Anda di halaman 1dari 3

RROLE PLAY PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN

Pasien Tn. R, umur 27 tahun, suku Sasak , anak ke 2 dari 3 bersaudara. Tinggal
bersama istrinya di Jl.Rajawali No.23. Pasien masuk ke RSJ untuk ketiga kalinya pada
tanggal 27 Juni 2015 dengan keluhan utama mengamuk, sering marah dan memukul
orang. sebelumnya pasien pernah dirawat pada tahun 2009 dan 2010 dengan keluhan yang
sama karena saat di rumah pasien tidak teratur minum obat. Sejak 2 minggu sebelum masuk
rumah sakit, pasien sering marah bila keinginannya tidak terpenuhi. Keadaan ini semakin
memburuk hingga akhirnya sehari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengamuk dan
memukul istrinya karena telat disediakan makanan siang. Pasien mempunyai riwayat
menggunakan NAPZA (shabu-shabu) pada tahun 1995 1999. Pasien juga mempunyai
pengalaman yang tidak menyenangkan seperti sering dipukuli pamannya dan orang tuanya
bercerai pada saat pasien berusia 9 tahun kemudian adiknya meninggal dunia.
Selama di rawat di RSJ Mataram, pasien mendapat terapi obat dan restrain.
Diagnosa medis : Schizophrenia paranoid
Therapi : CPZ 3 x 1, HLP5 mg 3 x 1 dan THP 3x 1

Orientasi
Perawat : Selamat pagi pak, perkenalkan nama saya Ati, saya perawat yang dinas di
Rumah sakit ini. Nama bapak siapa? Senengnya dipanggil apa?
Pasien : Pagi, nama saya Matlail Fajri, seneng di panggil Fajri.
Perawat : Bagaimana perasaan bapak saat ini? Masih ada perasaan kesal atau marah?
Pasien : Iya masih...
Perawat : Baiklah kita kan berbincang bincang sekarang tentang perasaan marah
Bapak, berapa lama Bapak mau kita berbincang bincang , bagaimana kalau 20 menit?
Pasien : Ah...tidak itu lama sekali...saya tidak punya banyak waktu, cukup 10 menit
saja.
Perawat :Oh..kalau begitu baiklah pak, kita akan berbincang bincang selama 10
menit. Dimana enaknya kita duduk untuk berbincang bincang, Pak? Bagaimana kalau di
ruang tamu?
Pasien : Ngapain jauh jauh ...sudah disini saja

Kerja
Perawat : Baik kalo begitu pak Apa yang menyebabkan Bapak marah? Apakah
sebelumnya Bapak pernah marah? Terus, penyebabnya apa? Samakah dengan yang sekarang?
Pasien : Saya sering sekali marah...penyebabnya adalah istri saya yang tidak mau
memenuhi keinginan saya, dia lambat sekali menyediakan makanan untuk suaminya ini
Perawat : Pada saat penyebab marah itu ada, seperti Bapak pulang ke rumah dan istri
belum menyediakan makanan,apa yang Bapak rasaka?
Apakah Bapak merasakan kesal kemudian dada Bapak berdebar debar, mata melotot,
rahang terkatup rapat, dan tangan mengepal? Setelah itu apa yang Bapak lakukan?
Pasien : Iya seperti itu, saya langsung memukul istri saya, memecahkan piring -
piring
Perawat : O...iya, jadi Bapak memukul istri Bapak dan memecahkan piring, apakah
dengan cara ini makanan terhidang?
Pasien : Iya jelas nggaklah...
Perawat : Iya, tentu tidakkan. Apa kerugian cara yang Bapak lakukan?
Pasien : Palingan istri saya cuma takut, kesakitan dan pirring pecah, itu saja kok.
Perawat :Betul, istri jadi sakit dan takut, piring pirng pecah. Menurut Bapak adakah
cara lain yang lebih baik?
Pasien : Tidak ada...itu adalah salah satu cara yang manjur untuk melampiaskan
kekesalan dan kemarahan saya.
Perawat : Maukah Bapak belajar cara mengungkapkan kemarahan dengan baik tanpa
menimbulkan kerugian?
Pasien : Seperti apa?
Perawat : Ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan, Pak. Salah satunya adalah
dengan cara fisik. Jadi melalui kegiatan fisik disalurkan rasa marah.
Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu?
Pasien : Ok...boleh di coba
Perawat : Begini Pak, kalau tanda tanda marah tadi sudah Bapak rasakan maka
Bapak berdiri, lalu tarik napas dari hidung, tahan sebentar, lalu keluarkan /tiup perlahan
lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan.
(Pasien memperaktekan)
Ayo coba lagi, tarik dari hidung, bagus.., tahan dan tiup melalui mulut. Nah, lakukan 5 kali.
Bagus sekali, Bapak sudah dapat melakuknya. Bagaimana perasaannya?
Pasien : Saya merasa sedikit lebih lega saja.
Perawat : Nah sebaiknya latihan ini Bapak lakukan secara rutin, sehingga bila sewaktu
waktu rasa marah itu muncul Bapak sudah terbiasa melakukannya.
Pasien : Iya baik..
Terminasi
Perawat : Bagaimana perasaan Bapak setelah berbincang bincang tentang
kemarahan bapak?
Pasien : Saya merasa lega saja setelah mengungkapkan perasaan saya.
Perawat : Iya jadi ada 2 penyebab Bapak marah yaitu saat keinginan bapak tidak
terpenuhi dan saat istri Bapak lama untuk menyediakan makanan untuk Bapak dan yang
Bapak rasakan kesel dan marah dan yang Bapak lakukan adalah memukul istri dan
memcahkan piring serta akibatnya istri Bapak menjadi takut, sakit dan piring pecah.
Coba selama saya tidak ada, ingat ingat lagi penyebab marah Bapak yang lalu. Jangan lupa
latihan napas dalamnya yan Pak. Sekarang kita buat jadwal latihannya ya Pak, berapa kali
sehari Bapak mau latihan napas dalam? Jam berapa saja Pak?
Pasien : Cukup 2x sehari...jam 8 pagi dan jam 4 sore.
Perawat : Baik, bagaiamana kalau 2 hari lagi nanti ada teman saya yang datang untuk
memberikan latihan cara lain untuk mencegah /mengontrol marah ? Tempatnya dimana
bapak inginkan dan jam berapa?
Pasien : Baik...disini saja jam 9 pagi.