Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
nasional. Dalam undang-undang Kesehatan No.23 tahun 1992 dinyatakan bahwa
pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud kesehatan yang optimal
sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan pembangunan nasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diselenggarakan upaya-upaya yang bersifat
menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut yaitu
membentuk Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS). Puskesmas merupakan
unit organisasi pelayanan kesehatan terdepan yang mempunyai misi sebagai pusat
pengembangan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk
masyarakat yang tinggal di suatu wilayah kerja tertentu. Puskesmas sebagai salah
satu organisasi fungsional pusat pengembangan masyarakat yang memberikan
pelayanan promotif (peningkatan), preventif (pencegahan) kuratif (pengobatan)
dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).
Adapun secara garis besar masalah yang dihadapi oleh suatu puskesmas
terdapat 2 jenis yaitu masalah internal dan eksternal. Masalah internal dapat
berupa kurangnya tenaga kesehatan, biaya operasional untuk pelayanan masih
cukup tinggi sedangkan dana yang dapat disediakan pemerintah masih kurang,
kepuasan pengguna jasa puskesmas belum optimal, kurangnya komunikasi dan
koordinasi antar bagian, bidang dan unit. Sedangkan masalah eksternal berupa
faktor sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat sekitar puskesmas serta citra
dan tingkat pelayanan yang mungkin kurang begitu baik sehingga mempengaruhi
angka kunjungan secara signifikan.Pada saat ini puskesmas telah didirikan di
hampir seluruh pelosok tanah air. Untuk menjangkau seluruh wilayah kerjanya,
puskesmas diperkuat dengan puskesmas pembantu serta puskesmas keliling.

1
1.2 Pengertian Puskesmas
Puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes RI, 1991).
Dengan kata lain puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab
atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya.
Menurut Kepmenkes RI No.128/Menkes/SK/II/2004 puskesmas
merupakan Unit Pelayanan Teknis Dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah
kerja.

1.3 Fungsi Puskesmas


Puskesmas mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Sebagai pusat pengembangan kesehatan di wilayah kerjanya
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
3. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan.
4. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya.

1.4 Visi
Puskesmas Jeulingke mampu melindungi kesehatan penduduk di wilayah
kerjanya dan memacu peningkatan kemandirian masyarakat untuk menolong
dirinya sendiri dalam bidang kesehatan serta membudayakan hidup sehat dan
norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

1.5 Misi
1. Menyelenggarakan upaya kesehatan esensial yang bermutu, meratadan
terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
2. Meningkatkan status kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya
denganmembina peran serta masyarakat.
3. Perkembangan kesehatan masyarakat dengan mengembangkan
upayakesehatan inovatif dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
4. Memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasikan pada kepuasan pasien

2
5. Membina dan meningkatkan rasa tanggung jawab, kejujuran, kesetiaan dan
solidaritas bersama.

1.6 Tujuan pelayanan kesehatan


Pelayanan kesehatan masyarakat (public health service) adalah bagiandari
pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkankesehatan
dan mencegah penyakit dengan sasaran utamanya adalahmasyarakat.
Tujuan pelayanan kesehatan oleh puskesmas adalah meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya dan mendukung tercapainya tujuan
pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal diwilayah kerja
puskesmas.
Puskesmas Jeulingke mampu melindungi kesehatan penduduk di wilayah
kerjanya dan memacu peningkatan kemandirian masyarakat untuk menolong
dirinya sendiri dalam bidang kesehatan serta membudayakan hidup sehat dan
norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

1.7 Tujuan Penulisan


Fakultas Kedokteran dalam sistem pendidikannya berorientasi kepada
masyarakat, dalam hal ini mahasiswa yang menjalani Kepaniteraan Klinik Senior
pada bagianfamily medicine, salah satu tugasnya adalah ditempatkan di
Puskesmas.
Tujuan penulisan laporan ini adalah:
1. Merupakan pertanggungjawaban dan melengkapi tugas Kepaniteraan
Klinik Senior pada bagianfamily medicine.
2. Melatih diri untuk mendapat pengalaman bila menjadi dokter yang
bertugas sebagai calon pemimpin di tingkat kecamatan yaitu puskesmas.
3. Mempelajari kasus-kasus penyakit yang sering dijumpai di puskesmas,
khususnya di wilayah kerja puskesmas yang ditempatkan

