Anda di halaman 1dari 14

1.

Penjelasan tentang manajer dan tugasnya serta pengambilan keputusan


dalam dunia bisnis
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan
kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Menurut Malayu S. Hasibuan,
Manajer adalah sumberdaya pokok serta titik sentral setiap aktivitas yang terjadi dalam suatu
perusahaan. Manajer harus mengutamakan tugas, tanggungjawab, dan membina hubungan
yang harmonis baik dengan atasan maupun dengan bawahan.

Manajer perusahaan adalah seorang yang memiliki tanggung jawab yang besar untuk seluruh
bagian pada suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya dan harus mempunyai
wawasan yang luas. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang
mengepalai beberapa sektor yang dipegangnya. Pada perusahaan yang berskala kecil
mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau
organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum yang
bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.

Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan
kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

1. Tingkatan Manajer

Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional,


berdasarkan tingkatannya.Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering
dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama
(biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di
bagian bawah daripada di puncak). Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke
atas:

o Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah


manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas
memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.
Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor,
manajer departemen, atau mandor (foreman).

o Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua


manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas
sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya
kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.

o Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive


officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan
mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive
Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan


menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel
dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah,
berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.
Manajer Fungsional (Functional Manager) dan Manajer Umum (General Manager)
Arti Definisi dan Pengertian

Manajer Fungsional / Functional Manager

Manajer fungsional adalah manajer yang memiliki tanggung jawab pada satu bagian
fungsional perusahaan atau organisasi saja dan tidak ikut campur pekerjaan fungsional pada
bagian lain.
Contohnya adalah seperti manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer akuntansi, manajer
operasional, manajer hrd, dan banyak lagi contoh lainnya.

Manajer Umum / General Manager

Manajer umum adalah manajer yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian / fungsional
pada suatu perusahaan atau organisasi. Manajer umum memimpin beberapa unit bidang
fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa atau seluruh manajer fungsional. Pada
perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum,
sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki
beberapa orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.

Peran Manajer

Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan bahwa ada sepuluh
peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia kemudian mengelompokan
kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:

Peran antarpribadi

Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan
simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak buah, pemimpin, dan
penghubung.

Peran informasional

Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran sebagai juru
bicara.

Peran pengambilan keputusan

Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah
masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh
manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.

Keterampilan Manajer
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan
minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

Keterampilan konseptual (conceptional skill)

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide,
dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian
haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau
konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya
disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan
konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)

Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan


berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga
keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer
terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan
kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap
terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan
manajemen atas, menengah, maupun bawah.

Keterampilan teknis (technical skill)

Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih
rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan
tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi,
akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan
dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:

Keterampilan manajemen waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk


menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus
Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per
tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2
minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jamsekitar $13 per menit. Dari
sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan.
Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun
demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya
berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

Keterampilan membuat keputusan

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam
memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang
manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga
langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan
masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua,
manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang
dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah
ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
Etika manajerial adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka.
Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. Griffin:

Perilaku terhadap karyawan

Perilaku terhadap organisasi

Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya

Tugas Manajer Dalam Era Globalisasi

Tidak dapat dipungkiri dunia bisnis dalam era global ini dihadapkan pada proses perubahan
yang begitu cepat dan rumit. Untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam
berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan sistem berpikir menjadi hal pokok yang harus
dimiliki perusahaan. Dalam konteks organisasi belajar, setiap individu organisasi bisnis harus
memiliki komitmen dan kapasitas untuk belajar pada setiap tingkat apapun dalam
perusahaannya. Dengan kata lain setiap pekerjaan harus mengandung unsur pembelajaran
yang semakin aktif.

