Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Iklim memiliki sifat yang sangat kompleks baik dalam ruang dan waktu.
Gambaran mengenai iklim dapat dilihat atau dianalisis dari data unsur-unsur
iklim. Jadi data memegang peranan yang sangat besar untuk mendapatkan iklim
yang akurat. Masalah penanganan data iklim mencakup hal-hal dari metode
mendapatkan data yang merupakan sumber gambaran iklim yang dapat dipercaya,
pencatatan, pengolahan data, hingga penyajian informasi iklim yang dapat
dimanfaatkan bidang-bidang lain.
Metode statistik dan persamaan matematika dapat dimanfaatkan untuk
mempermudah dalam menelaah sifat-sifat iklim yang kompleks. Dengan analisis
statistik dan matematik data dapat disederhanakan, ciri-ciri unsur iklim dapat
dipelajari dan dianalisis sehingga mempermudah penelaahan informasi yang
terkandung dalam data. Dari manfaat penggunaan analisis statistik tersebut
diharapkan akan dapat meningkatkan ketepatan dalam peramalan yang akhirnya
akan dapat menyediakan informasi iklim yang lengkap dan akurat.
Pengetahuan cuaca dan iklim tidak saja penting dalam bidang pertanian
dalam arti luas (pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan),
namun juga penting dalam bidang pelayaran, penerbangan, pengairan, dan
kesehatan. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological
Organization, WMO), berbagai bidang peka terhadap pengaruh iklim dan cuaca
dapat menggunakan jasa klimatologi terutama dalam aspek perencanaan,
pelaksanaan dan prediksi di berbagai bidang kegiatan terutama pertanian,
perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan maupun jasa lainnya.

Awal mula mempelajari iklim cuaca/ iklim dimulai sejak manusia


memahami pentingnya peranan lingkungan baik sebagai tempat hidup maupun
sumber penghidupan. Manusia tersadar dan tidak mengherankan bahwa
cuaca/iklim bisa mempengaruhi kehidupan manusia dan segala yang ada di alam
baik berupa benda mati maupun benda hidup. Cuaca/iklim juga dapat
mempengaruhi kehidupan tingkah laku (behavior) dan respon suatu organisme,
bentuk,, struktur dan isi bumi dan pada sisi lainnya dapat menimbulkan ancaman
bagi kehidupan.

B. Tujuan

1. Melatih mahasiswa dalam menganilis data unsur iklim/cuaca


2. Melatih mahasiswa dalam menyajikan dan menafsirkan data unsur
iklim/cuaca

II. TINJAUAN PUSTAKA

Cuaca di setiap tempat dan waktu selalu berbeda. Oleh karena itu salah
satu tugas penting prakirawan adalah melakukan pengamatan unsur-unsur cuaca
yang selanjutnya digunakan sebagai bahan untuk mempertimbangkan keadaan
cuaca yang akan terjadi. Tujuan dilakukannya pengamatan tersebut adalah untuk
mengetahui keadaan atmosfer pada setiap saat dan mengingat atmosfer demikian
luas, maka tidak mungkin setiap orang melakukan pengamatan dan mengukur
setiap unsur disetiap titik secara keseluruhan tanpa menggunakan peralatan
berteknologi tinggi. Kini pengamatan dan proses pembuatan prakiraan cuaca
sudah menggunakan peralatan yang merupakan kombinasi antara manusia dengan
komputer. Dalam hal membuat prakiraan cuaca salah satu metodenya dengan
memanfaatkan model numerik prakiraan cuaca yang dilakukan dengan komputer.
Ahli klimatologi bekerja menganalisis tentang kondisi cuaca sebelumnya
untuk menetapkan pola dan kecenderungan ilim suatu wilayah. Data-data cuaca
seperti suhu, cahaya matahari, curah hujan, kelembaban dan angin dikompilasi
dan dianalisis secara statistic yang kemudian diinterpretasi untuk kebutuhan
prakiraan iklim dalam skala bulanan atau tahunan dan dijadikan sebagai rujukan
dalam perencanaan pembangunan bidang pertanian maupun dalam bidang
kesehatan.
Relevansi pengetahuan iklim/cuaca akhir-akhir ini menjadi penting
mengingat banyaknya peristiwa atau gejala alam telah banyak menimbulkan
bencana seperti perubahan iklim, gempa bumi, badai, gelombang laut,
peningkatan dan penurunan suhu udara, gejala EL-Nino dan La-Nina yang
semuanya dapat menghantui perasaan manusia. Karena itu maka sudah saatnya
setiap manusia dapat memahami bagaimana iklim itu terbentuk dan apa
manfaatnya.

