Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim. Puji syukur penyusun ucapkan ke hadirat Allah


SWT yang telah memberikan hidayah dan nikmat yang besar kepada kita semua.
Shalawat serta salam kita ucapkan ke haribaan Nabi Muhammad SAW dan kepada
sahabat serta keluarga beliau.
Alhamdulillah penulis telah dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Bilangan Oksidasi Pada Reaksi Redoks sebagai salah satu syarat kurikulum
untuk memudahkan proses pembelajaran pada bidang kimia tingkat SMA. Oleh
karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian. Penulis
mengharapkan kritikan dan saran yang membangun guna kesempurnaan penulisan
makalah ini.

Sigli, 02 Mei 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang............................................................................................1
1.2 Perumusan Masalah....................................................................................1

BAB 2 PEMBAHASAN.........................................................................................2
2.1 Konsep Dasar Reaksi Kimia.......................................................................2
2.2 Reaksi Oksida Reduksi...............................................................................3
2.3 Konsep Bilangan ........................................................................................3

BAB 3 PENUTUP..................................................................................................7
3.1 Kesimpulan.................................................................................................7
3.2 Saran............................................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pernahkah melihat besi yang berkarat? Mengapa besi jika dibiarkan tanpa
perlindungan lama kelamaan terbentuk bintik-bintik merah pada permukaannya?
Proses perkaratan logam merupakan contoh reaksi reduksi yan terjadi di alam.
Munculnya bintik-bintik merah (karat) pada logam disebabkan logam mengikat
oksigen dari udara dan air.
Oksigen bereaksi dengan banyak unsur membentuk senyawa yang disebut
sebagai oksida. Pengertian oksidasi dihubungkan dengan reaksi unsur atau senyawa
dengan oksigen. Seiring dengan perkembangan ilmu kimia, konsep oksidasi dan
reduksi juga dikembangkan dan disempurnakan.
Konsep inilah yang dikenal dengan istilah redoks, dimana konsep yang
berdasarkan pada pelepasan atau peningkatan oksigen, penerimaan dan pelepasan
elektron dan perubahan bilangan oksidasi.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, maka dapat ditarik suatu rumusan masalah sebagai
berikut:
1. Apakah konsep dasar reaksi kimia?
2. Apakah yang dimaksud dengan reaksi oksidasi reduksi?
3. Jelaskan konsep bilangan oksidasi?

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar Reaksi Kimia

Reaksi kimia terjadi apabila salah satu hal berikut harus teramati yaitu reaksi
tersebut menghasilkan gas, endapan, perubahan suhu dan perubahan warna.
Reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat-zat baru yaitu hasil reaksi,
terbentuk dari beberapa zat aslinya, yang disebut pereaksi. Biasanya suatu reaksi
kimia disertai oleh kejadian-kejadian fisis, seperti perubahan warna, pembentukan
endapan, atau timbulnya gas.
Lambang-lambang yang menyatakan suatu reaksi kimia disebut persamaan
kimia. Dalam penulisan persamaan reaksi diperlukan tiga langkah :
a. Nama-nama pereaksi dan hasil reaksi ditulis, hasilnya disebut sebuah persamaan
sebutan. Contoh : nitrogen oksida + oksigen Nitrogen dioksida
b. Sebagai penggantin nama zat dipergunakan rumus-rumus kimia. Hasilnya disebut
persamaan kerangka. Contoh : NO + O2NO2
c. Persamaan kerangka kemudian di kesetimbangan, yang menghasilkan persamaan
kimia. Contoh : 2NO + O2 2NO2
Hubungan kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu persamaan
kimia berimbang menmberikan dasar staikiometri. Perhitungan staikiomentri
mengharuskan penggunaan bobot atom unsur dan bobot molekul senyawa.
Banyaknya suatu hasil reaksi tertentu yang menurut perhitungan akan diperoleh
dalam suatu reaksi kimia rendemen teoritis untuk suatu reaksi kimia. Penting untuk
mengetahui mana yang merupakan pereaksi pembatas yakni pereaksi yang secara
teoritis dapat bereaksi sampai habis, sedangkan pereaksi-pereaksi lain berlebih.
Jika terjadi reaksi kimia, dapat diamati tiga macam perubahan :
a. Perubahan Sifat
b. Perubahan Susunan
c. Perubahan Energi

2
3

2.2 Reaksi Oksidasi Reduksi

Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang


menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam
sebuah reaksi kimia.

Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang
menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan
metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula
pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.

Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat
dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:

Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion
Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau
ion.

