Anda di halaman 1dari 13

lrigasi I (JTS 1409)

(2 st(s)
TUJUAN :

Mempelajari tentang perhitungan kebutuhan air irigasi dan


perencanaan jaringan irigasi khususnya petak tersier.

POKOK BAHASAN :

Pengertian irigasi, air untuk irigasi, sumber air irigasi,


kuantitas air irigasi, kualitas air irigasi, cara pemberian air
irigasi, kebutuhan air irigasi, pola tanam, sistim golongan
dan cara rotasi, perencanaan petak tersier, sistim tata nama
dan nomenklatur, sistim lrigasi dan klasifikasi iaringan
irigasi, perencanaan jaringan irigasi, perencanaan saluran
irigasi, perencanaan bangunan box tersier.
DEFINISI

lRlGASl dapat diartikan sebagai usaha untuk memanfaatkan air yang tersedia
di sumber seperti sungai, danau, mata air, dan lain lain dengan jalan
menggunakan iaringan (sistem) irigasi sebagai prasarana pengatur yang terdiri
dari penyadapan air, pengatiran air dan pembagian air sampai pada daerah
pertanian.

Menurut Peraturan Pemerintah Rl No.23 tahun tgSztentang lRlGASl :

Bab l,
pasal 1.
Ayat i : lrigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang
pertanian.
j
Ayat : Jaringan irigasi adalah saluran dan bangunan yang merupakan satu
kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan air irigasi mulai dari
penyed iaa n,penga m bi la n, pembagia n, pem beria n da n penggu naan nya.
Ayat k : Daerah irigasi adalah kesatuan wilayah yang mendapat air dari suatu
jaringan irigasi.
Ayat I : Petak irigasi adalah petak tanah yang memperoleh air irigasi.
Ayat m : Petak tersier adalah kumpulan petak irigasi yang merupakan kesatuan
dan mendapatkan air irigasi melalui saluran tersier yang sama.

TUJUAN DAN MANFAAT IRIGASI

Tujuan irigasi pada suatu daerah adalah upaya untuk penyediaan dan
pengaturan air untuk menunjang pertanian, dari sumber air ke daerah yang
memerlukan dan mendistribusikan secara teknis dan sistematis.

Manfaat system lrigasiadalah :

a. Untuk membasahi tanah, yaitu membantu pembasahan tanah pada


daerah yang curah hujannya kurang atau tidak menentu'
b. Untuk mengatur pembasahan tanah, yang dimaksudkan agar daerah
pertanian dapat diairi sepanjang waktu, baik pada musim kemarau
maupun pada musim penghujan.
c. Untuk menyuburkan tanah, yaitu dengan mengalirkan air yang
mengandung lumpur pada daerah pertanian sehingga tanah dapat
menerima unsur-unsur penyubur.

1
d. Untuk kolmotase, yaitu meninggikan tanah yang rendah (rawa)
dengan endapan lumpur yang dikandung oleh air irigasi.
e. Untuk pengglontoran air di kota, yaitu dengan menggunakan air
irigasi, kotoran/sampah di kota digelontor ke tempat yang telah
disediakan dan selanjutnya dibasmi secara alamiah.
f. Pada daerah dingin, dengan mengalirkan air yang suhunya lebih tinggi
daripada tanah, dimungkinkan untuk mengadakan pertanian juga
pada musim tersebut.
o
b. Untuk kegiatan reklamasi, memperbaiki kualitas lahan gambut
dengan cara mengalirkan air irigasi yang relatif segar /kualitas baik

SUMBER AIR IRIGASI

Berdasarkan siklus air yang terjadi,maka persediaan air dapat dibagi dalam dua
bagian yaitu :

1. air yang ada di permukaan tanah :


- air retensi yang ada di cekungan tanah (rawa-rawa).
- air yang mengalir,dengan pertolongan bangunan diusahakan
mengalir ke tempat dimana air diperlukan.
- mengadakan air retensi buatan atau membuat waduk. Dengan
adanya waduk air yang tidak berguna dapat disimpan untuk
dimanfaatkan.

