Anda di halaman 1dari 14

11

KARYA TULIS ILMIAH

PENANGANAN KANKER PAYUDARA DALAM DUNIA MEDIS

Disusun guna memenuhi tugas Praktik Akhir Mata Kuliah


Bahasa Indonesia
DosenPengampu :Darmanto SS.M.M

Disusun oleh:

ILHAM WIRATAMA
S16028
S16A

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2016
DAFTAR ISI
11

COVER ........................................ i

Daftar Isi....................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang................... 1

2. Rumusan Masalah ............... 2

3. TujuanPenulisan.. 3

4. ManfaatPenulisan 3

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Kanker Payudara.......... ............... 4


B. Gejala dan Tanda Kanker Payudara.. 4
C. Diagnosa Kanker Payudara 5
D. Bagaimana penanganan&pengobatan kanker.. 7

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ... 10

B. Saran.. 10

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN
11

1. LatarBelakang
Kanker merupakan suatu kondisi dimana setelah kehilangan pengendalian

dan mekanis menormalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal,

cepat dan tidak terkendali, serta mengancamnya jiwa individu penderitanya

(Baradero, 2008).
Menurut WHO (2004), angka kematian akibat kanker diperkirakan mencapai

7 juta orang, dua kali lebih banyak dari angka kematian yang disebabkan

HIV/AIDS, bahkan UICC (Union InternationaleContre Le Cancer)

memperkirakan jumlah penderita kanker di Negara berkembang pada tahun 2020

bisa mencapai 10 juta orang, dengan 16 kasus baru tiap tahunnya. Kanker

payudara merupakan penyakit keganasan yang paling sering dijumpai pada

perempuan, yakni mencapai 18% dari semua kanker yang terjadi pada perempuan.

Setiap tahun terjadi 1 juta kasus baru kanker payudara di seluruh dunia

(McPherson et al., 2000).

Faktor factor risiko reproduksi untuk kanker payudara meliputi nuliparitas

atau tidak pernah melahirkan, kehamilan pertama aterm yang terlambat, menarke

atau menstruasi pertama pada usia dini, serta menopause terlambat (McPherson et

al., 2000).

Kelahiran pertama atau memiliki anak pertama kali berhubungan dengan

peningkatan risiko kanker payudara selama 10 tahun setelah kelahiran.Namun

setelah waktu 10 tahun tersebut, risiko kanker payudara yang berhubungan

dengan kelahiran menurun apabila kelahiran terjadi sebelum usia 32 tahun. Tetapi

jika kelahiran pertama terjadi setelah usia 32 tahun, penurunan risiko tersebut

tidak terjadi dan perempuan tersebut akan memiliki risiko sepanjang hidup yang
11

lebih besar dibandingkan dengan perempuan yang belum memiliki anak (Kelsey

et al., 1997). Bukti-bukti lain yang menyatakan bahwa kanker payudara

berhubungan dengan faktor-faktor reproduksi adalah insidensi kanker payudara

seratus kali lebih banyak terjadi pada perempuan daripad alaki-laki (Kubba,

2003).

Berdasarkan angka statistik, kanker payudara merupakan kanker dengan

angka kejadian tertinggi nomor 2 setelah kanker leher rahim pada wanita di

Indonesia dan terdapat kecenderungan peningkatan angka kejadian kanker

payudara dari tahun ke tahun. di Indonesia, berdasarkan Patological Based

Registration atau berdasarkan pencatatan pemeriksaan jaringan pada tahun 2005,

kanker payudara diperkirakan di Indonesia mempunyai angka kejadian minimal

20 ribu kasus baru pertahun, dengan kenyataan 50% kasus baru ditemukan pada

keadaan stadium lanjut.

2. RumusanMasalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas, adapun permasalah yang

akan dibahas antara lain :

a. Jelaskan pengertian kanker payudara?

b. Jelaskan mengenai gejala-gejala penyakit kanker payudara?

c. Bagaimana penanganan&pengobatan kanker payudara ?

3. TujuanPenulisan

a. Untuk menjelaskan pengertian kanker payudara


11

b. Untuk memberikan informasi mengenai gejala seseorang dapat

mengidap kanker payudara

c. Dapat memberi penanganan&pengobatan pada pasien yang menderita

penyakit kanker payudara

d. Mengetahui diagnosis yang harus ditegakkan untuk penyakit kanker

payudara

4. ManfaatPenulisan

a. Bagi Petugas Kesehatan

Sebagai bahan masukan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan

pelayanan kesehatan khususnya pemberian pelayanan dan informasi tentang

penyakit kanker payudara

b. BagiInstitusiPendidikan

Sebagai referensi bagi pendidikan Kebidanan tentang pengetahuan

penyakit kanker payudara.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kanker Payudara


11

Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang

terus tumbuh berupa ganda.Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk bejolan di

payudara. Jika benjolan kanker itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker

bias menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bias terjadi

pada kelenjar getahbening (limfe) ketiak ataupun di atas tulang belikat.Selain itu

sel-sel kanker bias bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, dan bawah kulit.

