Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS


(PTK)

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DALAM


MENGHIAS GAMBAR DENGAN TEKNIK KOLASE MELALUI BERBAGAI
MEDIA BAHAN ALAM PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA JATIJEJER
KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN
MOJOKERTO

Oleh :

RIRIN EKOWATI SUSANTI


NIM. 837370088

UNIVERSITAS TERBUKA
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH SURABAYA
POKJAR PG PAUD BI KABUPATEN MOJOKERTO
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
serta hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Laporan PTK ini berjudul Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak
Dalam Menghias Gambar dengan Teknik Kolase Melalui Berbagai Media Bahan Alam
Kelompok B di TK Dharma Wanita Jatijejer Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto
yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah tempat penulis
mengajar.

Dalam penyusunan laporan PTK ini, penulis sadar bahwa hasil karya ini tidak lepas
dari peran serta berbagai pihak yang telah mendukung penulisan laporan ini baik secara
langsung maupun tidak langsung. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih setinggi-
tingginya kepada :

1. Bapak Prof. Dr.RUSIJONO,M.Pd selaku Rektor UPBJJ-UT Surabaya.


2. Bapak SARI WULAN,S.Pd.,M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberikan ilmu
serta masukan dalam penulisan laporan PTK ini.
3. Ibu LAMAH, S.Pd selaku kepala TK Dharma Wanita Jatijejer Kec Trawas yang telah
memberikan izin menggunakan fasilitas sekolah selama penulis melakukan penelitian.
4. Ibu ISMAWATI selaku teman sejawat yang telah membantu dalam melaksanakan PTK
ini.
5. Teman-teman mahasiswa UPBJJ-UT Kab.Mojokerto yang telah membantu menyusun
laporan ini.
6. Suamiku IMAM KANAFI yang tiada hentinya memberi semangat dan dukungan moril
dalam penyusunan laporan ini.
7. Serta berbagai pihak yang telah mendukung dalam melaksanakan penelitian maupun
penyusunan laporan ini.

Penulis menyadari bahwa laporan penelitian ini jauh dari kesempurnaan karena
keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki.Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan
saran untuk kesempurnaan laporan penelitian ini.Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
penulis maupun bagi pembaca.
Mojokerto,22 Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL. i
KATA PENGANTAR.. ii

DAFTAR ISI. iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah...
C. Tujuan Penelitian/ Perbaikan.
D. Mafaat Penelitian..

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)..


B. Tinjauan Tentang Motorik Halus...
C. Tinjauan Tentang Media Pembelajaran.
D. Tinjauan Tentang Kolase............................
E. Tinjauan Tentang Bahan Alam...................................................................
F. Tinjauan Tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK)...

BAB III RENCANA PERBAIKAN

A. Subjek Penelitian .
B. Deskripsi Rencana Persiklus.
C. Metode Pengumpulan Data.
D. Analisis Data...
E. Pelaksanaan Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
B. Pembahasan..

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan..
B. Saran.. 52

DAFTAR PUSTAKA 54

LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era globalisasi ini, persaingan antar negara maju di dunia semakin ketat. Untuk itu
kita harus membekali diri untuk hidup di era globalisasi sekarang ini, khususnya
mempersiapkan generasi-generasi muda bangsa yang nantinya akan menjalankan roda
pemerintahan negara Indonesia ini.Dalam upaya menghadapi globalisasi tersebut, pemerintah
mulai memperhatikan sistem pendidikan di Indonesia.Hal ini terbukti dengan adanya
kebijakan-kebijakan pemerintah yang mengatur tentang pendidikan, mulai dari menambah
anggaran pendidikan ,memberikan tunjangan bagi para guru,memberikan Kartu Indonesia
Pintar (KIP), serta layanan layanan pendidikan lainnya. (Perhatikan penulisan hbs tnda
baca ., spasi)

Undang- Undang RI No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 28


ayat 3 menjelaskan bahwa Taman Kanak-Kanak merupakan pendidikan anak usia dini pada
jalur pendidikan formal yang membantu anak didik mengembangkan berbagai potensibaik
psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama, sosial emosional kemandirian, kognitif,
bahasa, fisik/motorik dan seni untuk siap memasuki Sekolah Dasar. Oleh karena itu Taman
Kanak- Kanak memiliki peranyang sangat penting dalam proses mempersiapkan generasi
bangsa pada masa mendatang. Taman Kanak-Kanak merupakan tahap awal proses pendidikan
yang diselenggarakan secara terstruktur dalam upaya membentuk SDM yang handal dan
mampu bersaing dengan bangsa bangsa lain di era globalisasi.

Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di Taman Kanak-Kanak seorang guru
harus bisa memilih metode pembelajaran atau media pembelajaran yang tepat agar hasil
belajar yang dipeoleh lebih maksimal.Menurut Rochman Natawidjaja (1987) ada 5 unsur
yang mempengaruhi kegiatan siswa di sekolah yaitu unsur tujuan pribadi siswa, bahan
pelajaran, perlakuan guru dan fasilitas.

Seorang guru yang kreatif harus mempunyai banyak cara untuk memilih metode
maupun media pembelajaran yang digunakan dalam upaya meningkatkan kemampuan
peserta didiknya.Media pembelajaran yang monoton membuat siswa bosan dan malas untuk
mengerjakan tugas.Bahkan ia hanya mengerjakan tugas secara asal-asalan sehingga hasil
karya mereka tdak maksimal.

