Anda di halaman 1dari 13

MANAJEMEN STRESS

A. DEFINISI STRESS
Stress adalah satu kondisi dimana individu berespons terhadap perubahan dalam status
keseimbangan normal. Stressor adalah setiap kejadian atau stimulus yang menyebabkan
individu mengalami stress. Ketika seseorang menghadapi stressor, responsnya disebut
sebagai strategi koping, respons koping, atau mekanisme koping.
Ada yang mendefinisikan stress sebagai : Kesulitan-kesulitan yang dialami makhluk
manusia berdasarkan pengalaman, dan yang muncul dari kesadarannya akan ancaman-
ancaman yang dihadapinya
Sementara Chily mendefinisikan stress sebagai: Sekumpulan gejala yang datang
semasa ketika berhadapan dengan suatu kondisi yang menekan."

B. JENIS-JENIS STRESS.
1. Stres Fisik.
Disebabkan karena keadaan fisik seperti karena temperatur yang tinggi atau yang sangat
rendah, suara yang bising, sinar matahari atau tegangan arus listrik.
2. Stres Kimiawi
Stres ini disebabkan karena zat kimia seperti adanya obat-obatan, zat beracun, asam basa,
faktor hormon atau gas dan prinsipnya karena pengaruh senyawa kimia.
3. Stres Mikrobiologik
Stres ini disebabkan karena kuman seperti adanya virus, bakteri atau parasit.
4. Stres Fisiologik
Stres yang disebabkan karena gangguan fungsi organ tubuh di antaranya gangguan dari
struktur tubuh, fungsi jaringan, organ dan lain-lain.
5. Stres Proses Pertumbuhan Dan Perkembangan
Stres yang disebabkan karena proses pertumbuhan dan perkembangan sperti pada
pubertas, perkawinan dan proses lanjut usia.
6. Stres Psikis Atau Emosional
Stres yang disebabkan karena gangguan situasi psikologis atau ketidakmampuan kondisi
psikologis untuk menyesuaikan diri seperti hubungan interpersonal, sosial budaya atau
faktor keagamaan.
C. GEJALA STRESS
Hardjana (1994) mengemukakan bahwa terdapat kriteria-kriteria gejala-gejala stress, antara
lain :
1. Gejala Fisikal.
Sakit kepala, pusing, pening. tidur tidak teratur, insomania atau susah tidur, bangun terlalu
awal, sakit punggung, terutama bagian bawah ,mencret-mencret dan radang usus besar,
sulit buang air besar, sembelit. gatal gatal pada kulit. urat-urat tegang terutama leher dan
bahu, keringat berlebih, terganggu pencernaan atau bisulan, tekanan darah tinggi atau
serangan jantung, berubah selera makan, lelah atau kehilangan daya energy, bertambah
banyak melakukan kekeliruan dan kesalahan dalam kerja dan hidup.

2. Gejala Emosional
Gelisah dan cemas, sedih, depresi, mudah menangis, merasa jiwa dan hati atau mood
berubah-ubah dengan cepat, mudah panas dan marah, gugup, rasa harga diri menurun
dan merasa tidak aman, rasa harga diri menurun dan merasa tidak aman, marah-marah,
gampang menyerang orang dan bersikap bermusuhan, emosi mengering kehabisan
sumber dayamental (burn out).
3. Gejala Kognitf
Susah berkonsentrasi dan memusatkan pikiran, sulit mengambil keputusan, mudah
terlupa, pikiran kacau, daya ingat menurun, melamun secara berlebihan, pikiran dipenuhi
oleh satu pikiran saja, kehilangan rasa humor yang sehat, produktifitas atau prestasi kerja
menurun, mutu kerja yang rendah.
4. Gejala Interpersonal
Kehilangan kepercayaan terhadap orang lain., mudah mempermasalahkan orang lain.,
mudah membatalkan janji atau tidak memenuhi perjanjian, suka mencari cari kesalahan
orang lain atau menyerang orang dengan kata-kata, mengambil sikap terlalu membentengi
dan mempertahankan diri, membiarkan orang lain.

