Anda di halaman 1dari 59

Praktikum Terintegrasi Industri 1

Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


PT. Sinar Terang adalah salah satu perusahaan baru yang bergerak di bidang
produksi mainan mobil-mobilan untuk kalangan anak-anak. PT. Sinar Terang ini
berdiri sejak 2016 yang didirikan oleh 4 manajer terbaik se-Indonesia. PT. Sinar
Terang akan memproduksi mobil-mobilan dalam jenis Food Truck. PT. Sinar
Untuk menjadikan suatu referensi produksi, PT. Sinar Terang menggunakan
produk dari Hot Wheels sebagai acuan untuk pembuatan produk. PT. Sinar Terang
ini juga memiliki ciri khas target produk yang ingin dibuat, yaitu dengan
memproduksi mainan mobil-mobilan berbahan dasar dari kayu. Alasan tersebut
dipakai karena hal yang unik didunia ini menjadikan suatu produk dapat bersaing
dalam pasaran yang semakin lama semakin canggih dan penuh inovasi. PT. Sinar
Terang ini juga berupaya untuk menjadikan produk yang ingin merekan buat
menjadi bahan edukasi dan berguna bagi generasi-generasi yang akan datang.
Produk yang akan diproduksi harus semenarik mungkin agar bisa disukai
konsumen, produk yang akan didesain sesuai dengan kebutuhan pelanggan rata-
rata keinginan konsumen yang diinginkan masyarakat luas memiliki beberapa
aspek yang berbeda-beda tiap individunya, ada beberapa orang yang lebih
menyukai mimilik warna mobil yang menarik, memiliki varian warna yang
banyak atau ukuran mobil. Beberapa aspek yang telah didapat merupakan hasil
survei pasar yang terjun langsung dengan melakukan beberapa observasi,
interview dan juga memberikan kuisioner kepada konsumen-konsumen.
Setelah mengidentifikasi keinginan konsumen diketahui bahwa atribut yang
menjadi pertimbangan pada modul 2 ini yaitu ukuran, material, warna,
kenyamanan, keamanan, fungsi dan estetika/desain produk. Berdasarkan atribut
tersebut maka akan dibuat sebuah mobil-mobilan yang memiliki desain seperti
mobil Food Truck.Mobil Food Truck ini memiliki ukuran yaitu panjang 15 cm,
lebar 8 cm dan tinggi 10 cm. Adapun warna nya yaitu warna biru tua dan hitam
untuk memberi kesan menarik.Material nya akan dibuat dari plastik untuk
membuat produk lebih ringan dari produk existing. Namun untuk pembuatan

1
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

prototype,material nya akan dibuat dari bahan kayu.Adapun tujuan dari


pembuatan mobil Food Truck ini yaitu sebagai bahan pajangan selain tentunya
untuk dimainkan.Untuk keamanan produk,mobil Food Truck tidak memiliki part-
part atau desain yang berbentuk runcing atau tajam.

1.2 Tujuan Praktikum


1. Dapat menggunakan aplikasi Autocad dalam pembuatan desain sebuah
mobil-mobilan.
2. Dapat mendesain sebuah mobil-mobilan berdasarkan kriteria dan
keinginan konsumen.

1.3 Alat dan Bahan


1. Sofware AutoCAD
2. Kertas Putih Ukuran A3 dan A4
3. Alat Ukur
4. Pensil
5. Kertas Buram

2
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Perancangan


Perancangan adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisis,
menilai memperbaiki dan menyusun suatu sistem, baik sistem fisik maupun non
fisik yang optimum untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan
informasi yang ada.
Perancangan suatu alat termasuk dalam metode teknik, dengan demikian
langkah-langkah pembuatan perancangan akan mengikuti metode teknik. Merris
Asimov menerangkan bahwa perancangan teknik adalah suatu aktivitas dengan
maksud tertentu menuju kearah tujuan dari pemenuhan kebutuhan manusia,
terutama yang dapat diterima oleh faktor teknologi peradaban kita. Dari definisi
tersebut terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam perancangan yaitu :
1. Aktifitas dengan maksud tertentu
2. Sasaran pada pemenuhan kebutuhan manusia dan
3. Berdasarkan pada pertimbangan teknologi.
Dalam membuat suatu perancangan produk atau alat, perlu mengetahui
karakteristik perancangan dan perancangnya. Beberapa karakteristik perancangan
adalah sebagai berikut :
1. Berorientasi pada tujuan
2. Variform
Suatu anggapan bahwa terdapat sekumpulan solusi yang mungkin
terbatas, tetapi harus dapat memilih salah satu ide yang diambil.
3. Pembatas
Dimana pembatas ini membatasi jumlah solusi pemecahan diantaranya :
Hukum alam seperti ilmu fisika, ilmu kimia dan seterusnya.
Ekonomis; pembiayaan atau ongkos dalam meralisir rancangan yang
telah dibuat.
Perimbangan manusia; sifat, keterbatasan dan kemampuan manusia
dalam merancang dan memakainya.
Faktor-faktor legalisasi: mulai dari model, bentuk sampai hak cipta.
Fasilitas produksi: sarana dan prasarana yang dibtuhkan
untuk menciptakan rancangan yang telah dibuat.
Evolutif; berkembang terus/ mampu mengikuti perkembangan zaman.
Perbandingan nilai: membandingkan dengan tatanan nilai yang telah
ada.

3
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Sedangkan karakteristik perancang merupakan karakteristik yang harus


dipunyai oleh seorang perancang, antara lain :
a. Mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi masalah
b. Memiliki imajinasi untuk meramalkan masalah yang mungkin akan timbul
c. Berdaya cipta
d. Mempunyai kemampuan untuk menyederhanakan persoalan.
e. Mempunyai keahlian dalam bidang rancangan yang dibuat.
f. Dapat mengambil keputusan terbai berdasarkan analisa dan prosedur yang
benar.
g. Mempunyai sifat yang terbuka terhadap kritik dan saran dari orang lain
Proses perancangan yang merupakan tahapan umum teknik perancangan
dikenal dengan sebutan NIDA (NEED, IDEA, DECISION, dan ACTION).
Artinya tahap pertama seorang perancang menetapkan dan mengidentifikasi
kebutuhan (need) sehubungan dengan alat atau produk yang harus dirancang.
Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan ide-ide(idea) yang akan melahirkan
berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan tadi. Dilakukan suatu penilaian
dan analisa terhadap alternatif yang ada, sehingga perancang akan dapat
memutuskan (decision) suatu alternatif yang terbaik. Dan pada kahirnya
dilakukanlah suatu proses pembuatan (action).
Hasil rancangan yang dibuat dituntut dapat memberikan kemudahan dan
kenyamanan bagi si pemakai. Oleh karena itu, rancangan yang akan dibuat harus
memperhatikan faktor manusia sebagai pemakainya. Faktor manusia ini diantara
nya dipelajari dalam ergonomi (anthropometri, biomekanik, fisiologi, dll).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat suatu rancangan
selain faktor manusia, antara lain:
a. Analisa Teknik
Banyak berhubungan dengan ketahanan, kekuatan, kekerasan dan
seterusnya.
b. Analisa Ekonomi
Berhubungan perbandingan biaya yang harus dikeluarkan dan manfaat
yang akan diperoleh.
c. Analisa Legalisasi
Berhubungan dengan segi hukum dan tatanan hukum yang berlaku dan
dari hak cipta.
d. Analisa Pemasaran

4
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Berhubungan dengan jalur distribusi produk/hasil rancangan sehingga


dapat sampai kepada konsumen.
e. Analisa Nilai
Analisa nilai pertama kali didefinisikan oleh L.D. Miles dari General
Electric (AS, 1940) adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasikan
ongkos-ongkos yang tidak ada gunanya (tidak perlu).
Terdapat tiga tipe-tipe perancangan, yaitu :
1) Perancangan untuk pemakaian nilai ekstrim.
Contohnya: data dengan persentil ekstrim minimum 5% dan data ekstrim
maksimum 95%
2) Perancangan pemakaian nilai rata-rata.
Contohnya: data dengan persentil 50%
3) Perancangan untuk pemakaian yang dapat disesuaikan
Kesuksesan ekonomi suatu perusahaan manufaktur tergantung kepada
kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara cepat
menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang
rendah. Produk merupakan sesuatu yang dijual oleh perusahaan kepada pembeli.
Pengembangan produk merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai dari
analisa persepsi dan peluang pasar, kemudian diakhiri dengan tahap produksi,
penjualan dan pengiriman produk (Ulrich dan Eppinger, 2001: 2).
Proses adalah merupakan urutan langkah-langkah pengubahan
sekumpulan input menjadi output. Proses pengembangan produk adalah urutan
langkah-langkah atau kegiatan dimana suatu perusahaan berusaha untuk
menyusun, merancang, dan mengkomersialkan suatu produk (Ulrich dan
Eppinger, 2001: 14).

2.2 Pengertian Produk


Produk adalah suatu keluaran (out put) yang diperoleh dari sebuah proses
produksi (transformasi) dan pertambahan nilai yang dilakukan terhadap bahan
baku (material input). Sedangkan produksi adalah segala kegiatan dalam
menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa, untuk kegiatan
dimana dibutuhkan faktor-faktor produksi yang dalam ilmu berupa tanah, modal,
tenaga kerja, dan skiil. Sebuah produk pasti mempunyai siklus kehidupan atau
disebut (Product Life Cycles).

5
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.1 Product Life Cyles (PLC)

Tahapan-tahapan siklus kehidupan produk ada 4 antara lain :

a. Tahap Pengenalan (introduction).


Bila produk baru diperkenalkan, operasi penjualan tidak selalu bekerja
baik, masih terdapat masalah kelambatan dalam perluasan kapasitas
produksi, masalah-masalah teknis yang belum dapat diatasi dan harga
tinggi. Diperlukan analisis pemasaran yang baik.
b.Tahap pertumbuhan (Growth)
Dalam tahap ini produk diperbaiki dan distandarisasi, dapat
diandalkan dalam penggunaan dan harga lebih rendah, serta para konsumen
membeli dengan sedikit desakan.
c. Tahap Kejenuhan (Maturity)
Kebanyakan produk yang ada dipasaran sekarang, seperti televisi,
alat-alat dan perlengkapan rumah tangga, radio, mobil dan sebagainya,
berada dalam tahap kejenuhan produk adalah matang, keandalan dalam
performance, harga wajar dan tidak terjadi perubahan banyak dari tahun
ke tahun. Volume penjualan mulai menurun pertambahannya karena setiap
orang atau pembeli potensial sekarang telah memiliki produk sehingga
penjualan sangat tergantung pada penggantian (replacement) dan
pertambahan penduduk.
d.Tahap Penurunan (decline)

6
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Hampir semua produk akan sampai pada tahap keempat, tahap


penurunan dalam permintaan bila produk-produk digantikan oleh yang baru.
Tetapi tidak semua produk akan mengalami tahap ini. Oleh karena itu
diperlukan ilmu pengembangan produk.

