Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masa pubertas merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi remaja. Setiap
remaja akan mengalami pubertas. Pubertas merupakan masa awal pematangan
seksual, yakni suatu periode dimana seorang anak mengalami perubahan fisik,
hormonal, dan seksual serta mampu mengadakan proses reproduksi (Fajaryati, 2010).
Menstruasi merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang
disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (Wiknjosastro, 2005). Sementara
menurut Prawirohardjo (2011:161) pendarahan haid merupakan hasil interaksi
kompleks yang melibatkan sistem hormon dengan organ tubuh, yaitu hipotalamus,
hipofise, ovarium, dan uterus serta faktor lain di luar organ reproduksi.
Fertilitas adalah kesuburan, kesuburan disini yang dimaksud adalah dapat
bekerjanya secara optimal dari organ-organ reproduksi baik dari pihak pria maupun
wanita sehingga dapat melakukan fungsi fertilisasi dengan baik. Salah satu faktor
yang mempengaruhi fertilitas adalah asupan zat gizi.

1.2 Tujuan penulisan


a. Tujuan umum
Mahasiswa mampu memahami tentang konsep teori tentang menstruasi dan
fertilitas.
b. Tujuan khusus
1. Mahasiswa mampu memahami tentang konsep teori menstruasi dari
mulai pengertian, stadium menstruasi, siklus ovarium, Aspek hormonal
dalam siklus menstruasi, proses ovulasi.
2. Mahasiswa mampu memahami tentang konsep teori fertilitas dari mulai
pengertian, dan Proses fertilisasi dan implantasi

BAB II

1|Menstruasi dan Fertilisasi


TINJAUAN TEORI

2.1 Menstruasi
a. Pengertian
Menstruasi adalah wanita dewasa yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan
secara teratur mengeluarkan darah dari alat kandungannya. Siklus menstruasi:

selama 1 bulan dapat dibedakan menjadi 4 stadium.


Menstruasi ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai
pelepasan (deskuamasi) endometrium. Panjang siklus haid ialah jarak antara
tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid yang berikutnya. Hari
mulainya perdarahan dinamakan hari pertama siklus. Karena jam mulainya haid
tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar haid dari ostium uteri eksternum
tidak dapat diketahui, maka panjang siklus mengandung ke salahan 1 hari.
Panjang siklus haid yang normal atau dianggap siklus haid yang klasik ialah 28
hari, tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga
pada wanita yang sama. Lama haid biasanya antara 3 5 hari, ada yang 1 2 hari
diikuti darah sedikit-sedikit, dan ada yang sampai 7 8 hari. Pada setiap wanita
biasanya lama haid itu tetap (Winkjosastro, 2008).

b. Stadium Menstruasi
Pada masa ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai dengan
perdarahan, hanya lapisan tipis yang tinggal yang disebut stratum basale, stadium
ini berlangsung selama 4 hari. Darah yang keluar selama proses menstruasi
disertai potongan-potongan endometrium dan lendir cervix. Darah ini tidak
membeku karena ada fermen yang mencegah pembekuan darah dan mencairkan
potongan-potongan mukosa. Hanya kalau banyak darah yang keluar maka fermen
tersebut tidak mencukupi sehingga timbul bekuan-bekuan darah dalam darah

menstruasi. Banyaknya perdarahan selama menstruasi normal adalah 50cc.


1. Stadium Post Menstruasi (Stadium Regenerasi)
Luka yang terjadi karena endometrium dilepaskan berangsung-angsur ditutup
kembali oleh selaput lendir baru yang terjadi dari sel epitel kelenjar-kelenjar

endometrium. Pada saat ini tebalnya endometrium 0,5mm, stadium ini

sudah mulai waktu stadium menstruasi dan berlangsung 4 hari.


2. Stadium Pra Menstruasi (Stadium Sekresi)

2|Menstruasi dan Fertilisasi


Pada stadium ini endometrium tebalnya tetap, tapi bentuk kelenjar berubah
menjadi panjang, berliku dan mengeluakan getah. Dalam endometrium sudah
tertimbun glycogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk
telur.
Pada endometrium sudah dapat dibedakan lapisan atas yang padat (stratum
compactum) yang hanya ditembus oleh saluran-saluran keluar dari kelenjar,
lapisan yang banyak lubangnya (stratum spongiosum) karena disini terdapat
rongga-rongga dari kelenjar-kelenjar dan lapisan bawah yang disebut stratum
basale.
Stadium ini berlangsung dari hari ke 14-28. Kalau tidak terjadi kehamilan
makan endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus
menstruasi.