D. PENYEBAB STRESS
Kondisi-kondisi yang cenderung menyebabkan Stres disebut Stressors. Meskipun Stres
dapat diakibatkan oleh hanya satu Stressors, biasanya karyawan mengalami Stres karena
kombinasi Stressors. Menurut Robbins (2001:565-567) ada tiga sumber utama yang dapat
menyebabkan timbulnya Stres yaitu :
1. Faktor Lingkungan
Keadaan lingkungan yang tidak menentu akan dapat menyebabkan pengaruh
pembentukan struktur organisasi yang tidak sehat terhadap karyawan.
Dalam faktor lingkungan terdapat tiga hal yang dapat menimbulkan Stres bagi karyawan
yaitu ekonomi, politik dan teknologi. Perubahan yang sangat cepat karena adanya
penyesuaian terhadap ketiga hal tersebut membuat seseorang mengalami ancaman terkena
Stres. Hal ini dapat terjadi, misalnya perubahan teknologi yang begitu cepat. Perubahan
yang baru terhadap teknologi akan membuat keahlian seseorang dan pengalamannya tidak
terpakai karena hampir semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat dan dalam
waktu yang singkat dengan adanya teknologi yang digunakannya.
2. Faktor Organisasi
Didalam organisasi terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan Stres yaitu role
demands, interpersonal demands, organizational structure dan organizational leadership.
Pengertian dari masing-masing faktor organisasi tersebut adalah sebagai berikut :
a. Role Demands
Peraturan dan tuntutan dalam pekerjaan yang tidak jelas dalam suatu organisasi akan
mempengaruhi peranan seorang karyawan untuk memberikan hasil akhir yang ingin
dicapai bersama dalam suatu organisasi tersebut.
b. Interpersonal Demands
Mendefinisikan tekanan yang diciptakan oleh karyawan lainnya dalam organisasi.
Hubungan komunikasi yang tidak jelas antara karyawan satu dengan karyawan lainnya
akan dapat menyeba bkan komunikasi yang tidak sehat. Sehingga pemenuhan kebutuhan
dalam organisasi terutama yang berkaitan dengan kehidupan sosial akan menghambat
perkembangan sikap dan pemikiran antara karyawan yang satu dengan karyawan lainnya.
c. Organizational Structure
Mendefinisikan tingkat perbedaan dalam organisasi dimana keputusan tersebut dibuat dan
jika terjadi ketidak jelasan dalam struktur pembuat keputusan atau peraturan maka akan
dapat mempengaruhi kinerja seorang karyawan dalam organisasi.
d. Organizational Leadership
Berkaitan dengan peran yang akan dilakukan oleh seorang pimpinan dalam suatu
organisasi. Karakteristik pemimpin menurut The Michigan group (Robbins, 2001:316)
dibagi dua yaitu karakteristik pemimpin yang lebih mengutamakan atau menekankan
pada hubungan yang secara langsung antara pemimpin dengan karyawannya serta
karakteristik pemimpin yang hanya mengutamakan atau menekankan pada hal pekerjaan
saja.
Empat faktor organisasi di atas juga akan menjadi batasan dalam mengukur tingginya
tingkat Stres. Pengertian dari tingkat Stres itu sendiri adalah muncul dari adanya kondisi-
kondisi suatu pekerjaan atau masalah yang timbul yang tidak diinginkan oleh individu
dalam mencapai suatu kesempatan, batasan-batasan, atau permintaan-permintaan dimana
semuanya itu berhubungan dengan keinginannya dan dimana hasilnya diterima sebagai
sesuatu yang tidak pasti tapi penting (Robbins, 2001:563).