(Erik T, 2005, hal : 39-40). Kanker payudara adalah pertumbuhan yang tidak

normal dari sel-sel jaringa ntubuh yang berubah menjadi ganas.

B. Gejala dan Tanda Kanker Payudara

Di Indonesia, kanker payudara masih menjadi masalah besar karena lebih dari

70% pasien dating kedokter pada stadium yang sudah lanjut dengan berbagai

bentuk luka, antara lain tumor melekat pada kulit dan jaringan dibawahnya serta

penyebaran pada kelenjar getah bening regional. Gejala lain yang mungkin timbul

adalah batuk dan sesak nafas karena metastasis tumor pada paru, sakit di

punggung akibat metastasis pada tulang belakang, berat badan semakin menurun

dan anemia.

a. Fase awal kanker payudara asimtomatik (tanpa tanda dan gejala).

Tanda dan gejala yang paling umum adalah benjolan dan penebalan

payudara.Kebanyakan kira-kira 90% ditemukan oleh penderita sendiri.

Kanker payudara pada stadium dini biasanya tidak menimbulkan keluhan.


b. Faselanjut :
1) Bentuk danukuran payudara berubah, berbeda dari sebelumnya
2) Luka pada payudara sudah lama tidak sembuh walau sudah diobati.
11

3) Eksim pada putting susu dan sekitarnya sudah lama tidak sembuh

walau diobati.
4) Puting sakit, keluar darah, nanah atau cairan encer dari putting atau

keluar air susup ada wanita yang sedang hamil atau tidak menyusui.
5) Puting susu tertarik ke dalam.
6) Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk (peuddorange).
c. Metastaseluas, berupa :
1) Pembesaran kelenjar getah bening supraklavikula dan servikal.
2) Hasil rontgentoraks abnormal dengan atau tanpa efusi pleura.
3) Peningkatan alkali fosfatase atau nyerit ulang berkaitan dengan

penyebaran ketulang.
4) Fungsihati abnormal

C. DiagnosaKankerPayudara

Diagnosa kanker payudara dapat di lakukan dengan beberapa pemeriksaan

yaitu

1. Anamnesa

a. Anamnesa terhadap keluhan di payudara atau ketiak apakah ada

benjolan, rasa sakit, edema lengan atau kelainan kulit

b.Anamnesa terhadap keluhan di tempat lain berhubungan dengan

metastasis seperti ulang vertebrata, sesak, batuk dan lain-lain.

c.Anamnesa terhadap faktor-f nyerit actor risiko (usia, riwayat keluarga,

riwayat kanker individu dan konsumsi lemak).

2. PemeriksaanFisik

Ketepatan mendiagnosakan kanker payudara dengan pemeriksaan fisik

sekitar 70%.Pemeriksaan fisik dilakukant erhadap status lokalis payudara kanan

atau kiriatau bilateral dan penderita harus diperiksa dalam posisi duduk dant
11

erlentang.Kemudian payudara di periksa sehubungan dengan perubahankulit,

perubahan putingsusu, status kelenjar getah bening dan pemeriksaanp adalokasi

metastasis jauh.

3.Pemeriksaan Biopsi Jarum Halus

Pemeriksaaninidilakukanpadalesi yang Secara klinis dan radiologi dicurigai

ganas.Biopsi jarum halus dilakukan dengan menusuk tumor dengan jarum halus

dan disedot dengan spuit 10 cc sampai jaringan tumor lepas dan masuk kedalam

jarum. Kemudian jaringan tumor diperiksa di laboratorium oleh ahli Patologi

Anatomi untuk mengetahui apakah jaringan tersebut ganas (maligna) atau jinak

(benigna).

4. Pemeriksaan Radiologik

Pemeriksaan radiologic dilakukan dengan menggunakan Mammografi dan

USG pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X berintensita

srendah.Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk melihat ada tidaknya benjolan pada

payudara.Mammografi merupakan tindakan pemeriksaan ini dapat digunakan

untuk perempuan dengan keluhan perihal payudara, baik setelah ditemukan

maupun sebelum ditemukan adanya benjolan dan sebagai check up kanker

payudara. American Cancer Society dalam programnya menganjurkan sebagai

berikut :

a. Untuk perempuan berumur 35-39 tahun, cukup dilakukan 1 kali

mammografi dasar (Baseline Mammogram).


