Anda di halaman 1dari 13

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR 2

DALAM STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

Disusun Oleh

ARYNA BUNGA KARTIKA DEWI 837510599

RANY KARTIKA SARI 837543952

UPBJJ UNIVERSITAS TERBUKA MALANG


POKJAR KABUPATEN KEDIRI
TAHUN 2017.1

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala


limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Keterampilan
Dasar Mengajar 2.

Makalah ini menjelaskan tentang keterampilan membuka dan


menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,
keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar kelompok
kecil dan perorangan.

Ucapan rasa terima kasih kami haturkan kepada Ibu Isticharoh,


S.Pd, M.M.Pd selaku tutor dari mata kuliah Strategi Pembelajaran serta
pada semua pihak yang telah berperan serta dalam pembuatan
makalah ini.

Harapan kami semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai


salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Kritik dan
saran yang membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya
makalah ini.

Kediri, 21 April 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................ ii

Daftar isi ......................................................................................... iii

Kegiatan Belajar 1

Ketrampilan Membuka dan Menutup Pelajaran............................... 1

A. Pengertian dan tujuan............................................................... 1


B. Komponen ketrampilan membuka dan menutup pelajaran....... 1
C. Prinsip Penggunaan................................................................... 2

Kegiatan Belajar 2

Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil......................... 4

A. Rasional..................................................................................... 4
B. Pengertian................................................................................. 4
C. Komponen ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil... 4
D. Prinsip Penggunaan................................................................... 5

Kegiatan Belajar 3

Keterampilan Mengelola Kelas....................................................... 6

A. Rasional................................................................................... 6
B. Pengertian............................................................................... 6
C. Kegiatan Pengelolaan dan Kegiatan Instruksional................... 6
D. Komponen Komponen Ketrampilan....................................... 6
E. Hal hal yang perlu diperhatikan............................................ 7

Kegiatan Belajar 4

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan............... 8

A. Rasional................................................................................... 8
B. Pengertian............................................................................... 8
C. Variasi Pengorganisasian......................................................... 8
D. Komponen Ketrampilan............................................................ 10
E. Hal hal yang perlu diperhatikan............................................ 10

3
KEGIATAN BELAJAR 1

KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN

A. PENGERTIAN DAN TUJUAN

Keterampilan membuka pelajaran adalah keterampilan yang


berkaitan dengan usaha guru dalam memulai kegiatan pembelajaran,
sedangkan keterampilan menutup pelajaran adalah keterampilan yang
berkaitan dengan usaha guru dalam mengakhiri pelajaran.

Kegiatan membuka pelajaran merupakan kegiatan menyiapkan


siswa untuk memasuki inti kegiatan, sedangkan kegiatan menutup
pelajaran adalah kegiatan untuk memantapkan atau menindaklanjuti
topik yang telah dibahas.

Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan keterampilan


membuka pelajaran adalah :

1. Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kagiatan inti pelajaran


2. Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti
pelajaran
3. Memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas tugas yang
harus dikerjakan siswa
4. Menyadarkan siswa akan hubungan antara pengalaman/bahan yang
sudah dimiliki/diketahui dengan yang akan dipelajari
5. Memberikan gambaran tentang pendekatan atau kegiatan yang
akan diterapkan atau dilaksanakan dalam kegiatan belajar.

Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan keterampilan


menutup pelajaran adalah
1. Memantapkan pemahaman siswa terhadap kegiatan belajar yang
telah berlangsung
2. Mengetahui keberhasilan siswa dan guru dalam kegiatan
pembelajaran yang telah dijalani
3. Memberikan tindak lanjut untuk mengembangkan kemampuan yang
baru saja dikuasai.