3. Faktor Individu
Pada dasarnya, faktor yang terkait dalam hal ini muncul dari dalam keluarga, masalah
ekonomi pribadi dan karakteristik pribadi dari keturunan. Hubungan pribadi antara
keluarga yang kurang baik akan menimbulkan akibat pada pekerjaan yang akan dilakukan
karena akibat tersebut dapat terbawa dalam pekerjaan seseorang. Sedangkan masalah
ekonomi tergantung dari bagaimana seseorang tersebut dapat menghasilkan penghasilan
yang cukup bagi kebutuhan keluarga serta dapat menjalankan keuangan tersebut dengan
seperlunya.
Karakteristik pribadi dari keturunan bagi tiap individu yang dapat menimbulkan Stres
terletak pada watak dasar alami yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Sehingga untuk itu,
gejala Stres yang timbul pada tiap-tiap pekerjaan harus diatur dengan benar dalam
kepribadian seseorang.
E. MANAGEMENT STRESS
Stress merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, namun sangat individual; sebuah situasi
yang menurut seseorang merupakan stresor utama mungkin tidak terlalu berpengaruh pada
orang lain. Beberapa metode untuk membantu mengurangi stress akan efektif bagi seseorang;
metode lain akan lebih sesuai untuk orang lain. Seorang perawat yang peka terhadap
kebutuhan dan reaksi klien dapat memilih metode intervensi yang paling efektif bagi masing-
masing individu.
a. Manajemen Stress Untuk Perawat
Perawat seperti halnya klien, rentan untuk mengalami ansietas dan stress. Praktik
keperawatan mencakup banyak stresor yang berhubungan dengan klien dan lingkungan
kerja, seperti jumlah staf yang kurang memadai, peningkatan keparahan penyakit
klien,penyesuaian terhadap berbagai jadwal pergantian tugas, keharusan mengemban
tanggung jawab tanpa persiapan sama sekali, dukungan yang tidak adekuat dari
pembimbing dan rekan kerja, kunjungan rumah yang membuat tertekan, perawatan
terhadap klien yang menjelang ajal, dan lain-lain. Meskipun kebanyakan perawat dapat
menghadapi tuntutan fisik dan emosi keperawatan secara efektif, pada beberapa situasi
perawat menjadi kewalahan dan mengalamai keletihan fisik dan mental, sindrom
perilaku kompleks yang dapat dikaitkan dengan tahap kelelahan pada sindrom adaptasi
umum. Perawat yang mengalami keletihan fisik dan mental menunjukkan penurunan
kondisi fisik dan emosi, sikap negative dan konsep diri negated, serta perasaan tidak
berdaya dan keputusasaan.
Perawat dapat mencegah keletihan fisik dan mental dengan menggunakan teknik untuk
mengelola stress yang dibahas untuk klien. Pertama-tama, perawat harus mengidentifikasi
stress mereka dan menyesuaikan diri dengan respons sepertti perasaan kewalahan,
keletihan, luapan marah, penyakit fisik, dan peningkatan konsumsi kopi, rokok, atau
penyalahgunaan zat. Ketika sudah menyesuaikan diri dengan stress dan reaksi personal,
penting untuk mengindentifikasi situasi yang menimbulkan reaksi yang paling hebat
sehingga langkah tersebut dapat diambil untuk mengurangi stress. Anjurannya mencakup:
1) Rencanakan program relaksasi harian dengan waktu yang cukup bermakna untuk
mengurangi ketegangan (mis., membaca, mendengarkan music, berendam di bak
mandi, atau menditasi)
2) Lakukan program olahraga teratur untuk mengarahkan energy keluar.
3) Belajar teknik asertif untuk meredakan perasaan tidak berdaya dalam hubungannya
dengan orang lain. Belajar untuk mengatakan tidak.
