Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Kolesistitis

Kolesistitis adalah radang kandung empedu yang merupakan inflamasi akut dinding
kandung empedu disertai nyeri perut kanan atas,nyeri tekan dan panas badan. Dikenal dua
klasifikasi yaitu akut dan kronis (Brooker,2011).
Kolesistitis adalah reaksi inflamasi dinding kandung empedu. Kolesistitis adalah radang
kandung empedu yang merupakan reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu disertai
keluhan nyeri perut kanan atas, nyeri tekan dan panas badan.Dikenal klasifikasi kolesistitis
yaitu kolesistitis akut serta kronik. (Dr. Suparyanto, M.Kes 2009).
Kolesistitis akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu,biasanya merupakan
akibat dari adanya batu empedu di duktus sistikus,yang secara tiba-tiba menyebabkan
serangan nyeri yang luar biasa.
Kolesistitis kronis adalah peradangan menahun dari dinding kandung empedu,yang
ditandai dengan serangan berulang dari nyeri perut yang tajam dan hebat.

Etiologi
Sekitar 95% penderita peradangan kandung empedu akut,memiliki batu empedu. Kadang
suatu infeksi bakteri menyebabkan terjadinya peradangan. Ada beberapa faktor yang dapat
menyebabkan timbulnya kolesistitis :
Faktor Biologis seperti Jenis kelamin
Faktor Lingkungan
Faktor Penyakit

Tanda dan Gejala


Timbulnya gejala bisa dipicu oleh makan makanan berlemak. Gejala bisa berupa:
Tanda awal dari peradangan kandung empedu biasanya berupa nyeri di perut kanan bagian
atas.
Nyeri bertambah hebat bila penderita menarik nafas dalam dan sering menjalar ke bahu
kanan.
Biasanya terdapat mual dan muntah.
Nyeri tekan perut
Dalam beberapa jam, otot-otot perut sebelah kanan menjadi kaku.
Pada mulanya, timbul demam ringan, yang semakin lama cenderung meninggi.
Serangan nyeri berkurang dalam 2-3 hari dan kemudian menghilang dalam 1 minggu.
Gangguan pencernaan menahun
Nyeri perut yang tidak jelas (samar-samar)
Sendawa.

Manifestasi Klinik
Kolesistitis Akut :
Nyeri hebat pada perut kanan atas disertai rasa tidak enak pada epigastrium.
Mual,Muntah.
Demam
Lemah
Ikterus (bila terdapat batu di duktus koledukus)
Nyeri perut bertambah bila mengkomsumsi makanan berlemak.
Yang khas yaitu nyeri menjalar sampai ke bahu/ scapula.

Kolesistitis Kronik :
Kolik epigastrium
Mual muntah
Tidak toleransi terhadap makanan berlemak
Demam ringan
Hipoalbuminea ringan
Dyspsepsia,sendawa,kembung,flatulence

Patofisiologi
Kolesistitis disebabkan oleh beberapa faktor yakni faktor biologi (jenis kelamin), faktor
lingkungan, dan faktor penyakit. Kolesistitis lebih sering diderita oleh perempuan karena
adanya pengaruh hormon esterogen dan penggunaan kontrasepsi (KB suntik dan KB oral).
Pola makan yang berlemak dapat mengakibatkan cairan empedu kesulitan mencernanya,
sehingga empedu menjadi jenuh karena adanya kolesterol. Sirosis hati dan Thalasemia juga
dapat menyebabkan kolesistitis. Pada penderita sirosis hati struktur hati dan pembuluh darah
yang memeliharanya akan mengalami perubahan, sehingga akan terjadi hemolisis
(penghancuran sel darah merah dengan penglepasan hemoglobin). Begitu pula pada penderita
Thalasemia (penurunan produksi hemoglobin).

Penanganan atau Penatalaksanaan


1. Kolesistektomi untuk mengangankat kandung empedu yang mengalami inflamasi
lewat pembedahan
2. Koledokostomi untuk membuat lubang lewat pembedahan pada duktus koledokus
drainase
3. Kolesistostomi transhepatik perkutaneus
4. Litotripsi untuk mengahancurkan batu empedu
5. Pemberian obat oral asam kenodeoksikolat atau ursodeoksikolat untuk melarutkan
batu empedu
6. Diet rendah lemat untuk mencegah serangan
7. Pemberian vitamin K untuk mengurangi keluhan gatal-gatal,ikterus, dan
kecendurangan perdarahan yang di sebabkan oleh defisiensi vitamin K
8. Pemberian antibiotik selama serangan akut mengatasi infeksi
9. Pemasangan pipa nasogastrik selama serangan akut untuk dekompresi abdomen