Anda di halaman 1dari 25

PROGRAM LABORATORIUM FISIKA

SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapakan puji syukur kehadirat Allah swt karena


berkat rahmat dan izin Allah jualah penyusun dapat menyelesaikan
sebuah Program Kerja tahunan yang dapat digunakan sebagai acuan
dalam melaksanakan kegiatan KBM di Laboratorium Fisika SMA
NEGERI 1 SUNGAI PENUH.
Adapun Rencana Kerja Laboratorium tahun ini akan lebih
diarahkan pada peningkatan tata kelola dan penambahan terhadap
alat/bahan di laboratorium guna memberikan pelayanan terhadap
siswa pengguna Laoratoriumb lainnya.
Hal ini akan memberikan sebuah motifasi siswa untuk belajar dalam
pembuktian teori melalui percobaan / domonstrasi untuk menjadi
kenyataan.
Selanjutnya untuk lebih berkembangnya peran Laboratorim tak
terlepas dari kerja sama dari berbagai pihak seperti peran kepala
sekolah, wakil sarana/prasana dan guru-guru bidang studi yang
terkait serta seluruh komunitas sekolah.
Demikianlah yang dapat penyusun paparkan dan oleh karena
itu dalam kesempatan ini penyusun menyampaikan rasa terimakasi
kepada semuah pihak yang telah ikut andil dalam menyusun program
ini terutama kepada :
1. Kepala SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH
2. Wakil Urusan SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH
3. Wakil Urusan Sarana/Parasarana SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH
4. Bapak dan Ibu staf pengajar pada jurusan IPA Fisika SMA
NEGERI 1 SUNGAI PENUH
5. Teman teman sejawat yang telah memberikan dorongan dan
semangat sehingga terlaksananya penyusunan Program Kerja
ini, Amin yarabbilalamin.

Penyusun menyadari sepenuhnya di dalam penyusunan


Program Kerja ini masih banyak kekurangan dan kelemahan yang
disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang
penyusun miliki. Oleh sebab itu kritik dan saran sangatlah penyusun
harapkan, demi kesempurnaan penyusunan Program Kerja
Laboratorium ini.
Akhirnya harapan penyusun, semoga Program Kerja ini
bermanfaat bagi pendidikan sains khususnya bagi rekan-rekan guru
Fisika.

Banjar, 9 September 2017


Kepala Laboratorium Fisika

Siti Habibah, S.Pd


BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH adalah sebuah institusi


pendidikan dalam pencapaian tujuannya sangat didukung oleh
berbagai komponen. Salah satunya adalah Laboratorium Fisika.
Lebih dari itu Lab Fisika adalah hal yang sangat mendasar dalam
terlaksananya suatu proses pendidikan untuk mencapai hasil
pembelajaran yang lebih baik.
Laboratorium adalah tempat pembelajaran sain Fisika dengan
cara mencari pengetahun tentang alam secara sistematis melalui
proses penemuan (inquiri) yang menekankan pemberian
pengalaman langsung dalam penggunaan dan pengembangan
keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa,yang bermuara pada
pembelajaran Work-Based experimen (belajar sambil bekerja ).
Keberadaan Laboratorium Fisika juga perlu didukung oleh
berbagai program yang baik agar dapat mencapai tujuan yang
direncanakan dan mengacu kepada Visi dan Misi SMA NEGERI 1
SUNGAI PENUH. Penyusunan program yang baik dan terencana
akan menciptakan suatu pengembangan dan pemeliharaan
Laboratorium Fisika kedepan. Hal ini akan mendukung tingkat
keberhasilan Program yang ingin dicapai sekaligus memberikan
tingkat ketercapaian Visi dan Misi SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH.

