Anda di halaman 1dari 5

16 Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial

1. Kesenjangan Sosial
Perbedaan status yang mengarah pada kesenjangan sosial, terutama antara orang kaya dengan
orang miskin yang sangat mencolok, dapat menimbulkan rasa iri dan dengki sehingga terjadi
tindak pencurian, pembunuhan, dan saling ejek.

2. Nilai dan Norma yang Terlalu Longgar


Seharusnya para perilaku menyimpang haruslah dibina. Namun ada beberapa masyarakat yang
membiarkan begitu saja perilaku menyimpang itu terjadi. Mungkin karena masyarakat terlalu
sibuk dengan rutinitas atau sudah lelah membina pelaku perilaku menyimpang tersebut.
Sehingga dia semakin menyimpang dari masyarakat.

3. Lingkungan Pergaulan
Pergaulan secara tidak langsung sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Jika tanpa
pengetahuan dan kesadaran yang cukup, seseorang mudah terpengaruh oleh kelompok
pergaulannya yang kerap kali menyimpang. Akibatnya ia juga ikut berbuat perilaku yang
menyimpang.

4. Ketidakpuasan
Ada beberapa individu atau kelompok yang merasa tidak puas dengan kondisi masyarakat saat
ini. Sehingga mereka perlu melakukan perubahan walaupun yang mereka lakukan itu
menyimpang dari norma masyarakat tersebut. Misalnya ada satu kelompok masyarakat ya ng
anti terhadap pendidikan dan menganggap semua orang yang mengikuti pendidikan adalah
orang yang menyimpang.

5. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-Norma


Orang yang tidak sanggup menyerap norma-norma yang ada di dalam masyarakat akan tidak
mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk menurut masyarakat. Hal tersebut
terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau terjadi keretakan dalam keluarga.
6. Penyalahgunaan Narkotika
Orang yang tidak pernah melakukan penyimpangan sosial, jika diberi narkotika (narkoba dan
obat-obat terlarang), maka ia akan mengalami penyimpangan sosial. Itu dikarenakan sifat aditif
narkotika yang membuat para pecandunya rela melakukan apa saja untuk mendapatkan
narkotika.

7. Sikap Mental
Sikap mental yang tidak pernah malu membuat kesalahan juga menjadi pemicu seseorang
berbuat hal yang menyimpang. Jika sikap mental ini diarahkan ke hal yang positif, maka dia bisa
saja menjadi pemimpin yang hebat.

8. Keluarga
Keluarga yang tidak mampu membahagiakan anaknya juga dapat membuat anak tersebut
mengalami penyimpangan sosial. Itu dikarenakan ia berusaha mencari sumber kebahagiaan dan
kasih sayang yang lain. Anak juga akan mencari perhatian dengan cara berbuat hal yang tidak
baik.

9. Intelegensi
Intelegensi atau tingkat kecerdasan juga mempengaruhi perilaku seseorang. Biasanya orang
yang memiliki keterbelakangan mental cenderung berbuat hal-hal yang menyimpang. Sebaiknya
jika orang tersebut cerdas, maka ia akan lebih mudah memahami norma-norma yang berlaku di
masyarakat.

10. Media Massa


Media massa juga dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Ada beberapa media massa yang
cenderung provokatif dan menebar kebencian. Akibatnya dia terjerumus dan berusaha untuk
membasmi orang/kaum yang ia benci. Perbuatan tersebut seringkali menyimpang dari norma.

11. Proses Belajar yang Menyimpang


Seseorang yang terlalu sering belajar dengan tokoh idolanya yang kerap melakukan hal yang
menyimpang, maka ia akan terjerumus dan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Buku
yang isinya menyimpang juga dapat menjerumus seseorang.
12. Sosialisasi Subkebudayaan yang Menyimpang
Hal ini terjadi ketika budaya luar masuk ke dalam masyarakat lokal dan beberapa kebudayaan
luar tersebut menyimpang dengan norma yang ada pada masyarakat lokal. Salah satu contohnya
adalah budaya secks bebas dan kata-kata kasar.

13. Keinginan Untuk Dipuji


Banyak sekali orang yang memiliki sikap gila pujian. Terutama mereka yang kurang mendapat
perhatian dan pujian dari keluarga. Dia rela berbuat apa saja supaya dipuji oleh kelompoknya
meskipun menyimpang. Misalnya, ada sebuah kelompok yang suka merokok dan satu orang
yang tidak merokok, orang tersebut kurang mendapat perhatian dari keluarganya, sehingga ia
merokok untuk mendapatkan pujian dari kelompoknya tersebut.

14. Ketegangan Antara Kebudayaan dan Struktur Sosial


Terjadinya ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial dapat meyebabkan terjadinya
perilaku menyimpang. Ketegangan terjadi jika seseorang berupaya mencapai suatu tujuan
namun tidak memperoleh peluang sehingga ia akan mengupayakan peluang itu sendiri dengan
cara yang menyimpang. Contohnya adalah jika setiap penguasa sama saja menindas rakyat maka
rakyat akan berani memberontak terhadap penguasa. Ada yang memberontak dengan cara
perlawanan dan ada pula yang terselubung seperti menunggak atau mempermainkan pajak.

15. Ikatan Sosial yang Berlainan


Setiap orang biasanya berhubungan dengan beberapa kelompok yang berbeda. Hubungan
tersebut akan membuat seseorang lama-kelamaan akan mengidentifikasikan diri dengan
kelompok yang paling dihargainya. Jika perilaku kelompok tersebut menyimpang, maka
kemungkinan besar ia juga terjerumus ke dalam penyimpangan sosial tersebut.

16. Labelling (Julukan Negatif)


Pemberian labelling atau julukan negatif pada seseorang yang walaupun hanya sekali melakukan
tindakan menyimpang juga dapat memberikan dampak buruk. Ia merasa terganggu dengan label
barunya tersebut dan cenderung akan mengulanginya lagi karena sudah terlanjur. Misalnya jika
seseorang ketahuan mencuri, maka dia akan dicap pencuri oleh masyarakat, padahal ia hanya
sekali melakukan pencurian.