4) Belajar untuk menerima kegagalan anda sendiri dan orang lain dan menganggapnya
sebagai pengalaman belajar yang konstruktif. Sadari bahwa sebagian besar orang
melakukan semua hal terbaik sebatas kemampuan mereka. Belajar untuk meminta
bantuan, menunjukkan perasaan anda kepada rekan kerja, dan mendukung rekan kerja
anda pada saat mereka membutuhkannya.
5) Terima semua hal yang tidak dapat diubah. Ada batasan tertentu dalam setiap situasi.
Libatkan diri dalam upaya perubahan yang konstruktif bila kebijakan dan prosedur
organisasi menyebabkan stress.

F. TEKNIK MANAJEMEN STRESS


1. Menggunakan Teknik Relaksasi Progresif
Beberapa teknik relaksasi dapat digunakan untuk menenangkan pikiran, melepaska
ketegangan,dan menetralkan respons lari atau lawan GAS. Perawat dapat mengajarkan
teknik inikepada klien. Perawat juga harus mendorong klien untuk menggunakan teknik
ini ketika mereka menghadapi situasi kesehatan yang penuh tekanan, seperti (a) saat
persalinan, (b) saat pasca operasi untuk menghilangkan nyeri, dan (c) sebelum dan selama
prosedut relaksasi yang dapat dipinjam atau dibeli oleh klien. Anda tidak dapat memiliki
perasaan tentram dalam tubuh pada saat bersamaan anda mengalami strss psikologis.
Relaksasi progresif dari otot anda akan menurunkan denyut nadi dan tekanan darah, juga
mengurangi keringat dan frekuensi pernafasan. Relaksasi otot yang dalam, jika dikuasai
dengan baik dapat digunakan sebagai obat anti-ansietas.
a. Gejala Yang Berhasil
Hasil yang memuaskan didapatkan dalam program terapi terhadap ketegangan otot,
ansietas, insomnia, depresi, kelelahan, kram otot, nyeri leher dan punggung, tekanan
darah tinggi, fobi ringan dan gagap.
b. Lama Waktu Untuk Mahir
Satu atau dua minggu. Dua kali 15 menit perhari.
c. Petunjuk Kilat
Beberapa klien membuat rekaman mereka sendiri. Berikut adalah petunjuk untuk
mencapai relaksasi otot yang dalam dengan cepat. Seluruh kelompok otot serentak
tegang dan kemudian relaks. Sama seperti sebelumnya, ulangi tiap petunjuk paling
tidak sekali, tegangkan tiap kelompk otot selama lima sampai tujuh detik dan
kemudian relaks sampai 20 sampai 30 detik. Jangan lupa memperhatikan perbedaan
antara perasaan tegang dan relaks.
1) Kepalkan kedua telapak tangan, kencangkan biceps dan lengan bawah. Relaks.
2) Kerutkan dahi anda keatas. Pada saat yang sama tekan kepala anda sejauh
mungkin ke belakang, putar searah dengan jarumjamm dan kebalikannya.
Sekarang kerutkan otot muka anda seperti kenari: cemberut, mata dikedipkan,
bibir dimonyongkan ke depan, lidah ditekanke langit-langit, dan bahi
dibungkukkan. Relaks.
3) Lengkungkan punggung ke belakang sambil menarik nafas dalam masuk, tekan
ke luar lambung. Tahan. Relaks. Tekan keluar perut. Tahan. Relaks.
4) Tarik kaki dan ibu jari ke belakang mengarah ke muka. Tahan. Relaks. Lipat ibu
jari, secara serentak kencangkan betis, paha dan bokong. Relaks.