1
B. KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP
PELAJARAN
1. Membuka Pelajaran
Komponen yang perlu dikuasai guru diantaranya :
a) Menarik perhatian siswa
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menarik
perhatian siswa yaitu memvariasikan gaya mengajar guru,
menggunakan alat alat bantu mengajar yang dapat menarik
perhatian siswa, menggunakan pola interaksi yang bervariasi
b) Menimbulkan motivasi
Cara menimbulkan motivasi siswa diantaranya bersikap hangat
dan antusias, menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide
yang bertentangan, memperhatikan minat siswa.
c) Memberi acuan
Acuan dapat diberikan dengan cara seperti mengemukakan
tujuan dan batas batas tugas, menyarankan langkah langkah
yang akan dilakukan, mengingatkan masalah pokok yang akan
dibahas, mengajukan pertanyaan pertanyaan.
d) Membuat kaitan
Usaha guru untuk mengaitkan pelajaran baru dengan pelajaran
lama sering disebut sebagai menyajikan bahan apersepsi yang
dilakukan pada awal pelajaran.
2. Menutup Pelajaran
a) Meninjau kembali (mereview)
Kegiatan ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan
merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan.
b) Menilai (mengevaluasi)
Penilaian dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti
memberikan Tanya jawab secara lisan, mendemonstrasikan
keterampilan, mengaplikasikan ide baru, menyatakan pendapat
tentang masalah yang dibahas, serta memberikan soal soal
tertulis.
c) Memberi tindak lanjut
Agar siswa dapat memantapkan/mengembangkan
kemampuannya, guru perlu memberikan tindak lanjut berupa
tugas tugas yang dapat dikerjakan secara individual seperti
pekerjaan rumah (PR), tugas kelompok untuk merancang sesuatu
atau memecahkan masalah terhadap konsep baru.

C. PRINSIP PRINSIP PENGGUNAAN

2
Penerapan keterampilan membuka dan menutup pelajaran harus
mengikuti prinsip tertentu agar berlangsung secara efektif. Prinsip
tersebut adalah Bermakna yaitu relevan dengan materi yang akan
dibahas dan sesuai dengan karakteristik siswa sehingga mampu
mencapai tujuan yang diinginkan, seperti menarik perhatian,
meningkatkan motivasi memberi acuan, membuat kaitan, mereview
atau menilai. Kedua yaitu Berurutan dan berkesinambungan karena
kegiatan membuka dan menutup pelajaran adalah bagian yang utuh
dari kegiatan pembelajaran.

3
KEGIATAN BELAJAR 2

KETRAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL

A. Rasional

Salah satu cara yang dapat dilakukan guru dalam pendekatan CBSA
adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi
kelompok. Melalui diskusi kelompok diharapkan siswa dapat berpikir
secara lebih kritis serta mampu mengungkapkan pikiran dan
perasaannya dengan baik. Oleh karena itu, para guru perlu memahami
hakikat, prinsip serta komponen komponen keterampilan membimbing
diskusi kelompok kecil, kemudian berlatih secara sistematis untuk
menguasainya.

B. Pengertian

Diskusi merupakan kegiatan yang mempunyai tujuan yang jelas


yang ingin dicapai oleh suatu kelompok. Agar dapat disebut sebagai
diskusi kelompok kecil, syarat-syarat yang dapat dipenuhi diantaranya
Jumlah anggota kelompok 3 9 orang, Terjadinya tatap muka informal,
Ada tujuan yang ingin dicapai, dan Berlangsung menurut proses yang
teratur dan sistematis.

C. Komponen Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil


o Memusatkan perhatian
Kegiatan memusatkan perhatian dilakukan dengan beberapa
cara yaitu merumuskan tujuan pada awal diskusi dengan
pengenalan topik/masalah, menyatakan masalah khusus yang
dibahas, menandai terjadinya perubahan yang tidak relevan,
membuat rangkuman tentang pembahasan yang disepakati.
o Memperjelas masalah dan uraian pendapat
Memperjelas pendapat dapat dilakukan dengan merangkum
gagasan yang dikemukakan, meminta komentar siswa tentang
gagasan yang diajukan dengan mengajukan pertanyaan, memberi
informasi tambahan dan/atau contoh agar lebih jelas.
o Menganalisa pandangan