2. DASAR PEMIKIRAN
a. Pasal 12 ayat (1) dan Pasal 30 UU No 20 Tahun 23 tentang
Sistem Pendidikan Nasional
b. Visi dan Misi serta Program Kerja Pemerintah Kota SUNGAI
PENUH
c. Visi dan Misi serta Program Kerja SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH
d. Program Kerja Laboratorium Fisika SMA NEGERI 1 SUNGAI
PENUH

3. Tujuan
a. Tujuan dari Program Kerja Pengelola Laboratorium ini adalah
supaya guru menggunakan laboratorium untuk sarana
pembelajaran.
b. Sebagai bahan acuan bagi Pengelola Laboratorium Fisika untuk
menjalankan tugasnya.
BAB II

PENATAAN DAN PENGADMINISTRASIAN ALAT DAN

BAHAN LABORATORIUM FISIKA

1. Penataan Alat Laboratorium

Penataan (ordering) alat dimaksudkan adalah proses pengaturan


alat di laboratorium agar tertata dengan baik. Dalam menata alat
tersebut berkaitan erat dengan keteraturan dalam penyimpanan
(storing) maupun kemudahan dalam pemeliharaan
(maintenance). Keteraturan penyimpanan dan pemeliharaan alat
itu, tentu memerlukan cara tertentu agar petugas laboratorium
(teknisi dan juru lab) dengan mudah dan cepat dalam
pengambilan alat untuk keperluan kerja laboratorium, juga ada
kemudahan dalam memelihara kualitas dan kuantitasnya. Dengan
demikian penataan alat laboratorium bertujuan agar alat-alat
tersebut tersusun secara teratur, indah dipandang (estetis),
mudah dan aman dalam pengambilan dalam arti tidak terhalangi
atau mengganggu peralatan lain, terpelihara identitas dan presisi
alat, serta terkontrol jumlahnya dari kehilangan.
Untuk memahami tentang penataan peralatan laboratorium
dengan baik diharapkan anda terlebih dahulu mempelajari bagian
Pengenalan dan Penggunaan Alat laboratorium. Dalam
bagian ini hanya diperkenalkan beberapa contoh alat secara
terbatas untuk kepentingan pembahasan tentang penataannya.
Di laboratorium terdapat berbagai macam fasilitas umum
laboratorium maupun peralatan. Beberapa contoh penataan
fasilitas umum laboratorium sudah dikemukakan sebelumnya,
pada bagian ini pembahasan akan difokuskan pada penataan alat.
Beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan di dalam
penataan alat terutama cara penyimpanannya, diantaranya adalah
:
a. Fungsi alat, apakah sebagai alat ukur ataukah hanya sebagai
penyimpan alat fisika saja
b. Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian
c. Keperangkatan
d. Nilai/ hargaalat
e. Kuantitas alat termasuk kelangkaannya
f. Sifat alat termasuk kepekaan terhadap lingkungan
g. Bahan dasar penyusun alat, dan
h. Bentuk dan ukuran alat
i. Bobot / beratalat

Pada praktisnya untuk melakukan penataan/ penyimpanan alat


tidak dapat digunakan secara mutlak menurut fungsi nya saja atau
menurut kecanggihan dan sifatnya saja. Cara terbaik di sarankan
mengkombinasikan di antara aspek-aspek tersebut.
Ketidakmutlakan dalam menerapkan aspek di atas dalam
menentukan penataan alat sangat Nampak sekali dalam
matapelajaran sains lainnya seperti fisika, kimia, dan biologi. Pada
laboratorium fisika penataan alat sering kali dikelompokkan atas
dasar jenis percobaan seperti alat-alat untuk percobaan listrik,
magnet, optik, panas, cahaya dst. Pada laboratorium kimia
dikelompokkan secara khas pula seperti penataan Demikian untuk
alat-alat biologi dikelompokkan secara khas pula seperti penataan
untuk alat-alat genetika, ekologi, fisiologi juga ada model, awetan,
gambardst.
Kembali pada Sembilan aspek di atas, suatu alat ada yang
memiliki satu fungsi dan yang multi fungsi.Misalnya burethanya
dapat digunakan untuk mengukur volume zat cair saja, sedangkan
pH meter dapat digunakan untuk mengukur pH dan juga mV,
demikian juga multimeter (AVO-meter) dapat digunakan untuk
mengukur kuat arus listrik (mA, A), tegangan listrik (mV, V), dan
tahan listrik (ohm). Tentu kalau penyimpanan alat mengacu atas
dasar fungsi alat, maka akan diperoleh jumlah kelompok alat yang
relative banyak sesuai konsep-konsep kimia yang harus di pelajari.
Oleh karena itu pengelompok kan berdasarkan fungsi alat cukup
kita bagi menjadi alat yang berfungsi sebagai alat ukur dan alat
bukan alat ukur.Tentunya penyimpanan alat ukur harus ditempat
kan pada wadah/tempat khusus yang dapat menjaga keamanan
komponen alat yang member informasi kuantitas dan ketelitian
pengukuran.

