Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Materi Penyuluhan : Hipertensi


Waktu : 15 menit
Hari / Tanggal : Sabtu, Maret 2017
Sasaran : Pasien dan Keluarga
Tempat : Rumah Tn T di Kp. Dukuh Rt 02 Rw 07 Kel. Rangkasbitung
Barat Kab. Lebak

I. Analisa Situasi
A. Peserta : Pasien dan keluarga
B. Penyuluh : Pazdi Hakiki (Mahasiswa program Ners Pertamedika Jakarta)

II. Tujuan
A. TIU (Tujuan Instruksional Umum)
Setelah mengikuti penyuluhan, Pasien dan keluarga diharapkan dapat mengetahui
dan memahami tentang hipertensi
B. TIK (Tujuan Instruksional Khusus)
Setelah diadakan penyuluhan ini, pasien dan keluarga diharapkan dapat :
1. Mampu memahami Pengertian tentang Hipertensi
2. Mampu menyebutkan Penyebab Hipertensi
3. Mampu menyebutkan Tanda dan Gejala Hipertensi
4. Mampu menyebutkan Pengobatan Tradisional Penyakit Hipertensi
5. Mampu menyebutkan makanan yang boleh dikosumsi dan tidak boleh
dikosumsi oleh penderita Hipertensi
6. Mampu memahami diit rendah garam

III. Materi Penyuluhan

- Pengertian tentang Hipertensi


- Penyebab Hipertensi
- Tanda dan gejala Hipertensi
- Pengobatan Hipertensi
- Makanan yang boleh dikosumsi dan tidak boleh dikosumsi oleh penderita Hipertensi
- Diit Rendah Garam

IV. Metode Penyuluhan


- Ceramah dan Tanya Jawab
V. Media Penyuluhan
- Leaflet dan Poster
VI. Kegiatan Penyuluhan

Pazdi Hakiki STIKes PERTAMEDIKA


No Tahap Penyuluh Audiens Waktu
1. Pendahuluan Salam Pembuka Menjawab salam 5 Menit
Perkenalan Mendengarkan
Penjelasan tujuan Mendengarkan
2. Kegiatan Inti Menjelaskan definisi tentang Hipertensi Menyimak dan 7 Menit
Menjelaskan Penyebab Hipertensi mendengarkan
Menjelaskan Tanda dan gejala
Hipertensi
Menjelaskan Pengobatan Tradisional
Penyakit Hipertensi
Menjelaskan Makanan yang boleh
dikosumsi dan tidak boleh dikosumsi
oleh penderita Hipertensi
Menjelaskan Diit Rendah Garam
3. Tanya Jawab Mempersilahkan Pasien dan keluarga Mengajuakan Pertanyaan 5 Menit
untuk bertanya Menyimak
Menjawab Pertanyaan pasien dan
keluarga
Mengjukan pertanyaan Menjawab Pertanyaan
4. Penutup Merangkum Isi Materi Mendengarkan 3 Menit
Salam Penutup Menjawab Salam

VII. Kriteria Evaluasi


1. Struktur
- Media dan alat memadai
- Waktu pelaksanaan tepat waktu
- Lingkungan tenang dan mendukung jalannya penyuluhan

2. Proses
- Kegiatan penyuluhan dilaksanakan tepat sesuai waktu yang direncanakan
- Penyaji menyampaikan penyuluhan sesuai bahasa masyarakat dan mudah
diterima
- 75% peserta mendengarkan dengan penuh perhatian
- Tujuan khusus dapat tercapai

3. Hasil
Setelah mengikuti penyuluhan 75% peserta mampu :
- Memahami Pengertian penyakit Hipertensi
- Menyebutkan penyebab Hipertensi

Pazdi Hakiki STIKes PERTAMEDIKA


- Menyebutkan tanda dan gejala Hipertensi
- Menyebutkan pengobatan Tradisional Hipertensi
- Menyebutkan Makanan yang boleh dikosumsi dan tidak boleh dikosumsi oleh
penderita Hipertensi
- Menyebutkan Diit Rendah Garam

DAFTAR PUSTAKA
1. Instalasi Gizi Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien
Indonesia. Penuntun Diet;Edisi Baru, Jakarta, 2004, PT Gramedia Pustaka
Utama
2. Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani W. I, Setiowulan W, Kapita Selekta
Kedokteran Edisi ke-3 jilid 1, Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI,
Jakrta,

MATERI PENYULUHAN
Hipertensi & Dit Rendah Garam

A. Pengertian Hipertensi

Hipertensi adalah terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik (atas) 140 mmHg
atau lebih dan tekanan diastolik (bawah) 90 mmHg atau lebih.
Disebut hipertensi apabila seseorang yang terkena :
1. Telah berumur 18 tahun atau lebih.
2. Bila 2x kunjungan berbeda tekanan diastolik 90 atau lebih
3. Beberapa kali pengukuran tekanan sistolik menetap 140 mmHg atau lebih.
B. Penyebab Hipertensi

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian


karena orang yang terserang cukup banyak dan akibat jangka panjang yang
ditimbulkan, serta mempunyai konsekuensi tertentu.
Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi dalam 2 golongan yaitu :

Pazdi Hakiki STIKes PERTAMEDIKA


1. Hipertensi primer/esensial tidak diketahui penyebabnya, biasanya
dihubungkan dengan faktor keturunan, kebiasaan hidup, konsumsi garam
dan lemak tinggi,strees, merokok.
2. Hipertensi sekunder penyebab pada umumnya dapat diketahui secara
pasti, seperti : gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal.