Seperti yang terjadi di TK Dharma Wanita Jatijejer Kecamatan Trawas Kabupaten


Mojokerto, pada pembelajaran pra siklus pencapaian perkembangan motorik halus di
kelompok B pada kegiatan pembelajaran menghias gambar dengan teknik kolase.Ketika guru
menjelaskan tugas-tugas yang akan dikerjakan siswa yaitu menghias gambar dengan teknik
kolase dengan media kertas, sebagian besar siswa tidak memperhatikan dan kurang tertarik
terhadap media tersebut. Hal ini karena guru tidak menggunakan media yang menarik
perhatian siswa karena media kertas sudah biasa digunakan dalam kegiatan kolase sehingga
mereka merasa bosan dan hasil karya yang mereka buat pun belum maksimal. Mereka
mengerjakan secara asal-asalan , misalnya saat mereka menempel kertas pada gambar yang
ada pada Lembar Kerja Siswa, siswa tidak memperhatikan saat guru menjelaskan batas-batas
yang harus ditempel sehingga kertas yang mereka tempel banyak keluar batas yang sudah
ditentukan oleh guru.

Dari 25 siswa hanya ada 3 siswa yang hasil karyanya bagus dan mendapat bintang 4
( ) atau Berkembang Sangat Baik (BSB) , 4 siswa diantaranya mendapat bintang 3
( ) atau Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sedangkan 17 siswa lainnya mendapat
bintang 2 ( ) atau Mulai Berkembang (MB).

Berikut tabel data nilai siswa kelompok B TK Dharma Wanita Jatijejer pada
pembelajaran pra siklus kegiatan menghias gambar dengan teknik kolase.

Tabel 1.1

DATA NILAI SISWA PRA SIKLUS

Menghias gambar dengan teknik kolase

No Nama Hasil Keterangan


1 Abimanju Linjang P. MB
2 Allenshia Suma Ayu MB
3 Almira Shofia Azka BSB
4 Alvino Tanurahardjo MB
5 Arfen Alinski MB
6 Aulia Widya Wisesa MB
7 Azarra Aulia R. BSH
8 Ela Amelia BSB
9 Fadilatul Koirun Nisa MB
10 Gio Ramadhani MB
11 Ibaneza Ananda Tiar MB
12 Indra Azzami Al Atsari MB
13 M. Aditya Pratama MB
14 M. Aldo Hamzah MB
15 M. Busyro BSH
16 M. Candra Bagus P. MB
17 M. Faiz Amrillah MB
18 M. Ferdiansyah Harianto MB
19 M. Nabadian Hikmal Pasya MB
20 M. Nadzril Ilham MB
21 Miftakhul Jannah BSH
22 Nanda Aprilia H. MB
23 Nur Adilla Difitri MB
24 Sivana Winda Julianti BSB
25 Wahyu Ning Arum BSH

Masukkan bab IV data

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran masih


belum optimal. Guru belum berhasil dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak
dalam menghias gambar dengan teknik kolase melalui media kertas, selain itu siswa kurang
tertarik terhadap proses pembelajaran dan hasil karya siswa juga masih banyak yang perlu
diperbaiki. Menindak lanjuti masalah tersebut di atas guru sekaligus meneliti mencoba
menggunakan media lain yaitu media bahan alam untuk meningkatkan kemampuan motorik
halus anak dalam menghias gambar dengan teknik kolase. Melalui media bahan alam tersebut
yaitu kobot jagung (kulit jagung yang sudah di warna-warni dengan wenter) memungkinkan
siswa untuk tertarik mengerjakanya sehingga mereka senang saat mengerjakannya dan hasil
karya mereka pun banyak yang bagus sesuai yang di harapkan.

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti yakin bahwa media bahan alam dapat
meningkatkan motorik halus anak dalam menghias gambar dengan teknik kolase oleh sebab
itu peneliti mencoba melakukan penelitian dengan judul Upaya Meningkatkan Kemampuan
Motorik Halus Anak Dalam Menghias Gambar Dengan Teknik Kolase Melalui Berbagai
Media Bahan Alam Pada Kelompok B TK Dharma Wanita Jatijejer Kecamatan Trawas
Kabupaten Mojokerto

B. Rumusan Masalah
Berikut rumusan masalah yang kami kemukakan :
1. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam menghias
gambar dengan teknik kolase?
2. Bagaimana hasil karya siswa dalam menghias gambar dengan teknik kolase
melalui berbagai media bahan alam?

C. Tujuan Penelitian Perbaikan


Penelitian ini bertujuan
1. Untuk mengetahui cara meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam
menghias gambar dengan teknik kolase.
2. Untuk mengetahui hasil karya siswa dalam menghias gambar dengan teknik
kolase melalui berbagai medai bahan alam.

D. Manfaat Penelitian/Perbaikan
Penelitian ini di harapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Guru
o Untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dalam proses belajar
mengajar
o Sebagai referensi guru dalam mengajar di sekolah
2. Siswa
o Untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam menghias gambar
dengan teknik kolase.
o Menambah pengalaman belajar siswa
3. Sekolah
o Diharapkan dapat memberikan perbaikan pembelajaran di sekolah yaitu TK
Dharma Wanita Jatijejer agar sekola lebih maju.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan formal sebelum memasuki
pendidikan di sekolah dasar.Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini kita bisa
memantau periode-periode emas buah hati kita atau yang disebut juga Golden Age.
Pada usia itulah kita bisa merangsang perkembangan-perkembangan otaknya agar
semakin optimal. Para orang tua berpandangan bahwa dengan memberi pendidikan di
usianya yang masih dini maka nantinya saat menempuh pendidikan lebih lanjut
mereka lebih siap untuk menyerap pengetahuan dan lebih mudah untuk menerima
ilmu yang ia dapatkan di sekolah. (Teori siapa ini??)
Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan
kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui
pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan
jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih
lanjut (Depdiknas 2003) dalam Siti Aisyah dkk. Pada PAUD jenjang kelas yang
disediakan biasanya berdasarkan rentang usia, misalnya pada kelompok A rentang
usianya antara 4-5 tahun sedangkan kelompok B rentang usianya antara 5-6 tahun.
Menurut Hartanti (2005) dalam Siti Aisyah disebutkan karakteristik untuk anak usia
dini adalah :
1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar
2. Merupakan pribadi yang unik
3. Suka berfantasi dan berimajinasi
4. Masa paling potensial untuk belajar
5. Menunjukkan sikap egosentris
6. Memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek
7. Sebagai bagian dari makhluk sosial
Abdulhak (2003) dalam Siti Aisyah berpendapat bahwa pada penyelenggaraan
pendidikan anak usia dini, terdapat 4 prinsip utama yang harus diperhatikan yaitu
sebagai berikut :