ContohTabelAlat-alatUkurFisikadan Cara Penyimpanannya


Nama Penyimpanan
Gambar Alat Fungsi
Alat /Pemeliharaan
Amperme Mengukurma Di
ter ssabenda ruangdenganmejabeton
dan (mejatidakterpengaruhg
AVO etaran)
meter danterhindarsuhutinggi
digital

Power Mengukur
suplay Tegangan Lermari rak yang
Rheostat dan kuat arus terhindar dari getaran
Nama Penyimpanan
Gambar Alat Fungsi
Alat /Pemeliharaan

Berkaitan dengan alat laboratorium Fisika sekolah, neraca


analitik digital dan Osilosokp(OCR) dapat dikategorikan sebagai
alat ukur canggih dan teliti. Oleh karena itu alat seperti ini harus
menjadi pertimbangan pertama dalam penyimpanan dan
penataannya dibandingkan dengan peralatan lainnya.
Nilai atau harga alat lab harus diketahui oleh pengelola
laboratorium, setidaknya dapat menilai mana alat yang mahal
dan mana alat yang lebih murah. Alat yang mahal harus disimpan
pada tempat yang lebih aman atau pada ruangan / lemari yang
terkunci. Sementara alat yang tidak begitu mahal dapat disimpan
pada rak atau tempat terbuka. Akan tetapi jika tempat atau
lemari jumlahnya mencukupi, maka semua alat laboratorium
harus tertutup. Alat lab yang sering terkena debu akan cepat
rusak.
Hal ini yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan
penataan alat adalah kuantitasnya. Alat canggih tentu akan
mahal harganya, sehingga kuantitasnya rendah dan termasuk alat
langka. Alat langka diperlukan pengamanan yang lebih baik,
misalnya disimpan dalam lemari atau ruangan yang terkunci.
Dalam penggunaannya, alat langka tidak boleh digunakan oleh
sembarang orang. Jika memungkinkan ada petugas yang dilatih
dan diberi tanggung jawab secara khusus untuk menanganinya.
Demikian alat yang jumlahnya cukup banyak biasanya alat
tersebut frekuensi penggunannya cukup tinggi dan melibatkan
banyak pengguna. Oleh karena itu penyimpanan alat ini harus
ditempatkan pada lemari besar dan berada pada lokasi yang tidak
banyak rintangan yang mengganggu sirkulasi peminjaman atau
pengembalian dari pengguna. Cara lain, penyimpanan alat yang
jumlahnya banyak dilakukan dengan mendistribusikan pada
lemari-lemari pengguna yang dilengkapi kunci.
Sifat kepekaan alat juga sangat penting diketahui oleh petugas
lab. Ada alat yang peka terhadap kelembaban seperti Lensa atau
cermin. Ada pula alat yang peka terhadap getaran dan panas
seperti neraca. Alat yang peka terhadap kelembaban terutama di
daerah dingin, sekalipun alat tersebut disimpan dalam lemari
secara tertutup, besar kemungkinan alat tersebut akan ditumbuhi
jamur. Lensa objektif dan okuler pada mikroskop cepat berjamur
di daerah lembab. Cara mencegah pengaruh kelembaban ini
adalah dengan memasang listrik pada lemari penyimpanan.
Mikroskop harus selalu disimpan di dalam petinya yang
dilengkapi adsorben silika gel. Demikian pula neraca Ohouse
