Anda di halaman 1dari 9

KEPALA UPK PUSKESMAS PERUMNAS II

1771

KEPUTUSAN KEPALA UPK PUSKESMAS PERUMNAS II


NOMOR 800/ /SK/PRII/I/ TAHUN 2016

T EN T A N G

KEBIJAKAN PERENCANAAN, AKSES DAN EVALUASI PUSKESMAS


DI LINGKUNGAN UPK PUSKESMAS PERUMNAS II

KEPALA UPK PUSKESMAS PERUMNAS II,

Menimbang : a. bahwa berdasarkan pasal 6 Peraturan Menteri


Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat, dalam penyelenggaraan fungsi
Puskesmas harus melaksanakan perencanaan
berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat
dan analis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;

b. bahwa agar masyarakat mudah mendapatkan akses


terhadap pelayanan, informasi dan memberikan
umpan balik, maka perlu disusun kebijakan akses
masyarakat terhadap Puskesmas;

c. bahwa agar kinerja Puskesmas dapat ditingkatkan


secara berkesinambungan, maka perlu disusun
kebijakan evaluasi Puskesmas dengan indikator-
indikator kinerja yang jelas;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana


dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c,
maka Kebijakan Perencanaan, Akses dan Evaluasi
Puskesmas di lingkungan UPK PUSKESMAS
PERUMNAS II perlu ditetapkan dalam suatu
Keputusan;

Mengingat : Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara


Republik Indonesia Tahun 1945;
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27
Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang
Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan
Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah
Tingkat II Tanah Laut, Daerah Tingkat II Tapin dan
Daerah Tingkat II Tabalong dengan mengubah
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang
Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun
1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di
Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1965 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 2756);

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25


Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5038);

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36


Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144);

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang


Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
(Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5234);

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23


Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5587);

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara


dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2012
tentang Petunjuk Teknis Penyusunan, Penetapan
dan Penerapan Standar Pelayanan;

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara


Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Standar Pelayanan;

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat (Berita Negara Republik Indonesia
Nomor 1676 Tahun 2014);
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 46 Tahun 2016 Tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri
Dokter, dan Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 1049);

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun


2016 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 2036);

12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota;

13. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang


Pelayanan Publik Pemerintah Kota Pontianak
(Lembaran Daerah Kota Pontianak Tahun 2010
Nomor 3 Seri E Nomor 3, Tambahan Lembaran
Daerah Kota Pontianak Nomor 91);

14. Peraturan Walikota Nomor 30 Tahun 2013 tentang


Petunjuk Teknis Penyusunan, Penetapan dan
Penerapan Standar Pelayanan di lingkungan
Pemerintah Kota Pontianak (Berita Daerah Kota
Pontianak Tahun 2013 Nomor 30);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEBIJAKAN PERENCANAAN, AKSES DAN EVALUASI


PUSKESMAS DI LINGKUNGAN UPK PUSKESMAS
PERUMNAS II.

KESATU : Kebijakan perencanaan, akses dan evaluasi Puskesmas di


lingkungan UPK PUSKESMAS PERUMNAS II sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I, Lampiran II dan Lampiran
III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Keputusan ini.

KEDUA : Kebijakan perencanaan sebagaimana dimaksud dictum


kesatu adalah proses perencanaan yang meliputi semua
kegiatan Puskesmas baik UKP dan UKM termasuk jenis-
jenis pelayanan yang diselenggarakan oleh Puskesmas
dalam rangka menjalankan fungsi.
KETIGA : Akses sebagaimana dimaksud pada dictum kesatu adalah
upaya puskesmas dalam memberikan informasi tentang
jenis layanan, tugas pokok dan fungsi Puskesmas yang
dikomunikasikan dengan masyarakat dan mencakup
penanganan pengaduan dan umpan balik pelayanan
sehingga masyarakat memiliki akses dan kontribusi
dalam pembangunan kesehatan yang diselenggarakan
oleh Puskesmas.