2.3 Perancangan dan Pengembangan Produk


2.3.1 Definisi
Desain baru dapat di artikan sebagai pengembangan barang yang pada
pokoknya sama dengan produk yang telah dipasarkan oleh perusahaan tetapi lebih
baik (Polly, 1969). Pengembangan desain dapat ditujukan sebagai suatu proses
berturut-turut didasarkan pada informasi tertentu. Tahap-tahap pengembangan ini
dapat dilakukan melalui penyaringan, analisa, pengembangan komersialisasi.
Desain mungkin sekali merupakan titik tolak produk baru yang diminta oleh
konsumen dan ini terutama berlaku dalam perusahaan. Dalam hal ini mungkin
desainnya meliputi gagasan baru, yang harus dikembangakn dan di terapkan ke
dalam produk yang sedang digarap. Rancangan atau desain (Design) adalah
dimensi yang unik, dimensi ini banyak menawarkan aspek emosional dalam
mempengaruhi kepuasan pelanggan. Menurut (Philip Kotler, 2011), menyatakan
bahwa rancangan adalah totalitas fitur yang mempengaruhi penampilan dan fungsi
produk tertentu menurut yang diisyaratkan oleh pelanggan. Adapun parameter
rancangan yang didefinisikan menurut (Philip Kotler, 2001) adalah sebagai
berikut :
a. Gaya (style), menggambarkan penampilan dari suatu produk.
b. Daya Tahan (durability), menggambarkan umur beroperasinya produk
dalam kondisi normal atau berat, merupakan atribut yang berharga untuk
produk- produk tertentu.
c. Kehandalan (reliability), merupakan ukuran probabilitas bahwa produk
tertentu tidak akan rusak atau gagal dalam periode waktu tertentu.
d. Mudah diperbaiki (reparability), ukuran kemudahan untuk memperbaiki
produk ketika produk itu rusak.
Desain produk, atau dalam bahasa keilmuan disebut juga Desain Produk
Industri, adalah sebuah bidang keilmuan atau profesi yang menentukan bentuk
dari sebuah produk manufaktur, mengolah bentuk tersebut agar sesuai dengan
pemakainya dan sesuai dengan kemampuan proses produksinya pada industri.

7
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Sedang pengembangan produk merupakan serangkaian aktivitas yang


dimulai dari perencanaan kemudian di akhiri dengan tahapan produksi yang
mengacu pada penawaran pasar.

2.3.2 Aspek-aspek Perencanaan dan Pengembangan Produk


Dalam perencanaan produk (Planing of Product) terdapat 3 Aspek yaitu :
1. Aspek Produk
Pada tahap eksploitasi ada 3 pola proses pengenalan dan
pengembangan produk / jasa baru yaitu :
a. Menarik pasar (Need Pull / Market Pull)
Menurut pandangan ini, anda harus membuat apa yang dapat
dijual. Produk baru di tentukan oleh pasar berdasarkan kebutuhan
pelanggan. Jenis produk baru ditentukan melalui penelitian pasa dan
umpan balik pelanggan, dengan sedikit perhatian terhadap teknologi.
Need Pull akan menuju pada terbentuknya incremental innovation.

Internal scientific
3 and 2
tecnical knowledgw

Technical issues
3 and problems 1
2 4
5
Technical
Solutions
External Scientific External Scientific
and technical and technical
Gambar 2.2 Aliran
Knowledge Aktivitas dari Model Need Pull (Ulrich, Eppinger, 2001)
Knowledge

b. Mendorong Teknologi (Technology Push)


Pandangan ini menyarankan Anda harus menjual apa yang
dapat anda buat. Produk baru diperoleh dari teknologi produksi,
penggunaan teknologi yang canggih dan kemudahan operasi, dengan
sedikit perhatian terhadap pasar. Dengan kata lain suatu produk atau
teknologi baru didorong atau di jual ke pasar (potential customer) yang
tidak meminta atau mengetahui perihal produk atau teknologi baru
tersebut. Technology Push akan menuju kepada radical innovation.

Internal scientific
1 and 2
tecnical knowledgw

Technical issues
and problems
3
Technical 8
Universitas Tanjungpura Solutions
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

1 5
2 4

External Scientific External Scientific


Gambar 2.3
andAliran aktivitas dari Model Technology
technical Push
and (Ulrich, Eppinger. 2001)
technical
Knowledge Knowledge
c. Antar fungsional (Interfunctional)
Produk baru memerlukan kerja sama diantar pemasaran, operasi,
ketrampilan teknik dan fungsi lainnya sehingga menghasilkan produk
yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan penggunaan teknologi
yang memberikan manfaat terbaik. Untuk kesuksesan inovasi produk
atau jasa baru di perlukan kombinasi dari kedua model pertama yaitu
proses technical-linking dan need-linking. Selain itu ada tiga elemen
yang menjadi konsiderans dalam menciptakan peluang bisnis baru
yaitu : Relevant problem, Technology sourcer dan Market demand.
2. Aspek Jumlah Produk
Aspek ini berkaitan dengan berapa jumlah produk yang seharusnya
diproduksi. Untuk menentukan jumlah produk terdapat 2 cara : cara non-
statitik dan cara kuantitatif. Cara non statistik menentukan jumlah produk
yang harus dibuat dan dijual dengan berdasarkan pertimbangan semata. Ada
3 cara pertimbangan non-statistik, yaitu : Pertimbangan Tenaga Penjual,
Pertimbangan Eksekutif dan Ahli. Cara kuantitatif adalah menentukan
jumlah produksi berdasarkan analisa kuantitatif dengan menggunakan
data-data masa lalu untuk meramalkan jumlah produk yang ditawarkan
atau dijual di pasar pada masa yang akan datang.
3. Aspek Kombinasi Produk
Aspek ini lebih memfokuskan pada beberapa jenis produk yang
di produksi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Setiap proses
pengembangan produk diawali dengan fase perencanaan, Output Fase
perencanaan ini adalah pernyataan misi proyek yang nantinya akan
digunakan sebagai input yang dibutuhkan untuk memulai tahapan
pengembangan konsep.
Dalam perencanaan produk, proyek pengembagan produk dikelompokkan
menjadi 4 tipe, yaitu :
1) Platform produk baru: Tipe proyek ini adalah melibatkan usaha
pengembangan utama untuk merancang suatu keluarga produk baru

9
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

berdasarkan platform yang baru dan umum. Keluarga produk baru akan
memasuki pasar dan produk yang sudah dikenal.
2) Turunan dari platform produk yang sudah ada : Proyek-proyek ini
memperpanjang platform produk supaya lebih baik dalam memasuki
pasar yang telah dikenal dengan satu atau lebih produk baru.
3) Peningkatan perbaikan untuk produk yang telah ada : Proyek-proyek ini
mungkin hanya melibatkan penambahan atau modifikasi beberapa
detail produk-produk yang telah ada dalam rangka menjaga lini
produksi yang ada pesaingnya.
4) Pada dasarnya produk baru : Proyek-proyek ini melibatkan produk yang
sangat berbeda atau teknologi produksi dan mungkin membantu untuk
memasuki pasar yang belum dikenal dan baru. Proyek-proyek ini
umumnya melibatkan lebih banyak resik, yang mana keberhasilan
jangka panjang perusahaan mungkin tergantung dari apa yang dipelajari
melalui proyek-proyek penting ini.

2.4 Tahapan-Tahapan Pengembangan Produk


Proses pengembangan produk secara umum terdiri dari tahapan-
tahapan atau sering juga disebut sebagai fase. Proses pengembangan produk
secara keseluruhan terdiri dari enam (6) fase (Ulrich dan Eppinger, 2001: 15-17),
yaitu :

Gambar 2.4 Proses Pengembangan Produk (Ulrich, Eppinger, 2001)

Proses diawali dengan suatu fase perencanaan, yang berkaitan dengan


kegiatan-kegiatan pengembangan teknologi dan penelitian tingkat lanjut. Output
fase perencanaan adalah pernyataan misi proyek, yang merupakan input yang
dibutuhkan untuk memulai tahap pengembangan konsep dan merupakan suatu
petunjuk untuk tim pengembangan. Penyelesaian dari proses pengembangan
produk adalah peluncuran produk dimana produk tersebut untuk dibeli pasar.

10
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

2.4.1 Fase Perencanaan


Kegiatan perencanaan sering dirujuk sebagai zerofase karena kegiatan ini
mendahului persetujuan proyek dan proses peluncuran pengembangan produk
aktual. Output fase perencanaan adalah pernyataan misi proyek, yang
merupakan input yang dibutuhkan untuk memulai tahap pengembangan konsep
dan merupakan suatu petunjuk tim pengembangan.
Langkah-langkah dalam proses perencanaan produk. Pertama, melipat
gandakan peluang-peluang yang diprioritaskan dan sekumpulan proyek-proyek
yang menjanjikan dipilih. Sumber daya dialokasikan dan dijadwalkan. Kegiatan-
kegiatan perencanaan ini berfokus pada portofolio dari peluang dari proyek-
proyek yang potensial dan kadang-kadang disesuaikan dengan manajemen
portofolio, perencanaan produk keseluruhan, perencanaan lini produk, atau
manajemen produk. Segera setelah proyek dipilih dan sumber daya dialokasikan,
suatu pernyataan misi dikembangkan untuk tiap proyek. Formulasi dari suatu
rencana produk dan pengembangan dari pernyataan misi akan mendahului
proses pengembangan produk aktual.

Gambar 2.5 Proses Pengembangan Produk (Ulrich, Eppinger, 2001)

Untuk mengembangkan suatu rencana produk dan pernyataan misi proyek,


Karl T. Ulrich & Steven D. Eppinger mengusulkan lima tahapan proses berikut :

1. Mengidentifikasi peluang.
2. Mengevaluasi dan memprioritaskan proyek.
3. Mengalokasikan sumber daya dan rencana waktu.
4. Melengkapi perencanaan pendahuluan proyek.
5. Merefleksikan kembali hasil dan proses.
Langkah 1 : Mengidentifikasi Peluang-peluang
Rencana proses dimulai dengan mengidentifikasi peluang-peluang
pengembangan produk. Ide-ide untuk produk baru atau detail produk berasal
dari beberapa sumber, diantaranya:

11
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

a. Personal pemasaran dan penjualan.


b. Peneliti dan organisasi pengembangan teknologi.
c. Tim pengembang produk saat ini.
d. Manufaktur dan operasional organisasi.
e. Pelanggan sekarang atau potensial.
f. Pihak ketiga seperti pemasok, pencipta, dan rekan bisnis.
Selain beberapa peluang telah dikumpulkan secara pasif, pendekatan
proaktif juga dapat dilakukan, meliputi:

a. Mencatat kegagalan dan keluhan yang dialami pelanggan dengan


produk yang ada sekarang.
b. Mewawancarai pengguna utama, dengan memfokuskan pada proses
inovasi oleh pengguna-pengguna ini dan modifikasi-modifikasi yang
dilakukan oleh para pengguna terhadap produk yang ada.
c. Mempertimbangkan implikasi terhadap adanya kecenderungan dalam
gaya hidup, demografis, dan teknologi untuk kategori produk yang ada
dan peluang-peluang kategori produk baru.
d. Mengumpulkan usulan pelanggan secara sistematis.
e. Studi para pesaing dengan berdasarkan pada basis sekarang.
f. Status teknologi yang muncul dilihat kembali untuk memfasilitasi
perpindahan teknologi yang tepat dari penelitian ke arah pengembangan
produk.
Langkah 2 : Mengevaluasi dan Memprioritaskan Proyek-proyek
Langkah kedua dalam proses perencanaan produk adalah memilih proyek
yang paling menjanjikan untuk diikuti. Empat perspektif dasar yang berguna
dalam mengevaluasi dan memprioritaskan peluang-peluang bagi produk
baru dalam kategori produk yang ada adalah strategi bersaing, segmentasi pasar,
mengikuti perkembangan teknologi dan platform produk. Setelah itu, proses
mengevaluasi peluang produk baru didiskusikan, dan menyeimbangkan portfolio
proyek.
Langkah 3 : Mengevaluasi Sumber daya dan Merencanakan Penentuan Waktu
Perencanaan sumber daya agregat dapat dicari dengan menggunakan satu
metode lembar kerja yang berdasarkan pada perakitan permintaan sumber daya.
Kapasitas dan utilisasi sumber daya akan diketahui sehingga dapat diputuskan
perencanaan proyek yang mana yang paling penting untuk dilanjutkan.
Sedangkan penentuan waktu proyek mempertimbangkan faktor- faktor

12
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

antara lain, penentuan waktu pengenalan produk, kesiapan teknologi, kesiapan


pasar dan persaingan.
Langkah 4 : Menyelesaikan Perencanaan Proyek
Merupakan langkah lanjutan dimana output dari langkah ini adalah suatu
pernyataan Visi dan misi dari produk yang akan dikembangkan.
Langkah 5 : Merefleksikan Hasil dengan Proses
Pada langkah akhir dari perencanaan dan proses strategi, beberapa
pertanyaan diperlukan untuk memperkirakan kualitas proses dan hasil. Beberapa
pertanyaan berhubungan dengan rencana produk, kesiapan sumber daya dan
peluang pasar.