Iklim/cuaca dapat mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung


maupun tidak langsung, mulai dari aspek fisik hingga peradaban yang bervariasi
menurut tempat. Karena itu maka sifat atau karakteristik yang ditunjukkan oleh
setiap organisme hidup (tumbuhan, hewan, dan bahkan manusia), umur dan
kualitas bangunan juga berbeda pada setiap tempat.
Pengetahuan iklim sangat membantu manusia dalam membuat
perencanaan (design), pelaksanaan dan prediksi masa yang akan datang baik
menyangkut kondisi yang akan terjadi maupun tingkat produksi yang akan
dihasilkan.
Interpretasi data dapat dihitung melalui :
a. Curah hujan
Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat
yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan 1
(satu) milimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar
tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
Intensitas hujan adalah banyaknya curah hujan persatuan jangka waktu tertentu.
Apabila dikatakan intensitasnya besar berarti hujan lebat dan kondisi ini sangat
berbahaya karena berdampak dapat menimbulkan banjir, longsor dan efek negatif
terhadap tanaman. Curah hujan jangja pendek dinyatakan dalam intensitas per jam
yang disebut intensitas curah hujan (mm/jam). Intensitas curah hujan rerata dalam
jam (It) dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :

It = Rt / t

Rt = curah hujan selama jam


t = lama waktu hujan (1/2 jam)

beasarnya intensitas curah hujan itu berbeda-beda yang disebabkan oleh lamanya
curah hujan atau frekuensi kejadiannya. Variasi sebaran waktu dari suatu catatan
curah hujan dapat memberikan kesan adanya suatu kecenderungan penambahan
atau pengurangan, tapi pada akhirnya cenderung untuk kembali ke nilai rata-
ratanya. Untuk curah hujan bulanan terdapat keteraturan dari frekuensi itu
berulang-ulang dalam setahun, sehingga membuat suatu sebaran musiman.

b. Kelembaban
Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini dapat
diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan
relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut higrometer. Sebuah humidistat
digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalam sebuah bangunan
dengan sebuah pengawalembap (dehumidifier). Dapat dianalogikan dengan
sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara. Perubahan tekanan sebagian
uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu. Konsentrasi air di udara
pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 C (86 F), dan tidak
melebihi 0,5% pada 0 C (32 F).
Penyajian data kelembaban harian berasal dari rerata pengamatan seperti
ditunjukkan dalam persamaan berikut :

RH = RH 07.00 + 2 x RH 13.00 + RH 18.00


4
RH 07.00 = RH pada pengamatan jam 07.00
RH 13.00 = RH pada pengamatan jam 13.00
RH 18.00 = RH pada pengamatan jam 18.00

Untuk dari kertas pias hidrograf rambut, pembacaan langsung untuk RH


maksimum dan minimum dapat dihitung untuk kelembaban normal.

RH = RH maks + RH min
2

c. Temperatur
Temperatur harian dapat disajikan dalam perhitungan persamaan sebagai
berikut :

T (harian) = T maks + T min


2

T (bulanan) = ( jumlah T maks/n + jumlah T min/n)


Dimana :
T = temperatur rata-rata harian
Tmaks = temperatur maksimum
Tmin = temperatur minimum
n = jumlah hari dalam sebulan

d. Radiasi matahari
Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses
thermonuklir yang terjadi di Matahari. Energi radiasi Matahari berbentuk sinar
dan gelombang elektromagnetik. Panjang penyinaran selama sehari dapat
diketahui dari panjang noda yang terbentuk pada kertas pias. Dalam penyajian
panjang penyinaran dinyatakan dalam presentase terhadap panjang penyinaran
sesungguhnya yang terjadi. Adapun cara yang umum untuk erhitungan yakni
dengan persamaan seperti berikut :

% P = n/N (jam/jam) x 100%

Dimana :
% P = presentase lama penyinaran
n = lama penyinaran yang tercatat dalam kertas pias
N = lama penyinaran maksimum yang dapat terjadi (jam) atau lama siang
hari yang tergantung letak lintang

e. Kecepatan angin
Data kecepatan angin disajikan dalam satuan mile per jam, km per jam, meter
per detik, atau knot.
1 knot = 8/7 mile/jam; 1 m/detik = 2,2 mile/jam
1 m/detik = 1,9 knot = 2,2 mile/jam = 3,2 ft / detik
Pengukuran kecepatan angin pada stasiun cuaca/iklim ada beberapa penempatan
tinggi pengukuran, adapun yang sering dijumpai ada dua macam ketinggian
pengukuran, yaitu ketinggian m dan 2 meter serta untuk keperluan yang
berlainan.
Adapun secara umum pengaruh ketinggian terhadap kecepatan angin dinyatakan
dalam persamaan sebagai berikut :

V1/V2 = (Z1/Z2)k
Dimana :
V1 = kecepatan angin di tempat ketinggian Z1
V2 = kecepatan angin di tempat ketinggian Z2
k = konstanta.
Nilai k ditentukan 1/7 untuk rangkaian keadaan luas, terutama pada lapisan antara
0=10 m, tetapi ada tanda-tanda variasi harian dan musim.

f. Evaporasi
Evaporasi adalah proses pertukaran molekul air di permukaan menjadi
molekul uap air di atmosfer melalui kekuatan panas.
Rumus evaporasi adalah :

E = EVP
A
Dimana :
E = Evaporasi
EVP = penguapan
A = Luas.
III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

Alat
1. Modul praktikum Klimatologi
2. Kalkulator
3. Alat tulis

Bahan

1. Data Temperature
2. Data kelembaban
3. Data lama penyinaran sinar matahari
4. Data kecepatan angin
5. Data Evaporasi

B. Saran

Cara kerja pada praktikum kali ini adalah :

1. Siapkan data iklim/cuaca yang akan diamati.


2. Masing-masing data dari tabel dihitung yaitu, kelembaban, temperatur, radiasi
matahari, kecepatan angin dan evaporasi.
3. Catat hasil perhitungan pada kertas yang telah disediakan.