Sebagai manajer, dia bersama karyawan seharusnya terdorong untuk selalu melakukan kajian
dengan menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mengkontribusikannya pada perusahaan.
Sikap manajer yang mungkin selama ini begitu toleran terhadap setiap kesalahan karyawan
manajer patut diubah. Manajer harus mengambil posisi untuk mencegah terjadinya resiko
besar dari suatu kesalahan kerja. Memang suatu ke berhasilan biasanya didasarkan pada
kegagalan yang pernah dialaminya. Namun manajer harus mengevaluasi setiap kegagalan dan
melakukan evaluasi diri.

Fungsi manajer adalah lebih sebagai peneliti dan sekaligus perancang ketimbang hanya
sebagai penyelia. Dalam hal ini manajer harus mendorong para karyawan untuk menciptakan
gagasan baru, sekecil apapun, dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan tersebut ke
karyawan lain. Selain itu hendaknya manajer mendorong karyawan untuk mengerti
keseluruhan pekerjaan dan permasalahannya, membangun visi kolektif dan bekerja bersama
mencapai tujuan perusahaan.

Menjadi seorang manajer memang bukan perkara mudah,perlu betahun-tahun pengalaman


dan jam terbang serta bidang keilmuan yang mencukupi yang bisa menjadikan ia pantas
disebut dan diangkat menjadi seorang manajer. seorang manajer harus mampu untuk
mengatasi masalah dan mampu untuk meramalkan kejadian yang akan terjadi bila sebuah
keputusan diambil. Di dalam suatu perusahaan tidak memiliki manajer maka bisa dipastikan
bahwa perusahaan tersebut akan bangkrut karena proses manajemen dalam perusahaan
tersebut tidak berjalan,walaupun simber daya alat dan infrastrukturnya legkap namun apabila
tidak ada yang mengatur maka hal itu tidak akan ada artinya oleh karena itu peran manajer
sangatlah vital.

Seorang manajer harus memahami identitas dan khususnya karakter dari bawahanya,misalnya
kemampuan komunikasinya,keagresifan dalam bertanya,kadar emosi bawahanya,dan
pengetahuan tentang suatu masalah,hal ini menjadi penting karena untuk memperkecil
distorsi informasi ketika majnajer akan mendengarkan dan merespon usulan atau apresiasi
yang disampaikan oleh bawahanya

Seorang manajer harus memahami apa yang disampaikan bawahan termasuk dalam hal isi
dan tujuan penyampaian aspirasi,dengan semakin paham maka komunikasi akan semakin
lancar sehingga tidak akan ada multitafsir yang akan menggaburkan komunikasi

Dirumuskan secara singkat tugas-tugas seorang manager adalah :

1. Memimpin organisasi
2. Mengatur organisasi
3. Mengendalikan organisasi
4. Mengembangkan organisasi
5. Mengatasi berbagai masalah yg terjadi dlm organisasi
6. Menumbuhkan kepercayaan
7. Meningkatkan rasa tgg jwb.
8. Mengawasi/mengendalikan kegiatan organisasi
9. Melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan
10. Menggali dan mengembangkan potensi sumber daya.

Di Bawah ini dijabarkan berbagai detail tugas-tugas khas seorang manager pengembangan
organisasi, yang biasanya dicantumkan saat pembuatan deskripsi tugas (job description) yang
bersangkutan, tugas-tugas seorang manager yaitu :

1. Merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi pengembangan


organisasi (mencakup bidang-bidang tertentu yang relevan dengan struktur organisasi dan
lainnya)
2. Menetapkan dan memelihara sistem yang sesuai untuk mengukur aspek-aspek penting
kinerja organisasi
3. Memonitor, mengukur dan melaporkan tentang rencana-rencana pengembangan organisasi
dan pencapaiannya di dalam bentuk-bentuk / format dan rentang waktu yang telah disetujui
4. Melakukan pengaturan kerja bawahan langsung (yang melakukan direct report kepadanya)
5. Mengelola dan mengendalikan pembelanjaan per departemen sesuai anggaran-anggaran
yang sudah disetujui
6. Bertindak sebagai penghubung (liaison) dengan para manager functional / manager
department yang lain agar memahami semua aspek-aspek penting dalam pengembangan
organisasi, dan untuk memastikan mereka telah mendapatkan informasi yang tepat dan
mencukupi tentang sasaran, tujuan / obyektif dan pencapaian-pencapaian dari pengembangan
organisasi,
7. Memelihara kesadaran dan pengetahuan tentang teori pengembangan organisasi yang up to
date / sesuai zaman dan metoda-metodanya serta menyediakan penafsiran yang pantas kepada
para direktur, para manager dan staf di dalam organisasi
8. Memastikan setiap aktivitas mempunyai benang merah serta terintegrasikan dengan
persyaratan-persyaratan organisasi (organizational requirements) untuk bidang-bidang
manajemen mutu, kesehatan dan keselamatan kerja, syarat-syarat hukum, kebijakan-
kebijakan dan tugas umum kepedulian lingkungan.
Tugas manejer adalah sebagai pemegang tampuk kepemimpinan dalam suatu perusahaan
yang mampu menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan usaha dan iklim yang
kondusif di dalam kehidupan organisasional.,meningkatkan proditivitas kerja
karyawan/pegawai dengan memberikan contoh ataupun sebuah arahan yg baik serta
mempunyai gaya yg produktif seperti gaya yang efektif terdiri atas empat jenis, yaitu :
1. Eksekutif. Gaya ini mempunyai perhatian yang banyak terhadap tugas-tugas pekerjaan dan
hubungan kerja. Manager seperti ini berfungsi sebagai motivator yang baik dan mau
menetapkan produktivitas yang tinggi.
2. Pencinta pengembangan (developer). Pada gaya ini lebih mempunyai perhatian yang penuh
terhadap hubungan kerja, sedangkan perhatian terhadap tugas-tugas pekerjaan adalah minim.
3. Otokratis yang baik. Gaya kepemimpinan ini menekankan perhatian yang maksimum
terhadap pekerjaan (tugas-tugas) dan perhatian terhadap hubungan kerja yang minimum
sekali, tetapi tetap berusaha agar menjaga perasaan bawahannya. Gaya yang tidak efektif
adalah sebagai berikut :
Pencinta kompromi (compromiser). Gaya kompromi ini menitikberatkan perhatian kepada
tugas dan hubungan kerja berdasarkan situasi yang kompromi.
Missionari yaitu manager seperti ini menilai keharmonisan sebagai suatu tujuan, dalam arti
memberikan perhatian yang besar dan maksimum pada orang-orang dan hubungan kerja
tetapi sedikit perhatian terhadap tugas dan perilaku yang tidak sesuai.
Otokrat yaitu pemimpin tipe seperti ini memberikan perhatian yang banyak terhadap tugas
dan sedikit perhatian terhadap hubungan kerja dengan perilaku yang tidak sesuai.
Lari dari tugas (deserter) yaitu manager yang memiliki gaya kepemipinan seperti ini sama
sekali tidak memberikan perhatian, baik kepada tugas maupun hubung kerja.

FUNGSI MANAGER

Manager bertugas untuk menjalankan fungsi-fungsi managerial dalam suatu instansi atau
organisasi. Fungsi-fungsi managerial :
1. Fungsi perencanaan (planning) dari suatu kebijakan yang akan diambil perusahaan serta
memprediksikan hasil yang akan didapatkan dari tindakan yang akan diambil tsb.
2. Fungsi pengaturan (organizing), yaitu mengatur, membentuk, mendelegasikan dan
menerapkan jalur suatu wewenang/tanggungjawab dan sistem komunikasi, serta
mengoordinir kerja setiap anggota organisasi/instansi.
3. Fungsi pengawasan (controlling), yaitu mencakup persiapan atau standar kualitas dan
kuantitas hasil kerja, baik dalam bentuk produk ataupun jasa yg diberikan pada perusahaan
dalam rangka memberikan pencapaian tujuan perusahaan.
4. Fungsi kepemimpinan (leading) yang membuat oranglain melakukan pekerjaan,
mendorong, memotivasi serta menciptakan iklim pekerjaan yang baik.
5. Fungsi evaluating, yaitu menganalisa hasil dari seluruh kegiatan yang telah dilakukan
melalui analisis SWOT.

