Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masa nifas merupakan masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang

dipergunakan untuk memulihkan kesehatannya kembali yang umumnya

memerlukan waktu 6-12 minggu. Berakhirnya proses persalinan bukan berarti

ibu terbebas dari bahaya atau komplikasi. Salah satu komplikasi masa nifas

ialah masalah menyusui pada masa pasca persalinan dini adalah putting susu

lecet. Puting susu lecet dapat terjadi karena ibu kurang memahami tatalaksana

laktasi dengan benar. Kebanyakan puting lecet disebabkan oleh kesalahan

pada ibu dalam memposisikan bayinya saat menyusui dan dapat pula di

sebabkan oleh thrush (candidiasis) atau dermatitis sehingga dapat menjadi

trauma pada puting susu saat menyusui. Puting yang lecet sangat menyakitkan

dan dapat menyebabkan perdarahan, jika puting yang lecet tidak segera di

obati dapat menyebabkan mastitis dan abses di payudara. Menyusui dapat

dimulai sejak masa pasca persalinan dini dan pada masa pasca persalinan

lanjut. Aktivitas menyusui bayi yang benar dapat merangsang Rahim untuk

mengecil. Untuk itu, bidan perlu melakukan pengawasan dan pembelajaran

pada ibu menyusui agar ibu menyusui dapat mempraktekkan bagaimana

tehnik menyusui yang benar serta memahami tatalaksana laktasi yang benar

agar tidak terjadi putting susu lecet yang berikutnya (Nugroho, 2014).
Bedasarkan profil kesehatan Indonesia pada tahun 2014 di dapatkan

data target pencapaian program pada tahun 2014 sebesar 80%, maka

secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 52,3% belum

mencapai target (Profil Kesehatan Indonesia, 2014).

1
2

Berdasarkan profil kesehatan Jombang tahun 2014 didapatkan data

laporan bulanan dari Puskesmas didapatkan cakupan pemberian ASI

eksklusif Kabupaten Jombang tahun 2014 sebesar 79,87%. Meningkat

disbanding tahun 2013 dimana tercapai 79,42%. Cakupan ASI Eksklusif

tertinggi di Puskesmas Bawangan (98,59%), kemudian Kabuh (98,05%),

dan Blimbing Gudo (97,87%). Sedangkan cakupan terendah ada

diPuskesmasPulolor (66,04%), Kesamben Ngoro (67,91%), dan Peterongan

(69,62%) (Profil Kesehatan Jombang, 2014 ).


Puting lecet merupakan suatu keadaan atau hal terburuk yang di alami

oleh ibu nifas yang sedang dalam proses menyusui dimana puting susu

mengalami kelecetan atau mengalami luka. Puting susu yang lecet di

sebabkan oleh infeksi candida pada mulut bayi yang menular pada puting

susu, bayi dengan tali lidah pendek (ankiloglosia) sehingga sulit menghisap

sampai areola mamae dan hanya sampai pada puting. Teknik menyusui yang

tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak

keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya bayi

enggan untuk menyusu. Untuk itu seorang ibu butuh seseorang yang dapat

membimbingnya dalam merawat bayi termasuk dalam menyusui

(Astutik,2014 ).
0leh karena itu agar proses menyusui berjalan dengan baik di perlukan

manajemen yang baik dalam menyusui, meliputi perawatan

payudara, cara menyusui yang benar, dan

penatalaksanaannya. Untuk memberikan pelayanan pada

ibu nifas dengan puting susu yang lecet ialah membuatnya senantiasa

kering, dan sebanyak mungkin membiarkan payudara terkena udara bebas.


3

Pemberian kompres hangat pada puting susu yang lecet dapat memberikan

rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan. Sebagian ibu dengan sengaja

memberikan sedikit ASI meleleh dan membasahi puting susu dan areola

selama penghangatan tadi, untuk mempercepat proses penyembuhan

(Nugroho dkk, 2014).


Berdasarkan latar belakang di atas perlu dilakukan asuhan kebidanan

pada ibu post partum hari ke 1-7 dengan puting susu lecet, karena diketahui

pada masa itu masa terpenting untuk pemantauan komplikasi yang dapat

terjadi sehingga dapat tertangani dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu

peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul Asuhan

Kebidanan pada Ibu Post Partum hari ke 1-7 dengan puting susu lecet di

BPM Dwi Wulan Amd.Keb.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana asuhan kebidanan pada ibu post partum hari ke 1-7 dengan

puting susu lecet di BPM Dwi Wulan Amd.Keb?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Melakukan asuhan kebidanan pada ibu post partum hari ke 1-7

dengan puting susu lecet

1.3.2 Tujuan Khusus

Dalam melakukan asuhan kebidanan pada ibu post partum hari ke

1-7 dengan puting susu lecet, diharapkan mahasiswa mampu

menerapkan 7 langkah kebidanan menurut Hellen Varney, yaitu :


4

1 Melakukan pengkajian data pada ibu post partum hari ke 1-7

dengan puting susu lecet.


2 Mengindentifikasi diagnosa, masalah dan kebutuhan pada ibu post

partum hari ke 1-7 dengan putting susu lecet.


3 Mengindentifikasi diagnosa masalah potensial pada ibu post

partum hari ke 1-7 dengan puting susu lecet.


4 Mengindentifikasi kebutuhan segera pada ibu post partum hari ke

1-7 dengan putting susu lecet.


5 Merencanakan tindakan-tindakan yang akan dilakukan pada ibu

post partum hari ke 1-7 dengan putting susu lecet.


6 Melaksanakan tindakan sesuai rencana yang telah ditentukan pada

ibu post partum hari ke 1-7 dengan puting susu lecet.


7 Mengevaluasi hasil tindakan pada ibu post partum hari ke 1-7

dengan puting susu lecet.


1.4 Manfaat Penilitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
1) Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti dalam

melakukan asuhan kebidanan pada Ibu Post Partum hari ke 1-7

dengan puting susu lecet.

2) Bagi Peneliti Selanjutnya

Menambah pengetahuan tentang Asuhan Kebidanan Pada Ibu

Post Partum hari ke 1-7 dengan puting susu lecet dalam melakukan

penelitian selanjutnya.

3) Bagi Institusi Pendidikan


Dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan ilmu

untuk kegiatan proses belajar mengajar tentang asuhan kebidanan

pada ibu post partum hari ke 1-7dengan puting susu lecet yang

dapat digunakan sebagai acuan bagi praktik mahasiswa kebidanan.


1.4.2 Manfaat Praktis
5

1) Bagi Bidan

Dari hasil penulisan ini dapat digunakan sebagai masukan

bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan untuk meningkatkan

kualitas pelayanan asuhan kebidanan pada ibu post partum hari ke

1-7 dengan puting susu lecet secara profesional.

2) Bagi Kader
Hasil penulisan ini nantinya diharapkan dapat memberikan

informasi dan menambah wawasan masyarakat terutama kader desa

sehigga dapat ikut serta dalam membantu memberikan pendidikan

kesehatan pada ibu nifas di rumah.


3) Bagi Responden
Hasil penulisan ini nantinya diharapkan dapat memberikan

tambahan ilmu pengetahuan serta pengalaman dan melaksanakan

tindakan-tindakan yang telah diberikan bidan