2. air yang ada dalam tanah :


- Air kapiler, merupakan persediaan untuk tanaman yang tidak
banyak membutuhkan air, -> Tanaman tahunan.
- Air tanah
-+ Dengan jalan memompa.
- Air artesis, mengadakan air dengan jalan menembuskan pipa
sampai ke lapisan tanah atas yang kedap air sehingga air dapat ke
atas permukaan tanah dengn sendirinya.Contoh : Dl Caruban di
Jatim.
- Air yang ada dalam perut bumi, yaitu dengan jalan mengadakan
pengeboran diharapkan air bisa dimanfaatkan.Contoh : di padang
pasir selatan di Libya.
SIFAT.SIFAT UMUM SUNGAI SEBAGAI SUMBER AIR
IRIGASI
lainnya'
1. Debit air cukup besar dibandingkan dengan sumber air alamiah
2. Kualitas dan suhu pada umumnya baik karena banyak mengandung
lumpur dan suhu hampir sama dengan suhu udara'
3. Pengambilan air relatif mudah.

ArR WADUK/DANAU SEBAGAI SUMBER AIR lRlGASl


1. Sedikit/tidak mengandung lumpur
2. Banyak mengandung zat-zat tertentu untuk kebutuhan tanaman'
pada
3. Suhu air permukaan hampir sama dengan suhu udara tetapi suhu
lapisan bawah relatif lebih rendah'

AIR TANAH SEBAGAI SUMBER AIR IRIGASI


1. Memiliki debit relatif keciltetapi konstan sepanjang tahun'
2. Sedikit/tidak mengandung lumpur'
3. BanYak mengandung zat-zat.

Kerugian air tanah sebagai sumber air irigasi

1. Terjadi penurunan muka air tanah karena pemompaan terus menerus'


2. Pengambilan air tanah secara terus menerus dapat menyebabkan
penurunan laPisan tanah.
3. Akan terjadi intrusi air laut-

KUALITAS AIR IRIGASI


Tidak semua air cocok untuk dipergunakan bagi kebutuhan air irigasi'
Air yang dapat dinyatakan kurang baik untuk irigasi biasanya mengandung
:

o. Bahan kimia yang beracun bagi tumbuhan atau orang yang makan
tanaman itu,
h. Bahan kimia yang bereaksi dengan tanah yang kurang baik,
c. Tingkat keasaman air (Ph),
d. Tingkat kegaraman air,
e. Bakteri yang membahayakan orang atau binatang yang memakan
tanaman yang diairi dengan air tersebut'
Kuantitas air irigasi

) Memperkirakan ketersediaan air dengan metode hidrologi yang lazim


( contoh. Menghitung debit andalan dengan basic year, basic month,
flow characteristic, dll)

debit yang dibutuhkan

t. Menampung air hujan, contoh Embung


2. Mendapatkan pasokan air dari Dl lain. Contoh suplesi, HLD, dll
3. Menyesuaikan pola tanam, jika tidak terdapat alternatif pasokan air.

Kualitas air irigasi

Parameter utama yang mempengaruhi kualitas air irigasi untuk tanaman:

1. Salinitas

sehingga terakumulasi daerah perakaran. Akibatnya akar tanaman tidak


mampu lagi menghisap air, dan tanaman menjadi layu (mati).
) Garam-garam dalam konsentrasi yang berlebihan dapat mengurangi
kegiatan osmotik tanaman dan mencegah penyerapan zat gizi bagi
tanaman. contohnya Kalsium, Magnesium dan Potassium.
) Mengurangi salinitasi pada bagian perakaran ini d'ilakukan dengan
proses leoching (pencucian).

2. Permeabilitas
Laju infiltrasi tanah akan berkurang akibat dari kandungan garam
tertentu atau kekurangan garam tertentu dari air irigasi.

a. Kandungan Na relatif terhadap Ca dan Mg


b. Kandungan bikarbonat dan karbonat
c. Kandungan garam dalam air

4
3. Toksinitas
Tidak semua air cocok untuk keperluan irigasi, setidaknya air irigasi tidak
mengandung:
a. Bahan kimia yang beracun bagi tanaman atau orang
yang memakan
tanaman tersebut. contoh : selenium, meski dalam konsentrasi rendah
beracun bagi ternak.
b. Bahan kimia yang bereaksi dengan tanah (yang kurang baik).
Misal Boron
(B), Chlorida (cl), dan Natrium (Na) . Meski dalam jumlah kecil Boron
dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, namun dalam konsentrasi
lebih dari 4mgllt dapat mengganggu tanaman'
c. Bakteri yang membahayakan orang atau binatang yang memakan
tanaman tersebut.