a. Holistik dan Terpadu


Pendidikan anak usia dini perlu dilakukan dengan terarah ke pengembangan
segenap aspek pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak serta
dilaksanakn secara terintegrasi dalam suatu kesatuan program yang utuh dan
proporsional.
b. Berbasis Keilmuan
Praktik PAUD yang tepat perlu dikembangkan berdasarkan temuan-temuan terkini
dalam bidang ilmu yang relevan.
c. Berorientasi pada Perkembangan Anak
PAUD perlu dilaksanakan sesuai dengan karakteristik dan tingkat perkembangan
anak sehingga proses pendidikan yang dilakukan bersifat tidak terstruktur,
informal, responsif.
d. Berorientasi Pada Masyarakat
PAUD perlu berorientasi pada masyarakat karena anak adalah bagian dari
masyarakat dan sekaligus sebagai generasi penerus masyarakat.

Prinsip-prinsip itulah yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menyelenggarakan


pendidikan untuk anak usia dini. Apabila salah satu dari prinsip-prinsip tersebut dihilangkan
maka penyelenggaraan pendidikan anak usia dini tidak dapat berjalan lancar.

Salah satu penyelenggara pendidikan anak usia dini adalah pendidikan Taman
Kanak-Kanak (TK). Pendidikan TK tidak semata-mata diarahkan untuk mengembangkan
aspek intelektual atau akademik, melainkan mencakup segenap aspek perkembangan yakni
fisik, intelektual, sosial, emosi dan spiritual. Pendidikan TK tidak semata-mata peduli dengan
perkembangan dan prestasi anak pada saat itu melainkan harus juga membangun landasan-
landasan pembelajaran yang kokoh untuk perkembangan dan belajar selanjutnya (M.
Solehuddin ;2014)

M. Solehuddin juga menuturkan bahwa pendidikan TK berorientasi akademk


adalah pendidikan TK yang sangat menekankan aspek penguasaan pengetahuan dan
keterampilan tertentu sebagai hasil belajar.Lembaga TK yang seperti ini mengarahkan
muridnya untuk cepat bisa menguasai keterampilan-keterampilan akademik seperti membaca,
menulis, berhitung, dan menghafal sejumlah fakta. Oleh karena itu pembelajaran seperti itu
sangat terarah dan berstruktur guna mencapai penguasaan materi-materi pengetahuan dan
keterampilan yang sudah disiapkan dan dirancang guru.

B. Tinjauan Tentang Fisik Motorik Halus


Menurut Bambang Sujiono, perkembangan motorik adalah proses seorang
anak belajar untuk terampil menggerakkan anggota tubuh. Untuk itu anak belajar dari
guru tentang beberapa pola gerakan yang dapat mereka lakukan yang dapat melatih
ketangkasan, kecepatan, kekuatan, kelenturan, serta ketepatan koordinasi tangan dan
mata. Ia juga berpendapat bahwa pentingnya meningkatkan perkembangan motorik
anak usia TK yaitu :
1. Peran kemampuan motorik untuk perkembangan fisiologis anak
Dari segi fisiologis, pentingnya anak bergerak atau berolahraga akan menjaga
anak agar tak mendapat masalah dengan jantungnya.
2. Peran kemampuan motorik untuk perkembangan sosial dan emosional anak.
Seorang anak yang mempunyai kemampuan motorik yang baik akan
mempunyai rasa percaya diri yang besar.
3. Peran kemampuan motorik untuk kognitif anak
Meningkatnya kemampuan fisik anak saat mereka di usia TK membuat
aktivitas fisik/motorik mereka juga semakin banyak.
Kemampuan Fisik Motorik pada dasarnya dibagi menjadi dua yaitu fisik
motorik halus dan fisik motorik kasar. Kemampuan motorik halus erat kaitannya
dengan keterampilan tangan ( kerajinan) sedangkan motorik kasar berhubungan
dengan kegiatan fisik seorang anak ( berolahraga).
Gerakan motorik halus apabila gerakan hanya melibatkan bagian-bagian tubuh
tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil, seperti keterampilan menggunakan
jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan yang tepat.Oleh karena itu,
gerakan ini tidak terlalu membutuhkan tenaga, namun gerakan ini membutuhkan
koordinasi mata dan tangan yang cermat (Bambang Sujiono)
Contoh Keterampilan motorik halus anak adalah menggunting, menempel,
menggambar, mewarnai, meronce, bisa juga dalam kegiatan sehari-hari seperti
mengancingkan baju,memegang benda/pensil, mengaduk, menuang dan lain
sebagainya.
Perkembangan motorik halus antara anak yang satu dengan yang lainnya
berbeda-beda tergantung usia perkembangannya.Dalam rentang usia tertentu anak
bisa menggunting dengan rapi, namun pada usia tertentu pula seorang anak belum
bisa menggunting atau bahkan tidak bisa memegang gunting.
C. Tinjauan Tentang Media Pembelajaran
Kata Media menurut Heinich, dkk dalam Sri Anitah W dkk (2008) media
merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa latin medius yang
berarti tengah atau pengantar, merupakan bentuk jamak dari kata medium yang
berarti perantara. Berikut pengertian media oleh beberapa ahli :
1. Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran (Schramm, 1977) dalam Zaman, Badru dkk.
2. Media adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti
buku, video, slide (Briggs, 1977) dalam Zaman, Badru dkk
3. Media adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar,
termasuk teknologi perangkat kerasnya (NEA, 1969) dalam Zaman, Badru dkk

