Anda di halaman 1dari 3

ABORTUS KOMPLIT

No. Kode : 440/ /VII/PKMS/2014 Ditetapkan Oleh Kepala


Puskesmas
SPO Terbitan :01

No. Revisi :0

PUSKESMAS Tgl. Mulai Berlaku : 15 Juli 2014


REVA LINDA, S.Kep
SEMERAP Halaman : 1/3 Nip19830314 200502 2 002

1. Pengertian Abortus ialah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat
hidup diluar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari
20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram.

Abortus komplit adalah abortus dimana seluruh hasil konsepsi telah keluar dari
kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
2. Tujuan Sebagai Pedoman kerja Petugas dalam memberikan pelayanan pada pasien
dalam penatalaksanaan kasus abortus komplit.

3. Kebijakan 1. Keputusan Kepala Puskesmas No: 440/ /VI/PKMS/2015 jenis pelayanan


yang ada di puskesmas semerap.
2. Keputusan Kepala Puskesmas No: 440/ /VI/PKMS/2015 tentang aturan
perilaku dalam pelayanan.
3. Keputusan Kepala Puskesmas No: 440/ /VI/PKMS/2015 tentang
kebijakan pelayanan klinis.
4. Referensi 1. Permenkes no 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas
2. Permenpan no 16 Tahun 2014 tentang Pedoman Survei Kepuasaan
Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik
3. Pedoman penyusunan bahan akreditasi FKTP
4. Pedoman pelayanan di tingkat Puskesmas
5. Alat dan Bahan Buku
Pena
6. Prosedur 1. Dokter menegakkan diagnosis berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan
penunjang

Anamnesa

1.Perdarahan sedikit
2.Nyeri perut atau kram ringan
3.Mulut sudah tertutup
4.Pengeluaran seluruh hasil konsepsi

Faktor Risiko :
Faktor Maternal
Penyakit infeksi
Gangguan nutrisi yang berat
c.Penyakit menahun dan kronis
d.Alkohol dan merokok
e.Anomali uterus dan serviks
f.Gangguan imunologis
g.Trauma fisik dan psikologis
ABORTUS KOMPLIT
No. Kode : 440/ /VII/PKMS/2014 Ditetapkan Oleh Kepala
Puskesmas
SPO Terbitan :01

No. Revisi :0

PUSKESMAS Tgl. Mulai Berlaku : 15 Juli 2014


REVA LINDA, S.Kep
SEMERAP Halaman : 1/3 Nip19830314 200502 2 002

Pemeriksaan Fisik
Penilaian tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)
Penilaian tanda-Tanda syok
Periksa konjungtiva untuk tanda anemia
Mencari ada tidaknya massa abdomen
Tanda-tanda akut abdomen dan defans musculer
Pemeriksaan ginekologi, ditemukan
Osteum uteri tertutup
Perdarahan sedikit
Ukuran uterus lebih kecil usia kehamilan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan tes kehamilan (BHCG): biasanya masih positif sampai 7-10
hari setelah abortus.

2. Dokter memberikan penatalaksanaan berupa


terapi tablet sulfas ferosus 600 mg/hari selama 2 minggu untuk anemia
sedang
Menganjurkan penggunaan kontrasepsi pasca keguguran karena
kesuburan dapat kembali kira-kira 14 hari setelah keguguran. Untuk
mencegah kehamilan, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
umumnya dapat dipasang secara aman setelah aborsi spontan atau
diinduksi. Kontraindikasi pemasangan AKDR pasca keguguran antara
lain adalah infeksi pelvik, abortus septik, atau komplikasi serius lain
dari abortus.
Follow up dilakukan setelah 2 minggu.
Apabila terdapat anemia sedang bila anemia berat maka pasien dirujuk .

3. Dokter dan perawat melakukan konseling untuk memberikan dukungan


emosional dan edukasi mengenai
Pemeriksaan rutin antenatal
Makan makanan yang bergizi (sayuran, susu,ikan, daging,telur).
Menjaga kebersihan diri, terutama daerah kewanitaan dengan tujuan
mencegah infeksi yang bisa mengganggu proses implantasi janin.
Hindari rokok, karena nikotin mempunyai efek vasoaktif sehingga
menghambat sirkulasi uteroplasenta.
7. Unit Terkait Poli KIA
Loket karcis
ABORTUS KOMPLIT
No. Kode : 440/ /VII/PKMS/2014 Ditetapkan Oleh Kepala
Puskesmas
SPO Terbitan :01

No. Revisi :0

PUSKESMAS Tgl. Mulai Berlaku : 15 Juli 2014


REVA LINDA, S.Kep
SEMERAP Halaman : 1/3 Nip19830314 200502 2 002

Loket pembayaran
8. Dokumen Terkait Buku Register poli umum
Laporan poli umum
Status pasien
Inform consent