Pengambilan Keputusan Dalam Dunia Bisnis

Tidak dapat dipungkiri dunia bisnis dalam era global ini dihadapkan pada proses perubahan
yang begitu cepat dan rumit. untuk itu kebutuhan akan perubahan yang dinamis dalam
berbagai hal seperti visi, misi, tujuan dan sistem berpikir menjadi hal pokok yang harus
dimiliki perusahaan. dalam konteks organisasi belajar, setiap individu organisasi bisnis harus
memiliki komitmen dan kapasitas untuk belajar pada setiap tingkat apapun dalam
perusahaannya. dengan kata lain setiap pekerjaan harus mengandung unsur pembelajaran
yang semakin aktif.
Sebagai manager, dia bersama karyawan seharusnya terdorong untuk selalu melakukan kajian
dengan menghasilkan gagasan-gagasan baru dan mengkontribusikannya pada perusahaan.
sikap manager yang mungkin selama ini begitu toleran terhadap setiap kesalahan karyawan
manager patut diubah. manager harus mengambil posisi untuk mencegah terjadinya resiko
besar dari suatu kesalahan kerja. memang suatu ke berhasilan biasanya didasarkan pada
kegagalan yang pernah dialaminya. namun manager harus mengevaluasi setiap kegagalan dan
melakukan evaluasi diri.
2. Peranan Pendidikan Dalam Menunjang Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan ilmu yang dapat dimiliki setiap orang yang pandai memahami
azas, penerapan prinsip serta teknik kepemimpinan dengan sebaik-baiknya.

Pendidikan khususnya pendidikan formal kadang terabaikan, Jika pemimpin tidak memiliki
pendidikan yang cukup, Bagaimana seorang pemimpin tersebut bisa memimpin bawahannya
jika ia tidak berpendidikan. Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh besar terhadap
wibawa dan sikap serta pandangan seseorang terhadap suatu masalah atau persoalan.
Demikian pula pengaruhnya terhadap sikap kepemimpinan seseorang. Semakin tinggi
pendidikan seseorang akan semakin luas wawasan dan cara pandangnya terhadap suatu
masalah.

Akan semakin baik jika seorang Pemimpin mengambil kesempatan untuk mengikuti
pendidikan yang lebih tinggi atau jenis pendidikan lain yang dapat menunjang karir dan strata
pangkat atau golongan. Contohnya kepala desa yang mengatur warga desanya, jika ia
mempunyai Latar belakang Kepala Desa yang latar belakangnya tidak jelas, contoh saja ada
Kepala Desa di wilayah penulis tinggal, latar belakangnya bos judi, dari mulai, togel, sabung
ayam, dadu , mafia kasus dll. Sebelum menjadi Kepala Desa, kehidupan dan pekerjaan dia
sehari-hari adalah JUDI. Malah sebelum menjadi Kepala Desa, dia pernah menjadi Caleg dari
salah satu Partai peserta Pemilu.

Dalam perjalanan pencalonan Caleg, dia terjerat masalah ijasah, karena foto ijasah SMP kok
sudah berkumis dan usianya sudah setengah abad. Ironis khan, lantas mau dibawa kemana
negeri ini, kalau pemimpinnya saja sudah bejat seperti itu.Hingga sekarang karena punya
uang dan massa yang notabenenya adalah teman penjudi, jadilah Kepala Desa di Desa
penulis. Padahal kepemimpinan Kepala Desa akan berpengaruh terhadap keberhasilan
Desanya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat membawa kehancuran. Faktor
tersebut adalah :

Mental.

