Anda di halaman 1dari 3

Waspadai puting

beliung
Definisi puting Karakteristik puting beliung
beliung
Puting beliung adalah angin yang menanyakan kondisi cuaca kepada
berputar dengan kecepatan lebih dari instansi yang berwenang.
60 - 90 km/jam yang berlangsung 5 - 10 Penyiapan lokasi yang aman untuk
menit akibat adanya perbedaan tempat pengungsian sementara
tekanan sangat besar dalam area skala
sangat lokal yang terjadi di bawah atau
di sekitar awan Cumulonimbus (Cb).

Gejala awal puting beliung


Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
Di langit tampak ada pertumbuhan awan
Cumulus (awan putih bergerombol
yang berlapis-lapis).
Diantara awan tersebut ada satu jenis
awan yang mempunyai batas tepinya
sangat jelas berwarna abu-abu
menjulang tinggi yang secara visual
seperti bunga kol. Proses terjadinya puting
Awan tiba-tiba berubah warna dari beliung
berwarna putih menjadi berwarna
hitam pekat Proses terjadinya puting beliung sangat
(awan Cumulonimbus).
terkait erat dengan fase tumbuh awan
Ranting pohon dan daun bergoyang
Cumulonimbus (Cb) Fase Tumbuh
cepat karena tertiup angin yang
Dalam awan terjadi arus udara naik ke
terasa sangat dingin.
atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-
Jika fenomena ini terjadi, kemungkinan
titik air maupun
besar kehadiran hujan disertai angin
kristal es masih tertahan oleh arus udara
kencang sudah yang
menjelang. naik ke atas puncak awan.
Durasi fase pembentukan awan, hingga Fase Dewasa/Masak
fase awan punah berlangsung paling Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh
lama sekitar udara naik ke puncak awan. Hujan turun
1 jam. Karena itulah, masyarakat agar menimbulkan gaya gesek antara arus
tetap waspada selama periode ini. udara naik dan turun. Temperatur
massa udara yang turun ini lebih dingin
dari udara sekelilingnya. Antara arus
udara yang naik dan turun dapat timbul
arus
geser yang memuntir, membentuk
pusaran. Arus udara ini berputar semakin
cepat, mirip sebuah siklon yang
menjilat bumi sebagai angin puting
beliung. Terkadang disertai hujan deras
yang membentuk pancaran air (water
spout).
Fase Punah
Tidak ada massa udara naik. Massa udara
yang turun meluas di seluruh awan.
Kondensasi berhenti. Udara yang turun
melemah hingga berakhirlah
pertumbuhan awan Cb.

Sebelum bencana Mitigasi Bencana Puting


Perlu dilakukan sosialisasi mengenai Beliung
puting beliung agar masyarakat
memahami dan mengenal puting
beliung, baik difinisi, gejala awal, Saat Bencana
karakteristik, bahaya dan mitigasinya. Segera berlindung pada bangunan yang
Menyusun peta rawan bencana puting kokoh dan aman begitu angin kencang
beliung berdasarkan data historis. menerjang.
Memangkas ranting pohon besar dan Jika memungkinkan segeralah
menebang pohon yang sudah rapuh menjauh dari lokasi kejadian karena
serta tidak membiasakan memarkir proses terjadinya
kendaraan di bawah pohon besar. puting beliung berlangsung sangat cepat.
Jika tidak penting sekali, hindari Jika saat terjadi puting beliung kita
bepergian apabila langit tampak berada di dalam rumah semi
awan gelap dan menggantung. permanen/rumah kayu, hingga
Mengembangkan sikap sadar informasi bangunan bergoyang, segeralah keluar
cuaca dengan selalu mengikuti informasi rumah untuk mencari perlindungan di
prakiraan cuaca atau proaktif tempat
lain karena bisa jadi rumah tersebut akan
roboh.
Hindari berteduh di bawah pohon besar, Puting beliung merupakan dampak Fase
baliho, papan reklame dan jalur kabel ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang Dewasa/Masak
listrik. biasa tumbuh selama periode musim
Ancaman puting beliung biasanya hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan
berlangsung awan Cb akan menimbulkan angin
5 hingga 10 menit, sehingga jangan puting beliung.
terburu-
Kehadirannya belum dapat diprediksi.
buru keluar dari tempat perlindungan yang
Terjadi secara tiba-tiba (5 - 10 menit)
aman jika angin kencang belum benar-benar
pada area skala sangat lokal.
reda.
Pusaran puting beliung mirip
belalai gajah/selang vacuum
cleaner.
Jika kejadiannya berlangsung lama,
lintasannya membentuk jalur
Fase
kerusakan. Punah
Lebih sering terjadi pada siang hari
dan
lebih banyak di daerah dataran
rendah. Setelah bencana
Melakukan koordinasi dengan
berbagai pelaksana lapangan dalam
pencarian dan pertolongan para
korban.
Mendirikan posko dan evakuasi
korban yang selamat.
Mendirikan tempat penampungan
korban
bencana secara darurat di dekat
lokasi bencana atau menggunakan
Fase Tumbuh rumah penduduk untuk
pengobatan dan dapur umum.
Melakukan koordinasi bahan bantuan
agar terdistribusi tepat sasaran dan
sampai kepada mereka yang benar-
benar membutuhkan dan
menghindari para oknum yang
memanfaatkan situasi.
Melakukan evaluasi pelaksanaan
pertolongan dan estimasi kerugian
material.
FAKULTAS GEOGRAFI & PUSAT STUDI BENCANA (PSBA) UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

Compiled by: Sudibyakto & Daryono (2008) Dicetak oleh Universitas Gadjah Mada @ November 2008