KEEMPAT : Evaluasi Kinerja Puskesmas sebagaimana dimaksud


dalam diktum satu adalah penilaian input, proses, output
dan outcome dari kegiatan puskesmas yang diukur
menggunakan indiator dkinerja dan dilakukan secara
berkala untuk mengetahui tingkat keberhasilan
pelaksanaan tugas dan fungsi puskesmas sebagai
pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya .

KELIMA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan


ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Pontianak
pada tanggal 4 januari 2016

KEPALA UPK PUSKESMAS


PERUMNAS II

MARTININGSIH
LAMPIRAN I
KEPUTUSAN KEPALA UPK PUSKESMAS PERUMNAS II
NOMOR 80/ /SK/PRII/1/2016
TENTANG KEBIJAKAN PERENCANAAN, AKSES DAN EVALUASI
PUSKESMAS DI LINGKUNGAN UPK PUSKESMAS PERUMNAS II

PERENCANAAN PUSKESMAS
1. Jenis-jenis pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas harus
disusun sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat .
2. Jenis-jenis pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas, meliputi:
A. Pelayanan UKP meliputi :
1. Pelayanan pemeriksaan umum.
2. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut :
a. pelayanan pembersihan karang gigi;
b. pelayanan pencabutan gigi dengan topical anastesi
pada gigi anak;
c. pelayanan pencabutan gigi dengan injeksi;
d. pelayanan pencabutan gigi dengan penyulit;
e. pelayanan penambalan gigi dengan glass ionomer
cement;
f. pelayanan penambalan dengan resin komposit; dan
g. pelayanan perawatan pulpectomy.
3. Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP :
a. tatalaksana Ante Natal Care;.
b. pelayanan Keluarga Berencana;
c. tatalaksana Anak Balita Sehat;
d. manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS);
e. pemeriksaan Infeksi Menular Seksual;
f. pelayanan Keluarga Berencana; dan
g. pelayanan remaja.
4. Pelayanan gawat darurat.
5. Pelayanan gizi yang bersifat UKP :
a. pelayanan gizi balita;
b. pelayanan gizi ibu hamil;
c. pelayanan gizi buruk rawat jalan;
d. pelayanan konseling gizi;
e. pelayanan gizi buruk rawat inap; dan
f. pelayanan gizi pasien rawat inap :
i. pemesanan;
ii. penyiapan;
iii. distribusi;
iv. pemberian makanan(nutrisi);
v. pemberiaan edukasi; dan
vi. asuhan gizi.
6. Pelayanan persalinan untuk Puskesmas PONED.
7. Pelayanan rawat inap untuk Puskesmas yang menyediakan
pelayanan rawat inap.
8. Pelayanan kefarmasian.
9. Pelayanan laboratorium.
B. Pelayanan UKM, meliputi:
1. Standar Pelayanan Usaha Kesehatan Masyarakat Esensial dan
Keperawatan masyarakat :
a. pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS;
b. pelayanan kesehatan lingkungan;
c. pelayanan KIA KB yang bersifat UKM;
d. pelayanan gizi yang bersifat UKM;

e. pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit ;


dan
f. pelayanan keperawatan dan kesehatan masyarakat.
3. Standar Usaha Kesehatan Masyarakat pengembangan:

a. pelayanan kesehatan jiwa;


b. pelayanan kesehatan gigi masyarakat;
c. pelayanan kesehatan tradisional komplementer;
d. pelayanan kesehatan olahraga;
e. pelayanan kesehatan indra;
f. pelayanan kesehatan lansia; dan
g. pelayanan kesehatan kerja.
4. Jenis pelayanan dan informasi tentang pelayanan wajib
disediakan bagi masyarakat.
5. Perencanaan Puskesmas harus disusun berdasarkan analisis
kebutuhan masyarakat dengan melibatkan masyarakat dan lintas
sektor terkait dan sesuai dengan visi, misi, fungsi dan tugas
pokok Puskesmas.
6. Analisis kebutuhan masyarakat dilakukan melalui pertemuan
dengan tokoh masyarakat, sektor terkait, S urvei Mawas Diri
(SMD), Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), analisis data
surveilans dan capaian kinerja pelayanan.
7. Rencana Puskesmas disusun dalam bentuk rencana lima
tahunan, rencana usulan kegiatan dan rencana pelaksanaan
kegiatan.
8. Rencana Puskesmas merupakan perencanaan yang terintegrasi
baik untuk pelayanan UKM maupun UKP.
9. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat, hasil
monitoring capaian kinerja dalam pelaksanaan pelayanan, atau
jika terjadi perubahan peraturan/kebijakan pemerintah, rencana
Puskesmas dapat ditinjau kembali dan diperbaiki (revisi).
Peninjauan dan revisi dilakukan melalui lokakarya mini
Puskesmas.