2.4.2 Tahap Pengembangan Produk


Pada fase pengembangan konsep, kebutuhan pasar target diidentifikasi,
alternative konsep-konsep produk dibangkitkan dan dievaluasi, dan satu
atau lebih konsep dipilih untuk pengembangan dan percobaan lebih jauh.
Konsep adalah uraian dari bentuk, fungsi, dan tampilan suatu produk dan biasanya
dibarengi dengan sekumpulan spesifikasi, analisis produk-produk pesaing
serta pertimbangan ekonomis proyek.
Menurut (Ulrich, Eppinger, 2001) metode 5 langkah adalah metode untuk
memecahkan sebuah masalah kompleks yang menjadi submasalah menjadi lebih
sederhana. Kemudian dikenalkan konsep penyelesaian untuk submasalah
menggunakan prosedur pencarian eksternal dan internal. Pohon klasifikasi dan
Tabel Kombinasi kemudian digunakan untuk menggali secara sistematis konsep
penyelesaian tersebut dan untuk mengintegrasikan penyelesaian submasalah ke
dalam sebuah penyelesaian total.

1. Mempelajari
Masalah
(Mengerti
masalah, Fokus
pada submasalah

Sub masalah

2. Pencari 3.Pencari
Ekstrnal Internal
(Penggunaan (Secara
Utama,Pakar,Pa Individu, Secra
ten,Lteratur, Kelompok)
13
Universitas Tanjungpura
Bencmarking)
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

4. menggali Secara
Sistematis
(Pohon Klasifikasi,
Konsep yang sudah konsep baru
Tabel Komponen)
ada

5. Merefleksikan
pada hasl dan
proses
( Menyusun Umpan
Balik)

Gambar 2.6 Lima langkah metode penyusunan konsep (Ulrich, Eppinger. 2001)

A. Spesifikasi produk
Kebutuhan pelanggan pada umumnya diekspresikan dalam
bahasa pelanggan.Untuk menyediakan tuntunan yang spesifik mengenai
bagaimana mendesain dan membuat sebuah produk, tim pengembangan
menetapkan serangkaian spesifikasi. Spesifikasi ini akan menjelaskan
detail-detail mengenai hal-hal yang harus dilakukan agar diperoleh
kesuksesan komersial. Spesifikasi ini juga harus dapat mencerminkan
kebutuhan pelanggan, membedakan produk dari produk-produk
pesaing, dan secara teknik maupun ekonomis dapat direalisasikan.
Proses menentukan spesifikasi target terdiri dari 4 langkah yaitu:

1. Menyiapkan daftar metrik, dengan menggunakan matriks kebutuhan-


matriks.
2. Mengumpulkan informasi mengenai produk pesaing.
3. Menetapkan nilai target ideal dan nilai target marginal yang dapat
diterima untuk setiap matriks.
4. Merefleksikan hasil dan proses.
Proses mengubah kebutuhan pelanggan menjadi sekelompok spesifikasi
dapat juga dilakukan dengan menggunakan metode Kansei
Engineering.
B. Pemilihan Konsep

14
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Pemilihan atau seleksi konsep merupakan proses menilai konsep


dengan pertimbangan kebutuhan pelanggan dan kriteria lainnya,
membandingkan kekuatan dan kelemahan konsep dan memilih satu
atau lebih konsep untuk penyelidikan atau pengembangan lebih lanjut. Ada
dua tahapan yang digunakan dalam pemilihan konsep yaitu tahapan
pertama disebut penyaringan konsep dan tahapan kedua disebut penilaian
konsep.
C. Pengujian Konsep
Pengujian konsep mengumpulkan respon langsung terhadap
deskripsi konsep produk dari pelanggan potensial di dalam target pasar.
Pengujian konsep berbeda dengan seleksi konsep dalam hal
pengumpulan data secara langsung dari pelanggan dan lebih sedikit
mengandalkan penilaian yang dibuat oleh tim pengembang. Beberapa
langkah untuk pengujian konsep produk, yaitu :
1. Mendefinisikan maksud pengujian konsep.
2. Memilih populasi survei.
3. Memilih format survei.
4. Mengkomunikasikan konsep.
5. Mengukur respons pelanggan.
6. Menginterpretasikan hasil.
7. Merefleksikan hasil dan proses.

2.4.3 Fase Perancangan Tingkatan Sistem


Fase perancangan tingkatan system mencakup definisi arsitektur produk dan
uraian produk menjadi subsistem-subsistem serta komponen-komponen.
Gambaran rakitan akhir untuk system produksi biasanya didefinisikan selama
fase ini. Output pada fase ini biasanya mencakup tata letak bentuk produk,
spesifikasi secara fungsional dari tiap subsistem produk,serta diagram
aliran proses pendahuluan untuk proses rakitan akhir. Metode untuk menetapkan
arsitektur produk terdiri dari empat tahap:
1. Membuat skema produk.
2. Mengelompokkan elemen-elemen yang terdapat pada skema.
3. Membuat rancangan geometris yang masih kasar.
4. Mengidentifikasikan interaksi fundamental dan insidental.

2.4.4 Fase Perancangan Detail

15
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Fase perancangan detail mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk,


material, dan toleransi-toleransi dari seluruh komponen unik pada produk dan
identifikasi seluruh komponen standar yang dibeli dari pemasok. Rencana proses
dinyatakan dan peralatan dirancang untuk tiap komponen yang dibuat
dalam system produksi. Output dari fase ini adalah pencatatan pengendalian
untuk produk: gambar pada file komputer tentang bentuk tiap komponen dan
peralatan produksinya, spesifikasi komponen-komponen yang dibeli, serta
rencana proses untuk pabrikasi dan perakitan produk.

2.4.5 Fase Pengujian dan Perbaikan


Fase pengujian dan perbaikan melibatkan konstruksi dan evaluasi dari
bermacam-macam versi produksi awal produk. Prototipe awal (alpha) biasanya
dibuat dengan menggunakan komponen-komponen dengan bentuk dan jenis
material pada produksi sesungguhnya, namun tidak memerlukan proses pabrikasi
dengan proses yang sama dengan yang dilakukan pada produksi sesungguhnya.
Prototipe (alpha) diuji untuk menentukan apakah produk akan bekerja sesuai
dengan yang direncanakan dan apakah produk memenuhi kebutuhan kepuasan
konsumen utama. Prototipe berikutnya (beta) biasanya dibuat dengan
komponen-komponen yang dibutuhkan pada produksi namun tidak dirakit
dengan menggunakan proses perakitan akhir seperti pada perakitan
sesungguhnya. Prototipe beta dievaluasi secara internal dan juga diuji oleh
konsumen dengan menggunakannya secara langsung. Sasaran dari prototipe
beta biasanya adalah untuk menjawab pertanyaan mengenai kinerja
dan keandalan dalam rangka mengidentifikasi kebutuhan perubahan-perubahan
secara teknik untuk produk akhir. Metode empat langkah untuk merencanakan
sebuah prototipe adalah :
1. Menetapkan tujuan dari prototipe.
2. Menetapkan tingkat perkiraan prototipe.
3. Menggariskan rencana percobaan.
4. Membuat jadwal untuk perolehan, pembuatan dan pengujian

2.4.6 Fase Peluncuran Produksi


Pada fase produksi awal, produk dibuat dengan menggunakan
system produksi yang sesungguhnya. Tujuan dari produksi awal ini adalah untuk

16
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

melatih tenaga kerja dalam memecahkan permasalahan yang mungkin


timbul pada proses produksi sesungguhnya. Produk-produk yang dihasilkan
selama produksi awal kadang-kadang disesuaikan dengan keinginan pelanggan
dan secara hati- hati dievaluasi untuk mengidentifikasi kekurangan-kekurangan
yang muncul.

2.5 Identifikasi Kebutuhan Pelanggan


Proses identifikasi kebutuhan pelanggan merupakan bagian integral dari
proses pengembangan produk, dan merupakan tahap yang mempunyai hubungan
paling erat dengan proses penurunan konsep, seleksi konsep, benchmark dengan
pesaing (competitive benchmarking), dan menetapkan spesifikasi produk. Posisi
identifikasi pelanggan di dalam aktifitas pengembangan diperlihatkan pada
gambar 6, di mana seluruh aktifitas ini secara kolektif disebut sebagai fase
pengembangan konsep.

Gambar 2.7 Aktifitas identifikasi kebutuhan pelanggan dalam hubungan dengan


aktivitas pengembangan konsep. (Ulrich, Eppinger. 2001)

Tujuan dari identifikasi kebutuhan pelanggan adalah :


Meyakinkan bahwa produk telah trfokus pada kebutuhan pelanggan.
Mengidentifikasikan kebutuhan pelanggan yang tersembunyi dan tidak
terucapkan (latent needs) seperti halnya kebutuhan yang eksplisit menjadi
suatu kebutuhan yang dapat dimengerti oleh tim pengembangan.
Menjadi basis untuk menyusun spesifikasi produk

17
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Memudahkan pembuatan arsip dari aktivitas identifikasi kebutuhan untuk


proses pengembangan produk.
Menjamin tidak ada kebutuhan penting pelanggan yang terlupakan
Menanamkan pemahaman bersama mengenai kebutuhan pelanggan diantar
anggota tim pelanggan.
Identifikasi kebutuhan pelanggan sendiri adalah sebuah proses yang
dibagi menjadi lima tahap (Ulrich, Eppinger, 2001). Lima tahap tersebut adalah :
1. Mengumpulkan data mentah dari pelanggan.
Metode yang sering kali digunakan dalam mengumpulkan data mentah
dari pelanggan adalah :
Wawancara
Satu atau lebih anggota tim pengembang berdiskusi mengenai
kebutuhan dengan seorang pelanggan. Wawancara biasanya dilakukan
pada lingkungan pelanggan dan berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam.
Kelompok Fokus
Moderator memfasilitasi suatu diskusi kelompok yang disebut
kelompok fokus, dapat dilakukan dengan para pengguna setia suatu
produk yang diteliti.
Observasi Produk pada Saat Digunakan
Mengamati pelanggan menggunakan produk atau melakukan
pekerjaan yang sesuai dengan tujuan produk tersebut diciptakan.
2. Menginterpretasikan data mentah menjadi kebutuhan pelanggan.
Tuntunan untuk menginterpretasikan kebutuhan pelanggan:
Ekspresikan kebutuhan sebagai Apa yang harus dilakukan produk,
bukan Bagaimana melakukannya.
Pelanggan sering mengekspresikan kesenangannya dengan
menguraikan konsep solusi, atau pendekatan untuk implementasi,
akan tetapi pernyataan kebutuhan haruslah diekspresikan secara
independen dari solusi teknologi tertentu .
Ekspresikan kebutuhan sama spesifiknya seperti data mentah.
Untuk menghindari kehilangan informasi, ekspresikan kebutuhan pada
tingkatan detail yang sama seperti data mentah.
Gunakan pernyataan positif, bukan negatif.
Perubahan ini tidak bersifat mutlak, dan bersifat fleksibel, jika
sebaiknya suatu pernyataan bersifat negative, maka tidaklah menjadi
masalah.
Ekspresikan kebutuhan sebagai atribut dari produk.