2.3 Konsep Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi merupakan harga yang menunjukkan kemampuan suatu atom


untuk melepaskan atau menerima elektron dalam suatu reaksi. Bilangan oksidasi
dapat bernilai positif maupun negatif tergantung harga keelektronegatifannya.
Bilangan oksidasi bernilai positif berarti atom melepaskan elektron, sebaliknya jika
negatif berarti atom menerima elektron.
Bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi suatu unsur adalah bilangan bulat yang
menunjukkan muatan yang disumbangkan oleh atom atau unsur tersebut pada ion ,
tanda (+) dan (-) pada biloks ditulis sebelum angkanya misalnya +2, sedangkan
pada muatan ditulis sesudah angkanya, misalnya 2+. Cara menentukan bilangan
3

oksidasi suatu unsur dalam ion atau senyawanya mengikuti aturan-aturan sebagai
berikut :
4

a. Bilangan oksidasi unsur bebas ( atom atau molekul unsur) adalah 0 (nol).
Contoh: Ne, H2, O2,Cl2,P4,C,Cu,Fe dan Na.

b. Bilangan oksidasi ion monoatom dan poliatom sama dengan muatan ionnya.
Contoh : untuk ion monoatom Na+, Ca2+, dan Cl- memiliki bilangan oksidasi berturut-
turut +1,+2 dan -1.

Contoh : untuk ion poliatom NH4+, SO42-, dan PO43- memiliki bilangan oksidasi
berturut-turut +1, -2, dan -3.

c. Bilangan oksidasi unsur golongan IA adalah +1 dan unsur golongan IIA


adalah +2. Misalnya, bilangan oksidasi unsur Na pada senyawa NaCl, Na2SO4, dan
Na2O adalah +1. Bilangan oksidasi unsur Ca pada senyawa CaCl2, CaSO4, dan CaO
adalah +2.
5

d. Bilangan oksidasi unsur golongan VIA pada senyawa biner adalah -2 dan
unsur golongan VIIA pada senyawa biner adalah -1. Misalnya, bilangan oksidasi
unsur S pada Na2S dan MgS adalah -2. Bilangan oksidasi unsur Cl pada NaCl, KCl,
MgCl2, dan FeCl3 adalah -1.

e. Bilangan oksidasi unsur H pada senyawanya adalah +1. Misalnya, bilangan


oksidasi unsur H pada H 2O, HCl, H2S, dan NH3 adalah +1. Bilangan oksidasi unsur
H pada senyawa hidrida adalah -1. Misalnya, bilangan oksidasi unsur H pada NaH,
CaH2, dan AlH3 adalah -1.

f. Bilangan oksidasi unsur O pada senyawanya adalah -2, kecuali pada senyawa
biner dengan F, bilangan oksidasi unsur O-nya adalah +2. Bilangan oksidasi unsur O
pada senyawa peroksida, seperti H2O2 dan BaO2 adalah -1. Dalam senyawa
superoksida bilangan oksidasinya adalah -1/2, seperti pada KO2 dan NaO2.

g. Jumlah bilangan oksidasi untuk semua atom unsur dalam molekul atau
senyawa adalah 0. Jumlah bilangan oksidasi untuk atom atau unsur pembentuk ion
poliatom sama dengan muatan ion poliatomnya. Misalnya, ion NH4+ mempunyai
jumlah bilangan oksidasi unsur N adalah -3 dan H adalah +1.
6
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Beberapa perubahan yang merupakan suatu bentuk reaksi kimia dalam kehidupan
sehari-hari. Konsep dasar oksidasi reduksi berkaitan dengan perubahan molekul
kimia akibat terjadinya reaksi dan mengalami perubahan bilangan oksidasi. Bilangan
oksidasi dapat ditentukan dengan 7 cara untuk memudahkan pengerjaan soal- soal
kimia.

3.2 Saran
Sebagai pelajar yang sedang menuntut ilmu tentunya kita sangat banyak belum
menemukan hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan di makalah ini. Oleh karena
itu, penulis sangat mengharap kita semua tidak hanya puas dengan materi ini saja,
marilah kita mencoba mencari lagi dan memperdalam ilmu ini agar kita tidak
termasuk dalam orang-orang yang mudah heran dengan sesuatu perubahan kimia.

7
DAFTAR PUSTAKA

http://psbtik.smkn1cms.net/adaptif/adaptif_kimia/reaksi_oksidasi_dan_reduksi.pdf
(diakses pada Selasa, 02 Mei 2017, 17.45 WIB)