4
Cara mengatasi masalah dalam berdiskusi adalah dengan
menganalisis pandangan siswa yang dapat dilakukan dengan
meminta siswa memberi alasan dan dasar pandangannya,
memperjelas/menguraikan inti gagasan siswa.
o Meningkatkan urunan
Cara yang dapat ditempuh guru dalam menyempurnakan uraian
siswa yaitu dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan kunci
yang mampu menantang siswa untuk berpikir, memberikan contoh
pada saat yang tepat, mengajukan pertanyaan yang mengundang
banyak pendapat/jawaban
o Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Beberapa cara agar guru dapat menyearkan kesempatan
berpartisipasi siswa misalnya dengan memancing urunan siswa yang
enggan berpartisipasi dengan memberikan pertanyaan secara halus,
member giliran terlebih dahulu pada siswa yang jarang berbicara.
o Menutup diskusi
Menutup diskusi dilakukan dengan membuat rangkuman,
mengemukaan tindak lanjut dan menilai proses dan hasil diskusi

D. Prinsip Penggunaan

Agar dapat menerapkan keterampilan membimbing diskusi kelompok


kecil secara efektif, guru harus memperhatikan sejumlah hal, antara
lain :
Kesesuaian diskusi dengan topik bidang studi yang dibahas
Kekuatan dan kelemahan diskusi dalam kegiatan pembelajaran
Perencanaan dan persiapan yang matang
Iklim diskusi yang terbuka dan bersahabat
Pemilihan topik diskusi yang tepat

5
KEGIATAN BELAJAR 3

KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS

A. RASIONAL
Kegiatan pembelajaran akan berlangsung secara efektif jikaa faktor-faktor yang
mendukung berhasilnya kegiatan pembelajaran dapat diciptakan. Guru memegang
peranan penting di dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif. Oleh karena itu,
merupakan tuntutan yang wajar jika guru harus mampu mengatur barang dan orang
hingga tercipta iklim kondusif.

B. PENGERTIAN
Pengelolaan kelas dapat didefinisikan dengan berbagai cara tergantung dari
pendekatan yang dianut.
1. Pendekatan otoriter
2. Pendekatan permisif
3. Pendekatan modifikasi tingkah laku
4. Penciptaan iklim sasioemosional
5. Perilaku siswa sebagai kelompok kelas mempunyai pengaruh pada terjadinya
pembelajaran.

C. KEGIATAN PENGELOLAAN DAN KEGIATAN INSTRUKSIONAL


Kegiatan instruksional adalah kegiatan yang diarahkan untuk membantu siswa
menguasai kemampuan yang diharapkan, seperti memberikan penjelasan, mendiagnosis
kesulitan belajar, membimbing diskusi kelompok atau menyusun lembaran kerja.
Kegiatan instruksional menimbulkan masalah-masalah instruksional, sedangkan kegiatan
pengelolaan dapat menimbulkan masalah pengelolaan.

D. KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN
Komponen keterampilan mengelola kelas dapat dikelompokkan menjadi dua
bagian, yaitu keterampilan yang bersifat preventif dan keterampilan yang bersifat
represif.
1. Keterampilan yang bersifat Preventif
Keterampilan ini mencakup kemampuan guru untuk mencegah terjadinya
gangguan sehingga kondisi belajar yang optimal dapat diciptakan dan dipelihara.
Untuk mencegah munculnya gangguan-gangguan tersebut antara lain :
a. Menunjukkan sikap tanggap
b. Membagi perhatian
c. Memusatkan perhatian kelompok
d. Memberikan petunjuk yang jelas
e. Menegur
f. Memberi penguatan
2. Keterampilan yang bersifat represif

6
a. Memodifikasi tingkah laku
b. Pengelolaan kelompok
E. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Agar mampu mengelola kelas secara efektif, guru harus memperhatikan berbagai hal
berikut :
1. Kehangatan dan keantusiasan guru sangat berperan dalam menciptakan iklim kelas
yang menyenangkan.
2. Kata-kata dan tindakan guru yang dapat menggugah siswa untuk belajar dan
berperilaku baik akan mengurangi kemungkinan munculnya perilaku yang
menyimpang.
3. Penggunaan variasi dalam mengajar dapat mengurangi terjadinya gangguan.
4. Keluwesan guru dalam kegiatan pembelajaran dapat mencegah munculnya
gangguan.
5. Guru harus selalu menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan
perhatian pada hal-hal yang negative.
6. Guru hendaknya mampu menjadi contoh dalam menanamkan disiplin diri sendiri.
7. Guru hendaknya menghindari terjadinya hal-hal sebagai berikut :
a. Mencampuri kegiatan siswa secara berlebihan.
b. Kesenyapan.
c. Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan.
d. Penyimpangan yang berlarut-larut dari pokok pembahasan.
e. Bertele-tele
f. Mengulangi penjelasan yang tidak perlu.

