Anda di halaman 1dari 5

Panitia Kongres Pemuda

Dalam menyelenggarakan rapat besar dan sangat penting, tentu saja dibutuhkan
kepanitiaan yang kuat dan solid. Dan pada waktu itu, sejarah Sumpah Pemuda dalam
perjalanan penyelenggaraan kongres pemuda ke dua menunjuk pemuda-pemuda dari
berbagai organisasi sebagai panitianya. Susunan kepanitiaan Kongres Pemuda waktu
itu adalah sebagai berikut.

Panitia Kongres Pemuda Kedua

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)

Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)

Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)

Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)

Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)

Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)

Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)

Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)

Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Peserta : Abdul Muthalib Sangadji, Purnama Wulan, Abdul Rachman, Raden


Soeharto, Abu Hanifah, Raden Soekamso, Adnan Kapau Gani, Ramelan, Amir
(Dienaren van Indie), Saerun (Keng Po), Anta Permana, Sahardjo, Anwari, Sarbini,
Arnold Manonutu, Sarmidi Mangunsarkoro, Assaat, Sartono, Dr.Pijper, Sjahrial (Adviseur
voor inlandsch Zaken), Emma Puradiredja, Soejono Djoenoed Poeponegoro, Halim,
R.M. Djoko Marsaid, Hamami, Soekamto, Jo Tumbuhan, Soekmono, Joesoepadi,
Soekowati (Volksraad), Jos Masdani, Soemanang, Kadir, Soemarto, Karto Menggolo,
Soenario (PAPI & INPO), Kasman Singodimedjo, Soerjadi, Koentjoro Poerbopranoto,
Soewadji Prawirohardjo, Martakusuma, Soewirjo, Masmoen Rasid, Soeworo,
Mohammad Ali Hanafiah, Suhara, Mohammad Nazif, Sujono (Volksraad), Mohammad
Roem, Sulaeman, Mohammad Tabrani, Suwarni, Mohammad Tamzil, Tjahija, Muhidin
(Pasundan), Van der Plaas (Pemerintah Belanda), Mukarno, Wilopo, Muwardi, Wage
Rudolf Soepratman, Nona Tumbel.

Formulasi Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik


kertas yang disajikan untuk Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi
terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) berbisik ke Soegondo: Ik heb een
eleganter formulering voor de resolutie (saya memiliki formulasi yang lebih elegan untuk
ini keputusan Kongres), yang kemudian Soegondo memberi tanda tangan setuju pada
selembar kertas, kemudian diteruskan kepada orang lain untuk inisial setuju juga.
Sumpah tersebut dibacakan oleh Soegondo awalnya dan kemudian dijelaskan panjang
lebar oleh Yamin.

stilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan
diberikan setelahnya.[2] Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana
tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda[3]. Penulisan menggunakan ejaan
van Ophuysen.

Gambar 1. Prasasti sumpah pemuda


Sumpah pemuda memiliki makna yang sangat penting bagi bangsa indonesia, karena pada
saat sumpah pemuda dibentuk pada tanggal 28 oktober 1928 merupakan awal lahirnya bangsa
indonesia. Sumpah pemuda dibentuk karena adanya tekad persatuan dan kesatuan.
Pentingnya kelahiran peristiwa ini membuat segenap pemuda di Indonesia harus mengetahui
makna yang terkandung didalamnya. Makna sumpah pemuda dapat di kita artikan dalam
berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Makna Sumpah Pemuda Masa Perjuangan Kemerdekaan.

Dari isi sumpah pemuda tersirat makna yang sangat penting untuk bangsa Indonesia.
Makna sumpah pemuda bagi generasi muda terkandung dalam 3 isi penting momen
sejarah ini.

Apapun makna dan pengertiannya, satu hal yang pasti adalah bagaimana momen ini
harus dijadikan sebagai titik untuk mempersatukan bangsa Indonesia.

Bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia

Mengandung makna bahwa setiap pemuda berjuang sampai darah penghabisan untuk
menjunjung tinggi tanah air Indonesia.

Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia

Ingin mengikarkan bahwa pemuda dan tumpah darah Indonesia menjunjung tinggi
bangsa Indonesia. Perjuangan untuk berkorban pada satu satunya bangsa tercinta yaitu
Indonesia.

Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia

Indonesia memiliki keragaman bahasa dari berbagai suku dan budaya. Untuk
meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, pemuda sepakat untuk menggunakan
bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.

Dengan adanya Sumpah Pemuda ini dijadikan sebagai dasar kebangkitan atas rasa
nasionalisme bagi para pemuda untuk berjuang bersama-sama demi negeri tercinta.

Mendorong persatuan dan kesatuan pemuda indonesia.

Masa depan Indonesia berada ditangan para pemuda indonesia.


Menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah mufakat.

Pelopor kemerdekan bangsa indonesia.

Penyimpangan dari Sumpah Pemuda.

Namun saat ini generasi muda bangsa ini justru melupakan makna Sumpah Pemuda itu.
Nilai-nilai persatuan dan kesatuan yang ditunjukkan para pemuda pulahan tahun yang
lalu sudah tidak tergambarkan saat ini. Aksi tawuran yang sering terjadi banyak
melibatkan kalangan generasi muda.

Yang lebih miris lagi, aksi tawuran ini dilakukan oleh kalangan pelajar dan mahasiswa,
yang notabene tulang punggung negeri ini. Tidak hanya terjadi di Jakarta, aksi tawuran
ini juga terjadi di kota-kota lainnya di Indonesia.

Masyarakat di mana pun sudah pasti gerah melihat aksi tawuran pelajar, mahasiswa,
atau siapapun juga. Mahasiswa seharusnya memiliki intelektualitas yang tinggi sehingga
tidak perlu menyelesaikan masalah dengan tawuran. Perilaku tawuran mereka itu sama
saja berarti mereka mempelajarinya di bangku kuliah selain pengetahuan-pengetahuan
yang lain.

Tapi, apakah pola pikir itu serta merta juga membuat generasi muda di negeri ini
melupakan nilai-nilai sejarah. Diyakini generasi muda saat ini banyak yang tidak tahu
jika kita menanyakan siapa saja tokoh yang terlibat pada sumpah pemuda pulahan
tahun yang lalu.

Menyikapi permasalahan ini, sudah selayaknya kita meminta kepada kalangan generasi
muda agar nilai-nilai Sumpah Pemuda harus terus dihayati, dalam menghadapi berbagai
persoalan nasional maupun internasional.

Generasi muda diminta untuk terus memegang kemurnian Sumpah Pemuda sebagai
alat pemersatu Bangsa. Di sisi lain, banyak juga generasi muda juga berprilaku tidak
bertanggung jawab guna menjaga kemurnian Sumpah Pemuda, dengan tidak
mengamalkan sifat cinta Tanah Air.
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa
Indonesia dilahirkan, Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari
perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum
kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para
pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat
Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat
Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17
Agustus 1945.