Anda di halaman 1dari 3

Metode Numbered Heads together

Langkah-langkah :

a. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok.


b. Masing-masing anggota kelompok diberi nomor.
c. Guru membagikan materi yang akan dibahas atau didiskusikan oleh masing-masing
kelompok.
d. Setelah selesai diskusi, guru memanggil nomor untuk mempresentasikan hasil diskusi
mereka. Begitu selanjutnya hingga semua nomor terpanggil semuanya.

Sumber : (Miftahul Huda, M.Pd, Cooperative Learning (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011)

Metode Team Product

Langkah-langkah :

a. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok.


b. Guru membagikan materi yang akan dibahs pada pertemuan itu.
c. Guru meminta siswa untuk membuat produk, misalnya alat peraga matematika yang
sesuai dengan materi pembelajaran saat itu.
d. Sebelum memulai pekerjaan mereka dalam membuat produk, guru meminta setiap
kelompok menuliskan langkah-langkah dalam membuat produk tersebut.
e. Guru memberikan tugas yang berbeda-beda bagi setiap anggota kelompok, hal ini
bertujuan untuk memastikan adanya tanggung jawab individu setiap anggota.

(Miftahul Huda, M.Pd, Cooperative Learning (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011)

Metode Think Pair Share

Langkah-langkah :

a. Guru meminta siswa untuk duduk berpasangan.


b. Guru mengajukan suatu pertanyaan atau permasalahan kepada siswa. Misalnya Ibrahim
ingin memotong suatu pipa. Untuk memotong pipa menjadi 3 bagian yang sama ibrahim
memerlukan waktu 6 menit. Berapakah waktu yang dibutuhkan ibrahim untuk memotong
pipa menjadi 5 bagian yang sama ?
c. Guru meminta masing-masing individu untuk memikirkan jawaban dari permasalahan
itu.
d. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan hasil pemikirannya dengan pasangan
disebelahnya untuk memperoleh satu consensus yang sekiranya dapat mewakili jawaban
mereka berdua.
e. Guru meminta setiap pasangan untuk men-share, menjelaskan, atau menjabarkan hasil
konsensusnya atau jawaban yang telah mereka sepakati pada siswa-siswa yang lain di
ruang kelas.

(Miftahul Huda, M.Pd, Cooperative Learning (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011)

Metode Laboratorium

Langkah-langkah :

a. Materi yang tepat geometri, membuat sudut, segitiga, atau bidang lainnya.
b. Dua segitiga kongruensi dengan memindahkan yang satu ke yang lain.
c. Menetukan isi kubus dengan memasukkannya ke dalam silinder yang berisi air, kenaikan
air dalam silinder itulah isi kubus.
d. Menentukan jumlah sudut segitiga dengan mengukur sudut-sudutnya dan dijumlahkan.

Maksudnya, guru membuat kegiatan pembelajaran dengan materi misalnya kubus . guru
meminta siswa untuk melakukan percobaan untuk menentukan volume kubus dengan cara
memasukkan kubus tersebut kedalam silinder air. Dengan memperhatikan kenaikan air, maka
siswa dapat menentukan volume dari kubus tersebut.

(Drs. H. M. Ali Hamzah, M.Pd & Dra. Muhlisrarini, M.Pd, Perencanaan dan Strategi
Pembelajaran Matematika (Jakarta : Rajawali Pers, 2014)

Metode pemecahan masalah (problem solving)

Langkah-langkah :

a. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa
sesuai dengan taraf kemampuannya.
b. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk masalah tersebut. Misalnya
dengan jalan membaca buku-buku, meneliti, bertanya, berdiskusi, dan lain-lain.
c. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut.
d. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut.
e. Menarik kesimpulan.

(Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru (Bandung


: PT. REMAJA ROSDAKARYA, 2013)
Metode karyawisata

Langkah-langkah :

a. Perencanaan karya wisata


Merumuskan tujuan karya wisata.
Menetapkan objek karyawisata.
Menetapkan lamanya karyawisata.
Menyusun rencana berlajar bagi siswa selama karyawisata.
Merencanakan perlengkapan belajar yang harus disediakan.
b. Pelaksanaan karyawisata
Fase ini adalah pelaksanaan kegiatan belajar ditempat karyawisata dengan bimbingan
guru. Kegiatan belajar ini harus diarahkan kepada tujuan yang telah ditetapkan pada fase
perencanaan diatas.
c. Tindak lanjut, pada akhir karyawisata, siswa diminta laporannya baik lisan maupun
tertulis, mengenai inti masalah yang telah dipelajari pada waktu karyawisata.

(Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu (Bandung : PT. REMAJA ROSDAKARYA, 2014)