7
KEGIATAN BELAJAR 4

KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERORANGAN

A. RASIONAL
Dari segi hubungan guru-siswa, penggunaan model kegiatan kelompok kecil dan
perorangan akan membuat hubungan itu lebih baik. Penggunaan kegiatan kelompok kecil
dan perorangan sebagai variasi dari kegiatan klasikal akan dapat mengurangi kelemahan
kegiatan klasikal, disamping memantapkan dampak positif yang ditimbulkannya yaitu
kebiasaan melakukan interaksi sosial pada kalangan yang lebih luas serta kesadaran akan
adanya keterbatasan dalam usaha memenuhi kebutuhan.

B. PENGERTIAN
Kelompok kecil dan perorangan yang dibahasa dalam modul ini sehingga sebagai
variasi dari kegiatan klasikal yang sudah merupakan tradisi kehidupan sekolah di
Indonesia. Siswa akan mengalami kegiatan belajar secara klasikal, kelompok kecil, dan
perorangan sesuai dengan hakikat topik yang sedang dipelajari dan tujuan yang ingin
dicapai.

C. VARIASI PENGORGANISASIAN
Kebiasaan guru yang hanya mengelola kelas besar harus diimbangi dengan kebiasaan
lain, yaitu member kesempatan kepada siswa untuk belajar dalam kelompok kecil dan
perorangan.
Beberapa contoh pengorganisasian pembelajaran kelompok kecil dan perorangan dalam
konteks pembelajaran klasikal :
1. Model A

KELAS BESAR

Kel 1 Kel 2 Kel 3 Kel 4

KELAS BESAR

8
Guru memberikan informasi tenttang konsep-konsep kunci dari 8 topik yang
dibahas atau menjelaskan prosedur kerja. Siswa diminta untuk bekerja dalam
kelompok kecil, misalnya untuk melakukan suatu percobaan. Kegiatan di akhiri
dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaporkan hasil kerja dan
memberikan komentar terhadap hasil kelompok.

2. Model B

KELAS BESAR

Kel Kel Kel s s s


Model ini sama dengan model sebelumnya, bedanya setelah kegiatan klasikal, para
siswa diberi 2 alternatif, yaitu mereka boleh bekerja dalam kelompok kecil atau
KELAS BESAR
bekerja sendiri.

3. Model C

KELAS BESAR

Kelompok
kecil
Kel 1 Kel 2 Kel 3 Kel n

Model C berbeda dari kedua model sebelumnya. Pada model ini tidak ada pertemuan
klasikal pada akhir kegiatan. Setelah bekerja di dalam kelompok kecil sesuai dengan
kontrak antara kelompok dengan guru, hasil pekerjaan kelompok dikumpulkan dan
diserahkan pada guru.

9
4. Model D

KELAS BESAR

s
S S S S S S
S

Kel Kel Kel


Siswa diminta bekerja secara perorangan sesuai dengan kontrak yang dibuat. Setelah
waktu untuk bekerja secara perorangan berakhir, siswa membentuk kelompok-
kelompok kecil sesuai dengan kesamaan tugas yang digarap.

D. KOMPONEN KETERAMPILAN
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan terdiri dari 4 komponen pokok,
yang sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian :
1. Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
2. Keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
3. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar
4. Keterampilan merencanakan dan melakukan kegiatan pembelajaran

E. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


Agar pengajaran kelompok kecil dan perorangan dapat berlangsung secara efektif, guru
harus memperhatikan berbagai hal berikut ini :
1. Tidak semua topikdapat disajikan dalam format kelompok kecil dan perorangan.
2. Lakukan pengajaran kelompok kecil dan perorangan secara bertahap.
3. Pengorganisasian siswa, sumber/materi, ruangan, dan waktu harus dilakukan secara
cermat.
4. Kegiatan harus diakhiri dengan kulminasi yang memungkinkan siswa saling belajar.
5. Guru harus mengenal siswa secara pribadi

10