atau neraca sama lengan peka sekali terhadap adanya getaran,.
Keberadaan getaran akan menyulitkan dalam pengukuran, dan
akibatnya hasil pengukuran menjadi tidak akurat. Oleh karena
itu neraca ohouse harus disimpan pada meja permanen. Begitu
pula karena neraca peka terhadap suhu terutama suhu tinggi,
maka penimbangan jangan dilakukan terhadap benda panas.
Dengan diketahuinya bahan dasar dari suatu alat kita dapat
menentukan atau mempertimbangkan cara penyimpanannya.
Alat yang terbuat dari logam tentunya harus dipisahkan dari alat
yang terbuat dari gelas atau porselen. Jadi alat seperti kaki tiga
harus dikelompokkan dengan statif atau klem tiga jari karena
ketiganya memiliki bahan dasar yang sama yaitu logam.
Belumlah cukup hanya dengan memperhatikan bahan dasar
dari alat, namun penyimpanan alat yang memiliki bahan dasar
yang sama harus ditata kembali. Jika tempat penyimpanan kaki
tiga dan klem tiga jari adalah menggunakan lemari rak, maka
tahapan rak untuk kaki tiga harus berbeda dengan tahap rak klem
tiga jari, akan tetapi kedua tahap rak harus berdekatan.
Dengan memperhatikan bahan dasar alat pula, peralatan yang
terbuat dari logam umumnya memiliki bobot lebih tinggi dari
peralatan yang terbuat dari gelas atau plastik. Oleh karena itu
dalam penyimpanan dan penataan alat aspek bobot benda perlu
juga diperhatikan. Janganlah menyimpan alat-alat yang berat di
tempat yang lebih tinggi, agar mudah diambil dan disimpan
kembali.
Dari uraian yang telah dikemukakan, yang menjadi kunci
dalam melakukan penyimpanan dan penataan alat lab dengan
baik dan lancar, manakala petugas/pengelola laboratorium
mengenali dan memahami dengan baik karakteristik dari masing-
masing alat. Karakteristik dari suatu alat dinamakan spesifikasi
alat. Setiap alat laboratorium harus dibuatkan spesifikasinya,
yaitu informasi-informasi yang memberikan gambaran tentang
suatu alat, sehingga dari peciri tersebut secara spesifik alat itu
terbedakan dari alat lain. Alat sederhana tentunya memiliki
spesifikasi lebih sederhana dari alat rumit. Spesifikasi alat ini
harus dimuat dalam kartu alat, dimana setiap alat harus memiliki
satu kartu. Jika di suatu lab telah dibuatkan kartu-kartu spesifikasi
alat, maka pada saat penyimpanan dan penataan petugas
laboratorium harus mencatat data alat pada kartu tersebut.
Literatur alat laboratorium dikenal dengan nama katalog. Di
dalam katalog itu terhimpun secara lengkap tentang informasi
tentang spesifikasi alat hingga harganya. Untuk memperoleh
katalog biasanya dilakukan dengan menyurati perusahaan
(supplier) alat lab, biasanya pihak perusahaan akan memberikan
secara cuma-cuma. Miliki katalog alat terbaru karena pada
katalog tersebut industri alat akan memuat produk-produk
terbarunya.

