Anda di halaman 1dari 1

Umat Muslim di Malang salat Ied di halaman gereja.

Peristiwa ini terjadi ketika jumlah jamaah


yang hendak menunaikan salat Idul Fitri di Masjid Agung Jami, Kota Malang, Jawa Timur,
mencapai ribuan orang. Untuk itu, sebagian di antara mereka membentangkan sajadah di halaman
Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus.
Peristiwa biasa terjadi tiap tahun, tapi memang jarang diketahui orang. Halaman gereja yang
terletak sekitar 100 meter dari mesjid itu dipenuhi jamaah perempuan. Pengurus Gereja Paroki
Hati Kudus Yesus, Yohanes Kristiawan, mengaku menyiapkan halaman gereja untuk ibadah salat
Ied sejak pukul 05.00 WIB. Ia, tambahnya, bersama jamaah Kristen turut bersama-sama para
muslim membersihkan koran dan alas selepas ibadah.
Dan Bentuk toleransi tak hanya tercermin pada saat salat Ied saja, pada malam takbiran Idul Fitri
tahun ini kebaktian dimajukan pukul 16.30 WIB. Padahal ibadat gereja dimulai Pukul 18.00 WIB.
Perubahan jadwal kebaktian untuk menghormati umat muslim yang tengah menggelar takbiran.
Sikap toleransi ini menunjukkan kedewasaan kedua belah umat beragama di tempat ibadah yang
termasuk kuno. Meski berhimpitan selama seabad lebih namun tak pernah ada gesekan atau
pertentangan. Bahkan, kedua pengurus tempat ibadat sering bekerjasama dan membangun
toleransi. Saat perayaan natal, pemuda Islam dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Remaja
Masjid membantu berjaga keamanan dan tempat parkir jemaat.

Sebab terjadinya toleransi adalah


Menyadari akan keanekaragaman dengan saling menghormati dan menghargai antar sesama.
Perbedaan yang ada tersebut tidak membuat umat tercerai berai. Namun sebaliknya perbedaan
yang ada tersebut dianggap sebagai kekayaan bangsa yang menjadi ciri khas bangsa kita.
Tertanamkannya rasa nasionalisme dan cinta tanah air dalam diri generasi penerus bangsa sejak
kecil membuat mereka semakin memahami dan akhirnya dapat saling menghargai setiap
perbedaan yang ada. Melakukan kegiatan sosial yang melibatkan para pemeluk agama yang
berbeda dengan pembinaan individu yang mengarah pada terbentuknya pribadi yang memiliki
budi pekerti luhur.

Dampak yang ditimbulkan oleh sikap toleransi ini adalah


Tidak Terjadinya Perpecahan
Bersikap toleran merupakan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam mengamalkan agama.
Sikap bertoleransi harus menjadi suatu kesadaran pribadi yang selalu dibiasakan dalam wujud
interaksi sosial. Toleransi dalam kehidupan beragama menjadi sangat mutlak adanya dengan
eksisnya berbagai agama samawi maupun agama ardli dalam kehidupan umat manusia ini.
Memperkokoh Silaturahmi
Salah satu wujud dari toleransi hidup beragama adalah menjalin dan memperkokoh tali
silaturahmi antarumat beragama dan menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya. Pada
umumnya manusia tidak dapat menerima perbedaan antara sesamanya, perbedaan dijadikan alasan
untuk bertentangan satu sama lainnya. Perbedaan agama merupakan salah satu faktor penyebab
utama adanya konflik antarsesama manusia.