c. Siklus Ovarium
Didalam ovarium terdapat banyak sel-sel telur muda yang dikelilingi oleh
sel-sel gepeng yang disebut folikel primodial.
Sebelum pubertas ovarium masih dalam keadaan istirahat, akan tetapi
waktu pubertas maka karena pengaruh salah satu hormone dari lobus anterior
hipofise yaiu hormone perangsal folikel (folikel stimulating hormone/ FSH), maka
folikel primodial mulai tumbuh, walaupun biasanya hanya satu yang masih
matang dan kemudian pecah sedangkan yang lainnya mati.
Pematangan folikel primodial terjadi sebagai berikut:
Mula-mula sel-sel sekeliling ovum berlipat ganda, kemudian diantara sel-
sel ini timbul sebuah rongga yang berisi cairan yaitu liquor foliculi. Ovum sendiri
terdesak kepinggir dan terdapat ditengah tumpukan sel yang menonjol ke dalam
rongga folikel. Tumpukan sel telur dengan sel telur di dalamnya disebut Cumulus
oophorus. Antara sel telur dan sel sekitarnya terdapat Zona pellucida.
Sel-sel granulosa lainnya yang membatasi ruangan folikel disebut
Membrane granulosa. Dengan timbulnya folikel jaringan ovarium sekitar folikel
tersebut, terdesak keluar dan membentuk 2 lapisan yaitu Theca interna yang
banyak mengandung pembuluh darah dan Theca externa yang terdiri dari jaringan
ikat yang padat.
Folikel yang matang ini disebut Folikel de Graaf. Folikel de graaf ini
menghasilkan hormone estrogen yang dibuat di theca interna. Sebelum pubertas
folikel de graaf hanya erdapat pada lapisan dalam dari cortex ovarium dan tetap
tinggal dilapisan tersebut. Setelah pubertas juga terbentuk di lapsian luar dari

3|Menstruasi dan Fertilisasi


cortex, pada diameter 10-12mm. folikel ini mendekati permukaan, malahan
menonjol keluar karena liquor folliculi terbentuk terus maka tekanan didalam
folikel makin lama makin tinggi, tetapi untuk terjadinya ovulasi bukan hanya
tergantung pada tekanan tinggi tersebut, tapi juga harus mengalami perubahan-
perubahan nekrobiotik pada permukaan folikel.
Pada permukaan ocarium sel-sel menjadi tipis sehingga pada waktu folikel
akan pecah mengakibatkan keluarnya liquor folliculi bersama ovumnya yang
dikelilingi oleh sel-sel cumulus oophorus.
Keluarnya sel telur dari follikel de graaf dan pecahnya folikel de graan
disebut ovulasi. Sel-sel granulosa yang mengelilingi sel telur yang telah bebas itu
disebut corona radiata. Setelah ovulasi, maka sel-sel granulosa dari dinding
folikel mengalami perubahan dan mengandung zat warna kuning disebut lutein.
Dengan demikian maka sisa follikel berubah menjadi butir yang kuning disebut
corpus luteum. Corpus luteum mengeluaran hormon yang disebut progesteron dan
juga estrogen. Bila terjadi konsepsi ( pembuahan ) maka corpus luteum akan
menjadi corpus luteum graviditatum, tapi bila tidak terjadi proses pembuahan
maka corpus luteum menjadi corpus luteum menstruationum.
1. Corpus Luteum Menstruationum
Mempunya masa hidup kira-kira 8 hari, setelah berdegenerasi dan diganti
dengan jaringan ikat yang menyerupai stroma ovarium. Corpus luteum yang
berdengerasi disebut corpus albican, yang berwarna putih.
Dengan terbentuknya corpus albican maka pembentukan hormon progesteron
dan estrogen mulai berkurang bahkan berhenti sama sekali. Hal ini akan
menyebabkan iskemia dan neksrosis endometrium yang disusul dengan
menstruasi. Estrogen menyebabkan proliferasi dari endometrium fase
proliferasi ini disebut juga fase follikuler atau praovulatoir yang berlangsung
dari hari pertama menstruasi sampai ovulasi.

