Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

VULVA HYGIENE

Pokok bahasan : Vulva Hygiene


Sasaran : Ibu Post Partum
Hari/tanggal : Kamis, 27 April 2017
Waktu Pertemuan : 25 Menit
Tempat : Ruang Maternitas
Pemberi materi : Dikdik Taufiq N. Dan Cep Irvan

A. Latar Belakang
Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia
(biologis,psikologis, sosial dan spiritual) dalam rentang sakit sampai
dengan sehat (Aziz, 2004).Perineum adalah daerah antara kedua
belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2000).Post
Partum adalah selang waktu antara kelahiran placenta sampai
dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum
hamil (Mochtar,2002).Perawatan perineum adalah pemenuhan
kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi
vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran
placenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada
waktu sebelum hamil.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti serangkaian penyuluhan kesehatan, sasaran mampu
mengetahui cara merawat vulva higiene
2. Tujuan Instruksional Khusus(TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 25 menit, sasaran dapat :
1. Menjelaskan pengertian vulva higiene
2. Menjelaskan Tujuan vulva higiene
3. Menjelaskan Lingkup Perawatan vulva higiene

C. Materi Penyuluhan (terlampir )


1. Pengertian Pengertian Vulva hygiene
2. Tujuan perawatan perineum
3. Bentuk Luka Perineum
4. Lingkup Perawatan
5. Waktu Perawatan

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi

E. Media
1. Leaflet

F. KegiatanPenyuluhan

No. Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan Peserta


G. 1. 2 menit Pembukaan, perkenalan, Memperhatikan dan siap E
memberi penjelasan topik. mendengarkan ceramah v
2. 15 menit Menguraikan materi Mendengarkan dengan
al
penyuluhan. penuh perhatian
3. 6 menit Tanya jawab dan Evaluasi Mengajukan pertanyaan, u

pendapat dan menjawab a

pertanyaan penyuluh si

maupun peserta lain


4. 2 menit Menyimpulkan materi yang Mendengarakan dan
telah diberikan, penutup. memperhatikan.
1. Prosedur : Akhir penyuluhan
2. Waktu : 5 menit
3. Bentuksoal : Tanya jawab
4. Jumlahsoal : 3 soal
5. Jenis soal :
1. Jelaskan pengertian Vulva hygiene ?
2. Jelaskan Tujuan Vulva hygiene?
3. Jelaskan Lingkup Perawatan Vulva hygiene?

MATERI PENYULUHAN

A.Pengertian Vulva hygiene


Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien
wanita yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri.Pasien yang harus
istirahat di tempat tidur (misalnya,karena hipertensi,pemberian infus,section caesarea)
harus dimandikan setiap hari dengan pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali
sehari dan pada waktu sesudah selesai membuang hajat.Meskipun ibu yang akan bersalin
biasanya masih muda dan sehat,daerah daerah yang tertekan tetap memerlukan perhatian
serta perawatan protektif.

Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali sehari),biasanya daerah
perineum dicuci sendiri dengan menggunakan air dalam botol atau wadah lain yang
disediakan khusus untuk keperluan tersebut.Penggantian tampon harus sering
dilakukan,sedikitnya sesudah pencucian perineum dan setiap kali sehabis ke belakang
atau sehabis menggunakan pispot.Payudara harus mendapatkan perhatian khusus pada
saat mandi yang bisa dilakukan dengan memakai spons atau shower dua kali
sehari.Payudara dibasuh dengan menggunakan alat pembasuh muka yang disediakan
khusus untuk keperluan ini.Kemudian masase payudara dilakukan dilakukan dengan
perlahan lahan dan puting secara hati hati ditarik keluar.Jangan menggunakan sabun
untuk membersihkan putting.