18
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Mengungkapkan kebutuhan sebagai pernyataan tentang produk


menjamin konsistensi dan mendukung proses perubahan menjadi
spesifikasi produk.
Hindari kata-kata harus dan mesti.

3. Mengorganisasikan kebutuhan menjadi beberapa hierarki, yang kebutuhan


primer, sekunder dan (jika diperlukan) tertier. Tahap-tahap prosedur untuk
mengelompokkan kebutuhan menjadi hierarki:
Catat setiap pernyataan kebutuhan pada kartu-kartu atau secarik kertas
yang terpisah.
Kurangi pernyataan kebutuhan yang sama atau tidak dibutuhkan lagi.
Kelompokkan kartu-kartu berdasarkan kesamaan kebutuhan yang
diekspresikan.
Untuk setiap grup berikan nama/ label.
Pertimbangkan untuk mengelompokkan grup yang dihasilkan menjadi
super grup yang terdiri dari 2 sampai 5 grup.
Periksa dan edit kembali pernyataan kebutuhan yang telah disusun
4. Menetapkan derajat kepentingan relative setiap kebutuhan.
Daftar hierarki saja tidak memberikan informasi mengenai tingkat
kepentingan relatif yang dirasakan pelanggan terhadap kebutuhan yang
berbeda-beda. Pada langkah ini kita menetapkan tingkat kepentingan
relatif kebutuhan yang yang dihasilkan pada langkah sebelumnya.
Terdapat dua pendekatan dasar untuk menetapkan bobot kepentingan
setiap kebutuhan:
Bersandar pada kesepakatan anggota tim berdasarkan pengalaman
mereka selama ini dengan pelanggan.
Berdasarkan nilai kepentingan yang diperoleh dari survei lanjutan
terhadap pelanggan.
Perbedaan dalam kedua pendekatan ini adalah dalam hal biaya dan
kecepatan dengan akurasi. Bobot kepentingan setiap kebutuhan dapat
diungkapkan dengan beberapa cara, yaitu nilai rata-rata, standar deviasi,
atau jumlah respons untuk setiap kategori kepentingan.
5. Menganalisa hasil dan proses.
Pada langkah terakhir ini kita harus menggambarkan kembali hasil dan
proses, yang walaupun terstruktur tetapi tetap harus diuji kembali
kekonsistenannya dan intuisi yang telah dikembangkan melalui interaksi
yang cukup lama dengan pelanggan.

19
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

2.6 Spesifikasi Produk


Spesifikasi produk adalah penggambaran detail produk secara tepat dan
terukur mengenai apa yang harus dilakukan produk. Proses pembuatan spesifikasi
produk menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) adalah :
Menyiapkan daftar metrik
Metrik yang baik adalah metrik yang dapat menggambarkan kebutuhan
pelanggan secara langsung nilai suatu produk yang memuaskan kebutuhan
pelanggan. Proses ini dimulai dari saat menidentifikasikan kebutuhan
pelanggan. Tahap awal ini yang perlu dilakukan adalah mencari hubungan
antara matrik kebutuhan yang teridentifikasi sebagai inti dari spesifikasi
produk. Pada daftar metrik kebutuhan dapat dilihat bahwa kebutuhan mana
saja yang berhubungan dengan kebutuhan yang ada.
Mengumpulkan informasi pesaing
Mengumpulkan informasi pesaing, salah satu hal yang cukup penting,
Karena dengan adanya data mengenai produk pesaing, maka tim dapat
membandingkan dan menentukan posisi produknya dibandingkan dengan
produk yang sudah ada.
Menetapkan nilai target ideal dan marginal
Nilai target ideal adalah hasil terbaik yang diharapkan dalam suatu produk,
nilai marginal adalah nilai metrik yang membuat produk dapat diterima
secara komersial. Kedua ini dapat dibuat dengan bantuan info data-data
pesaing.

2.7 Penyusunan Konsep


Konsep produk adalah perkiraan gambaran teknologi yang akan digunakan
dalam suatu produk, prinsip kerja, dan bentuk dari produk. Penyusunan konsep
yang kurang baik disebabkan beberapa hal seperti :
Hanya mempertimbangkan satu sampai dengan dua alternatif, biasanya
dilakukan oleh anggota tim yang terlalu agresif dan percaya diri dalam
suatu tim.
Kegagalan mempertimbangkan bahwa suatu konsep telah dipakai oleh
perusahaan lain, baik yang tidak maupun yang sedang dikembangkan.
Hanya melibatkan satu atau dua orang saja dalam proses, menyebabkan
kurangnya kepercayaan dan tanggung jawab dari anggota lainnya.

20
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Integrasi yang tidak efektif untuk menemukan solusi parsial yang


menjanjikan.
Kesalahan memeprtimbangkan seluruh kategori penyelesaian.
Cara penyusunan konsep yang digunakan adalah dengan tabel kombinasi
konsep. Tabel kombinasi konsep menyediakan cara untuk mempertimbangkan
kombinasi-kombinasi solusi secara sistematis dari berbagai segi. Dalam penelitian
selain menggunakan tabel konsep ada beberapa cara lain seperti meminta saran
ahli, dan menggunakan tim kreatif. Dalam konsep produk biasanya konsep-
konsep yang ada digambarkan secara kasar dengan sketsa.

2.8 Seleksi Konsep


Seleksi konsep, adalah suatu proses pemilihan dari pada konsep-konsep
yang ada dengan membandingkan kelebihan dan kekurangan dari masing masing
konsep yang dibuat. Seleksi konsep awal biasanya menggunakan seleksi konsep
pugh, yaitu penyeleksian dengan menggunakan kelompok fokus, kelompok fokus
disini terdiri dari sekelompok orang yang mengerti atau pengguna setia akan suatu
produk tersebut. Seleksi konsep dengan menggunakan metode pugh dilakukan
sehingga mendapatkan hasil 2 konsep produk terbaik. Kemudian penyeleksian
dilanjutkan dengan menggunakan cara memberikan bobot pada masing-masing
konsep, yang dilakukan dengan kelompok orang yang sama dengan penyeleksian
pertama.

2.9 Pengertian AutoCAD


AutoCAD merupakan salah satu produk Computer Aided Design (CAD)
yang paling banyak digunakan. CAD adalah alat bantu merancang menggunakan
komputer dengan tujuan untuk menghasilkan output rancangan yang memiliki
tingkat akurasi tinggi dan dirancang dalam waktu singkat.
Keunggulan CAD dibandingkan penggambaran secara manual adalah :
Meningkatkan waktu rancang produk yang sangat signifikan.
Hasil output yang presisi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

21
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Mudah dilakukan perbaikan apabila ditemukan kesalahan karena data


gambar masih disimpan di dalam komputer.
Karakteristik para drafter dapat ditekan seminim mungkin.
Dapat menggunakan data gambar terdahulu yang memiliki
karakteristik yang hampir sama.
Mampu mengerjakan suatu rancangan secara bersama-sama walaupun
terpisah jarak secara fisik.
Tips pertama anda harus menguasai program office, ataupun windows. Bila
tidak maka anda akan kesulitan dan tidak akan bisa mengikuti pelajaran
AutoCAD. Banyak sekali saya temui kasus dimana orang yang mengikuti kelas
CAD akhirnya harus berhenti karena tidak menguasai mouse, cara mengklik
kanan ato kiri dan tidak bisa membedakan apa itu menu, toolbar dalam
program berbasis windows. Terus cara menyimpan, membuka dan mencari tempat
penyimpanan file juga belum bisa.Maka sangat penting bagi anda untuk mahir
dalam mengoperasikan keahlian dasar dalam pengoperasian komputer, dan ini
biasanya di bahas dalam program kelas Windows office. Jadi persiapkan diri anda
semaksimal mungkin untuk menguasai cara pengoperasian windows tingkat
dasar sebelum anda mempelajari AutoCAD.

2.9.1 Mengenal Interface AutoCAD

22
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.8 Aplikasi AutoCAD

Tunggu sampai proses selesai, setelah selesai maka yang kita hadapin
sekarang dinamakan interface. Beberapa bagian dari interface yang penting untuk
diketahui dan dikuasai oleh pemula adalah seperti gambar di bawah ini :

Gambar 2.9 Bagian dari Interface

Sedangkan yang digunakan sebagai tempat untuk menggambar adalah layar


warna hitam yang disebut model, dan model ini bisa kita ganti ke layout diatas
(command script) yang digunakan untuk mengeplot gambar (mencetak gambar).

23
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Yang menjadi jadi contoh CAD 2006, jika menggunakan autocad 2007 keatas
ganti interfacenya ke clasiccal CAD

2.9.2 Mengenal Toolbar Yang Sering Digunakan


toolbar yang sering digunakan untuk menggambar object 2D. Toolbar yang
sering digunakan adalah sebagai berikut:

Seperti program lainnya yang berbasis windows. Toolbar standar digunakan untuk
membuat layar kerja baru, membuka, menyimpan file, etc. nah di autoCAD
toolbar di atas mulai gambar tangan (PAN) digunakan menggeser objek ato kalo
pake mouse tekan tombol scrool bar. Toolbar selanjutnya adalah untuk zoom
gambar ato bisa juga di wakili oleh scrool bar, ke atas memperbesar gambar dan
kebawah mengecilkan gambar.

Toolbar untuk menggambar objek mulai dari garis dst, terletak sebelah kanan
layar anda.

Toolbar untuk memodifikasi objek mulai dari menghapus object terletak sebelah
kiri layar anda.

Toolbar untuk memodifikasi properties objek seperti warna, bentuk garis dan
ketebalan garis objek terletak sebelah atas layar anda.

2.9.3 Menampilkan Dan Menyembunyikan Toolbar Yang Dibutuhkan

24
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Bila anda menguasai program windows office dengan baik maka untuk
menampilkan dan menyembunyikan toolbar yang kita butuhkan bukanlah
persolan yang sulit, karena caranya persis sama yaitu:
Klik kanan di salah satu toolbar, maka akan muncul list toolbar seperti di bawah
ini:

Gambar 2.10 List Toolbar

Perhatikan list toolbar yang ada tanda centangnya berarti toolbar tersebut
ditampilkan dilayar, begitu juga sebaliknya.

