Anda di halaman 1dari 17

Pengertian Sistem Saraf Pusat

Ketika Anda berpikir, melihat, napas, dan melakukan segala sesuatu sepanjang
hari Anda menggunakan sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat adalah sistem
tubuh yang menerima dan memproses semua informasi dari seluruh bagian tubuh.
Ini terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan neuron. Hal ini bisa dibilang
sistem yang paling penting dari tubuh.

1. Pia Mater
Pia master (pia = lunak) adalah selaput paling dekat

dengan permukaan otak dan sumsum tulang belang.

Lapisan ini menyelipkan diri e dalam celah-celah yang

ada pada otak dan sumsum tulang belakang. Lapisan

ini banyak mengandung pembuluh darah, sehingga

berperan dalam menyalurkan oksigen dan zat

makanan serta mengeluarkan sisa metabolisme.

2. Araknoid
Araknoid berupa selaput jaring yang lembut, terletak

antara pia mater dan dura mater.


3. Dura Mater
Dura mater (dura = liat/keras) merupakan lapisan

terluar yang padat dan keras serta bersatu dengan

tengkorak.
Lapisan Meningen
(https://classconnection.s3.amazonaws.com/1598/flashcards/786611/jp
g/meninges.jpg)

Antara lapis araknoid dan pia mater terdapat rongga yang

disebut dengan rongga subaraknoid, Yat berisis cairan

serebrospinal. Cairan serebrospinal berfungsi sebagai

bantalan bagi otak untuk melindungi otak dari benturan

pada tengkorak. Cairan serebrospinal ini juga berfungsi

untuk membawa nutrisi, hormon, serta sel darah putih

menuju bagian-bagian otak untuk diberi makanan. Cairan

serebrospinal bersifat alkalis (basa) dan bening (mirip


plasma). Cairan ini dihasilkan dari pleksus koroid yang

terletak di ventrikel. Ventrikel adalah rongga-rongga yang

terdapat di dalam otak. Pleksus koroid merupakan lipatan-

lipatan dari pia mater yang kaya akan pembuluh darah. Jadi,

di dalam ventrikel juga berisi cairan serebrospinal.

Artikel Penunjang : Pengertian danFungsi Hormon Pada Manusia

Anatomi ventrikel otak yang mengalirkan cairan serebrospinal


(http://www.aboutcancer.com/brain_anatomy_net_3.gif)
Otak dan sumsum tulang belakang memiliki substansi

pokok, yaitu:

1. Substansi abu-abu (substansi grissea), berwarna abu-


abu dan merupakan kumpulan badan sel.

2. Substansi putih (substansi alba), berwarna putih dan


merupakan kumpulan serabut saraf.

Serabut saraf diselubungi oleh lemak yang berfungsi untuk

melindungi, memberi makan, dan memisahkan serabut-

serabut saraf [baca : Pengertian dan Jenis Sel Saraf

(Neuron)]. Adanya pelindung tersebut mengakibatkan warna

putih pada substansi alba.

Otak dan sumsum tulang belakang memiliki kedua

substansi tersebut, tetapi dengan susunan yang berbeda.

Pada otak, substansi abu-abu terletak pada bagian korteks

(kulitnya) dan substansi putih terletak di bagian tengah.

Pada sumsum tulang belakang adalah kebalikan dari otak,

yaitu substansi abu-abu terletak di bagian tengah (dalam),


dalam penampang melintangnya berbentuk seperti kupu-

kupu, sedangkan substansi putih terletak di bagian korteks.

Perbedaan posisi substansia abu-abu dan putih antara sumsum tulang


belakang dengan otak
(http://classroom.sdmesa.edu/eschmid/F09.04.L.150.jpg)

OTAK

Otak adalah pusat saraf utama yang terletak di dalam

rongga tengkorak. Ukuran otak manusia bervariasi,

ditentukan oleh jenis kelamin, umur, dan ukuran fisik

seseorang. Ukuran otak manusia mencapai maksimum pada

usia 18 tahun. Berat otak orang dewasa sekitar 1,4 kg. Otak
manusia terdiri atas dua belahan (hemisfer) yang besar.

Oleh karena terdapat saraf yang menyilang pada jalur spinal

[baca : Perjalanan Impuls Saraf], maka belahan otak kiri

mengendalikan sisi kanan tubuh dan otak kanan

mengendalikan sisi kiri tubuh.

Otak dibagi menjadi 3 daerah, yaitu otak depan, otak

tengah, dan otak belakang. Pembagian daerah ini tampak

nyata hanya selama perkembangan otak pada fase embrio,

sedangkan pada otak manusia dewasa sudah tidak nampak

nyata karena masing-masing terdiri dari beberapa bagian

atau lobus.

a. Otak Depan atau Otak Besar

Bagian yang paling menonjol dari otak manusia adalah otak

besar (serebrum), yang terdapat di bagian otak depan. Otak

besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan.

Setiap belahan mengatur dan melayani bagian tubuh yang

berlawanan, yaitu yang belahan yang kiri mengatur bagian


tubuh sebelah kanan dan sebaliknya. Maka dari itu jika otak

bagian kiri mengalami gangguan atau kelainan, maka

bagian tubuh kanan yang akan terganggu, begitu pun

sebaliknya. Tiap-tiap belahan otak besar yang telah

disebutkan di atas dibagi menjadi empat lobus, yaitu

frontal, parietal, oksipital, dan temporal. Antara bus frontal

dan parietal dipisahkan oleh sulkus sentralis (celah tengah)

atau celah Rolando.

Otak depan tersusun atas dua lapisan yaitu :

1. Lapisan luar (korteks), yang merupakan lapisan tipis


berwarna abu-abu. Lapisan ini berisi badan sel saraf.
Permukaan lapisan korteks berlipat-lipat, sehingga
permukaannya menjadi lebih luas. Pada lapisan
korteks terdapat berbagai macam pusat saraf.

2. Lapisan dalam, yang merupakan lapisan berwarna


putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut
saraf, yaitu dendrit dan neurit [baca : Pengertian dan
Jenis Sel Saraf (Neuron)].

Otak depan merupakan pusat saraf utama, karena memiliki

fungsi yang penting dalam pengaturan semua aktivitas

tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian


(inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan

pertimbangan. Secara terperinci, aktivitas terbut

dikendalikan pada daerah yang berbeda.

Di depan celah tengah (sulkus sentralis) terdapat


daerah motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar.

Bagian paling bawah pada korteks motor tersebut


mempunyai hubungan dengan kemampuan berbicara.

Daerah anterior pada lobus frontalis berhubungan


dengan kemampuan berpikir.

Di belakang (posterior) sulkus sentralis merupakan


daerah sensori. Pada daerah ini berbagai sifat
perasaan dirasakan kemudian ditafsirkan.

Daerah pendengaran (auditor) terletak pada lobus


temporal. Di daerah ini, kesan atau suara diterima dan
diterjemahkan.

Daerah visual (penglihatan) terletak pada ujung lobus


oksipital yang menerima bayangan dan selanjutnya
bayangan itu ditafsirkan.

Adapun pusat pengecapan dan pembau terletak di


lobus temporal bagian ujung anterior.
Anatomi serebrum
(http://www.thewellingtonneurosurgeryunit.com/images/cerebrum.jpg)

Area di otak depan yang sangat penting juga adalah

hipotalamus dan talamus. Hipotalamus adalah daerah kecil

yang terletak di dasar otak depan dan memiliki berat

beberapa miligram. Hipotalamus berperan sebagai pusat

pengatur homeostasis tubuh, misalnya berkaitan dengan

pengaturan suhu tubuh, rasa haus, rasa lapar dan kenyang,

pengeluaran urin, pengaturan pengeluaran hormon dari


kelenjar pituitari bagian anterior dan posterior [baca :

Perbedaan Hormon Hipofisis Anterior dan Posterior], serta

perilaku reproduktif.