1. Kepala Desa tidak memiliki kesiapan mental untuk menjadi pemimpin, karena berasal dari
masyarakat biasa dan dari latar belakang bermacam-macam, bagaimana bisa memimpin,
sekolah saja hanya SD.

2. Kepala Desa lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan umum,
karena pada saat mencalonkan sudah keluar dana besar untuk menarik simpati warganya, dia
tidak segan-segan mengeluarkan uang.

3. Kurangnya keyakinan pada diri sendiri karena kurangnya pendidikan sehingga ada
perasaan takut untuk menghadapi permasalahan.
Moril.

1. Moril rendah karena tidak didukung oleh kemampuan untuk menghadapi berbagai macam
kesulitan yang mungkin terjadi.

2. Tidak memiliki rasa bangga dalam dirinya bahwa pemimpin adalah kehormatan.

3. Ada yang beranggapan bahwa dengan menjadi Kepala Desa akan kaya raya, sehingga
mereka lebih berpikir mencari uang untuk mengganti modal yang mereka keluarkan pasca
pemilihan, sehingga tidak ada motivasi dalam dirinya kecuali mencari keuntungan.

Disiplin.

1. Tidak memiliki disiplin yang baik, karena sumber mereka dari masyarakat biasa dan tidak
berpendidikan.

2. Banyak dari Kepala Desa yang tidak mematuhi peraturan dan ketentuan yang ditetapkan
oleh pemerintah pusat, dikarenakan pendidkan yang mereka punyai terbatas.

Kepemimpinan kepala desa yang diharapkan,Melihat kondisi kepemimpinan Kepala Desa


saat ini diharapkan di masa yang akan datang muncul Kepala Desa yang memiliki latar
belakang pendidikan dan wawasan yang tinggi, yang mengerti akan tugas, wewenang dan
tanggung jawabnya. Sehingga mampu menjawab tantangan tugas di masa yang akan datang
seperti yang diharapkan oleh masyarakat pada umumnya.

Jadi Peranan pendidikan dalam menunjang kepemimpinan sangatlah penting agar seorang
pemimpin dapat memimpin dengan baik.
Profil atau uraian tentang Manajer di Indonesia

1. Bapak Tachmid

Kesuksesan Bapak Tachmid menjadi manajer puncak di empat perusahaan


sekaligus yaitu PT. Indomaguro Tunas Unggul sebagai direktur, PT. Indo Thai
Fishery Value sebagai vice president, PT. Muara Angke Cold Storage sebagai
direktur utama dan PT. Ruangan Pendingin Indonesia sebagai komisaris
merupakan hal yang luar biasa. Karena semua perusahaan itu tidak dalam satu
grup.

Manajer puncak merupakan klasifikasi manajer tertinggi dari sekelompok


kecil eksekutif. Manajer puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen
organisasi. Perbedaan tingkatan manajemen akann membedakan pula fungsi
fungsi manajemen yang dilaksanakan. Terdapat dua fungsi utama manajemen
yaitu manajemen administratif dan manajemen operatif. Semakin tinggi
tingkatannya, manajer lebih terlibat dengan manajemen administratif.

Tetapi tidak ada posisi manajemen yang melaksanakan salah satu, operatif atau administratif.
Semua tingkatan manajer mempunyai kombinasi kedua unsur tersebut.
Begitu juga tugas Bapak Tachmid, menjadi seorang manajer puncak.
Beliau lebih terlibat dengan manajemen administratif dibandingkan manajemen
operatif. Manajemen administratif berurusan dengan penetapan tujuan dan
kemudian perencanaan, penyusunan kepegawaian dan pengawasan kegiatan
kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan. Sedangkan manajemen
operatif lebih mencakup kegiatan memotivasi, supervisi dan komunikasi dengan
para karyawan untuk mengarahkan mereka mencapai hasil hasil secara efektif.

