Anda di halaman 1dari 2

MENCINTAI ALLAH

Ditulis oleh Embohh


Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah, Yang Maha Agung dan Mulia menjumpaiku - yakni
dalam tidurku - kemudian berfirman kepadaku, "Wahai Muhammad, katakanlah : "Ya Allah,
aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu,
serta mencintai perbuatan yang mengantarkan aku untuk mencintai-Mu."

Dalam amal ubudiyah, cinta (mahbbah) menempati derajat yang paling tinggi. Mencintai
Allah dan rasul-Nya berarti melaksanakan seluruh amanat dan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah
Rasul, disertai luapan kalbu yang dipenuhi rasa cinta.

Pada mulanya, perjalanan cinta seorang hamba menapaki derajat mencintai Allah. Namun
pada akhir perjalanan ruhaninya, sang hamba mendapatkan derajat wahana yang dicintaiNya.
Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah, Yang Maha Agung dan Mulia menjumpaiku - yakni
dalam tidurku - kemudian berfirman kepadaku, "Wahai Muhammad, katakanlah : /Ya Allah,
aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu,
serta mencintai perbuatan yang mengantarkan aku untuk mencintai-Mu."/

Dalam buku "Mahabbatullah" (mencintai Allah), Imum Ibnu Qayyim menuturkan tahapan-
tahapan menuju wahana cinta Allah. Bahwasanya cinta senantiasa berkaitan dcngan amal.
Dan amal sangat tergantung pada keikhlasan kalbu, disanalah cinta Allah berlabuh. Itu karena
Cinta Allah merupakan refleksi dari disiplin keimanan dan kecintaan yang terpuji, bukan
kecintaan yagn tercela yang menjerumuskan kepada cinta selain Allah.

Tahapan-tahapan menuju wahana cinta kepada Allah adalah sebagai berikut:

1. Membaca al-Qur'an dengan merenung dan memahami kandungan maknanya sesuai


dengan maksudnya yang benar. Itu tidaklain adalah renungan seorang hamba Allah yang
hafal danmampu menjelaskan al-Qur'an agar dipahami maksudnya sesuai dengan kehendak
Allah swt. Al-Qur'an merupakan kemuliaan bagi manusia yang tidak bisa ditandingi dengan
kemuliaan apapun. Ibnu Sholah mengatakan "Membaca Al-Qur'an merupakan kemuliaan,
dengan kemuliaan itu Allah ingin memuliakan manusia di atas mahluk lainnya. Bahkan
malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan semacam itu, malah mereka selalu berusaha
mendengarkannya dari manusia".

2. Taqarub kepada Allah swt, melalui ibadah-ibadah sunnah setalah melakukan ibadah-ibadah
fardlu. Orang yang menunaikan ibadah-ibadah fardlu dengan sempurna mereka itu adalah
yang mencintai Allah. Sementara orang yang menunaikannya kemudian menambahnya
dengan ibadah-ibadah sunnah, mereka itu adalah orang yang dicintai Allah. Ibadah-ibadah
sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah, diantaranya adalah: shalat-shalat sunnah,
puasa-puasa sunnah,sedekah sunnah dan amalan-amalan sunnah dalam Haji dan Umrah.

3. Melanggengkan dzikir kepada Allah dalam segala tingkah laku, melaui lisan, kalbu, amal
dan perilaku. Kadsar kecintaan seseorang terhadap Allah tergantung kepada kadar dzikirnya
kepadaNya. Dzikir kepada Allah merupakan syiar bagi mereka yang mencintai Allah dan
orang yang dicintai Allah. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah aza
wajalla berfirman :"Aku bersama hambaKu,s elama ia mengingatKu dan kedua bibirnya
bergerak (untuk berdzikir) kepadaKu".
4. Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada diri sendiri. Memprioritaskan cinta kepada Allah
di atas cinta kepada diri sendiri, meskipun dibayang-bayangi oleh hawa nafsu yang selalu
mengajak lebih mencintai diri sendiri. Artinya ia rela mencintai Allah meskipun beresiko
tidak dicintai oleh mahluk. Inilah derajat para Nabi, diatas itu derajat para Rasul dan
diatasnya lagi derajat para rasulul Ulul Azmi, lalu yang paling tinggi adalah derajat
Rasulullah Muhammad s.a.w. sebab beliau mampu melawan kehendak dunia seisinya demi
cintanya kepada Allah.

5. Kontinuitas musyahadah (menyaksikan) dan ma'rifat (mengenal) Allah s.w.t. Penglihatan


kalbunya terarah kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Kesadaran dan penglihatan
kalbunya berkelana di taman ma'rifatullah (pengenalan Allah yang paling tinggi). Barang
siapa ma'rifat kepada asma-asma Allah, sifat-sifat dan af'al-af'al Allah dengan penyaksian dan
kesadaran yang mendalam, niscaya akan dicintai Allah.

6. Menghayati kebaikan, kebesaran dan nikmat Allah lahir dan batin akan mengantarkan
kepada cinta hakiki kepadaNya. Tidak ada pemberi nikmat dan kebaikan yang hakiki selain
Allah. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang hakiki bagi seorang hamba yang
mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allah s.w.t. Sudah menjadi sifat manusia, ia
akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan
menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua nikmat ini? Dengan
menghayati kebaikan dan kebesaran Allah secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada
rasa cinta yang mendalam kepadaNya.

7. Ketertundukan hati secara total di hadapan Allah, inilah yang disebut dengan khusyu'. Hati
yang khusyu' tidak hanya dalam melakukan sholat tetapi dalam semua aspek kehidupan ini,
akan mengantarkan kepada cinta Allah yang hakiki.

8. Menyendiri bersama Allah ketika Dia turun. Kapankan itu? Yaitu saat sepertiga terakhir
malam. Di saat itulah Allah s.w.t. turun ke dunia dan di saat itulah saat yang paling berharga
bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksanakan sholat malam
agar mendapatkan cinta Allah.

9. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah, maka iapun akan mendapatkan cinta
Allah s.w.t.

10. Menjauhi sebab-sebab yang menghalangi komunikai kalbu dan Al-Khaliq, Allah
subhanahu wataala.