Anda di halaman 1dari 3

Pengadaan

1. Timbangan kapasitas 500 kg 2 buah untuk (FY + CL) dan BCS


2. Neraca analitik 300 gram untuk inner (baru/mengambil di RTE)
3. BCS untuk HDPE
4. Makanan dan minuman saat rapat
5. Sistem : 1. Supplier diharapkan mengirimkan barang di hari senin-jumat,
kecuali keadaan mendesak
6.

QC
1. QC hanya melakukan pengecekan dan pemaparan data, tidak berhak
melakukan pengambilan keputusan/tindak lanjut terhadap barang dari
supplier (pass/reject) pengambilan keputusan dilakukan oleh kabag.
2. QC wajib melaporkan seluruh hasil analisa kepada kabag produksi setelah itu
pelaporan dilanjutkan ke gudang
3. QC bertanggungjawab melakukan formulasi bahan baku untuk pembuatan
WB dan IB, dan melakukan analisa hasil
4. QC wajib melakukan analisa bahan datang (bahan baku, tinta, dan solvent)
dan mendata alat-alat yang dibutuhkan untuk kelengkapan analisa kepada
kabag produksi
5. QC menetapkan standart cat dan solvent setelah berkoordinasi dengan KR
finishing dan standart tersebut digunakan untuk pengadaan cat dan solvent
selanjutnya.
6. Pergantian film di approve oleh SPV dan QC
7. QC melakukan analisa kualitas karet di film
8. QC mengikuti rapat setiap pagi yang di pimpin oleh kabag produksi

Pengembangan dan perbaikan system


1. Pengembangan Inner bag HDPE (exsisting LDPE)
2. Pembuatan SOP operasional (penentuan variable tetap dalam pengoperasian
mesin)
3. Menganalisa system koperasi dan hubungannya dengan produksi
4. Memperketat filter inserting yang dilakukan di luar pabrik
5. Mempertegas supplier dalam pengiriman bahan baku (PO belum, barang
sudah datang), kecuali dalam keadaan mendesak yang dilakukan oleh kabag
produksi
6. Pembuatan layout untuk penempatan aval dan investasi alat
7. Aval setiap harinya wajib ditimbang dan dikeluarkan dari area FY dan
ditempatkan sesuai area yang disediakan.
8. Sasaran operational dirinci setiap bulan, hari, dan shift
9. Membentuk QA untuk menjamin hasil produksi
10.Penyediaan tempat untuk penyimpanan hasil inner (yang tertutup, tidak
terkena hujan dan panas)
PPIC
1. PPIC dan QC bertanggungjawab atas pembuatan dan pemeriksaan film
sebelum dipasang dimesin.
2. PPIC dan QC berkoordinasi terkait dengan formulasi
KR FY
1. Mengawasi hasil proses FY dan mengelompokkan benang sesuai spec agar
mudah dalam pendistribusian
CL
1. Mengawasi kinerja operator dan proses di CL terkait dengan keberagaman
ukuran benang (1 mesin, spec/benang harus sama) agar tidak terjadi loss
shuttle.
2. Melakukan koordinasi dengan bag.teknik dalam penggunaan dan
pemeliharaan mesin

SPV
1. Melakukan approval pergantian film bersama QC
2. Memimpin briefing bersama foreman sebelum pergantian shift membahas
tentang target produksi, trouble, dan evaluasi
3. Melakukan serah terima antar SPV pada pergantian shift
4. Mengikuti rapat evaluasi secara periodek yang dipimpin oleh kabag produksi
5. Memantau stok bahan di gudang dan berkoordinasi dengan PPIC
6. SPV tidak berhak menghitung formulasi bahan baku dan melaksanakan
formulasi yang ditetapkan QC
TEKNIK
1. Melakukan perawatan mesin secara berkala
2. Menyiapkan suku cadang
3. Tanggap terhadap problematika mesin saat proses berlangsung
GUDANG
1. Melakukan koordinasi dengan kabag produksi dan QC setiap ada barang
datang
2. Melakukan koordinasi dengan SPV terkait dengan stok bahan
3. Penyediaan tempat untuk penyimpanan hasil inner (yang tertutup, tidak
terkena hujan dan panas)
4. Memastikan jumlah barang real dan data akurat.
Daftar karyawan produksi

Area Teta Borong


p an
FY 4
CL 11 23
Finishi 2
ng