BAB II
DATA PUSKESMAS JEULINGKE

3
2.1 Geografis
Secara geografis, Puskesmas Jeulingke terletak di Jalan Batee Timoh,
desa Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh yang mempunyai jarak
6 km dari pusat kota dan berbatasan dengan:
a. Sebelah Barat: dengan wilayah kerja Puskesmas Lampulo Kecamatan Kuta
Alam Kota Banda Aceh.
b. Sebelah Timur: dengan Puskesmas Kopelma Kecamatan Darussalam Kota
Banda Aceh.
c. Sebelah Selatan: dengan wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kecamatan
Ulee Kareng Kota Banda Aceh.
d. Sebelah Utara: dengan Selat Malaka.
Puskesmas Jeulingke memiliki luas bangunan 1111,5 m2 dengan luas tanah
2558 m2 yang terdiri dari:
a. Bangunan induk lantai dua sebanyak 1 (satu) unit.
b. Perumahan dokter sebanyak 1 (satu) unit rumah tipe 45
c. Perumahan paramedis sebanyak 1 (satu) unit rumah tipe 36

2.2 Demografi
Wilayah kerja Puskesmas Jeulingke seluas 720,99 km2, yang meliputi 5
(lima) desa dengan jumlah jiwa 11102 jiwa dengan 2896 KK yang terdiri dari
penduduk laki-Iaki 5590 jiwa dan penduduk perempuan 5512 jiwa.
Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Wilayah KerjaPuskesmas Jeulingke Tahun 2013
No Nama Desa Luas (km2) KK Lk Pr Jiwa
1 Pineung 61,5 744 1604 1649 3253
2 Prada 31,79 573 1076 1097 2173
3 Jeulingke 154,4 786 1628 1648 3276
4 Tibang 230,7 340 595 512 1107
5 Alue Naga 242,6 453 687 606 1293
Jumlah 720,99 2896 5590 5512 11102
Sumber: Statistik Kantor Camat Syiah Kuala Tahun 2013
Tabel 2.2 Data Jumlah Lembaga Pendidikan Di Wilayah Kerja Puskesmas
Jeulingke Tahun 2013
No Institut Pendidikan Jumlah

4
1. Taman kanak-kanak 3
2. Sekolah dasar 5
3. MIN -
4. Sekolah Menengah Pertama 1
5. MTsN -
6. Sekolah Menengah Atas 2
7. MAN -
8. Akademi/Perguruan Tinggi Negeri 2
9. Akademi/Perguruan Tinggi Swasta -

Jumlah 13
Sumber: Data Dasar Puskesmas Tahun 2013

2.3 Keadaan Umum Puskesmas Jeulingke


Organisasi
Susunan pimpinan Puskesmas Jeulingke terdiri dari:
a. Unsur Pimpinan, yaitu Kepala Puskesmas
b. Unsur Pembantu Pimpinan, yaituTata Usaha
c. Unsur pelaksana yang dilaksanakan oleh 7 (tujuh) unit kegiatan yang
melaksanakan 21 kegiatan Pokok Puskesmas.
Struktur organisasi dan tata kerja Puskesmas Jeulingke mengacu pada SK
Walikota Banda Aceh No. 177 Tahun 2001, yaitu terdiri dari:
1. Kepala Puskesmas
2. Tata Usaha
a. Kepegawaian
b. Keuangan
c. SP2TP
d. Perlengkapan
e. Urusan Umum
3. Unit Kesga
a. Kesehatan Ibu Anak (KIA)
b. Keluarga Berencana (KB)
c. Gizi
d. Kesehatan kerja
e. Usia Lanjut (Usila)
4. Unit Pencegahan dan Penyakit Menular
5
a. Imunisasi
b. Kusta
c. Diare
d. ISPA
5. Unit PK dan Rujukan
a. Pengobatan
b. Pelayanan Darurat
c. Kesehatan Gigi dan Mulut
6. Unit Kesling, PSM dan PKM
a. Kesehatan lingkungan (Kesling)
b. Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
c. Olah Raga
d. PKM
e. PHN
7. Unit Penunjang
a. Laboratorium
b. Pengelola Obat
8. Unit Pelayanan Khusus
a. Kesehatan Mata
b. Kesehatan Jiwa
9. Puskesmas Pembantu (Pustu) : Pustu tibang
Dari segi sumber daya manusia, Puskesmas Jeulingke memiliki tenaga
kerja (personalia) sebanyak 38 orang, yang terdiri dari:
a. Medis
Dokter Umum : 2 orang
Dokter gigi : 1 orang
b. Paramedis
D3 Keperawatan : 4 orang
D3 Kebidanan : 6 orang
Bidan : 6 orang
SPK : 2 orang
SPRG : 1 orang
c. Paramedis Non Perawat
SAA/SMF : 1 orang