Berikut klasifikasi media pembelajaran menurut Zaman dkk :

VISUAL

MEDIA AUDIO
PEMBELAJARAN

AUDIO VISUAL

Dari bahan di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dapat dikelompokkan
menjadi tiga bagian yaitu media visual, audio dan audiovisual. Berikut uraiannya secara
singkat :

1. Media Visual
Media visual adalah media yang menyampaikan pesan melalui penglihatan pemirsa
atau media yang hanya dapat dilihat. Media ini paling sering digunakan oleh guru TK
untuk membantu menyampaikan isi dari tema pembelajaran yang dipelajari. Media
visual terdiri dari media yang dapat diproyeksikan dan media yang tidak dapat
diproyeksikan.
2. Media Audio
Media Audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif ( hanya
dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan
anak untuk mempelajari isi tema. Contoh media audio adalah program kaset suara dan
program radio. Pertimbangan yang harus diperhatikan apabila menggunakan media
audio di TK yaitu :
- Media ini hanya manpu melayani secara baik mereka yang sudah memiliki
kemampuan dalam berpikir abstrak.
- Media ini memerlukan pemusatan perhatian yang lebih tinggi dibanding media
lainnya.
- Diperlukan pengalaman-pengalaman secara visual.
3. Media Audiovisual
Media ini merupakan kombinasi dari media audio dan media visual atau biasa disebut
media pandang dengar..

Media pembelajaran merupakan alat atau bahan yang digunakan oleh seorang
guru untuk mengajar. Namun dalam kenyataannya guru sering dihadapkan permasalahan saat
memilih media yang sesuai untuk pembelajaran anak TK. Untuk itu guru memilih media
sederhana yang mudah dan murah. Media sederhana adalah media yang dapat dirancang,
dikembangkan dan dibuat sendiri oleh guru TK. Dengan menggunakan bahan-bahan yang ada
di lingkungan sekitar (Badru Zaman dkk, 2012). Contoh media pembelajaran sederhana
adalah : flip chart, media display papan tikar, peta timbul, diorama, dan alat bantu menyablon
disertai langkah teknis pembuatannya.

Media pembelajaran pada hakikatnya merupakan saluran atau jembatan dari pesan-
pesan pembelajaran yang disampaikan oleh sumber pesan ( guru) kepada penerima pesan
(siswa) dengan maksud agar pesan-pesan tersebut dapat diserap dengan cepat dan tepat
sesuai dengan tujuannya.(teori siapa???)
Manfaat Media pembelajaran adalah:

- Memungkinkan anak berinteraksi secara langsung dengan lingkungannya.


- Memungkinkan adanya keseragaman pengamatan atau persepsi belajar pada
masing-masing anak.
- Membangkitkan motivasi belajar anak.
- Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun
disimpan menurut kebutuhan.
- Menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak bagi seluruh anak.
- Mengatasi keterbatasan waktu dan ruang.
- Mengontrol arah dan kecepatan belajar anak.
D. Tinjauan Tentang Kolase
Kolase merupakan salah satu dari indikator pembelajaran di TK khususnya
pada pencapaian perkembangan motorik halus. Menurut Hadjar Pamadi dkk,
Menempel adalah membuat gambar dengan cara menempelkan pada kertas terdapat
dua teknik yang penting. Hal yang harus diperhatikan adalah bahan yang akan
ditempelkan berwujud apa; a) jika bahan yang ditempelkan berupa kertas sejenis dan
potongan kertas tersebut merupakan blok tertentu, maka dinamakan azaleyo; b)
Namun potongan kertas yang ditempel berfungsi sebagai butiran warna-warna maka
disebut dengan mozaik; c) jika yang ditempelkan berupa benda trimatra serta jenisnya
berbeda disebut dengan kolase.
E. Tinjauan Tentang Bahan Alam
Dalam pembelajaran yang dilakukan di TK biasanya para guru menggunakan
media yang bahannya berupa bahan produksi pabrik yang habis pakai, bahan sisa dan
bahan alam atau bahan yang tersedia di alam.
B.E.F. Montolalu, dkk menuturkan bahwa media bermain di Taman Kanak-
Kanak dapat diupayakanpemenuhan kebutuhannya dengan menggunakan bahan-
bahan sisa dan juga bahan-bahan alam, yang tergantung dari kreativitas dan kemauan
guru. Berikut ini contoh media bermain dengan bahan sisa ataupun bahan alam.
1. Puppets puppets
2. Egrang Kaleng/Batok
3. Topeng-Topeng Lucu
4. Boneka Lipatan Piring Kertas
5. Buah dan Sayur
6. Tempat Bersembunyi
7. Alat Peraga dari Majalah Bekas/Koran