2.9.4 Membatasi Layar Autocad Dan Menentukan Satuan


Model (layar kerja) dalam autocad terdiri dari koordinat absolut yang sangat
luas. Bila tidak kita batasi maka gambar yang kita hasilkan bisa tidak tampak

25
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

disebagian layar, dan ini dalam banyak kasus membingungkan para pemula dalam
belajar autoCAD.
Untuk mendapatkan gambar kerja yang maksimal maka kita perlu
membatasi layar kerja autoCAD, sebaiknya sebesar kertas yang akan kita gunakan
untuk mencetak gambar.
cara membatasi layar kerja, misalnya ukuran 1000,1000:
Ketik : limits enter masukan koordinat batas bawah layar: 0,0 enter masukan
koordinat batas atas layar: 1000,1000 enter ketik: Z enter ketik: A enter yang
perlu diketahui ketahui : Angka yang dimasukan dalam autoCAD dengan
menggunakan tanda koma akan dibaca sebagai koordinat sedangkan
menggunakan tanda titik akan dibaca sebagai angka berkoma.
Contoh:
10,15 berarti berada pada titik koordinat x=10 dan koordinat y= 15 10.5 berarti
akan dibaca sebagai angka 10 koma 5.
Satuan (units). Satuan standar dalam autoCAD adalah INCHI, sedangkan
untuk menentukan satuan yang digunakan bisa dengan perintah sebagai berikut :
ketik: UN enter maka tampil jendela berikut dan silakan di atur jenis
satuan yang akan di atur.

Gambar 2.11 Menampilkan cara mengatur ukuran

2.9.5 Koordinat Absolute Vs Koordinat Relatif Di Autocad

26
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.12 Koordinat Absolute Vs Koordinat Relatif Di Autocad

Perhatikan interface autoCAD di atas, di sebelah kiri bawah layar terdapat


sumbu X dan Y. Artinya bahwa lembar kerja AutoCAD terdiri dari koordinat
kartesius absolute (sebenarnya). Bagi pemula dalam belajar AutoCAD,
diharapkan benarbenar memahami sistem koordinat yang berlaku di autoCAD
karena akan sangat menentukan penguasaan anda dalam menggambar di autoCAD
ke depannya. Perhatikan gambar koordinat di bawah ini:

Gambar 2.13 Sistem Koordinat

27
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Sistem koordinat ini berlaku dalam autoCAD, dan penting diingat


bahwa saat membuat gambar di autocad berarti sedang bekerja di sistem
koordinat, jadi setiap object yang dibuat sebenarnya berada di koordinat tertentu.
Dalam autoCAD untuk memasukkan nilai koordinatnya harus hapal letak atau
arah objec yang akan dibuat sesuai dengan tata letak koordinat kartesius di atas.
Dalam autocad R.2005 keatas koordinat yang berlaku di layar kerja
AutoCAD adalah koordinat relatif. Arti koordinat relatif adalah koordinat yang
mengangap tempat kita mengklik pertama kali di layar AutoCAD untuk membuat
objek adalah titik 0,0. Koordinat relatif ini sangat membantu dalam pembuatan
objec di autoCAD.
Untuk menonaktifkan koordinat relatif pada autoCAD 2005 keatas cukup

dengan menonaktifkan panel , tapi pada saat akan membuat objec yang
menggunakan sistem koordinat relatif, harus mengetikan tanda @ sebelum
memasukkan koordinatnya. Tanda @ harus selalu anda pakai bila membuat object
dalam autoCAD 2004 ke bawah. Selamat belajar AutoCAD.

2.9.6 Alat Bantu Gambar Di Autocad


Dalam menggambar di autoCAD ada beberapa alat bantu yang perlu
diketahui dan kuasai. Alat bantu ini biasa saya sebut panel letaknya ada di bawah
layar kerja autoCAD. berikut ini adalah bentuknya:

Semua alat bantu ini penting kita ketahui fungsi dan kegunaannya biar
dalam menggambar di autoCAD jadi mudah. Pertama perhatikan panel yang
menjorok ke dalam, ini artinya Panel Autocad sedang "AKTIF/ON". Bila sedang
tidak aktif panel AutoCAD kelihatan datar.
Setiap panel autocad ini bisa kita atur, caranya:
Klik Kanan pada panel yang akan diatur> klik setting.
maka akan muncul sebuah jendela tempat kita mengatur panel tersebut. sedangkan
fungsi dan kegunaan panel autoCAD ini adalah sebagai berikut:
1. SNAP : Bila panel ini aktif maka Pointer mouse akan meloncatloncat
dalam bidang kerja autoCAD.

28
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

2. GRID : Bila panel ini aktif maka bidang kerja autocad akan menjadi kertas
millimeter blok.
3. ORTHO : Bila panel ini aktif maka hanya bisa membuat garis lurus
vertikal dan horizontal dalam bidang kerja autoCAD.
4. POLAR : Bila panel ini aktif maka bisa membantu dalam membuat garis
dengan besar sudut tertentu dalam bidang kerja autoCAD.
5. OSNAP : Bila panel ini aktif maka akan memudahkan mencari titik
tangkap sebuah objec yang akan digambarkan dalam bidang kerja
autoCAD. Disarankan untuk selalu mengaktifkan semua objec osnap bila
menggambar dalam bidang kerja autoCAD. Cara mengaktifkan semua
objec osnap: Klik Kanan Panel Osnap> Klik Setting>Klik Sellect All>Ok

Gambar 2.14 Dafting Settings

6. OTRACK : Bila panel ini aktif maka anda akan mudah menemukan titik
pusat sebuah object dalam bidang kerja autoCAD karena ada garis bantu
putusputus yang dihasilkan oleh panel otrack ini.
7. DYN : Bila panel ini aktif maka tidak perlu mengetikkan tanda @
dalam mengetikkan koordinat dalam bidang kerja autoCAD.
8. LWT : Bila panel ini aktif maka ketebalan garis yang dipilih melalui
toolbar properties akan dimunculkan dalam bidang kerja autoCAD.
9. MODEL : Bila panel ini anda klik maka anda berada pada kertas (Paper)
layout bidang kerja autocad.

2.9.7 Mengganti Warna Backround Layar Kerja AutoCAD

29
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Dalam bekerja dengan Autocad dihadapkan pada warna backround layar


kerja AutoCAD standar yang hitam, bila anda merasa terganggu dan
menginginkan untuk mengganti backround layar kerja AutoCAD , dengan warna
yang lain, bisa mengikuti langkah langkah sebagai berikut:

1. Klik Menu Tools


2. Klik Option

3. Klik Tab Display

4. Klik tombol Color maka akan muncul float jendela


beriku

Gambar 2.15 Calor Options

30
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

5. Klik Color list Klik warna yang diinginkan


6. Klik Apply&Close
7. Klik Ok

2.9.8 Mengatur Ucs Icon Autocad Agar Tetap Ditempatnya

Gambar 2.16 UCS ICON

UCS ICON di AutoCAD adalah sumbu koordinat kartesius yang terletak di


kiri bawah layar AutoCAD . Jika bekerja dalam layar kerja autocad maka
pada saat anda mengzoom (membesar/mengecilkan) gambar maka UCSICON ini
akan ikut bergerak mengikuti arah zoom. Hal ini kadang terasa mengganggu saat
kita sedang bekerja. Adapun cara untuk mengatur UCSICON ini agar tetap di
tempatnya, ikuti langkah sebagai berikut:
Ketik : UCSICON Enter

Muncul hidden menu seperti gambarberikut:


Klik Noorigin maka UCSICON akan tetap di tempatnya walaupun mengzoom
gambar atau memindah gambar di layar AutoCAD.

2.9.9 Mengzoom Gambar Di AutoCAD


Dalam bekerja dengan AutoCAD mau tidak mau akan membutuhkan yang
namanya mengzoom (membesar/mengecilkan) gambar, nah tutorial kali ini akan
membahas tentang cara mengzoom gambar. Ada beberapa teknik mengzoom
gambar yang sering digunakan, diharapkan akan mudah memahaminya.
Perhatikan toolbar yang akan digunakan untuk mengzoom gambar di atas layar
kerja autoacad, cara menggunakan:

31
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Pertama :Klik toolbar zoom realtime Klik di layar kerja autoCAD jangan
dilepas kliknya Geser mouse:
Kearah Atas meperbesar objec gambar
Kearah Bawah mengecilkan objec gambar
Kedua : Bila ingin membesarkan bagian tertentu saja dari objec gambar, maka
juga bisa menggunakan cara zoom di bawah ini :

Klik toolbar Zoom Windows Buat jendela di bagian gambar yang akan
besarkan. cara membuat jendela lihat cara zoom windows sudut kiri bawah
gambar segi emapat di bawah ini.

Gambar 2.17 Cara Memperbesar Gambar

Hasil nya akan seperti ini:

Gambar 2.18 Hasil Memperbesar Gambar

32
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Untuk mengembalikan kekeadaan semula, sebelum gambar di zoom,

Klik toolbar zoom previous . Teknik ini bisa diganti dengan TOMBOL
SCROOL MOUSE, ini lebih praktis dari pada cara di atas. Dengan teknik ini bisa
mengzoom bagian tertentu dari gambar tinggal mengarahkan pointer mouse
kegambar yang akan dizoom dan silahkan gerakkan scrool maouse keatas
(memperbesar) atau kebawah (mengecilkan).Sedangkan untuk mengzoom seluruh
gambar ataupun menampilkan seluruh gambar dilayar kerja AutoCAD bisa
menggunakan teknik sebagai berikut:
Ketik: Z Enter
Ketik: A Enter
Teknik ini dinamakan zoom all (mengzoom seluruh gambar yang dibuat di
AutoCAD ini sangat penting untuk ingat sebagi pemula karena bila lupa
membatasi layar kerja maka waktu menggambar, gambar akan terlihat sebagian di
layar autoCAD maka silakan gunakan teknik zoom all ini .

2.9.10 Menyeleksi Objec Dalam AutoCAD


Menyeleksi gambar dalam autoCAD sama juga dengan memblok gambar.
Kegunaan dalam meyeleksi gambar tentu saja untuk mengadakan modifikasi
terhadp objec yang bersangkutan. Ada 3 teknik menyeleksi gambar yang bisa
terapkan dalam layar kerja autoCAD, diharap akan menguasai ketiga teknik
seleksi ini yang akan dibahas dalam autoCAD tutorial kali ini. Ketiga teknik ini
penting sekali dikuasai karena akan sangat membantu pekerjaan dalam membuat
objec atau gambar nantinya teknik seleksi berikut ini:
Pertama: Klik Berarti harus mengarahkan pointer mouse ke salah satu
objec yang akan diseleksi kemudian klik. Teknik ini efektif untuk memilih
hanya satu objec saja. Bila objec yang akan diseleksi banyak maka teknik
ini tidak efektif lagi.
Kedua: Windows Berarti harus membuat semacam jendela pada objec
yang akan diseleksi. Caranya sama dengan mengzoom windows objec
yaitu klik di sebelah kiri atas objec tarik menyilang kearah bawah
kanan objec kemudian di klik syaratnya semua objec yang akan

33
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

dipilih harus masuk dalam ruangan windows yang dibuat, bila tidak tentu
saja tidak akan ikut tereseleksi.
Ketiga: Crossing Berarti menyeleksi gambar dari arah kanan objec.
Dengan teknik ini objec yang terkena garis crossing walaupun sedikit
tetap akan terseleksi. Garis crossing yang terbentuk adalah garis putus
putus.