Vulva hygiene adalah tindakan keperawatan pada alat kelamin perempuan, yaitu
perawatan diri pada organ eksterna yang terdiri atas mons veneris, terletak didepan
simpisis pubis, labia mayora yang merupakan dua lipatan besar yang membentuk vulva,
labia minora, dua lipatan kecil di antara atas labia mayora, klitoris, sebuah jaringan eriktil
yang serupa dengan penis laki-laki, kemudian juga bagian yang terkait di sekitarnya
seperti uretra, vagina, perineum, dan anus.

B.Tujuan perawatan perineum

Tujuan perawatan perineum menurut Hamilton (2002),adalah mencegah terjadinya


infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan.Sedangkan menurut Moorhouse et. al.
(2001),adalah pencegahan terjadinya infeksi pada saluran reproduksi yang terjadi dalam
28 hari setelah kelahiran anak atau aborsi.
C. Bentuk Luka Perineum

Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :

a) Rupture

Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara
alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan.
Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan
penjahitan. (Hamilton, 2002).

b) Episotomi

Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muara vagina
yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A.,
1996).Episiotomi,suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang
dalam keadaan meregang.Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek
teregang oleh kepala janin,harus dilakukan infiltrasi perineum dengan anestasi
lokal,kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual.Insisi episiotomi dapat dilakukan
di garis tengah atau mediolateral.Insisi garis tengah mempunyai keuntungan karena tidak
banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah diperbaiki
(Jones Derek, 2002).

Tipe episotomi dan rupture yang sering dijumpai dalam proses persalinan yaitu :

1. Episiotomi medial

2. Episiotomi mediolateral

Sedangkan rupture meliputi

1. Tuberositas ischii

2. Arteri pudenda interna

3. Arteri rektalis inferior


D.Lingkup Perawatan

Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organ-organ


reproduksi yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui vulva
yang terbuka atau akibat dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan penampung
lochea (pembalut) (Feerer, 2001).

Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup perawatan perineum adalah

1. Mencegah kontaminasi dari rektum

2. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma

3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau.

E.Waktu Perawatan

Menurut Feerer (2001), waktu perawatan perineum adalah

1. Saat mandi

Pada saat mandi,ibu post partum pasti melepas pembalut,setelah terbuka maka ada
kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada
pembalut,untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut,demikian pula pada
perineum ibu,untuk itu diperlukan pembersihan perineum.

2. Setelah buang air kecil

Pada saat buang air kecil,pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi
kontaminasi air seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri pada
perineum untuk itu diperlukan pembersihan perineum.

3. Setelah buang air besar.

Pada saat buang air besar,diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar


anus,untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang
letaknya bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum secara
keseluruhan.

F.Indikasi dan kontra indikasi

Indikasi : Dikhususkan pada area genital yang terkena edema

Kontra indikasi : berikan perhatian pada wanita yang mengalami menstruasi

G.Persiapan alat

Alat dan bahan :

Kapas sublimat atau desinfektan

Pinset

Bengkok

Pispot

Tempat cebok yang berisi larutan

Desinfektan sesuai dengan kebutuhan

Pengalas

Sarung tangan

H.Prosedur kerja

Jelaskan prosedur pada klien

Cuci tangan

Atur posisi pasien (manusia coba) dengan dorsal recumben

Pasang pengalas dan pispot diletakkan pada bokong pasien


Gunakan sarung tangan

Lakukan tindakan hygiene vulva dengan tangan kiri membuka vulva memakai
kapas sublimat dan tangan kanan menyiram vulva dengan larutan desinfektan.
Membersihkan vulva harus secara searah dari atas kebawah dan tidak boleh
dibolak balik.

Kemudian ambil kapas sublimat dengan pnset lalu bersihkan vulva dari atas atau
ke bawah dan kapas kotor dibuang ke bengkok. Lakukan hingga bersih

Setelah selesai,ambl pispot dan atur posisi pasien

Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

I.Dampak Dari Perawatan Luka Perinium

Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut ini:

1. Infeksi

Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat menunjang
perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum.

2. Komplikasi

Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih
ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi
kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir.

3. Kematian ibu post partum

Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu
post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah (Suwiyoga, 2004).