2. Corpus Luteum Graviditatum


Setelah terjadi ovulasi maka sel telur yang meupakan sel terbesar dari
badan manusia dengan ukuran 0,2 mm. Masuk ke dalam tuba dan terus
diangkutn kecavum uteri. Hal ini terjadi kemungkinan karena waktu ovulasi
ujung ampulla tuba menutup permukaan ovarium dan selanjutnya sel telur
digerakkan peristaltik dan rambut getar dari sel-sel selaput lendir tuba ke arah
cavum uteri.
Jika tidak terjadi kehamilan (fertilisasi) maka sel telur mati dalam
beberapa jam. Jika terjadi penghamilan maka terjadi pertemuan dan

4|Menstruasi dan Fertilisasi


persenyawaan dari sel telur dan sel mani dalam ampulla tubae. Sel telur yang
dibuahi itu berjalan ke cavum uteri dan menanamkan diri dalam endometrium
(nidasi). Zygot (sel telur yang sudah dibuahi) mengeluarkan hormon-hormon
hingga corpus luteum yang biasanya hidup 8 hari tidak mati malahan
tumbuh menjadi lebih besar dan disebut corpus luteum graviditatum yang
hidup sampai bulan ke IV kehamilan. Setelah bulan ke IV faalnya diambil alih
oleh plasenta.
Karena corpus luteum tidak mati, maka progesteron dan estrogen terus
terbentuk, sehingga endometrium tidak mati malahan menjadi lebih tebal dan
berubah menjadi devidua. Sehingga selama kehamilan tidak terjadi
menstruasi.

d. Aspek hormonal dalam siklus menstruasi


Hipofisie bagian anterior menghasilkan 3 jenis hormon yaitu :
1. FSH (follice stimulating hormone)
FSH dalam jumlah besar ditemukan pada urine wanita menopause. FSH mulai
ditemukan pada gadis umur 11 tahun dan jumlahnya terus bertambah sampai
dewasa.
FSH dibentuk oleh sel B (Basophil) dari lobus anterior hipofise. Pembentukan
FSH ini akan berkurang pada pembentukan atau pemberian estrogen dalam
jumlah cukup. Suatu keadaan dapat juga ditemukan pada kehamilan (negatif
feed back).
2. LH (leuteinizing hormone, ICSH/interstitial cell stimulating hormone)
LH dapat di isolir dari urin laki-laki maupun wanita, banyak ditemukan pada
wanita menopause.
LH bekerjasama dengan FSH menyebabkan terjadinya sekresi estrogen dari
follikel de graaf.
LH juga menyebabkan penimbunan substansi pendahulu progesteron dalam
sel granulosa. Bila estrogen dibentuk dalam jumlah yang cukup besar, maka
akan menyebabkan pengurangan FSH, sedangkan produksi LH malah
bertambah, sehingga tercapai suatu rasio produksi FSH dan LH yang dapat
merangsang terjadinya ovulasi.
3. Prolactin (luteotropin/LTH)
Ditemukan pada wanita yang mengalami menstruasi, terbanyak pada urine
wanita hamil, pada masa laktasi dan post menopause. Dibentuk oleh sel alpha
(acidophil) dan lobus anterior hipofise. Fungsi hormon ini adalah untuk
memulai dan mempertahankan produksi progesteron dari corpus luteum.

5|Menstruasi dan Fertilisasi


Hipofise juga dirangsang dan diatur oleh hipothalamus yang menghasilkan
gonadotropin releasing factors (hypophysiotropin).
Fungsi hipothalamus : pada tuber cinerum terdapat sex centrum yang
menghasilkan zat bersifat decapeptid dan disebut releasing factors yan
merangsang hipofise untuk melepaskan gonadotropin. Selain itu hipothalamus
juga mengeluarkan prolactin inhibitory hormone (PIH) yang menghentikan
produksi prolactin.

