Anda di halaman 1dari 3

SCENARIO (SHORT ACTION)

KASUS :
BANJIR BANDANG DI PEMUKIMAN PADAT PENDUDUK
(hanya skenario untuk geladi)

INFORMASI KEJADIAN:
Hari itu : Minggu, 17 Maret 2015.
Pukul 17.15 terjadi banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah kota
Jayapura, Provinsi Papua dengan membawa material batu, lumpur, katu dan air, salah
satu wilayah yang parah adalah padang bulan, wilayah.
Ternyata, beberapa saat setelah banjir bandang banyak rumah di padang bulan rusak
parah, wilayah perumnas V masing tergenang air setinggi 3 meter.
Akibat kejaadian tersebut diatas :
Kerusakan bangunan, baik di permukiman, aktivitas pemerintahan, ekonomi dan
transportasi berhenti total.

KONDISI LINGKUNGAN DI KAWASAN BANJIR.


Sore dan malam hari pada saat kejadian tersebut, cuaca di wilayah jayapura dan
sekitarnya berawan tebal dan ada angin yang cukup kencang yang berubah-ubah
arahnya.
Di pinggir sebelah timur berdekatan dengan beberapa bangunan universitas,
pertokoan dan perumahan. kawasan padang bulan terdapat perumnas V yang dihuni
lebih dari 10.000 orang, sedangkan lebih ke arah barat peruman V, terdapat kompleks
perumnas I,II, III degan jarak sekitar 1,5 KM.

KEJADIAN DI LOKASI BENCANA (hari Minggu, 15 Maret 2015.)


Masyarakat di permukiman pada umumnya mengungsi disekitar rumah masing-
masing dengan mendirikan tenda seadanya.
Korban meninggal akibat banjir bandang di Perumnas V sementara sekitar 5 orang
dan yang luka belum terdata, mengingat banyak yang sudah diangkut ke RS terdekat.
Sebagian besar masyarakat di kawasan Abepura dan Padang Bulan menggunakan
PDAM sebagai sarana air bersih, listrik menggunakan PLTD di Waena pada saat
terjadi banjir listrik diwilayah padangbulan dimatikan, kantor distrik dan lurah tidak
berfungsi, sebagian besar akses jalan tertutup akibat material banjir.
Sore dan malam itu pihak RS telah mengerahkan ambulance yang dimiliki untuk
menolong korban luka akibat banjir bandang untuk dirujuk ke RS terdekat.
Pukul 18.05 kemudian Kadinkes Kota Jayapura bersama staf yang menyertainya
sudah berada di lokasi sekitar dan bersama BPBD Kota Jayapura mengatur
pertolongan korban termasuk evakuasi korban untuk direlokasi sementara.
Kadinkes Prop. Papua mengontak Rekorat dan dekan FKM / FK untuk memanfaatkan
sementara ruang kuliah sebagai lokasi pengungsian selama 7 hari.
Untuk wilayah pengungsian di areal FKM dan FK semua kegiatan penanganan
kesehatan masyarakat dan medis dikoordinir oleh Puskesmas Kotaraja dengan
memanfaatkan mahasiswa FKM sebagai unit pelaksana penanganan pengungsi
bidang kesehatan.
Adapun data yang terkumpul dari hasil rapid health assesment sebagai berikut :
1. Jumlah pengungsi yang akan ditempatkan di area perkuliahan sebanyak 650 jiwa
(83 KK) dengan rincian : Manula 12 orang, bumil 6 orang, balita 67 jiwa, anak
anak 136 jiwa. Jumlah pengungsi wanita 350 jiwa dan pria 300 jiwa.
2. Jumlah ruang kelas yang akan dipakai seluruh ruang kelas di FKM
3. Sumber air bersih : saat ini saluran perpipaan patah sehingga air di kampus FKM
tidak berfungsi
4. Jamban di kampus FKM sebanyak 6 buah dengan jenis leher angsa
5. Listrik dari sumber PLTD masih berfungsi, namun sering padam karena adanya
perbaikan.
6. Terdapat genangan air dibelakang gedung FKM
7. Dalam pengungsian tersebut terdapat 1 kk (5 jiwa) yang baru datang dari
surabaya, 5 KK (10 dewasa, 6 anak usia SD, 10 balita) yang baru datang dari
wilayah deiyai.
8. Semua sarana sandang dan pangan pengungsi hilang akibat banjir.

SOAL.
1. Rencanakan sistem penanganan pengungsian bidang kesehatan.
a. Jenis pelayanan kesehatan masyarakat yang akan dilakukan
b. Koordinasi lintas sektor
c. Orgnasisasi penanganan pengungsi bidang kesehatan

2. Standart minimal pelayanan kesehatan masyarakat


a. Bidamg kesehatan lingkungan (air, tempat, wc):
b. Bidang Yankes Dasar (pos pelayanan kesehatan)
c. Bidang managemen pengungsi (pusat informasi data)
d. Gizi ( kasus penyakit NCD (diabet, jantung, bumil, buteki)
e. Epidemiologi (pengamatan lingkungan, kasus penyakit campak, malaria)
f. Promkes (pemanfaat fasilitas darurat, pencegahan diare)
INDIKATOR RESPON KESEHATAN MASYARAKAT UNTUK PENGUNGSI

Indikator demografi dasar

Total populasi 650 (83 KK)


Ratio jenis kelamin (M:100F) 80,6
% perempuan usia 15 49 24,6%
Presentase usia < 5 tahun 20,1%

Indikator Watsan
Total ruang kelas yang digunakan (10 x 6) 8
Total jamban leher angsa 6
Sumber air bersih PDAM 10 kran
Listrik PLTD berfungsi

Indikator lingkungan
Genangan air dibelakang kampus 300 m3
Sandang dan pangan tidak ada
Iklim hujan

Kerentanan
Penyakit endemis malaria, diare
Keluarga rentan 6 kk (31 jiwa)
Penyakit NCD
Diabet 4 jiwa
Jantung 2 jiwa

Bantuan logistik
Susu instan formula < 6 bl 10 dos
Susu instan formula > 6 bl 5 dos
Susu kaleng 5 dos
MPASI 100 dos

Diskusikan langkah langkah selanjutnya


1. Assesment apa yang harus dilakukan
2. Prioritas kesehatan apa yang harus diutamakan
3. Hitung kebutuhan pengungsi