2.9.11 Membuat Objec Garis Dalam AutoCAD


Dalam AutoCAD tutorial kali ini akan memulai membuat objec gambar
dalam layar kerja autoCAD. Setelah beberapa tips dibahas lingkungan kerja di
autoCAD. Dengan membuat objec garis pasti mengetahui definisi dari garis. Yaitu
menghubungkan dua buah titik maka terbentuklah garis. Definisi ini berlaku
dalam pembuatan garis di autoCAD. Garis sendiri ada 2 macam yaitu garis lurus
dan garis bersudut. Garis dapat kita buat dengan perintah sebagai berikut:

Ketik: L Enter atau klik toolbar line

Klik di layar autoCAD (sebagai titik awal)


Klik lagi di tempat lain, dst.
Enter (untuk mengakhiri garis)
Pembuatan garis dalam autoCAD tidak akan putus bila tidak akhiri atau
eksekusi. Tekan tombol Enter atau Space di keyboard untuk mengakhiri atau
eksekusi garis. Garis yang dibuat dengan cara di atas adalah garis bebas atau tanpa
ukuran. Praktekkan membuat garis bebas seperti gambar dibawah ini:

Gambar 2.19 Objec Garis Dalam AutoCAD

34
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Sedangkan untuk membuat garis yang ada ukurannya bisa memakai sistem
koordinat relatif atau bisa juga mengikuti membuat kotak menggunakan garis
dengan cara sebagai berikut:

Gambar 2.20 Garis Sistem Koordinat

Contoh : Kotak 300 x 300

Pastikan Panel ortho On

Ketik: L Enter atau klik toolbar line


Klik di layar autocad (sebagai titik awal) Tarik mouse kearah kanan ketik: 300
Enter Tarik mouse kearah atas ketik: 300 Enter Tarik mouse kearah kiri ketik:
300 Enter.

ketik: C Enter
Untuk Perintah C Enter adalah perintah menutup objec. Bila garis pembuatan
kotak pernah tereksekusi maka perintah C Enter tidak berlaku.
Garis Bersudut
Untuk membuat garis bersudut ikuti langkahlangkah berikut:
Klik Kanan Panel Polar Klik Setting (untuk mengatur besar sudut garis yang
akan kita buat. contoh: Sudut 30 derajat) ganti angka 90 dengan 30 Klik Ok

35
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.21 Mengatur Besar Sudut Garis

Contoh Floating Windows Setting Polar 30 derajat


Ketik: L Enter atau klik toolbar line
Klik di layar autocad (sebagai titik awal) arahkan mouse kearah garis yang akan
dibuat (karena sudah di setting sudutnya 30, maka setiap kelipatan 30 garis
panduan akan berhenti dan memberikan tanda x sebagai titik presisinya) masukan
ukuran garis Enter (untuk mengakhiri garis)

Gambar 2.22 Floating Windows Setting Polar 30 derajat

Contoh menarik mouse sudut 30 derajat atau bisa juga dengan cara sebagai
berikut:
Contoh anda akan membuat garis ukuran 250 dengan sudut 30 derajat.
Ketik: L Enter atau klik toolbar line Klik di layar autoCAD (sebagai titik awal)
Ketik: 250 lebih kecil dari (<)30 Enter Enter (untuk mengakhiri garis).
Note: Perhitungan Sudut dalam layar kerja autoCAD adalah berlawanan dengan
arah jarum jam artinya titik nol derajat berada di sebalah kanan anda.

36
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

2.9.12 Memotong (Menghapus) Garis Berpotongan (Trim) Di AutoCAD


Dalam Autocad tutorial kali ini kita akan membahas modifikasi pertama
yaitu memotong garis yang berpotongan (TRIM). Perintah Trim ini hanya berlaku
bagi garis yang berpotongan, bila garis sudah tidak berpotongan maka silakan
anda hapus secara manual bila anda akan menghilangkannya.
Kenapa dijelaskan seperti ini?. Karena seringkali dalam kelas AutoCAD,
selalu muncul persepsi bahwa trim digunakan untuk menghapus objec, padahal
tidak demikian adanya. Dan selalu tekankan untuk selalu mengingat perintah dan
sering mengulang bagi para pemula yang belajar autoCAD. Karena kedepannya
perintah akan semakin banyak dan bila lupa maka akan sangat menggangu
perjalanan dalam menguasai autoCAD ini. Nah untuk perintah Trim ini ada 2
jenis perintah yang bisa dilakukan. Untuk itu silakan ikuti pembahasannya sebagai
berikut:

Gambar 2.23 Garis yang Berpotongan

Buatlah garis lurus yang saling berpotongan dilayar kerja autoCAD seperti
gambar di diatas.
Note: Untuk mengulang perintah yang sama dalam autoCAD cukup dengan
menekan tombol enter / Space
Cara Pertama : Perintah trim yang digunakan untuk menghapus bagian
garis yang berpotongan dengan menggunakan garis pembatas. Garis
pembatas ini berfungsi sebagai batas pemotongan garis yang akan di
hapus, caranya sebagai berikut:

37
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Ketik: Tr Enter atau Klik Toolbar Trim Klik pada garis yang akan
digunakan sebagai pembatas perpotongan seperti gambar di bawah ini:

Gambar 2.24 Menghapus Garis yang Berpotongan


Enter Klik pada garis yang akan di hapus seperti gambar di bawah garis
yang di hapus sebelah kanan garis pembatas.

Gambar 2.25 Bagian Garis yang Berpotongan Tanpa Garis Pembatas

Cara Kedua:
Perintah trim yang digunakan untuk menghapus bagian garis yang
berpotongan tanpa garis pembatas, caranya sebagai berikut:

Ketik: Tr Enter 2x atau Klik Toolbar Trim Enter


Klik pada garis yang akan di hapus seperti gambar di bawah garis yang di
hapus sebelah kiri.

38
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.26 Garis yang Dihapus Sebelah Kiri

2.10 Tutorial 3D
Pada kesempatan kali ini mencoba untuk membahas bagaimana langkah-
langkah untuk membuat gambar baut 3D di AutoCad. Pada prinsipnya langkah-
langkah maupun fungsi tools yang digunakan untuk menggambar di AutoCad
2008 ini dapat pula diterapkan untuk versi yang lainnya. Semua itu tergantung
bagaimana memahami fungsi tools tersebut dan memainkan imajinasi untuk
membuat sebuah gambar. Untuk awal, siapkan layar kerja gambar terlebih dahulu
dengan ukuran kertas bebas, lalu ubahlah tampilan layar kerja gambar menjadi
pandangan SW Isometrik agar mudah dalam pengerjaan pembuatan gambar
khususnya gambar 3D.

Gambar 2.27 Merubah Tampilan SW Isometrik

39
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Setelah langkah diatas dilakukan maka tampilan UCS akan berubah, seperti
terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 2.28 Tanda UCS SW Isometrik

Untuk memulai menggambar baut 3D langkah - langkahnya adalah sebagai


berikut :
1. Buat lingkaran dengan diameter misal 20 mm, caranya :
Command: circle
Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan radius)]: Klik
pada sembarang tempat ( enter )
Specify radius of circle or [Diameter] <20.0000>: 20 ( enter )
2. Buat 2 buah polygon segi enam yang saling terhubung, caranya :
Command: polygon ( enter )
Enter number of sides <6>: 6 ( enter )
Specify center of polygon or [Edge]: klik di titik pusat lingkaran
(enter)
Enter an option [Inscribed in circle/Circumscribed about circle] <I>: I
(enter)
Specify radius of circle: 20 ( enter )
Command: polygon ( enter )
Enter number of sides <6>: 6 ( enter )
Specify center of polygon or [Edge]: klik di titik pusat lingkaran
(enter )
Enter an option [Inscribed in circle/Circumscribed about circle] <I>: I
(enter)
Specify radius of circle: klik pada garis tengah polygon yang pertama
( enter )
Command: _circle

40
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan radius)]: klik
pada titik pusat lingkaran pertama ( enter )
Specify radius of circle or [Diameter] <20.0000>: klik pada garis
tengah polygon kedua ( enter )
Setelah langkah tersebut di lalui maka terlihat seperti gambar di bawah ini :

Gambar 2.29 Kepala baut

3. Lakukan extrude pada kedua gambar polygon tersebut dan lingkaran yang
di dalam, sedangkan lingkaran yang terluar di hapus.
Command: extrude ( enter )
Current wire frame density: ISOLINES=4
Select objects to extrude:1 found (klik pada gambar polygon pertama )
Select objects to extrude: 1 found, 2 total (klik pada gambar polygon
kedua).
Select objects to extrude: 1 found, 3 total (klik pada gambar
lingkaran).
Select objects to extrude: (enter).
Specify height of extrusion or [Direction/Path/Taper angle]
<10.0000>: 15 (enter).
maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini :

41
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.30 Extrude

4. Lakukan fillet pada gambar polygon pertama !


Command: fillet
Current settings: Mode = TRIM, Radius = 4.0000
Select first object or [Undo/Polyline/Radius/Trim/Multiple]: R (enter )
Specify fillet radius <4.0000>: 4 ( enter )
Select first object or [Undo/Polyline/Radius/Trim/Multiple]: klik garis
bagian atas polygon ( enter )
Enter fillet radius <4.0000>: ( enter )
Select an edge or [Chain/Radius]:
Select an edge or [Chain/Radius]:
Select an edge or [Chain/Radius]:
Select an edge or [Chain/Radius]:
Select an edge or [Chain/Radius]:
Select an edge or [Chain/Radius]:
Select an edge or [Chain/Radius]: klik semua garis polygon bagian
atas ( enter )
6 edge(s) selected for fillet.
maka gambar akan terlihat seperti ini :

Gambar 2.31 fillet Pada Gambar Polygon

5. Gunakan fungsi intersect pada kedua gambar polygon tersebut


Command: intersect
Select objects: 1 found ( klik pada polygon pertama ) ( enter )
Select objects: 1 found, 2 total ( klik pada polygon kedua ) ( enter )
Select objects: ( enter )
maka gambar akan terlihat seperti ini :

42
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.32 Intersect

Gambar 2.33 Fillet


Sampai langkah ini jika kita lakukan dengan benar maka gambar kepala
baut sudah dapat dibuat, untuk selanjutnya akan membuat batang bautnya.
Adapun langkah - langkahnya sebagai berikut :
Command: circle ( enter )
Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan radius)]: klik
pusat lingkaran (enter)
Specify radius of circle or [Diameter] <10.0000>: 10 (enter)
Command: extrude
Current wire frame density: ISOLINES=4
Select objects to extrude: 1 found ( klik lingkaran yang baru di buat)
(enter)
Select objects to extrude: (enter)
Specify height of extrusion or [Direction/Path/Taper angle] <-
20.0000>: -20 (enter)

43
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.34 circle

Gambar 2.35 Extrude


Sampai langkah ini kita sudah berhasil menyelesaikan 70% dari gambar
baut seutuhnya. Untuk melengkapinya kita tambahkan batang baut lagi yang
nantinya akan kita jadikan sebagai tempat ulir.
Command: circle
Specify center point for circle or [3P/2P/Ttr (tan tan radius)]: klik titik
pusat lingkaran (enter)
Specify radius of circle or [Diameter] <8.0000>: 8 ( enter )
Command: extrude
Current wire frame density: ISOLINES=4
Select objects to extrude: 1 found ( klik lingkaran yang baru kita buat
tadi ) (enter)
Select objects to extrude: ( enter )
Specify height of extrusion or [Direction/Path/Taper angle] <-
30.0000>: -40 ( enter )

44
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.36 Baut yang Sudah Utuh

Gambar 2.37 Baut yang Sudah di Extrude


Command: _Helix
Number of turns = 3.0000 Twist=CCW
Specify center point of base: klik titik tengah lingkaran yang paling
bawah (enter)
Specify base radius or [Diameter] <10.0000>:10 (enter )
Specify top radius or [Diameter] <10.0000>: 10 (enter )
Specify helix height or [Axis endpoint/Turns/turn Height/tWist]
<40.0000>: T (enter)
Enter number of turns <3.0000>: 10 (enter)
Specify helix height or [Axis endpoint/Turns/turn Height/tWist]
<40.0000>: 40 (enter)

