Anda di halaman 1dari 6

Teenage Mutant Ninja Turtles ternyata merupakan perluasan cerita

komik Daredevil.

Muvila.com Meskipun tak termasuk anggota X-Men, kura-kura mutan yang tenar
dengan sebutan Kura-kura Ninja (Teenage Mutant Ninja Turtles) juga merupakan sosok
pahlawan yang digandrungi banyak orang. Kura-kura Ninja pertama kali muncul dalam
komik terbitan Mirage Studios, percetakan buku komik Amerika Serikat pada tahun
1984.

Komik itu menceritakan keempat bayi kura-kura, yakni Leonardo, Michaelangelo,


Raphael, dan Donatello, menjadi mutan setelah truk yang membawa tabung radioaktif
tak sengaja menumpahkan cairan kimia ke mereka. Mereka lalu ditemukan oleh
Splinter, yang melatih mereka menjadi ninja untuk dapat melindungi orang-orang yang
tak bersalah dari kejahatan geng ninja pimpinan Shredder.

Konsep pahlawan kura-kura ninja ini digagas oleh Kevin Eastman bersama rekannya,
Peter Laird. Mengutip Week, empat kura-kura ninja itu diciptakan pada suatu malam di
Misage Studios tahun 1983, ketika mereka kehabisan inspirasi untuk melanjutkan
komik Fugitoid.

Saat itu, Eastman iseng menggambar manusia kura-kura yang menggunakan topeng
ninja dan membawa sebuah nunchuck. Lalu, ia tunjukkan gambar itu pada Laird, dan
mereka pun tertawa cekikikan. Ide kura-kura yang suka bersantai-santai menjadi
seorang ninja cepat dan cerdik pun muncul di pikiran mereka.
"Pete lalu menggambar yang lebih bagus lagi. Kemudian, saya menggambar empat
kura-kura berdiri dengan pose dramatik. Itu masih dalam goresan pensil, tetapi Pete
mewarnainya dan menambahkan kata Teenage Mutant sebelum bagian Ninja Turtles.
Jujur, kami sampai kencing di celana kami pada malam itu. Ini adalah hal paling bodoh
yang pernah ada," kenang Eastman.

Setelah kisah komik Fugitoid berakhir, keduanya memutuskan untuk membuat Teenage
Mutant Ninja Turtles menjadi proyek komik mereka selanjutnya. Dalam proses
menggambarnya, mereka terinspirasi dari beberapa komik favorit, termasuk petulangan
epik samurai karangan Frank Miller, Ronin, dan komik Marvel, Daredevil.

Kisah awal Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT) berkaitan dengan komik
pertama Daredevil (1963), yang menceritakan Matt Murdock muda terkena sebuah
isotop radioaktif ketika mencoba menghindari seorang pria tua buta dari sebuah truk
yang datang mendekat. Lalu, Eastman dan Laird memperluas ceritanya. Setelah tabung
berisi cairan kimia itu menimpa Murdock, lalu bertabrakan dengan seseorang yang
membawa akuarium berisi binatang peliharaannya, yaitu empat bayi kura-kura.

Kura-kura dan kanister berinisial T.C.R.I. itu pun terjatuh ke selokan. Setelah itu,
mereka pun ditemukan oleh si tikus, Splinter. Splinter yang telah menjadi hewan
peliharaan ninja warrior bernama Hamato Yoshi--yang dibunuh bersama dengan
kekasihnya, Tang She, oleh pengkhianat Oroku Saki.
"Saya berpikir kami memilih seekor tikus karena kami memulai mengerjakannya di luar
cerita isu pertama TMNT. Kami tahu banyak itu akan berlatar di selokan dan gang-gang
belakang kota. Kami pikir biasanya yang menghuni di tempat-tempat seperti itu adalah
tikus," ujar Laird.

Turtles pun harus menghadapi konflik dengan The Foot, sebuah klan ninja yang
dipimpin oleh Shredder, yang tidak lain adalah Oroku Saki. Desain Shredder pun
mengambil inspirasi dari parutan keju logam.

Mengutip Janson's History of Art, dua seniman itu kemudian memberikan nama
keempat kura-kura itu memakai nama depan para seniman masa Renaissance yang
mereka sukai, yaitu Leonardo da Vinci, Michelangelo di Lodovico Buonarroti Simoni,
Raffaello "Raphael" Sanzio da Urbino, dan Donato "Donatello" di Niccol di Betto Bardi.

Dalam beraksi, setiap kura-kura mutan ini dilengkapi senjata khusus. Leonardo
memakai sepasang katana, Michelangelo mempunyai nunchuks, Donatello ahli
memakai bo staff (senjata martial art Jepang), dan Raphael lihai menggunakan pisau
seperti sai (senjata tradisional yang berasal dari Okinawa).

Petualangan kura-kura ninja ini amat populer sejak diterbitkan menjadi komik. Puncak
kegilaan Kura-kura Ninja pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, ketika wajah-wajah
Kura-kura Ninja ditemukan di beraneka perdagangan anak-anak, papan luncur, sereal
sarapan, pasta gigi, bekas makanan sekolah maupun kamera. Kura-kura Ninja akan
terus terpahat dalam sejarah budaya pop.

Sejak pekan kemarin, kura-kura ninja telah kembali beraksi dalam film layar lebar
berjudul Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows.