Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP) NUTRISI IBU MENYUSUI

OLEH : CHINTIA RARA PUTRI


NIM : 144210482
TINGKAT : II.B

DOSEN PEMBIMBING : Hj. DARMAYANTI

POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

PRODI DIII KEBIDANAN BUKITTINGGI

TA. 2015/2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP) NUTRISI IBU MENYUSUI

Topik : Nutrisi Ibu Menyusui


Sasaran : Seluruh ibu-ibu menyusui di Kelurahan Belakang Balok
Pemberi materi : Chintia Rara Putri
Tempat : Polkeskel Belakang Balok
Waktu : jam 09.00 WIB s/d selesai
Hari/Tanggal : Jumat , 27 Mei 2016

A. TUJUAN
Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 60 menit ibu menyusui dan semua peserta
yang mengikuti pendidikan kesehatan diharapkan dapat memahami tentang kebutuhan-
kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi pada ibu yang sedang menyusui.

Tujuan Instruksional Khusus


Memberikan penyuluhan pada ibu-ibu menyusui tentang :
1. Menjelaskan pengertian dan prinsip nutrisi bagi ibu menyusui.
2. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi nutrisi menyusui.
3. Menjelaskan kebutuhan nutrisi ibu menyusui
4. Menjelaskani dampak kekurangan nutrisi ibu menyusui.
5. Menjelaskan sumber dan jenis makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu
menyusui
6. Menjelaskan hal-hal yang dihindari pada ibu menyusui
B. METODE
Ceramah
Diskusi
C. MEDIA
Power Point
D. MATERI : Terlampir
E. PELAKSANAAN

No. Waktu Kegiatan penyuluh Kegiatan peserta


1. 5 menit Pembukaan : Menjawab Salam
Salam Mendengarkan
Pengetahuan ibu tentang nutrisi ibu Memperhatikan
menyusui Menjawab pertanyaan
yang di berikan
2. 20 menit Pelaksanaan :
Menjelaskan prinsip nutrisi bagi ibu Memperhatikan
menyusui.
Menjelaskan faktor-faktor yang Memperhatikan
mempengaruhi nutrisi menyusui.
Menjelaskan kebutuhan nutrisi ibu Memperhatikan
menyusui.
Menjelaskan dampak kekurangan Memperhatikan
nutrisi ibu menyusui.
Menjelaskan sumber dan jenis Memperhatikan
makanan yang harus dikonsumsi
oleh ibu menyusui Memperhatikan
Menjelaskan ha-hal yang dihindari
pada ibu menyusui Menjawab pertanyaan
Mengevaluasi secara verbal pada yang di berikan
peserta penkes
3. 5 menit Penutup :
Mengucapkan terimakasih atas Mendengarkan
peran serta peserta. Menjawab salam
Mengucapkan salam penutup

F. MEDIA PENGAJARAN
Power Point
G. Pembagian Peran
1. Moderator: Laura Intan Purnama Sari
Tugas: Membuka dan menutup acara
2. Penyaji materi & Demonstrator : Chintia Rara Putri
Tugas: Menyajikan dan menjelaskan tentang materi Nutrisi ibu menyusui
4. Observer: Aulia Rizka
Tugas: mengamati jalannya pelaksanaan kegiatan Penkes nutrisi ibu menyusui mulai dari
persiapan , pelaksanaan sampai evaluasi.

H. Evaluasi
1. Evaluasi struktur :
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Posyandu Belakang Balok
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses :
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil :
a. Ibu mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan nutrisi ibu menyusui
b. Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 20 orang

LAMPIRAN MATERI
NUTRISI IBU MENYUSUI

A. Pengertian dan Prinsip Nutrisi Ibu Menyusui


Nutrisi adalah zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu
menghasilkan energy membangun dan memelihara jaringan serta mengatur dari: karbohidrat,
protein, vitamin, lemak, mineral dan air.
Prinsip gizi ibu menyusui
Gizi ibu menyusui sangat erat kaitanya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan
untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan
meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan. Ibu
menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang
menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan bayinya.

