Anda di halaman 1dari 3

Pewawancara: Selamat siang Dok, apa kabar?

Dokter : Siang dik, kabar saya baik. Mari silahkan duduk.

Pewawancara: Terima kasih Dok, maaf jika saya menganggu waktunya sebentar,
nama saya Riztia Ramadhanti dari SMA N 1 Pangkalpinang.

Dokter : Oh tidak apa-apa jangan sungkan dik. Apa yang bisa saya bantu?

Pewawancara: Begini Dok, saya ada tugas dari sekolah untuk mewawancarai
Dokter, ini perihal narkoba dan bahayanya bagi manusia. Karena
Ibu seorang Dokter, mungkin dokter bisa memberikan informasi
yang jelas tentang barkoba.

Dokter : Saya tidak merasa terganggu kok nak, saya malah merasa
senang karena menjadi narasumber. Oh, tentu nak. Baiklah,
dimulai dari pertanyaan apa?

Pewawancara: Baiklah Dok kita kan tahu bahwa narkoba itu adalah obat-obat
yang berbahaya. Sebenarnya apa saja sih zat-zat yang terkandung
dalam narkoba itu sendiri?

Dokter : Zat-zat yang terkandung dalam narkoba itu tergolong menjadi


tiga, yaitu zat narkotika, psikotropika, dan zat-zat adiktif.

Pewawancara: Bisakah Ibu menjelaskannya satu per satu?

Dokter : Narkotika itu artinya obat bius. Cara kerjanya mempengaruhi


susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-
apa. Bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Kemudian
psikotropika, adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika.
Yaitu dengan mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan
tingkah laku pemakainya. Yang terkahir zat adiktif, adalah zat-zat
yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin seperti
alhokol, nikotin, dan kafein.

Pewawancara: Kenapa sih dok, narkoba sangat berbahaya bagi manusia?

Dokter : Karena narkoba sebenarnya hanya digunakan untuk keperluan


medis, bukan untuk dipergunakan oleh masyarakat. Narkoba juga
dapat merusak organ-organ tubuh manusia serta dapat
menyebabkan kematian.

Pewawancara: Wah, kalau begitu sangat berbahaya sekali ya jika kita


mengkonsumsi narkoba. Namun, akhir-akhir ini kan banyak sekali
pengguna narkoba di kota Pangkalpinang, terutama di kalangan
remaja. Menurut Dokter, apakah yang menjadi penyebab mereka
menggunakan narkoba?

Dokter : Sebenarnya ada tiga faktor yang dapat dikatakan sebagai pemicu
seseorang dalam penyalahgunakan narkoba. Ketiga faktor tersebut
adalah faktor diri, faktor lingkungan, dan faktor kesediaan narkoba
itu sendiri. Apalagi remaja zaman sekarang tidak lagi memikirkan
dampak dari narkoba itu.

Pewawancara : Kemudian apa yang menyebabkan remaja


menyalahkgunakan narkoba?

Dokter : Penyebab pertama adalah budaya mencari kenikmatan sesaat,


maksudnya memang benar dewasa ini masyarakat cenderung
mudah memakai obat untuk mengubah suasana hati sehingga
pemakaian narkoba diterima dengan tangan terbuka. Penyebab
kedua adalah kepribadian remaja itu sendiri, lalu yang ketiga
tekanan kelompok sebaya berpengaruh kuat terhadap terjadinya
penyalahgunaan narkoba. Kemudian stres, banyak sekali sumber
stres bagi remaja. Mungkin contoh yang bisa kita ambil adalah
putus cinta yang terkadang terjadi pada remaja zaman sekarang.
Lalu remaja merasa tidak aman dan penilaian terhadap diri mereka
rendah. Dan yang terakhir keterasingan remaja.

Pewawancara : Maksud dari keterasingan remaja itu apa dok?

Dokter : Keterasingan dapat diartikan sebagai dimensi spiritual, karena


meliputi penolakan terhadap nilai-nilai yang berharga. Remaja yang
terasing adalah remaja yang marah, yang secara tidak sadar
meluapkan perasaan dikhianati karena merasa nilai-nilainya ditolak.
Dengan kata lain, remaja yang terasing adalah remaja yang
diabaikan atau tidak diperdulikan oleh keluarga atau masyarakat.
Nah kemudian dari keterasingan itu remaja memilih jalan untuk
mencoba-coba berteman dengan narkoba.

Pewawancara : Kemudian bagaimana penyebaran narkoba yang terjadi di


kalangan remaja kota Pangkalpinang Dok?

Dokter : Hingga kini, penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir


tidak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia juga
dapat dengan mudah mendapatkan narkoba dari oknum-oknum
yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat
orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.

Pewawancara : Lalu sebesar apakah sebenarnya bahaya dari


mengkonsumsi narkoba di kalangan remaja?

Dokter : Sebetulnya, bahaya ini tidak hanya untuk pengguna narkobanya


tapi juga kepada pengedarnya. Karena yang harus diketahui, tanpa
adanya pengedar pasti tidak akan ada yang menjadi konsumennya.
Betul tidak, dik?

Pewawancara : Ia, betul sekali dok. Jadi kira-kira apa dampaknya pengguna
narkoba untuk kesehatannya sendiri?
Dokter : Sudah pasti berdampak tidak baik. Pertama, tubuh kita akan
mngalami respon yang buruk akibat kinerja otak yang terganggu.
Kedua, akan megalami kecanduan hingga apabila dihentikan maka
pengguna narkoba akan mengalami sakit yang luar biasa. Ketiga,
ada perubahan fisik pada kondisi tubuh sehingga semakin lama
semakin lemah. Dan terakhir adalah akan menghambat proses kerja
jantung yng tertekan oleh kehadiran narkoba ini hingga berkahir
kematian sewaktu-waktu.

Pewawancara : Wah, mengerikan sekali ya dok?

Dokter : Sangat mengerikan memang. Untuk itu, kita harus menjaga diri
agar tidak terjerumus ke dalam hal yang buruk. Contohnya narkoba,
minuman keras, begitu juga dengan rokok.

Pewawancara : Menurut Dokter, apa upaya yang paling efektif dalam


memberantaskan penyalahgunaan narkoba ini?

Dokter : Upaya pemberantasan narkoba pun sudah sering dilakukan,


namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba
dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD
dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan
narkoba. Hinggu saat ini, upaya paling efektif untuk mecegah
penyalahgunaan narkoba pada anak-anak adalah pendidikan
keluarga. Orangtua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik
anaknya agak selalu menjauhi narkoba.

Pewawancara : Untuk penutup, bisakah dokter memberi saran khusus


supaya terhindar dari bahaya narkoba?

Dokter : Ya, awalnya memang dari diri sendiri yakni belajar untuk
menghindari diri dari hal-hal negatif. Selanjutnya adalah untuk
jangan salah bergaul dengan orang-orang yang tidak benar,
kemudian jauhi lingkungan yang kurang baik. Setelah itu jangan
lupa juga untuk selalu menuruti perintah dari orang tua. Kira-kira
seperti itu intinya. Bisa dimengerti, dik?

Pewawancara : Ia dokter, terima kasih banyak atas informasinya.

Dokter : Sama-sama dik, semoga yang sudah saya sampaikan ini


bermanfaat ya.