ...........................................
.............................. ...........................................
50 Cooling Tower. 8 .............................. ...........................................
.............................. ...........................................

JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 6


KODE : KTL.PO.22.302.02
PT. ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

1
8

5
4

7
2

12

3
11

10

JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 7


KODE : KTL.PO.22.302.02
PT. ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

Jawaban soal Essai :


1. Pengertian
Cold Start : Proses start unit dari mulai stop lebih dari 72 jam, dimana first stage
metal temp. <120 deg C
Warm Start : Proses start unit dari mulai stop lebih dari 10 jam dan kurang dari 72
jam, dimana first stage metal temp. 120-350 deg C
Hot Start : Proses start unit dari mulai stop tidak lebih dari 10 jam, dimana first
stage metal temp. >350 deg C

2. Saat Cold Start :


- Permit pekerjaan sudah close.
- Lock out dan tagging sudah Release
- Cek list peralatan pra start up
- Press Main Steam > 5Mpa
- Temp First Stage Steam >350 deg C
- Proses rolling sesuai dengan curva start up.

3. Apabila terjadi salah satu unit Trip :


- Monitoring frek sistem
- Pengaturan beban generator untuk perbaikan frek. (berdasarkan koordinsi
dengan APB)
- Monitoring tegangan sistem. Dengan cara pengaturan AVR eksitasi generator
atau penyesuaian MVAR untuk perbaikan tegangan.(atas dasar kurva capability
generator)

4. Jika terjadi beban kapasitiv :


Lakukan pengaturan MVAR dan MW generator dan pastikan pengaturan
pembebanan dalam kurva capability.

5. Jika terjadi pembebanan lebih , apakah diferential relay 87G bekerja.


Tidak akan bekerja, relay 87G aktif jikaterjadi short circuit di dalam belitan
generator.
Relay yang aktif ketika pembebanan berlebih adalah overload relay (49)

6. Diketahui : Daya nyata : 1000MVA ; Daya aktif : 800MW ; cos Q : 0,8 ; Frek : 50 Hz
Ditanya : Daya reaktif maksimum : ? Mvar
Jawab : Cos Q = 0,8
Arc Cos 0,8 = Q
Q = 36,86
Maka Sin Q = Sin 36,86 = 0,59
Sehingga MVAR = P.V. Sin Q
= 1000 . 0,59
= 599 MVAR
7. Yang terjadi jika Motor dengan freq 60 Hz dioperasikan pada sistem 50 Hz

JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 8


KODE : KTL.PO.22.302.02
PT. ELESKA HAKIT
Kantor : Jln Asia Afrika Senayan, Komplek PLTD Senayan
Jakarta Selatan 12210

- Putaran motor tidak maksimal sehingga menurunkan performa motor.


- Menurunkan life time motor.

8. Pengaman pada turbin :


- Overspeed
- Rotor vibration
- Bearing temp.
- Casing exp.
- Rotor position
- Differential exp.
- Turbin eccentricity.

9. Kapan menggunakan Auto eksitasi dan Manual eksitasi


- Manual eksitasi : dilakukan pada saat proses sinkron. Untuk menyamakan
tegangan generator dengan tegangan jaringan.(dilakukan oleh operator)
- Auto eksitasi : saat unit/ generator sudah sinkron dengan jaringan.(eksitasi
generator menyesuaikan dengan jaringan)

10. Efek dari Vapour ekstractor tidak bekerja :


- Uap minyak yang terbentuk tidak dapat dibuang dari MOT sehingga water
containt pada oil akan tinggi.dan press MOT akan naik (vakuum berkurang)
- Dikarenakan press MOT naik, maka temp lube oil akan naik. Secara tidak
langsung akan mempengaruhi temp bearing.

JUDUL : SOAL MENGOPERASIKAN PLTU BATUBARA LEVEL 3. Halaman 9


KODE : KTL.PO.22.302.02