Anda di halaman 1dari 2

NAMA : RUSDIANTO

NIM : 32.14.1689
TUGAS : TEORI AKUNTANSI

PT UNITED TRACTORS Tbk


SUSTAINABILITY REPORT (TATA KELOLA LAPORAN BERKELANJUTAN)
LAPORAN TAHUN 2015

Manajemen Risiko

Rentang operasi dan bisnis yang telah berkembang ke berbagai sektor bisnis dan
mencakup wilayah operasi yang luas membuat pengelolaan dan mitigasi atas risiko- risiko
utama merupakan bagian tak terpisahkan dari penerapan praktek terbaik GCG. Oleh karenanya
sejak tahun 2006, Perseroan beserta Grup Risk Management Astra telah memformalkan hasil
dari inisiatif Control Self- Assessment untuk mengembangkan identifikasi risiko Perseroan yang
sistematis dan terorganisir. Perseroan memiliki komitmen kuat untuk menerapkan manajemen
risiko secara berkesinambungan di seluruh proses bisnis dan pengelolaan perusahaan. Perseroan
mengelola risiko usaha dan operasional di setiap divisi dan di seluruh aspek usaha, membangun
lingkungan internal yang dapat menciptakan budaya pengelolaan risiko, sebagai bagian dari
budaya organisasi SOLUTION, guna mendukung tercapainya tujuan Perseroan.

Sistem Manajemen Risiko Perseroan terdiri dari tahapan identifikasi, analisa, evaluasi,
penanganan, pengawasan dan komunikasi terhadap segala aktifitas, fungsi atau proses yang
berakhir pada mitigasi risiko tersebut. Sementara itu, proses berkelanjutan dari implementasi dan
perbaikan juga terjadi di semua proses perancangan manajemen risiko, implementasi manajemen
risiko, monitoring dan review , serta perbaikan terus menerus.

Perseroan menerapkan kerangka pengelolaan risiko Enterprise Risk Management


berlandaskan pada ISO 31000:2009, pengembangan dari AS/NZS 4360:2004.

Kerangka manajemen risiko :

Mandat & Komitmen : Rancangan Manajemen Risiko => Implementasi Manajemen Risiko =>
Pemantauan & Tinjauan => Perbaikan Berlanjutan

Proses manajemen risiko :

Komunikasi Dan Konsultasi => Penetapan Konteks => Pemantauan dan Peninjauan =>
Penetapan Konteks mempengaruhi : a. Pengukuran risiko b. Identifikasi risiko c. Analisa risiko
d. Evaluasi risiko

Dalam rangka mengelola dan memitigasi potensi risiko utama, Perseroan telah
menyatukan informasi mengenai semua risiko dari anak perusahaan. Selain risiko umum
berupa bencana alam atau risiko usaha seperti kondisi pasar dan harga bahan baku, terdapat pula
risiko lingkungan dan reputasi, serta risiko hak asasi manusia yang meliputi keberagaman
karyawan dan kondisi kerja yang buruk di dalam supply chain, juga risiko-risiko lain yang
dapat berdampak terhadap kredibilitas Perseroan dan keberlanjutan usaha.

Perseroan menjalankan pengelolaan risiko yang efektif dan efisien melalui penerapan
Enterprise Risk Management , melakukan identifikasi risiko dan merencanakan upaya
mitigasi untuk setiap risiko utama yang masuk ke dalam kategori risiko tinggi dan ekstrim.

Beberapa risiko yang dipantau dengan seksama dan dilakukan tindakan mitigasinya
selama tahun 2015 mencakup :

- Risiko Nilai Tukar dan Suku Bunga Arus Kas Perusahaan berhadapan dengan risiko
nilai tukar yang disebabkan penggunaan berbagai mata uang dalam mendapatkan
pinjaman untuk ekspansi, seperti perubahan tingkat suku bunga yang berdampak pada
aset dan kewajiban berefek bunga.
Mitigasi dilakukan dengan menggunakan instrumen keuangan derivatif, pertukaran
suku bunga pokok dan pertukaran silang mata uang asing, untuk mengelola aset dan
kewajiban Perseroan. Perseroan juga menerapkan kebijakan pelarangan transaksi
derivatif dengan tujuan spekulasi sebagai bagian dari mitigasi risiko ini.
- Risiko Harga Perseroan berhadapan dengan risiko harga dikarenakan investasi pada aset
keuangan siap jual dilakukan pada harga wajar. Perseroan juga menghadapi risiko
harga komoditas, yang disebabkan perubahan harga batu bara dan harga kelapa sawit
di tingkat global maupun nasional.
Mitigasi dilakukan dengan tidak menerapkan perlindungan pada investasi keuangan siap
jual. Sementara untuk risiko harga komoditas, mitigasi dilakukan dengan menggunakan
instrumen kontrak forward untuk membeli atau menjual komoditas dengan harga tetap
pada tanggal tertentu di masa depan.
- Risiko Kredit Perseroan berhadapan dengan risiko kredit terutama berasal dari simpanan
di bank, hutang dan investasi saham, pemberian kredit pada pelanggan, dan piutang
non dagang (termasuk aset derivatif).
Mitigasi dilakukan dengan mengawasi reputasi, mempertimbangkan peringkat kredit, dan
membatasi risiko agregat terhadap setiap individu di pihak lain.
- Risiko Likuiditas Risiko ini muncul karena adanya perbedaan waktu antara penerimaan
kas dan waktu jatuh tempo pembayaran kewajiban.
Mitigasi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pengelolaan seksama atas profil
maturitas kematangan dan sumber pinjaman, serta dengan memastikan ketersediaan dana
dari fasilitas kredit yang terpercaya, dan kemampuan untuk mendanai posisi pasar dengan
baik.