Perhatian Khusus
a. Jika anda merekam petunjuk dasar untuk memfasilitasi program relaksasi anda,
ingatlah member jarak tiap petunjuk sehingga kesempatan itu dipergunakan untuk
mengalami ketegangan dan relaksasi sebelum diteruskan pada otot berikut atau
kelompok otot.
b. Kebanyakan orang kurangberhasil ketika mereka mulai relaksasi otot yang dalam,
tetapi ini hanya masalah prakteknya saja. Latihan selama 20 menit mungkin pada
awalnya hanya menghasilkan relaksasi sebagian, hal ini mungkin akan berakhir
dengan relaks seluruh tubuh dalam beberapa saat.
c. Kadang-kadang pada awalnya, mungkin aka anda rasakan bahwa relaksasi suda
cukup. Walaupun sebagian atas kelompok otot mungkin sudah relaks, tetapi beberapa
jaringan otot masih kontraksi. Ini merupakan cara melemaskan jaringan otot yang
akan memberikan efek emosi yang anda inginkan. Akan menolong dengan berkata
pada diri sendiri selama fase relaksasi. biarkan pergi dan makin jauh.
2. Pernafasan Dalam.
Orang barat baru menyadari pentingnya kebiasaan bernafas yang benar, berabad-abad,
latihan bernafas telah menjadi bagian integral perkembangan mental, fisik dan spiritual
bagi orang Asia Timur dan India. Sebagaimana orang barat dengan cepat mengejar
ketertinggalannya dari Asia dalam memahami dan memanfaatkan control pernafasan yang
tepat, dan telah meminjam banyak sejaki pengetahuan dari perguruan Yoga. Dasar dan
tujuan semua Yoga adalah memampukan anda melalui disiplin, untuk mengontrol tubuh
dan pikiran. Tiga latihan pertama dalam bab ini adalah teknik sederhana Amerika yang
mencerminkan warisan dari Asia. Latihan keempat sampai sebelas adalah latiha Yoga
yang dikembangkan dan semppurnakan di India berates tahun yang lalu.
Teknik relaksasi dengan latihan nafas dalam sangat mudah dilakukan kapan saja dan
dimana saja yang dibutuhkan hanya posisi paling nyaman (bisa duduk, berbaring, berdiri)
taruh satu tangan diatas perut yang lainya diatas dada kemudian ambil nafas sampai terasa
memenuhi seluruh kapasitas paru, tahan nafas sesaat keluarkan perlahan melalui bibir
seperti anda mau bersiul agar aliran udarah terkontrol, rasakan perubahan kontur
abdomen sewaktu dikosongkan, ulangi siklus inspirasi-ekspirasi sambil terus fokuskan
seluruh kesadaran pada suara nafas, jalani latihan ini selama 5 sampai 10 menit.
a. Peran Pernafasan Dalam
1) Meningkatkan jumlah oksigen yang tersedia di otak.
2) Membuat tubuh rileks dan membersihkan pikiran dari ketegangan.
3) Menetapkan siklus berirama yang membawa harmoni otak pada kondisi
gelombang alpha 8 - 12 cps (siklus per detik).
4) Memperlambat denyut jantung
5) Mengatur tekanan darah,
6) Menghilangkan ketegangan otot dan
7) Mengembalikan keseimbangan mental dan emosional batin.
8) Membersihkan tubuh dan membuat berolahraga lebih efektif.
b. Teknik Pernapasan Dalam
1) Walaupun latihan ini dapat dilakukan dalam berbagai sikap, direkomendasikan
sikap berikut : rebahkan diri di atas permadani atau tikar di lantai. Tekuk kedua
lutut dan direnggangkan kaki anda lebih kurang 8 inci, dengan jari mengarah
sedikit keluar. Pastikan bahwa tulang anda lurus.
2) Amati tubuh anda yang tegang.
3) Letakkan satu tangan di atas perut dan satu tangan di atas dada.
4) Tarik napas pelan-pelan dan dalam melalui hidung masuk ke dalam perut
mendorong dengan tangan anda sekuat-kuatnya selama anda merasa nyaman.
Dada anda harus sedikit bergerak dan bersamaan dengan pergerakan perut.
5) Jika anda merasa mudah dengan langkah ke-4, tersenyum sedikit, tarik napas
melalui hidung dan hembuskan melalui mulut, ciptakan ketenangan, relaks,
desingkan udara seperti angin seraya meniupkan udara dengan lembut ke luar.