F. Tinjauan Tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


Mills (2000) dalam IGAK Wardhani mendefinisikan penelitian tindakan
sebagai systematic inquiri yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah atau konselor
sekolah untuk mengumpulkan informasi tentang berbagaipraktik yang dilakukannya.
Sedangkan menurut IGAK Wardhani (2014) Penelitian Tindakan Kelas adalah
penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri,
dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru , sehingga hasil belajar
siswa menjadi meningkat.
1. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas
a. Adanya masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru
bahwa praktik yang dilakukannya selama ini di kelas mempunyai masalah
yang perlu diselesaikan.
b. Self reflective inquiriy, atau penelitian melalui refleksi diri, merupakan ciri
PTK yang paling esensial.
c. Penelitian tindakan kelas dilakukan di dalam kelas sehinga fokus penelitian ini
adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam
melakukan interaksi.
d. Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran
2. Langkah-langkah dalam melakukan PTK :
a. Mengidentifikasi masalah.
Identifikasi dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri
tentang pembelajaran yang dikelolah.
b. Menganalisis dan merumuskan masalah.
Analisis dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri atau
yang di sebut refleksi. Dari hasil anlisis, di pilih dan di rumuskan masalah yang
paling mendesak dan mungkin di pecahkan oleh guru.
c. Merencanakan kebaikan.
Langkah dalam menyusun rencana adalah: Merumuskan cara perbaikan yang akan
di tempuh dalam bentuk hipotesis tindakan serta menganalisis kelayakan.
d. Melaksanakan PTK.

Penelitian yang relevan dgn judul Anda..

BAB III
RENCANA PERBAIKAN
A. Subjek Penelitian

1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di TK Dharma Wanita Jatijejer Kecamatan Trawas
Kabupaten Mojokerto.

2. Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini di lakukan pada:
Hari : Selasa 04 Oktober 2016
Waktu : 07.00 0930

3. Kelompok dan Tema


Subjek penelitian ini adalah siwa siswa kelompok B TK Dharma Wanita
Jatijejer dengan jumlah siswa laki-laki 13 anak perempuan 12 anak. Pada
pencapaian pengembangan motorik halus tema Binatang.

4. Karakteristik siswa
Siswa-siswa kelompok B di TK Dharma Wanita Jatijejer sebagian besar
berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya menengah ke bawah sehingga
berpendidikan rendah namun ada juga siswa yang berasal dari keluarga tingkat
ekonominya menengah ke atas dengan pendidikan tinggi. Keadaan inilah yang
membuat intensitas belajar siswa berbeda-beda sehingga proses belajar siswa
di kelas juga berbeda-beda.
Bisa dicantumkan nama/ indentitas siswa
B. Deskripsi Rencana Persiklus

IGAK Wardhani (2014) menjelaskan langkah-langkah dalam PTK


merupakan satu daur atau siklus yang terdiri dari:

1. Merencanakan perbaikan
2. Melaksakan tindakan
3. Mengamati dan
4. Melaksanakan refleksi

Berikut tahap-tahap dalam PTK

Merencanakan

Refleksi Melakukan tindakan

Mengamati

Pada penelitian ini, setelah guru menemukan masalah yang ada di kelas maka guru
manganalisanya dengan cara melakukan refleksi kemudian merumuskan masalah.
Berdasarkan masalah yang di rumuskan maka guru perlu membuat rencana tindakan atau
rencana perbaikan.

Pada pembelajaran prasiklus guru belum mencapai target yang telah di tentukan
sehingga guru perlu mengadakan rencana perbaikan siklus I

C. Metode Pengumpulan Data


Pada penelitian ini, pengumpulan data di peroleh dari data kuantitatif dan
kualitatif. Data kuantitatif di peroleh dari hasil karya siswa. Sedangkan data
kuantitatif bersal dari gambar observasi oleh teman sejawat dan, catatan harian
Guru selama kegiatan belajar berlangsung satu hasil karya siswa. Berikut
penjelasanya:
1. Lembar observasi guru oleh teman sejawat di peroleh dari pengamatan yang di
lakukan saat guru mengajar.
2. Lembar observasi kegiatab siswa.
3. Hasil karya siswa di peroleh dari pemberian tugas yang di kerjakan oleh siswa.

D. Analisis Data
Mills dalam IGAK Wardhani (2014) mendefinisikan bahwa analisis data
adalah upaya yang di lakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk
merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat
di percaya dan benar. Selanjutnya interpretasi data adalah upaya peneliti untuk
menemukan makna dari data yang di kumpulkan untuk menjawab pertanyaan
peneliti.
Metode analisis data penelitian ini adalah motode deskriptif kualitif. Data
yang di peroleh di hitung dengan langkah- langkah sebagai berikut :
a) Lembar observasi guru
Kriteria penilaian kinerja guru pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
A. Apabila persentase YA mencapai 90% - 100%
B. Apabila persentase YA mencapai 70% - 90%
C. Apabila persentase YA mencapai 50% - 70%
D. Apabila persentase YA mencapai 50% kebawah
b) Lembar observasi siswa
Kriteria penilaian siswa dalam menyelesaikan tugas adalah :

Kerapian (Berhasil ): Jika siswa yang mendapat nilai B > 20 anak

Jika siswa yang mendapat nilai C < 5 anak

Jika siswa yang mendapat nilai K = 0 anak

Ketepatan Waktu (Berhasil) : Jika siswa yang mendapat nilai B >20 anak

Jika siswa yang mendapat nilai C < 5 anak


Jika siswa yang mendapat nilai K = 0 anak
c) Lembar hasil karya siswa
Skor keberhasilan = Jumlah siswa yang mendapat 4 X 100%
Jumlah seluruh siswa
Pembelajaran dikatakan berhasil apabila persentasenya mencapai 90%

