Anda di halaman 1dari 3

PROGRAM

PEMELIHARAAN MESIN PENDINGIN

I. PENDAHULUAN
Isu mengenai munculnya penyakit infeksi atau Emerging Infection Disease timbul
sejak beberapa tahun yang lalu. Kehawatiran akan terjadinya fandemi flu baik
akibat virus strain atau virus influenza lainnya, telah membuat para ahli virologi,
epidemilogi, pembuat kebijakan, maupun pihak pers. Pada bulan november 2002
teridentifikasi adanya SARS (Sever Acute Respiratory Syndrom) di Cina dua tahun
kemudian terjadi wabah didunia yang akhirnya menyebar ke 26 negara dengan
jumlah penderita 8.098 orang. Dan dari jumlah tersebut, 774 meninggal dunia
(WHO, 2004). Jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi berkisar antara 20% - 60%
dari semua kasus infeksi.

Penyakit meningokokus adalah penyakit lain yang menyebar melalui sekresi


pernafasan. Penyakit ini muncul secara berkala (musiman) dan dapat terjadi
diseluruh dunia. Yang turut menjadi perhatian, penularan Flu burung subtipe H5N1
patogenesisnya sangat tinggi pada manusia, tercatat pertama kali terjadi di
Hongkong pada tahun 1997.

II. LATAR BELAKANG


Dari semua kasus diatas bisa disimpulkan bahwa infeksi dapat menyebar dengan
cepat dan mewabah keseluruh dunia, dengan ini RS. Mitra Plumbon sebagai
tempat pelayanan kesehatan membutuhkan suatu penanganan khusus atau
program pengendalian infeksi dengan melakukan pemeliharaan terhadap mesin
pendingin sesuai jadwal agar bebas dari jamur dan bakeri.

III. TUJUAN
TUJUAN UMUM :
Meningkatkan mutu pelayanan melalui pencegahan dan pengendalian infeksi
rumah sakit di RSU. Mitra Plumbon dalam hal penularan bakteri yang dapat
menyebarkan infeksi melalui mesin pendingin

TUJUAN KHUSUS :
1. Adanya pemeliharaan terhadap mesin pendingin
2. Adanya upaya pencegahan mesin pendingin terinfeksi jamur dan bakteri

IV. KEGIATAN POKOK


Pemeliharaan mesin pendingin

V. RINCIAN KEGIATAN
1. Pemeliharaan rutin (SPO pemeliharaan rutin)
2. Perbaikan insidentil
3. Pemeriksaan bakteri dan jamur pada mesin pendingin di unit-unit khusus
VI. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1
1. Pemeliharaan rutin dilakukan oleh petugas PSRS atau dilakukan oleh pihak luar
untuk melakukan perawatan sesuai kontrak service perawatan mesin
pendingin
2. Perbaikan dilakukan oleh pihak ketiga (jika masih garansi) atau oleh petugas
PSRS, bila tidak bisa diperbaiki perbaikan dilakukan oleh pihak luar (pihak
ketiga)
3. Melakukan pengecekan awal jika terjadi kerusakan pada AC yang dilakukan
oleh petugas PSRS
4. Pemeriksaan bakteri dan jamur pada mesin pendingin di ruangan khusus
(isolasi, ICU, IBS) dilakukan enam bulan sekali

VII. SASARAN
1. Semua mesin pendingin terpelihara dalam periode 3 bulan sekali per unit
2. Hasil pemeriksaan swab test terhadap mesin pendingin di ruangan khusus
memenuhi syarat

VIII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

WAKTU
N 2017
NAMA KEGIATAN
O 1 1 1
1 2 3 4 5 6 7 8 9
0 1 2
1 Pemeliharaan rutin
2 Perbaikan insidentil
3 Pemeriksaan bakteri dan jamur

IX. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


1. Evaluasi
Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk menilai dan memonitor kegiatan
pemeliharaan mesin pendingin di RSU. Mitra Plumbon, meliputi :
a. Input : lokasi mesin pendingin, jenis pemeriksaan, metode
pemeriksaan, pelaksana pemeriksaan, biaya, waktu
b. Proses : Pengambilan swab mesin pendingin
c. Output : Hasil pemeriksaan mesin pendingin yang diperiksa setiap
enam bulan sekali memenuhi syarat

2. Pelaporan
Data yang diperoleh / masuk ke kabag / manajer / Panitia PPI, kemudian diolah
menjadi suatu informasi dan dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan
kebijakan dan upaya tindak lanjut serta penyusunan rencana kegiatan
selanjutnya.

X. PENUTUP

2
Demikianlah program pemeliharaan AC Rumah Sakit Mitra Plumbon ini dibuat.
Mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik dan sangat bermanfaat bagi
seluruh karyawan dan lingkungan internal RS Mitra Plumbon.

Cirebon, 2 Januari 2017


Rumah Sakit Mitra Plumbon

dr. Herry Septijanto, M.Kes


Direktur