b. Untuk perempuan berumur 40-50 tahun, mammografisi lakukan 1 atau 2

tahunsekali.
11

c.Untuk perempuan berumur di atas 50 tahun, mammografi dilakukan setahun

sekali. USG sangat bermanfaat jika digunakan bersamaan dengan

mammografi untuk tujuan diagnostic untuk membantu membedakan kista

berisi cairan atau solid.Untuk menentukan stadium dapat menggunakan

fotothoraks, USG abdomen, Bone Scanning (Scan tulang) dan CT Scan

D. Bagaimana penanganan&pengobatan kanker payudara

Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya banyak

tergantung pada stadium klinis penyakit, yaitu :

1. Pembedahan (Operasi)

Operasi adalah terapi untuk membuang tumor, memperbaiki komplikasi

dan merekonstruksi efek yang ada melalui operasi.Namun tidaksemua stadium

kan kerdapat disembuhkan atau dihilangkan dengan cara ini. Semakin dini kanker

payudara ditemukan kemungkinan sembuh dengan operasi semakin besar.Jenis-

jenis moperasi yang dilakukan untuk mengobati kanker payudara yaitu:

a) Mastektomi

Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Ada 3 jenis

mastektomiyaitu :

1. Modified Radycal Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan

seluruhpayudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka

dan tulang iga, serta benjolan disekitar ketiak.


2. Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh

payudara saja, tanpa kelenjar di ketiak.


3. Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari

payudara. Biasany adisebut Lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya


11

pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara.

Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar

tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.

b). Pengangkatan Kelenjar GetahBening (KGB) Ketiak.

Pengangkatan KGB Ketiak dilakukan terhadap penderita kanker payudara

yang menyebar tetapi besar tumornya lebih dari 2,5 cm.

1. Terapi Radiasi

Radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker

dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan

membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi.

Efek pengobatan ini adalah tubuh menjadi lemah, nafsu makan

berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam serta Hb dan

leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam

bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan

membunuh sel kanker. Obat obatan ini tidak hanya membunuh sel

kanker pada payudara ,tetapi juga seluruh sel dalam tubuh

3. Terapi Hormon

Pemberian hormone dilakukan apabila penyakit telah sistemik berupa

metastasis jauh.Terapi hormonal biasanya diberikan secara paliatifse

belum kemoterapi
11

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Di Indonesia, kanker payudara masih menjadi masalah besar karena lebih

dari 70% pasien datang ke dokter pada stadium yang sudah lanjut dengan berbagai

bentuk luka, antara lain tumor melekat pada kulit dan jaringan dibawahnya serta

penyebaran pada kelenjar getah bening regional. Gejala lain yang mungkin timbul

adalah batuk dan sesak nafas karena metastasis tumor pada paru, sakit di

punggung akibat metastasis pada tulang belakang, berat badan semakin menurun

dan anemia.

Kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan pada gen yang mengatur

pertumbuhan dan diffrensiasi sehingga sel itu tumbuh dan berkembang biak tanpa

dapat dikendalikan. Penyebaran kanker payudara terjadi melalui pembuluh getah


11

bening dan tumbuh di kelenjar getah bening, sehingga kelenjar getah bening

aksila ataupun supraklavikula membesar. Kemudian melalui pembuluh darah

kanker menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati dan otak.

2. Saran

Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan adanya

benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan sendiri.

Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum

menstruasi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan.

Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :

a. Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada

payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak

terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput,

lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau

keluar cairan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.
b. Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua

payudara.
c. Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa

lagi.
d. Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala,

dan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan

telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara.

Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada

ketiak kiri.
11

e. Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar

susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan

mudah digerakkan. Bila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat

digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa ada

sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin

dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara

sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

Erik T, (2005). Kanker Payudara hal : 39-40, Jakarta :EGC

Baradero, M. Dkk. (2008). Seri Asuhan Keperawatan pada Klien Kanker. Jakarta:
EGC.

Bulechek, GM., Butcher, HK., & Dochterman, JM. (2008). Nursing Intervention
Classification (NIC). 5th, ed. St Louis. Mosby Elsevier.

Daniele Gale., (1999), Rencana asuhan keperawatan onkologi (Onkologi Nursing


Care Plans), Jakarta: EGC.

Dongoes, Marylinn E., (2000), Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan


Pasien, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta: EGC

Doenges M., (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta: EGC

Mansjoer, dkk., (2000), Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Jakarta: EGC

Monty P Soemitro., (2012), Blak-blakan Kanker Payudara, Cetakan 1, Bandung:


Mizan Pustaka

Sjamsuhidajat R., (1997), Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi, Jakarta: EGC

Zaviera P., 2011, Deteksi Dini Kanker Payudara, Cetak 1, Jakarta: Buku Biru
11