E. Pelaksanaan Penelitian
1. Perencanaan

Dalam tahap perencanaan,guru mempersiapkan langkah-langkah yang


akan dilakukan dalam proses perbaikan pembelajaran diantaranya : (1) menyusun
rencana perbaikan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi awal terhadap
perencanaan, pelaksanaan dan hasil pembelajaran pra-siklus. Rencana perbaikan
pembelajaran difokuskan pada penggunaan media (2) merencanakan bahan ajar,
dan lembar kerja siswa / LKS, (3) menyusun instrument pengumpulan data
(lembar observasi ), (4) merencanakan aspek-aspek yang akan diamati dan dinilai
dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran, (5) menetapkan kriteria keberhasilan
pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran. Dalam penelitian ini, perbaikan
dianggap berhasil apabila hasil belajar siswa mencapai 90% . teori siapa yg
mengatakan ini???

2. Pelaksanaan Perbaikan

Pelaksanaan perbaikan dilakukan selama 1x35 menit yaitu pembuka selama 5


menit, kegiatan inti selama 20 menit dan penutup selama 10 menit.

Pada pembukaan, kegiatan yang dilakukan berbaris,salam dan berdoa.


Kemudian menyanyi lagu menyang kebun kewan.

Selanjutnya yaitu kegiatan inti, guru bertanya pada siswa binatang apa yang
hidup di air? Setelah siswa menjawab guru menunjukkan gambar ikan. Kemudian
guru menjelaskan tugas hari ini yaitu menghias gambar ikan dengan teknik kolase
menggunakan media bahan alam yaitu kulit jagung yang sudah diberi warna. Guru
mendemonstrasikan cara menempel dan arah tempelan yang benar yaitu rapi dan
tidak keluar garis yang sudah ditentukan.

Kegiatan akhir selama 10 menit, di isi dengan mengulas kegiatan hari ini,
memberi kesempatan siswa untuk bertanya dan diskusi kegiatan esok. Karena tidak
ada pertanyaan guru pun membuat kesimpulan kemudian melakukan
penilaian.Setelah itu Doa/salam dan pulang

3. Instrumen Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas dilakukan
dengan cara:

a. Observasi
b. Pemberian Tugas
Lembar Kerja Siswa

Tabel 1.2

Lembar Observasi Guru

Kemunculan
No Aspek Yang Diamatii Keterangan
Ya Tidak
1. Guru menggunakan A=90%-100%
media B=70%-100%
2. Guru menggunakan
C=50%-70%
metode yang tepat
D=50% ke
3. Guru menjelaskan
bawah
materi
4. Guru menggunakan
bahasa yang jelas dan
sederhana
5. Guru mengadakan
penilaian
6. Guru memeriksa
pemahaman siswa
7. Guru menguasai kelas
8. Media yang digunakan
menarik perhatian
siswa
9 Media yang digunakan
tidak berbahaya untuk
anak
10 Siswa antusias
mengerjakan
Jumlah
Persentase
Kemunculan

Tabel 1.3

Lembar Observasi Siswa

Aspek Yang Diamati


No Nama Anak Kerapian Ketepatan Waktu
B C K B C K
1 Abimanju Linjang P.
2 Allenshia Suma Ayu
3 Almira Shofia Azka
4 Alvino Tanurahardjo
5 Arfen Alinski
6 Aulia Widya Wisesa
7 Azarra Aulia R.
8 Ela Amelia
9 Fadilatul Koirun Nisa
10 Gio Ramadhani
11 Ibaneza Ananda Tiar
12 Indra Azzami Al Atsari
13 M. Aditya Pratama
14 M. Aldo Hamzah
15 M. Busyro
16 M. Candra Bagus P.
17 M. Faiz Amrillah
18 M. Ferdiansyah Harianto
19 M. Nabadian Hikmal
Pasya
20 M. Nadzril Ilham
21 Miftakhul Jannah
22 Nanda Aprilia H.
23 Nur Adilla Difitri
24 Sivana Winda Julianti
25 Wahyu Ning Arum

Tabel 1.4

DATA NILAI SISWA SIKLUS 1

Menghias gambar dengan teknik kolase

No Nama Hasil Keterangan


1 Abimanju Linjang P.
2 Allenshia Suma Ayu
3 Almira Shofia Azka
4 Alvino Tanurahardjo
5 Arfen Alinski
6 Aulia Widya Wisesa
7 Azarra Aulia R.
8 Ela Amelia
9 Fadilatul Koirun Nisa
10 Gio Ramadhani
11 Ibaneza Ananda Tiar
12 Indra Azzami Al Atsari
13 M. Aditya Pratama
14 M. Aldo Hamzah
15 M. Busyro
16 M. Candra Bagus P.
17 M. Faiz Amrillah
18 M. Ferdiansyah Harianto
19 M. Nabadian Hikmal Pasya
20 M. Nadzril Ilham
21 Miftakhul Jannah
22 Nanda Aprilia H.
23 Nur Adilla Difitri
24 Sivana Winda Julianti
25 Wahyu Ning Arum

4. Refleksi
Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi terhadap tindakan perbaikan yang
telah dilakukan . Ternyata teman sejawat memberikan kesimpilan bahwa:
a. Sebagian besar siswa antusias untuk mengerjakan tugasnya
b. Media bahan alam dapat meningkatkan motorik halus anak
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Data hasil penelitian diperoleh dari data aktivitas guru selama penelitian dan data
aktivitas siswa selama menyelesaiakan tugas dalam pembelajaran serta data hasil karya siswa.