6
SPPH : 1 orang
AKFAR : 1 orang
AKZI : -
AKG : 1 orang
D3 Kesling : 2 orang
D3 Kesehatan Gigi : 1 orang
S-1 KesMas : 5 orang
d. Cleaning Service : 1 Orang

BAB III
UPAYA PELAYANAN PUSKESMAS JEULINGKE

7
Sesuai dengan tenaga dan fasilitas yang ada, maka pelaksanaan pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan terdiri dari upaya kesehatan wajib dan upaya
kesehatan pengembangan.
Upaya kesehatan wajib terdiri dari promosi kesehatan, kesehatan
lingkungan, kesehatan Ibu dan Anak termasuk Keluarga Berencana, Perbaikan
Gizi masyarakat, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan
Pengobatan.
Upaya kesehatan pengembangan yang dilaksanakan di Puskesmas
Jeulingke adalah kesehatan Usia Lanjut, Kesehatan Mata/Pencegahan Kebutaan,
Kesehatan Jiwa, Usaha kesehatan gigi dan Mulut, Perawatan Kesehatan
Masyarakat, Bina Kesehatan tradisional, Bina Kesehatan Kerja, Laboratorium
Sederhana, Peran Serta Masyarakat, Usaha Kesehatan Masyarakat dan Pencacatan
dan Pelaporan.

3.1 UPAYA KESEHATAN WAJIB


a. Promosi Kesehatan
Penyuluhan kesehatan masyarakat bertujuan agar terjadi peningkatan
pengetahuan, perubahan sikap dan tindakan individu/masyarakat dalam bidang
kesehatan, sehingga mampu melaksanakan cara hidup sehat bagi diri sendiri
maupun lingkungannya. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah:
1) Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat
2) Pelatihan kader posyandu
3) Penyuluhan kesehatan ke sekolah-sekolah
4) Penyebaran media KIE
5) Berpartisipasi dalam pameran pembangunan
6) Pencatatan dan pelaporan

b. Kesehatan Lingkungan
Upaya kesehatan lingkungan melalui kegiatan sanitasi dasar. Kegiatan
yang dilakukan selalu mengikutsertakan peran serta masyarakat dan keterpaduan
pengelolaan melalui analisis dampak lingkungan yang bertujuan untuk merubah,
menanggulangi dan menghilangkan unsur fisik yang dapat memberikan pengaruh
jelek terhadap kesehatan masyarakat dengan harapan angka kesakitan terutama
penyakit menular dapat diturunkan atau dihilangkan.
8
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan agar tercapai tujuan seperti
yang disebutkan diatas adalah:
1) Penyehatan air bersih
2) Penyehatan pembangunan kotoran
3) Penyehatan lingkungan pemukiman
4) Pengawasan peredaran dan penggunaan pestisida
5) Pengawasan pengelolaan sampah
6) Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum dan tempat pembuatan penjualan
makanan minuman.
7) Pencatatan dan pelaporan

c. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Termasuk Keluarga Berencana


Program KIA adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui
peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarga untuk menuju
Norma Kecil Keluarga Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatnya derajat
kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang
merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
Adapun Kegiatan KIA yang telah dilaksanakan untuk mencapai tujuan
tersebut diatas adalah sebagaiberikut:
1. KIA di dalam gedung, kegiatan yang dilakukan :
a. Pemeriksaan ibu hamil, bersalin, menyusui, bayi dan balita.
b. Pemeriksaan imunisasi terhadap ibu dan balita.
c. Penyuluhan gizi setiap kunjungan ibu hamil dan balita.
d. Pemberian Vitamin A dan tablet besi
e. Pendeteksian dan pemeliharaan ibu hamil dan balita resiko tinggi.
f. Pencatatan dan pelaporan
2. KIA di luar gedung
Di Posyandu, kegiatan yang dilakukan:
a. Penyuluhan bagi ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu menyusui
b. Pemeriksaan ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita.
c. Pemberian imunisasi TT.
d. Pemberian Tablet besi (Fe)
e. Pembinaan Kader Posyandu.
Di Taman Kanak-Kanak
a. Deteksi dini perkembangan anak pra sekolah