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Ibu Menyusui


Faktor-faktor yang mempengaruhi ibu menyusui adalah :
1. Pengaruh makanan erat kaitanya dengan volume ASI yang diproduksi per hari.
2. Protein, dengan adanya variasi individu maka dianjurkan penambahan 15-20 gram protein
sehari.
3. Suplementasi, jika makanan sehari seimbang. Suplementasi tidak diperlukan kecuali jika
kekurangan satu atau lebih zat gizi.
4. Aktifitas

C. Kebutuhan Zat Gizi Ibu Menyusui


1. Kebutuhan kalori
Selama menyusui proporsional dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan akan lebih tinggi
selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu
dengan nutrisi baik adalah 70 kalori/100 ml, dan kira-kira 85 kalori diperlukan oleh ibu untuk
tiap 100 ml yang dihasilkan.
Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640 kalori/hari untuk 6 bulan pertama dan 510
kalori/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan jumlah susu normal. Rata-rata ibu harus
mengkonsumsi 2300-2700 kalori ketika menyusui.
2. Protein
Ibu memerlukan tambahan 20 gram diatas kebutuhan normal kerika menyusui. Jumlah
ini hanya 16% dari tambahan 500 kalori yang dianjurkan.
3. Cairan
Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah cairan. Dianjurkan ibu menyusui minum 2-3
liter air per hari, dalam bentuk air putih, susu, dan jus buah.
4. Vitamin dan Lemak
Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi daripada selama hamil.

D. Dampak Kekurangan Gizi Ibu Menyusui


1. Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan
bayinya.
2. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbuh kembang anak, bayi mudah sakit, mudah terkena
infeksi.
3. Kekurangan zat-zat essensial menimbulkan gangguan pada mata ataupun tulang.

E. Pengaruh gizi bagi ibu menyusui


Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan jumlah
nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal
yang digunakan untuk memproduksi ASI dan aktivitas ibu itu sendiri

F. Kecukupan Zat Gizi Ibu Menyusui


Meskipun dalam paparan sebelumnya disampaikan bahwa kekurangan gizi yang tidak
berkepanjangna dan nonkronis pada ibu menyusui tidak berpengaruh banyak terhadap kuantitas
dan kualitas ASI namun untuk dapat memberikan dan menghasilkan ASI dalam kualitas yang
maksimal tetap harus diperhatikan gizi ibu selam menyusui.
Secara umum, hal yang harus diperhatikan dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui
adalah: susunan menu seimbang dianjurkan minum 8-12 gelas sehari, untuk memperlancar
pencernaan hindari konsumsi alcohol, makanan yang banyak bumbu, terlalu panas/ dingin, serta
banyak mengkonsumsi sayuran berwarna. Selama ibu tidak memiliki penyakit yang
mengharuskan ibu melakukan diet tertentu, tidak ada pantangan makanan bagi ibu menyusui.
Berikut ini kebutuhan gizi ibu yang sedang menyusui dibandingkan kebutuhan wanita dewasa
yang tidak menyusui.

Kecukupan gizi ibu menyusui.

Zat Gizi Wanita Dewasa Ibu


Tidak Menyusui Menyusui
0-6 bulan 7-12 bulan
Energy (kkal) 1900 + 500 + 550
Protein (gram) 50 + 17 + 17
Vitamin A (RE) 500 + 350 + 350
Vitamin C (mg) 75 + 45 + 45
Besi (gram) 26 +2 +2
Yodium () 150 +50 + 50
Kalsium (mg) 500 + 150 + 150

Apabila diterjemahkan dalam porsi makanan, perbandingan kebutuhan gizi ibu dapat
dilihat pada table berikut:
Perbandinagn Porsi Makanan Wanita Tidak Hamil, Hamil, dan Menyusui

Kelompok Makanan Jumlah Porsi


Tidak Hamil Hamil Menyusui
Protein
1. Hewani (60 gram) 1 2 2
2. Nabati 1 2 2
Susu dan Olahhannya 2 4 4-5
Roti dan Biji-bijian 4 4 4
Buah dan Sayuran
1. Buah kaya vitamin C 1 1 1
2. Sayur hijau tua 1 1 1
3. Sayur, buah lain 2 2 2