e. Proses Ovulasi
Saat ovulasi perlu diketahui untuk menentukan masa subur (masa fertil) dari
seorang wanita, karena kehamilan hanya mungkin kalau coitus terjadi sekitar saat
ovulasi. Ovulasi ini terjadi 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang.
Menentukan ovulasi bukan dari menstruasi sebelumnya tapi dari menstruasi
yang akan datang, karena ternyata bahwa dari siklus itu stadium sekresi yang tepat
karena corpus luteum mempunyai umur yang tertentu 8 hari.
Pada wanita dengan sirklus 28 hari ovulasi terjadi pada hari ke 14dari siklus,
sedangkan pada wanita dengan siklus 35 hari ovulasi terjadi pada hari ke 21 dari
siklus.
Cara penentuan masa ovulasi ini tidak dapat digunakan pada wanita yang
tidak teratur menstruasinya, maka digunakan cara lain yaitu dengan mengukur
tempeatur basal setiap hari dan membuat curve dari pengukuran tersebut. Bangun,
makan, atau minum dan diambil rectal. Ternyata temperatur itu lebih rendah pada
bagian pertama dari siklus di bandingkan dengan bagian kedua dari siklus. Jadi
pada saat ovulasi, terjadi peningkatan suhu, yang biasanya di dahului oleh
penurunan suhu.
Mestruasi ovulatoir dan anovulatoir
Menstruasi ovulatoir adalah menstruasi yang didahului oleh ovulasi dan ini adalah
menstruasi yang normal.
Menstruasi anovulatoir adalah menstruasi tanpa di dahului oleh ovulasi wanita
dengan menstruasi anovulatoir tidak dapat menjadi hamil.
Menstruasi anovulatoir kadang-kadang terjadi pada masa laktasi, pada pubertas dan
menjelang menopause.

2.2 Fertilisasi
a. Pengertian
Fertilisasi adalah proses terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma dan
ditandai dengan bergabungnya inti kedua sel kelamin tersebut. Proses fertilisasi

6|Menstruasi dan Fertilisasi


berlangsung di dalam toba fallopi. Sebelum terjadi fertilisasi, pada permulannya
terlebih dahulu proses yang dinamakan kopulasi atau persetubuhan. Adanya
kopulasi menjadikan sperma yang bercampur dengar air mani (semen) masuk ke
dalam saluran reproduksi wanita(vagina). Oleh enzim proteolitik, sperma yang
berada di dalam vagina terlihat sangat motil. Kemudian sperma tersebut bergerak
menuju uterus hingga tuba fallopi melalui pergerakan ekornya. Dibagian atas tuba
fallopi fertilisasi terjadi. Agar sel telur dapat dibuahi oleh sperma, sperma
mengeluarkan enzim hialuronidase dan enzim proteinase. Oleh kedua enzim
tersebut, sel telur dapat titembus oleh sperma.

b. Proses Fertilisasi & Implantasi


Proses penembusan sel telur memerlukan waktu tertentu. Karena sel sperma
harus menembus 3 lapisan sel telur yang berturut turut adalah korona radiata,
zona pelusida, dan membrane plasma. Setelah sel telur dibuahi oleh satu sel
sperma, segera sel telur mengeluarkan senyawa tertentu menuju zona pellusida.
Senyawa tersebut berfungsi untuk melindungi sel telur supaya tidak tertembus
kembali oleh sperma lainnya.
Sperma bersifat haploid (n=23 kromosom) dan sel telur juga bersifat haploid
(n=233 kromosom). Akibatnya pembuahan sperema pada sel telur akan
menghasilkan sebuah zigot yang bersifat diploid (2n=23 pasang kromosom).
Berikutnya zigot bergerak menuju uterus melalui tuba fallopi saling membelah
secra mitosis pada saat ini juga zigot sudah mulai berkembang menjadi embrio.
Pembelahan zigot menghasilkan sel-sel yang bentuknya sama dan fasenya
dinamakan morula. Pembelahan morula menghasilkan blastosit dan fasenya
dinamakan flasstula. Kutrang lebih 5 hari setelah fertilisasi, blastosit menempel
pada endometrium dan prosesnya dinamakan implantasi. Implantasi ini dapat
menyebabkan kehamilan.
Ribuan spermatozoa menemukan jalan menuju rongga uterus, sebagian kecil
mencapai lumen tuba fallopi. Hanya satu yang diberikan kesempatan untuk
meneruskan kehidupan biologis melalui fertilisasi, dan ini hanya terjadi kadang-
kadang. Spermatozoa dalam saluran reproduksi wanita dapat mempertahankan
mortalitasnya selama berjam-jam atau berhari-hari, namun sedikit spermatozoa
yang mampu melakukan fertilisasi setelah 24 jam.fertilisasi ovum oleh
spermatozoa terjadi di tuba fallopi dalam dua menit atau tidak lebih dari beberapa
jam setelah ovulasi (Cunningham et al; 1993). Spermatozoa dibuang dalam

