Anda di halaman 1dari 2

HIPERURISEMIA-GOUT ARTHRITIS

No. Kode : 440/ /VII/PKMS/2014 Ditetapkan Oleh Kepala


Puskesmas
SPO Terbitan :01

No. Revisi :0

PUSKESMAS Tgl. Mulai Berlaku : 15 Juli 2014


REVA LINDA, S.Kep
SEMERAP Halaman : 1/2 Nip19830314 200502 2 002

1. Pengertian Hiperurisemia adalah kondisi kadar asam urat dalam darah melebihi normal
yaitu lebih dari 7,0 mg/dl akibat meningkatnya produksi ataupun menurunnya
pembuangan asam urat, atau kombinasi dari keduanya.
Gout adalah radang sendi yang diakibatkan deposisi Kristal monosodium urat
pada jaringan di sekitar sendi.
2. Tujuan Sebagai Pedoman kerja Petugas dalam memberikan pelayanan pada pasien
dalam penatalaksanaan kasus hiperurisemia-gout arthritis.

3. Kebijakan 1. Keputusan Kepala Puskesmas No: 440/ /VI/PKMS/2015 jenis pelayanan


yang ada di puskesmas semerap.
2. Keputusan Kepala Puskesmas No: 440/ /VI/PKMS/2015 tentang aturan
perilaku dalam pelayanan.
3. Keputusan Kepala Puskesmas No: 440/ /VI/PKMS/2015 tentang
kebijakan pelayanan klinis.
4. Referensi 1. Permenkes no 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas
2. Permenpan no 16 Tahun 2014 tentang Pedoman Survei Kepuasaan
Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik
3. Pedoman penyusunan bahan akreditasi FKTP
4. Pedoman pelayanan di tingkat Puskesmas
5. Alat dan Bahan Buku
Pena
6. Prosedur 1. Dokter menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang
Anamnesa
keluhan bengkak dan nyeri sendi yang
mendadak, biasanya timbul pada malam hari. Bengkak disertai rasa panas dan
kemerahan. Keluhan juga dapat disertai demam, menggigil, dan nyeri badan.
Apabila serangan pertama, 90% kejadian hanya pada 1sendi dan keluhan dapat
menghilang dalam 3-10 hari walau tanpa pengobatan.

Faktor Risiko
Usia & Jenis kelamin,Obesitas ,Alkohol
Hipertensi , Gangguan Fungsi Ginjal
Penyakit-penyakit metabolik,Pola diet
Obat: Aspirin dosis rendah, Diuretik, obat-obat TBC
Faktor pencetus timbulnya serangan nyeri sendi: trauma lokal, diet tinggi purin,
HIPERURISEMIA-GOUT ARTHRITIS
No. Kode : 440/ /VII/PKMS/2014 Ditetapkan Oleh Kepala
Puskesmas
SPO Terbitan :01

No. Revisi :0

PUSKESMAS Tgl. Mulai Berlaku : 15 Juli 2014


REVA LINDA, S.Kep
SEMERAP Halaman : 1/2 Nip19830314 200502 2 002

minum alkohol, kelelahan fisik, stress, tindakan operasi,


penggunaan diuretik, penggunaan obat yang dapat meningkatkan kadar asam
urat.
Pemeriksaan fisik
Tampak sehat atau kesakitan akibat nyeri sendi
Arthritis monoartikuler dapat ditemukan, biasanya melibatkan sendi
MTP-1 atau sendi tarsal lainnya. Sendi yang mengalami inflamasi
tampak kemerahan dan bengkak.
Pemeriksaan penunjang
Kadar asam urat dalam darah > 7 mg/dl
2. Dokter memberikan penatalaksanaan berupa
Mengatasi serangan akut dengan segera
Obat: analgetik, colcichine, kortikosteroid
1.Analgesik (NSAID bila tidak terdapat kontraindikasi)
2.Kortikosteroid sistemik (bila NSAID tidak berespon baik)
Program pengobatan untuk mencegah serangan berulang Obat: analgetik
Mengelola hiperurisemia (menurunkan kadar asam urat) & mencegah
komplikasi lain
Agen penurun asam urat (tidak digunakan selama serangan akut)
Pemberian Allupurinol dimulai dari dosis terendah, 100mg, kemudian
bertahap dinaikkan bila diperlukan, dengan dosis maksimal 800mg/hari.
Target terapi adalah kadar asam urat< 6mg/dl.
3. Dokter dan perawat memberikan konseling dan edukasi mengenai
modifikasi lifestyle/gaya hidup, yaitu:
Minum cukup (8-10 gelas/hari).
Mengelola obesitas danmenjaga Berat Badan Ideal.
Kurangi konsumsi alkohol.
Pola diet sehat (rendah purin).
4. Dokter merujuk pasien jika mengalami komplikasi atau memiliki penyakit
komorbid.
7. Unit Terkait Laboratorium
Loket obat, Poli
8. Dokumen Terkait Buku Register poli umum
Laporan poli umum
Status pasien, Inform consent