Sebelum menjadi seorang manajer puncak atau direktur di keempat


perusahaan tersebut, Bapak Tachmid memulai karirnya setelah lulus dari STP
(Sekolah Tinggi Perikanan) jurusan Pengolahan Hasil Perikanan sebagai staf
bagian produksi di Aceh yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang
pengolahan. Kinerja yang bagus ditunjukkan Bapak Tachmid kemudian diangkat
sebagai wakil manajer produksi dan meraih jabatan manajer produksi.
Manajer produksi termasuk manajer menengah. Manajer menengah
membawahi dan mengarahkan kegiatan kegiatan para manajer lainnya dan
terkadang menjadi karyawan operasional. Manajer menengah bertanggung jawab
untuk mengarahkan kegiatan kegiatan yang sifatnya mengimplementasikan
kebijakan organisasi dan mencari keseimbangan antara tuntutan atasannya dengan
kemampuan para bawahannya.

Bapak Tachmid yang menjadi seorang direktur akan lebih terlibat dalam
manajemen administratif tetapi tetap mempunyai unsur manajemen operatif.
Dengan menjadi staf bagian produksi dan akhirnya menjadi seorang manajer
produksi. Tentunya akan lebih memudahkan. Karena beliau mengetahui kondisi
dalam perusahaan tersebut. Maka tindakannya manajerialnya untuk mencapai
tujuan perusahaan. Dan memiliki kemampuan pengarahan dengan memotivasi
dengan para karyawannya.

Dengan menjadi empat direktur di perusahaan yang berbeda menuntut


Bapak Tachmid untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari perusahaan
yang dipimpinnya. Sebagai manajer puncak atau direktur, beliau mempunyai tanggung
jawab secara keseluruhan mulai dari perencanaan, pengorganisasian,penyusunan personalia,
pengarahan dan pengawasan. Istilahnya bekerja dari hulu ke hilir. Semua fungsi fungsi
manajemen harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok
organisasi, walaupun ada perbedaan tekanan untuk tipe organisasi , jabatan fungsional
dan tingkatan manajemen yang berbeda.

Bapak Tachmid sebagai manajer puncak di empat perusahaan tersebut,


dituntut memiliki empat keterampilan manajerial. Yaitu keterampilan konseptual,
keterampilan kemanusiaan, keterampilan administratif dan keterampilan teknik.
Setiap keterampilan harus dimiliki oleh setiap manajer, hanya tingkatan
manajemen yang berbeda akan berbeda proporsi masing masing kebutuhan atas
keterampilan tersebut. Manajer puncak lebih membutuhkan keterampilan
konseptual dibandingkan manajer lini pertama yang lebih membutuhkan
keterampilan teknik.

Bapak Tachmid memiliki kemampuan manajerial yang baik disertai


dengan akhlak yang baik pula. Hal itu tercermin walaupun memiliki jabatan
direktur di perusahaan yang berbeda, semua perusahaan yang dipimpinnya dapat
meraih kesuksesan sehingga beliau diamanahkan menjadi seorang direktur.
Beliau memiliki profesionalitas dalam berkarir. Tidak mencampuradukkan
permasalahan ataupun kelebihan perusahaan satu dengan perusahaan lainnya.

2. Bapak Nadjikh

Bapak Nadjikh memulai karirnya setelah lulus dari IPB jurusan Teknologi
Hasil Pertanian sebagai manajer produksi di salah satu perusahaan BUMN.
Memang sebagai awal dari kesuksesan seseorang, pada awalnya tidak memegang
jabatan dari yang paling puncak atau direktur. Dengan menjadi manajer produksi
beliau mengetahui masalah yang ada dan memberikan solusi dari masalah itu.
Hingga akhirnya perusahaan itu maju pesat karena kerja keras Bapak Nadjikh
sebagai manajer produksi.