Persyaratan kualitas lainnYa :


1. Tingkat keasaman (pH) air. Kebutuhan pH biasanya berkisar antara 6,4
s/d 8,5
2. Suhu air normat. Kecuali di daerah dingin dan diperlukan air yang
bersuhu lebih tinggi
3. Kondisi muka air tanah.

Beberapa hal yang mengurangi pertumbuhan tanaman dalam kaitannya


dengan air irigasi :
1. Kondisi tergenang (woter logging), 't

2. Proses pematangan yang lambat akibat kandungan Nitrogen yang


berlebihan
3. Bercak putih pada daun akibat bikarbonat yg berlebih (pada irigasi
pancar/curah)

Standar kualitas di perairan umum {tambahanl


untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu'
dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu
pengolahan.
untuk air perikanan dan peternakan.
air untuk pertanian dan usaha perkotaan, industri dan PLTA
"<
BEBERAPA PENGERTIAN:

t. Daerah Pengaliran adalah daerah pada pengaliran sungai (DPS), dimana


apabila terjadi peristiwa-peristiwa alam dan perubahan hidroklimatologi
akan mempengaruhi kondisi pengaliran pada sungai tersebut.
2. Daerah irigasi atau daerah pengairan adalah kesatuan wilayah atau
daerah yang mendapat air dari satu jaringan irigasi.
3. Jaringan lrigasi adalah saluran dan bangunan yang merupakan satu
kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan air irigasi mulai dari
penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan penggunaannya.
4. Petak lrigasi adalah petak lahan yang memperoleh pemberian air irigasi
dari satu jaringan irigasi.

SISTEM IRIGASI DAN KI.ASIFIKASI JARINGAN IRIGASI

Dalam perkembangannya, irigasi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu

l. lrigasi Sistem Gravitasi


lrigasi gravitasi merupakan system irigasi yang telah lama dikenal
dan diterapkan dalam kegiatan usaha tani.Dalam system irigasi ini,
sumber air diambil dari air yang ada dipermukaan bumi yaitu dari sungai,
waduk dan danau di dataran tinggi.Pengaturan dan pernbagian air irigasi
menuju ke petak-petak yang membutuhkan, dilakukan secara gravitasi.

2. lrigasi Sistem Pompa


Sistem irigasi dengan pompa bisa dipertimbangkan, apabila
pengambilan secara gravitasi ternyata tidak layak dari segi ekonomi
maupun teknik.Cara ini membutuhkan modal kecil, namun memerlukan
biaya eksploitasi yang besar.Sumber air yang dapat dipompa untuk
keperluan irigasi dapat diambil dari sungai, misalnya stasiun pompa
Gambarsari dan Pesanggrahan (sebelum ada Bendung gerak Serayu),
atau dari air tanah, seperti pompa air suplesi di Dl.Simo, kabupaten
Gunung Kidul, Yogyakarta.
3. lrigasi Pasang Surut
yang dimaksud dengan system trigasi Pasang Surut adalah suatu
tipe irigasi yang memanfaatkan pengempangan air sungai akibat
peristiwa pasang surut air laut. Areal yang direncanakan untuk tipe
irigasi ini adalah areal yang rnendapat pengaruh langsung dari peristiwa
pasang surut air laut. Untuk daerah Kalimantan misalnya, daerah ini bisa
mencapai panjang 30-50km memanjang pantai dan 10 15km masuk ke -
darat. Air genangan yang berupa air tawar dari sungai akan menekan
dan mencuci kandungan tanah sulfat masam dan akan dibuang pada
saat air laut surut.

Berdasarkan cara pengaturan, pengukuran, serta kelengkapan fasilitas,


jaringan irigasi dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) ienis, yaitu

L. Jaringan irigasi sederhana,


Jaringan irigasi sederhana biasanya diusahakan secara mandiri oleh
suatu kelompok petani pemakai air, sehingga kelengkapan maupun
kemampuan dalam mengukur dan mengatur masih sangat terbatas.
Ketersediaan air biasanya melimpah dan mempunyai kemiringan yang
sedang sampai curam, sehingga mudah untuk mengalirkan dan membagi
air. Jaringan irigasi sederhana mudah di organisasikan karena
menyangkut pemakai air dari latar belakang sosial yang sama.