( Sumber: Arisman,2004)
Berikut ini beberapa zat gizi yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui
1. Energy
Kebutuhan energy ibu terdiri dari 60-70% karbohidrta, 10-20% protein, dan lemak 20-30%
lemak. Kebutuhan energy ibu meningkat 500-700 kkal, dengan demikian bila ibu biasa makan 3
kali sehari bisa menjadi 4 kali atau tetap 3 kali dengan porsi yang ditambah. Meningkatnya
kebutuhan energy ini karena diasumsikan tiap 100cc ASI mampu memasok 67-77 kkal,
sedangkan ibu harus mengeluarkan 750cc ASI pada enam bulan pertama 600 cc ASI pada bulan
berikutnya. Perhitungan ini menguatkan pendapat bahwa memberikan ASI akan membuat berat
badan ibu kembali normal dan menipis isu bahwa menyusui dapat menyebabkan kegemukan.
2. Protein
Menurut Arisman(2004) setiap 100 cc ASI mengandung 1,2 gram protein, sehingga selam
menyusui, ibu membeutuhkan tambahan protein sebanyak 20 gram per hari. Meningkatnya
kebutuhan protein ini, selain untuk membentuk protein susu juga di butuhkan untuk sistesis
hormone yang dibutuhkan dalam produksi ASI (Prolaktin) dan hormone yang mengeluarkan ASI
(Oksitosin). Pemenuhan kebutuhan protein yang meningkat dapat dipenuhi dengan cara
menambah satu potong lagi makanan sumber protein yang biasa dikonsumsi. Sumber protein ini
dapat diperoleh dari ikan, daging ayam, daging sapi, telur ,susu, dan juga tahu, tempe, serta
kacang-kacangan. Jika kebutuhan protein tidak terpenuhi dari makanan maka protein diambil
dari protein ibu yang berada di otot. Hal ini mengakibatkan ibu menjadi kurus dan setelah
menyusui akan merasa lapar.
3. Lemak
Lemak tak jenuh ganda diperlukan dalam pembentukan ASI karena asam lemak tak jenuh ganda
diperlukan dalam perkembangan otak dan pembentukan retina. Asam lemak tak jenuh ganda
dapat diperoleh dari minyak jangung, minyak biji kapas serta ikan salmon dan ikan haring.

4. Vitamin dan mineral


Vitamin dan mineral diperlukan dalam jumlah yang sedikit.
Kebutuhan Vitamin dan Mineral Ibu Menyusui

Vitamin dan Wanita Dewasa Menyusui


Mineral (Kerja Sedang)
6 bulan I 6
bulan
II
Vitamin A (RE) 500 + 350 +
300
Thianin (mg) 1 + 0.3 + 0.3
Riboflavin (mg) 1 + 0.4 + 0.3
Niasin (mg) 10 +3 +4
Vitamin C (mg) 60 + 25 + 10
Besi (mg) 26 +2 +2
Kalsium (mg) 500 + 400 +
400
Asam Folat (mg) 160 + 50 +40

Sumber : Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi, 2004

Vitamin yang perlu mendapatkan perhatian khusus diantaranya vitamin A, vitamin D, vitamin C,
dan vitamin B. kebutuhan vitamin A dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi hati, sayuran hijautua
atau sayuran berwarna kuning. Vitamin D diperoleh dari sinar matahari, sehingga disarankan ibu
rajin berjemur bersama bayinya di pagi ghari. Kebutuhan vitamin C dapat dipenuhi dengan
mengkonsumsi buah-buahan. Konsumsi ini tidak perlu terlalu berlebihan karean kelebihannya
akan dibuang melalui urine. Vitamin B dibutuhkaqn bayi sebagai regulaor terjadinya
metabolisme tubuh dan menghasilkan energy bagi pertumbuhannya. Kebutuhan vitamin B dapat
dipenuhi bayi melalui ASI, oleh karena itu perlu mengkonsumsi sayuran hijau tua dan daging
yang cukup mengandung vitamin B.
Mineral yang kebutuhannya perlu diperhatikan adalah zat besi, kalsium, dan asam folat. Zat besi
pada ASI lebih baik di serap dibandingakan zat besi yang berasal dari susu formula. Ibu
menyusui diharapkan mengkonsumsi makanan zat besi, seperti hti telur dan asyuran hijau tua.
Kekurangan alsium pada ibu menyusui dapat mengakibatkan kehilangan kalsium pada tulang
ibu, sekresi kalsium pada ASI rendah, dan gangguan pembentukan tulang pada bayi.
DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Vivian Nanny Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas.Jakarta
:SalembaMedika.
Prawirohardjo, Sarwono. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sulistyawati, Ari.2009. Buku Ajar Kebidanan pada Ibu Nifas. Yogyakarta : C.V. ANDI
GFFSET.
Yanti, Damai. Dian Sundawati. 2011. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Bandung : PT Refika
Aditama 2.