2. Pengadministrasian Fasilitas dan Aktifitas


Laboratorium

Pengadministrasian laboratorium dimaksudkan adalah suatu


proses pencatatan atau inventarisasi fasilitas dan aktifitas
laboratorium. Dengan pengadministrasian yang tepat semua
fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan
sistematis. Sistem pengadministrasian yang baik merupakan kunci
dalam meningkatkan kelancaran berbagai aspek pengelolaan
laboratorium. Misalnya dalam merencanakan pengadaan alat dan
bahan, mengendalikan efisiensi penggunaan budget,
memperlancar pelaksanaan praktikum, penyusunan laporan yang
objektif, maupun dalam mengawasi dan melindungi kekayaan
laboratorium. Mengingat laboratorium merupakan investasi sektor
pendidikan yang relatif mahal, sudah sewajarnya sistem
pengadministrasiannya harus dikelola dengan penuh tanggung
jawab.
Laboratorium sains di persekolahan, tentu akan memiliki
kelengkapan yang berbeda apabila dibandingkan dengan
laboratorium di industri ataupun lembaga penelitian. Perbedaan
tersebut sangat rasional karena ketiga lembaga tersebut
mempunyai misi yang berbeda. Namun apabila ditinjau dari sudut
pengadministrasian ketiganya memiliki komponen yang mirip
yaitu adanya :
a. Bangunan/Ruanganlaboratorium
b. Fasilitasumumlaboratorium
c. Peralatandanbahan
d. Ketenagaanlaboratorium
e. Kegiatanlaboratorium
Tugas pengadministrasian adalah merekam/menginventarisir
komponen-komponen laboratorium tersebut.
Adapunalat/instrumen yang digunakan untuk merekam komponen
laboratorium tersebut dalam Buku ini dinamakan format
administrasi laboratorium. Format administrasi yang diperlukan
diantaranya terdiri dari :
Format A : Data ruanganlaboratorium
Format B2 : Daftar barang/ Inventaris
Format B3 : Daftarpenerimaan / pengeluaranbarang
Format B4 : Daftar usulan/ permintaan barang
Format C2 : Daftaralat
Format C3 : Daftar penerimaan / pengeluaran alat
Format C4 : Daftar usulan / permintaan alat
Format C5 : Daftar usulan / permintaan alat dari mata
praktikum
Format C6 : Daftar usulan / permintaan alat dari tiap
laboratorium
Format D : Data ketenagaan
Format E : Agenda kegiatan lab

Dalam pembahasan pengadministrasian selanjutnya akan


digunakan istilah barang untuk menyatakan Alat/benda yang
merupakan fasilitas umum laboratorium dan akan digunakan istilah
zat untuk menyatakan bahan .
Pengadministrasian laboratorium seringkali dilakukan secara
manual dengan menggunakan berbagai format yang dinyatakan di
atas. Seandainya jumlah barang dan alat yang ada di lab cukup
banyak, maka pengerjaan pengadministrasian harus dilakukan
dengan menggunakan program aplikasi komputer. Biasanya ada
softwarekhusus yang dapat digunakan untuk menangani sistem
pengadministrasian lab, jika tidak diharapkan anda sudah terampil
menggunakan aplikasi word processor under windows
sepertiMicrosoft Excel, Professional File, atau Data base(Dbase).

3. PengadministrasianRuanganLaboratorium

Ruangan-ruanganlaboratorium yang hendaknyadiadministrasikan


di antaranyaadalah :
1. Ruanganpraktikum
2. Ruanganpersiapan
3. Ruanganalat / gudangalat
4. Ruanganstaf (pengelola lab)
5. Ruanganbengkelmekanik
6. WC.,dsb.

Setiap laboratorium harus memiliki denah yang menggambarkan


keadaan macam ruangan yang ada, jaringan listrik, jaringan air, dan
jaringan gas. Ruangan-ruangan tersebut di atas harus tercatat
namanya, ukuran, dan kapitasnya dalam Format A. Untuk keperluan
pengembangan laboratorium, rambu-rambu tentang beberapa ukuran
ruangan adalah sebagai berikut :
1. Ruanganpraktikum : + 2,5 m2/orang
2. Ruanganpersiapan : + 20 % dariR.praktikum
3. Ruangan alat / gudang alat :+20% dari R.praktikum
4. Ruanganstaf (pengelola lab) : +20% dariR.Praktikum
5. Ruanganbengkelmekanik : +20 % dariR.praktikum
6. WC.,dsb. : +20% dariR.praktikum

4. Pengadministrasianfasilitasumumlaboratorium
Fasilitas umum laboratorium dimaksudkan adalah barang-
barang yang merupakan perlengkapan laboratorium. Barang-
barang yang termasuk kedalam kategori ini adalah :