9
b. Kunjungan dan pemariksaan kesehatan anak pada taman kanak-kanak di
wilayah kerja Puskesmas.
Pelaksanaan kegiatan keluarga berencana dilaksanakan tidakhanya
didalam gedung puskesmas, tetapi juga diluar gedung puskesmas seperti
posyandu. Sasaran KB adalah PUS dan WUS yang berada di wilayah kerja
Puskesmas Jeulingke.

d. Perbaikan Gizi Masyarakat


Program perbaikan gizi keluarga bertujuan untuk menurunkan angka
penyakit gizi kurang yang umumnya banyak diderita oleh masyarakat yang
berpenghasilan rendah (baik di pedesaan maupun perkotaan), terutama pada anak
balita dan wanita. Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas, dilakukan beberapa
usaha antara lain melalui perbaikan pada konsumsi pangan yang makin beraneka
ragam, seimbang dan bergizi. Sasaran pelaksanaan program usaha peningkatan
gizi adalah:
a. Penurunan Prevalensi KKP pada balita
b. Penurunan Prevalensi kurang vitamin A di daerah rawan.
c. Penurunan Prevalensi anemia gizi pada ibu hamil.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut dilakukan usaha-usaha
sebagai berikut:
a. Penyuluhan gizi
b. Penimbangan bayi/balita
c. Pemberian makanan tambahan (PMT)
d. Pemberian Vitamin A dosis tinggi untuk balita dan ibu hamil setiap bulan Februari
dan Agustus
e. Pemberian tablet besi (Fe) untuk ibu hamil dan menyusui
f. Pelatihan dan pembinaan Posyandu
g. Pemantauan/survei konsumsi gizi
h. Melaksanakan PWS Gizi/Pemantauan Status Gizi (PSG)

e. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

10
Pemberantasan penyakit menular berarti menghilangkan atau merubah
cara berpindahnya penyakit menular dan/atau infeksi yang dapat mengakibatkan
terjadinya kesakitan, kecacatan bahkan kematian.
Untuk mencapai tujuan tersebut P2M telah melaksanakan kegiatan-
kegiatan sebagai berikut :
1. Kegiatan pencegahan penyakit yaitu imunisasi
2. Kegiatan pengobatan penyakit, yaitu pengobatan terhadap penyakit ISPA,
Diare, TB Paru, Penyakit Kusta dan penyakit akibat gigitan hewan (kera,anjing
dan kucing).
3. Kegiatan pencegahan dan pemberantasan vektor, yaitu kegiatan berupa
penyuluhan, pemberantasan sarang nyamuk, pemberian abatisasi dan
penyemprotan/fogging terhadap nyamuk demam berdarah dan nyamuk malaria.
Dengan demikian usaha P2M adalah kegiatan yang menitikberatkan pada
kegiatan pencegahan dan penanggulangan berupa penyuluhan tentang penyakit
menular dan akibatnya serta pelayanan imunisasi bagi bayi, anak, calon pengantin
dan ibu hamil. Kegiatan penanggulangan adalah pengobatan terhadap penderita,
mengadakan kunjungan rumah dan rujukan untuk kasus-kasus yang memerlukan
penanganan yang lebih lengkap.

f. Upaya Pengobatan
Usaha pengobatan adalah segala bentuk kegiatan pelayanan pengobatan
yang diberikan kepada seseorang untuk menghilangkan penyakit atau gejala-
gejalanya, yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan cara yang khusus untuk
keperluan tersebut. Di Puskesmas Jeulingke penanganan dan pengobatan yang
membutuhkan spesialisasi dan tindakan yang lebih lanjut akan di rujuk ke Rumah
Sakit. Pengobatan tersebut ditujukan untuk pasien umum, Askes Pegawai Negeri
dan pemegang Kartu Jaringan Pengaman sosial (JPS) dan Kartu Jaminan Aceh
(JKA).