C. Tanda dan Gejala Hipertensi


1. Sakit kepala dan pusing (bagian belakang) terutama bila bangun tidur.
2. Nggliyer (Bhs. Jawa), terasa melayang.
3. Rasa berat ditengkuk atau leher.
4. Kadang mimisan.
5. Emosi yang tidak stabil, mudah tersinggung.
6. Telinga berdenging.
7. Sukar tidur.
8. Mata berkunang-kunang.
9. Rasa mual atau muntah.

D. Pengobatan Tradisional Hipertensi

Pengobatan tradisional yang dapat dibuat dirumah antara lain dengan


mengkonsumsi secara teratur jus:
a. Buah mentimun
b. Buah belimbing
c. Daun seledri
Sedangkan cara membuat obat tradisional seperti jus mentimun adalah
1. kg buah mentimun dicuci bersih
2. Dikupas kulitnya kemudian diparut
3. Saring airnya menggunakan penyaring/kain bersih
4. Diminum setiap hari 1 kg untuk 2 kali minum pagi dan sore hari

E. Makanan Yang Boleh dan Tidak Boleh Dikosumsi Oleh Penderita Hipertensi
Sumber Makanan Yang Boleh Diberikan Yang Tidak Boleh Diberikan
Sumber Karbohidrat Beras, kentang, singkong, terigu, Roti, biscuit, dan kue yang
tapioca, hunkwe, gula, makanan dimasak dengan garam dan atau
yang diolah dari bahan makanan soda
diatas tanpa garam dapur dan soda,
seperti macaroni, mie, bihun, roti,
biscuit, kue kering
Sumber protein Daging dan ikan maksimum100 gr Otak, ginjal, lidah, sarden, keju,
hewani sehari, telur maksimal 1 butir daging, ikan dan telur yang

Pazdi Hakiki STIKes PERTAMEDIKA


sehari, susu maksimum 200 gr diawetkan dengan garam dapur
sehari seperti daging asam, dendeng,
rawon, ikan asin, ikan kaleng,
kornet, udang kering, telur asin,
telur pindang, dsb
Sumber protein Semua kacang-kacangan dan Semua kacang-kacangan dan
nabati hasilnya diolah dan dimasak tanpa hasilnya yang dimasak dengan
garam garam dapur
Lemak Minyak, margarine tanpa garam, Margarine dan mentega biasa
mentega tanpa garam
Sayuran Semua sayuran segar, sayuran yang Sayuran yang diawetkan dengan
diawetkan tanpa garam dapur, garam dapur dan ikatan natrium
natrium benzoas dan soda lainnya, seperti sayuran dalam
kaleng, sawi asin, asinan, acar
dan sebagainya
Buah-buahan Semua buah-buahan segar, buah Buah-buahan yang diawetkan
yang diawetkan tanpa garam dapur, dengan garam dapur dan ikatan
natrium benzoas dan soda natrium lainnya
Bumbu Semua bumbu segar dan kering Garam dapur, baking powder,
yang tidak mengandung garam dan soda kue, vetein, dan bumbu
ikatan natrium lainnya yang mangandung garam dapur,
sepertim kecap, terasi, saus
tomat, petis, tauco dan
sebagainya
Minuman Teh, kopi, minuman teh botol Coklat
ringan

F. Diit Rendah Garam


Beberapa tingkat diet rendah garam, yaitu :
Diet rendah garam I ( 200 400 mg Na ) untuk hipertensi berat, tidak dengan garam
dapur
Diet rendah garam II ( 600 -800 mg Na ) untuk hipertensi tidak terlalu berat, sdt
garam dapur
Diet rendah garam III ( 1000 -1200 mg Na ) untuk hipertensi ringan, sdt garam
dapur.

Pazdi Hakiki STIKes PERTAMEDIKA


DAFTAR PUSTAKA
1. Instalasi Gizi Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia.
Penuntun Diet;Edisi Baru, Jakarta, 2004, PT Gramedia Pustaka Utama
2. Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani W. I, Setiowulan W, Kapita Selekta
Kedokteran Edisi ke-3 jilid 1, Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI, Jakarta,

Pazdi Hakiki STIKes PERTAMEDIKA