A. HASIL PENELITIAN
1. Perencanaan
Rencana perbaikan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus
anak dalam menghias gambar dengan teknik kolase. Dalam tahap perencanaan
yang dilakukan guru adalah :
o Membuat Rencana Pelaksanaan Perbaikan.
o Menyiapkan media pembelajaran dari bahan alam yaitu kulit jagung (kobot)
yang sudah diwarnai.
o Membuat Lembar Kerja Siswa
o Menyiapkan Lembar Observasi guru dan siswa.
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan Awal
Baris di halaman
Salam dan berdoa
Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang binatang yang
hidup di air.
b. Kegiatan Inti
Guru menunjukkan gambar ikan dan menjelaskan tugas yang harus
dikerjakan siswa yaitu menghias gambar ikan dengan teknik kolase.
Guru mendemonstrasikan cara menghiasgambar ikan dengan teknik
kolase.
Siswa mengerjakan kolase.
c. Kegiatan Penutup
Guru dan siswa mengulas kegiatan hari ini
Guru membuat kesimpulan dan mengadakan penilaian
Doa/Salam
Pulang
3. Pengumpulan data
a. Lembar Observasi Guru dalam Pembelajaran.
Tabel 1.5
Tabel Lembar Observasi Guru

Kemunculan
No Aspek Yang Diamatii Keterangan
Ya Tidak
1. Guru menggunakan A=90%-100%

media B=70%-100%
2. Guru menggunakan
C=50%-70%
metode yang tepat
D=50% ke
3. Guru menjelaskan
bawah
materi
4. Guru menggunakan
bahasa yang jelas dan
sederhana
5. Guru mengadakan

penilaian
6. Guru memeriksa

pemahaman siswa
7. Guru menguasai kelas
8. Media yang digunakan
menarik perhatian
siswa
9 Media yang digunakan
tidak berbahaya untuk
anak
10 Siswa antusias

mengerjakan
Jumlah 9 1
Persentase 90% 10%
Kemunculan A

b. Lembar Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran.


Tabel 1.6
Tabel Lembar Observasi Siswa

Aspek Yang Diamati


No Nama Anak Kerapian Ketepatan Waktu
B C K B C K
1 Abimanju Linjang P.
2 Allenshia Suma Ayu
3 Almira Shofia Azka
4 Alvino Tanurahardjo
5 Arfen Alinski
6 Aulia Widya Wisesa
7 Azarra Aulia R.
8 Ela Amelia
9 Fadilatul Koirun Nisa
10 Gio Ramadhani
11 Ibaneza Ananda Tiar
12 Indra Azzami Al Atsari
13 M. Aditya Pratama
14 M. Aldo Hamzah
15 M. Busyro
16 M. Candra Bagus P.
17 M. Faiz Amrillah
18 M. Ferdiansyah Harianto
19 M. Nabadian Hikmal

Pasya
20 M. Nadzril Ilham
21 Miftakhul Jannah
22 Nanda Aprilia H.
23 Nur Adilla Difitri
24 Sivana Winda Julianti
25 Wahyu Ning Arum
Jumlah 23 2 0 22 3 0

Grafik 1.1

Grafik Kegiatan Siswa


23.2
23
22.8
22.6
22.4
22.2 Column1
22
21.8
21.6
21.4
Kerapian Ketepatan Waktu

c. Data Nilai Siswa


Tabel 1.7

Menghias gambar dengan teknik kolase

No Nama Hasil Keterangan


1 Abimanju Linjang P. BSB
2 Allenshia Suma Ayu BSB
3 Almira Shofia Azka BSB
4 Alvino Tanurahardjo BSB
5 Arfen Alinski BSB
6 Aulia Widya Wisesa MB
7 Azarra Aulia R. BSB
8 Ela Amelia BSB
9 Fadilatul Koirun Nisa BSB
10 Gio Ramadhani BSB
11 Ibaneza Ananda Tiar BSB
12 Indra Azzami Al Atsari BSB
13 M. Aditya Pratama BSB
14 M. Aldo Hamzah BSB
15 M. Busyro BSB
16 M. Candra Bagus P. BSH
17 M. Faiz Amrillah BSB
18 M. Ferdiansyah Harianto BSH
19 M. Nabadian Hikmal Pasya BSB
20 M. Nadzril Ilham BSB
21 Miftakhul Jannah BSB
22 Nanda Aprilia H. BSB
23 Nur Adilla Difitri BSB
24 Sivana Winda Julianti BSB
25 Wahyu Ning Arum BSB

Tabel 1.8
Distribusi Data Nilai Siswa

No Nilai Frekuensi %
1 22 88%
2 2 8%
3 1 4%
4 0 0%
Jumlah 25 100%

4. Refleksi
Setelah perbaikan pembelajaran selesai maka teman sejawat membuat
kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan analisis hasil karya siswa, serta
hasil diskusi peneliti dengan teman sejawat bahwa perbaikan pembelajaran
dengan media bahan alam telah berhasil meningkatkan kemampuan motorik halus
anak.