Namun jaringan ini masih memiliki beberapa kelemahan antara tain,


a. Terjadi pemborosan air karena banyak air yang terbuang,
b. Air yang terbuang tidak selalu mencapai lahan di sebelah bawah yang
lebih subur, dan
c. Bangunan penyadap bersifat sementara, sehingga tidak mampu
bertahan lama.

Gambar 1 memberikan ilustrasi jaringan irigasi sederhana.


JW

NII*
-r-l#*@****
-7-

-;**
Gambar 1 : Jaringan lrigasi Sederhana

2. laringan lrigasi Semi Teknis


Jaringan irigasi semi teknis memiliki bangunan sadap yang permanen
ataupun semi permanen. Bangunan sadap pada umumnya sudah
dilengkapi dengan bangunan pengambil dan pengukur. Jaringan saluran
sudah terdapat beberapa bangunan permanen, namun sistem
pembagiannya belum sepenuhnya mampu mengatur dan mengukur.
Karena belum mampu mengatur dan mengukur dengan baik, sistem
pengorganisasian biasanya lebih rumit.

Gambar 2 memberikan ilustrasi jaringan irigasi semi teknis sebagai bentuk pengembangan
dari jaringan irigasi sederhana.

.!. wt*
'L .ryFffi
-.-- ddr;f

-.,t("- E@@

Gambar 2 : Jaringan lrigasi SemiTeknis


3. Jaringan irigasi teknis.
Jaringan irigasi teknis mempunyai bangunan sadap yang permanen.
Bangunan sadap serta bangunan bagi mampu mengatur dan mengukur.
Disamping itu terdapat pemisahan antara saluran pemberi dan
pembuang. Pengaturan dan pengukuran dilakukan dari bangunan
penyadap sampai ke petak tersier. Untuk memudahkan sistem
pelayanan irigasi kepada lahan pertanian, disusun suatu organisasi petak
yang terdiri dari petak primer, petak sekunder, petak tersier, petak
kuarter dan petak sawah sebagai satuan terkecil. Petak persier
memduduki fungsi sentral dalam jaringan irigasi teknis, yang
pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah dibantu petugas ulu-ulu P3A
(para petani pemakai air).

Gambar 3 memberikan itustrasijaringan irigasi teknis sebagai pengembangan darijaringan


irigasi semi teknis.

\
I
I

@lEdPnd

*$- S GrECrn
--.- *o1i*

-<<i ,,wuoer
Nl m'* -<- Er@$dq
I i*uocm
=t= (as-rel*s --- rMry,@

Gambar 3 : Jaringan lrigasi Teknis


Karakteristik masing-masing jenis jaringan diperlihatkan pada Tabel berikut

Tabel Klasifikasi Jaringan lrigasi

Klasifikasi Jaringan lrigasi


Teknis Semi Teknis Sederhana
1 Bangunan Utama Bangunan permanen Bangunan permanen Bangunan sementara
atausemi permanen

2 Kemampuan bangunan Baik Sedang tidak mampu menga-


dalammengukur dan tur/ mengukur
mengatur debit

3 Jaringan saluran Saluran pemberi Saluran pemberi dan Saluran pemberi dan
Dan Pembuang Pembuang tidak pembuang meniadi
terpisah sepenuhnya terpisah satu

4 Petak tersier Dikembangkan Belum dikembangkan belum ada jaringan


sepenuhnya Atau identitas terpisah yang
bangunan dikembangkan
tersieriarang

5 Efisiensi secara EfJffi,O% 40-50% <40y6


keseluruhan

6 Ukuran Tak ada batasan < 20q, hektar < 50O helrtar

Sumber : Standar Perencanaan lrigasi KP - 01

srsTEM PEMBERT (PEMBAWA)


1. Bangunan pada sistem pemberi
Berfungsi membawa air irigasi dari sumbernya menuju ke daerah-daerah
irigasi ya ng memerlukan.