Letak talamus dan hipotalamus


(http://www.medicalartlibrary.com/images/thalamus-hypothalamus.jpg)

Talamus terletak di sebelah atas hipotalamus, berperan

sebagai stasiun relay untuk informasi sensori yang dikirim

ke otak besar. Jadi, talamus akan menyeleksi dan


menyalurkan impuls-impuls sensor yang penting menuju

otak besar.

b. Otak Tengah

Otak tengah (Diensefalon) manusia cukup kecil dan tidak

menyolok, terletak di depan otak kecil dan jembatan Varol

(ons Varolii). Bagian terbesar dari otak tengah pada

sebagian besar Vertebrata adalah lobus optika yang

ukurannya berbeda-beda. Pada mamalia (termasuk

manusia) terdapat korporat kuadrigemina (sebagai lobus

optika pada Vertebrata tingkat rendah) yang berfungsi

membantu koordinasi gerakan mata, ukuran pupil mata

(melebar/menyempit), dan refleks pendengaran tertentu.

Selain itu otak tengah mengandung pusat-pusat Yat

mengendalikan keseimbangan dan serabut saraf yang

menghubungkan bagian otak depan dan otak belakang,

juga antara otak depan dengan mata. Otak tengah

merupakan bagian atas batang otak. Semua berkas serabut


saraf yang membawa informasi sensori sebelum memasuki

talamus akan melewati otak tengah.

c. Otak Belakang

Otak belakang meliputi jembatan Varol (pons Varolii),

sumsum lanjutan (medula oblongata), dan otak kecil

(serebelum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak.

1. Jembatan Varol (pons Varolii)

Jembatan Varol berisi serabut saraf yang menghubungkan

lobus kiri dan kanan otak kecil, serta menghubungkan otak

kecil dengan korteks otak besar.

2. Sumsum lanjutan (medula oblongata)


Sumsum lanjutan atau medula oblongata membentuk

bagian bawah batang otak serta menghubungkan pons

Varolii dengan sumsum tulang belakang (medula spinalis).

Sumsum lanjutan berperan sebagai pusat pengatur

pernapasan dengan cara meneruskan impuls saraf yang

merangsang otot antara tulang rusuk dan diafragma. Selain

itu juga berperan sebagai pusat pengatur refleks fisiologis,

seperti detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh,

pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, gerak alat

pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Fungsi

lainnya adalah mengatur gerak refleks, seperti batuk,

berkedip, dan bersin [baca : PerbedaanGerak Sadar dan

Gerak Refleks].

3. Otak Kecil (Serebelum)

Otak kecil (serebelum) merupakan bagian terbesar otak

belakang. Otak kecil ini terletak di bawah lobus oksipital

serebrum. Otak kecil terdiri dari dua belahan dan

permukaannya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah


untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan

koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar.

Bagian batang otak

Artikel Penunjang : Sistem Rangka Tubuh Manusia

SUMSUM TULANG BELAKANG (MEDULA SPINALIS)


Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas

tulang belakang, memanjang dimulai dari ruas tulang leher

sampai dengan antara tulang pinggang pertama dan kedua.

Susunan sumsum tulang belakang sama seperti susunan

sumsum lanjutan (medula oblongata), yaitu tersusun atas

dua lapisan: lapisan luar berwarna putih berisi dendrit dan

neurit, sedangkan lapisan dalam berwarna abu-abu yang

banyak mengandung sel saraf [baca : Sistem Saraf Tepi

(Saraf Kranial dan SarafOtonom)].

Penampang melintang sumsum tulang belakang bagian

dalam yang berwarna abu-abu berbentuk seperti kupu-kupu

(ada yang mengatakan seperti huruf H) dan terdiri atas:

1. Akar dorsal yang mengandung saraf sensori

2. Akar ventral yang mengandung saraf motor referen

3. Saluran pusat (kanal sentral), yaitu saluran yang


mengandung cairan serebrospinal yang berhubungan
dengan rongga ventrikel dalam otak
Anatomi Medula Spinalis/sumsum tulang belakang
(http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/dc/Medulla_s
pinalis_-_Section_-_English.svg/2000px-Medulla_spinalis_-_Section_-
_English.svg.png)

Substansi putih yang terdapat di tepi dan mengelilingi

substansi abu-abu berisi:

1. Serabut-serabut saraf spinal yang datang dari


substansi abu-abu
2. Serabut saraf sepanjang sumsum tulang belakang
yang menghubungkan saraf spinal dengan otak.

Fungsi sumsum tulang belakang adalah sebagai pusat dari

gerak refleks, penghantar impuls sensori dari kulit atau dari

otot ke otak, dan membawa impuls motor dari otak ke ke

otot tubuh.