Mejatulis Mejademonstrasi
Lemarialat/bahan Instalasi air
Saklarlistrik Barometer
Bakcuci Mejatik/komputer
Mejapraktikum OHP
Tangki gas Instalasi gas
Perlengkapan P3K Alatpenangkalkebakaran
Instalasilistrik Blower
Telpon/alatkomunikasilain Kran air/gas
nya
Lemariasap Jam dinding
Termometerruangan Lemaries
Papantulis Perkakasbengkel
Barometer ruangan PenuntunPraktikum
Papanpengumuman Rakalat/zat
Kursi/bangku Hand book
Lampu
Peralatan standar bengkel sederhana antara lain :
Gergajikayu Pisau/cutter
Gergajibesi Golok
Gergajitriplek Kapak
Borlistrik (tangan) KunciInggris
Borengkol (tangan) Kunci ring (set)
Mata borkayu Kunci pas (set)
Mata borlogam kunci L (set)
Obengbiasa (set) Guntingseng
Obengkembang (set) Guntingkain/kertas
Palubesi (set) Guntingkain/kertas
Palukaret/plastik Ketam
Kikirbesi (set) Ampelaslistrik
Kikirkayu (set) Mistarpanjangbesi
Tang biasa Mistarsiku-sikubesi
Tang mulutpanjang Mistarsegitigabesi
Kakatua/gegep Potlotkerjakayu
5. InventarisAlat-alatLaboratoriumFisika
KeadaanAl
at Keterang
No NamaAlat Kode Jumlah
Bai Rusa an
k k
I ALAT -ALAT OPTIK
1 BalokKaca 1 buah
2 Cermincekung F+500 1 buah
3 Cermindatar 1 buah
4 Kit Optik 2 kotak
5 Kisi Difraksi 1 buah
6 LensaBikomcaf 1 buah
7 LensaBikomcaf F - 30 1 buah
8 LensaBikomcaf F-5 1 buah
9 LensaBikomfek F+150 1 buah
1 F+
0 LensaBikomfek 200 1 buah
1
1 LensaBikomfek F + 50 1 buah
1
2 LensaBikomfek 1 buah
1
3 Pembelokancahaya 1 set
1
4 Prisma 45o 1 buah
II LISTRIK MAGNET
1 BelListrik 1 buah
2 Dioda 1 buah
3 Galvanometer 1 buah
4 Hambatan 0,5 1 buah
5 Hambatan 10 1 buah
6 Hambatan 27 1 buah
7 Hambatan 51 1 buah
8 Hambatan 100 1 buah
9 Kumparan N=500 1 buah
1
0 Kumparan N= 600 1 buah
1
1 Kumparan N= 300 1 buah
1 N=100
2 Kumparan 0 1 buah
1
3 Kumparan Faraday 1 buah
1
4 Loaud Speaker 5W/8 1 buah
1
5 Magnet Batang 2 buah
1
6 Magnet jarum 1 buah
1
7 Magnet Ladam 1 buah
1
8 Magnet U 1 buah
1
9 MesinUap 1 buah
2
0 Motor Listrik 60 V 1 buah
2
1 Ossiloskop 1 buah
2
2 PemegangLampu 1 buah
2
3 PewaktuKetik 1 buah
2 Transpormator
4 Audio 1 buah
2 2
5 Kit Listrik Magnet kotak
2
6 Volt Meter 1 buah

III MEKANIKA
2
1 Kit Mekanika kotak
2 Jangkasorong 2 buah
3 Mikrometer 2 buah
BAB III