3.2 UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN


Upaya kesehatan pengembangan yang dilaksanakan di Puskesmas
Jeulingke adalah:
a. Kesehatan Usia Lanjut

11
Dalam rangka pemerataan pembangunan pelayanan kesehatan bagi seluruh
penduduk Indonesia maka dilakukan pembinaan kesehatan bagi yang berusia
lanjut (USILA), tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan para USILA
agar selama mungkin aktif, mandiri dan berguna.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada kelompok usia ini adalah :
1. Penyuluhan kesehatan/gizi
2. Pemeriksaan berkala setiap triwulan
3. Proteksi dan tindakan khusus Usila
4. Konseling
5. Pencatatan dan Pelaporan

b. Kesehatan Mata/Pencegahan Kebutaan


Upaya kesehatan mata dilaksanakan sebagai suatu usaha pengembangan
peningkatan bidang pelayanan kebutaan dasar dikaitkan dengan peningkatan
pencerdasan dan produktivitas masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Puskesmas Jeulingke melakukan
kegiatan:
1. Penyuluhan tentang kesehatan mata
2. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk balita setiap bulan Februari dan
Agustus.
3. Pemberian vitamin A dosis tinggi untuk ibu bersalin/ibu nifas
4. Pengobatan penyakit ringan
c. Kesehatan Jiwa
Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan
ekonomi, dapat menimbulkan beberapa masalah psikososial yang mempengaruhi
taraf kesehatan jiwa masyarakat. Upaya kesehatan jiwa Puskesmas adalah upaya
kesehatan jiwa yang dilaksanakan di tingkat Puskesmas secara khusus dan
terintegrasi dengan program lainnya. Kegiatan-kegiatan usaha kesehatan jiwa
meliputi:
1. Pengenalan dini gangguan jiwa
2. Pemberian upaya pertolongan pertama
3. Rujukan ke Rumah Sakit Jiwa
12
4. Pencatatan dan pelaporan

d. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut


Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut adalah usaha kesehatan gigi dasar
paripurna yang ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Jeulingke dengan prioritas masyarakat berpenghasilan rendah,
khususnya masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi dan mulut.
Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah ibu hamil, menyusui, anak-anak
dan usia lanjut. Usaha yang dilaksanakan meliputi:
1. Penyuluhan di sekolah dan di posyandu mengenai pentingnya kesehatan gigi
2. Pemeriksaan dan pengobatan gigi anak sekolah (UKGS)
3. Pemeriksaan, perawatan dan pengobatan di Poliklinik gigi
4. Rujukan
5. Pencatatan dan pelaporan

e. Perawatan Kesehatan Masyarakat


Usaha Kesehatan Masyarakat merupakan perpaduan antara keperawatan
dan Kesehatan masyarakat, dengan didukung peran serta masyarakat yang aktif
dan mengutamakan peningkatan pelayanan, pencegahan secara berkesinambungan
tanpa mengakibatkan pengobatan dan pemulihan.
Sasaran kegiatan ini ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan
masyarakat serta lingkungannya yang diprioritaskan di daerah rawan. Upaya ini
dilaksanakan terintegrasi dengan kegiatan kegiatan pokok puskesmas.

f. Bina kesehatan Tradisional


Pembinaan upaya pengobatan tradisional terutama kepada upaya
peningkatan mutu pelayanan tradisional. Sasaran program ini meliputi:
1. Pembinaan terhadap pengobatan tradisional
2. Pembinaan terhadap petugas kesehatan
3. Pembinaan terhadap masyarakat
4. Pembinaan terhadap kader dan tokoh masyarakat
5. Peningkatan dan pemanfaatan obat untuk keluarga (Toga I Apotik hidup)
13
g. Bina Kesehatan Kerja
Program ini terutama ditujukan kepada masyarakat pekerja di sektor
informal yang ada di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke dalam rangka
pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kecelakaan yang berkaitan dengan
pekerjaan dan lingkungannya.
Dari program ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan tenaga kerja
untuk menolong dirinya sendiri, sehingga terjadi peningkatan status kesehatan dan
pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja. Penyelenggaraan program
ini di puskesmas meliputi:
1. Penyuluhan sebagai tindakan preventif dan kuratif
2. Pelayanan kesehatan di puskesmas
3. Rujukan ke Rumah Sakit