7|Menstruasi dan Fertilisasi


saluran reproduksi atau dalam rongga peritoneum dan saat spermatozoa
berdegenerasi, spermatozoa difagositosis oleh sel darah putih.
Spermatozoa dikondisikan untuk membuahi ovum setelah spermatozoa
memasuki saluran reproduksi wanita melalui perubahan fisiologis yang dikenal
sebagai kapasitasi. Mekanisme ini melibatkan pelepasan membrane plasma
bagian atas dan membrane akrosom bagian luar, yang melepaskan enzim yang
disebut hialuronidase. Kapasitas terjadi dalam cairan reproduksi wanita dan
merupakan syarat penting untuk fertilisasi. Sperma manusia dapat juga mampu
membuaahi ovum setelah inkubasi singkat di media tertentu tanpa harus
memasuki saluran reproduksi wanita.kemampuan ini memungkinkan terjadinya
fertilisasi in vitro.
1. Transport melalui tuba fallopi
Tuba fallopi adalah struktur penting yang krusial dalam fertilisasi dan
pada akhirnya implantasi ovum. Pertama, tuba fallopi bertanggungjawab
menstranspor ovum dari folikel yang rupture menuju lumennya yang
menyediakan lingkungan sementara untuk ovum dan spermatozoa. Kedua,
fertilisasi terjadi tuba fallopi, begitu juga pembelahan sel dari ovum yang
telah dibuahi selama tahap awal kehidupan manusia. Ketiga, tuba fallopi
mentranspor ovum yang telah dibuahi dan membelah diri untuk memasuki
uterus.
Tuba fallopi dirancang secara unik untuk berbagai fungsi: terdiri atas
fimbria dan silia, yang memfasilitasi transport ovum. Struktur ujung tuba
yang memiliki fimbria sangat penting dalam mekanisme pengambilan
ovum.sehelai fimbria yang terpisah, fimbria ovarica, membentang dari tuba
ke ovarium tempatnya melekat. Fimbria ovarica mengandung berkas otot
polos yang terpisah. Selama ovulasi, otot ini berkontraksi dan menarik
ovarium ke lubang tuba. Fimbria yang lain dianggap merangkul ovarium
menjelang atau pada saat ovulasi. Fimbria melakukan gerakan muscular yang
memindahkan fimbria ke folikel yang rupture. Jadi silia yang melapisi
fimbriabsegera menyentuh cumulus ooforus yang mengelilingi ovum, dan
saat fimbria berdenyut ke arah lumen tuba, mereka membawa massa kumullus
yang lengket melewati ostium tuba ke suatu titik yang baik ke dalam tuba
fallopi. Proses pemindahan ovum yang efisien diatur melalui mekanisme ini
dan pengambilan ovum dapat dipastikan, walaupun ovum sangat kecil.

8|Menstruasi dan Fertilisasi


Setelah ovum dengan aman melewati ostium tuba, ovum segera
ditranspor ke ampula tuba fallopi tempat terjadinya fertilisasi. Setelah
fertilisasi ovum mengalami beberapa pembelahan sel, selama terjadinya
pembelahan tersebut ovum ditahan di tuba fallopi selama kira-kira 3 hari.
Mekanisme penahanan ovum manusia di dalam tuba tidak dipahami dengan
dengan baik. Pengeluaran ovum secara premature dari tuba dapat
menyebabkan kegagalan implantasi. Penahanan yang lama dapat
menghhyasilkan kehamilan ektopik, yang menyebabkan rupture tuba dan
hemoragi.
2. Fertilisasi dan perubahan setelah fertilisasi
Setelah ovum aman di dalam tuba fallopi, sel-sel yang mengelilingi
ovum (cumulus oofurus) berpencar. Sel-sel ini mulai berpisah, sebagian
karena pengaruh enzim hialurinidase yang terkandung dalam akrosom yang
menyelimuti kepala spermatozoa. Spermatozoa memperoleh jalan dari lapisan
perifer ini, sementara itu korona radiate (lapisan luar ovum)yang padat
mengalami perubahan tertentu. Sel-sel ini mengendur di bawah pengaruh
cairan tuba, dan nspermatozoa menemukan jalan melalui lapisan ini menuju
zona pelusida. Sperma menempel dengan erat ke permukaan zona peluzida
pada tampat pengikatan spesifik atau tempat reseptor (Scoot et al., 1994).
Diperkirakan zona pelusida dapat ditembus oleh spermatozoa karena adanya
enzim mirip tripsin (akrosin) dalam akrosom spermatozoa. Sebelum
penetrassi, dibuat lubang di membrane terluar akrosom tempat keluarnya
akrosom kaya akan enzim. Prose ini yang disebut reaksi akrosom
menyebabkan hilangnya membrane di setengah anterior kepala sperma.
Spermatozoa membuat saluran melalui zona pelusida ketika akrosin
melarutkan zona yang mengandung protein yang bersentuhan dengannya.
Setelah melintasi zona pelusida, spermatozoa berada dalam posisi untuk
menembus membrane ovum. Ketika menembus ovum spermatozoa membawa
ekornya.
Setelah penetrasi selesai terjadi barrier fisiologis dan penetrasi ovum
oleh spermatozoa lain dicegah. Segera setelah penetrasi, nucleus spermatozoa
dan nucleus ovum mengalami perubahan karakteristik. Nucleus tersebut
menjadi pronukleus: badan kromatin yang teridentifikasi dengan jelas dan
nyata, masing-masing di kandung dalam membrane. Pronukleus pria dan
wanita melebur membentuk ovum yang telah dibuahi, atau zigot. Sel baru