Mulut, hidung dan rahang anda akan relaks. Ambil napas panjang , pelan , dalam
yang membesarkan dan mengecilkan perut. Fokuskan pada bunyi dari pernapasan
sambil anda semakin relaks.
6) Lanjutkan napas dalam selama lima atau sepuluh menit setiap kali, satu atau dua
kali sehari, selama dua minggu , kemudian , jika anda suka , perpanjang waktunya
sampai 20 menit.
7) Pada akhir setiap kali pernafasan dalam gunakan waktu sejenak untuk sekali lagi
mengamati tubuh anda yang tegang. Bandingkan ketegangan yang anda rasakan
pada akhir latihan dengan yang anda alami pada awal latihan.
8) Bila anda telah terbiasa dengan pernapasan perut, lakukan setiap saat anda
menginginkannya sepanjang hari saat anda duduk atau berdiri. Konsentrasikan
pada gerakan perut ke atas dan ke bawah, udara ke luar masuk paru-paru anda,
dan perasaan relaks yang dihasilkan dengan napas dalam.
9) Bila anda telah belajar merilekskan diri dengan menggunakan napas dalam,
lakukanlah setiap kali anda merasa tegang.
3. Guide Imagery
Imajinasi terbimbing adalah sebuah teknik relaksasi yang bertujuan untuk mengurangi
stress dan meningkatkan perasaan tenang dan damai serta merupakan obat penenang
untuk situasi yang sulit dalam kehidupan. Imajinasi terbimbing atau imajinasi mental
merupakan suatu teknik untuk mengkaji kekuatan pikiran saat sadar maupun tidak
sadar untuk menciptakan bayangan gambar yang membawa ketenangan dan
keheningan (National Safety Council,2004).
a. Manfaat Imajinasi Terbimbing
Imajinasi terbimbing merupakan salah satu jenis dari teknik relaksasi sehingga
manfaat dari teknik ini pada umumnya sama dengan manfaat dari teknik relaksasi
yang lain. Para ahli dalam bidang teknik imajinasi terbimbing berpendapat bahwa
imajinasi merupakan penyembuh yang efektif. Teknik ini dapat mengurangi nyeri,
mempercepat penyembuhan dan membantu tubuh mengurangi berbagai macam
penyakit seperti depresi, alergi dan asma (Holistic-online,2006).
b. Dasar Imajinasi Terbimbing
Imajinasi merupakan bahasa yang digunakan oleh otak untuk berkomunikasi
dengan tubuh. Segala sesuatu yang kita lakukan akan diproses oleh tubuh melalui
bayangan. Imajinasi terbentuk melalui rangsangan yang diterima oleh berbagai
indera seperti gambar aroma, rasa, suara dan sentuhan (Holistic-online, 2006).
Respon tersebut timbul karena otak tidak mengetahui perbedaan antara bayangan
dan aktifitas nyata. Penelitian membuktikan bahwa dengan menstimulasi otak
melalui imajinasi dapat menimbulkan pengaruh langsung pada system saraf dan
endokrin (Tusek, 2000).
c. Proses Asosiasi Imajinasi
Imajinasi terbimbing merupakan suatu teknik yang menuntut seseorang untuk
membentuk sebuah bayangan/imajinasi tentang hal-hal yang disukai. Imajinasi
yang terbentuk tersebut akan diterima sebagai rangsang oleh berbagai indra,
kemudian rangsangan tersebut akan dijalankan ke batang otak menuju sensor
thalamus. Di talamus rangsang diformat sesuai dengan bahasa otak, sebagian kecil
rangsangan itu ditransmisikan ke amigdala dan hipokampus sekitarnya dan
sebagian besar lagi dikirim ke korteks serebri, di korteks serebri terjadi proses
asosiasi pengindraan dimana rangsangan dianalisis, dipahami dan disusun menjadi
sesuatu yang nyata sehingga otak mengenali objek dan arti kehadiran tersebut.
