Anda di halaman 1dari 5

Psikotes-ui.blogspot.

com

A. Nama Tes

Cara Skoring SPM (Standard Progressive Matrices)

B. Pembuat

Dirancang oleh J.C. Raven dan diterbitkan terakhir kali oleh H.K lewis & Co. Ltd.
London pada tahun 1960.

C. Sejarah :

a. Tahun Dikeluarkan

Tes Standard Progressive Matrices (SPM). Tes ini pertama kali diciptakan oleh
John. C Raven tahun 1938. Walaupun demikian, tes ini baru digunakan sejak
tahun 1954 dan pertama kali digunakan untuk Angkatan Bersenjata Inggris
dalam Perang Dunia II. Jenis tes ini dikelompokkan sebagai tes non verbal
artinya materi soalnya tidak diberikan dalam bentuk tulisan ataupun bacaan
melainkan dalam bentuk gambar-gambar. Tes ini digunakan untuk mengukur
kemampuan dalam hal pengertian dan melihat hubungan bagian bagian gambar
yang disajikan serta mengembangkan pola berpikir yang sistematis. Tes ini
dianggap sebagai culture fair test (adil untuk semua budaya) karena mampu
meminimalkan pengaruh budaya tertentu.

b. Pertama Kali digunakan dimana? Untuk apa?

Pada awalnya tes ini dikembangkan dan digunakan dalam seleksi Angkatan
Bersenjata Inggris.

D. Tujuan Tes

a. Peserta
Tes ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan memahami figur yang tidak
berarti dengan mengobservasi dan berfikir jernih pada saat mengerjakan tes,
kemudian melihat hubungan antara figur-figur yang ada yang pada gilirannya
mampu mengembangkan penalaran. Disamping itu untuk mengukur kemampuan
seseorang untuk membentuk hubungan persepsi. Tes ini biasa digunakan pada anak
SD maupun SMP.

Tes ini dapat diselenggarakan secara individual ataupun kelompok. Tes ini bersifat
non-verbal dan untuk mengukur kecerdasan orang dewasa. SPM tidak memberikan
suatu angka IQ akan tetapi menyatakan hasilnya dalam tingkat atau level
intelektualitas dalam beberapa kategori, menurut besarnya skor dan usia subjek yang
dites, yaitu:

Grade II : Kapasitas intelektual Di atas rata-rata

Grade III : Kapasitas intelektual Rata-rata.

Grade IV : Kapasitas intelektual Di bawah rata-rata.

Grade V : Kapasitas intelektual Terhambat.

Tes SPM disusun berdasarkan teori faktor g yang dikemukakan oleh


Spearman yang bertujuan untuk mengungkap kemampuan intelektual (inteligensi
umum) individu. Aspek-aspek yang diungkap dalam tes ini adalah:

1. Kemampuan penalaran ruang yaitu kemampuan seseorang dalam memahami


konsep ruang (spasial).

2. Kemampuan dalam hal ketepatan yaitu kemampuan seseorang dalam


menghitung.

3. Daya Abstraksi, yaitu kemampuan menangkap, membayangkan, dan


menganalisa suatu hal yang dilihat atau ditangkap indera kita secara abstrak.
4. Berpikir Sistematis, yaitu kemampuan untuk mengerjakan atau menyelesaikan
suatu tugas sesuai dengan urutan, tahapan, langkah-langkah, atau perencanaan
yang tepat, efektif, dan efisien.

5. Kecepatan & Ketelitian, yaitu kemampuan untuk menangkap, mengolah


informasi dengan cepat dan teliti.

6. Konsentrasi, yaitu kemampuan untuk memberi atensi atau perhatian terhadap


suatu hal dalam suatu waktu dengan baik.

b. Skoring

Tes Psikologi digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas


bermacam kemampuan secara mental dan apa-apa yang mendukungnya, termasuk
prestasi dan kemampuan, kepribadian, intelegensi, atau bahkan fungsi neurologis.

Cara Skoring Standard Progressive matrices :

1. Langkah Pertama: Menskor jawaban testee sehingga mendapatkan skor


mentah

Cara penilaian pada tes ini adalah memberi nilai 1 pada jawaban yang
benar, dan nilai 0 pada jawaban yang salah. Sehingga skor mentah atau Raw
Scored maksimal yang dapat diperoleh adalah 60 (RS maksimal = 60).
Semua angka jawaban yang cocok dengan angka pada kunci jawaban
dijumlahkan. Jumlah angka jawaban yang sesuai tersebut disebut skor
mentah yang dimiliki Testee.

2. Mengkonversikan Skor Mentah Dalam Persentil

Setelah Raw Score diperoleh, maka tester perlu mengubah skor


tersebut ke dalam bentuk persentil. Caranya adalah skor mentah diperoleh
dimasukkan dalam table skor mentah dan langkah selanjutnya adalah
mengkonversikan skor mentah ke dalam persentil. Skor persentil diperoleh
dengan cara mencocokkan skor mentah pada tabel konversi,
3. Mengkonversikan Persentil ke Dalam IQ

Untuk mengkonversikan persentil dari masing-masing testee ke dalam


IQ digunakan tabel equivalensi. Cara mengkonversikannya adalah dengan
cara persentil masing-masing testee dicari pada tabel equivalensi pada kolom
persentil ditarik garis ke kanan maka akan diketemukan IQ masing-masing
testee.

4. Langkah Ketujuh: Menentukan Taraf Inteligensi

Setelah IQ masing-masing testee diperoleh dan kita berkeinginan


untuk mengetahui taraf IQ seseorang testee, maka IQ masing-masing testee
harus dicocokkan dengan klasifikasi tertentu. Untuk menentukan taraf IQ
masing-masing testee digunakan klasifikasi IQ dari Stanford Binet Test

E. Contoh Item

Tes ini terdiri dari lima (5) kelompok soal (A, B, C, D, E), dimana masing-
masing kelompok soal berisi 12 soal. Dengan demikian, jumlah keseluruhan soal
adalah sebanyak 60 soal (A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7, A8, A9, A10, A11, A12, B1,
B2, B3, B4, B5, B6, B7, B8, B9, B10, B11, B12, C1, C2, C3, C4, C5, C6, C7, C8,
C9, C10, C11, C12, D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7, D8, D9, D10, D11, D12, E1, E2,
E3, E4, E5, E6, E7, E8, E9, E10, E11, E12).

Pada masing-masing kelompok soal, setiap soal akan bergerak dari soal yang
mudah hingga soal yang sulit, dimana kondisi ini menunjukkan bahwa dibutuhkan
kapasitas kognitif yang lebih besar untuk memasukkan dan menganalisa informasi di
dalam otak kita. Semua kelompok soal pada tes ini disajikan dengan dicetak tinta
hitam pada latar putih (hitam putih).

Tes ini dirancang khusus untuk testee berusia 6 hingga 65 tahun, dimana tes
ini dapat disajikan secara individual ataupun klasikal. Waktu untuk mengerjakan tes
ini adalah kurang lebih 30 menit. Di bawah ini merupakan contoh tes SPM dan
instruksi untuk mengerjakan tes tersebut.