STRUKTUR ORGANISASI

1. StrukturOrganisasi Lab FisikaSMA N 1 Warunggunung

KEPALA SEKOLAH
Drs. ZULKIFLI

KAUR KURIKULUM KAURSARANA


KUNKUN I,S.Pd HETI N,S.Pd

KOODINATOR LAB
SITI HABIBAH,S.Pd

SISWA/SISWI
2. SOP (Standar Operasional Prosedur) Laboratorium Fisika
1. Siswatidakdibenarkanmasukkedalam Lab tanpaizin Guru
Pembimbing.
2. SiswamasukLaboratoriumtidakdibenarkanmemakaisepatu.
3. SiswamasukLaboratoriumtidakdibenarkanmembawamakanan.
4. Siswadiwajibkanmenempatitempat yang
sudahditentukansesuaikelompokkerja.
5. Alatdanbahan yang digunakansesuaidenganpetunjukPraktikum.
6. Jikaadaalat-alat yang rusaksiswasegeramelaporkankepada guru
pembimbing.
7. JikaterjadikecelakaandalamPraktikumsegeramelaporkankepada
guru pembimbing.
8. Setelah melakukan Praktikum siswa harus mengembalikan
Alat/bahan ketempat semula dalam keadaan bersih.
9. Laboratorium harus dalam keadaan bersih setelah selesai
kegiatan
10. Kerusakan atau kehilangan alat terjadi akibat kelalaian
siswa, siswa atau kelompok kerjanya harus menggantinya.
11. Siswa yang tidak mengindahkan tata tertib dapat diberi
sangsi /dikeluarkan dari Laboratorium.
JADWAL PENGGUNAAN LAB. FISIK
SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017
SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH

KELAS X
NO HARI NAM
1 2 3 4 5 6
PRAK
1 SENIN
Siti Habib
2 SELASA

3 RABU 3-4

4 KAMIS

5 JUM'AT

6 SABTU 5-6

Mengetahui,

Mengetahui
Banjar, 9September 2017
Kepala Sekolah
Kepala Laboratorium Fisika

Drs Zulkifli
Siti Habibah, S.Pd

PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN ALAT-ALAT LAB

Tgl No &Tanggal Pe
Dikerjaka
Pemelihara Sumbe SPK /
No. Tgl n Biaya Berita
an/ r Dana Kontr Nama
Oleh Acara
Perbaikan ak
3. Tugas Pengelola Laboratorium
a. Menyusun rencana kegiatan dan RAB laboratorium.
b. Mengawasi pelaksanaan kegiatan praktikum dan penelitian dan
memastikanberjalan dengan lancar.
c. Mengupayakan tersedianya bahan dan peralatan untuk
kegiatan praktikum.
d. Mengupayakan peningkatan sarana laboratorium.
e. Menjalin kerjasama terutama dengan lab institusi luar baik
untuk kegiatan praktikum maupun penelitian.
BAB IV

PENUTUP
1. Kesimpulan
Pelaksanaan program kerja laboratorium Fisika di SMA NEGERI 1

SUNGAI PENUH ini diharapkan menjadi solusi dalam menyiasati

besarnya tanggung jawab yang diemban oleh mata pelajaran fisika

di sekolah. Dengan adanya pelaksanaan program kerja ini sebagai

agenda rutin di SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH diharapkan nilai-

nilai sains yang telah dipelajari oleh siswa tidak hanya sekedar

menjadi pengetahuan atau hapalan tetapi hendaknya menjadi

seatu bekal di tengah-tengah kehidupan sehari-hari.

Mengetahui; Banjar, 9
September 2014
Kepala SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH
Koordinator Laboratorium Fisika

Drs.zulkifli Siti
Habibah, S.Pd

Format A ditunjukkan sebagai berikut :


FORMAT A
DATA RUANGAN LABORATORIUM
NAMA SEKOLAH : SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH

Laboratorium : IPA-FISIKA

Luas LuasSeh
Luas (m2) dan JenisRuang RincianUsulPe
Yang arusnya
KapasitasLab an Lab ngembangan
ada (m2) (m2)
150 m2 Fisika 150m2 300 m2

Mengetahui
Mengetahui; Banjar, 9
September 2017
Kepala SMA NEGERI 1 SUNGAI PENUH
KoordinatorLaboratoriumFisika

Drs.Zulkifli
SitiHabibah, S.Pd

MODEL TATA RUANG LAB FISIKA