Hipokampus berperan sebagai penentu sinyal sensorik dianggap penting atau tidak
sehingga jika hipokampus memutuskan sinyal yang masuk adalah penting maka
sinyal tersebut akan disimpan sebagai ingatan. Hal hal yang disukai dianggap
sebagai sinyal penting oleh hipokampus sehingga diproses menjadi memori.
Ketika terdapat rangsangan berupa bayangan tentang hal hal yang disukai
tersebut, memori yang telah tersimpan akan muncul kembali dan menimbulkan
suatu persepsi dari pengalaman sensasi yang sebenarnya, walaupun pengaruh /
akibat yang timbul hanyalah suatu memori dari suatu sensasi (Guyton&Hall,
1997).
Amigdala merupakan area perilaku kesadaran yang bekerja pada tingkat bawah
sadar. Amigdala berproyeksi pada jalur system limbic seseorang dalam hubungan
dengan alam sekitar dan pikiran. Berlandaskan pada informasi ini, amigdala
dianggap membantu menentukan pola respon perilaku seseorang sehingga dapat
menyesuaikan diri dengan setiap keadaan. Dari hipokampus rangsangan yang
telah mempunyai makna dikirim ke amigdala. Amigdala mempunyai serangkaian
tonjolan dengan reseptor yang disiagakan untuk berbagai macam neurotransmitter
yang mengirim rangsangan kewilayah sentralnya sehingga terbentuk pola respons
perilaku yang sesuai dengan makna rangsangan yang diterima (Guyton&Hall,
1997)
d. Macam Teknik Imajinasi terbimbing
Berdasarkan pada penggunaannya terdapat beberapa macam teknik imajinasi
terbimbing (holistic-online.2006):
1) Guided Walking Imagery : teknik ini ditemukan oleh psikoleuner. Pada teknik
ini pasien dianjurkan untuk mengimajinasikan pemandangan standar seperti
padang rumput, pegunungan, pantai dll. kemudian imajinasi pasien dikaji
untuk mengetahui sumber konflik.
2) Autogenic Abeaction : dalam teknik ini pasien diminta untuk memilih sebuah
perilaku negatif yang ada dalam pikirannya kemudian pasien mengungkapkan
secara verbal tanpa batasan. Bila berhasil akan tampak perubahan dalam hal
emosional dan raut muka pasien
3) Covert sensitization : teknik ini berdasar pada paradigma reinforcement yang
menyimpulkan bahwa proses imajinasi dapat dimodifikasi berdasarkan pada
prinsip yang sama dalam modifikasi perilaku.
4) Covert Behaviour Rehearsal : teknik ini mengajak seseorang untuk
mengimajinasikan perilaku koping yang dia inginkan. Teknik ini lebih banyak
digunakan.
4. Latihan
Latihan adalah salah satu cara penurunan stress yang paling sederhana dan efektif.
Kegiatan fisik secara teratur adalah penyaluran alamiah system tubuh ketika tubuh
dalam keadaan menyerang dan menghindar. Setelah latihan tubuh anda kembali
kekeadaan keseimbangan normal dan anda merasa rileks dan segar.
Anda mempunyai kebutuhan latihan yang sama dengan nenek moyang pada
zaman dulu, di mana gaya hidup berburu dan mengumpulkan sesuatu
membutuhkan berjalan dan berlari bermil-mil setiap harinya. Bila pola kegiatan
hidup anda lebih banyak menuntut duduk yaitu pola yang berkembang sejak
revolusi industry, anda mungkin tidak mendapat latihan yang anda buthkan.