Bangunan pada sistem pemberi meliputi :

. Bangunan utama : Bendung intake, free intake, rumah


pompa,dsb
. Bangunan bagi dan sadap :Yang berfungsi mengatur pemberian
dan penyadapan air
. Bangunan pematah energi : Bangunan terjun, got miring
. Bangunan silang : Talang, Siphon, Gorong-gorong
. Bangunan pengaman : Pelimpah, pelindung tebing,
tanggacuci, dll.
. Bangunan untuk eksploitasi : Jembatan, jalan inspeksi, rumah
petugas dsb.
2. Saluran pada sistem pemberi terdiri atas :

a. Saluran primer membawa air darijaringan utama ke saluran sekunder


dan ke petak-petak tersier yang diairi. Batas ujung saluran primer
adalah bangunan bagi terakhir'
b. Saluran sekunder membawa air dari saluran primer ke petak-petak
tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut. Batas akhir
saluran ini adalah bangunan sadap terakhir'
c. Saluran suplesi membawa air dari sumber lain (bukan sumber yang
rnemberi air utama ProYek)
d. Saluran tersier
e. Saluran kwarter

SISTEM PEMBUANG

Sistem yang berfungsi membuang air kelebihan pada sawah.

Sistem pembuangan disarankan memakai :

. Sistem pembuangan permukaan alam : disebut surface drainase.


. Mema0faatkan sistem pembuangan alam y"lg ada yaitu sungai.

Kapasitas sistem pembuangan : kriteria dalam waktu 3-5 haridapat membuang


air hujan 3 hari berturut-turut dengan masa ulang 5 tahun (sekali dalam 5
tahun dilampaui).

- Saturan pembuang kuarter terletak di dalam satu petak tersier dan'


membuang airnya ke saluran pembuang tersier
- Saluran pembuang tersier terletak diantara petak-petak tersier
dalam satu petak sekunder dan membuang airnya ke saluran
sekunder
- Saluran pembuang sekunder menampung air dari jaringan
pembuang tersier dan membuang air tersebut ke saluran
pembuang primer atau langsung ke jaringan pembuang alamiah
dan keluar Dl.
- Saluran pembuang primer mengalirkan air dari saluran sekunder
ke luar Dl. Saturan ini sering berupa saluran pembuang alamiah
yang mengalirkan airnya ke anak sungai, sungai atau ke laut.
PENGATURAN DAN PENGUKURAN ALIRAN AIR IRIGASI

Pada bangunan yang bertugas membagi atau menyadap


aliran air irigasi akan
memerlukan alat-alat yang mempunyai fungsi
. Mengatur elevasi muka air : balok sekat, pintu-pintu agar alr lrlgasl
dapat mencapai seluruh daerah irigasi
.Mengukurbesarnyaairirigasi:bangunanukur'

Dalam suatu iaringan irigasi dapat dibedakan adanya


empat unsur fungsional
pokok, yaitu :
Bangunan-bangunan utama (headworks) dimana air diambil
dari
-
sumbernya, umumnya sungai atau waduk
- Jaringan pembawa berupa saluran yang mengalirkan
air irigasi ke

Petak tersier
Petak-petak tersier dengan system pembagian air
- dan system
pembuangan kolektif; air irigasi dibagi-bagi dan dialirkan ke
sawah-

sawah dan kelebihan air ditampung di dalam suatu


system

pembuangan di dalam Petak tersier


System pembuang yang ada di luar daerah irigasi untuk
membuang
-
kelebihan air lebih ke sungai atau saluran-saluran alamiah'

Peta ikhtisar
peta ikhtisar adalah cara bagaimana berbagai bagian dari suatu jaringan
peta ikhtisar tersebut dapat disajikan pada
irigasi saling dihubung-hubungkan.
peta tata letak.
Peta ikhtisar irigasi memperlihatkan hal-hal sebagai
berikut :

a) Bangunan-bangunan utama
b) Jaringan dan trase saluran irigasi
c) Jaringan dan trase saluran pembuang
d) Petak-petak primer, sekunder dan tersier
e) Lokasi bangunan
f) Batas-batas daerah irigasi
g) Jaringan dan trase jalan
h)Daerah-daerahyangtidakdiairi(misal:desa}
i) Daerah-daerah yang tidak dapat diairi (misal : karena tanah
jelek, terlalu tinggi, dsb)'