Beliau pekerja keras, pantang menyerah dan mempunyai integritas dalam


memegang jabatannya. Tidak hanya itu, beliau tentu mempraktekkan fungsi
fungsi manajemen dan diimbangi keahlian manajemen yang dimilikinya. Tentu saja segala
kerja keras untuk kemajuan pesat perusahaan itu, Bapak Nadjikh
dipercaya sebagai pimpinan cabang Surabaya. Tetapi, beliau akhirnya
memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut karena terdapat dualisme
kepemimpinan. Hal itu menyebabkan beliau merasa kondisi tersebut tidak akan
baik bagi perusahaan.

Manajer pengembangan bisnis di perusahaan cold storage disandang


beliau setelah keluar dari perusahaan BUMN tersebut. Karateristik pribadi beliau
yang baik disertai visi untuk kemajuan perusahaan, beliau dapat mencapai tujuan
perusahaan tersebut. Bahkan lebih melampauinya, dan tentu saja perusahaan
tersebut maju pesat. Tetapi ternyata itu tidak sebanding dengan apa yang sudah
diberikan kepada perusahaannya, Bapak Nadjikh memutuskan untuk
mengundurkan diri. Dan memberanikan diri untuk berwirausaha.

Sekarang, beliaumerupakan direktur dari PT. Kelola Mina Laut dan beberapa perusahaan
lainnya.Pengalaman beliau dalam memanajerial diasah saat menjabat posisi penting
di perusahaan. Sehingga saat menjadi direktur di perusahaannya sendiri, tentu tidak
mengalami kesulitan. Dan perusahaannya menjadi berkembang pesat. Tidak dapat
dipungkiri,kesuksesan beliau tidak terlepas dari praktek manajemen. Diawali dari manajemen
diri sendiri. Kesuksesan perusahaan dapat dilihat dari manajemen yang baik mulai dari tahap
perencanaan hingga pengontrolan yang dilaksanakan oleh manajer (puncak, menengah, lini
pertama dan manajemen non supervisi) serta seluruh sumberdaya yang mendukung.

Sebagai manajer puncak yang jumlahnya paling sedikit di organisasi,


seorang manajer puncak bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya organisasi.
Manajer puncak yang menentukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan untuk mencapai tujuan dari perusahaan itu.

Dalam manajemen, mengetahui dan menguasai pengetahuan secara teoritis


diimbangi pula dengan pengalaman melalui praktek akan menjadi terbaik. Jika
dibandingkan seorang manajer hanya mempunyai pengetahuan secara teoritis
tetapi tidak dapat mempraktekkannya belum tentu mampu melaksanakan praktek
dan sebaliknya.

Bapak Nadjikh, merupakan salah satu contoh pengusaha sukses yang telah
berhasil dalam bisnisnya, padahal tidak pernah menempuh pendidikan di jurusan
Manajemen. Beliau mampu mempraktekkan apa yang sudah beliau laksanakan
selama menjadi seorang manajer. Tentu saja dengan sedikit pengetahuan
manajemen, beliau mampu memaksimalkan usahanya hingga berkembang pesat
seperti sekarang.

Berdasarkan pengalaman para manajer dalam menjalankan organisasi


maupun kenyataan yang bisa didapat di lapangan, manajemen dapat di[ahami
sebagai sebuah pengetahuan sekaligus juga pengalaman. Oleh karena itu, manajer
harus bisa menguasai kedua aspek dari manajemen secara bersamaan yaitu
pengetahuan dan pengalaman.

Beberapa keahlian yang diperlukan agar para manajer dapat melaksanakan


fungsi manajemennya dengan baik. Keahlian keahlian tersebut diantaranya
keahlian teknis, keahlian konseptual, keahlian berkomunikasi dan berinteraksi,
keahlian dalam pengambilan keputusan, keahlian dalam pengaturan waktu,
keahlian dalam manajemen global serta keahlian dalam teknologi.
TUGAS DASAR MANAJEMEN

Oleh :
1.Atika Rahma May Suri 1614111006
2.Dian Saeasa 1614111019

JURUSAN PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016