9|Menstruasi dan Fertilisasi


memiliki komplemen kromosom yang lengkap. Segera setelah itu zigot bersel
tunggal mengalami pembelahan sel pertama melalui mitosis. Dalam proses ini
kromosom pria dan wanita dan gennya bercampur dan akhirnya membelah,
membentuk 2 set 46 kromosom, masing-masing satu set 46 akan menjadi dua
sel yang baru. Proses pembelahan mitosis yang cepat ini, yang disebut
pembelahan, diulangi sampai kassa yang mengandung 8, 16, 32 dan 64 sel
dihasilkan secara berturut-turut. Pembelahan sel awal ini menghasilkan
serangkaian formassi morfologi. Pada tahap 8 sampai 16 sel, ovum
membelah dikirim ke uterus. Ovum yang telah dibuahi kira-kira 4 hari
nberada dalam rongga uterus yang berkembang lebih lanjut menjadi
blastosista sebelum terjadi pelekatan yang sesungguhnya. Dengan demikian
total interval antara ovulasi dan implantasi adalah sekitar 7 hari. Saat ovum
masih belem menempel di rongga uterus, ovum terletak di rongga sekresi
endometrium yang kaya glikogen dan menyediakan makanan bergizi.
Sementara itu perubahan penting terjadi di struktur internal ovum yang
telah dibuahi. Cairan muncul di tengah massa yang mirip buah murbei yang
mendorong ke sel tepi lingkaran. Pada waktu yang sama, jelas terlihat bahwa
selubung eksternal sel ini disusun oleh dua lapisan berbeda lapisan luar dan
lapisan dalam. Massa sel dalam disebut blasstosista dan berkembang menjadi
embrio dan membrane embrionik (amnion). Lapisan luar adalah semacam
pencari makanan yang disebut trofoblas, yang artinya lapisa pemberi makan;
fungsi terpenting sel ini adalah ketersediaan makanan bagi embrio. Trofoblas
akhirnya berkembang menjadi salah satu membrane embrionik yang dikenal
dengan kanion.
Ketika ovum mengalami perubahan ini lapisan uterus dipersiapkan
untuk menerimanya. Mengingat bahwa ovulasi terjadi pada hari ke-14 dan
siklus menstruassi dan perjalanan menuju tuba dan persinggahan di uterus
membutuhkan waktu 7 hari, 21 hari dari siklus menstruasi telah berlalu
sebelum ovum mengembangkan lapisan trofoblas selnya. Ini adalah lapisan
uterus mencapai ketebalan terbesar dan mengandung banyak air.

10 | M e n s t r u a s i d a n F e r t i l i s a s i
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Menstruasi merupakan perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang
disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium.
Fertilisasi adalah proses terjadinya pembuahan sel telur oleh sel sperma dan
ditandai dengan bergabungnya inti kedua sel kelamin tersebut. Proses fertilisasi
berlangsung di dalam toba fallopi. Sebelum terjadi fertilisasi, pada permulannya
terlebih dahulu proses yang dinamakan kopulasi atau persetubuhan. Adanya kopulasi
menjadikan sperma yang bercampur dengar air mani (semen) masuk ke dalam saluran
reproduksi wanita(vagina).

3.2 Saran
kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan,
oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dalam
pembuatan makalah ini kami tidak luput dari kesalahan.Dan semoga dengan
selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.Amin.

11 | M e n s t r u a s i d a n F e r t i l i s a s i