h. Laboratorium Sederhana
Upaya ini dilakukan untuk menunjang usaha pemberantasan penyakit
menular, penyelidikan, epidemiologi, dan pembinaan kesehatan. Kegiatan-
kegiatan yang dilaksanakan adalah:
- Di dalam gedung
a.) Pemeriksaan urine, feces, darah rutin, sputum serta plano test
b.) Pemeriksaan golongan darah
c.) Pemeriksaan DDR untuk mendeteksi adanya malaria
d.) Pemeriksaan jamaah haji
- Di luar gedung
a.) Pemeriksaan feces dan Hb murid di desa IDT
b.) Pelacakanjamaah haji yang telah pulang dari tanah suci
c.) Membantu kegiatan Posyandu

i. Peran Serta Masyarakat


Dalam proses penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dapat
berperan dalam menelaah masalah penentu rencana, pelaksanaan kegiatan dengan

14
upaya hidup sehat, penilaian hasil kegiatan kesehatan, serta pengembangan upaya
kesehatan selanjutnya.
Kegiatan masyarakat tersebut dapat bersifat pengobatan, pencegahan,
peningkatan maupun pemulihan sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang
dimiliki. Tujuan dari program PSM ini antara lain adalah :
1. Meningkatkan kemampuan pemimpin/tokoh masyarakat dalam merintis
menggerakkan upaya kesehatan di masyarakat.
2. Meningkatkan kemampuan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan
upaya kesehatan.
3. Meningkatkan kemampuan masyarakat dan organisasi masyarakat dalam
menggali, menghimpun dan mengelola sarana dan masyarakat untuk upaya
kesehatan.
4. Merangsang dan memotivasi masyarakat untuk dapat menggali potensi yang
ada pada desa dan masyarakat setempat.
Sasaran program ini:
1. Individu yang berpengaruh, baik tokoh formal maupun informal
2. Keluarga
3. Kelompok Masyarakat
4. Organisasi Masyarakat

j. Usaha Kesehatan Masyarakat


Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya kesehatan masyarakat yang
dilaksanakan dalam rangka pembinaan anak usia sekolah sebagai sasaran utama
untuk meningkatkan derajat kesehatan serta membina dan mengembangkan nilai
sikap dan tingkah laku menuju hidup sehat.
Untuk melaksanakan kegiatan ini dilakukan upaya-upaya yangmeliputi :
1. Meningkatkan Kesehatan Siswa (Upaya Promotif)
2. Upaya Pencegahan Penyakit (Upaya Preventif)
3. Pemulihan Kesehatan
4. Rehabilitasi

15
Dalam kegiatannya yaitu kunjungan ke sekolah-sekolah, tindakan yang
dilaksanakan adalah:
1. Pemeriksaan kesehatan umum dan gigi
2. Pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan
3. Penyulihan kesehatan dan penyelenggaraan pendidikan kesehatan
4. Penjaringan anak sekolah
5. Pengobatan
6. Kegiatan perbaikan gizi
7. Pemberian imunisasi DT dan TT
8. Rujukan
9. Pencatatan dan pelaporan

k. Pencatatan dan Pelaporan


Untuk mengamati dan menilai status Puskesmas, dilakukan suatu sistem
pencatatan dan pelaporan terpadu Puskesmas (SP2TP). Semua Kegiatan yang
dilaksanakan baik di dalam gedung dan di luar gedung, akan dicatat dan
dilaporkan.
Pelaporan yang diperlukan dibuat secara terpadu meliputi data
kegiatan/program untuk monitoring dan perencanaan kegiatan selanjutnya.
Laporan-Iaporan kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Laporan Mingguan
2. Laporan Bulanan
3. Laporan Triwulan
4. Laporan Tahunan
5. Laporan Kejadian Luar Biasa (KLB)

16
BAB IV
KARAKTERISTIK PASIEN

4.1 Distribusi umum penyakit pasien di Puskesmas Jeulingke


Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior bagian Family Medicine yang
dijalankan di Puskesmas Jeulingke dari tanggal 12-22 Mei 2014. Selama periode
tersebut, 365 orang pasien telah mengunjungi Poli Umum Puskesmas Jeulingke
untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Distribusi jenis penyakit pasien
ditunjukkan dalam tabel di bawah.

