Anda di halaman 1dari 6

TUGAS AGROEKOLOGI

Oleh :

Aji Achmad Utama (20160210129)


Dego Juanda (20160210143)
Damai Setio Fitrianto (20160210146)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2017
Ragam Agroekosistem

1. Tegalan
Lahan tegalan merupakan lahan pertanian dengan kondisi tanah yang kering karena
jumlah air yang tersedia terbatas. Komponen pendukung dalam pertanian di tegalan bisa di
bagi menjadi dua yaitu Abiotik dan Biotik.
Komponen Abiotiknya, yaitu :
a. Air
Ketersedian air yang terbatas dikarenakan pada lahan tegalan tidak ada sistem irigasi,
Jadi air pada lahan tegalan hanya mengandalkan sistem tadah hujan atau menggunakan air
yang berasal dari sumur-sumur yang dibuat para petani untuk mengairi lahan pertanian
mereka. Sistem drainase pada lahan tegalan sangat baik.

Komponen Biotiknya, yaitu :


a. Tanaman Pertanian
Jenis tanaman pertanian yang cocok pada lahan tegalan adalah jenis palawija dan
tanaman holtikultura. Tanaman palawija yang sering dibudidayakan di lahan tegalan antara
lain ; Jagung, Jenis Kacang-kacangan, Ubi jalar, Ubi kayu,dll. Tanaman holtikultura yang
banyak dibudidayakan di lahan tegalan, yaitu : Cabai, terong, papaya, jahe, dll. Pada musim
penghujan tegalan juga dapat ditanami padi dengan varietas-varietas tertentu. Namun
komoditas yang paling tinggi dalam pembudidayaan di lahan tegalan adalah tanaman
palawija. Saat ini pengembangan tanaman pertanian di lahan tegalan sudah sangat baik.
Dalam setahun penanaman yang bisa dilakukan bisa 3 kali tergantung musimnya.
Analisis tegalan

2. Sawah
Lahan sawah adalah lahan yang pengelolaannya memerlukan genangan air. Oleh karena
itu sawah selalu mempunyai permukaan datar atau yang didatarkan, dan dibatasi oleh
pematang untuk menahan air genangan. Komponen pendukung dalam pertanian di sawah bisa
di bagi menjadi dua yaitu Abiotik dan Biotik.
Komponen Abiotiknya, yaitu :
a. Air
Berdasarkan sumber air yang digunakan dan keadaan genangannya, sawah dapat
dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
1. Sawah irigasi, yaitu sawah yang sumber airnya berasal dari tempat lain melalui
saluran-saluran yang sengaja dibuat untuk itu. Dibedakan atas sawah irigasi teknis,
setengah teknis dan sawah irigasi sederhana.
2. Sawah tadah hujan, yaitu sawah yang sumber airnya tergantung atau berasal dari
curah hujan tanpa adanya bangunan-bangunan irigasi permanen. Umumnya terdapat
pada wilayah yang posisinya lebih tinggi dari sawah irigasi atau sawah lainnya
sehingga tidak memungkinkan terjangkau oleh pengairan. Waktu tanam sangat
tergantung kepada datangnya musim hujan.
3. Sawah pasang surut, yaitu sawah yang irigasinya tergantung pada gerakan pasang dan
surut serta letaknya di wilayah datar tidak jauh dari laut. Sumber airnya berasal dari
air sungai yang karena adanya pengaruh pasang dan surut air dimanfaatkan untuk
mengairi melalui saluran irigasi dan drainase.
4. Sawah lebak, yaitu sawah yang diusahakan didaerah rawa memanfaatkan naik
turunnya permukaan air rawa secara alami, sehingga dalam sistem sawah lebak tidak
dijumpai sistem saluran air.

Komponen Biotiknya, yaitu :


a. Tanaman Pertanian
Jenis tanaman yang paling cocok dibudidayakan di sawah adalah padi, karena padi
adalah tanaman yang suka air. Namun tidak menutup kemungkinan untuk membudidayakan
sayur-sayuran yang pertumbuhanya membutuhkan sumber air yang banyak, seperti : Sawi,
Kankung, Genjer, Caisin,dll. Pada musim kemarau lahan sawah juga dapat ditanami tanaman
palawija, karena pada musim kemarau pasokan air di beberapa jenis yang irigasinya belum
bagus biasanya menipis bahkan tanahnya kering. Oleh karena itu cocok untuk bertanam
palawija seperti ; Kacang tanah, kedelai, singkong, dll. Namun Jika sistem irigasinya sudah
baik dan menjamin ketersediaan air, maka bisa menanam padi hingga tiga kali dalam setahun.

3. Perkebunan
Lahan perkebunan adalah lahan usaha pertanianyang luas, biasanya terletak didaerah
tropisatau subtropis, yang digunakan untuk menghasilkan komoditi perdagangan (pertanian)
dalam skala besar dan dipasarkan ke tempat yang jauh, bukan untuk konsumsi lokal.
Komponen pendukung dalam pertanian di perkebunan bisa di bagi menjadi dua yaitu Abiotik
dan Biotik.

Komponen Abiotiknya, yaitu :


a. Air
Untuk ketersedian air diperkebunan biasanya menggunkan sumur-sumur dengan pompa
air untuk mengalirkan air ke lahan perkebunan. Namun dalam pengelolaan air di perkebunan
tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan.
Komponen Biotiknya, yaitu :
a. Tanaman Pertanian
Perkebunan dapat ditanami oleh tanaman keras/industri seperti kakao, kelapa, dan teh,
atau tanaman hortikultura seperti pisang, anggur, atau anggrek. Dalam pengertian bahasa
Inggris, "perkebunan" dapat mencakup plantation dan orchard. Ukuran luas perkebunan
sangat relatif dan tergantung ukuran volume komoditi yang dipasarkannya. Namun demikian,
suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui
sistem produksi yang diterapkannya. Selain itu, perkebunan selalu menerapkan cara
monokultur, paling tidak untuk setiap blok yang ada di dalamnya.

4. Pekarangan
Pekarangan adalah sebidang tanah yang ukuranya tidak terlalu luas yang berada di
sekitar rumah tinggal dan umumnya berpagar keliling. Komponen pendukung dalam
pertanian di pekarangan bisa di bagi menjadi dua yaitu Abiotik dan Biotik.
Komponen Abiotiknya, yaitu :
a. Air
Ketersedian air di pekarangan biasanya cukup karena dipekarangan sangat mudah
untuk mendapatkan air. Air ini berasal dari air hujan ataupun dari sumur yang ada di sekitar
pekarangan.
Komponen Biotiknya, yaitu :
a. Tanaman Pertanian
Biasanya di lahan pekarangan di tanamani berbagai ragam jenis tanaman seperti tanaman
holtikuktura ataupun tanaman yang dimanfaatkan kayunya. Sebagian dari tanaman
dimanfaatkan untuk makanan manusia dan sebagian lagi untuk pakan ternak, sedangkan
kotoran ternak digunakan sebagai pupuk kandang untuk menyuburkan tanah pekarangan.
Dengan demikian, adanya keterkaitan antara tanah, tanaman, hewan piaraan, dan manusia
dalam satu tempat sebagai satu kesatuan yang terpadu (simbiosis mutaulisme).

Referensi

http://cybex.pertanian.go.id/files/attachml/PEMANFAATAN%20PEKARANGAN.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37305/4/Chapter%20II.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/33895/4/Chapter%20II.pdf
Analisis agroekosistem

1.Tegalan
Produktifitas

Stability
Equitability
sustainebelity