Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

GEOGRAFI PERTANIAN
(GEL 2310)

Dosen Pengampu :
Dr., Sudrajat, S.Si., M.P.

Disusun Oleh :
Nama : Fariz Rahmat Darmawan
NIM : 15/382313/GE/08083

FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
1. Judul Jurnal : Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Tanah
Gambut Berbagai Ketinggian Genangan

2. Penulis : Holidi, Etty Safriyani, Warjiyanto, Sutejo

3. Sumber : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18 No 3, 2015

4. Ringkasan :

5. Luas areal lahan kering untuk budidaya perkebunan yang


terbatas, sehingga lahan basah yang terkatagori tanah gambut menjadi
alternative pengembangan. Adaptasi tanaman kelapa sawit terhadap lama
genangan perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon
pertumbuhan bibit kelapa sawit di tanah gambut dengan beberapa durasi
genangan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas
Pertanian Universitas Musi Rawas pada ketinggian 110 m dpl pada bulan
Maret sampai Juni 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) non factorial terdiri enam perlakuan dan empat ulangan.
Perlakuan meliputi tanpa genangan, lama genangan 10, 20, 30, 40 dan 50
hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit kelapa sawit dapat
bertahan hidup sampai 50 hari genangan. Lama genanga menghambat
pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, mengurangi jumlah klorofil
daun. Genangan juga menyebabkan perubahan morfologi akar dengan
terbentuknya tunas adventif.

6. Review :

7. Jurnal tersebut telah menerangkan berbagai komponennnya


secara jelas, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian,
hasil dan pembahasan, serta kesimpulan. Bahasa yang digunakan mudah
dipahami sehingga maksud dari penulis bisa tersampaikan. Penyajian data
menggunakan grafik dan tabel memudahkan pembaca untuk
membandingkan hasil dari tiap parameter. Referensi yang digunakan juga
sudah yang terbaru dan masih relevan untuk digunakan.
8. Jurnal tersebut selain memiliki kelebihan juga memiliki
kekurangan. Penulis sebaiknya mengklasifikasikan tanah yang telah
dianalisis kandungannya kedalam sistem USDA atau sistem yang lain,
sehingga bisa dilihat pengaruh dari tanahnya. Penulis juga belum
menerangkan air yang digunakan pada genangan. Air memiliki kelas-kelas
yang disesuaikan dengan peruntukannya. Air yang digunakan untuk
genangan tidak diketahui kualitasnya sehingga tidak diketahui kelasnya,
apakah sesuai untuk digunakan pada tanaman atau tidak. Seharusnya air
yang digunakan diuji kualitas airnya terlebih dahulu kemudian ditentukan
kelasnya berdasarkan peraturan Kementrian Kesehatan atau peraturan
perundang-undangan pada daerah setempat.