17
Tabel 4.1. Distribusi penyakit Pasien di Puskesmas Jeulingke periode
12-22 April 2014

No. Jenis Penyakit Jumlah Persentase


1 ISPA 88 24%
2 Hipertensi 41 11%
3 Penyakit Kulit dan alergi 29 8%
4 Penyakit Otot dan Tulang 13 4%
5 Dispepsia 44 12%
6 THT 18 5%
7 Diabetes mellitus 36 10%
8 Saraf 42 11%
9 Mata 19 6%
10 Diare 9 2%
11 Asma 8 2%
12 Lain-lain 17 5%
Jumla 365 100
h

30%
24%
25%
20%
15% 12%
11% 10% 11%
10% 8%
5% 6% 5%
4%
5% 2% 2%
persentase
0%

Gambar 4.1. Grafik Distribusi Persentase Penyakit Pasien di Puskesmas


Jeulingke Periode 12-22 Mei 2014

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa paling banyak pasien


berkunjung ke puskesmas Jeulingke dengan penyakit ISPA yaitu sebesar 24 %.
Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam periode tersebut berpotensi menjadi
18
salah satu faktor predisposisi terjadinya penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh
musim pancaroba yang sudah mulai berubah polanya di daerah Banda Aceh.
Dispepsia menduduki tempat kedua dalam distribusi penyakit di
Puskesmas Jeulingke dengan persentase sebesar 12 %. Hal ini kemungkinan besar
disebabkan oleh faktor kebiasaan masyarakat yang makan tidak teratur dan sering
mengkonsumsi makanan pedas dan asam. Selanjutnya diikuti oleh penyakit
Hipertensi, Saraf dan DM dengan persentase 11 %, 11 %, dan 10 %. Penyakit ini
merupakan suatu penyakit sistemik yang berhubungan dengan pengaturan gaya
hidup. Penyakit penyakit kulit dan alegi, mata dan THT masing-masing dengan
persentase 8 %, 6 %, dan 5 %. Dan penyakit penyakit otot dan tulang, diare, dan
asma masing-masing dengan persentase 4 %, 2 %, dan 2%.

4.2 Distribusi Pasien Puskesmas Jeulingke Berdasarkan Jaminan Kesehatan


Distribusi pasien berdasarkan jaminan kesehatan di Puskesmas Jeulingke
dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah.
Tabel 4.2. Distribusi Pasien Berdasarkan Jaminan Kesehatan
No. Jenis Jaminan Jumlah Pasien Persentase (%)
1 Jaminan Kesehatan 182 50
Aceh
2 Askes 112 31
3 Jamkesmas 71 19
Jumlah 365 100

60
50
50

40
31
30
Persentase
19
20

10

0
JKA Askes Jamkesmas

19
Gambar 4.2. Grafik Distribusi Pasien Berdasarkan Jaminan Kesehatan
Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa pasien yang berkunjung ke
puskesmas Jeulingke berdasarkan jaminan kesehatan sebagian besar adalah pasien
yang menggunakan jaminan kesehatan aceh (JKA) yaitu sebesar 50 %.

4.3 Distribusi Pasien Puskesmas Jeulingke Berdasarkan Jenis Kelamin


Distribusi pasien berdasarkan jenis kelamin di Puskesmas Jeulingke
dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah.
Tabel 4.3. Distribusi Pasien Berdasarkan Jenis Kelamin
Persentase
No. JenisKelamin JumlahPasien
(%)
1 Laki-laki 147 40
2 Perempuan 218 60
Jumlah 365 100

70
60
60

50
40
40

persentase
30

20

10

0
Laki-laki Perempuan

Gambar 4.3. Grafik Distribusi Pasien Berdasarkan Jenis Kelamin


Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa pasien yang
berkunjung ke puskesmas Jeulingke berdasarkan jenis kelamin sebagian besar
adalah pasien yang berjenis kelamin perempuan yaitu sebesar 60%.