B. PEMBAHASAN
Pada proses perbaikan pembelajaran guru menggunakan media bahan
alam untuk meningkatkan motorik halus anak dengan metode pemberian tugas.
Ternyata hasil pengamatan yang diperoleh dari data aktivitas guru, data aktiivitas
siswa serta data nilai siswa pada Siklus 1 mengalami peningkatan yang signifikan.
Hasil pengamatan aktivitas guru telah mencapai 90%, hasil pengamatan aktivitas
siswa selama pembelajaran juga mengalami keberhasilan yaitu kerapian > 20 siswa,
ketepatan waktu > 20 siswa. Demikian juga pada hasil karya siswa yang dikerjakan
oleh siswa menjadi tolok ukur dalam menentukan keberhasilan dalam penelitian ini
telah menunjukkan mengalami kenaikan yaitu dari 25 siswa, 22 siswa mendapatkan
Oleh karena itu maka perbaikan pembelajaran ini telah berhasil.
MANA PEMBANDINGNYA??? SIKLUS I dan II
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan
di TK Dharma Wanita Jatijejer Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto
dengan menggunakan media bahan alam pada pencapaian pada kegiatan
menghias gambar dengan teknik kolase diperoleh kesimpulan yaitu :
1. Media bahan alam pada kegiatan kolase dapat menarik perhatian siswa .
2. Penggunaan media bahan alam yaitu kulit jagung (kobot) yang sudah
diwarnai dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak pada
kegiatan menghias gambar dengan teknik kolase.
3. Media bahan alam dapat meningkatkan dan memperbaiki hasil karya siswa.
Hal ini terbukti dari peningkatan nilai pada hasil karya yang dikerjakan oleh
siswa.
Cantumkan persentase hasil siklus 1 dgn siklus 2
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di TK Dharma Wanita
Jatijejer, maka penulis memberikan saran sebagai berikut :
1. Untuk menarik perhatian siswa agar proses pembelajaran lebih
menyenangkan maka guru guru hendaknya menggunakan media
pembelajaran.
2. Guru sebaiknya mencoba menggunakan media bahan alam untuk
meningkatkan kemampuan motorik halus siswa selain kegiatan kolase.
3. Sebagai seorang guru hendaknya kita pandai memilih media pembelajaran
yang tepat sesuai materi yang diajarkan agar siswa tidak merasa bosan.
DAFTAR PUSTAKA

1. Aisyah, Siti. 2015. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia
Dini.Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
2. Anita W, Sri. 2008. Strategi Pembelajaran SD. Jakarta. Universitas Terbuka.
3. Depdiknas. 2006. Panduan Pengelolaan Taman Kanak-Kanak. Jakarta :Depdiknas.
4. Montolalu, B.E.F. 2012. Bermain dan Permainan Anak. Tangerang Selatan :Universitas
Terbuka.
5. Natawidjaja, Rochman. 1987. Pendekatan-Pendekatan Penyuluhan Kelompok :
Diponegoro.
6. Oemar Hamalik. 1986. Media Pendidikan. Bandung :Alumni.
7. Pamadhi, Hadjar. 2009. Pendidikan Seni di SD. Jakarta :Universitas Terbuka.
8. Solehuddin, M. 2014. Pembaruan Pendidikan TK. Tangerang Selatan: Universitas
9. Terbuka.
10. Sujiono, Bambang, dkk.2015. Metode Pengembangan Fisik. Tangerang Selatan
:Universitas Terbuka.
11. Wardani, I G A K. 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Tangerang Selatan :Universitas
Terbuka.
12. Zaman, Badiu. 2012. Materi Pokok Media dan Sumber Belajar. Tangerang Selatan
:Universitas Terbuka.
Cantumkan semua yg anda kutip/ pakai teorinya!!!

IDENTITAS MAHASISWA

Nama : RIRIN EKOWATI SUSANTI

NIM : 83737008

Kelas : 2A
Program Studi : S1 PG PAUD BI

Pokjar : AL-KHOTDIJAH

Kab/Kota : MOJOKERTO

UPBJJ-UT : SURABAYA

Mojokerto, 22 Oktober 2016

Pengisi Data,

RIRIN EKOWATI SUSANTI

NIM 837370088

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : TK Dharma Wanita Jatijejer


Kelompok : B
Usia : 5-6 Tahun
Semester/ Minggu : 1/12
Tema/ Sub Tema : Binatang / Binatang di air
Hari/ Tanggal : Selasa, 11 Oktober 2016

Kompetensi Dasar (KD) : Menggunakan Anggota Tubuh untuk Pengembangan Motorik


Kasar Dan Halus

Indikator : Terampil Menggunakan Tangan Kanan Dan Kiri Dalam


Berbagai Aktivitas
Metode : Pemberian Tugas
Media/ Sumber Belajar : Lembar Kerja Siswa, Lem, Kulit Jagung (Kobot) yang sudah
diwarnai.

Langkah- Langkah Kegiatan:

1. Pembukaan
Baris di halaman
Salam dan berdoa
Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang binatang yang hidup di air.
2. Kegiatan Inti
Guru menunjukkan gambar ikan dan menjelaskan tugas yang harus dikerjakan siswa
yaitu menghias gambar ikan dengan teknik kolase.
Guru mendemonstrasikan cara menghias gambar ikan dengan teknik kolase.
Siswa mengerjakan kolase.
3. Kegiatan Penutup
Guru dan siswa mengulas kegiatan hari ini
Guru membuat kesimpulan dan mengadakan penilaian
Doa/Salam
Pulang
4. Penilaian
Hasil Karya Siswa

Mengetahui Mojokerto, 22 Oktober 2016

Kepala Sekolah Peneliti

LAMAH S.Pd RIRIN EKOWATI S. S.Pd


FOTO KEGIATAN
BAB I
PENDAHULUAN
BAB II
KAJIANPUSTAKA
BAB III
RENCANA
PERBAIKAN

BAB IV
HASILPENELITIAN
DANPEMBAHASAN

BAB V
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-
LAMPIRAN