45
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.38 Batang Baut yang Sudah ada tempat Ulir

Command: Polygon
Enter number of sides <3>: 3 ( enter )
Specify center of polygon or [Edge]: klik pada titik ujung bawah
Helix (enter)
Enter an option [Inscribed in circle/Circumscribed about circle] <C>:
C (enter)
Specify radius of circle: 1 ( enter )
6. Kemudian pindahkan polygon 3 sisi tersebut agar lebih ke dalam
Command: move
Select objects: 1 found ( klik polygon tersebut ) ( enter )
Select objects: (enter)
Specify base point or [Displacement] <Displacement>: klik pada
ujung sudut polygon yang terluar ( enter )
Specify second point or <use first point as displacement>: hubungkan
titik tersebut ke titik ujung bawah dari Helix (enter )
Command: sweep
Current wire frame density: ISOLINES=4
Select objects to sweep: 1 found (enter )
Select objects to sweep: (enter)
Select sweep path or [Alignment/Base point/Scale/Twist]: klik pada
helix (enter)

46
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Gambar 2.39 Baut Tampak Dari Depan

Gambar 2.40 Baut Tampak dari Samping

2.11 Membuat Per 3D Dengan Autocad


Membuat per 3D buat drafter pemula bukan perkara gampang, apalagi
dengan Autocad versi yang tidak /belum dilengkapi pasilitas pembuat per,
pekerjaan ini termasuk sangat sulit karena mungkin tidak tahu trik.
Inilah cara pembuatannya
1. Pertama anda membuat sebuah lingkaran dengan diameter 10, dengan
kordinat pada 0,0.
2. Membuat garis dari sebelah kiri lingkaran mengarah ke sebelah kanan
lingkaran, kemudian di potong lingkaran tersebut dengan fungsi trim, garis
horizontalnya supaya di hapus.
3. Buat sebuah lingkaran kecil dengan diameter 1, taruh di sebelah kiri.
4. Lingkaran tersebut di rotate3d
Lihat urutan pekerjaannya berikut ini:
Command: rotate3d
Current positive angle: ANGDIR=counterclockwise ANGBASE=0
Select objects: 1 found (pilih lingkaran kecil)

47
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Select objects: ( di klik enter)


Specify first point on axis or define axis by [Object/ Last/ View/
Xaxis/ Yaxis/Zaxis/2points]: x (pilih x sebagai sumbu).
Specify a point on the X axis <0,0,0>: _endp of (pilih ujung lingkaran
besar sebelah kiri).
Specify rotation angle or [Reference]: r (ketik r)
Specify the reference angle <0>: 0 (ketik 0)
Specify the new angle: 90 (ketik 90)
5. Lakukan extrude terhadap lingkaran kecil tersebut dengan menggunakan
path lingkaran gede.
Command: ext
EXTRUDE
Current wire frame density: ISOLINES=4
Select objects: 1 found (pilih lingkaran kecil)
Select objects: (tekan enter)
Specify height of extrusion or [Path]: p (ketik P)
Select extrusion path or [Taper angle]: (tekan enter)
6. Lakukan fungsi mirror
Command: _mirror
Select objects: 1 found (pilih objek)
Select objects: (tekan enter)
Specify first point of mirror line: _endp of (pilih ujung garis path
sebelah kiri)
Specify second point of mirror line: _endp of (pilih ujung garis path
sebelah kanan)
Delete source objects? [Yes/No] <N>: (tekan enter)
7. Lakukan perubahan sudut pandang, agar anda bisa melihat lebih nyata, di
klik menu View > 3D Views > Viewpoint presents.. > pilih 315 dan 10 >
ok
8. Lakukan rotate3d terhadap objek paling atas atau sebelah kanan
Command: rotate3d
Current positive angle: ANGDIR=counterclockwise ANGBASE=0
Select objects: 1 found (pilih objek paling atas)
Select objects: (tekan enter)
Specify first point on axis or define axis by [Object/ Last/ View/
Xaxis/ Yaxis/Zaxis/2points]: y (pilih sumbu Y)
Specify a point on the Y axis <0,0,0>: 0,0 (ketik kordinat pada 0,0)
Specify rotation angle or [Reference]: r (ketik r)
Specify the reference angle <0>: 0 (ketik 0)
Specify the new angle: 10 (ketik 10)

48
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

9. Lakukan rotate3d terhadap objek paling bawah atau sebelah kiri


Command: rotate3d
Current positive angle: ANGDIR=counterclockwise ANGBASE=0
Select objects: 1 found (pilih objek paling kiri)
Select objects: (tekan enter) [Object/ Last/ View/ Xaxis/ Yaxis/ Zaxis/
2points]: y (pilih sumbu y)
Specify a point on the Y axis <0,0,0>: 0,0 (ketik 0,0)
Specify rotation angle or [Reference]: r (pilih r)
Specify the reference angle <0>: 0 (ketik 0)
Specify the new angle: -10 (ketik minus 10)
10. Hapus garis Bantu
11. Gunakan fungsi move unruk memindahkan objek paling kiri di hubungkan
dengan objek paling kanan.
12. Lakukan copy dari kedua objek tersebut untuk memperbanyak objeknya
13. Lakukan set ulang nilai isolines dari 4 ke 12
14. Lakukan regen.
15. Lakukan penggabungan semua objek dengan fungsi union, agar menjadi
satu kesatuan.
16. Gunakan 3Dorbit untuk mendapatkan pandangan dari semua sisi, sehingga
objek terlihat dari semua sisi.

BAB III
GAMBAR PRODUK

3.1 Identifikasi Produk


Jumlah as penghubung yang akan dibuat yaitu sebanyak 2 buah.Produk
yang akan dibuat pada modul 2 ini adalah mobil yang berbentuk Food
Truck.Mobil Food Truck ini memiliki beberapa komponen-komponen penyusun
yaitu sebagai berikut :
1. Ban

49
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Ban merupakan salah satu komponen yang terdapat pada mobil Food
Truck. Adapun fungsi dari ban yaitu sebagai alat penggerak mobil Food
Truck. Jumlah ban yang akan dibuat yaitu sebanyak 4 buah
2. As Penghubung
As penghubung merupakan komponen yang berfungsi untuk
menghubungkan ban yang terdapat pada mobil Food Truck. Jumlah as
penghubung yang akan dibuat yaitu sebanyak 2 buah
3. Spion
Spion merupakann komponen yang berfungsi sebagai aksesoris. Jumlah
spion yang akan dibuat yaitu sebanyak 2 buah.
4. Besi Atas Mobil
Besi atas mobil merupakan komponen yang berfungsi sebagai aksesoris
pada mobil Food Truck.Besi atas mobil yang akan dibuat yaitu sebanyak 2
buah.
5. Body Full Mobil
Body full mobil merupakan komponen utama yang menjadi badan mobil
Food Truck. Body full mobil yang akan dibuat yaitu sebanyak 1 buah
6. Bemper Belakang
Bemper belakang merupakan komponen yang berfungsi sebagai aksesoris
pada mobil Food Truck. Jumlah bemper belakang yang akan dibuat yaitu
sebanyak 1 buah.
7. Jendela samping
Jendela samping merupakan komponen yang berfungsi sebagai pelindung
samping pada mobil Food Truck. Jumlah jendela samping yang akan
dibuat yaitu sebanyak 2 buah.
8. Kaca Depan
Kaca depan merupakan komponen yang berfungsi sebagai pelindung
depan pada mobil Food Truck. Jumlah kaca depan yang akan dibuat yaitu
sebanyak 1 buah.
9. Knalpot
Knalpot merupakan komponen yang berfungsi sebagai aksesoris pada
mobil Food Truck. Jumlah knalpot yang akan dibuat yaitu sebanyak 2
buah.
10. Lampu Belakang
Lampu belakang merupakan komponen yang berfungsi sebagai aksesoris
pada mobil Food Truck. Jumlah lampu belakang yang akan dibuat yaitu
sebanyak 2 buah.
11. Lampu Depan

50
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Lampu depan merupakan komponen yang berfungsi sebagai aksesoris


pada mobil Food Truck. Jumlah lampu depan yang akan dibuat yaitu
sebanyak 2 buah.
12. Ventilasi Mesin Depan
Ventilasi mesin depan merupakan komponen yang berfungsi sebagai
aksesoris pada mobil Food Truck. Jumlah ventilasi mesin depan yang akan
dibuat yaitu sebanyak 1 buah.

3.2 Identifikasi Spesifikasi Teknik Produk dan Komponen


Spesifikasi teknik yang terdapat pada mobil Food Truck ini antara lain
ukuran, material, warna, fungsi, kenyamanan, keamanan dan estetika.
3.2.1 Ukuran
Ukuran merupakan salah satu spesifikasi teknik produk yang menjelaskan
mengenai besar atau kecil nya sebuah komponen ataupun produk. Adapun ukuran
dari komponen-komponen mobil Food Truck yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.1 Spesifikasi Teknik Ukuran


N Ukuran (cm)
Komponen
O P L T
1 Ban 3 1 0,1
2 Besi atas 9 0,5 0,5
3 Body Bawah 8 0,6 15
4 Body Atas 15 8 10
5 Bumper belakang 8 0,3 0,6
6 Jendela samping 4,5 0,1 3,5
7 Bumper depan 6 0,6 1,5
8 Knalpot 3 0,4 1,2
9 Lampu belakang 1 0,2 3
10 Lampu depan 1 0,2 1
11 Spion 1,8 1 0,2
12 As penghubung 6,75 0.04 0,04
13 Sayap perbaikan 8 1,4 1,8

3.2.2 Warna
Warna merupakan salah satu spesifikasi teknik yang menjelaskan mengenai
pigmen yang terdapat pada suatu komponen mobil Food Truck.Adapun warna
yang terdapat pada komponen mobil Food Truck yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.2 Spesifikasi Teknik Warna

51
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

N Komponen Warna
O
1 Ban Hitam
2 Spion Biru tua
3 Body Full Baru tua
4 Bumper belakang Abu-abu
5 Jendela samping Biru muda
6 Kaca depan Biru muda
7 Knalpot Abu-abu tua

Tabel 3.2 Spesifiasi Teknik Warna (Lanjutan)


8 Besi atas Abu-abu
9 Lampu belakang Merah
10 Lampu depan Kuning
11 Ventilasi mesin depan Abu-abu
12 As penghubung Abu-abu

3.2.3 Fungsi
Fungsi merupakan salah satu spesifikasi teknik yang menjelaskan mengenai
kegunaan dari komponen mobil Food Truck. Adapun fungsi dari komponen mobil
Food Truck yaitu sebagai berikut :

Tabel 3.3 Spesifikasi Teknik Fungsi


N
Komponen Fungsi
O
1 Ban Penggerak mobil
2 Spion Aksesoris
3 Body Full Badan mobil
4 Bumper belakang Aksesoris
5 Jendela samping Aksesoris
6 Kaca depan Aksesoris
7 Knalpot Aksesoris
8 Besi atas Aksesoris
9 Lampu belakang Aksesoris
10 Lampu depan Aksesoris
11 Ventilasi mesin depan Aksesoris
12 As penghubung Penghubung antar ban

3.2.4 Kenyamanan

52
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Kenyamanan merupakan salah satu spesifikasi teknik dari produk yang


menunjukkan tingkat kemudahan dan kesesuaian dalam pemakaian produk.
Kenyamanan yang terdapat pada mobil Food Truck ini yaitu bobot dari produk
yang ringan karena bahan pembuat nya terbuat dari plastik dan bahan prototype
nya dari kayu.