KEPALA UPK PUSKESMAS


PERUMNAS II

Martiningsih

LAMPIRAN II
KEPUTUSAN KEPALA UPK PUSKESMAS PERUMNAS II
NOMOR : 800//SK/PRII/1/2016
TENTANG KEBIJAKAN PERENCANAAN, AKSES DAN EVALUASI
PUSKESMAS DI LINGKUNGAN UPK PUSKESMAS PERUMNAS II

AKSES MASYARAKAT TERHADAP PUSKESMAS

1. Informasi tentang jenis-jenis pelayanan yang disediakan


Puskesmas wajib disediakan bagi masyarakat.
2. Informasi tentang tujuan, sasaran, tugas pokok, fungsi dan
kegiatan Puskesmas wajib disampaikan pada masyarakat, lintas
sektor dan lintas program.
3. Komunikasi dengan masyarakat, termasuk akses untuk
menyampaikan umpan balik dilaksanakan melalui tim
pengaduan seperti : SMS, ketersedian kotak saran, media sosial,
dan papan pengumuman.
4. Keluhan dan umpan balik masyarakat wajib ditindaklanjuti.
5. Tindak lanjut terhadap keluhan dan umpan baik wajib
dievaluasi.

KEPALA UPK PUSKESMAS


PERUMNAS II

MARTININGSIH

LAMPIRAN III
KEPUTUSAN KEPALA UPK PUSKESMAS PERUMNAS II
NOMOR 4357.2/D-KES /2016
TENTANG KEBIJAKAN PERENCANAAN, AKSES DAN EVALUASI
PUSKESMAS DI LINGKUNGAN UPK PUSKESMAS PERUMNAS II

EVALUASI KINERJA PUSKESMAS


1. Kinerja Puskesmas wajib dimonitor dan dievaluasi baik oleh
Kepala Puskesmas maupun penanggung jawab baik UKP
maupun UKM.
2. Penilaian kinerja dilakukan terhadap semua jenis pelayanan
yang ada di Puskesmas, baik kinerja manajerial, kinerja
pelayanan UKM maupun kinerja pelayanan UKP.
3. Penilaian kinerja juga dilakukan terhadap penanggung jawab
tiap upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas.
4. Monitoring dan Penilaian kinerja dilakukan secara periodik,
baik bulanan, triwulan dan tahunan.
5. Monitoring dan penilaian kinerja dilakukan dapat dilakukan
melalui mekanisme mini lokakarya bulanan, audit internal dan
rapat tinjauan manajemen. Rapat tinjauan manajemen
dilakukan minimal dua kali setahun secara periodik.
6. Monitoring dan penilaian kinerja tiap-tiap unit pelayanan UKP
dan UKM dilakukan melalui rapat oleh masing-masing unit
pelayanan ataupun penanggungjawab program.
7. Hasil monitoring dan penilaian kinerja harus diumpanbalikkan
pada pihak-pihak terkait (Catatan: bisa hard copy atau soft copy
lewat email)
8. Hasil analisis kinerja dibandingkan dengan standar dan
dilakukan kaji banding dengan Puskesmas yang lain.
9. Kaji banding kinerja dilakukan tiap tiga bulan sekali melalui
rapat triwulan yang dihadiri oleh Puskesmas di wilayah kerja
Kecamatan.
10. Hasil monitoring dan evaluasi kinerja, serta hasil kajibanding
harus ditindaklanjuti dalam bentuk perbaikan.
11. Hasil monitoring dan penilaian kinerja wajib dilaporkan ke
Dinas Kesehatan Kota.

KEPALA UPK PUSKESMAS


PERUMNAS II

MARTININGSIH