Hanya satu dari empat orang bertempat tinggal di kota mendapat latihan yang
cukup. Meluasnya ketidak-aktifan secara fisik berperan utama dalam terjadinya
penyakit jantung koroner, obesitas, penyakit sendi dan ruas spinal, kelelahan,
ketegangan otot dan depresi.
a. Latihan Aerobik
Tujuan latihan aerobic adalah menghasilakan efek latihan yang secara bertahap
memperkuat system kardiovaskular dan meningkatkan stamina. Untuk
menghasilkan efek ini perlu latihan tiga hari seminggu. Tiap denyut jantung anda
harus mencapai rentang aerobic yang tepat untuk usia dan bertahan selama 20
menit. Latihan di bawah denyut jantung aerobic tidak akan memberikan efek
latihan, dan latihan konsisten di atas denyut jantung aerobic akan terlalu memaksa
jantung.
b. Latihan Intensitas Rendah
Latihan dengan intensitas rendah, tidak cukup menggiatkan atau memperpanjang
efek latihan. Latihan ini dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan
fleksibilitas otot serta gerak sendi. Namun, hal ini tidak memberi banyak
keuntungan pada system kardiovaskular. Bila anda terlalu banyak duduk atau
kondisi fisik buruk, latihan intensitas rendah membantu menyiapkan anda untuk
latihan aerobikdengan resiko minimum untuk terjadi cidera kardiovaskular.
Penelitian yang baru dimulai untuk menjelaskan mengapa latihan efektif dalam
menurunkan ansietas umum dan depresi. Selama 15 menit sampai 20 menit latihan
yang giat merangsang baik sekresi neurokimia yang disebut katekolamin ke dalam
otak, dan melepaskan endorphin ke dalam darah. Orang depresi sering kekurangan
katekolamin. Endorphin adalah penghilang nyeri alamiah dan peningkan suasana
hati.
a. Kontraindikasi
1) Memulai secara tiba-tiba program latihan aerobic dapat menyebabkan
serangan jantung yang fatal apabila anda tidak melakukan pemanasan.
Memulai secara perlahan denganlatihan intensitas rendah seperti jalan dan
kalistenik bila anda mempunyai pola kegiatan yang lebih banyak duduk, atau
berat badan berlebih, makan terlalu banyak lemak atau makanan banyak
mengandung garam atau merokok.
2) Jangan memulai program latihan tanpa konsultasi dokter untuk uji fisik
keseluruhan bila usia anda lebih tiga puluh tahu, obesitas (20% diatas berat
normal), atau mempunyai tekanan darah tinggi, penyempitan pembuluh darah,
atau kadar kolesterol tinggi. Banyak dokter merekomendasikan untuk
pengukuran elektrokardiogram dengan aktifitas bila usia anda diatas 40 tahun.
3) Bila anda mulai program latihan, temui dokter anda bila merasakan palpitasi
jantung, pusing, nyeri dada, atau sangat sulit bernafas.
b. Instruksi
Buat catatan harian untuk mendapatkan waktu yang tepat dalam jadwal latihan
anda dapat meningkatkan latihan intensitas rendah. Buat catatan di catatan harian
setiap kali anda sempat untuk berjalan paling sedikit sepuluh menit. Juga catat
bagaimana anda menghentikan diri anda dari latihan yang berlebihan dengan
alasan yang cepat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Stress merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, namun sangat individual; sebuah situasi
yang menurut seseorang merupakan stresor utama mungkin tidak terlalu berpengaruh pada
orang lain. Beberapa metode untuk membantu mengurangi stress akan efektif bagi seseorang;
metode lain akan lebih sesuai untukorang lain. Seorang perawat yang peka terhadap
kebutuhan dan reaksi klien dapat memilih metode intervensi yang paling efektif bagi masing-
masing individu.

DAFTAR PUSTAKA

1. Kozier, dkk. (2010). Fundamental Keperawatan. Konsep, Praktik & Proses. Jakarta: EGC
2. Davis, Martha Ph.D, dkk. (1995). Panduan Relaksasi & Reduksi Stress. Jakarta: EGC