3.2.5 Keamanan
Keamanan merupakan salah satu spesifikasi teknik dari produk yang
menunjukkan bahaya atau tidaknya mobil Food Truck ketika sedang dimainkan.
Keamanan yang terdapat pada produk ini yaitu tidak adanya komponen yang
berbentuk runcing atau tajam yang dapat membahayakan pengguna saat
memainkan mobil Food Truck.

3.2.6 Estetika
Estetika merupakan salah satu spesifikasi teknik dari produk yang
menunjukkan bentuk tampilan atau desain dari produk yang akan dibuat. Estetika
dari produk yang akan dibuat yaitu mobil Food Truck. Produk akan dibuat
menyerupai mobil Food Truck seperti pada merk mobil Hot Wheels yang akan
disertai dengan aksesoris tambahan seperti knalpot dll.

3.3 Gambar Produk


Gambar adalah suatu paduan titik, garis, bidang, dan warna yang
dikomposisikan untuk mencitrakan sesuatu. Adapun gambar mobil Food Truck
dapat dilihat pada lampiran Gambar No. 1

3.4 Analisa Gambar


Analisa gambar menunjukkan bentuk dari desain produk/mobil yang akan
dibuat.Mobil akan dibuat menyerupai bentuk dari produk acuan dimana produk
acuan nya yaitu mobil Hot Wheels yang berbentuk Food Truck. Selain itu juga
akan dilakukan perbandingan atau benchmarking kepada konsumen terhadap
produk kompetitor yaitu mobil Matchbox yang berbentuk bis sekolah dan mobil
Action City yang berbentuk mobil pemadam kebakaran. Dari keinginan konsumen
kemudian akan didesain bentuk atau gambar mobil Food Truck seperti pada
lampiran gambar produk.

53
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

3.4.1 Analisa Ukuran


Ukuran merupakan salah satu spesifikasi teknik produk yang menjelaskan
mengenai besar atau kecilnya sebuah komponen atau produk. Mobil Food Truck
yang akan dibuat mempunyai ukuran yaitu panjang 15 cm, lebar 8 cm dan tinggi
10 cm. Ukuran yang terdapat pada mobil Food Truck yang akan dibuat berbeda
dengan ukuran yang terdapat pada mobil kompetitor. Adapun ukuran yang
terdapat pada mobil Matchbox yaitu panjang 7 cm , lebar 2,5 cm dan tinggi 3,5
cm dan ukuran yang terdapat pada mobil Action City yaitu panjang 7 cm, lebar
2,5 cm dan tinggi 3 cm. Perbedaan ukuran pada produk exisiting dengan produk
kompetitor memiliki tujuan yaitu untuk memudahkan pada saat proses pembuatan
produk. Dikarenakan bahan prototype nya dari kayu,dengan memperbesar ukuran
dari produk maka proses pembuatan produk akan menjadi lebih mudah dan juga
memperbesar ukuran produk akan membuat mobil menjadi lebih menarik dan
lebih mudah dimainkan.

3.4.2 Analisa Warna


Warna merupakan salah satu spesifikasi teknik yang menjelaskan mengenai
pigmen yang terdapat pada suatu produk. Warna yang terdapat pada mobil
Matchbox yaitu warna kuning sedangkan warna yang terdapat pada mobil Action
City yaitu warna merah.Untuk mobil Food Truck akan digunakan warna yang
cukup berbeda dari warna mobil biasa yaitu warna biru tua. Pemilihan warna biru
tua pada warna mobil didasarkan untuk membuat suatu hal yang baru yang
berbeda dengan mobil lainnya. Warna pada mobil mainan anak-anak cenderung
berwarna cerah seperti pada mobil kompetitor yaitu warna warna merah dan
warna kuning. Untuk bisa bersaing dan membuat mobil menjadi lebih elegan
maka akan digunakan warna biru pada mobil Food Truck.

3.4.3 Fungsi
Fungsi merupakan salah satu spesifikasi teknik yang menjelaskan kegunaan
dari suatu produk. Mobil Food Truck mempunyai produk acuan yaitu mobil Hot

54
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Wheels.Mayoritas mobil Hot Wheels merupakan mobil yang biasa digunakan oleh
anak-anak untuk adu kecepatan atau balapan. Namun untuk mobil Food Truck ini
tidak akan mengikuti fungsi dari produk acuan melainkan mengikuti produk
kompetitor yaitu mobil Action City dan mobil Matchbox.
Pada mobil Matchbox dan Action City fungsi nya yaitu untuk sebagai
pajangan selain tentunya untuk dimainkan oleh anak-anak. Pada mobil Food
Truck fungsinya juga sama dengan mobil Matchbox dan Action City yaitu sebagai
pajangan dan bahan mainan anak-anak.Perubahan fungsi dari mobil Food Truck
ini didasarkan bahwa untuk membuat suatu mobil yang memiliki kecepatan tinggi
tentu harus mempunyai sumber tenaga yang bisa membuat mobil bergerak dengan
cepat.Untuk membuat mobil yang memiliki sumber tenaga nya sendiri akan
membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka untuk menambah kecepatan dari
mobil Food Truck itu sendiri yaitu dengan membuat bobot mobil menjadi
seringan mungkin agar mobil bisa melaju dengan cepat walau tanpa ada sumber
tenaga penggeraknya.

3.4.4 Kenyamanan
Kenyamanan merupakan salah satu spesifikasi teknik dari produk yang
menunjukkan tingkat kemudahan dan kesesuaian dalam pemakaian produk.
Kenyamanan yang terdapat pada mobil Food Truck ini yaitu bobot dari produk
yang ringan karena bahan pembuat nya terbuat dari plastik dan bahan prototype
nya dari kayu. Mobil Food Truck memiliki mobil acuan yaitu mobil Hot Wheels
dimana pada mobil Hot Wheels ini kenyamanan nya adalah mudah untuk dibawa
kemana saja karena ukurannya yang tidak terlalu besar dan mudah disimpan
sehingga bisa dimainkan dengan mudah. Sama hal nya dengan produk acuan,
produk kompetitor juga memiliki kenyamanan yang sama seperti mobil Hot
Wheels. Pada mobil Matchbox,produk ini memiliki kenyamanan pada bobot yang
ringan,sedangkan untuk produk kompetitor Action City mobil mudah dibawa
kemana saja.

3.4.5 Keamanan
Keamanan merupakan salah satu spesifikasi teknik dari produk yang
menunjukkan bahaya atau tidaknya mobil Food Truck ketika sedang dimainkan.

55
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

Keamanan yang terdapat pada produk ini yaitu tidak adanya komponen yang
berbentuk runcing atau tajam yang dapat membahayakan pengguna saat
memainkan mobil Food Truck. Pada mobil Food Truck dari segi keamanan
produk akan membuat part-part dan desain yang tidak tajam sehingga dapat
mengurangi resiko seperti tergores pada saat memainkan mobil-mobilan. Pada
produk kompetitor yaitu mobil Matchbox dan Action City keamanannya juga
sama yaitu tidak adanya komponen yang berbentuk runcing atau tajam yang bisa
membahayakan pengguna pada saat bermain.

3.4.6 Estetika
Estetika merupakan salah satu spesifikasi teknik dari produk yang
menunjukkan keindahan bentuk tampilan atau desain dari produk yang akan
dibuat.Keindahan desain atau produk dapat dilihat dari warna mobil,bentuk atau
desain mobil,ataupun aksesoris yang terdapat pada mobil. Pada warna mobil
,keindahan yang terdapat didalamnya dapat dilihat dari pemilihan warna yang
berbeda dengan yang ada di pasaran yaitu warna biru tua yang memiliki corak
gelap. Warna dari biru tua ini menunjukkan warna yang elegan sehingga mobil
yang akan dibuat akan terlihat elegan dan menarik.Dari segi bentuk atau tampilan,
mobil akan dibuat dengan desain yang menarik yang memiliki bentuk yang
dinamis dan sporty. Dengan bentuk body yang dirancang demikian,konsumen
akan merasa tertarik dengan mobil yang akan dibuat. Dari segi aksesoris,mobil
tidak dibuat terlalu banyak aksesoris karena mengikuti dari bentuk produk acuan
yaitu mobil Hot Wheels,yang memiliki sedikit aksesoris. Namun akan dilakukan
perancangan perbaikan untuk aksesoris mobil untuk menambah estetika ataupun
keindahan dari mobil Food Truck ini.

3.5 Gambar Rancangan Hasil Perbaikan


Gambar adalah suatu paduan titik, garis, bidang, dan warna yang
dikomposisikan untuk mencitrakan sesuatu. Adapun gambar mobil Food Truck
dapat dilihat pada lampiran Gambar No. 14

56
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

3.6 Analisa Gambar Rancangan Hasil Perbaikan


Gambar desain produk merupakan gambar hasil identifikasi dari keinginan
konsumen. Gambar hasil dari identifikasi konsumen kemudian dilakukan
perbandingan dengan produk kompetitor dimana produk kompetitor adalah mobil
Matchbox dan mobil Action City. Dari hasil perbandingan terhadap produk
kompetitor didapat dari hasil pengamatan bahwa desain mobil yang telah dibuat
memiliki kelemahan dengan produk kompetitor dari segi estetika atau keindahan.
Pada produk kompetitor terdapat aksesoris yang mendukung nilai estetika dari
produk. Untuk mengimbangi nilai estetika tersebut,pada rancangan desain mobil
Food Truck akan ditambah beberapa aksesoris yaitu stiker dan sayap belakang.
Dengan menambah stiker dan sayap belakang ,mobil akan terlihat lebih sporty dan
elegan sehingga anak-anak akan lebih tertarik dalam membeli dan memainkan
mobil Food Truck tersebut

57
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari modul ini yaitu :
1. Autocad merupakan software yang digunakan untuk membuat desain
produk sesuai dengan keinginan konsumen dan perbandingan terhadap
kompetitor
2. Aspek yang dihasilkan setelah membuat desain produk :
- Gambar yang terdiri dari gambar produk dan gambar komponen
- Ukuran yang mencakup panjang,lebar dan tinggi dari produk dan
komponen
- Warna yang terdiri dari warna biru tua sebagai warna utama
- Fungsi sebagai pajangan dan untuk dimainkan
- Kenyamanan yaitu bobot mobil yang ringan
- Keamanan yaitu tidak ada nya komponen yang berbentuk runcing
atau tajam
- Estetika yaitu terdapat penambahan aksesoris yaitu stiker dan
komponen sayap belakang pada mobil.
4.2 Saran
Saran yang dapat diberikan yaitu dalam merancang desain suatu produk
harus diperhatikan kedetailan dari setiap aspek yang akan dibuat agar dalam
proses pembuatan produk atau prototype mudah untuk dilakukan.

58
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri
Praktikum Terintegrasi Industri 1
Perancangan dan Pengembangan Produk

Kelompok 2

DAFTAR PUSTAKA

Ulrich, Karl T. Dan Eppinger, Steven D.,2001, Perancangan Pengembangan


Produk, Edisi pertama, Salemba Teknika, Jakarta

Wignjosoebroto, S., 2008, Ergonomi, Studi Derak dan Waktu. Surabaya: Guna
Mandiri

Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia, Salemba Empat,


Jakarta.

59
Universitas Tanjungpura
Program Studi Teknik Industri