Anda di halaman 1dari 5

F.4.

Usaha KesehatanMasyarakat
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Puskesmas Kaliwiro, Wonosobo
Februari 2016 Mei 2016
Penyuluhan tentang Gizi pada Penderita Hipertensi
dr. Khuriyatun Nadhifah

LatarBelakang Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat


melebihi batas normal. Batas tekanan darah normal bervariasi sesuai
dengan usia. Pada umumnya hipertensi terjadi pada seseorang yang
sudah berusia lebih dari 40 tahun atau yang sudah masuk pada kategori
usia pertengahan. Prevalensi hipertensi di seluruh dunia diperkirakan
sekitar 15-20% sedangkan hipertensi di Asia diperkirakan sudah
mencapai 8-18%. Prevalensi hipertensi di Indonesi pada golongan umur
45-50 tahun masih 10% tetapi di atas 60 tahun angka tersebut terus
meningkat mencapai 20-30%.
Salah satu faktor yang memicu timbulnya penyakit hipertensi adalah
status gizi yang tidak seimbang. Kelebihan gizi yang dimulai pada usia
45 tahun ke atas biasanya berhubungan dengan kemakmuran dan gaya
hidup. Dengan kondisi ekonomi yang membaik dan tersedianya berbagai
makanan siap saji yang enak, nikmat dan kaya akan energi terutama
sumber lemak dan karbohidrat maka terjadi asupan makanan dan zat gizi
yang melebihi kebutuhan tubuh. Keadaan kelebihan gizi ini akan
membawa pada keadaan obesitas. Perubahan status gizi yang ditandai
dengan peningkatan berat badan dapat secara langsung mempengaruhi
perubahan tekanan darah.
Di Indonesia sendiri, walaupun belum ada penelitian yang baku
mengenai kegemukan akan tetapi peningkatan kejadian kegemukan
dapat dijumpai khususnya di kota-kota besar. Obesitas dimulai pada usia
45 tahun ke atas menimbulkan banyak masalah dan memperbesar risiko
seseorang terserang penyakit hipertensi ketika menanjak ke usia yang
lebih tua.

Permasalahan 1. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang pada


penderita hipertensi
2. Dalam pertemuan posyandu lansia kurang adanya penyuluhan
mengenai gizi seimbang untuk penderita hipertensi
3. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang gizi dan meminum obat
secara teratur setiap hari

Perencanaan dan Pemberian informasi dilakukan dengan metode penyuluhan. Penyuluhan


Pemilihan kali ini difokuskan terhadap pemberian informasi kepada para lansia
Intervensi dipertemuan PWRI. Penyuluhan disampaikan dengan metode langsung.
Pelaksanaan Penyuluhan dilakukan secara tatap muka, dihadiri oleh sejumlah lansia.
Hari/tanggal :
Waktu : 09.00-selesai
Tempat : Kantor Pos Kaliwiro
Peserta : 62 orang
Kegiatan : Penyuluhan tentang Gizi pada penderita Hipertensi

Penyuluhan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyuluhan


tentang Gizi pada penderita Hipertensi, meliputi definisi hipertensi,
kapan dikatakan hipertensi, makanan yang harus dihindari dan makanan
yang dianjurkan, dan menghitung indeks massa tubuh. Setelah
penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab.

Monitoring dan
Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pengecekan pemahaman
Evaluasi
peserta penyuluhan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar
materi yang telah disampaikan. Pertanyaan yang dijawab dengan benar
oleh peserta penyuluhan merupakan bukti keberhasilan bahwa
penyuluhan yang telah dilakukan mampu diterima dan dipahami oleh
peserta.

Komentar /saran pendamping :


Wonosobo, 22 Maret 2016
Peserta, Pendamping,

(dr.Khuriyatun Nadhifah) (dr. Dewanti Retnaningtyas)


LAPORAN PENYULUHAN

Nama Peserta : dr. Khuriyatun Nadhifah Tanda tangan:


Nama Pendamping : Sri Sumarsih Tanda tangan:
(Bidan Puskesmas Kaliwiro)
Nama Wahana : Puskesmas Kaliwiro, Wonosobo
Tema Penyuluhan : Penyuluhan tentang Gizi pada Penderita Hipertensi
Tujuan Penyuluhan : Meningkatkan pengetahuan tentang gizi pada penderita Hipertensi
Hari, Tanggal : Jumat 4 Maret 2016
Waktu : Pukul 08.00-selesai
Tempat : Kantor Pos Kaliwiro
Jumlah Peserta : 62

Laporan Kegiatan Usaha Kesehatan Masyarkat (UKM)


F.4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Penyuluhan tentang Gizi pada Penderita Hipertensi

Oleh :
dr. Khuriyatun Nadhifah

Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Kaliwiro


Wonosobo
(Februari 2016 - Mei 2016)