4.4 Distribusi Pasien Puskesmas Jeulingke Berdasarkan Kelompok Usia

20
Distribusi pasien berdasarkan kelompok usia di Puskesmas Jeulingke
dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah.
Tabel 4.3. Distribusi Pasien Berdasarkan Kelompok Usia
Kelompok Persentase
No. JumlahPasien
usia (%)
1 Balita 61 17
2 Anak-anak 36 10
3 Dewasa 200 55
4 Lanjut Usia 68 18
Jumlah 365 100

60 55

50

40

30
Persentase
20 17 18

10
10

0
Balita Anak-anak Dewasa Lanjut Usia

Gambar 4.3. Grafik Distribusi Pasien Berdasarkan Kelompok Usia


Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat dilihat bahwa pasien yang
berkunjung ke puskesmas Jeulingke berdasarkan kelompok usia sebagian besar
adalah pasien dari kelompok usia dewasa (19 s/d 60 tahun) yaitu sebesar 55%

4.5 Distribusi Pasien Puskesmas Jeulingke Berdasarkan Tempat Tinggal


Distribusi pasien berdasarkan tempat tinggal di Puskesmas Jeulingke
dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah.
Tabel 4.3. Distribusi Pasien Berdasarkan Tempat Tinggal
Tempat Persentase
No. JumlahPasien
tinggal (desa) (%)
1 Jeulingke 172 47
2 Peurada 77 23
21
3 Alue Naga 24 7
4 Tibang 8 2
5 Kp. Pineung 46 13
6 Lain-lain 25 8
Jumlah 365 100

50 47
45
40
35
30
25 23
20
13 Persentase
15
10 7 8
5 2
0

Gambar 4.3. Grafik Distribusi Pasien Berdasarkan Alamat


Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa pasien yang berkunjung ke
puskesmas Jeulingke berdasarkan alamat sebagian besar adalah pasien yang
berasal dari desa jeulingke yaitu sebesar 47%

22
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Puskesmas merupakan tempat pelayanan kesehatan pertama dalam
masyarakat, karena puskesmas berada ditengah-tengah masyarakat. Puskesmas
diharapkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dalam memberikan
semua pelayanan dasar kesehatan. Keberhasilan suatu puskesmas dalam
menjalankan program-programnya sangat ditentukan oleh manajerial puskesmas
sebagai top manager.
Seluruh kegiatan pokok di Puskesmas Jeulingke berjalan dengan baik
secara rutin, terorganisir dan lancar. Pengelolaan administrasi dan kepegawaian
dapat berjalan dengan baik bila dilakukan peningkatan disiplin, pengertian dan
kesadaran akan fungsinya sebagai seorang pelayan kesehatan masyarakat.
Kegiatan program kerja tahunan Puskesmas Jeulingke secara operasional
dilaksanakan oleh staf puskesmas yang terorganisir dalam struktur organisasi
Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh.
Terlepas dari keberhasilan dalam pelaksanaan program, masih dijumpai
kendala-kendala yang memerlukan perbaikan untuk lebih meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat di masa yang akan datang.

5.2 Saran
1. Kepada Dinas Kesehatan dan Pemda Kota Banda Aceh serta peran masyarakat
untuk memberikan dukungan agar program-program kesehatan di Puskesmas
Jeulingke dapat dilaksanakan dengan baik dan sebagaimana mestinya

23
sehingga dapat menyelesaikan masalah-masalah kesehatan yang ada di
wilayah kerja puskesmas, terutama bidang promotif dan preventif.
2. Kepada pihak terkait agar selalu memfasilitasi sarana dan dana yang memadai
untuk menjaga kelangsungan kegiatan operasional kesehatan di wilayah kerja
puskesmas.
3. Sosialisasi kepada seluruh masyarakat Peserta ASKES, JAMKESMAS, dan
JKAmengenai proses rujukan ke rumah sakit yang lebih tinggi.
4. Peningkatan disiplin, pengertian dan kesadaran petugas puskesmas akan
fungsinya sebagai seorang pelayan kesehatan masyarakat perlu terus
diupayakan agar pengelolaan administrasi dan kepegawaian dapat berjalan
dengan baik.
5. Kerjasama yang baik antara petugas di Puskesmas diperlukan demi kelancaran
pelayanan kesehatan yang dilaksanakan kepada masyarat.

Banda Aceh, 24 Mei 2014

Mengetahui
Kepala UPTD Puskesmas Jeulingke Dokter Pembimbing

dr. Suraiya dr. Astimarningsih


NIP. 19681012 200212 2 004 PEG. 800/SPK/006/2014

24